Desember 2011
no image
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Piluhan Mahasiswa Peduli KKR Gelar Aksi Simpati

Puluhan massa yang bergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli KKR melakukan aksi simpatik berupa teatrikal dan orasi dalam memperingati hari HAM se-dunia di Kota Langsa, Jum’at (9/12). Dalam aksinya massa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi itu melakukan long march dari Lapangan Merdeka menuju gedung DPRK Langsa dengan mengusung berbagai poster dan spanduk yang berisi tuntutan dan jeritan suara korban pelanggaran HAM di Aceh.

Dalam orasinya, mahasiswa menilai bahwa penghormatan terhadap nilai HAM dan keadilan adalah mutlak menjadi tanggung jawab pemerintah sebagai konsekuensi pengakuan atas keberadaan instrumen internasional maupun nasional. Sehingga bukti kongkrit bahwa amanahnya telah dilaksanakan sebagaimana mestinya, maka penyelesaian kasus pelanggaran HAM masa lalu perlu menjadi prioritas Pemerintah Aceh dan Pusat. Maka pada momentum peringatan hari HAM se-duania kali ini mereka fokus terhadap pembentukan KKR Aceh.
“Kita sangat menginginkan adanya pengesahan Qanun KKR di Aceh serta adanya komitmen yang kuat dari Pemerintah Aceh dan Pusat tentang pembentukan KKR dan instrumennya di Aceh, sebagai wujud implementasi dari amanat MoU Helsinky dan UUPA,” demikian dikatakan Koordinator Aksi, Mahyuddin yang juga merupakan Presiden Mahasiswa (Presma) Unsam Langsa disela orasinya.

Ia juga mengatakan, perlunya keterlibatan semua pihak untuk mensukseskan terbentuknya KKR Aceh. Tidak hanya korban dan keluarga korban semata, melainkan segenap komponen masyarakat Aceh dan Indonesia secara umum. Tidak lupa pula Mahyuddin mengingatkan bahwa siapapun yang berupaya menghambat terbentuknya KKR Aceh adalah musuh bersama masyarakat Aceh. ” Apakah itu legislatif, eksekutif, masyarakat maupun petinggi KPA,” tegasnya.

Setelah memperlihatkan atraksi teatrikal dan orasi secara bergantian dari beberapa orator, perwakilan massa menyerahkan pernyataan sikap dan petisi kepada Pimpinan DPRK Langsa yang diwakili Wakil Ketua DPRK, Ir T Hidayat yang didampingi sejumlah Ketua Fraksi DPRK setempat.

Pernyataan sikap mahasiswa tersebut diantaranya adalah mendesak legislatif  Aceh (DPRA), Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat untuk segera membahas Qanun KKR Aceh sebagaimana janji yang telah ditanda tangani pada petisi tertanggal 10 Februari 2010 lalu. Kemudian mereka juga meminta untuk dilakukannya pengusutan tuntas kasus pelanggaran HAM di Aceh melalui mekanisme KKR Aceh dan peradilan HAM Aceh serta menghimbau kepada seluruh komponen masyarakat Aceh untuk berkenan mengabadikan situs-situs pelanggaran HAM di Aceh.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRK Langsa, Ir H T Hidayat dalam sambutannya pada saat menerima pernyataan sikap dan petisi mahasiswa mengatakan, atas dasar pertimbangan akan masih adanya ketertundaan hak korban pelanggaran HAM di Aceh. Maka pihaknya menyatakan berkomitmen untuk mendorong pembahasan dan pengesahan Qanun KKR Aceh sebagaimana yang diamanatkan di dalam UU Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, selambat-lambatnya bulan Februari 2012.

“Kami sangat mendukung terbentuknya KKR Aceh. Untuk itu, kami berkomitmen untuk mendorong pembahasan dan pengesahan qanun dimaksud. Kami juga dari unsur Pimpinan dan Ketua Fraksi telah membubuhkan tanda tangan pada petisi itu,” sebut Ketua DPD II Golkar Kota Langsa ini.

Amatan media ini, pada saat penandatangan petisi tersebut turut ditanda tangani oleh Wakil Ketua II DPRK, Ketua Fraksi PA, Demokrat, KSU dan Fraksi Gabungan Bersama serta Ketua Komisi A. Petisi itu nantinya akan ditujukan kepada Ketua DPRA Aceh dan Gubernur. Semoga upaya ini terwujud sesuai dengan harapan korban HAM Aceh.
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Keamanan dan ketertiban kenderaan memang sangat diperlukan oleh semua orang ketika berkunjung ke RSUD Langsa. Namun, keamanan dan ketertiban itu harus dibayar mahal oleh pengunjung. Pasalnya, petugas parkir RSUD Langsa melakukan kutipan “haram” diluar ketentuan Qanun (peraturan daerah-red) yang berlaku. Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal Kaukus Pemuda Pantai Timur, Putra Zulfirman kepada media ini, Jum’at (16/12).


Menurutnya, petugas parkir  RSUD Langsa mengutip retrebusi parkir kenderaan roda dua sebesar Rp 1000 per kenderaan disiang hari, bila malam hari kutipan “haram” tersebut menjadi Rp 2000 per kenderaan sedangkan kenderaan yang menginap (bermalam) dikenai Rp 4000 per unit. Hal ini sangat bertentangan dengan Qanun Kota Langsa nomor 2 tahun 2003 tentang retrebusi parkir sepeda motor hanya sejumlah Rp 500,-.  Dia juga mengatakan praktik pengutipan retrebusi parkit tersebut merupakan metode penjajahan baru yang dilakukan sekelompok orang untuk memenuhi birahi oknum penjajah dimaksud.


“Saya terkejut ketika membayar parkir sebesar Rp 2000, padahal hanya 15 menit saya parkir. Kemudian saya lihat tiket parkir dengan nomor seri 0053321, sangat jelas tertera Rp 500 bukan seperti yang diminta petugas parkir.  ini modus penjajahan baru yang dilakukan petugas parkir RSUD Langsa, jangan sampai praktik ini terus berlanjut, kasihan keluarga pasien maupun penjenguk lain yang sedang membesuk di RSUD ini,” ujarnya.


Lebih lanjut dikatakannya, praktik “haram” tersebut terungkap ketika dirinya berkunjung ke RSUD Langsa guna membesuk teman yang sedang dirawat disana pada malam hari. Dirinya merasa heran dengan modus penjajahan yang dilakukan oknum petugas itu, hal ini tentunya membaya dampak negatif dan jelas merupakan kerugian bagi pengunjung RSUD Langsa.


Hal tidak wajar ini sangat tidak relevan dengan apa yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah, jika pengutipan retrebusi seperti dimaksud memang distor sebagai pendapatan asli daerah (PAD), maka Kota Langsa tidak akan mengalami divisit seperti yang terjadi saat ini.

Untuk itu, Sekjen Kaukus Pemuda Pantai Timur ini mendesak Pemerintah Kota Langsa melalui instansi terkait agar dapat menertibkan pungli haram terhadap retrebusi parkir RSUD Langsa. Apabila ini tidak segera ditindak lanjuti, dirinya siap melakukan gebrakan guna menertibkan parkir RSUD Langsa dengan melaporkan hal ini kepada pihak berwajib karena telah melanggar peraturan yang ada.


“Kita harap instansi terkait segera menindak lanjuti hal ini, bila dalam waktu 2x24 jam tidak ada penertiban maka kita akan laporkan ini ke pihak kepolisian atas dugaan pelanggaran atas Qanun nomor 2 tahun 2003,” tegas Putra.


Bila diambil Rp 1000 katanya, masih dalam batas kewajaran dan tentunya tidak akan terjadi komplain dari pengguna jasa parkir. Namun, jika sampai Rp 2000 yang dikutip tentunya menjadi pertanyaan dan kecurigaan pihaknya atas pelanggaran Qanun dimaksud.


Sementara itu, petugas parkir RSUD Langsa yang enggan namanya disebutkan, ketika dikonfirmasi media ini mengatakan, pengutipan sebesar Rp 2000 per kenderaan yang parkir malam dan Rp 4000 untuk yang kenderaan yang bermalam di RSUD Langsa adalah untuk tambahan uang kopi mereka saat menjaga parkir kenderaan tersebut.
 
Sampai berita ini diturunkan, belum ada satu pihak terkait pun yang dapat dimintai keterangan. Kepala Dinas Perhubungan Kota Langsa dan Direktur RSUD Langsa selaku pihak terkait ketika dihubungi melalui selularnya secara bersamaan ternyata tidak aktif dan berada diluar jangkauan. Demikian pula Short Massege Service (SMS) yang dilayangkan tidak mendapat balasan. (musri)
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Sejumlah mahasiswa sedang membagikan selebaran tentang bahaya HIV/AIDS saat menggelar aksi simpatik pada hari AIDS se Dunia, Kamis (1/12) kemarin.

Seorang pengendara sepeda motor terlihat sedang menerima selebaran dan bunga dari mahasiswa yang menggelar aksi simpati HIV/AIDS
Berita selanjutnya dapat dibaca di :

samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm

Samudra News – Langsa | Aliansi mahasiswa Langsa (AMAL) menggelar aksi peduli HIV/AIDS dibeberapa titik di Kota Langsa, Kamis (1/12) kemarin. Kegiatan ini dilakukan selama du hari dengan membagi berbagai jenis selebaran, diantaranya selebaran tentang HIV/AIDS, Stiker, poster dan ikut juga membagi-bagikan bunga disepanjang lampu merah dan SPBU.

Kegiatan yang dimulai pukul 15.00 WIB tersebut merupakan gabungan dari beberapa perguruan tinggi di Kota Langsa yang diantaranya BEM STIKes CND Langsa, BEM Bustanululum, PEMA Unsam dan BEM STIkes Langsa.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh Samudra News usai aksi tersebut, kegiatan aksi simpatik dilakukan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap maraknya penyakit mematikan HIV/AIDS di Aceh khususnya Kota Langsa.

“berdasarkan data yang kami dapat dari Dinas Kesehatan Kota Langsa, tingkat penularan HIV/AIDS di Kota Langsa dewasa ini ditemukan sebanyak 10 orang dan ini merupakan angka yang tergolong tinggi” Jelas Kafayeddin selaku Wakil Presiden Mahasiswa Unsam Langsa.

Dalam hal ini, ia juga menambahkan bahwa kita tidak perlu menjauhi orang yang mengidap penyakit dan sebaliknya agar dapat merangkul dan memotivasi kepada orang yang telah positif terkena HIV/AIDS.

“mari kita hapuskan stigma dan diskriminasi terhadap orang hidup dengan AIDS” tambah Kafayeddin.
Selanjutnya, menurut Aliansi Mahasiswa Langsa bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Langsa, kegiatan ini juga akan dilanjutkan ke beberapa sekolah tingkat SMA di Kota Langsa pada Selasa (6/12) mendatang, guna mensosialisasi kepada siswa-siswi tentang bahayanya penyakit HIV/AIDS dan upaya pencegahannya.

“kegiatan ini kami lakukan untuk mengingatkan kepada seluruh warga Kota Langsa agar mengetahui bagaimana penularan dan pencegahan penyakit HIV/AIDS dan kepada para orang tua untuk bisa menjaga anak-anaknya dari pergaulan bebas. Selain itu, kami juga akan mendatangi sekolah-sekolah tingkat SMA untuk mensosialisasikan tentang bahayanya penyakit HIV/AIDS tersebut”. Tutup Adi Saparuna. (Musryadanta)