November 2011
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Eko Pratomo | Keikhlasan Suami - samudra-news.com
samudra-news.com - Eko Pratomo, siapa yang tidak kenal lelaki bersahaja ini? Namanya sering muncul di koran, televisi, di buku-buku investasi dan keuangan. Dialah salah seorang dibalik kemajuan industri reksadana di Indonesia dan juga seorang pemimpin dari sebuah perusahaan investasi reksadana besar di negeri ini.

Dalam posisinya seperti sekarang ini, boleh jadi kita beranggapan bahwa pria ini pasti super sibuk dengan segudang jadwal padat. Tapi dalam note ini saya tidak akan menyoroti kesuksesan beliau sebagai eksekutif. Karena ada sisi kesehariannya yang luar biasa!!!!

Usianya sudah tidak terbilang muda lagi, 60 tahun. Orang bilang sudah senja bahkan sudah mendekati malam, tapi Pak Eko masih bersemangat merawat istrinya yang sedang sakit. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Dikaruniai 4 orang anak.

Dari isinilah awal cobaan itu menerpa, saat istrinya melahirkan anak yang ke empat. tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Hal itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari sebelum berangkat kerja Pak Eko sendirian memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi dan mengangkat istrinya ke tempat tidur. Dia letakkan istrinya di depan TV agar istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya sudah tidak dapat bicara tapi selalu terlihat senyum. Untunglah tempat berkantor Pak Eko tidak terlalu jauh dari kediamannya, sehingga siang hari dapat pulang untuk menyuapi istrinya makan siang.

Sorenya adalah jadwal memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa menanggapi lewat tatapan matanya, namun begitu bagi Pak Eko sudah cukup menyenangkan. Bahkan terkadang diselingi dengan menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Eko lebih kurang 25 tahun. Dengan penuh kesabaran dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka. Sekarang anak- anak mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu hari…saat seluruh anaknya berkumpul di rumah menjenguk ibunya– karena setelah anak-anak mereka menikah dan tinggal bersama keluarga masing-masing– Pak Eko memutuskan dirinyalah yang merawat ibu mereka karena yang dia inginkan hanya satu ‘agar semua anaknya dapat berhasil’.

Dengan kalimat yang cukup hati-hati, anak yang sulung berkata:
“Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak……bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu.” Sambil air mata si sulung berlinang.

“Sudah keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak, dengan berkorban seperti ini, kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”. Si Sulung melanjutkan permohonannya.

”Anak-anakku…Jikalau perkawinan dan hidup di dunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah lagi, tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian di sampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian….*sejenak kerongkongannya tersekat*… kalian yang selalu kurindukan hadir di dunia ini dengan penuh cinta yang tidak satupun dapat dihargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti ini ?? Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya seperti sekarang, kalian menginginkan bapak yang masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yang masih sakit.” Pak Eko menjawab hal yang sama sekali tidak diduga anak-anaknya.

Sejenak meledaklah tangis anak-anak Pak Eko, merekapun melihat butiran-butiran kecil jatuh di pelupuk mata Ibu Eko..dengan pilu ditatapnya mata suami yang sangat dicintainya itu……

Sampailah akhirnya Pak Eko diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Pak Eko kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa-apa….disaat itulah meledak tangisnya dengan tamu yang hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru.

Disitulah Pak Eko bercerita : “Jika manusia di dunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian itu adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 anak yang lucu-lucu..Sekarang saat dia sakit karena berkorban untuk cinta kami bersama… dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit…” Sambil menangis

”Setiap malam saya bersujud dan menangis dan saya hanya dapat bercerita kepada Allah di atas sajadah..dan saya yakin hanya kepada Allah saya percaya untuk menyimpan dan mendengar rahasia saya…” BAHWA CINTA SAYA KEPADA ISTRI, SAYA SERAHKAN SEPENUHNYA KEPADA ALLAH”.


samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm

Samudra News- LANGSA | Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kota Langsa Penduli Pendidikan (AMKLPP) melakukan aksi demo didepan kantor Walikota Langsa dan DPRK Kota Langsa pada Kamis, (24/11) kemarin. 

Kegiatan unjuk rasa itu dilakukan sebagai upaya untuk menolak dan menentang atas kebijakan yang dilakukan oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa yang merupakan pembodohan terhadap dunia pendidikan di Kota Langsa, khususnya pendidikan kesehatan.
 
“kami menilai kebijakan RSUD Langsa yang menolak mahasiswa/i praktek klinik di RSU tanpa dasar dan hukum yang jelas adalah adalah bentuk pembodohan terhadap dunia pendidikan di Kota Langsa, khususnya pendidikan kesehatan” Ungkap kordinator aksi Husaini dalam rilies yang diterima Samudra News kemarin.
Aliansi Mahasiswa Kota Langsa Peduli Pendidikan yang terdiri dari empat perguruan tinggi di Kota Langsa, masing-masing Akbid YDB, STIKes CND, STIKes Ummi dan UNSAM Langsa. Adapun beberapa point yang menjadi tuntutan aksi diantaranya meminta kepada pihak RSUD Langsa untuk menerima mahasiswa/i kesehatan yang akan melakukan praktek klinik serta menolak kebijakan manajemen RSUD Langsa yang membebankan biaya sewa lahan praktek sebesar Rp. 5.000.000,- pertahun kepada setiap program studi yang ada di Kota Langsa, Aceh Timur dan Aceh Tamiang. 

Berdasarkan pernyataan sikap yang tertuang dalam pers riliesnya, pengunjuk rasa menilai bahwa sangatlah janggal untuk dicerdasi secara akal sehat, dimana dalam UU PA tahun 2006 BAB XXX pasal 215 Ayat (1) dan (2) secara tegas telah dijabarkan bahwa pendidikan yang diselenggarakan di Aceh adalah satu kesatuan dengan sistem pendidikan nasional yang disesuaikan dengan karakteristik, potensi dan kebutuhan masyarakat setempat. Akan tetapi menurut para mahasiswa kebijakan pihak RSUD Langsa belakangan ini benar-benar kebijakan yang tidak faham arti pentingnya sebuah pendidikan.

“Sejauh ini kita melihat kebijakan pihak manajeman RSUD Langsa benar-benar tidak faham arti pentingnya sebuah pendidikan dan ini sama persisnya dengan kebijakan para siluman yang ada di Aceh pada umumnya dan Kota Langsa khususnya” Tegas Husaini.

Untuk itu sebagai bentuk penyesalan, Aliansi Mahasiswa Kota Langsa Peduli Pendidikan memita kepada Walikota untuk segera mencopot Zahari sebagai PLT Direktur RSUD Langsa dinilai telah menghambat program Walikota Langsa dalam rangka menjadikan Kota Langsa sebagai kota pendidikan.

Selain itu, para mahasiswa juga meminta kepada DPRK Langsa dalam mengesahkan qanun untuk mempertimbangkan dampak terhadap pendidikan dan nasib mahasiswa. Guna dalam setiap kebijakan yang diambil tidak merugikan dunia pendidikan khususnya dalam hal ini pendidikan kesehatan bagi mahasiswa/i yang akan melakukan praktek klinik rumah sakit dari setiap program study keperawatan dan kebidanan.

Disisi lain, Wakil Presiden Mahasiswa Unsam Langsa Kafeyeddin juga mengatakan bahwa dunia pendidikan dewasa ini telah dijadikan ajang manfaat dalam meningkatkan sumber PAD. “Seperti itulah fakta yang terlihat sekarang ini, dunia pendidikan telah dimanfaatkan sebagai upaya untuk meningkatkan sumber PAD dengan memungut dari kantong-kantong miskin mahasiswa dan itu yang sangat disayangkan” tambahnya.

Dalam hal ini, harapan terakhir yang disampaikan oleh mahasiswa adalah meminta kepada Walikota Langsa untuk dapat lebih bijaksana dalam menanggapi setiap persoalan sehingga mengesankan yang baik diakhir masa jabatannya dengan berpihak kepada dunia pendidikan sesuai dengan visi dan misi walikota.

Walikota dan DPRK Langsa
Menanggapi tuntutan dari unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Kota Langsa Peduli Pendidikan menyangkut kebijakan RSUD Langsa, Walikota Langsa Zulkifli Zainon berjanji akan menghapus atau menolak pangajuan qanun apabila diajukan oleh legislatif. Hal ini disampaikan Zulkifli Zainon dihadapan sejumlah mahasiswa di depan Gedung Walikota Langsa, Kamis (24/11).

Ditempat yang berbeda, pihak DPRK Langsa juga memberi respon positif terhadap tuntutan mahasiswa tersebut. Tanggapan itu disampaikan pihak DPRK dalam audien yang dilakukan dengan mahasiswa di Gedung DPRK Langsa Jum’at (25/11) kemarin. Berdasarkan hasil dari audiensi tersebut, pihak DPRK Langsa memenuhi tuntutan mahasiswa menyangkut dengan kebijakan RSUD Langsa khsusnya mengenai beban biaya sewa lahan praktek sebesar Rp.5.000.000,- bagi mahasiswa kesehatan. Dan sebagai langkah akhir dalam meyelesaikan hal tersebut, DPRK Langsa akan kembali melakukan audiensi dengan para mahasiswa sebagai upaya finishing. (Musryadanta)
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi Universitas Samudra Langsa melakukan kegiatan sosial penggalangan donor darah sukarela bagi mahasiswa dan civitas akademika juga masyarakat Kota Langsa pada umumnya.
 
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 pagi, Senin (21/11) ini dilaksanakan di halaman Fakultas Ekonomi Universitas Samudra Langsa tepatnya di jalan Iskandar Muda no. 3-4 Langsa. Kegiatan ini merupakan salah satu progam kerja BEM Fakultas Ekonomi periode 2011-2012 dan berkerja sama dengan PMI Aceh Timur.

"kegiatan donor darah yang kita lakukan ini merupakan salah satu program kerja BEM Fakultas Ekonomi periode 2011-2012 dan alhamdulillah berjalan dengan lancar” jelas Ketua BEM Khairul Rizal kepada Samudra News, Senin (21/11) kemarin.

Selanjutnya khairul Rizal juga menambahkan, selain guna membangun kesadaran mahasiswa tentang pentingnya kegiatan donor darah bagi masyarakat yang membutuhkan, kegiatan ini juga merupakan salah satu cara untuk meminimalisir praktik penjualan darah akibat minimnya persediaan darah di PMI.

Berdasarkan pantauan Samudra News di lokasi kegiatan, semangat para mahasiswa dalam mensukseskan acara donor darah tersebut terlihat begitu tinggi dan antusias, hal ini dibuktikan oleh kegigihan para panitia dalam mempersiapkan segala sesuatunya, meskipun dalam pelaksanaan kegiatan sosial tersebut sempat diguyur hujan yang cukup deras namun hal itu tidak membuat semangat mereka luntur.

Sebagai buah dari kegigihan para panitia, kegiatan sosial donor darah mampu mencapai hasil yang maksimal dengan memperoleh sumbangan darah sebanyak 25 kantong dengan berbagai macam golongan dari 25 orang yang mendonor. Ini merupakan jumlah yang memuaskan mengingat cuaca yang kurang kondusif pada saat pelaksanaan acara tersebut.

“Kegiatan ini bagus, banyak manfaatnya selain kita jadi sehat kita juga bisa memberikan kehidupan kepada orang lain” ungkap salah seorang mahasiswa yang ikut serta sebagai pendonor.

Selain itu, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi Khairul Rizal juga berharap kedepannya setiap ada kegiatan-kegiatan seperti ini, pihak PEMA juga BEM yang lainnya juga bisa untuk ikut berkerja sama mengirimkan delegasi agar acara tersebut berjalan dengan lancar.

“Saya selaku penanggung jawab kegiatan tersebut berharap kedepannya pihak PEMA atau BEM dari masing-masing fakultas ikut berkerja sama dalam mensukseskan acara dengan mengirimkan delegasi dari tiap-tiap mereka”. Tambah Khairul Rizal mengakhiri pembicaraan. (Musryadanta)
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm

Jelek, panas, bising lagi. Itulah kondisi salah satu ruangan fakultas hukum di Universitas Samudra Langsa. Kadang kala sebagian mahasiswa yang menempati ruangan tersebut merasa seperti dianak tirikan dengan kondisi yang seperti ini. Padahal menurut mereka kewajiban sama dengan yang lain, tapi kenapa penempatannya beda? Sebenarnya apa yang membuat beda? Ataukah hanya sementara, sambil menunggu ada penambahan gedung, tapi sampai kapan? Yang jelas kami merasa sangat tidak nyaman dengan kondisi ruangan yang seperti ini. Sudah kondisinya panas, ditambah lagi dengan suara kereta yang berlalu lalang, bahkan sebagiannya berjalan didepan ruangan kami dan juga parkir disitu. Bukankah tempat parkir sudah disediakan walaupun hanya sebatas garis.
“Dimana perhatian pihak kampus untuk kenyaman proses perkuliahan? Menurut saya sih hal ini terjadi bukan karena ketidak tahuan, akan tetapi karena pembiaran dengan asumsinya ”ah kan cuma sementara”. Ujar salah seorang mahasiswa yang ikut merasakan kondisi tersebut.
Nah.... untuk memperkuat ungkapan diatas, mari kita simak hasil wawancara dua orang mahasiswa yang juga ikut menempati ruangan tersebut. ( inisial A dan B)
1.      Apakah anda, aktivitas belajar anda  merasa terganggu dengan kondisi ruangan dan kebisingan seperti ini?
A: Saya merasa sangat terganggu dengan dengan kondisi yang seperti ini, terutama sekali kebisingan dari suara kereta sebagian mahasiswa yang berlalu lalang dan bahkan ada yang parkir lagi didepan ruangan
B : Hanya orang tuli yang tidak merasa terganggu dengan suara kerata yang begitu dekat! Apalagi kalau mereka lewat dan parkir didepan ruangan tambah buyar konsentrasinya
2.      Apa saja gangguan yang anda rasakan?
A : kalau gangguannya sih ada beberapa hal juga, contohnya ruangan papan seperti ini, gak semangat banget tahu gak belajarnya sudah panas, kursi kayu, dah tu kalau diruangan sebelah lagi belajar atau ribut kedengarannya sampai ke ruangan lain.
B : Ya sama seperti teman-teman yang lain, saya juga merasa terganggu contohnya saja waktu lagi quis kemaren tu, hilang konsentrasi saya karena ada sebagian mahasiswa dengan sepeda motornya lewat dan parkir didepan ruangan. Sebenarnya itu kan bukan untuk lintasan kereta, tapi ya mau bagaimana lagi gak ada yang larang.
3.      Bagaimana reaksi dosen anda saat mengajar?
A : Kebetulan kemarin tu saat mengikuti perkuliahan dengan dosen seorang perempuan. Suara beliau biasanya santai dan agak pelan dan mahasiswa yang sedang memperhatikan penjelasan pun terlihat serius. Namun ketika muncul suara bising dua sepeda motor melintas yang didepan ruangan dosen tersebut terpaksa menerangkan materi dengan volume yang lebih dari biasanya dan mahasiswa pun terlihat asyik tolah toleh mencari dari mana asal suara itu.
B : kalau saya yang melihat sih sebagian dosen tidak memberikan komentar apa-apa tapi bisa kita lihat dari raut wajah mereka sebenarnya mereka sangat terganggu dengan suara sepeda motor tersebut
4.      Menyangkut hal ini, apa yang anda harapkan?
A : kala harapan sih, kita berharap supaya pihak kampus menertipkannya, wong tempat parkir kan sudah disediakan
B : kalau saya ikut saja, karena itu kan untuk kenyamatan kita juga. Tapi kalau  boleh saya kasih tanggapan kenapa sebagian mahasiswa melintas dan parkir disini, ya karena tempat parkir yang disediakan itu sangat tidak layak, kenapa? Karena yang disediakan hanya sebatas garis doang, lantas bagaimana kalau  cuaca panas dan hujan, saya rasa tidak ada seorangpun yang mau menjemur dan memandikan sepeda motor mereka. Oleh karena itu sebagian mahasisa mencari tempat yang lebih kondusif. Tapi sayank, sasaran mereka adalah teras ruangan.

Dari hasil waancara terhadap kedua orang yang  dijadikan sampel untuk persoalan ini dapat kita lihat sebenarnya akar permasalahannya adalah difasilitas dan perhatian pihak kampus yang masih kurang

Nah, disisi lain, jika mau menoleh kebelakang maka dapat dijumpai sebuah fakta yang sedikit menggelitik, yakni fakta mengenai kualitas proses belajar mengajar yang diadakan dikampus ini, bagi sekelompok orang dirasa kurang apabila dibandingkan dengan kampus-kampus di kota yang lain, konon lagi ini merupakan satu-satu universitas di Kota Langsa.

Jika hal -hal yang mengganggu kelancaran dan kenyamanan proses perkuliahan kurang mendapatkan perhatian yang cukup bahkan terkesan diabaikan bagaimana kita bisa dengan cepat menyusul ketertinggalan kita dengan kampus-kampus yang lain.......?  (Musryadanta)

samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Hari PAHLAWAN
Melihat tanggal 10 Nopember, tentu akan terniang dalam benak kita bahwa itu adalah Hari Pahlawan dan mungkin ada baiknya kita sedikit menengok sejarah masa lalu dimana para pejuang kemerdekaan kita dengan taruhan nyawa merebut dan mempertahankan negeri ini mati-matian.

Menyangkut hal itu, apa respon kita ketika memasuki tanggal tersebut? Kenyataannya, kita semua hanya sedikit meluangkan waktu untuk sekedar memperingati hari tersebut tanpa ada respon lain yang cukup signifikan terhadap jasa-jasa mereka. seperti, pemberian tanda kehormatan terhadap keluarga yang ditinggalkan atau lain sebagainya.

Tapi selain itu, apakah yang dikatakan pahlawan adalah mereka-mereka yang telah gugur dalam perjuangan? namun bagaimana dengan pejuang-pejuang yang masih hidup sampai dengan sekarang. Fakta, mereka terlupakan.

Apakah kita tega mengotori perjuangan mereka dengan perbuatan-perbuatan hina masa kini yang menodai semangat perjuangan mereka. Untuk itu, mari kita rias perjuangan mereka dengan memajukan dan membangkitkan dari apa yang telah mereka perjuangankan.