Oktober 2012
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
BLANG PIDIE | Samudra News- Pascahujan dan petir yang melanda kawasan Kabupaten Abdya Selasa (30/10) sore, masyarakat dikejutkan dengan munculnya tulisan berlafaz “Allah”. Tulisan itu muncul di atas rumput dekat pinggir jalan atau dekat pagar rumah milik Sinas, warga Desa/Gampong Gadang atau depan gedung SD Negeri Gadang, Kecamatan Susoh.

Abdul Rani, salah seorang warga di sekitar lokasi, menjelaskan, tulisan itu muncul setelah hujan reda. 

Informasi menarik tersebut segera menyebar, tidak lama kemudian masyarakat mengalir ke lokasi sehingga jalan Desa/Gampong Gadang sempat macet tidak bisa dilintasi mubil. Sampai Rabu sore rantusan warga dari Kecamatan Susoh dan Blangpidie memadati lokasi.

Mereka berdesakan untuk dapat mengabadikan fenomena alam itu dengan kamera hand phone. Sejumlah warga kemudian melindungi permukaan rumput yang memunculkan tulisan arab itu dengan meletak potongan kayu berbentuk segi empat.

Informasi diperoleh Serambinews.com di lokasi muculnya tulisan tersebut, tulisan itu muncul menebal di atas permukaan rumput dan beberapa saat kemudian memudar.[]


samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
BANDA ACEH | Samudra News - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia di Jakarta memilih Lamp On, sebuah komunitas film asal Aceh, untuk menghadiri Jambore Film Pendek 2012 yang akan digelar di Jakarta tanggal 21 sampai 27 November 2012 mendatang.

Lamp On terpilih setelah mendaftarkan dua film fiksi produksi mereka ke panitia pelaksana Jambore. “Kami satu-satunya komunitas film yang lolos mewakili Aceh ke sana,” kata R.A Karamullah, Ketua Komunitas Lamp On, Rabu 31 Oktober 2012 di Banda Aceh.

Ariska, salah satu anggota komunitas Lamp On, menyebutkan dua karya film fiksi yang dikirimkan adalah “Jameun Jinoe” dan “Habis Terang Terbitlah Gelap”. Para pemeran dalam film fiksi itu rata-rata mahasiswa Aceh.

Pada website resmi Jambore Film Pendek 2012, kegiatan itu digelar pemerintah dalam menggalakkan industri kreatif dengan mempertemukan komunitas film pendek.

Acara juga diharapkan menjadi ruang apresiasi presentasi bagi sineas muda berbakat yang akan berkembang setiap tahunnya, serta menumbuhkan spirit kreatif para pembuat film independen dalam meningkatkan produksi film pendek di Indonesia.

Selain itu, Jambore juga dibentuk sebagai forum berskala nasional bagi komunitas film untuk bertukar informasi dan pengalaman dalam menuangkan karya-karya yang berbasis nilai budaya, kearifan lokal serta pembangunan karakter bangsa.

Berdasarkan informasi yang tertera di website, ada 25 karya film dinyatakan lolos seleksi dari total 218 karya yang mendaftar.[]


sumber: atjehpost.com
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Suasana sejuk langsung terasa saat melangkahkan kaki ke sebuah ruangan. Satu set sofa coklat serasi dengan gorden jendela berwarna senada. Di bagian lain ruangan, sebuah sofa tunggal warna hitam berlapis ungu terlihat kosong. Di dekatnya ada serumpun anggrek ungu yang terletak di pintu masuk.

Di dinding ruangan terdapat tiga bingkai besar berisi foto Presiden RI, Wakil Presiden, dan lambang negara Garuda Pancasila. Ada juga foto Kepala Polda Aceh Irjen Pol Iskandar Hasan.

Sebuah televisi terconggok di ruangan. Di pojok atas, kamera CCTV mengintip rungan tersebut. Lalu, sebuah meja kerja dan seperangkat laptop di atasnya. Di pojok meja sebuah cangkir bermotif batik warna cokelat tampak sangat elegan. Di belakang meja ada sebuah kursi dengan bantal berwarna merah jambu. Kesannya feminim dan ceria.

Di ruangan inilah sehari-hari Iptu Vita Indrawati AMd. IK menjalankan tugasnya sebagai Kepala Kepolisian Sektor Ulee Kareng. Ia membawahi lima kepala unit dan dua kepala seksi.

Saat ditemui The Atjeh Post pada Senin 20 Februari 2012 lalu, Vita, begitu ia biasa disapa, tampak berwibawa dengan balutan pakaian dinasnya. Pun begitu, kesan feminim tampak jelas dari kaus kaki merah jambu yang tersembunyi di balik sepatu yang hitam mengkilat. Wajahnya hanya disapu make up minimalis. Ia terlihat ramah.

Di bagian depan pakaian dinasnya terdapat beberapa tanda khusus kepolisian seperti tanda pangkat, tanda kewenangan, brivet penyidik, brivet skuba diving, dan brivet SAR darat. Sedangkan di kedua kerahnya terdapat tanda ivolet berlambang padi dan kapas. Lengkap dengan emblem Bareskrim di lengan sebelah kanan, juga tali kur dan peluit.

Menjadi aparat penegak hukum rupanya memang telah menjadi cita-citanya sejak kecil. Sang Kapolsek yang masih lajang ini mengaku bahwa bila seandainya ia tidak menjadi seorang polisi wanita, maka ia tetap akan menaruh minat khusus di bidang hukum, seperti kejaksaan.

Dilahirkan pada 18 Juni 1986 di Surabaya, umurnya memang boleh terbilang masih sangat muda dengan jabatan yang diembannya saat ini. Ia lulusan 2007 Batalyon Bhakti Satria dari Akademi Kepolosian Semarang. Tetapi sikap profesionalisme sangat jelas terlihat dari bahasa tubuh dan caranya berbicara. Lugas dan fleksibel.

Begitu selesai pendidikan Vita langsung ditempatkan ke Aceh pada tahun 2008 dengan jabatan Kanit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak) di Polres Lhokseumawe. Di unit ini ia banyak menangani kasus-kasus kekerasan dalam rumah tangga dan tersangka anak. Karirnya terus naik dengan menjadi Kepala Unit Narkoba di tahun 2009, lalu menjadi Kepala Satuan Narkoba pada 2010.

Tentu tidak sedikit pengalaman pengalaman menarik selama ia bertugas di kepolisian, terutama saat menjabat di unit dan satuan narkoba. Perempuan penyuka warna ungu ini mencontohkan saat ia dan timnya mencari jejak ladang ganja di daerah Sawang, Aceh Utara. Ia menjadi ketua tim dan satu-satunya perempuan di mana seluruh anak buahnya adalah laki-laki.

Mereka menempuh perjalanan sekitar dua jam dari Lhokseumawe untuk mencapai lokasi terdekat ladang ganja. Bahkan setelah itu pun perjalanan dilanjutkan dengan perjalanan kaki sampai mereka menemukan apa yang dicari. Mereka menyusuri sungai-sungai kecil di hutan, karena ladang ganja biasanya berada tidak jauh dari sumber air. Saat malam hari, kata Vita, mereka tidur di hutan dengan membuat tenda atau di rangkang (gubuk) kosong, dengan membuat api unggun sebagai sumber penerangan.

Ketika operasi seperti itu, Vita memang mengaku kadang-kadang timbul rasa was-was dan takut karena mereka tidak bisa memprediksi situasi di lapangan. Tetapi ia hanya menyerahkan dirinya kepada Allah SWT.

Berbagai perasaan muncul dalam dirinya. Sebagai seorang perempuan yang masih muda, ia merasa sangat sedih dengan apa yang dilihatnya. Ia mengkhawatirkan nasib anak-anak penduduk di daerah tersebut, bagaimana masa depannya, bagaimana sekolahnya, jika mereka menjadi korban dari penyalahgunaan narkoba yang sangat mudah mereka dapatkan.

Namun, ada juga rasa puas yang menghinggapi dirinya karena tim yang ia pimpin berhasil menemukan ladang ganja tersebut. Apalagi saat tanaman berperdu itu dimusnahkan. Tentu saja itu merupakan pencapaian yang tidak mudah diungkapkan dengan kata-kata selain rasa syukur kepada yang maha kuasa.



Tiga tahun di Lhokseumawe, Vita dipindahkan ke Banda Aceh pada 2011 lalu dengan jabatan sebagai Kanit Pidana Umum di Polresta Banda Aceh. Tak lama setelah itu pada 2 November di tahun yang sama ia mendapat jabatan di tempatnya yang sekarang dan dilantik pada 19 November 2011.

Namun, tidak semuanya berjalan mulus. Dalam menjalankan tugasnya banyak aral ia temui. Anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Almarhum Sudarno dan Tuminingsih ini kerap mendapat diskriminasi dari rekan-rekan sejawatnya yang lelaki. Seperti misalnya dianggap remeh serta dianggap tidak memiliki kecakapan dalam hal memimpin, karena dirinya seorang perempuan.

Tapi hal itu tidak membuat Vita berkecil hati. Kondisi itu justru membuatnya semakin bersemangat dan terpacu untuk membuktikan bahwa perempuan juga bisa memimpin. Dengan prinsip hidup yang dipegangnya Vita berkomitmen bahwa ia semaksimal mungkin akan berusaha mengubah kesan negatif terhadap perempuan. "Agar kedudukan perempuan menjadi setara dengan laki-laki."

Menurut dia dalam beberapa hal perempuan justru bisa lebih sukses karena perempuan lebih ikhlas dalam bekerja, lebih mau berpikir, dan menggunakan hati.

“Perempuan tidak egois, dalam bekerja pendekatan yang dilakukan perempuan juga berbeda, lebih mengutamakan komunikasi,” kata Vita sambil menunjukkan cincinnya yang bermata ungu. Sajadah dan mukenanya juga ungu.

Ini juga yang menginspirasi Vita dalam menentukan kebijakan-kebijakannya. Seperti misalnya tidak melakukan kekerasan secara fisik kepada tersangka dalam kasus-kasus yang ditanganinya. Dalam mengungkap sebuah kasus ia tetap mengutamakan asas praduga tidak bersalah.

Iptu Vita dibesarkan di lingkungan keluarga yang selalu mengedepankan nilai-nilai kedisiplinan, kejujuran, dan hemat. Almarhum ayahnya seorang pegawai negeri di Pelabuhan Tanjung Perak. Ketika ia dewasa dan menjadi pejabat negara seperti sekarang, nilai-nilai yang diajarkan orang tuanya itulah yang membuat Vita menjadi pribadi supel dan disenangi rekan-rekannya.

Ia mudah bergaul dengan masyarakat. Setiap hari libur bila ada kesempatan ia akan menghabiskan waktunya untuk berolahraga renang atau bersepeda dengan teman-temannya di komunitas sepeda Fixie Kutaradja. Kadang Vita hanya menghabiskan waktu libur untuk membaca novel-novel bergenre romantis yang sangat disukainya.

Nur Ilhami, bawahan Vita di Polsek Ulee Kareng, mengatakan sebagai atasan Vita selalu ada untuk anggotanya. Ia juga memperlakukan mereka seperti keluarga sehingga dalam menjalankan tugas mereka merasa sangat nyaman. Ia juga lebih responsif terhadap isu-isu perempuan. Terkadang mereka menghabiskan waktu bersama di luar tugas sebagai polisi wanita. “Ibu seorang yang supel dan ramah,” kata Nur Ilhami.[]


sumber: atjehpost.com
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
LANGSA |  - Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Langsa pada 9-11 November 2012 mendatang akan menggelar turnamen bulutangkis se-Aceh. Turnamen ini akan dipusatkan di gedung PBSI Matang Seulimeng, Kota Langsa.

Ketua Umum PBSI Kota Langsa, Joni yang didampingi Ketua Pelaksana Kegiatan, Syarifuddin Z dan Sekretarisnya Riswandar mengatakan, pertandingan tersebut akan dibagi dalam dua partai. Masing-masing partai ganda putra dewasa (A), dan partai ganda putra dewasa (B).

Syarat partai ganda putra dewasa (A), diberikan ketentuan yaitu atlit Porda tahun 2006 tidak boleh berpasangan. Kemudian pada katagori B tersebut dengan ketentuan atlit Porda mulai tahun 2006, tidak boleh ikut bermain di partai ini.

“Kita rencanakan nantinya pada pembukaan pertandingan perdana turnamen ini bisa dibuka resmi oleh Walikota Langsa Usman Abdullah,” ujarnya.

Sementara itu, pendaftaran peserta dimulai sudah sejak tanggal 30 Oktober 2012 kemarin serta berakhir pada tanggal 7 November 2012 mendatang.

Joni mengatakan, tujuan turnamen yang digelar PBSI Kota Langsa ini guna mencari bibit atau genarasi baru di dunia olahraga bulutangkis Aceh yang dirasakan selama ini sudah mulai menurun drastis prestasinya.

“Terlebih persiapan masing-masing daerah dalam rangka menyambut Pekan Olahraga Daerah tahun 2014 yang rencananya akan digelar di Kota Lhokseumawe."

Selain itu, turnamen yang dilaksanakan ini tentunya bisa menjadi salah satu corong dalam mempererat silahturahmi sesama atlit bukutangkis yang ada di Provinsi Aceh. Karena, kata dia, even-even olah raga ini sangat jarang dilaksanakan di Aceh.

Dia berharap, kepada atlit-atlit bulutangkis di Aceh bisa mengikuti turnamen yang dilaksanakan itu. Begitu juga halnya dengan Pengda PBSI Aceh, dirinya meminta agar lebih konsen dalam menggelar turnamen-turnamen bulutangkis seperti yang dilaksankan PBSI Kota Langsa.

"Jika tidak dilakukan pembinaan bagi atlit yang sudah ada serta terus membangun generasi baru, maka tak ayal dimasa mendatang atlit bulutangkis Aceh akan hilang dengan sendiri,” ujar Joni.[]



sumber: atjehpost.com
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Jogyakarta| Samudra News - Sebagai kota yang dikenal dengan sebutan Kota Pelajar, Yogyakarta pun tak bisa lepas dari persoalan lain yang terkait dengan banyaknya pelajar rantau di sana. Salah satunya adalah bisnis prostitusi yang dilakukan oleh para mahasiswi di sana dengan berbagai latar belakang dan alasan.

"Ayam kampus", adalah sebutan umum bagi para mahasiswi yang tak hanya belajar di kampus, tetapi juga menjajakan dirinya menjadi pekerja seks komersial (PSK) terselubung. Umumnya, himpitan masalah bagi para mahasiswi yang merantau atau latar belakang keluarga yang broken home menjadi alasan awal bagi mereka untuk kemudian terjun ke dalam pelacuran.

Setidaknya, kesaksian itulah yang diperoleh Kompas.com saat menemui "MY" dan tiga rekan mahasiswi "seprofesi" lainnya. Gadis berusia 22 tahun itu mengaku terjun ke praktik "esek-esek" akibat tekanan biaya hidup. Keempat "ayam kampus" mengaku mengalami kesulitan finansial untuk hidup dan sekolah di Yogya.

Berbeda lagi pengakuan "BG", mahasiswi sebuah universitas swasta di Yogyakarta. Ia memilih profesi "ayam kampus" lebih karena tuntutan pergaulan yang highclass. "Waktu itu utang saya ke teman-teman untuk hura-hura di klub malam cukup banyak. Jadi, waktu seorang teman menawari untuk melayani om-om, ya saya terima saja. Hasilnya sih lumayan dan keterusan deh sampai sekarang," ungkap BG yang ditemui di sebuah kafe di Yogya belum lama ini.

Jika dibandingkan dengan PSK di lokalisasi, keberadaan mahasiswi yang berfungsi ganda ini lebih sulit dilacak keberadaannya. Saat diperhatikan, penampilan dan keseharian mereka di kampus terlihat sama dengan mahasiswi-mahasiswi lainnya. "Orang-orang tidak akan menduga kami ini 'ayam kampus'. Pokoknya sulit dibedakan kalau belum pernah 'pakai'," papar perempuan ini sambil tersenyum.

Fenomena ayam kampus kelihatannya tak akan pernah hilang dari Yogyakarta. Predikat Kota Pelajar bagaikan pisau bermata dua. Pada satu sisi, Kota Pelajar menjadi tempat tujuan orang dari daerah mana pun untuk belajar, namun di sisi lain segala permasalahan yang menyertainya, termasuk fenomena "ayam kampus" akan ikut mewarnai Yogyakarta.[kompas.com]
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Muhammad Yahya | Mahasiswa Fak. Hukum
LANGSA | Samudra News - Sejumlah Mahasiswa Universitas Samudra (Unsam) Langsa mempertanyakan soal pendaftaran/pencalonan diri menjadi Presiden Mahasiswa (Presma) Unsam periode 2012-2013 yang sampai saat ini belum juga dibuka pencalonannya oleh pihak Komite Pemilihan Raya Mahasiswa (KPRM). Rabu (31/10/2012).

Hal tersebut disampaikan Muhammad Yahya mahasiswa Fakultas Hukum kepada Samudra News di kampus setempat, menurutnya beberapa pekan yang lalu pihak Panitia Penyelenggara telah mengeluarkan statement akan dibukanya pendaftaran untuk Presma kedepan setelah berlangsungnya libur hari raya idul adha, namun sampai saat ini pihak panitia belum juga membuka pendaftarannya.

Cukup disayangkan ketika kekosongan di Pemerintahan Mahasiswa (Pema) terlalu lama terjadi, sehingga ada persoalan-persoalan yang terjadi di kalangan organisasi kemahasiswaan tidak ada yang bisa menjembataninya proses penyelesaian masalah, seharusnya pihak Panitia segera membuka pendaftaran calon Presma yang baru, "para kandidat yang ingin mencalonkan diri sudah lama menunggu, namun pihak panitia belum juga membukanya" cetus Muhammad Yahya.

Menurutnya, dengan kekosongan Pemerintahan Mahasiswa yang terjadi saat ini bisa berimbas pada setiap persoalan dan kegiatan-kegiatan mahasiswa, "maka pihak panitia segera membuka pendaftaran" harap Muhammad Yahya. [Irvan Dame]
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm

Oleh : Eddyanto, SST

Warung sederhana milik Nek ( Tgk Abdurrahman )
yang menjadi tempat mangkal favorit PNS
dan pejabat daerah ini dan salah seorang keluarga Nek
sedang memeras air tebu pesanan pengunjung
[Photo/Doc. : Eddyanto, SST]
IDI | Samudra News
WARUNG  kopi sederhana milik Nek yang berada di bawah pohon Asan yang juga sudah terbilang berusia tua di persimpangan jalan Hotel Khalifah Idi Rayeuk, pasca aktifitas pemerintahan Aceh Timur mulai aktif di Idi Rayeuk , kini menjadi tempat mangkal atau kantin favorit bagi pejabat dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) daerah ini.

Setiap pagi dan juga siang hari terutama pada hari-hari dinas, warkop sederhana milik Nek ( nama asli Abdurahman-red ) selalu dipenuhi para PNS yang hendak sarapan pagi ataupun sekedar minum secangkir kopi. Tidak itu saja, di warkop sederhana milik Nek yang berkonstruksi sederhana/ala kadarnya dengan tidak berdinding lengkap karena hanya menempel pada dinding beton Kantor Pengadilan Negeri (PN), Nek juga menyediakan air tebu segar yang diolahnya sendiri menggunakan alat tradisional pemeras tebu atau dalam bahasa Aceh disebut Jeungki.

Soal rasa,  jangan khawatir, karena air tebu olahan Nek sudah cukup kesohor di kota Idi Rayeuk ini. Diwarung sederhana ini, Nek juga menyediakan aneka kue basah khas Aceh seperti Bikang, Timpan, Pulut dan lainnya. Semuanya menggugah selera. Nek, dalam bincang singkatnya dengan penulis , Selasa (30/10) kemarin menceritakan bahwa dirinya membuka usaha warung kopi sederhana ini sudah berbilang lama juga.

"Dari sinilah saya hidup dan keluarga. Alhamdulillah, jerih payahnya ini juga tak sia sia. Saat ini malah sebut Nek yang dari segi fisik sudah terbilang lansia atau uzur, pasca aktifitas pemerintahan Aceh Timur total di Idi Rayeuk, warungnya yang dibangun diatas parit persis di sudut jalan persimpangan Hotel Kalifah Idi ini semakin ramai. Soalnya para pejabat dari Asisten hingga Kabag dan Kepala Dinas  juga kerap singgah untuk sarapan pagi atau sekedar menikmati kopi pagi diwarkop miliknya tersebut. []
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Muhammad Nasir | Ketua KNPI Langsa
LANGSA | Samudra News - Peringatan hari Sumpah Pemuda ke 84 yang dilaksanakan di Lapangan Merdeka Langsa, tanpa dihadiri para pimpinan DPRK Langsa.

Ketua Panitia Pelaksana Peringatan Sumpah Pemuda, T Faisal, Rabu 31 Oktober 2012, mengatakan semua pimpinan DPRK Langsa telah diundang untuk mengikuti upacara.

"25 anggota DPRK Langsa juga kita undang, ada beberapa yang hadir, tapi ketiga pimpinan DPRK Langsa tidak satu pun yang hadir dan sampai dilaksanakan upacara tidak ada konfirmasi kepada panitia mengapa mereka tidak hadir," ujar Faisal.

Diberitakan sebelumnya, meskipun diguyur hujan gerimis, upacara peringatan Sumpah Pemuda ke-84 di Kota Langsa berjalan lancar. Wakil Wali Kota Langsa Marzuki Hamid bertindak sebagai pembina upacara.[]



sumber: atjehpost.com
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
IDI RAYEUK | Samudra News - Pegawai yang tidak disiplin sangat merugikan masyarakat karena menerima gaji dan penghasilan lainnya, tanpa menunjukkan kinerja yang baik. Karenanya, pegawai tidak disiplin akan diambil tindakan tegas berupa sanksi.

"Jika memang masih juga tidak ada yang mematuhinya makan akan saya ambil tindak disiplin militer," ujar Hasballah M Thaib selaku Bupati Aceh Timur saat memeriksa absensi pegawai yang berada di lingkungan Setdakab dan Pendopo, Selasa 30 Oktober 2012.

Kata dia, di lingkungan Pemerintah Aceh Timur persentase para pegawai dalam mentaati ketentuan jam kerja masih sangat rendah.

"Kondisi seperti ini sangat mempengaruhi kinerja dari setiap unit kerja dimana pegawai itu ditempatkan," kata Hasballah yang kerap disapa Rocky.

Dia mencontohkan, dari jumlah 253 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Setdakab dan Pendopo Idi, namun yang hadir hanya 62 orang.

"Sementara 191 lainnya pegawai kemana," ujarnya.

Dia juga menyayangkan ada pegawai yang berani melakukan tanda tangan palsu. Hal ini dikatakan Rocky, setelah mendapatkan 40 pegawai yang tidak ada di tempat.

"Setelah kita panggil namanya yang ada tanda paraf, ternyata tidak ada orangnya,“ kata Rocky.

Dia mengatakan, PNS berkedudukan sebagai unsur aparatur negara berarti merupakan bagian dari integral dari pemerintah yang bekerja membantu pemerintah. Baik dalam melaksanakan tugas pemerintahan, tugas pembangunan dan pelayanan bagi masyarakat.

Dia menegaskan, terhitung Rabu 31 Oktober 2012 dirinya akan mengambil tindakan terhadap PNS yang tidak disiplin masuk kantor.

"Bahkan akan saya ambil tindakan seperti tindakan militer. Seperti para pegawai yanga datang terlambat akan kita suruh merayap seperti disiplin militer," tegas Rocky dihadapan para pegawai.[]



sumber: atjehpost.com
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
LANGSA | Samudra News - Diduga melakukan penipuan dan penggelapan uang sebesar Rp 1,97 miliar, karyawan PTPN-I Aceh bagian Administrasi dan Koperasi, Syahrizal, 38 tahun, ditangkap polisi, Jumat 26 Oktober 2012. Korban penipuan oleh Syahrizal mencapai belasan orang.

Berdasarkan penuturan Kapolres Langsa AKBP Hariadi, SIK melalui Kasat Reskrim Iptu Muhammad Firdaus kepada ATJEHPOSTcom, pada 30 Oktober 2012 di ruang kerjanya mengatakan, polisi akan meminta keterangan kepada 19 korban sebagai saksi.

Kata dia, penangkapan tersangka berawal dari laporan masyarakat kepada Polsek Langsa Barat. Saat itu, personel Polsek Langsa Barat langsung menggari Syahrizal di rumahnya guna penyelidikan lebih lanjut.

Namun, setelah pemeriksaan tersangka, ternyata korban mencapai belasan orang. Sehingga kasusnya berikut tersangka dilimpahkan ke Mapolres Langsa, untuk dilakukan pemeriksaan oleh Satuan Reskrim.


Berdasarkan hasil pemeriksaan Satuan Reskrim, tersangka mengakui ada 19 orang yang menjadi korban penipuan dan penggelapan atas perbuatannya dengan total kerugian mencapai Rp 1,97 miliar.
"Sedangkan hasil pemeriksaan dan lampiran yang kita terima, belasan orang yang menjadi korban penipuan tersangka. Tetapi diduga masih banyak lagi," kata dia.



Kata dia, modus yang dilakukan tersangka yaitu dengan cara mengelabui korban untuk berbisnis. Bisnis yang ditawarkan berupa penanaman modal usaha dengan iming-iming mendapatkan persen dari jumlah modal yang diberikan tersangka.

Menurut Hariadi, awalnya persen yang diberikan tersangka kepada korban berjalan lancar hingga dua tahun. Namun, memasuki Mei tahun 2012 tersangka sudah mulai menghilang. Belasan korban berusaha mencari Syahrizal dan akhirnya melaporkan ke polisi karena merasa dirugikan.

Berdasarkan penyidikan polisi, korban mengalami kerugian rata-rata mencapai puluhan juta. Bahkan, ada juga ratusan juta rupiah.

"Saat ini polisi sedang melakukan penyidikan dengan melakukan pemeriksaan saksi-saksi yakni korban itu sendiri."

Akibat perbuatannya, tersangka sudah ditahan di Mapolres Langsa untuk penyelidikan lebih lanjut. Atas perbuatannya, Tersangka akan dikenai Pasal 378 dan Pasal 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan masing-masing dengan ancaman hukuman penjara empat tahun.[]



sumber: atjehpost.com
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm


MUHAMMAD Annis Kelda terpilih menjadi salah satu duta muda Indonesia untuk Australia. Direncanakan dia akan berangkat bersama delapan duta belia Indonesia lainnya pada 2 Novermber 2012 ini.

Lahir di Peureulak, Aceh Timur, pada 12 januari 1988, putra pasangan Burhanuddin - Nuraini ini adalah lulusan Arsitektur Universitas Sumatera Utara, Medan. Annis juga runner-up Duta Wisata Aceh 2012. Acara pemilihan duta wisata ini berlangsung di Hotel Hermes, Banda Aceh, pada 20 Oktober 2012 lalu.

Bagi para duta muda Indonesia mengikuti kegiatan kunjungan ke Australia memberikan pengalaman yang menarik. Mereka berkesempatan untuk mempromosikan Indonesia di sana. Bagi Annis tentu saja bisa mempromosikan Aceh.[]



sumber: atjehpost.com
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto
Gandeng 1.000 Dosen

Jakarta | Samudra News - Membangun budaya antikorupsi dimulai dari bangku pendidikan. Tak heran bila KPK pun menyiapkan kuliah antikorupsi di universitas. Ada 1.000 dosen yang telah dilatih. "KPK sudah melatih 1.007 dosen di 10 wilayah perguruan tinggi yang bekerjasama dengan Dirjen Dikti Depdikbud," kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, Senin (29/10).

Training itu, lanjut Bambang didasarkan atas modul bukti Antikorupsi yang sudah dibuat antara KPK dengan Dikti. "Ini untuk persiapan mata kuliah Antikorupsi di Perguruan Tinggi," tuturnya.

KPK telah mengadakan pelatihan untuk tim pengajar kuliah Antikorupsi dengan metode clustering. "Pelatihan dosennya, misalnya wilayah 1 di pusat kan di Sumut tetapi yang diundang Aceh, Sumut, Sumsel dan Sumbar. Sistemnya clustering," urai Bambang.

Bukan hanya di perguruan tinggi, KPK juga mempunyai modul antikorupsi sejak SD hingga SMA. "KPK juga baru launching buku Tunas Integritas sebanyak lima jilid untuk Kelompok Taman Bermain," jelas Bambang.[]


samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Aceh Utara | Samudra News – Warga Desa Buloh Beureughang, Kecamatan Kuta Makmur Kabupaten Aceh Utara, Hamdani. Menemukan 500 keping uang logam kuno. Selasa, 30 Oktober 2012.


Di sisi depan uang logam tersebut bertuliskan “Victoria Queen”, sedangkan disisi belakang bertuliskan “East India Company” dan juga tercantum tahun pembuatan uang tersebut, yaitu tahun 1845.

Uang kuno tersebut ditemukan Hamdani pada bulan April tahun 2011secara tidak sengaja, pada saat itu dirinya sedang mencangkul tanah untuk membuat lubang. Lubang tersebut digunakan untuk menanam pohon pisang dikebun miliknya yang terletak di Desa setempat.

Pada saat mencangkul tanah, tiba-tiba dirinya melihat sebuah kotak yang sudah usang karena diduga telah lama tertanam di tanah. Setelah kota itu diangkat, Hamdani melihat ratusan uang kuno yang tersusun rapi.

“Kota itu memang sudah rusak, tapi uangnya masih tersusun rapi,” ujar Hamdani.

Awalnya, sambung Hamdani, saya mengira uang tersebut terbuat dari emas. Bahkan beberapa menit setelah penemuan uang tersebut, saya langsung membawa ke toko emas. Ternyata setelah dicek, uang tersebut terbuat dari tembaga.

Hamdani menambahkan, akibat dengan penemuan uang kuno ini. Sempat membuat masyarakat Desa menjadi heboh, banyak warga yang ingin menyaksikan uang tersebut dan bahkan ada yang mengambilnya.

"Setelah saya hitung, ada 500 keping uang yang tersusun rapi di dalam kotak itu," tutur Hamdani.[]


sumber: acehtraffic.com
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Banda Aceh | Samudra News - Mahasiswa yang tergabung ke dalam Jaringan Mahasiswa Kota (JMK) menggelar aksi di bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Senin (29/10) yang menyerukan agar pemuda di Aceh kembali bersatu memajukan negeri.
Selama ini, persatuan para pemuda sekarang dinilai menurun dalam memajukan bangsa.

Koordinator aksi, Nanda Topan, mengatakan, moralitas pemuda sudah mulai terkikis sehingga membuat pemuda menjadi apatis dan sulit melakukan konsolidasi karena banyak faktor yang membuat mereka terpecah.

"Kami menyerukan kepada pemuda untuk bersama-sama menyerukan perubahan demi kemajuan bangsa karena pemuda selama ini sudah tidak bersatu dan banyak mempertontonkan sifat egoistis," katanya. 

Unjukrasa itu diisi juga dengan aksi teatrikal yang menggambarkan pemuda masa lalu yang patriotik dibandingkan dengan sebagian pemuda masa kini yang akrab dengan narkoba dan gaya hidup mementingkan diri sendiri. 

Peserta aksi teaterikal dilumuri dengan cat putih. Sembari menghadap bendera Merah-Putih putih sebagai kecintaan kepada tanah air. Ada pula yang berperan sebagai pecandu narkoba sebagai gambaran rusaknya pemuda zaman sekarang.

Nanda menambahkan, semangat pemuda di Aceh khususnya di Banda Aceh dinilai masih kurang meski tetap bisa memberikan peran dalam pembangunan yang dilaksanakan.

Dalam aksinya, JKM juga membagikan selebaran kepada masyarakat. Isinya antara lain menyerukan pemuda mulai membangun kesadaran sebagai koreksi diri demi persatuan dan memaknai nilai yang terkandung dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.

Mereka juga meminta pemerintah menjamin keamanan individu pemuda dalam perbedaan pemahaman tanpa membela kepentingan sepihak dan berharap seluruh pemuda segera bersatu dengan menjunjung nilai moralitas dan Pancasila.

Walau aksi diikuti hanya beberapa orang, namun turut mengundang perhatian pengguna jalan yang melintas. Sejumlah personel polisi tampak berjaga-jaga. Aksi itu sendiri berlangsung tertib.[]


samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Oleh : Igza Bin Haritsah


PEMBUTUHAN tekad dan keberanian untuk mencetuskan sebuah ikrar suci. Apalagi bersumpah di hadapan negeri. Sumpah bisa menjadi pemicu untuk menggerakkan jiwa bertarung, baik fisik ataupun intelektual. Itu juga yang terjadi ketika Sumpah Pemuda dicetuskan oleh segelintir pemuda yang konon memelopori pergerakan pemuda di Indonesia.

Pemuda merupakan pasukan terbaik sebagai pertahanan negara. Pemuda menjadi garda petarung hebat demi mencapai sebuah misi kehidupan bernegara. Pemuda adalah tonggak perubahan sebuah tanah kehidupan umat manusia. Memanfaatkan kekuatan pemuda artinya bersiap untuk menyongsong kemenangan. Begitu kuatnya faktor pengaruh Sumpah Pemuda hingga mempelopori kemerdekaan Indonesia. Namun sayang, saat ini pemuda seakan larut dengan atmosfer peradaban.

Sumpah Pemuda hanya sebuah euforia tanpa arti apa-apa. Sumpah Pemuda hanya mampu menggerakkan pemuda Indonesia untuk melepaskan diri dari belenggu penjajahan fisik yang dulu dialami oleh Indonesia. Namun, berhadapan dengan penjajahan-penjajahan intelektual, kebanyakan pemuda sekarang lengah. Perlahan-lahan semangat perjuangan itu luntur.

Sumpah Pemuda tidak bersifat global. Orientasinya memang hanya lingkup Indonesia saja. Maka dari itu, bila melihat masalah saat ini yang bersifat global, maka dibutuhkan dorongan yang bersifat global pula. Spirit perubahan secara global itu tak bisa diwadahi oleh Sumpah Pemuda.

Para pemuda seharusnya kembali menyusun ikrar dan sumpah baru demi mengokohkan spirit perjuangan baru. Spirit perjuangan yang mengglobal dengan sebuah gebrakan yang lebih besar ketimbang semangat Sumpah Pemuda. Pada awal kemunculannya Sumpah Pemuda dicemooh oleh orang-orang di sekitarnya karena dianggap sebagai sebuah khayalan semata. Pasalnya, dulu menyatukan bangsa Indonesia seperti sebuah mimpi yang tak berujung. Namun ternyata, persatuan Indonesia terwujud, dan Sumpah Pemuda di elu-elukan.

Karena itu, seiring dengan makin kerasnya pertarungan peradaban, para pemuda khususnya para pemuda Muslim jangan pernah takut dan ciut akan cemoohan orang yang menganggap penyatuan negeri-negeri Muslim menjadi sebuah negara yang satu dan imperium yang akan menguasai dunia (baca: Khilafah) adalah sebuah mimpi. Bahkan nyawa kita pertaruhkan demi sebuah misi suci ini. Ikrar sumpah yang pernah ditorehkan ribuan mahasiswa—sebagai representase para pemuda Muslim—tahun 2009 lalu dalam Kongres Mahasiswa Islam Indonesia (KMII) adalah jawaban atas kekeringan intelektual yang dialami pemuda-pemuda saat ini. Maju dan bergeraklah wahai pemuda. Songsong kemenangan kita; kemenangan para pemuda, kemenangan Islam, kemenangan atas semua peradaban kufur dan kemenangan menuju keridhaan Allah SWT. Allahu Akbar! 

Penulis adalah Peserta Kongres Mahasiswa Islam Indonesia 2009

samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
LANGSA | Samudra News - Rumah Makan Jambo Kencana yang terletak di Jalan A. Yani Langsa menjadi salah satu rumah makan favorit bagi warga Kota Langsa, khususnya bagi kalangan pejabat daerah.

Bangunan yang berukuran 12x12 meter ini dibangun tahun 1992 dan dikenal dengan makanan favoritnya seperti ayam tangkap dan kuah plik u.

Meskipun bangunannya tidak semegah rumah makan di kota-kota besar, tapi rumah makan itu kerap dikunjungi tokoh-tokoh Aceh dan pejabat negara saat bertandang ke Langsa. Bahkan, rumah makan ini juga menjadi tempat makan favorit artis Ibukota di Langsa.

Diantara pejabat lokal dan nasional yang pernah mencicipi makanan di Rumah Makan Kambo Kencana, diantaranya; Wakil Gubernur Aceh, Anggota DPR RI H. Komar, Ketua Umum PSSI Johar Arifin, dan Anggota DPD RI Farhan Hamid.

Selain pejabat daerah dan nasional, rumah makan ini juga pernah dikunjungi artis papan atas Indonesia seperti Team Lo, dan Dedi Petet. Kunjungan tamu istimewa tersebut berhasil diabadikan pemilik Rumah Makan Jambi Kencana dalam bentuk foto dan dipajang di dinding bangunan tersebut.[]


sumber: atjehpost.com
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Elora, 3 Cinta Temaram 


Kesederhanaanmu adalah pujaku.
Ketika lelap mata mulai bingung beradu waktu.
Pada sunyi dan anggunnya gelak tubuh.
Berdiri dirimu dalam dinding kaca yang sulit tersentuh.

Bilamana, 3 kali kusuka pada beberapa hawa.
Tetapi hilang dalam pukat embun yang tersentuh hangat.
Semua begitu cepat terbenam,
seperti hujan yang menghapuskan kemarau kemarin.

Elora, tak suka aku pada cinta.
Sebab terkadang ia hanya bisa dihakimi oleh sudut pandang kita,sebagai manusia.
Meski aku tak jua temukan bagaimana mesti berbuat,
Asmaradana, meluap dalam gores Ranggawarsito.
Meski kami berbeda zaman.
Kutitipkan sajak ini lewat lenguh lembu dan dengung lebah,
ketika kita berpisah.
Dalam sajak dan nyata;
Goresan-goresan hanya cermin retak,
Di bawah temaram malam.

Ciputat, 10 Oktober 2012



Lelaki Kidung Malam . . .



Duhai Ayahanda,
Pernah dirimu bercerita pada nanda.
Bahwa dulu tanah kita yang lapang.
Hilang tak berbekas oleh roda pembangunan.


Duhai, ayahanda.
Bukan aku tak pernah perhatikan.
Kejamnya kebijakan membuang keluarga dan leluhur kita.
Meski dulu leluhur kita pernah bertahta.
Tetapi itu hanya candu belaka.

Duhai ayahanda,
pangestu dinda meninggalkan saung kita.
Menuntut ilmu ke negeri seberang.
Berbekal mimpi dan semangat perubahan.
Kalimasada, aku tak tahu ucapan apa yang engkau ucapkan.
Bahwa nanda berweton 'pertapa'
Meski menghadapi seribu angkara murka.
Kau bilang dalam bahasa krama,
"Wukir asri saka kadohan, yen dicedhaki mbilaheni"

Duhai ayahanda,
12 Poso 1923, Kemis Kliwon.
Dirimu baru saja pulang dari huma.
Kau dapati ananda lahir dalam ketenangan malam.
Kasadasa-Srawana,
Kelak berjalan dalam kesengsaraan.
Mengaduh nasib menyebrang kesusahan.
dalam beribu angkara murka.
Ananda dituntut jadi pendeta.


Duhai Ayahanda,
Sirah nasehat terdengar lirih:

"SAPA NANDUR BAKAL NGUNDHUH, WANI NGALAH LUHUR WEKASANE, GUSTI ALLAHE DHUWIT, NABINE JARIT, GELEM JAMURE EMOH WATANGE, KAYA KODHOK KETUTUPAN BATHOK, SAPA GAWE BAKAL NGANGGO”.


Ciputat, 10 Oktober 2012

= EKO INDRAYADI =
Penulis adalah Mahasiswa UIN Jakarta. Pernah bergabung dalam Komunitas Sastra Senjakala Ciputat, FLP Ciputat, dan FLP Baturaja, Sumatera Selatan. Pertama kali menulis terikat dengan siapa saja. Menulis untuk berbagi kesan dan kesah sebagai seorang manusia yang hidup dan besar di jalanan kota perantauan.
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
LANGSA | Samudra News - Wali Kota Langsa, Usman Abdullah terkejut saat melihat sampah menggunung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pondok Keumuning, Kecamatan Langsa Lama, Senin 29 Oktober 2012.

Padahal, TPA yang pertama kali dibangun oleh BRR Aceh-Nias pada tahun 2007 dengan total anggaran mencapai Rp 9 miliar tersebut, diwacanakan sebagai tempat pengelolaan sampah modern.

Berdasarkan perencanaan, sampah-sampah yang dibuang oleh masyarakat di Langsa akan dikelola kembali sehingga tidak menimbulkan bau dan mencemarkan lingkungan. Sayangnya, perencanaan pengelolaan sampah modern tersebut sama sekali belum difungsikan.

Sehingga sampah-sampah menumpuk di jalan menuju TPA Pondok Keumuning. Kondisi demikian, mengundang reaksi dari Wali Kota Langsa, dengan melakukan kunjungan kerja ke TPA tersebut guna melihat langsung proyek pengelolaan sampah yang sedang dibangun kembali.

Rombongan Wali Kota Langsa bergerak ke lokasi dengan kendaraan roda empat, setelah sebelumnya meninjau lokasi PDAM Tirta Keumuning. Mobil rombongan sempat berhenti karena jalan menuju ke TPA sedang dalam perbaikan.

Rombongan terpaksa mempergunakan double kabin untuk memuluskan perjalanan ke lokasi yang mempunyai jarak tempuh hingga 15 Km tersebut.

Di lokasi, Wali Kota Usman Abdullah terkejut melihat tumpukan sampah yang menyerupai gunung. Untungnya bau dari sampah itu tidak begitu menyengat.

Setelah beberapa menit di lokasi tumpukan sampah, rombongan melanjutkan perjalanan ke tempat pengolaan sampah yang berbentuk kolam besar. Jaraknya hanya beberapa meter.

Di lokasi inilah Walikota melihat dan meninjau seluruh bangunan pengolaan sampah yang sedang dibangun.

Pembangunan pengolaan sampah yang pernah terlantar pasca dibangun BRR, kini sedang dalam proses pengerjaan kembali dengan dana yang bersumber dari APBN 2012. Total dana yang dikucurkan sebesar Rp 4,2 milyar.

Dana tersebut diperuntukkan untuk membangun kolam tempat pengolaan sampah yang pernah terlantar pasca dibangun BRR waktu itu.

Jika ditotalkan jumlah dana yang sudah dikucurkan untuk membangun proyek fungsionalisasi TPA, kurang lebih mencapai Rp 13,2 miliar.[]


sumber: atjehpost.com
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Menhut Zulkifli Hasan
JAKARTASamudra News - Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan, memiliki pengalaman dicaci-maki mahasiswa terkait dengan pengelolaan rawa tripa di Aceh yang dialihfungsikan menjadi kebun kelapa sawit. "Saya dihabisi ketika itu di Bekasi," jelasnya, di Jakarta, Senin (29/10).

Kementerian tuturnya, ketika itu mendengarkan saja luapan emosi dan makian mahasiswa terhadap dirinya. Zulkifli dianggap sebagai orang yang paling bersalah terkait alih fungsi lahan tersebut. Ada belasan, bahkan puluhan mahasiswa yang menghujatnya saat itu.

Intinya, mereka tidak terima dengan alih fungsi lahan rawa tripa di Aceh, karena rawa tersebut dinilai berharga bagi kelestarian alam. Ketiga giliran Menteri Kehutanan kemudian berbicara, ia berkata "Baik. Sudah cukup. Giliran saya berbicara," jelasnya kepada sekitar 250 mahasiswa.

"Yang memberikan izin alih fungsi lahan siapa," tanya Zulkifli. Mereka kemudian menjawab pemberi izin adalah bupati. Zulkifli kemudian menyarankan agar mahasiswa mengkonfirmasi kepada pihak bupati kenapa sampai dialihfungsikan.

"Saya kesini juga mau protes sama bupati," paparnya menceritakan kisahnya saat mengunjungi rawa tripa.

Empat perusahaan perkebunan sawit besar mengalihfungsikan hutan Tripa, membakar gambutnya dan menggali saluran untuk menanam sawit. Kehancuran seluruh hutan yang masih ada di Tripa diperkirakan terjadi sebelum 5 tahun mendatang bila tidak ada tindakan cepat untuk menyelamatkannya.

Rawa Tripa adalah kawasan seluas 61 803 hektar di pantai barat provinsi Aceh di bagian utara pulau Sumatera. Tripa mengandung keragaman hayati yang tinggi, di samping sangat penting bagi penduduk setempat. Tripa juga merupakan penampungan karbon terbesar di Aceh.

Tripa adalah satu dari hanya enam tempat di mana masih terdapat orang utan Sumatera (Pongo abelii) yang terancam, dan salah satu dari situs prioritas UNEP-GRASP untuk spesies tersebut. Saat ini masih ada sekitar 280 ekor, yaitu lebih dari 4% dari jumlah keseluruhan di dunia.[]


sumber: republika.co.id
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Aceh Tamiang | Samudra News - Seorang pekerja bangunan tewas tertimpa proyek Jembatan Gludek di Kecamatan Kejuruan Muda, Aceh Tamiang, Aceh, Ahad (28/10) malam. Hingga kini, korban masih belum dievakuasi karena terjepit besi bangunan.

Jembatan tersebut baru dibangun sekitar 20 meter. Namun, jembatan tiba-tiba roboh karena tiang penyangga yang digunakan untuk mengangkat besi kontrusi tumbang. Robohnya jembatan tersebut menimpa seorang pekerja konstruksi yang berada di lokasi. Korban pun tewas seketika.

Insiden itu diduga karena kurang kuatnya tiang penyangga crane pengangkat besi jembatan yang tiba-tiba jatuh ke sungai.

Sampai Senin (29/10) pagi, polisi dan warga setempat terus melakukan berusaha mengevakuasi tubuh korban yang tertimpa besi jembatan. Namun, proses evakuasi terpaksa dihentikan karena menunggu bantuan mobil crane untuk mengangkat beban yang menimpa korban.[]


sumber: metrotvnews.com