Agustus 2011
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Warna-Warni Ramadhan.
Ditengah-tengah kemeriahan seruan takbir disepanjang jalan di Kecamatan Peureulak, Aceh Timur. Selasa Malam (30/9)
Nuansa kemasraan pun ikut mewarnai lantunan tahmil disetiap iringan jalan.
Seperti terlihat pada gambar, dua pasangan muda-mudi sedang asyik menikmati malam bersama rombongan takbiran seraya menjadikan malam tersebut sebagai jadwal kencan.
Mari kita pahami bersama.
SESUAIKAN AKTIVITAS MUDA-MUDI INI DENGAN AJARAN AGAMA KITA?
Jika tidak...
Dimanakah letak kesalahannya?
Siapakah yang bersalah?

 

Pictures 2

samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm

Illustrasi
Indonesia merintis kerja sama dengan Thailand di bidang pendidikan perhotelan dan pariwisata. Program kerja sama ini meliputi magang, pertukaran mahasiswa, dan kursus singkat online.

Pusat Pendidikan Terbuka Jarak Jauh Asia Tenggara atau Southeast Ministers of Education Organization Regional Open Learning Centre(SEAMEO-SEAMOLEC) bekerjasama dengan STP Sahid Jakarta dan Politeknik Negeri Bali merintis kerja sama dengan institusi pendidikan di Thailand yaitu Prince of Songkhla University Phuket Campus, Phuket Vocational College, dan Songkhla Vocational College di bidang perhotelan dan pariwisata.

Direktur SEAMOLEC Gatot Hari Priowirjanto mengungkapkan, pihaknya mempunyai tugas untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia. Hal ini dilakukan dengan  memfasilitasi sinergi lembaga pendidikan dengan sistem pembelajaran jarak jauh supaya terjadi persamaan di antarnegara.
Menurut Gatot, pihaknya saat ini telah melakukan kerja sama Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) dengan Kamboja, Vietnam, Malaysia dan Filipina. Ia mengatakan, dalam waktu dekat akan diadakan kerja sama PJJ dengan India. Tengah disiapkan pula PJJ untuk anak-anak karyawan Kedutaan Besar RI di negara kawasan Eropa selama lima tahun mendatang.

"Diharapkan masyarakat Indonesia bisa mendapatkan fasilitas pendidikan jarak jauh," kata Gatot, Kamis (25/8/2011), di Jakarta.
Rencananya, dalam kerjasama ini akan digelar program magang dan pertukaran pelajar antara Prince of Songkhla University dengan STP Sahid dan Politeknik Negeri Bali di beberapa bidang tourism management seperti front office dan house keeping.  Prince of Songkhla University akan mengirimkan sebanyak 12 mahasiswanya ke STP Sahid dan Politeknik Negeri Bali pada tahun ini begitu juga sebaliknya. STP Sahid dan Politeknik Negeri Bali akan mengirimkan masing-masing enam mahasiswanya ke Prince of Songkhla University Phuket Campus.

Semua pembiayaan selama belajar akan dibebaskan sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak. Masing-masing pihak akan menyediakan dormitory untuk para mahasiswa, juga bertanggungjawab untuk membuat instrument monitoring, supervisi, dan evaluasi sesuai dengan standar masing-masing institusi. Dalam hal ini, host partner bertanggungjawab untuk mensupervisi siswa yang ada dalam program tersebut dengan menggunakan instrument yang telah dibuat.

Adapun, program kerja sama dengan Phuket Vocational College dan Songkhla Vocational College adalah di bidang food production dan food service. Selain pertukaran pelajar, pihak Thailand juga menginginkan ada pertukaran pengajar. Meski begitu, sampai saat ini belum ada keputusan mengenai jumlah pertukaran pelajar dan pengajar tersebut.

”Diharapkan, lulusan D2 di Phuket Vocational College yang ingin melanjutkan ke S1/D4 STP Sahid dimungkinkan dengan program transfer kredit. Kemudahan transfer ini karena program pariwisata sudah memiliki standar kurikulum tingkat ASEAN. Selama di Indonesia, mereka akan mengikuti program Darmasiswa untuk belajar bahasa dan budaya Indonesia. Para calon peserta mulai dikirim pada Februari tahun depan,” kata Kusmayadi, Ketua STP Sahid.

Guna mendukung kerja sama ini, para mahasiswa akan difasilitasi dengan mengintegrasikan perangkat teknologi informasi dan komunikasi (TIK) secara sistematis. Salah satunya adalah melakukan sistem supervisi dan pelaporan dari siswa dengan blog diintegrasikan dengan video, yang memperlihatkan aktivitas belajar maupun saat praktik kerja di Indonesia.

Selain itu, para siswa dan dosen dapat melaporkan secara lisan dalam bentuk video streaming. Di dalam blog tersebut juga dimungkinkan akan adanya dosen tamu (guest lecturing) dari masing-masing institusi dengan metode video lecturing streaming.

”Bentuk kerja sama lain yang dijalin adalah merintis pembuatan kursus singkat online untuk bidangfruits & vegetables carving. Bidang ini menarik dipelajari dan banyak sekali masyarakat Indonesia yang pernah berkunjung ke Thailand tertarik untuk mengikutinya,” kata Kusmayadi.   Ia menjelaskan, detil kerja sama akan dituangkan dalam bentuk nota kesepahaman bersama (MoU) dan implementasinya akan dimulai pada Oktober mendatang.

“Diharapkan rintisan kerja sama ini menjadi embrio kerja sama lebih lanjut untuk program transfer kredit dan dual degree antara institusi yang terlibat,” ujarnya.


samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Ilustrasi  
Karya : Musryadanta - Aminatus Zuhriah  


TATAPANKU semakin jauh menerawang saat aku memandang sepasang muda mudi yang sedang bercanda. Ya Alloh, begitu bahagianya mereka dengan apa yang mereka rasakan. Mengapa tak ada kesempatan bagiku untuk merasakannya juga? Terlalu hinakah aku hingga harus selalu dalam kesendirian seperti ini? Apa salahku Ya Alloh...? Mengapa Kau selalu mengambil orang-orang yang sangat aku sayangi? Mengapa selalu saja aku kehilangan mereka? Mengapa??
          ”Ris...” sapa sebuah suara sangat hati-hati, tapi aku sudah bisa menebak siapa pemiliknya.
          ”Aku masih ingin sendiri, Hans...” kataku pelan tapi kurasakan mengambang.
          ”Terlalu lama kamu di sini... Sudah waktunya pulang...” balasnya lembut, tapi membuatku merasa terusik.
          ”Kau saja yang pulang, Hans, karena aku masih ingin menikmati semua ini. Aku masih ingin sendiri!” balasku sinis, membuat Hans duduk di depanku dan menatap mataku tajam.
          Aku mengalihkan pandanganku darinya dengan kembali memperhatikan dua sejoli yang sedang bercanda di rerumputan tepat lurus di depanku, meski sedikit jauh. Aku merasa iri dengan apa yang aku lihat, karena aku tak pernah punya sedikitpun senyum selama ini. Hanya tangis yang ada dan mewarnai hidupku, hingga kutak mampu meraba waktu dengan rasaku.
          ”Kaupun bisa seperti mereka, Ris... Bahkan lebih bahagia dari mereka,” kata Hans pelan, tapi seperti tamparan keras buatku.
          Air mataku menetes dengan sangat lambat, membuat pandanganku sedikit kabur. Kuseka butiran basah itu dengan punggung tanganku. Aku terisak dan Hans meraihku ke dalam pelukannya. Aku menangis keras di dada bidang itu, tanpa kupedulikan orang-orang yang ada di sekelilingku. Aku hanya ingin menangis.

*****


          ”Jangan kau salahkan dirimu dengan meninggalnya teman-temanmu itu, Ris... Kau tak adil dengan dirimu sendiri! Merekapun pasti akan tersiksa di akhirat sana, jika kau siksa dirimu sendiri seperti ini...” seloroh Hans, membuatku menatapnya tajam.
          ”Apa yang kau tahu tentang perasaanku atas meninggalnya satu persatu orang-orang yang aku sayangi itu...? Apa kau bisa meraba hatiku akan semua itu? Semua yang telah membuat separoh nyawaku hilang...?” pekikku serak, membuat kedua mataku terasa hangat dan tak urung akupun menangis.
          ”Maafkan aku, Ris. Aku hanya tak bisa melihatmu selalu seperti ini. Aku sangat menyayangimu, Ris... Aku tak sanggup...!” balasnya pelan dan serak.
          Aku terdiam meraba apa yang tengah sahabatku itu rasakan, karena sejak semula aku tahu jika ia ada hati padaku, tapi selalu kutepiskan semua itu. Diapun selalu merestui inginku saat aku menjalin hubungan dengan seorang lelaki. Dia ikhlas layaknya seorang sahabat, namun aku sangat merasakan luka di hatinya saat itu. Aku benar-benar tahu, saat dia menatap penuh resah waktu aku bermanja dengan lelaki lain yang menjadi kekasihku saat itu. Ya Alloh... Mengapa sebesar itu keikhlasan di hatinya, padahal apa yang diikhlaskannya itu akan membuatnya terluka. Aku benar-benar tak percaya ada rasa yang demikian hebatnya.
          ”Lirissa...” panggilnya pelan, sambil meraih tanganku.
          Aku hanya diam sambil terus terisak. Disekanya air mataku dengan telapak tangannya lembut. Aku hanya mengerjap sesaat, ingin merasakan ketulusan itu tapi hanya hampa yang kurasa. Ya... Hampa, rasaku telah mati dan aku tak bisa berbuat apa-apa.
          ”Aku tak bisa berbuat apa-apa tanpamu, Hans... Aku takkan sekuat ini, tanpamu... Tanpamu, Hans... Tapi... Tapi aku tak bisa...”
          ”Ssssttt... Sudahlah, tak perlu kau pikirkan semua rasaku itu, karena aku tahu kau belum siap untuk menerima hati yang baru untuk saat ini. Aku akan menunggumu hingga kamu siap... Aku janji... Ya...?” hiburnya sengat lembut sambil memelukku erat.
          Kubiarkan dia membelai rambutku, hingga kupejamkan mataku karena dadaku terasa begitu sesak. Ya Alloh, begitu tulusnya cinta itu hingga ia mau menungguku hingga masa yang tak bisa kuhitung kapan. Begitu besar rasanya padaku, hingga selalu saja ia mau menerimaku, meskipun bukan yang pertama bagiku sedangkan aku adalah yang pertama baginya. Cinta pertamanya yang dengan sengaja kuhancurkan tanpa rasa apapun untuknya. Aku masih tak percaya dengan apa yang telah kulakukan ini, karena semua akan membuat dia berharap padaku. Lantas, jika waktunya tiba, bisakah aku memberinya cinta seperti apa yang ia harapkan? Bisakah itu kulakukan, Ya Alloh...?

*****

          Kutatap Hans yang hanya terdiam dengan heran, karena tak biasanya ia murung seperti itu. Aku mendekat dan duduk di sampingnya, dia menoleh ke arahku sesaat, lantas menunduk kembali. Sesekali ia menarik nafas panjang, hingga membuatku kembali menatapnya tak mengerti. Aku merasa ada yang ia sembunyikan dariku, tapi aku tak bisa mereka-reka apa itu.
          ”Lirissa...” panggilnya dengan menggantung kata, aku hanya diam tanpa mau menimpali, aku menunggunya meneruskan kalimatnya. ”Dua hari lagi aku akan ke KL...” lanjutnya serak, tapi membuat semua persendianku lemas.
          ”M-Malaysia...?” ejaku terbata.
          Hans tak menyahut, dia malah memandangku dengan mata yang memerah. Aku tahu dia tak akan tega meninggalkan aku sendiri di kota ini, kota kelahiran kami berdua. Akupun membalas tatapannya dengan sedikit kabur, karena tertutup oleh air mataku.
          ”Aku sangat menyayangimu, Ris... Takkan kubiarkan kau sendirian, aku akan menolak promosi itu demi kamu, hanya demi kamu...” ungkapnya sambil mencium punggung tanganku.
          Aku mengerjapkan kedua mataku, hingga air mata yang bertengger di ujung mataku terjatuh ke pipi. ”Jangan Hans... Jangan pernah kau lakukan keputusan bodoh itu. Kau sudah cukup berkorban untukku selama ini. Dan, sekaranglah waktunya kamu untuk menikmati keberhasilanmu, meski jauh dariku. Mungkin dengan adanya jarak bagi kita, hatiku bisa terbuka untukmu, Hans... Untuk cintamu yang tulus itu... Aku janji akan berusaha belajar untuk itu dan aku juga janji, jika waktunya tlah tiba aku akan memberitahukannya padamu, Hans... Aku janji...” paparku parau hampir tak terdengar.
          Mata Hans terbelalak, seakan tak percaya dengan apa yang barusan kuucapkan. Senyumnya mengembang seakan bahagia itu telah ia raih, padahal akupun masih tak mengerti akankah aku bisa belajar untuk mencintainya, mencintai sahabatku sejak kecil itu? Ya Alloh, semoga Engkau menyaksikan peristiwa ini... Berilah kesempatan bagiku untuk memberikan apa yang menjadi pengharapannya itu...

*****

          Masih digenggamnya tanganku, meskipun peringatan untuk para penumpang pesawat telah diumumkan berulang. Hans memandangku dengan berat, meskipun aku berusaha tersenyum untuknya. Dikeluarkannya sesuatu dari balik saku celananya, aku tak tahu itu apa. Seketika dia memperlihatkan sebuah cincin putih dengan mata satu yang sangat lucu dan indah. Aku sedikit tak percaya dengan semua itu, hingg4a tanpa sepengetahuannya kucubit lenganku pelan. Sakit! Berarti aku tak bermimpi.
          ”Cincin itu kuharapkan masih kau pakai saat aku kembali pulang, karena saat itulah harapanku akan terwujud, Ris... Aku mohon, bukalah pintu hatimu untukku saat itu... Aku sangat berharap,” katanya begitu lembut, hingga membuatku menangis.
          Hans memakaikan cincin itu di jari manisku dengan gemetar, aku hanya terdiam sambil memandangnya. Akupun tak kuasa untuk menahan air mataku hingga tangisku pun pecah. Hans memelukku erat dan tanpa kusadar dia mencium keningku. Dan aku membiarkannya begitu saja tanpa mau mencegahnya.
          ”Aku akan menunggumu, Hans... Aku janji,” kataku bergetar.
          Hans tersenyum sambil mencium tanganku berulang. Dihapusnya air mataku dan dia beranjak pergi menjauh dariku, hingga tanganku pun terlepas darinya. Dia masih membalikkan badannya untuk bisa melihatku, meskipun telah masuk ke koridor penumpang.
Aku hanya mampu menutupi wajahku dengan kedua tanganku, kemudian aku berlari menjauh dari Bandara Juanda itu dengan tangis yang keras, hingga banyak sepasang mata yang memandangku risih, tapi aku tak perduli. Aku merasa ada sesuatu yang hilang dalam diriku, tapi aku tak tahu apa. Ya alloh... Dia telah pergi dari sisiku, dan aku tak bisa lagi memandang wajahnya yang begitu teduh bagiku... Begitu tenang kedua matanya saat memandangku, karena mata itu penuh cinta yang amat sangat kuharapkan selama ini. Tapi, bukankah aku telah menolaknya dulu? Tapi mengapa kini aku merasa kehilangannya? Aku tak bisa meraba apa sebenarnya yang terjadi dalam diriku. Aku tak mengerti..

*****

Lima tahun sudah Hans pergi dariku, dan selama itu juga tak satupun berita yang kuterima darinya. Selama itu juga kuhidup dalam kesendirian yang teramat menyiksa. Ingin kumatikan rasaku, hingga tak bisa lagi mengharapkan apa yang tak mungkin bisa kunikmati... Ingin pula kubutakan mataku, hingga tak bisa lagi memandang kemesraan yang mereka pamerkan padaku... Begitu sepi dan hampa hari-hariku, hingga aku memutuskan untuk menerima panggilan kerja di sebuah sekolah Play Group yang tak jauh dari tempat tinggalku. Karena hanya itulah hiburanku selama ini, bersama anak-anak kecil yang sangat membuatku tersenyum dengan segala tingkah polanya yang masih alami.
”Bu gulu, ini gambal apa...?” tanya Alexa lucu, membuatku tersadar dari lamunanku.
”Ooo, ini kan gambar ayah dan kalau ini ibu. Ayo dieja dulu sayang...A-yah...I-bu...” jawabku pelan, hingga membuat gadis kecil yang lucu itu mengangguk-angguk serius. Membuatku tersenyum gemes,hingga aku sempat mencium pipinya yang lembut.
”Eeemmm, tapi Lexa gak punya ibu...” sahutnya datar, tapi membuatku tersentak kaget.
”Maksud Lexa? Ibu sedang pergi?” tanyaku hati-hati.
Gadis kecil itu tak menjawab, tapi malah menangis dengan tertahan, membuatku seketika memeluknya lembut. ”Maafkan bu guru ya sayang... Apa bu guru membuat kamu sedih?Maaf ya sayang...?” hiburku dengan sangat pelan.
Gedis itu melepaskan pelukannya, lalu dia menatapku tajam. Dihapuskannya sendiri air matanya yang membasahi pipinya yang putih bersih. ”Kata ayah, ibu terbang ke surga setelah melahirkan Lexa... Ayah sangat mencintai Lexa, bu gulu...” katanya lagi sangat lucu kudengar.
”Bu guru juga sangat menyayangi Lexa, bahkan kami semua yang ada disini...” hiburku halus, membuat mata gadis mungil itu kembali ceria.
”Nanti Lexa ingin mengenalkan bu gulu dengan ayah Lexa. Lexa ingin bu gulu yang menjadi ibu Lexa. Mau kan bu gulu?” tanyanya lugu, tapi sempat membuatku tertegun dengan pertanyaan itu.
Aku tak menjawab tapi hanya bisa tersenyum sambil menuntun Alexa untuk kembali ke tempat duduknya. Dalam diamku, kumerasa ada yang menarik perhatianku saat kupandangi dengan terliti wajah mungil gadis itu. Begitu kukenal, tapi tak bisa kumenebak wajah siapa dibalik aura polos itu. Hingga aku menyerah dan kembali hanyut dalam bacaanku yang selalu menemani hari-hariku saat menghabiskan waktu mewarnai saat seperti ini.
*****

Saat aku akan memasuki pagar sekolah, ada suara yang sangat kukenal memanggilku dengan khasnya, hingga membuat langkahku terhenti seketika.
”Bu gulu...!” panggilnya lagi setelah dekat denganku.
Aku tersenyum mendapati Alexa. ”Diantar siapa sayang?” tanyaku sambil menerima ciuman tangan darinya.
”Ayah... Itu...” jawabnya sambil menunjuk seseorang yang sedang menelpon.
Aku tak bisa melihat wajahnya karena dia sedang memunggungi kami. ”Ayp kita masuk,” ajakku, tapi gadis lucu itu menggeleng manja, buatku kembali tersenyum melihat tingkahnya itu.
”Ayah..!” panggilnya keras, membuat sosok itu membalikkan badannya cepat.
Ya Alloh....! ” Hans...” panggilku pelan hampir tak terdengar, tapi membuat sosok itu terperanjat seketika saat melihatku berdiri dekat dengan putrinya. Tak terasa air mataku menetes, dan seketika itu pula aku berlari masuk ke dalam ruang guru tanpa mau perduli dengan panggilan Alexa dan Hans yang bergantian. Hatiku hancur... Selama lima tahun kuhabiskan hidupku hanya untuk kesetiaan yang semu. Apalah artinya cincin emas putih yang selalu menemani hari-hariku... Ya Alloh, begitu tak pantaskah hambaMu ini untuk mencintai kaum Adam? Apakah salah untuk hamba, Ya Alloh...?

*****

Kuterdiam saat Hans menatapku, karena aku sudah tak bisa merangkai kata yang sebenarnya sudah sangat banyak yang ingin kukatakan padanya saat dia pulang untukku nantinya, tapi kenyataan itu berkata lain, hingga kuhanya mampu membisu seperti ini.
”Maki aku, Ris... Tapi aku mohon, jangan membenciku... Bukan maksudku untuk meninggalkanmu tanpa kabar apapun seperti ini, karena semua itu ada alasannya... Aku mohon, dengarkan alasanku, Ris...” aku Hans bergetar, membuatku beranjak menjauh darinya menuju kolam ikan yang ada di halaman depan.
Hans mengikutiku dengan diam, lalu dia menarik tanganku cepat, membuat langkahku terhenti. Kini, aku tepat berada di hadapannya sangat dekat hingga akupun dapat merasakan hembusan nafasnya yang tersendat.
”Kau tak perlu mengatakan apa-apa padaku, karena tak akan membalikkan semuanya. Hanya satu hal yang ingin kukembalikan padamu...” balasku parau, sambil melepas cincin emas putih dari jari manisku. Aku menyerahkan pada Hans, membuatnya hanya tertegun dan menatap mataku tak percaya.
”Kau...?”
”Ya, aku masih memakainya hingga saat ini... Tapi aku telah melepaskannya saat ini juga. Aku tak pantas memakainya lagi, meskipun selama ini aku berusaha untuk setia dengan cinta yang lambat laun aku rasakan. Aku mencintaimu, Hans... Jauh setelah beberapa langkah aku meninggalkan Bandara Juanda lima tahun lalu.. Tapi...”
”Lirissa...” panggilnya lembut, sambil menarikku ke dalam pelukannya.
Entah mengapa aku hanya bisa terdiam tanpa menangis sedikitpun, hatiku kurasakan mati tak bisa merasa apapun itu. Mati...
”Menangislah, sayang... Seperti waktu kau menangis dalam dekapanku dulu... Menangislah, kasih... Seperti saat kau menangis dalam senja yang gerimis itu... Aku akan selalu ada untukmu, meskipun semua mimpi itu kini terpenggal oleh satu keadaan yang aku sendiri tak tahu apakah benar apa yang sudah kulakukan itu.. Maafkan aku, sayang... Semuanya diluar inginku, karena semua itu terjadi dengan tiba-tiba tanpa sedikitpun kesempatan untukku untuk mengabarkannya padamu...” ceritanya dengan sangat pelan, tapi tak bisa kupahami semuanya karena hatiku terasa amat sangat terluka, meski harus kuakui bahwa rasaku padanya tak berubah sedikitpun. Aku masih tetap mencintainya, walaupun aku selama ini memendamnya dalam hatiku.
”Sudahlah Hans, tak perlu kau merisaukan hatiku. Aku ikhlas dengan apa yang sudah terjadi, karena bagaimanapun aku bahagia jika kau merasa bahagia. Bukankah itu gunanya seorang sahabat?” sahutku serak, tapi aku berusaha menutupi kegalauan hatiku.
”Aku mohon Ris, dengarkan ceritaku dulu... Alexa bukanlah putriku, melainkan putri kakak kandungku yang meninggal dunia karena kecelakaan sebulan sebelum dia dilahirkan. Aku hanya menjalankan amanat almarhum untuk selalu menjaganya, tapi sehari setelah Alexa terlahir, ibunya pun meninggal dunia akibat pendarahan hebat. Aku merasa sangat bersalah dengan semuanya, Ris... Kau tahu kan, bagaimana aku sangat menyayangi kakakku? Karena perjuangannyalah aku bisa sampai seperti ini, Ris... Dia yang menghidupi aku semenjak kedua orangtua kami meninggal, kau tahu semua itu kan...?” terang Hans, membuat tangisku seketika pecah.
Aku menangis dengan sesenggukan, karena tak percaya dengan apa yang barusan aku dengar. Begitu mulia dan tulus keinginannya, hingga membuat hatiku semakin mencintainya.
”Ayah...” panggil sebuah suara yang sangat aku kenal.
Seketika aku membalikkan badanku dan mendapati sosok Alexa, gadis kecil yang sangat lucu itu bersandar di depan pintu. Aku tersenyum sambil menyeka air mataku cepat.
”Lexa...” panggil Hans lembut, sambil menggandeng tangan gadis itu untuk mendekat padaku. ”Panggil, bunda...” pinta Hans, membuatku tersentak kaget, tapi aku tersenyum mendengar itu.
”Benarkah bu gulu mau jadi bunda Lexa...?” tanya gadis itu sangat polos sambil mengerjapkan kedua matanya yang sangat indah, seperti milik Hans, lelaki yang telah berhasil membuka mata hatiku kembali.
”Iya sayang...” jawabku parau, sambil memeluknya erat.
”Bunda... Lexa bahagia banget bisa punya bunda bu gulu... Lexa jadi bisa cerita ke teman-teman kalau Lexa itu sudah punya bunda... Iya kan, Bunda?” tanyanya lagi dengan lucu, membuatku semakin mempererat pelukanku.
Tanpa aku duga, Hans pun memeluk kami berdua, hingga kami saling berpelukan layaknya satu keluarga yang sangat bahagia.
”Aku mencintaimu, Hans... Sangat... Dan aku mau menjadi istri sekaligus ibu untuk Alexa...” bisikku sangat pelan, tapi membuat Hans mencium keningku mesra.
Aku terpejam sesaat, setelah itu aku mencium kening gadis lucu itu denga sayang. Ya Alloh, begitu berat perjalanan hidupku pada awalnya dulu, namun ternyata dibalik semua itu Engkau rencanakan satu kebahagiaan yang amat sangat bagiku... Pengharapan atas semua do’aku akan cinta yang saat inilah Engkau kabulkan... Terima kasih, Ya Alloh, tanpa izinMu takkan mungkin aku tersenyum seperti ini, dan mendapatkan dua malaikat terbaik untuk hidupku... Lindungilah kami, Ya Alloh, hingga kami bertiga selalu bisa tersenyum dengan kebahagiaan yang sebenarnya kebahagiaan... Jangan biarkan angan itu selalu mengambang, karena kini Engkau telah nyatakan angan itu hingga bukan lagi sekedar impian yang semu... Terima kasih, Ya Robb...

THE END
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Oleh Muhadzdzier M. Salda

DI saat pertukaran budaya dan gaya hidup menjadi begitu familiar dan dianggap suatu hal yang wajar adanya. Masyarakat kita, khususnya masyarakat Aceh sendiri telah mengalami apa yang disebut dengan degradasi budaya yang sangat akut. Ini terbukti dengan perjalanan Syariat Islam yang begitu terhambat, bahkan terkesan jalan di tempat. Apakah yang terjadi dengan masyarakat Aceh dewasa ini? Apa yang membuat kita merasa bangga memiliki adat dan budaya orang lain? Apakah ini gejala apatisme budaya dimana suatu bangsa kehilangan percaya diri dengan adat dan kebudayaannya? Mengapa kita tidak mencontoh Romawi dan Yunani atau Bangsa China dan Jepang yang begitu bangganya dengan adat-istiadat dan kebudayaan mereka.

Sehingga secara langsung atau tidak langsung, sadar atau tidak sadar, kita merasa dekat dengan adat-istiadat dan kebudayaan mereka, walau kebudayaan tersebut tidak dapat diterima dengan akal sehat kita sebagai manusia ber-Tuhan.

Jika kita merujuk kembali kepada budaya dasar rakyat Aceh, maka akan terasa sekali kentalnya nuansa keagamaan di dalamnya. Tentu saja dalam hal ini agama yang dimaksud adalah agama Islam, yang dikarenakan hampir 98% masyarakat yang bermukim di provinsi paling barat ini beragama Islam. Selebihnya berasal dari agama yang berbeda-beda yang biasanya mereka merupakan kaum pendatang (bukan suku asli).

Jika kita menggali lebih dalam lagi latar belakang budaya dan adat-istiadat Aceh maka tidak terlepas dari megahnya salah satu kerajaan Islam terbesar di dunia pada zamannya yang berada di tanah Aceh yang bernama kerajaan Aceh Darussalam yang dipimpin oleh sosok yang paling terkenal sepanjang sejarah kerajaan tersebut yaitu Iskandar Muda, yang begitu memegang teguh Syariat Islam, sehingga ia mampu memakmurkan negerinya. Keadaan yang serupa juga tidak jauh berbeda dengan kerajaan Samudra Pasai yang juga menjadi salah satu kerajaan Islam yang cukup jaya pada masanya.

Memang, jika kita berbicara tentang budaya dan adat istiadat maka tidak terlepas dari pengaruh agama di mana pun ia berada. Contohnya di negara-negara Eropa yang pada tanggal 14 Februari mereka merayakan Valentine Day di mana banyak generasi muda di Nanggoe Aceh Darussalam sendiri yang banyak merayakannya, sebenarnya adalah ritual yang diadaptasi dari peristiwa di dalam agama mereka sendiri (baca: Nashrani). Kemudian kita lihat lagi di negara yang sekarang tengah dijadikan trendsetter budaya saat ini yaitu negeri “Paman Sam” Amerika Serikat yang mana setiap malam pada tanggal tertentu diperingati sebagai ‘Halloween Night’ yang juga diadaptasi dari peristiwa bangkitnya iblis dan setan-setan menuju dunia yang diyakini di dalam agama mereka juga. Sedangkan kalau kita berbicara pergaulan bebas yang juga menjadi trendsetter di kalangan dunia global pada saat ini adalah juga merupakan budaya dari negara-negara maju yang rakyatnya sudah tidak mengenal lagi adanya Tuhan (atheis) seperti yang sekarang banyak berjangkit di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Rusia, Jerman dan lain sebagainya. Padahal sudah sejak dari tahun 1980 lalu semua negara tersebut mati-matian menolak semua bentuk pergaulan bebas tersebut. Tapi apa hendak dikata, semua usaha pemerintah sia-sia hanya karena mengikuti kemauan rakyatnya yang tidak ber-Tuhan. Seperti baru-baru ini di Israel disebutkan pada berbagai media yang terbit di tanah air, tiga murid sekolah menengah umum ditangkap oleh kepolisian negara tersebut hanya karena kedapatan membuka situs di internet yang berbau pornografi. Padahal kalau mau jujur kebejatan moral apa sih yang tidak diijinkan di dalam negara seperti Israel? Bayangkan betapa takutnya sebuah bangsa seperti Israel kehilangan sumber daya manusianya hanya karena satu kata globalisasi yang konon katanya tidak dapat dibendung. Tetapi dengan mengambil pengalaman dari negara Yahudi seperti Israel mungkin kita di negara dengan mayoritas penduduknya beragama Islam terutama di Aceh dapat menjadikannya pelajaran berharga di dalam membendung kata globalisasi tersebut, sebelum negara kita sampai pada tahap di mana sebuah negara menuruti kemauan rakyatnya yang tidak “ber-Tuhan” seperti yang terjadi pada negara-negara maju yang telah penulis sebutkan di atas. Dan masih banyak lagi contoh-contoh di mana pemerintah mengikuti kemauan rakyatnya yang tidak “ber-Tuhan”. Salah satu di antaranya adalah demonstrasi para aktivis perempuan di kota Paris, Perancis beberapa waktu yang lalu yang juga sempat menjadikannya isu terhangat saat itu yang menuntut dilegalkannya praktik aborsi oleh para ibu hamil yang tidak menginginkan kelahiran bayinya akibat hubungan gelap. Yang kemudian menyebabkan disahkannya undang-undang yang mengatur tentang hal ini. Lain lagi di negara adidaya Amerika Serikat, di mana ratusan orang berdemonstrasi menuntut agar dibolehkannya menggunakan kondom dalam berhubungan intim dengan lawan jenis di luar nikah.

Lain kasus di luar negeri lain pula kasus di negara kita Indonesia, di mana kaum homoseksual atau yang lazim disebut gay baru-baru ini menuntut agar kaum mereka dilegalkan dalam kehidupan bermasyarakat. Mereka menuntut tidak adanya diskriminasi sosial dalam hal ini terhadap mereka yang berhubungan sesama jenis. Lagi-lagi kata-kata globalisasi mencuat, malah kali ini diperparah dengan terseretnya kata-kata Hak Azasi Manusia (HAM) di dalamnya. Bayangkan apabila di Aceh yang notabene adalah satu-satunya provinsi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang diberikan keistimewaan oleh pusat dalam menjalankan Syariat Islam tidak memulai dari sekarang untuk bercermin dari negara-negara di atas termasuk Israel yang mayoritas penduduknya beragama Yahudi, maka bukan hal yang mustahil 10 atau 20 tahun ke depan, cepat atau lambat akan muncul tuntutan-tuntutan serupa di dalam masyarakat kita. Malah mungkin akan lebih parah dari itu. Kita doakan saja mudah-mudahan hal itu tidak akan terjadi. Tapi tidak cukup hanya sebatas doa, tapi juga harus diikuti dengan usaha yang keras dari semua pihak termasuk masyarakat itu sendiri. Karena “keracunan” itu sendiri masih dapat “diobati”.

Sesuai dengan judul di atas, “keracunan budaya”, maka kita ibaratkan saja “keracunan” budaya ini sebagai keracunan makanan atau minuman dengan disengaja atau tanpa disengaja masih dapat diobati, yaitu dengan memberikan si pasien yang keracunan ‘susu segar’ dalam dosis banyak. Karena susu dapat menetralisir racun di dalam tubuh si pasien. Maka, tugas kita generasi penerus budaya dan adat istiadat daerah Aceh yang sangat kita cintai ini untuk segera mencari “susu-susu segar” dengan dosis yang banyak untuk membendung masuknya “racun-racun” kebudayaan ke dalam tubuh daerah Serambi Mekkah ini.

Kita rindu akan munculnya Iskandar Muda dan Sri Ratu Safiatuddin yang baru, yang kelak akan memajukan kembali budaya dan adat istiadat Aceh hingga mampu bersaing dan bertahan di pusaran kebudayaan dunia. Yang menjadikannya trendsetter kebudayaan dunia masa yang akan datang. Bukan malah menjadi plagiat budaya orang lain seperti yang terjadi sekarang ini.

* Penulis adalah Ketua Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Aceh.

www.aceh.tribunnews.com
no image
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
KUALASIMPANG – Untuk mengungkapkan asal usul gula ilegal yang di diamankan sebanyak 25 ton oleh Polres Aceh Tamiang pada Kamis (16/8), Jumat kemarin penyidik mulai memeriksa Kepala Bea Cukai Langsa, Amri dan Syahbandar Kuala Langsa, Azwan. Sesuai pengakuan sopir truk Fuso B 9210 XA yang ditangkap polisi di Kualasimpang itu, sebanyak 24 truk yang mengangkut gula tersebut sudah lolos diselundupkan ke Medan, Sumatera Utara. Kapolres Aceh Tamiang AKBP Drs Armia Fahmi melalui Waka Polres Kompol Azas Siagian SH MH kepada Serambi Jumat (19/8) mengatakan, pihaknya sedang menyelidiki kasus penyelundupan gula ilegal tersebut.

“Kita akan selediki dari mana gula tersebut dimasukkan ke Kota Langsa,” ujarnya. Untuk itu, kata Waka Polres Aceh Tamiang itu, penyidiknya telah meminta keterangan Kepala Bea Cukai dan Syahbandar Pelabuhan Kuala Langsa. “Keduanya tiba bersamaan pukul 14.00 WIB dan saat ini masih dalam pemeriksaan,”tegasnya siang kemarin. Menurut Kompol Azas Siagian, dari Syahbandar nantinya bisa diketahui,  waktu kadatangan barang, izin kapal, keselamatan dan barang yang tercamtun di manifes. Selain kedua pejabat tersebut, polisi juga sudah melayangkan surat kepada pengusaha Kota Langsa Abdul Somad, yang diduga terkait dengan kedatangan gula ilegal tersebut.

Waka Polres didampingi stafnya Muslem Siregar menambahkan, dari keterangan supir truk saat ditangkap, pada malam itu ada enam truk  bermuatan gula ilegal, satu truk diarahkan bongkarnya di Kota Idi, dan Pereulak Aceh Timur, dua truk di arahkan ke Langsa, satu truk di Kota Kualasimpang, satu lagi tidak jelas. Sedangkan 24 truk lainnya yang juga bermuatan gula ilegal sudah sukses menyelundupkan gula ilegal itu ke Medan, Sumatera Utara.

Seperti diberitakan sebelumnya, anggota Polres Aceh Tamiang mengamankan 25 ton gula ilegal yang diangkut dari pelabuhan Kuala Langsa saat akan di bongkar di Toko Kalimantan, di Kota Kualasimpang, Aceh Tamiang, Selasa (16/8). Menurut pengakuan sopir truk gula tersebut diangkutnya dari Kuala Langsa. Kepala Bea Cukai Langsa, Amri yang dikonfirmasi Serambi, Kamis (18/8) mengaku tidak ada kapal yang angkut gula masuk Pelabuhan Kuala Langsa. Lagi pula, kata Amri, tak ada aturan yang melarang gula masuk tanpa izin. Ketika ditanya apakah dari pelabuhan Kuala Langsa boleh masuk gula,  Amri tidak memberi jawaban pasti. Kecuali diakuinya di Aceh yang diperbolehkan masuk gula impor adalah Pelabuhan Krueng Geukuh Kota Lhokseumawe dan Pelabuhan Malahayati di Kreung Raya, Aceh Besar.(md)

kawasan distrubusi gula
- Satu truk bongkar di Idi dan Peureulak
- Satu truk bongkar di Kota Langsa
- Saru truk bongkar di Kualasimpang
- Satu truk tak dilarikan kemana
- 24 truk sukses diselendupkan ke Medan

www.aceh.tribunnews.com
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
LANGSA - Sedikitnya 16 unit rumah dinas TNI Kompi Ban, Kodim 0104 Aceh Timur, di Gampong Jawa Belakang, Kecamatan Langsa Kota, Kamis (18/8) sekitar pukul 14.30 WIB sore, ludes dilalap api. Insiden amuk api yang memunculkan kerugian ratusan juta itu, tidak ada korban jiwa. Sedangkan sumber api penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan pihak Polres Langsa.

Amatan Prohaba, sekitar 16 unit rumah dinas TNI Kompi Ban berkontruksi kayu yang dilalap api itu berada di sekitar tanggul Krueng Langsa, Gampong Jawa Belakang. Api diduga pertama kali  muncul dari rumah yang posisinya berada di tengah rumah kopel tersebut.

Sementara itu sejumlah unit armada dari Pemadam kebakaran Kota Langsa yang diturunkan ke lokasi kebakaran hebat ini, saat itu tidak bisa berbuat banyak untuk memadamkan api. Sejumlah warga dan penghuni rumah juga ikut membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Kabar kebakaran hebat yang terjadi memasuki waktu sore hari itu, dengan cepat terakses ke umum sehingga menyita perhatian ribuan warga Kota Langsa, yang memadati lokasi kebakaran. Akibat disesaki warga yang hendak menonton, puluhan Personel Polres Langsa terpaksa diturunkan untuk mengamankan jalur lalulintas guna memudahkan keluar masuk mobil pemadam kebakaran ke arah lokasi kebakaran.

Api waktu itu berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.30 WIB sore, namun sumber api masih belum dapat diketahui dan kini masih dalam tahapan penyelidikan pihak berwajib Polres Langsa.

www.ceh.tribunnews.com
no image
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Universitas Samudra Langsa (UNSAM) mengadakan Pelatihan Penulisan Jurnal dan Artikel bagi dosen-dosen, bertempat di Aula Fakultas Hukum Kampus Meurandeh, Minggu lalu.

Ketua Panitia Pelaksana kegiatan Reni Nuryanti, MA disela-sela kegiatan tersebut mengatakan, pelatihan diikuti 35 dosen dari seluruh fakultas di lingkungan Unsam, berlangsung satu hari dengan narasumber utama Dr Latif Wiyata, dosen Antopologi Universitas Jember yang juga merupakan seorang penulis Nasional di Kemendiknas.

Lanjutnya, semoga dengan kegiatan pelatihan nantinya akan meningkatkan kompetensi dosen terutama dalam bidang ilmiah yang nantinya akan dituangkan dalam bentuk jurnal. “Kita ingin para dosen terbiasa menuangkan pikirannya melalui penulisan karya ilmiah,” ungkap Reni.

Reni Menambahkan, dalam pelatihan ini, peserta diberi beberapa materi terkait dengan Jurnal dan Jurnal Terakreditasi, Teknik Penulisan Jurnal serta cara memilih dan mengirimkan jurnal. Semua peserta dituntut untuk aktif dalam pelatihan tersebut.

Sementara itu dalam sambutannya pada acara pembukaan pelatihan tersebut Rektor Universitas Samudra Langsa Drs. Bachtiar Akob, M.Pd mengatakan dunia pendidikan butuh beragam penemuan strategis yang hanya akan didapat lewat penelitian serta terus-menerus mengembangkan kemampuan menulis. Itu pula yang diharapkan dari seluruh civitas akademika Universitas Samudera (Unsam) Langsa, untuk berkembang menjadi universitas riset.

Lanjut Bachtiar, konsekuensi logis dari para akademisi, terutama dosen, adalah menulis. Hal tersebut sesuai dengan tujuan Tridarma Perguruan Tinggi yang salah satunya adalah menuntut adanya penelitian dan pengabdian masyarakat.

Oleh sebab itu, Bachtiar mengharapkan dunia penelitian menjadi landasan utama para dosen Unsam, sehingga nantinya akan meningkatkan kualitas para dosen itu sendiri serta meningkatkan kualitas para mahasiswa. (syam).

www.unsam.ac.id
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm

Pemerintah Aceh menyediakan bantuan pendidikan untuk masyarakat aceh yang sedang dalam program S-1, S-2 dan S-3, baik di dalam dan luar aceh maupun di luar negeri, dengan syarat-syarat sebagai berikut :
  1. Membuat permohonan secara perorangan kepada Pemerintah Aceh c/q Lembaga Peningkatan Sumber Daya Manusia (LPSDM) Aceh, dengan melampirkan dokumen sebagai berikut :
    • Mengisi Formuli LPSDM dan Daftar Riwayat Hidup
    • Fotokopi Kartu Mahasiswa
    • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk Warga Aceh
    • Fotokopi Kartu Keluarga warga Aceh
    • Surat keterangan masih aktif kuliah tahun 2011 dari pimpinan fakultasi (asli)
    • Transkrip nilai tahun akademik 2011 (asli), kecuali dokter specialis. Kalau ada universitas tertentu yang tidak mengeluarkan transkrip nilai, hendaknya ada keterangan dari universitas tersebut atau laporan akademiknya disahkan oleh penasihat akademik
    • Fotokopi bukti pembayaran SPP semester terakhir (dilegarisir universitas)
    • Fotokopi buku rekening bank atas nama sendiri dan masih aktif serta online pada salah bank (Bank Aceh, Bak BNI 1946, Bank Mandiri, Bank BRI yang online)
    • Pasfoto berwarna ukuran 3x4 cm 1 lembar
    • Untuk surat permohonan, nama dan alamat harus sama dengan buku rekening bank
  2. Semua dokumen dikirim ke alamat : Kantor LPSDM Aceh Komplek Kantor Gebernur Aceh, Lantai 3 Biro Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Aceh, Jln. T.Nyak Arief no. 219 Banda Aceh, setiap hari kerja, dari hari Senin s/d Jumat. Pukul 08.00 s/d 12.00 WIB.
  3. Usia untuk mahasiswa S-1 maksimal 25 tahun, S-2 Maksimal 40 tahun dan S-3 maksimal 45 Tahun
  4. Bantuan pendidikan diberikan hanyak untuk mahasiswa S-1, S-2 dan S-3 PTN dan PTS yang program studinya terakreditasi, minimum sudah kuliah 1(satu) semester. Untuk PTN minimal IPK2.75 dan PTS minimal IPK 3.00
  5. Bantuan biaya pendidikan ini tidak diberikan kepada :
    • Mereka yang telah menerima bantuan serupa dari Pemerintah Aceh selama tiga kali untuk S-1, dua kali untuk S-2
    • Mereka dengan status tugas belajar yang telah mendapatkan bantuan dari Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Aceh, pemko dan pemkab, dan PTN di Aceh yang dananya bersumber dari APBA dan APBK, dibuktikan dengan surat keterangan dari lembaga/universitas yang bersangkutan dan bertanggung jawab secara hukum.
  6. Masa penerimaan permohonan dimulai sejak pengumuman ini dikeluarkan (senin, 11 Juli 2011) dan ditutup tanggal 9 September 2011. Khusus pemohonan yang dikirim melalui pos dapat diterima sampai tanggal 9 September 2011 (stempel pos).
  7. Permohonan yang tidak lengkap dan yang diterima setelah masa pengumuman ini tidak akan diproses, serta berkas menjadi dokumen LPSDM Aceh.
  8. Keputusan tim seleksi Bantuan Biaya Pendidikan bersifat final dan mengikat, tidak dapat digangu gugat.
  9. Bagi yang sudah mengajukan berkas sebelum tanggal pengumuman ini dikeluarkan, agar mengajukan kembali berkasnya dan menyesuaikan dengan syarat-syarat yang tercantum dalam pengumuman ini.

Banda Aceh, 11 Juli 2011
LPSDM Aceh
Panitia
Sumber : acehscholarships
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Sampah di Jalan
Sampah dan aromanya memang bukan barang baru di pajak kota langsa. Hal ini terbukti seperti terlihat pada gambar diatas yang terdapat di jalan pajak ikan kota langsa. tumpukan sampah tersebut sudah hampir memnuhi badan jalan. Bisa kita amati bersama bahwa sampah-sampah tersebut tidak lagi berada di tempat pembuangannya yang telah ada akan tetapi sudah merambah kejalan, sehingga aromanya  yang menyengat sangat membuat aktifitas disekelilingnya merasa tidak nyaman. Kenapa bisa seperti itu.... ??? Hom hai!!
no image
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Kepada siapa saja yang mempunyai rumah kos pria dan wanita khusus mahasiswa dan ingin mempromosikan di Samudra News agar dapat langsung menghubungi 087747595605. Untuk tahap promo dalam jangka waktu yang belum ditentukan harga iklan khusus rumah kos bagi mahasiswa/mahasiswi 100% GRATIS.

Bagi yang berminat segera hubungi kontak person diatas. terima kasih.
Selamat Bekerja Sama



no image
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
MERAJUT ASA

Waktu biarkan mu hadir,
Biarkan mu kuasai hati
Tawarkan secercah harapan dalam kesedihan
Merajut puing-puing kasih dijiwaku

Tapi…..
Saat ia berbunga
Realita merenggut mekarnya
Karena sejatinya hatimu tlah termiliki

Lalu cinta…..
apa yang terjadi pada cinta ku?
Patahkan saja busur cintamu
Agar ujung panahnya
Tak mampu lagi menyakiti ku
Bangunkan saja aku dari lelap malamku
Agar sadar ku tak lagi hilang
Bersama mimpi tentang cinta…

By : Agusniar




HENING MALAM

Aku berdiri sendirian,
Menatap surya berangkat pulang
Lembayung pelangi,
Perlahan lena dipeluk senja
Sejna tenggelam perlahan padam
Camar bertasbih menyambut malam
Kemudian rembulan datang tersenyum enggan
Bintang bertaburan tanpa kerlipan
Suasana hening mulai mencekam
Suram resah menjerat perasaan dimana dirimu saat kebisuan
Terus membungkam diserat nadi ku

By : Agusniar


IKHLAS

Tawamu adalah bahagiamu
Bukan bahagiaku
Namun sedihmu adalah sedihku
Setiap air mata yang mengalir dijiwamu,
Bagaikan pisau pembunuh bagiku
Seandainya aku bisa membalut semua dukamu
Dan menukar dengan bahagiaku
Pasti akan aku lakukan
Walaupun dihari esok aku tak dapat melihat pagi
Akan kurelakan asalkan air matamu terbedung
Oleh bahagia yang kuberi untukmu
Senyumanmu bagaikan mata air kehidupan
Dan air matamu adalah racun pembunuh bagiku…….
Maka tersenyumlah wahai sang rembulan

By : Agusniar


BIMBANG

Tak tahu mengapa,
Setiap langkahku selalu salah dimatamu
Aku tak mengerti
Sendiri termangu, seperti orang asing
Mungkin aku salah ada disini
Mengikuti maumu
Tanpa peduli rasa ku tersakiti
Menghadapi ego mu yang selalu tertuju pada ku
Seakan semua kesalahan penyebabnya aku,
Sungguh risih adanya,
Menyayangi adalah terindah untukku
Meski kau tak peduli itu,,,,,
Teriris hati ini ku rasa
Menyayat luka buat ku tak berdaya
Menahan rasa yang tak pernah ku raba
Mungkin hadirku tak sempurna
Hingga buatmu bisaa saja
Maaf, hadirku telah menggaggu harimu dan salah mencintaimu
Terima kasih atas semuanya
Saat lalu denganmu begitu bahagia
Walau mungkin aku harus pergi dari rasa ini
Agar semua terbenam
Seperti mega kehilangan sinarnya…………

By : Agusniar

AGUSNIAR
 Mahasiswa Fakultas FKIP Bahasa Inggris
Semester V
Universitas Samudra Langsa
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Parkir Universitas Samudra Langsa dinilai amburadur. Hal ini seperti diungkapkan Febriansyah salah satu mahasiswa Universitas Samudra Langsa. Menurutnya, kondisi parkir sekarang sangat tidak tertata, disamping para mahasiswa banyak yang memarkirkan kereta di depan fakultas mereka masing-masing, juga tempat parkir yang disediakan juga dinilai tidak layak.

“Seharusnya setiap kendaraan yang diparkirkan itu ditata rapi oleh petugas, sehingga kita pun enak untuk keluar masuk. Tetapi yang kita lihat sekarang bukan seperti itu, malahan kereta ada yang satu arahnya ke timur dan ada yang ke barat. Bahkan kita sendiri pun tidak tahu sebenarnya ada berapa titik parkir di kampus ini karena yang terlihat, mahasiswa banyak yang memarkirkan kereta didepan fakultas mereka masing-masing” ungkap Febriansyah.

Selain itu, ia melanjutkan, parkir yang ada di Universitas Samudra Langsa ini sebenarnya tidak layak dikatakan tempat parkir karena parkir yang sebenarnya itu tidak hanya dibataskan dengan garis saja tetapi mempunyai atap sebagai pelindung dari panas dan hujan.

Hal senada juga disampaikan oleh Dosen Fakultas Hukum Syahrul Atan, SH, MH. Menurutnya tempat parkir harus dibuat dengan layak, selain mempunyai atap sehingga dapat terhindar dari panas dan hujan juga ditentukan dengan jelas dimana tempat parkir itu yang sebenarnya sehingga tidak terpecah-pecah.

“Kalau menurut saya itu belum dinamakan tempat parkir, karena posisinya masih seperti lapangan bola yang hanya dibatasi dengan garis dan beratapkan awan. Tapi sekurang-kurangnya ada pohon-pohon yang ditanam untuk melindungi kendaraan dari panas dan hujan” timpal Syahrul Atan.

Disisi lain, Samsuar selaku petugas parkir mengatakan bahwa tempat parkir yang ada sekarang menurutnya dinilai sudah memadai hanya saja diperlukan kerjasama dengan mahasiswa dalam mengikuti aturan yang sudah ditetapkan.

“ Menurut pemantauan kami sih sudah memadai, karena dari pihak rector dan staf lainnya sudah menyediakan garis untuk parkir, sehingga mahasiswa sudah tahu menempatkan kendaraannya. Tetapi ya … mau gimana mahasiswanya sendiri yang tidak mau patuh dengan peraturan. Bahkan pihak kampus pun sudah mengeluarkan pengumuman tentang ketentuan memarkirkan kendaraannya. Dan masih banyak juga yang tidak peduli dengan ketentuan yang dikeluarkan itu.” Jelas Samsuar.

Selain itu, ia juga berharap agar pihak kampus dapat membuat tempat parkir dengan lebih layak lagi sehingga mahasiswa tidak lagi beralasan untuk tidak mematuhi peraturan yang sudah ditetapkan. Disamping para mahasiswa tidak lagi merasa was-was memikirkan kendaraan mereka, para petugas pun akan lebih gampang dalam mengaturnya. Sehingga parkir di Universitas Samudra Langsa akan enak dipandang mata.
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Untuk mendapatkan penghasilan yang lebih, bukan berarti harus mempunyai fasilitas yang lengkap atau canggih, tapi dengan keyakinan dan keseriusan kita dalam memanajemenkanya merupakan hal yang penting dalam mencapai penghasilan yang besar.
Mendung menyapa alam. Sebuah tas kecil terjuntai disisi bahu kananku, tak kala angin menerpa kami saat melakukan peliputan disebuah desa di Kecamatan Langsa Timur.
Udara begitu mendukung perjalanan kami seakan mengabarkan nikmatnya udara perdesaan. Ternyata tidak hanya kami. Kesejukan angin sore yang dipayungi angin kelabu ikut juga disantap oleh sejumlah remaja, anak-anak bahkan sejumlah orang tua yang berlalu lalang di jalan, seraya melepaskan lelah dari aktivitas keseharian mereka.
Tak jauh dari keramaian yang kami lewati, kami pun tiba ditempat orang yang hendak dijumpai.
“Apakabar, Man?” sapa salah seorang pekerja kepada teman saya, Alman, yang sudah ia kenal sebelumnya.” Silahkan masuk” kami pun beranjak masuk kedalam.
Seiring langkah yang digerakkan, saya juga melihat pekerja yang satunya lagi sedang asyik memainkan jari jemarinya diatas tune keyboard, sesekali ia bercengkrama dengan pelanggan yang menanti selesainya ketikan yang dipesan. Begitulah aktivitas yang terlihat saat kami beranjak masuk.
“Silahkan duduk” sambil melayani pelanggan yang lain kami pun dipersilahkan duduk.
Menurut amatan saya. Ruko yang berukuran 12 x 4 meter ini berisi dua unit computer dan satu mesin foto copy serta sejumlah alat tulis lainnya yang tak pernah kosong didalam rak kaca yang berada disamping tempat duduk saya, tepatnya disisi depan ruko. Sementara dua orang pekerja masih sedang asyik bercengkrama dengan para pelanggan sambil menyelesaikan pesanan mereka.
Tak lama kemudian, sambil mengamati benda-benda disekitar saya, keluar seorang pemuda dari ruangan tak jauh dari tempat duduk kami. Dengan wajah yang tenang dan penuh kewibawaan, iapun tersenyum dan langsung menghampiri kami.
Namanya Mahyiddin, seorang remaja kelahiran 1987 dan masih duduk dibangku perkuliahan tingkat VI. Langkahnya begitu pasti ketika menghampiri kami yang telah menunggu di foto copy Mitra miliknya di jalan lintas Medan-Banda Aceh Gampong Alue Pinang, Kecamatan Langsa Timur.
“Sudah lama datang?, maaf tadi saya lagi didalam” sapa Mahyinddin sambil mengangkat kursi dan duduk disamping kami.
Seraya mengambil notes di dalam tas, saya pun memperkenalkan diri dan tenyata kami satu universitas, namun Mahyiddin merupakan senior saya di Universitas Samudra Langsa.
“Ya….. inilah usaha yang saya bangun, memang belum begitu lama sih, kira-kira baru berjalan enam bulan” katanya memulai perbincangan kami. Sebenarnya ia melanjutkan, sudah sejak lama ia berkeinginan membuka usaha sendiri tapi karena sebelumnya Mahyiddin masih tinggal di Madrasah Ulumul Qur’an (MUQ), ia masih belum punya waktu yang pas untuk memulai  usahanya itu. Baginya, sekaranglah waktu yang tepat untuk menjalankan rencana yang ia harapkan selama ini.
“Memang awalnya saya melakukan ini bisa dikatakan spontan, karena waktu itu saya nekat mencari pinjaman sama kawan dan saya tambah dengan uang simpanan saya sendiri. Alhamdulillah sekarang saya sudah membuka usaha sendiri dan bisa menampung dua orang perkerja, ya… walaupun uang yang saya pinjam itu belum juga habis saya kembalikan”. Kisahnya mengulang cerita.
Sejenak meninggalkan kisah Mahyiddin, saya memandang keluar. Gerimis sudah berhenti dan langit kembali terang. Di jalan sejumlah siswa yang pulang dari sekolah juga ikut kembali meramaikan suasana. Selain itu, tidak juga terlupakan mopen dan tukang becak yang hendak mengantarkan siswa-siswa pulang kerumah mereka. Seketika itu, suasana mulai gaduh. Kebisingan pun mulai terasa dari kendaraan yang bermondar-mandir.
Mahyiddin kini beranjak duduk didepan computer sambil membuka file-file yang ada di computer, kami pun melajutkan perbincangan.
“Dengan saya membuka usaha ini, memang tidak mutlak saya bisa menanggulangi sendiri biaya kuliah. Tapi setidaknya saya sudah berusaha untuk itu. Karena berapalah yang bisa disimpan dari penghasilan disini, satu hari saja pendapatan yang kami peroleh sekitar 100 ribu, itu pun kalau ada pengetikan yang masuk, karena kalau untuk mesin foto copy itu rata-rata yang datang dari MUQ dan mereka bayarnya setiap satu bulan sekali, sedangkan dari penghasilan yang segitu saya harus menggaji pekerja dua orang masing-masing sebanyak 300 ribu belum lagi untuk biaya makan dan listrik. Jadi, bisa dikatakan penghasilan kami pas-pasan kan?” ungkapnya sedikit bercerita.
“Meskipun begitu, saya yakin, dengan fasilitas yang seperti ini saja saya mampu memperkerjakan dua orang tenaga kerja, jadi bukankah sebaliknya jika saya mempunyai fasilitas yang memadai, tapi bukan berarti harus banyak atau lengkap, setidaknya fasilitas itu layak pakai” lanjut Mahyiddin dengan bangga.
Memang, untuk mendapatkan penghasilan yang lebih, bukan berarti harus mempunyai fasilitas yang lengkap atau canggih, tetapi dengan keyakinan dan keseriusan kita dalam memanajemenkanya merupakan hal yang penting dalam mencapai penghasilan yang besar.
Kemandirian yang ditunjukkan pria dari delapan bersaudara ini, bukanlah kali pertama, ia hidup mandiri sejak masih duduk dibangku SMA, baginya, hidup mandiri tanpa harus sepenuhnya tergantung dari orang tua menjadi motivasi utama. Ya… bisa jadi, kemandiriannya merupakan bakat yang turun dari orang tuanya yang berprofesi sebagai pedagang.
“Sebenarnya, saya ingin membuka sebuah warnet untuk anak-anak sekolah disini karena saya melihat anak-anak sekolah untuk mencari bahan saja harus pergi ke Langsa, kan jauh, tapi ya… mau gimana, usaha yang ini saja hanya cukup untuk biaya makan dan operasional, jadi mau ambil uang dari mana untuk bisa buka warnet. Ya… mudah-mudahan saja ada yang mau bantu memberikan saya modal. Jadi saya bisa mengembangkan usaha saya yang ini sekaligus membuka warnet untuk anak-anak sekolah disini. Disamping mengembangkan usaha, Kan itu termasuk amal juga” ungkap Mahyiddin penuh harap.
Siapa sih yang tidak ingin usahanya berkembang, tetapi apa daya bila harus tersandung  dengan keterbatasan biaya. Ya… semoga saja harapan Mahyiddin bisa menjadi kenyataan, semoga.