Portal Kita | Samudra News Portal Kita | Samudra News - Portal Kita | Samudra News

Ads by Musri info

loading...

    , , ,









    SamudraNews.com | Dalam rangka memperkenalkan kembali Panji Rasulullah SAW, Hizbut Tahrir Indonesia DPD II Kota Langsa gelar aksi konvoi dengan menampilkan parade bendera (Al-Liwa’) dan panji (Ar-Rayah) Rasulullah SAW, Sabtu (25/03/2017).

    Aksi yang melibatkan lima unit mobil dan puluhan sepeda motor tersebut bertitik kumpul di Tribun Lapangan Merdeka Langsa, selanjutnya bergerak menuju Simpang Komodor, melewati Jalan Sudirman, hingga bertitik akhir di simpang empat depan kantor pos langsa.

    Setelah berlangsung selama satu setengah jam dengan pengawalan sejumlah personil kepolisian, aksi parade panji Rasulullah SAW pun membubarkan diri secara tertib tepat pukul 18.00 WIB dititik akhir simpang empat depan Kantor Pos Langsa.[]


    , ,

    samudranews.com

    SamudraNews.com | LANGSA - Dalam rangka memperkenalkan kembali Bendera dan Panji Rasulullah SAW, Hizbut Tahrir Indonesia DPD II Kota Langsa gelar aksi konvoi dengan menampilkan parade bendera (Al-Liwa’) dan panji (Ar-Rayah) Rasulullah SAW, Sabtu (25/03/2017).


    “Parade bendera Islam ini kita laksanakan bertujuan mengenalkan kembali bendera dan panji Rasul kepada masyarakat sekaligus menyampaikan pesan bahwa bendera dan panji yang bertuliskan kalimat tauhid tersebut adalah bendera dan panjinya umat Islam, bukan milik Hizbut Tahrir, atau bukan milik golongan tertentu” terang Ketua DPD II HTI Langsa, Iqbal, S.HI usai kegiatan.

    Aksi yang melibatkan lima unit mobil dan puluhan sepeda motor tersebut bertitik kumpul di Tribun Lapangan Merdeka Langsa, selanjutnya bergerak menuju Simpang Komodor, melewati Jalan Sudirman, hingga bertitik akhir di simpang empat depan kantor pos langsa.

    Selain melakukan aksi konvoi, peserta aksi juga ikut membagi-bagikan seleberan yang berisi sosialisasi bendera dan panji Rasulullah SAW.

    Pada kesempatan yang sama, Ketua Lajnah Khusus Mahasiswa DPD II HTI Langsa, Angga Asnawi juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya diikuti oleh para aktivis Hizbut Tahrir melainkan juga sejumlah mahasiswa Kota Langsa.

    “Alhamdulillah, bisa kita lihat sendiri bahwa semangat memperjuangkan Islam tidak hanya kita lihat dari para aktivis dakwah, melainkan juga para pemuda khususnya mahasiswa Kota Langsa yang ikut serta dalam aksi hari ini. Dengan demikian, semakin jelas bahwa para pemuda hari ini sudah mulai sadar dan kembali kepada jati dirinya sebagai mahasiswa Islam” ungkap Angga.

    Setelah berlangsung selama satu setengah jam dengan pengawalan sejumlah personil kepolisian, aksi parade bendera dan panji Rasulullah SAW pun membubarkan diri secara tertib tepat pukul 18.00 WIB dititik akhir simpang empat depan Kantor Pos Langsa.

    | Red

    , ,

    samudranews.com

    SamudraNews.com | Langsa - Seabrek fakta yang menunjukkan keterpurukan Indonesia hari ini telah memicu semangat peserta Daurah untuk bangkit memperjuangkan tegaknya Syariah dan Khilafah. Teriakan semangat perjuangan tersebut terlihat dari respon peserta Daurah Akbar yang selenggarakan oleh DPD II Hizbut Tahrir Indonesia Kota Langsa pada Jumat malam (24/02/2017).

    Agenda yang bertemakan “INDAHNYA ISLAM jalan menuju Islam Rahmatan Lil’Alamin” di Aula KNPI Kota Langsa menjadi saksi kuatnya tekad umat Islam Kota Langsa untuk memperjuangkan Syariat Islam demi mewujudkan Islam Rahmatan Lil’Alamin.

    “Alhamdulillah melihat respon peserta dalam kegiatan ini membuktikan bahwa umat Islam khususnya Kota Langsa telah cerdas dalam menilai dan paham bahwa kondisi Indonesia hari ini sedang kronis hingga jalan penyembuhan satu-satunya adalah dengan ditegakkanya syariat Islam secara kaffah” Jelas Ketua DPD II HTI Kota Langsa Iqbal, SH.I usai kegiatan.

    Selain itu, dikutip dari materi yang disampaikan oleh Ustadz Haris Islam, Anggota DPP Hizbut Tahrir Indonesia menyebutkan bahwa Islam rahmatan lil alamin tidak akan bisa terwujud jika penyelesaian yang dilakukan terhadap masalah yang seabrek ini hanya bersifat parsial terlebih hukum yang digunakan juga bukan hukum Islam.

    “Menyelesaikan permasalahan dengan sistem yang bermasalah (baca: Demokrasi) justru akan menambah masalah seperti fakta yang terjadi sekarang ini. Karena itu, Hizbut Tahrir menawarkan solusi konkrit yang akan menyelesaikan semua permasalahan hingga keakarnya. Solusi itu adalah Islam yang diterapkan melalui sebuah institusi Khilafah guna mewujudkan Islam Rahmatan Lil’Alamin” papar Ustadz Haris Islam dalam materinya.

    Menyambut seruan tersebut, diawali dengan pekikan takbir yang menggema, para peserta juga berteriak siap memperjuangkan tegaknya Syariah dan Khilafah  melalui dakwah politis bersama Hizbut Tahrir. 

    | Red

    ,

    SamudraNews.com | Jakarta - Banjir melanda Jakarta. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut ada 54 titik banjir di Ibu Kota sampai pagi ini.

    "Banjir di 54 titik sebabkan ribuan rumah terendam terendam banjir hingga ketinggian 1,5 meter di Jakarta," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya, Selasa (21/2/2017).

    Ada 401 laporan masyarakat soal banjir. Ketinggian air bervariasi, 10-150 sentimeter. 

    "Terdapat 54 titik banjir dan genangan, yaitu di Jakarta Selatan (11 titik), Jakarta Timur (29 titik), dan Jakarta Utara (14 titik)," kata Sutopo.

    Hingga Selasa (21/2/2017) pukul 08.00 WIB, daerah-daerah yang terendam banjir sebagai berikut:

    *Jakarta Selatan*

    1. JOR Arah Pondok Indah, Jakarta Selatan 30 cm
    2. Duta Indah Blok M, Jakarta Selatan 32 cm
    3. Komp. Kejagung Blok H, Jakarta Selatan 30 cm
    4. Kalibata City, Jakarta selatan 30-40 cm
    5. Mampang, Jakarta Selatan 20-50 cm
    6. Simprug Golf Senayan,Jakarta Selatan 15 cm
    7. Mampang Prapatan, Jakarta Selatan 40 cm
    8. Jl. Pancoran Barat, Jakarta Selatan 40 cm
    9. Jl. Komp. Bank Indonesia, Jakarta Selatan 20-30 cm
    10. St. Tebet, Jakarta Selatan 20-40 cm
    11. LAN Pejompongan, Jakarta Selatan 30 cm

    *Jakarta Timur*
    1. Kebon Pala, Kp. Makasar, Jakarta Timur 40 cm
    2. Pondok Kelapa, permukiman Lampiri 30-50 cm
    3. Komp. Bilimun 70 cm
    4. Jl. Pondok Kelapa, Jakarta Timur 20-30 cm
    5. Pondok Kelapa, Lembah lontar, Jakarta Timur 100 cm
    6. Pondok Kelapa, Lembah Nyiur, Jakarta Timur 30 cm
    7. Taman Malaka Selatan 3, Jakarta Timur 100 cm
    8. Jl. Pendidikan Raya, Jakarta Timur 50-60 cm
    9. Rumah Sakit Duren Sawit, Jakarta Timur 40-50 cm
    10. 8 titik di Klender, Jakarta timur 10-20 cm
    11. 2 titik di Duren sawit, Jakarta Timur 20-30 cm
    12. Perumnas Klender, Jakarta Timur 50 cm
    13. RW 5 Kel. Jatinegara, Jakarta Timur 40 cm
    14. Kawasan Industri Pulo Gadung, Jakarta Timur 10-12 cm
    15. Kel. Rawa Teratae, Jakarta Timur 40-60 cm
    16. Perum Jatinegara Indah, Jakarta Timur 30 cm
    17. Pulo Gebang PHP, Jakarta Timur 20-30 cm
    18. Cakung Timur, Jakarta Timur 30 cm
    19. Cakung, Jakarta Timur 30-40 cm
    20. Jakarta Garden City, Cakung, Jakarta Timur 40 cm
    21. Komp. Keuangan, Jakarta Timur 20 cm
    22. Layur, Jakarta Timur 14 cm
    23. Jalan Balai Pustaka, Jakarta Timur 50 cm
    24. Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur 20 cm
    25. Jl Rawamangun, Jakarta Timur 30 cm
    26. Pulomas Kayuputih, Jakarta Timur 40 cm
    27. Kel. Kayuputih, Jakarta Timur 10-15 cm
    28. Kayumas Utara, Jakarta Timur 40 cm
    29. Kayu Manis I, Jakarta Timur 30 cm

    *Jakarta Utara*
    1. Pulo Nangka Timur, Jakarta Utara 30 cm
    2. Kelapa Gading, Jakarta Utara 20-30 cm
    3. Kelapa Gading Timur, Jakarta Utara 40 cm
    4. komp. Janur Indah, Jakarta Utara 15-25 cm
    5. RS Mitra keluarga Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara 25 cm
    6. Bulevard MOI, Jakarta Utara 28 cm
    7. Pegangsaan, Jakarta Utara 2 60 cm
    8. RW 12 Pegangsaan 2, Jakarta Utara 40 cm
    9. Tugu Utar Pelumpang, Jakarta Utara 80 cm
    10. kel Laboa Kec. Koja 20-80 cm, Jakarta Utara (dua titik)
    11. Pasar Rebo, Jakarta Timur 50 cm
    12. Kel. Ciracas, Jakarta Timur 40-90 cm
    13. kel. Kramat Jati, Jakarta Timur 60 cm
    14. Kel. Pondok Gede, Jakarta Timur 20-70 cm

    Tinggi banjir di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, bervariasi, 70-150 cm.

    Banjir juga merendam wilayah di Bekasi (Jakasetia dan Jakasampurna), sedangkan di Tangerang terjadi di Pondok Ranji. [] news.detik.com

    ,

    SamudraNews.com | Kubu terdakwa penista agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terus melakukan manuver di persidangan, untuk mengalihkan substansi dari kasus ini. Seperti sidang ke-11 kemarin, kubu Ahok kembali menolak kehadiran saksi ahli agama yang dihadirkan jaksa penuntut umum yakni Yunahar Ilyas.

    Yunihar merupakan Wakil Ketua MUI dan Ketua Bidang Tarjrih dan Tabligh. Atas penolakan tersebut, PP Muhammadiyah menilai aneh, sebab akan lebih bijak jika kubu Ahok membantah materi kesaksian dari Yunihar dalam persidangan.

    "Jika memang mereka keberatan dengan materi kesaksian semestinya materi itu yang dibantah," demikian seperti yang tertulis dalam rilis resmi PP Muhammadiyah yang diterima Aktual, Rabu (22/2).

    Sikap yang diperlihatkan kubu Ahok bukan hanya kali ini saja, mereka terlihat sengaja melakukan manuver dalam kasus penistaan agama. Sejak sidang ke-4 (3/1) hingga sidang ke-11 (21/2) misalnya, kubu Ahok kerap kali melontarkan pertanyaan yang tidak berhubungan dengan kasus penistaan agama kepada para saksi yang dihadirkan JPU.

    "Penasehat hukum Ahok kami lihat sudah kehilangan akal untuk melakukan pembelaan, sehingga mereka mencari-cari celah untuk bermanuver."

    Seperti yang diketahui, tim kuasa Ahok kembali menolak kehadiran saksi ahli agama yang dihadirkan oleh JPU, karena dinilai memiliki konflik kepentingan dan tidak netral pada sidang kasus penistaan agama pada Selasa (21/2). Penolakan ini mengulangi kejadian pada sidang ke-10 kasus penistaan agama.

    "Hal ini dapat dibuktikan dengan fakta sidang sebelumnya, dimana pihak terdakwa selalu melontarkan pertanyaan diluar substansi permasalahan." []dakwahmedia.news



    Kenali Bakteri Corynebacterium Diphtheriae penyebab Difteri

    SamudraNews.com | Corynebacterium diphtheriae adalah bakteri patogen yang menyebabkan difteri. Bakteri ini dikenal juga sebagai basillus Klebs-Löffler karena ditemukan pada 1884 oleh bakteriolog Jerman, Edwin Klebs (1834-1912) dan Friedrich Löffler (1852-1915).
    C. diphtheriae adalah makhluk anaerobik fakultatif dan Gram positif, ditandai dengan tidak berkapsul, tidak berspora, tak bergerak, dan berbentuk batang 1 hingga 8 µm dan lebar 0,3 hingga 0,8 µm. Pada kultur, kelompok bakteri ini akan berhubungan satu sama lain dan membentuk seperti huruf Tionghoa.
    Banyak strain C. diphtheriae yang memproduksi racun difteri, sebuah eksotoksin protein, dengan berat molekul 62 kilodalton. Ketidakaktifan racun dengan serum antiracun merupakan dasar dalam vaksinasi antidifteri. Tdiak semua strain berbahaya. Produksi racun akan terjadi bila bakteri dinfeksi oleh sebuah bakteriofaga.
    Terdapat tiga subspesies yang dikenal yakni: C. diphtheriae mitisC. diphtheriae intermedius, dan C. diphtheriae gravis. Ketiganya berbeda pada kemampuan untuk mengolah zat gizi tertentu. Semuanya dapat menjadi berbahaya yang menyebabkan difteri atau tidak berbahaya sama sekali pada manusia.
    Bakteri ini peka pada sebagian besar antibiotika, seperti penisilinampisilinsefalosporinkuinolonkloramfenikoltetrasiklinsefuroksim dan trimetrofim. []id.wikipedia.org

Ads by Musri info


Top