November 2012
no image
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm


BANDA ACEH | Samudra News - Mahasiswa Teknik Elektro Bidang Telekomunikasi Fakultas Teknik Unsyiah akan mengadakan Pelatihan Dasar Antenna dan Fiber Optik selama dua hari, pada Sabtu hingga Minggu (1-2 Desember 2012) di Bale Keurukon fakultas tersebut.

Ketua panitia, Maulisa Oktiana mengatakan, acara tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar tentang antenna dan fiber optik kepada siswa dan mahasiswa. “Kita juga menjelaskan berbagai tipe antenna, fiber optik, dan aplikasinya serta memberikan pemahaman tentang keunggulan-keunggulan antenna dan fiber optik kepada peserta nantinya,” katanya, Kamis (29/11).

Maulisa menjelaskan bahwa sistem komunikasi wireless dan fiber optik merupakan integrasi sisetem komunikasi secara global. “Komunikasi wireless mengunakan antena sebagai media penghubung dan fiber optik mengunakan kabel serat optik sebagai penghubungnya,” ujarnya.
Selain itu, kata Maulisa, peserta juga akan mendemontrasikan cara kerja dan sistem propagasi antenna, serta akan diajarkan cara penyambungan fiber optik.

Menurut Maulisa Oktiana, acara tersebut akan diikuti oleh siswa SMK Telekomunikasi Banda Aceh dan mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Unsyiah sendiri, “khususnya bidang telekomunikasi,” kata Maulisa Oktiana.

Dikatakan Maulisa, kegiatan tersebut diadakan dengan konsep berupa pelatihan selama dua hari dan mengambil tema “Perkembangan Antenna dan Fiber Optik Sebagai Media Telekomunikasi Kini dan Nanti”.

Dijelaskan Maulisa, kegiatan ini dilaksanakan karena melihat perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang begitu pesat dan cepat dikalangan masyarakat modern sekarang ini. “Maka kami terpikirkan untuk membuat sebuah kegiatan, setidaknya bisa memberikan sedikit pemahaman tentang perkembangan telekomunikasi saat ini, seperti fiber optik yang kini mulai banyak digunakan. Jadi untuk itu, kita juga memerlukan sarana komunikasi yang handal, serta membutuhkan sumber daya manusia yang handal juga,” katanya.

“Mengikuti pelatihan yang langsung menghadirkan pemateri yang bergelut di bidang telekomunikasi, akan sangat berbeda dengan hanya belajar dari buku-buku. Di sini kita dapat bertanya langsung kepada ahlinya masing-masing,” kata Maulisa.

Pelatihan tersebut akan diisi oleh pemateri-pemateri yang berkompeten di bidangya. Di antaranya, tim dari PT Telekomunikasi Indonesia, tim dari PT Lintasarta, dan dosen dari Jurusan Telekomunikasi Teknik Elektro Unsyiah sendiri.

Kegiatan itu, kata Maulisa, akan menjadi kegiatan rutin Laboratorium Teknik Telekomunikasi Teknik Elektro Unsyiah setiap tahunnya dalam rangka meningkatkan pemahaman dan pengetahuan setiap siswa maupun mahasiswa yang bergelut di dunia telekomunikasi.

Maulisa berharap, agar para peserta dapat memahami kedua aplikasi sistem itu, “semoga kedua sistem ini dapat dipercaya dan mampu memenuhi tuntutan masyarakat terhadap sistem komunikasi informasinya,” tutupnya. [Redaksi]
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Ketua STAIN ZCK Langsa Dr.H Zulkarnaini
KOTA LANGSA | Samudra News - Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Zawiyah Cot Kala Langsa mewisudakan 585 Sarjana yang ke-12 dilaksanakan di Aula Seuramo Tuha (27/11) yang dihadiri mewakili Gebernur Aceh Drs H.M Ali Basyah MM, Wakil Walikota Langsa Drs Marzuki Hamid MM serta unsure Muspida dan Muspika Kota Langsa.
 
Pembantu Ketua STAIN Bidang Akademik Basri Ibrahim, MA dalam sambutannya mengatakan, setelah lima Tahun penegrian STAIN zawiyah Cot Kala Langsa, ada beberapa hal capaian yang mengembirakan, pada Tahun Akademik 2012-2013 ini tercatat sebanyak 6.029 mahasiswa yang sedang menempuh studi pada tujuh prodi yang ada disekolah ini.
 
Kita juga memiliki tenaga pengajar berjumlah 219 orang yang hamper 96 persen telah berpendidikan S2 dan S3, jumlah ini akan terus bertambah dengan semakin meningkatnya calom mahasiswa yang ingin masuk ke STAIN Zawiyah Cot Kala Langsa, ujarnya.
 
Basri melanjutkan, acara wisuda yang digelarkan ini juga didisi dengan penyampaian orasi ilmiah yang dilakukan oleh Dr Suraiya IT Dosen Fakultas Ushuluddin, IAIN Ar-Raniry Banda Aceh yang berjudul Islam, Modernisme dan Tantangan Global.
 
Dalam orasi Suraiya menegaskan, didalam kalangan pemikiran Islam banyak memnadang tidak ada persoalan antara ilmu dan Agama, bahkan turunnya ayat pertama dimulai dengan ayat yang scientific yaitu Iqra`.Ujarnya
 
Ia menambahkan, banyak Ayat dan Hadits menunjukan bukti bahwa dalam Islam Agama tidak hanya membaerika konfermasi terhadap ilmu tetapi juga menjadi sumber infromasi perkembangan ilmu pengetahuan, agama Islam menjadi paradigma bagi perkembangan ilmu, tanpa ilmu agama akan kehilangan inspirasi-nspirasi baru untuk dikembangkan, demikian juga tanpa ilmu agama akan tertutup dengan ekskusif, paparnya Suraiya.
 
Ketua STAIN ZCK Langsa Dr.H Zulkarnaini (foto) ketika dijumpai Samudranews.com mengatakan, kami menghanturkan terimakasih yang setinggi-tinginya kepada Pemerintah Republik Indonesi melalui Kementrian Agama, Kepada Pemerintah Aceh, Pemerintah Kota Langsa, Aceh Timur, Aceh Tamiang dan lembaga-lembaga Pemerintah Swasta dilingkungan Kota Langsa khusunya dan diseluruh Indonesia umumnya serta kepada masyarakat umumnya yang telah memberikan kontribusi untuk pengembangan dan kemajuan STAIN Zawiyah Cot Kala semoga Allah membalasnya dengan pahala yang berlipat ganda, tuturnya
 
Selanjutnya Ketua STAIN mengucapkan terimakasih atas kepercayaan yang telah bapak dan ibu berikan kepada kami untuk mendidik putra-putri bapak dan ibu semoga ilmu yang telah mereka perolah dapat meningkatkan jiwa kemandirian mereka dan membentuk kepribadiaan yang lebih sesuai dengan tuntutan Islam, semoga ilmu dan kepribadian mereka yang mulia dapat diterapkan ditengah-tengah masyarakat serta dalam Dunia kerja.
 
Kita harapkan semoga mereka menjadi orang yeng bermanfaat bagi Agama, Nusa dan Bangsa. Pada hari ini, mereka secara resmi kami “Pulangkan” kepada bapak ibu untuk kembali berkiprah ditengah-tengah masyarakat, ucapnya. [K.SN-Asrul]
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
BANDA ACEH | Samudra News - Puluhan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ar-Raniry, yang tergabung dalam Koalisi Peduli Mahasiswa IAIN Ar-Raniry (KMP-I) menggelar Shalat jenazah di halaman kampus di Darussalam, Banda Aceh, Selasa, 27 November 2012.

Aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes terhadap hasil pemilihan Presiden Mahasiswa di kampus tersebut. Koordinator aksi, Khadafi Syah, menyatakan aksi tersebut mereka lakukan sebagai bentuk ungkapan matinya demokrasi di kampus IAIN Ar Raniry.

"Sistem demokrasi di kampus sudah tidak sesuai lagi dengan konsep demokrasi yang sebenarnya," kata Khadafi Syah.

Pantauan ATJEHPOST.com, sejumlah mahasiswa melakukan aksi teatrikal dengan membawa keranda jenazah manusia yang dilambangkan sebagai matinya demokrasi yang dimaksud. Dalam aksi itu mereka juga membawa poster yang bertuliskan kata-akata menolak hasil pemilihan presiden mahasiswa dan juga membagikan selebaran kepada mahasiswa lainnya yang lewat di depan kampus.

Setelah melakukan aksi di kampus Darussalam, mereka melanjutkan aksinya di kawasan Simpang Lima Banda Aceh. Aksi yang dilakukan di Simpang Lima juga sama dengan di depan kampus, mereka membawa simbol keranda jenazah dan juga membagikan selebaran. [ap]
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm

LANGSA | Samudra News - Gubenur Aceh Zaini Abdullah mengharapkan para lulusan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Zawiyah Cot Kala Langsa dapat menjadi benteng kokoh untuk mempertahankan syariat Islam di Aceh.

“Saudara diharapkan memberikan peran dalam pembangunan, dan menjadi tembok kukuh untuk mempertahankan dan menjadikan Aceh sebagai pusat pengembangan dan implementasi syariat Islam di Indonesia,” ujar Gubernur Zaini dalam sambutan yang dibacakan M Basyah Ali, Asisten Gubernur Bidang Pemerintahan, Selasa 27 November 2012. M Ali Basyah menyampaikan sambutan itu pada wisuda sarjana STAIN Cot Kala di aula sekolah itu.

Menurut Gubernur Aceh misi memperkuat syariat Islam di Aceh bukanlah pekerjaan mudah, karena pengaruh arus globalisasi begitu deras saat ini yang tidak mungkin dapat dibendung secara parsial.

“Begitu kuatnya arus globalisasi sehingga ada ancaman di masa depan minat masyarakat untuk berkecimpung di lembaga pendidikan Islam akan semakin kecil, semua orang berlomba-lomba mengejar materi dan memperkecil perhatian terhadap agama,” ujar gubernur.

Globalisasi itu, kata gubernur, banyak membawa pengaruh nilai-nilai barat ketimbang budaya timur. “Melihat kondisi saat ini tidak heran kalau masyarakat sangat berkurang ketertarikan terhadap agama karena beratnya pengaruh kapitalisme dan liberalisme saat ini,” ujarnya.

Untuk menghentikan hal itu, saringan yang terbaik adalah agama sehingga pada titik inilah peran para cendikiawan muslim sangat dibutuhkan untuk menyelesai masalah ini. “Pada posisi inilah peran Anda sebagai calon cendikiawan Islam akan diuji agar bisa menyadarkan masyarakat agar mereka tetap peduli dengan agama.”

Pada kesempatan itu Gubernur Zaini juga menitipkan beberapa pesan kepada para wisudawan agar mereka terus meningkatkan pengetahuan keilmuan mereka terutama bidang keagamaan.

Selain itu gubernur juga berpesan untuk membangun kemunikasi yang baik dengan masyarakat, bersikap santun, jangan cepat menyerah dengan tantangan, dan selalu menghormati orang tua. [ap]
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
DENPASAR | Samudra News - Pada penghujung tahun 2012, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Udayana akan menggelar Konferensi Budaya Nasional bertajuk “Transformasi Budaya menuju Indonesia yang Demokratis dalam Perspektif Generasi Muda”. Kegiatan yang akan dihadiri mahasiswa se-Indonesia, berlangsung pada 6 hingga 8 Desember 2012 di Bali.

Selain mengagendakan diskusi guna memahami tantangan dan peluang selama proses transformasi budaya yang terjadi berikut tawaran solusinya dari sudut pandang pemuda, acara pun dimaknai dengan talkshow budaya yang menghadirkan Radhar Panca Dahana, Romo Mudji Sutrisno, Jean Couteau, I Dewa Gede Palguna dan sejumlah budayawan mumpuni lainnya.

Peserta juga akan diajak mengunjungi Subak Jatiluwih yang baru dikukuhkan sebagai warisan budaya dunia UNESCO 2012.

“Kegiatan ini membuka ruang bagi anak muda, khususnya mahasiswa, untuk bicara perihal kebudayaan ditilik dari berbagai aspek. Output-nya berupa rekomendasi kebijakan bagi segenapstakeholder di berbagai bidang seperti pendidikan, hukum, politik, dan ekonomi,” kata ketua panitia, Ni Made Frischa Aswarini.

KBN 2012 hendak mengajak seluruh mahasiswa Indonesia untuk mewarnai dan mengawal dinamika kebudayaan yang tengah berlangsung di Nusantara. “Program ini boleh jadi adalah pertemuan nasional pertama di Indonesia yang diadakan dan diikuti oleh mahasiswa untuk secara khusus membahas isu budaya,” ujar Frischa.

Adapun pendaftaran peserta masih terbuka hingga 30 November 2012. Informasi lebih lanjut dapat diakses di konferensibudaya.wordpress.com, jejaring sosial twitter (@KBUdayana) sertafacebook (Konferensi Budaya Nasional 2012 Universitas Udayana).

Sekilas Tentang Semangat Dasar Penyelenggaraan KBN 2012

Kebudayaan nasional Indonesia adalah suatu proses yang terus menjadi dan senantiasa berubah seiring perkembangan zaman. Kebudayaan nasional yang terdiri dari berbagai kultur daerah yang pada dasarnya memiliki kesamaan-kesamaan tertentu, bertemu dengan nilai-nilai budaya modern semisal multikulturalisme dan demokrasi sehingga mengalami pergeseran, dinamika, dan juga ketegangan.

Sejalan dengan itu, tak pelak terjadi transformasi budaya dari masyarakat tradisional menjadi masyarakat dengan kultur yang mencerminkan kekinian. Transformasi budaya merupakan keniscayaan bagi bangsa Indonesia yang plural dan tengah berupaya mewujudkan demokratisasi di segala lini. Proses tersebut pun tak dapat dihindari mengingat adanya arus globalisasi yang membawa pengaruh luar yang tak tertolak.

Meski demikian, transformasi budaya di Indonesia selama ini cenderung berjalan tanpa adanya kontrol atau pengawasan yang terarah dan terukur. Akibatnya, proses tersebut mengalami sekian hambatan dan tegangan yang memicu paradoks serta alienasi kultural dalam diri manusia Indonesia. Mencermati realita ini, kontribusi apa yang dapat dilakukan oleh para pemuda untuk mengawal transformasi budaya yang telah dan tengah terjadi? Komitmen kebudayaan dan langkah strategis macam apa yang harus dijalankan generasi muda untuk dapat mendukung upaya demokratisasi sehingga dapat memupuk persatuan bangsa dan mampu bersaing di ranah global? Hal ini menjadi latar belakang sekaligus bahasan yang akan diperdalam di Konferensi Budaya Nasional 2012 nantinya. [ap]



Ni Made Frischa Aswarini

Ketua Panitia Konferensi Budaya Nasional 2012

081337216821
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm


* Bebaskan Palestina dengan Jihad dan Khilafah

ACEH TAMIANG | Samudra News - Puluhan aktivis DPD II Hizbut Tahrir Indonesia Aceh Tamiang melakukan aksi di Jalan Lintas Medan-Banda Aceh tepatnya di Depan Kantor DPRK Aceh Tamiang, Senin (26/11). Aksi yang dilakukan dengan menyerukan jihad dan meminta kepada penguasa mengirimkan tentara untuk membebaskan Gaza Palestina dari kekejaman yahudi Israel menarik perhatian sejumlah masyarakat khususnya para pengguna jalan raya. 

Untuk memulai aksi, massa berkumpul di Mesjid Syuhada Karang Baru Kuala Simpang Aceh Tamiang kemudian melakukan longmarch menuju simpang tiga depan kantor DPRK Aceh Tamiang. Dalam aksi kali ini, massa juga ikut diramaikan oleh sejumlah pelajar di Aceh Tamiang.

Usai membacakan lantunan Ayat Suci Al-Qur’an sebagai awal pembukaan acara, Abu Migdad selaku MC sedikit juga memaparkan tentang kebencian orang-orang yahudi terhadap umat Islam. Sesungguhnya kaum yahudi tidak akan pernah senang sebelum umat Islam benar-benar hancur dan menderita atau umat Islam masuk kebelah mereka.

Orator pertama Darliansyah, S.Pd menjelaskan bahwa ketika umat Islam di dunia sudah tidak lagi berpegang teguh pada Al-Quran dan Sunnah Rasul niscaya ketidak berdayaan dari kekejaman para yahudi akan terus dihadapi dan juga oleh semakin terpecah belahnya umat Islam oleh pengaruh ide-ide kufur dan sesat akan semakin membuat umat Islam merasa tidak peduli terhadap kondisi muslim lainnya seperti yang telah terjadi pada umat Islam Gaza Palestina sekarang ini. Para penguasa muslim dinegara kita dan lainnya terlihat diam tanpa merasa bersalah padahal sesama muslim adalah bersaudra. Sangatlah jelas bagi kita bahwa para penguasa-penguasa muslim juga merupakan antek-antek para zionis yahudi sehingga mereka hanya berdiam diri melihat kondisi muslim di Gaza terjajah dan tidak mengirimkan tentara-tentara muslim untuk memerangi Israel.

Dalam orasi kedua yang disampaikan oleh Abu Alya Menegaskan bahwa untuk membaskan umat muslim Gaza  dari keberingasan Israel bukanlah hanya sekedar dengan mengutuk, mengecam dan bukan pula hanya dengan doa dan air mata melainkan dengan perang jihad umat muslim Palestina akan terbebas dari agresi Israel latnatullah. Umat Islam adalah umat terbaik yang Allah ciptakan diatas muka bumi ini dan para yahudi dan nasrani akan sangat merasa ketakutan jika umat Islam di dunia untuk memperjuangkan agama Allah. Untuk itu, mari satukan langkah dan aqidah kita yaitu akidah Islam perangi para yahudi yang sudah sangat jelas ingin menghacurkan Islam yang haq. 

Selanjutnya orasi ketiga juga disampaikan oleh Iqbal, S.HI dengan memperjelas bahwa janganlah menyerahkan masalah kaum muslimin kepada musuh atau antek-anteknya kaum yahudi seperti PBB, Amerika, Uni Eropa atau Liga Arab karena justru akan membuat kaum muslimin di dunia jadi terpecah belah dan masalah Palestina tidak kunjung berakhir. Selain itu, yang menjadi akar masalah Palestina sekarang ini adalah penjajahan dan pencaplokan wilayah kaum muslimin oleh yahudi Israel. Oleh karena itu yang menjadi solusinya adalah merebut kembali wilayah kaum muslimin tersebut dari yahudi Israel.

Selanjutnya, ia juga menambahkan bahwa segala permasalahan tersebut hanya bisa dicapai dengan jihad fisabilillah secara total tanpa ampun yang dikomandoi oleh seorang khalifah dalam Negara Khilafah yang dengan Khilafahlah maka kaum muslimin yang satu setengah milyar ini akan menjadi sebuah kekuatan riil dan tentara-tentara dari negeri kaum muslimin tidak mubazir namun dapat menjadi peninggi kemuliaan Islam dan kaum muslimin.

Aksi berakhir setelah membacakan pernyataan sikap dan doa. Kemudian massa kembali melakukan longmarch menuju ketitik kumpul awal yaitu Mesjid Syuhada Kuala Simpang Karang Baru Aceh Tamiang. [Musri]




 

no image
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... 

Samudra News - Gaza, itulah nama hamparan tanah yang luasnya tidak lebih dari 360 km persegi. Berada di Palestina Selatan, “terjepit” di antara tanah yang dikuasai penjajah Zionis Israel, Mesir, dan laut Mediterania, serta dikepung dengan tembok di sepanjang daratannya.

Sudah lama Israel “bernafsu” menguasai wilayah ini. Namun, jangankan menguasai, untuk bisa masuk ke dalamnya saja Israel sangat kesulitan.

Sudah banyak cara yang mereka lakukan untuk menundukkan kota kecil ini. Blokade rapat yang membuat rakyat Gaza kesulitan memperoleh bahan makanan, obat-obatan, dan energi, telah dilakukan sejak 2006 hingga kini. Namun, penduduk Gaza tetap bertahan, bahkan perlawanan Gaza atas penjajahan Zionis semakin menguat.

Akhirnya Israel melakukan serangan “habis-habisan” ke wilayah ini sejak 27 Desember 2008 hingga 18 Januari 2009. Mereka “mengguyurkan” ratusan ton bom dan mengerahkan semua kekuatan hingga pasukan cadangannya.

Namun, sekali lagi, negara yang tergolong memiliki militer terkuat di dunia ini harus mundur dari Gaza.

Di atas kertas, kemampuan senjata AK 47, roket anti tank RPG, ranjau, serta beberapa jenis roket buatan lokal yang biasa dipakai para mujahidin Palestina, tidak akan mampu menghadapi pasukan Israel yang didukung tank Merkava yang dikenal terhebat di dunia. Apalagi menghadapi pesawat tempur canggih F-16, heli tempur Apache, serta ribuan ton “bom canggih” buatan Amerika Serikat.

Akan tetapi di sana ada “kekuatan lain” yang membuat para mujahidin mampu membuat “kaum penjajah” itu hengkang dari Gaza dengan muka tertunduk, walau hanya dengan berbekal senjata-senjata kuno.

Itulah pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diberikan kepada para pejuangnya yang taat dan ikhlas. Kisah tentang munculnya “pasukan lain” yang ikut bertempur bersama para mujahidin, semerbak harum jasad para syuhada, serta beberapa “peristiwa aneh” lainnya selama pertempuran, telah beredar di kalangan masyarakat Gaza, ditulis para jurnalis, bahkan disiarkan para khatib Palestina di khutbah-khutbah Jumat mereka.

Berikut ini adalah rangkuman “kisah-kisah ajaib” tersebut dari berbagai sumber untuk kita ingat dan renungkan.

Pasukan “Berseragam Putih” di Gaza ...

Ada “pasukan lain” membantu para mujahidin Palestina. Pasukan Israel sendiri mengakui adanya pasukan berseragam putih itu.

Suatu hari di penghujung Januari 2009, sebuah rumah milik keluarga Dardunah yang berada di antara Jabal Al Kasyif dan Jabal Ar Rais, tepatnya di jalan Al Qaram, didatangi oleh sekelompok pasukan Israel.

Seluruh anggota keluarga diperintahkan duduk di sebuah ruangan. Salah satu anak laki-laki diinterogasi mengenai ciri-ciri para pejuang al-Qassam.

Saat diinterogasi, sebagaimana ditulis situs Filisthin Al Aan (25/1/2009), mengutip cerita seorang mujahidin al-Qassam, laki-laki itu menjawab dengan jujur bahwa para pejuang al-Qassam mengenakan baju hitam-hitam. Akan tetapi tentara itu malah marah dan memukulnya hingga laki-laki malang itu pingsan.

Selama tiga hari berturut-turut, setiap ditanya, laki-laki itu menjawab bahwa para pejuang al-Qassam memakai seragam hitam. Akhirnya, tentara itu naik pitam dan mengatakan dengan keras, “Wahai pembohong! Mereka itu berseragam putih!”

Cerita lain yang disampaikan penduduk Palestina di situs milik Brigade Izzuddin al-Qassam, Multaqa al-Qasami, juga menyebutkan adanya “pasukan lain” yang tidak dikenal. Awalnya, sebuah ambulan dihentikan oleh sekelompok pasukan Israel. Sopirnya ditanya apakah dia berasal dari kelompok Hamas atau Fatah? Sopir malang itu menjawab, “Saya bukan kelompok mana-mana. Saya cuma sopir ambulan.”

Akan tetapi tentara Israel itu masih bertanya,

“Pasukan yang berpakaian putih-putih dibelakangmu tadi, masuk kelompok mana?”

Si sopir pun kebingungan, karena ia tidak melihat seorangpun yang berada di belakangnya. “Saya tidak tahu,” jawaban satu-satunya yang ia miliki.

Cerita mengenai “pasukan tidak dikenal” juga datang dari seorang penduduk rumah susun wilayah Tal Islam yang handak mengungsi bersama keluarganya untuk menyelamatkan diri dari serangan Israel.

Di tangga rumah ia melihat beberapa pejuang menangis.” Kenapa kalian menangis?” tanyanya.

“Kami menangis bukan karena khawatir keadaan diri kami atau takut dari musuh. Kami menangis karena bukan kami yang bertempur. Di sana ada kelompok lain yang bertempur memporak-porandakan musuh, dan kami tidak tahu dari mana mereka datang,” jawabnya.


Saksi Serdadu Israel ...

Cerita tentang “serdadu berseragam putih” tak hanya diungkap oleh mujahidin Palestina atau warga Gaza. Beberapa personel pasukan Israel sendiri menyatakan hal serupa.

Situs al-Qassam memberitakan bahwa TV Channel 10 milik Israel telah menyiarkan seorang anggota pasukan yang ikut serta dalam pertempuran Gaza dan kembali dalam keadaan buta.

“Ketika saya berada di Gaza, seorang tentara berpakaian putih mendatangi saya dan menaburkan pasir di mata saya, hingga saat itu juga saya buta,” kata anggota pasukan ini.

Di tempat lain ada serdadu Israel yang mengatakan mereka pernah berhadapan dengan “hantu”. Mereka tidak diketahui dari mana asalnya, kapan munculnya, dan ke mana menghilangnya.

Masih dari Channel 10, seorang tentara Israel lainnya mengatakan,

“Kami berhadapan dengan pasukan berbaju putih-putih dengan jenggot panjang. Kami tembak dengan senjata, akan tetapi mereka tidak mati.”

Cerita ini menggelitik banyak pemirsa. Mereka bertanya kepada Channel 10, siapa sebenarnya pasukan berseragam putih itu?

Apakah pasukan berbaju putih itu adalah MALAIKAT bantuan Allah, sebagaimana Allah telah membantu dalam perang Badar dalam Al-Qur’an?

“(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: "Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut". (QS. 8 : 9)

Suara Tak Bersumber ...

Ada lagi kisah karamah mujahidin yang kali ini disebutkan oleh khatib masjid Izzuddin Al Qassam di wilayah Nashirat Gaza yang telah ditayangkan oleh TV channel Al Quds, yang juga ditulis oleh Dr Aburrahman Al Jamal di situs Al Qassam dengan judul Ayaat Ar Rahman fi Jihad Al Furqan (Ayat-ayat Allah dalam Jihad Al Furqan).

Sang khatib bercerita, seorang pejuang telah menanam sebuah ranjau yang telah disiapkan untuk menyambut pasukan Zionis yang melalui jalan tersebut.

“Saya telah menanam sebuah ranjau. Saya kemudian melihat sebuah helikopter menurunkan sejumlah besar pasukan disertai tank-tank yang beriringan menuju jalan tempat saya menanam ranjau,” kata pejuang tadi.

Akhirnya, sang pejuang memutuskan untuk kembali ke markas karena mengira ranjau itu tidak akan bekerja optimal. Maklum, jumlah musuh amat banyak.

Akan tetapi, sebelum beranjak meninggalkan lokasi, pejuang itu mendengar suara “Utsbut, tsabatkallah” yang maknanya kurang lebih, “tetaplah di tempat maka Allah menguatkanmu.” Ucapan itu ia dengar berulang-ulang sebanyak tiga kali.

“Saya mencari sekeliling untuk mengetahui siapa yang mengatakan hal itu kapada saya. Akan tetapi saya malah terkejut, karena tidak ada seorang pun yang bersama saya,” ucap mujahidin itu, sebagaimana ditirukan sang khatib.

Akhirnya sang mujahid memutuskan untuk tetap berada di lokasi. Ketika sebuah tank melewati ranjau yang tertanam, sesuatu yang “ajaib” terjadi. Ranjau itu justru meledak amat dahsyat. Tank yang berada di dekatnya langsung hancur. Banyak serdadu Israel meninggal seketika. Sebagian dari mereka harus diangkut oleh helikopter. “Sedangkan saya sendiri dalam keadaan selamat,” kata mujahid itu lagi, melalui lidah khatib.

Cerita yang disampaikan oleh seorang penulis Mesir, Hisyam Hilali, dalam situs alraesryoon.com, ikut mendukung kisah-kisah sebelumnya. Abu Mujahid, salah seorang pejuang yang melakukan ribath (berjaga) mengatakan,

“Ketika saya mengamati gerakan tank-tank di perbatasan kota, dan tidak ada seorang pun di sekitar, akan tetapi saya mendengar suara orang yang bertasbih dan beritighfar. Saya berkali-kali mencoba untuk memastikan asal suara itu, akhirnya saya memastikan bahwa suara itu tidak keluar kecuali dari bebatuan dan pasir.”

Sudah Meledak, Ranjau Masih Utuh ...

Sebuah kejadian “aneh” terjadi di Gaza Selatan, tepatnya di daerah AI Maghraqah. Saat itu para mujahidin sedang memasang ranjau. Di saat mengulur kabel, tiba-tiba sebuah pesawat mata-mata Israel memergoki mereka. Bom pun langsung jatuh ke lokasi itu.

Untunglah para mujahidin selamat. Namun, kabel pengubung ranjau dan pemicu yang tadi hendak disambung menjadi terputus. Tidak ada kesempatan lagi untuk menyambungnya, karena pesawat masih berputar-putar di atas.

Tak lama kemudian, beberapa tank Israel mendekati lokasi di mana ranjau-ranjau tersebut ditanam. Tak sekadar lewat, tank-tank itu malah berhenti tepat di atas peledak yang sudah tak berfungsi itu.

Apa daya, kaum Mujahidin tak bisa berbuat apa-apa. Kabel ranjau jelas tak mungkin disambung, sementara tank-tank Israel telah berkumpul persis di atas ranjau.

Mereka merasa amat sedih, bahkan ada yang menangis ketika melihat pemandangan itu. Sebagian yang lain berdoa, “allahumma kama lam tumakkinna minhum, allahumma la tumakkin lahum,” yang maknanya, “Ya Allah, sebagaimana engkau tidak memberikan kesempatan kami menghadapi mereka, jadikanlah mereka juga tidak memiliki kesempatan serupa.”

Tiba-tiba, ketika fajar tiba, terjadilah keajaiban. Terdengar ledakan dahsyat persis di lokasi penanaman ranjau yang tadinya tak berfungsi.

Setelah Tentara Israel pergi dengan membawa kerugian akibat ledakan lersebut, para mujahidin segera melihal lokasi ledakan. Sungguh aneh, ternyata seluruh ranjau yang telah mereka tanam itu masih utuh. Dari mana datangnva ledakan? Wallahu a’lam.

Masih dari wilayah Al Maghraqah. Saat pasukan Israel menembakkan artileri ke salah satu rumah, hingga rumah itu terbakar dan api menjalar ke rumah sebelahnya, para mujahidin dihinggapi rasa khawatir jika api itu semakin tak terkendali.

Seorang dari mujahidin itu lalu berdoa, “Wahai Dzat yang merubah api menjadi dingin dan tidak membahayakan untuk Ibrahim, padamkanlah api itu dengan kekuatan-Mu.”

Maka, tidak lebih dari tiga menit, api pun padam. Para mujahidin menangis terharu karena mereka merasa Allah Subhanuhu wa Ta’ala (SWT) telah memberi pertolongan dengan terkabulnya doa mereka dengan segera.

Merpati dan Anjing ...

Di saat para mujahidin terjepit, hewan-hewan dan alam tiba-tiba ikut membantu, bahkan menjelma menjadi sesuatu yang menakutkan.

Seorang mujahid Palestina menuturkan “kisah aneh” lainnya kepada situs Filithin Al Aan (25/1/ 2009). Saat bertugas di wilayah Jabal Ar Rais, sang mujahid melihat seekor merpati terbang dengan suara melengking, yang melintas sebelum rudal-rudal Israel berjatuhan di wilayah itu.

Para mujahidin yang juga melihat merpati itu langsung menangkap adanya isyarat yang ingin disampaikan sang merpati.

Begitu merpati itu melintas, para mujahidin langsung berlindung di tempat persembunyian mereka. Ternyata dugaan mereka benar. Selang beberapa saat kemudian bom-bom Israel datang menghujan. Para mujahidin itu pun selamat.

Adalagi “cerita keajaiban” mengenai seekor anjing, sebagaimana diberitakan situs Filithin Al Aan. Suatu hari, tatkala sekumpulan mujahidin Al Qassam melakukan ribath di front pada tengah malam, tiba-tiba muncul seekor anjing militer Israel jenis doberman. Anjing itu kelihatannya memang dilatih khusus untuk membantu pasukan Israel menemukan tempat penyimpanan senjata dan persembunyian para mujahidin.

Anjing besar ini mendekat dengan menampakkan sikap tidak bersahabat. Salah seorang mujahidin kemudian mendekati anjing itu dan berkata kepadanya, “Kami adalah para mujahidin di jalan Allah dan kami diperintahkan untuk tetap berada di tempat ini. Karena itu, menjauhlah dari kami, dan jangan menimbulkan masalah untuk kami.”

Setelah itu, si anjing duduk dengan dua tangannya dijulurkan ke depan dan diam. Akhirnya, seorang mujahidin yang lain mendekatinya dan memberinya beberapa korma. Dengan tenang anjing itu memakan korma itu, lalu beranjak pergi.

Kabut pun Ikut Membantu ...

Ada pula kisah menarik yang disampaikan oleh komandan lapangan Al Qassam di kamp pengungsian Nashirat, langsung setelah usai shalat dhuhur di masjid Al Qassam (17/1/2009).

Saat itu sekelompok mujahidin yang melakukan ribath di Tal Ajul terkepung oleh tank-tank Israel dan pasukan khusus mereka. Dari atas, pesawat mata-mata terus mengawasi.

Di saat posisi para mujahidin terjepit, kabut tebal tiba-tiba turun di malam itu. Kabut itu telah menutupi pandangan mata tentara Israel dan membantu pasukan mujahidin keluar dari kepungan.

Kasus serupa diceritakan oleh Abu Ubaidah. salah satu pemimpin lapangan Al Qassam, sebagaimana ditulis situs almesryoon.com (sudah tidak bisa diakses lagi). la bercerita bagaimana kabut tebal tiba-tiba turun dan membatu para mujahidin untuk melakukan serangan.

Awalnya, pasukan mujahiddin tengah menunggu waktu yang tepat untuk mendekati tank-tank tentara Israel guna meledakkannya. “Tak lupa kami berdoa kepada Allah agar dimudahkan untuk melakukan serangan ini,” kata Abu Ubaidah.

Tiba-tiba turunlah kabut tebal di tempat tersebut. Pasukan mujahidin segera bergerak menyelinap di antara tank-tank, menanam ranjau-ranjau di dekatnya, dan segera meninggalkan lokasi tanpa diketahui pesawat mata-mata yang memenuhi langit Gaza, atau oleh pasukan infantri Israel yang berada di sekitar kendaraan militer itu. Lima tentara Israel tewas di tempat dan puluhan lainnya luka-luka setelah ranjau-ranjau itu meledak.

Karena kekejaman zionis yahudi, semua makhluk Allah melawannya, Maha benar sabda Rasulullah SAW dalam haditsnya:

Tidak akan terjadi hari kiamat, hingga muslimin memerangi Yahudi. Orang-orang Islam membunuh Yahudi sampai Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon. Namun batu atau pohon berkata, "Wahai muslim, wahai hamba Allah, inilah Yahudi di belakangku, kemarilah dan bunuh saja. Kecuali pohon Gharqad (yang tidak demikian), karena termasuk pohon Yahudi." (HR Muslim dalam Shahih Jami' Ash-shaghir no. 7427)

“Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mu'min, dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Itulah (karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu), dan sesungguhnya Allah melemahkan tipu daya orang-orang yang kafir.” (QS 8: 17-18)

Selamat Dengan Al-Qur’an ...

Cerita ini bermula ketika salah seorang pejuang yang menderita luka memasuki rumah sakit As Syifa’. Seorang dokter yang memeriksanya kaget ketika mengetahui ada sepotong proyektil peluru bersarang di saku pejuang tersebut.

Yang membuat ia sangat kaget adalah timah panas itu gagal menembus jantung sang pejuang karena terhalang oleh sebuah buku doa dan mushaf Al-Qur’an yang selalu berada di saku sang pejuang.

Buku kumpulun doa itu berlobang, namun hanya sampul muka mushaf itu saja yang rusak, sedangkan proyektil sendiri bentuknya sudah “berantakan”.

Kisah ini disaksikan sendiri oleh Dr Hisam Az Zaghah, dan diceritakannya saat Festival Ikatan Dokter Yordan sebagaimana ditulis situs partai Al Ikhwan Al Muslimun (23/1/2009).

Dr. Hisam juga memperlihatkan bukti berupa sebuah proyektil peluru, mushaf Al-Qur’an, serta buku kumpulan doa-doa berjudul Hishnul Muslim yang menahan peluru tersebut.

Abu Ahid, imam Masjid An-Nur di Hay As Syeikh Ridzwan, juga punya kisah menarik. Sebelumnya, Israel telah menembakkan 3 rudalnya ke masjid itu hingga tidak tersisa kecuali hanya puing-puing bangunan. “Akan tetapi mushaf-mushaf Al-Qur’an tetap berada di tampatnya dan tidak tersentuh apa-apa,” ucapnya seraya tak henti bertasbih.

“Kami temui beberapa mushaf yang terbuka tepat di ayat-ayat yang mengabarkan tentang kemenangan dan kesabaran, seperti firman Allah,

“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka berkata, ‘sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali,’ (Al-Baqarah [2]: 155-156).”

jelas Abu Ahid sebagaimana dikutip Islam Online (15/1/2009).

Harum Jasad Para Syuhada ...

Abdullah As Shani adalah anggota kesatuan sniper (penembak jitu) al-Qassam yang menjadi sasaran rudal pesawat F-16 Israel ketika sedang berada di pos keamanan di Nashirat, Gaza.

Jasad komandan lapangan al-Qassam dan pengawal khusus para tokoh Hamas ini “hilang” setelah terkena rudal. Selama dua hari jasad tersebut dicari, ternyata sudah hancur tak tersisa kecuali serpihan kepala dan dagunya. Serpihan-serpihan tubuh itu kemudian dikumpulkan dan dibawa pulang ke rumah oleh keluarganya untuk dimakamkan.

Sebelum dikebumikan, sebagaimana dirilis situs syiria-aleppo.com (24/1/2009), serpihan jasad tersebut sempat disemayamkan di sebuah ruangan di rumah keluarganya. Beberapa lama kemudian, mendadak muncul bau harum misk dari ruangan penyimpanan serpihan tubuh tadi.

Keluarga Abdullah As Shani’ terkejut lalu memberitahukan kepada orang-orang yang mengenal sang pejuang yang memiliki kuniyah (julukan) Abu Hamzah ini.

Lalu, puluhan orang ramai-ramai mendatangi rumah tersebut untuk mencium bau harum yang berasal dari serpihan-serpihan tubuh yang diletakkan dalam sebuah kantong plastik.

Bahkan, menurut pihak keluarga, 20 hari setelah wafatnya pria yang tak suka menampakkan amalan-amalannya ini, bau harum itu kembali semerbak memenuhi rungan yang sama.

Cerita yang sama terjadi juga pada jenazah Musa Hasan Abu Nar, mujahid Al Qassam yang juga syahid karena serangan udara Israel di Nashiriyah. Dr Abdurrahman Al Jamal, penulis yang bermukim di Gaza, ikut mencium bau harum dari sepotong kain yang terkena darah Musa Hasan Abu Nar. Walau kain itu telah dicuci berkali-kali, bau itu tetap semerbak.

Ketua Partai Amal Mesir, Majdi Ahmad Husain, menyaksikan sendiri harumnya jenazah para syuhada. Sebagaimana dilansir situs Al Quds Al Arabi (19/1/2009), saat masih berada di Gaza, ia menyampaikan,

“Saya telah mengunjungi sebagian besar kota dan desa-desa. Saya ingin melihat bangunan-bangunan yang hancur karena serangan Israel. Percayalah, bahwa saya mencium bau harumnya para syuhada.”

Dua Pekan Wafat, Darah Tetap Mengalir ...

Yasir Ali Ukasyah sengaja pergi ke Gaza dalam rangka bergabung dengan sayap milisi pejuang Hamas, Brigade Izzuddin al-Qassam. Ia meninggalkan Mesir setelah gerbang Rafah, yang menghubungkan Mesir-Gaza, terbuka beberapa bulan lalu.

Sebelumnya, pemuda yang gemar menghafal Al-Qur’an ini sempat mengikuti wisuda huffadz (para penghafal) Al-Qur’an di Gaza dan bergabung dengan para mujahidin untuk memperoleh pelatihan militer. Sebelum masuk Gaza, di pertemuan akhir dengan salah satu sahabatnya di Rafah, ia meminta didoakan agar memperoleh kesyahidan.

Untung tak dapat ditolak, malang tak dapat diraih, di bumi jihad Gaza, ia telah memperoleh apa yang ia cita-citakan. Yasir syahid dalam sebuah pertempuran dengan pasukan Israel di kamp pengungsian Jabaliya.

Karena kondisi medan, jasadnya baru bisa dievakuasi setelah dua pekan wafatnya di medan pertempuran tersebut.

Walau sudah dua pekan meninggal, para pejuang yang ikut serta melakukan evakuasi menyaksikan bahwa darah segar pemuda berumur 21 tahun itu masih mengalir dan fisiknya tidak rusak. Kondisinya mirip seperti orang yang sedang tertidur.

Sebelum syahid, para pejuang pernah menawarkan kepadanya untuk menikah dengan salah satu gadis Palestina, namun ia menolak. “Saya meninggalkan keluarga dan tanah air dikarenakan hal yang lebih besar dari itu,” jawabnya.

Kabar tentang kondisi jenazah pemuda yang memiliki kuniyah Abu Hamzah beredar di kalangan penduduk Gaza. Para khatib juga menjadikannya sebagai bahan khutbah Jumat mereka atas tanda-tanda keajaiban perang Gaza. Cerita ini juga dimuat oleh Arab Times (7/2/ 2009)

Terbunuh 1.000, Lahir 3.000 ...

Hilang seribu, tumbuh tiga ribu. Sepertinya, ungkapan ini cocok disematkan kepada penduduk Gaza. Kesedihan rakyat Gaza atas hilangnya nyawa 1.412 putra putrinya, terobati dengan lahirnya 3.700 bayi selama 22 hari gempuran Israel terhadap kota kecil ini.

Hamam Nisman, Direktur Dinas Hubungan Sosial dalam Kementerian Kesehatan pemerintahan Gaza menyatakan bahwa dalam 22 hari 3.700 bayi lahir di Gaza.

“Mereka lahir antara tanggal 27 Desember 2008 hingga 17 Januari 2009, ketika Israel melakukan serangan yang menyebabkan meninggalnya 1.412 rakyat Gaza, yang mayoritas wanita dan anak-anak,” katanya.

Bulan Januari tercatat sebagai angka kelahiran tertinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya. Setiap tahun 50 ribu kasus kelahiran tercatat di Gaza. Dan, dalam satu bulan tercatat 3.000 hingga 4.000 kelahiran. Akan tetapi di masa serangan Israel 22 hari, kami mencatat 3.700 kelahiran dan pada sisa bulan Januari tercatat 1.300 kelahiran. Berarti dalam bulan Januari terjadi peningkatan kelahiran hingga 1.000 kasus.

Rasio antara kematian dan kelahiran di Gaza memang tidak sama. Angka kelahiran, jelasnya lagi, mencapai 50 ribu tiap tahun, sedang kematian mencapai 5 ribu.

“Israel sengaja membunuh para wanita dan anak-anak untuk menghapus masa depan Gaza. Sebanyak 440 anak-anak dan 110 wanita telah dibunuh dan 2.000 anak serta 1.000 wanita mengalami luka-luka.”

- Dari berbagai sumber -

***
Semoga kita dapat mengambil pengetahuan yang bermanfaat dan bernilai ibadah ...

Bagikan tausiyah ini kepada teman-temanmu dengan meng-klik 'bagikan'/'share' dan undang teman-temanmu gabung dengan klik 'Suggest to Friends'.