Januari 2013
no image
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
terlintas memori masa lalu..
ketika aku masih seperti mereka,
duduk manis di tempat pengajian tpa,
berlomba2 mengeraskan suara membaca ayat2 indah-Nya,
berlari kesana kemari tanpa peduli larangan para ustadzah,

"sayang.. duduk anak sholeh nya mana? jgn lari2,, nanti ustadzah gak kasih hadiah lagi"
kalo udah dibilang masalah "hadiah" segera saya bergegas untuk duduk manis :D
"ustadzah, kalo saiia sudah hafal surat Adh-Dhuha kasih hadiah buku tulis lagi ya"
entah alasan apa,, kenapa suka diberi hadiah buku :D

kali ini,
memori itu berputar terbalik,
ketika aku harus berada di posisi tidak lagi sebagai seorang santri,
senang sekali bertemu dengan mereka,
polos, lugu dan lucu,


"siapa yang bisa baca doa ketika mendapatkan rahmat?"
"saiia ustadzah... saiia ustadzah.." suara mereka menyerbu sambil unjuk tangan
"Rabbana Atina mil ladunka rahmatan wa hayi'lana min amriina rasyada"
"Pintar sekali sayang" pujiku pada anak yang masih duduk di kelas 1 SD
Tiba2 anak kecil itu minta hadiah "Ustadzah,, dhafa mau hadiah power Rangers"
asagfirullah.... kaget mendengar permintaan anak itu
ternyata dimana2 anak kecil itu suka dikasih hadiah untuk disuruh menghafal,
sama sepertiku dulu... 


Memori @Bintang Fajariesty
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Samudra News"Cinta ditolak, murid SD mau bunuh diri." Sebuah judul yang diberitakan disalah satu Media Cetak tentang kondisi generasi cahaya mata yang hidup dalam sistem sekularisme.

Hidup dalam sistem yang membebaskan segala aktivitas ini telah menjerumuskan para generasi bangsa kejurang kegelapan yang sangat dalam. Hal tersebut terbukti seperti yang telah diberitakan oleh salah satu media cetak tentang bagaimana kisah percintaan dua orang anak yang sangat tidak wajar bahkan nyaris berujung pada maut. 


Sikap seperti ini merupakan dampak dari sekularisme di negeri ini yang memberikan ruang kemaksiatan yang sangat bebas.


Bahkan media televisi sendiri cenderung mencontohkan sesuatu yang seharusnya bukan menjadi panutan anak-anak salah satunya adalah aktivitas pacaran yang jelas haram pun, dihalalkan untuk di tonton oleh anak di bawah umur. Sungguh ini merupakan penyesatan yg sangat nyata.

Akibatnya, dalam sistem sekularisme liberal ini, tontonan menjadi tuntunan, dan tuntunan menjadi tontonan. Sehingga tidak aneh jika ada anak SD yang nekat mau bunuh diri gara-gara cintanya ditolak. na'uzubillah.

Tidak pernah terjadi dizaman Khilafah yg hampir 1400 tahun memimpin dunia.

Allah subhanahu wa Ta'ala berfirman "Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)." [QS. 6:116]

39. Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya.
40. kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka". [QS. 15:39-40]


Oleh karena itu, marilah kita kembali ke jalan Allah SWT dengan Syariat Islam sebagai aturan yang menjadi pedoman hidup kita bukan yang lain. Sungguh tanpa kecuali dan tidak ada kata tidak untuk menerapkan syariat Islam secara kaffah diatas bumi Allah sebagai aturan hidup manusia jika kita tidak ingin kezaliman dan kemelaratan terus dihadapi oleh umat. Islam itu solusi dan Islam itu harga mati.

“Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh baginya penghidupan yang sempit, dan sungguh Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta. Berkatalah ia: Wahai Rabbku, mengapa Engkau himpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulu adalah seorang yang melihat? Allah berkata: Demikianlah, sungguh telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, kemudian kamu melupakannya, maka begitu pula pada hari ini kamupun dilupakan. Demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada ayat-ayat Rabbnya, dan sesungguhnya azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal.” (Thaha: 124—127)


Allah SWT berfirman:

“Barang siapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah, Maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” (Ali ‘Imran: 101)

“Hai orang-orang yang beriman, jika kalian menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolong kalian dan meneguhkan kedudukan kalian.” (Muhammad: 7)


Dan Kami telah turunkan kepadamu al-Qur’ân dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. (TQS. al-Mâ’idah [05]: 48)

Selian itu, dalam hadist qudsi, Allah berfirman :''Siapa yang tidak mau bersyukur atas nikmat pemberian-Ku, dan tidak mau bersabar atas cobaan-Ku, maka silahkan saja ia keluar dari kolong langit-Ku dan silahkan ia cari tuhan selain Aku!'' 

Allahu Akbar. Kemana kita harus pergi???  [Musri]
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
BANDA ACEH | Samudra News – Forum Alumni Muharram Journalism College (FAMJC) Banda Aceh hari ini mengadakan diskusi bersama Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Suara Unida Universitas Iskandar Muda (Unida) Banda Aceh, Kamis, 17 Januari 2013.

Acara tersebut dihadiri lebih dari 15 anggota LPM Suara Unida. Diskusi ini dibuka langsung oleh Ketua Divisi Pengembangan Media Kampus, Zulkarnaini Masry dan tiga perwakilan LPM Lensa dari Universitas Muhammadiyah Aceh.

"Untuk saat ini kami baru melakukan kunjungan ke Unida saja, untuk nantinya kami akan berkunjung ke LPM di beberapa kampus yang berada di Banda Aceh dan sekitarnya,” ujar Zulkarnaini.

Diskusi ini merupakan program FAMJC yang bertujuan untuk sharing informasi dari rekan-rekan media kampus. Diharapkan dapat memberikan masukan demi keberlanjutan lahirnya penulis atau wartawan dari kampus yang ada di Banda Aceh dan sekitarnya.

Dengan program ini diharapkan keberadaan pers kampus di masa mendatang bisa dikelola dengan baik oleh mahasiswa. Sementara mahasiswa bisa lebih mengenal media pers dengan baik lagi.

"Kita harapkan dengan adanya pertemuan dan diskusi seperti ini, mahasiswa lebih semangat dan lebih aktif lagi untuk terus menulis di media. Dan media kampus di berbagai universitas dapat aktif dan berjalan lancar,” ujarnya.

Selain itu FAMJC juga berkomitmen untuk membantu mahasiswa dalam mengembangkan media kampus. [ap]

samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
* Terkait Larangan Keluar Malam

LANGSA | Samudra News - Pemerintah Kota Langsa mengklarifikasi aksi demo para mahasiswa asal Langsa yang menamakan diri Aliansi Mahasiswa Kota Langsa. Demo tersebut dinilai salah alamat karena Wali Kota Langsa tidak pernah mengeluarkan intruksi larangan keluar malam bagi pelajar dan mahasiswa mulai pukul 22.00 WIB.

“Pemko Langsa tidak pernah mengeluarkan larangan untuk tidak keluar malam bagi mahasiswa. Sebelumnya di masa PJ Wali Kota ada beberapa imbauan untuk menggalakkan pengajian bakda magrib,” kata Kepala Dinas Syariat Islam, Drs H Ibrahim Latief MMi, Rabu (16/1).

Dikatakan, imbauan yang dikeluarkan di masa PJ Wali Kota itu berbentuk lisan, dan khusus kepada anak di bawah umur agar tidak berkeliaran di malam hari. “Karena saat itu sangat banyak anak-anak pelajar yang berkeluyuran malam di warnet-warnet,” kata Ibrahim Latief.

Mengenai larangan keluar malam, apalagi di masa Wali Kota sekarang, itu belum pernah dikeluarkan. “Kita hanya melarang mahasiswa berbuat mesum, karena selama ini kalangan mahasiswa yang banyak kita temui,” katanya.

Ibrahim juga mempertanyakan aksi mahasiswa tersebut yang menggelar aksinya di Banda Aceh. “Jika tujuannya untuk menekan Pemko Langsa, kenapa aksinya di Banda Aceh, kami menduga ada tujuan tertentu,” katanya.

Intinya, kata Ibrahim, Pemko Langsa tidak pernah mengeluarkan larangan keluar malam bagi mahasiswa. Namun, ke depan, Ibrahim Latief menyatakan akan mengusulka kepada Wali Kota agar mengeluarkan seruan bersama yang melarang para anak usia sekolah supaya tidak berkeliaran di malam hari, apalagi sampai tengah malam.

Bukan Representatif Mahasiswa Langsa

KETUA Umum (Ketum) Himpunan Mahasiswa Pelajar Kota Langsa (Himapalsa), Tata Moeda Taqwa juga mengklarifikasi perihal aksi demo menolak instruksi larangan keluar malam bagi para pelajar dan mahasiswa.

Melalui siaran pers, Rabu (16/1), dikatakan, demo di Bundaran Simpang Lima Kota Banda Aceh bukanlah representatif dari mahasiswa di Langsa.

“Kami selaku Himpalsa ingin mengklarifikasi tentang hal ini. Bahwa aksi ini bukan representasi dari pada mahasiswa pelajar asal Kota Langsa, dan aksi ini tidak di prakarsai oleh Himapalsa,” ujar Tata Moeda Taqwa.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 10 mahasiswa asal Langsa di Banda Aceh yang menamakan diri Aliansi Mahasiswa Kota Langsa berdemo di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Selasa (15/1). 

Mereka menolak instruksi Wali Kota Langsa, Usman Abdullah, yang akan membuat aturan larangan pelajar dan mahasiswa berkeliaran di Langsa mulai pukul 22.00 WIB. [si]
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Langsa | Samudra News  Pengurus Pemerintahan Mahasiswa (Pema) Universitas Samudra (Unsam) Langsa periode 2013-2014 dilantik oleh Rektor Drs.Bahtiar Akob, M.Pd. Kamis (17/1/2013) di aula Fakultas Hukum. Acara pelantikan pengurus baru ini dihadiri ratusan tamu undangan, diantaranya Ketua DPRK Langsa, Ketua DPRK Aceh Timur, PR1, PR2, PR3, para Dekan setiap fakultas dan beberapa tamu undangan lainnya.

Mufti Ryansyah dan Ardiansyah, dilantik sebagai Presma dan Wapresma setelah pada pemilihan raya mahasiswa (Pemira) yang dilakukan pada bulan dember lalu berhasil keluar sebagai pemenang setelah mengalahkan pasangan Amir Hamzah dan Muhajir.

Rektor Unsam berharap kedepan para pengurus yang dilantik bisa menjalankan tongkat estafet sebelumnya, "kami berharap pengurus baru bisa melanjutkan program-program yang belum diselesaikan oleh pengurus sebelumnya" ujar Rektor pada kata-kata sambutannya.

Selanjutnya Rektor juga meminta kepada pengurus Pema untuk sama-sama membantu proses penegerian "Penegerian akan terwujud apabila kita bersatu untuk maju" ungkap Rektor.

Pengurus Pema dilantik dengan SK Rektor Nomor 82/sk.1213. []


samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
LANGSA | Samudra News - Sebanyak 54 orang yang terdiri dari Kepala Sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Pengawas sekolah di lingkungan Pemerintah Kota Langsa dimutasi, Rabu, 16 Januari 2013.

Pelantikan dan pengambilan sumpah kepala sekolah serta pengawas dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kota Langsa, Muhammad Syahril, di aula kantor Walikota Langsa.

"Pengambilan sumpah dan pelantikan jabatan seperti ini merupakan hal yang lumrah dan sering terjadi di suatu lembaga pendidikan. Hal ini merupakan kebutuhan lembaga pendidikan yang membutuhkan kepala sekolah berpotensi dan bisa meningkatkan mutu pendidikan ke arah yang lebih maju di Kota Langsa," ujar Walikota Langsa, dalam amanat tertulisnya yang dibacakan oleh Sekda Kota Langsa, Muhammad Syahril.

Kata dia, pelantikan ini tidak ada kepentingan-kepentingan tertentu tapi demi masa depan pendidikan di Kota Langsa. Hal ini merupakan keputusan objektif dan telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Dan pengangkatan kepala sekolah yang dilakukan hari ini telah sesuai dengan Permendiknas Nomor 28 tahun 2010," kata dia.

Dia mengatakan, kepala sekolah merupakan tugas tambahan diberikan kepada guru yang sudah memenuhi syarat.

"Melalui evaluasi yang telah kami lakukan sebelumnya, ke depan kami akan terus melakukan kebijakan-kebijakan setelah melakukan evaluasi terhadap seluruh kepala sekolah di sekolah masing-masing," tutur dia.

Acara pelantikan puluhan pegiat pendidikan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan, Jauhari Amin, Pasiter Kodim 0104 Aceh Timur, Kapten Nana Sukarna, Kasi Intel Kejari Langsa, Zainal Akmal. [ap]

samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
LANGSA | Samudra News - Sedikitnya 116 pejabat struktural dari eselon II, III, dan IV di jajaran Pemerintah Kota Langsa dimutasi. Mutasi tersebut dilakukan di aula Sekretariat Pemko Langsa, Selasa 15 Januari 2013. 

Berikut nama-nama diantara Pejabat yang dilantik :

1. Asisten keistimewaan Aceh, Pembangunan dan Ekonomi pada Sekretariat Daerah Kota Langsa, Drs Saifuddin Razali, MM, MPd

2. Pj Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata, Kranaini, S.Pd

3. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), Ir Iskandar Syukri, MM, MT

4. Pj Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Aji Asmanuddin, S.Ag, MA

5. Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Ir Fauzi

6. Kepala Satpol PP, Muktarmidi, S.Ag, MA

7. Pj Kabag Humas Sekretariat Daerah Kota Langsa, Hamdani, SE

8. Sekretaris dan Pengelola Keuangan dan Asset, Nurlina, SE, MSi 

9. Pj Sekretaris Dishub Kiminfo, Hermansyah, SH

10. Pj Sekretaris Dinas Pendidikan, Drs. Amir Hamzah

11. Pj Kabag Umum Sekretaris DPRK Langsa, M Hasan, SE

12. Pj Camat Langsa Barat, Yudi Ferdiansyah Putra, SSTP, MSP

13. Sekretaris Dinas Syariat Islam, Zulkifli Puteh, SE

14. Sekretaris BPPBD, Syufaizir, MM

Pejabat Non jabatan

1. Asisten Keistimewaan Aceh, Pembangunan Ekonomi pada Sekretariat Daerah Kota Langsa, M Basyir, SH, MH

2. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Rizal Effendi, SH, MSP

3. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwista, Zainal Abidin, SH

4. Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Drs Mardani, MAP

5. Kabag Humas Sekretariat Daerah, Said Abdul Karim, SE

6. Camat Langsa Barat, Maimun Sapta, SE

7. Sekretaris Dinas Pendidikan, Mahadi, SPd

8. Kepala UPTD Metrologi Diskoperindakop dan UKM, Masrizal, SH.

[ap]

samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
LANGSA | Samudra News -
Sedikitnya 116 pejabat struktural dari eselon II, III, dan IV di jajaran Pemerintah Kota Langsa dimutasi. Mutasi tersebut dilakukan di aula Sekretariat Pemko Langsa, Selasa 15 Januari 2013.

Dalam sambutan Wali Kota Langsa yang dibacakan oleh Wakil Wali Kota Marzuki Hamid mengatakan, dirinya semaksimal mungkin melaksanakan tugas dengan menempatkan pejabat sesuai dengan keahliannya.

"Sehingga ke depan pejabat yang baru dilantik ini bisa menjawab tantangan secara bersama-sama untuk mewujudkan Kota Langsa menjadi kota yang Islami," ujar dia.

Di samping itu, Marzuki Hamid mengatakan, menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi Kota Langsa, masyarakat perkotaan diminta memiliki kepekaan serta kritis terhadap setiap produk yang dikeluarkan pejabat di Kota Langsa.

Kata dia, melakukan reformasi birokrasi menjadi skala prioritas Kota Langsa dengan menunjukan kinerja pelayanan dan kualitas pelayanan bermoral serta berkepribadian baik.

"Kami menerima aspirasi dari masyarakat untuk perubahan yang lebih baik di masa mendatang. Hal itu juga tidak terlepas dari pejabat yang hari ini baru diantik," katanya.

Dia berpesan kepada 116 pejabat struktural yang baru dilantik agar amanah pada jabatan yang diberikan.

"Harus dijaga dengan sebenarnya dan jabatan ini bukan warisan yang bukan diperjualbelikan. Jika ada jabatan yang dibeli ini merupakan perubatan yang sangat bodoh," kata dia.

Pelantikan dan pengambilan sumpah dilakukan oleh Wakil Wali Kota Langsa, Marzuki Hamid yang dihadiri oleh Ketua DPRK Langsa M Zulfri, Sekda Kota Langsa M Syahril, Kasi Intel Kejari Kota Langsa Zainal Akmal, Kabag Sumda Polres Langsa, Kompol Jufri, Pasiter Kodim 0104 Aceh Timur, Kapten Nana Sutriani, unsur Muspida dan Muspika serta para undangan. [ap]

samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
BANDA ACEH – Sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Kota Langsa berunjukrasa di Bundaran Simpang Lima Banda Aceh sekitar pukul 11.00 wib siang tadi, Selasa, 15 Januari 2013.

Aksi tersebut digelar terkait instruksi dari Wali Kota Langsa, Usman Abdullah, yang melarang pelajar dan mahasiswa keluyuran setelah pukul 22.00 wib malam.

Mahasiswa menilai kebijakan tersebut sangat otoriter. Koordinator lapangan aksi, Muhammad Ziaurrahman, dalam aksinya mengatakan, Wali Kota mestinya lebih memperhatikan hal-hal yang lebih penting, yang menyangkut dengan kesejahteraan rakyat.

“Kebijakan tersebut hanya berlaku di tataran bawah, bagaimana dengan elit-elit di atas sama sekali tidak tersentuh,” katanya.

Kebijakan syariat islam katanya, hanya dilihat sebagai tren untuk kepentingan politis, dinilai tidak menyentuh akar persoalan yang terjadi di Kota Langsa.

“Kami menuntut kepada Wali Kota untuk fokus pada kebijakan pengurangan angka pengangguran, kemiskinan dan memangkas anggaran APBK yang hanya untuk pegawai, serta menghapus dana aspirasi dewan,” demikian bunyi salah satu tuntutan mahasiswa. [ap]

samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Ilustrasi
Banda Aceh| Samudra News - Akhir-akhir ini penegakan qanun khalwat baik yang dilakukan oleh pemuda gampong kerap menimbulkan kekerasan. Padahal ini merupakan kegiatan yang terpuji untuk mencegah terjadinya maksiat di tanah Aceh. Sehingga akibat prilaku itu terkesan kegiatan terpuji itu berubah menjadi tindakan tercela.

Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Ketua Majelis Duek Pakat Mukim (MDPM), Tgk.Mahmud Abdullah sangat menyayangkan itu terjadi. Karena selama ini atas nama penegakan qanun khalwat sering menjustifikasi atas nama penegakan adat. Padahal belum tentu ada hubungannya dengan adat dan ini perlu diluruskan.

"Sering pemuda gampong mengarak pelaku khalwat, bahkan ada yang memukul serta ada yang minta uang, itu bukanlah adat Aceh," ujar Tgk.Mahmud Abdullah pada, Senin (14/1/2013).

Menurut Tgk.Mahmud, ini perlu segera diluruskan agar tidak salah persepsi ditengah-tengah masyarakat. Hal ini mengingat kekerasan, pemerasan sudah dijadikan alasan atas nama adat di Aceh.

Tgk.Mahmud justru menghimbau kepada saluruh lapisan masyarakat untuk segera menghentikan prilaku kekerasan atas nama adat. Kalaupun ada menemukan pelaku khalwat atau mesum di gampong, agar tidak diselesaikan dengan kekerasan, selesaikanlah dengan musyawarah dan bijaksana.

Ia kembali menambahkan, perilaku kekerasan dan pemerasan tersebut telah keluar dari koridor prinsip-prinsip dasar adat di Aceh. Oleh karenanya, penting perlu ada bimbingan untuk anak-anak muda bimbingan dan memperkenalkan cara-cara adat yang sebenarnya.

"Prinsip dasar adat Aceh itu adalah anti kekerasan, menjaga marwah dan martabat manusia, tidak membuka air orang, menyelesaikan masalah dengan bijak dan penuh persaudaraan," imbuh Mahmud kembali.

Tgk.Mahmud kembali menghimbau kepada semua pihak, baik pemerintah, perangkat gampong, penegak hukum agar tidak gegabah dalam hal mengatasnamakan adat. Hal ini seperti terjadi di Lhokseumawe yang melarang perempuan ngangkang di sepeda motor.

“Janganlah kita merusak citra adat dengan pikiran-pikiran, tindakan-tindakan, dan kebijakan-kebijakan yang lahir bukan dari akal sehat kita” pintanya," katanya kembali. [tgj]

samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
*Warga Minta Pemerintah Sosialisasikan Larangan Keluar Malam Bagi Pelajar

*Pelajar di Kota Langsa mengaku belum mengetahui ada kebijakan pemerintah 

Ilustrasi

LANGSA | Samudra News – Pemerintah Langsa meminta semua gampong di daerah ini menggelar pengajian usai Magrib. Selain itu, pelajar dilarang berkeliaran malam hari.

“Ini instruksi Pak Wali Kota Langsa Usman Abdullah dan telah kita sampaikan ke semua geuchik di 66 gampong,” kata Kepala Dinas Syariat Islam Kota Langsa H Ibrahim Latif kepada wartawan, Kamis, 10 Januari 2013.

Ibrahim Latif menyebutkan, untuk terlaksana program pengajian usai Magrib, tahap awal di tahun 2013 ini Dinas Syariat Islam telah mengalokasikan Rp4,5 juta per gampong sebagai jerih payah untuk teungku seumeubeut (guru pengajian).

Karena itu, Ibrahim Latif berharap para keuchik, teungku imum dan tuha peut gampong berperan menghidupkan pengajian usai Magrib di setiap gampong, masjid, meunasah atau rumah warga.

“Kita juga mohon dukungan orang tua supaya mengarahkan anak-anaknya yang masih usia pelajar mengikuti pengajian, tidak berkeliaran malam hari,” katanya.

Menurut dia, Dinas Syariat Islam bersama Wilayatul Hisbah akan mengawal pelaksanaan instruksi wali kota itu. Apabila ditemukan pelajar berkeliaran malam hari tanpa tujuan yang jelas, kata dia, akan ditangkap dan dipanggil orangtuanya guna diberikan pembinaan.

“Jika pengajian sudah berjalan di setiap masjid, meunasah dan rumah tangga dipastikan anak tidak akan keluar rumah lagi, setelah mengaji mereka belajar pelajaran sekolah dan mengerjakan PR, lalu istirahat,” katanya.

Ibrahim menambahkan, selama ini banyak anak usia sekolah main game di warung internet sampai larut malam. Terkait hal itu, kata dia, pihaknya telah memperingatkan para pengusaha warnet.

“Kita ajak pengusaha warnet bekerja sama menjaga anak-anak bangsa, jangan biarkan mereka main game sampai larut malam”.

Warga Minta Sosialisasikan

Terkait kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Langsa melalui Dinas Syariat Islam, tentang larangan bagi pelajar dan mahasiswa agar tidak berkeliaran pada malam hari setelah pukul 22.00 wib, warga meminta agar disosialisasikan terlebih dahulu.

“Jangan mengeluarkan aturan dan langsung diterapkan tanpa ada sosialisasi kepada masyarakat,” ujar Zulkifli, 55 tahun, warga Kota Langsa, Jumat, 11 Januari 2013.

Selain itu ia juga meminta agar dinas terkait yaitu Dinas Syariat Islam dan Wilayatul Hisbah nantinya tidak gegabah dalam menangkap pelajar atau mahasiswa yang masih berada di luar rumah pada batas waktu tersebut.

Karena menurutnya bisa saja mereka sedang ada keperluan untuk belajar atau keperluan lain yang sudah mendapat izin dari orang tuanya.

Menurut Zulkifli, aturan yang dikeluarkan tersebut baik namun harus disosialisasikan. “Karena dengan demikian maka ini secara tidak langsung membantu para orang tua untuk mengawasi anak-anaknya,” ujarnya.

Pelajar Belum Mengetahui



Sejumlah pelajar di Kota Langsa mengaku belum mengetahui ada kebijakan pemerintah tentang larangan bagi pelajar dan mahasiswa keluyuran di luar rumah setelah pukul 22.00 wib.

"Saya gak tau kalau ada peraturan seperti itu," ujar salah seorang pelajar di Langsa, Reza Ariska,  Jumat malam, 11 Januari 2013.

Menurutnya peraturan tersebut baik, akan tetapi pemerintah harus melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah melalui dinas terkait sebelum aturan tersebut diteapkan. Karena katanya, bagi pelajar yang kurang akses informasi tentunya tidak akan mengetahui tentang larangan tersebut.

"Sangat disayangkan jika di saat mereka keluar malam dan langsung ditangkap, meskipun mungkin tahap awal hanya sebatas nasehat tapi inikan bisa membuat mereka malu,” ujarnya.

Selain itu, ia berharap pihak terkait juga harus melihat bagaimana posisi pelajar yang keluar malam, seperti jika keluar malam dengan sesama teman laki dan sudah ada izin orang tua.

“Inikan harus ada toleransinya terkecuali keluar dengan teman wanita yang bukan muhrimnya hingga larut malam mungkin ini bisa ditangkap,” katanya.

“Apalagi, malam Minggu terkadang kita kan kepingin jalan-jalan dengan teman untuk menghilangkan penat setelah beberapa hari belajar, akan tetapi itupun tidak sampai larut malam atau hingga menjelang pagi hari, maka ini harus diberi kelonggaran sedikit," harapnya. [ap]
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
PALESTINA

Berita masih sama seperti kemarin, hari ini dan mungkin esok
janji akan perdamaian ketinggalan diujung lidah para penguasa jahanam
rakyat menderita, terhina, kelaparan, bahkan dibantai secara mengenaskan
semua negara melihat namun seolah menutup mata tak ada tanggapan

Jangan ditanya perihal dentuman meriam atau selongsong peluru yang berserakan darah tak sempat mengering, sisa organ para korban entah siapa yang sudi mengumpulkan?
kengerian bukan berada di moncong tank-tank baja atau pesawat terbang
justru datang dari janji Tuhan yang telah lama dituliskan

Bumi para pejuang hingga akhir zaman,
saat Sang Nabi turun dari langit memenggal si pendusta dengan pedang
Tanah suci yang diperebutkan
jejak para penyampai wahyu hingga dimakamkan

Sampai kapan?
mungkin belum ada yang berani memberi jawaban,
hingga nanti kan terjadi perang akbar yang membuat perubahan
pohon dan batu-batu berbicara memberitahu dimanakah musuh sembunyi dibelakang
maka itu adalah cerita yang kan membuka alam pikiran.

Tolong disampaikan,
kepada mereka yang peduli dengan saudara seiman
pada negeri yang dipenuhi kemunafikan
ini bukan sekedar soal kekuasaan!

Karya | Recca Aurora


BAGIAN YANG HILANG

Malam telah membiarkan otak berhenti meradang,
pada sistem yang ingin kutendang
atau pada perempuan muda yang duduk mengangkang
menuntut sebuah perubahan akan kehidupan.

Uang adalah sebuah alasan,
karena itulah ada yang terlupakan dalam kenangan
masa perang hilang kini damai telah datang
namun mereka tak pernah berhenti menagih bagian.

Kini kutuliskan
pada dinding kusam sebuah gedung yang lama ditinggalkan,
bahwa cerita masih sama seperti dulu zaman penjajahan,
karena mereka
hanya berganti wajah bukanlah lagi eropa melainkan pribumi berpendidikan.

Dan
detik ini di Januari pada waktu sekarang
ingin mengingatkan kepada semua kawan
jangan diam takkala azan berkumandang.

Lihatlah pertanda akhir zaman......


Karya | Recca Aurora


RECCA URORA
reccaaurora@yahoo.co.id
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm

Hakim Kabulkan Permohonan WALHI Aceh menjadi tergugat intervensi

BANDA ACEH | Samudra News – Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Banda Aceh mengabulkan permohonan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Aceh sebagai tergugat II intervensi. Dalam sidang gugatan yang diajukan PT Kalista Alam terhadap Gubernur Aceh tersebut, Selasa (8/1/2013) hakim menyatakan WALHI Aceh cukup alasan menjadi tergugat intervensi. WALHI Aceh sendiri menyambut baik keputusan tersebut.

Majelis Hakim sidang perkara nomor 18/G/PTUN.BNA yang memperkarakan gugatan PT Kalista Alam terhadap Keputusan Gubernur Aceh , Nomor 525/BP2T/5078/2012 tentang Pencabutan Izin Gubernur  Aceh Nomor 525/BP2T/5322/2011 tentang Izin Usaha Perkebunan Budidaya seluas 1.650 hektar di Rawa Tripa di pimpin oleh hakim Yusri Arbi SH, MH (Ketua), Eko Priyanto SH (Anggota) dan Ade Mirza Kurniawan SH (Anggota). 

Direktur WALHI Aceh, T. Muhammad Zulfikar menyambut baik keputusan majelis hakim tersebut. “Keputusan hakim tepat, ada dua alasan mengapa WALHI berhak menjadi tergugat intervensi yaitu karena sebagai organisasi yang konsen dibidang lingkungan sesuai dengan UU No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan, yaitu organisasi lingkungan hidup berhak mengajukan gugatan untuk kepentingan fungsi pelestarian lingkungan hidup,” jelasnya. Selain itu T. Muhammad Zulfikar mengatakan WALHI Aceh layak menjadi terlibat dalam sidang ini karena keputusan Gubernur mencabut izin lahan milik PT Kalista Alam di Rawa Tripa – Kel, salah satu pertimbangannya adalah keputusan PTTUN Medan atas banding WALHI Aceh.

Sidang dimulai sekitar pukul 11.00 dengan agenda pembacaan replik pihak PT Kalista Alam yang kemudian disusul oleh pembacaan putusan sela tentang permohonan WALHI Aceh. Pengacara PT Kalista Alam yang terdiri Rebecca, Alfian, Melda dan Irianto dalam repliknya meminta majelis hakim membatalkan keputusan gubernur Aceh atas pencabutan Izin Usaha Perkebunan milik PT Kalista Alam. Mereka meminta paling tidak hakim menangguhkan keputusan gubernur tersebut hingga ada keputusan tetap dari MA.

Sementara itu Majelis Hakim menyampaikan alasan penerimaan WALHI Aceh sebagai pihak tergugat II intervensi dengan pertimbangan keputusan PTTUN Medan adalah putusan banding PTUN Banda Aceh yang diajukan oleh WALHI Aceh. Maka dengan itu WALHI Aceh mempunyai kepentingan yang layak untuk mempertahankan haknya dan kepentingan WALHI Aceh paralel dengan kepentingan tergugat lainnya. 

Sedangkan tim pengacara Gubernur Aceh yang terdiri dari Kamaruddin, Amrisaldin, Sabaruddin, Ir. Khaifal dan Saifullah tetap pada eksepsinya yang semula yaitu menolak semua gugatan PT Kalista Alam.

Majelis Hakim memutuskan untuk sidang selanjutnya akan berlangsung dalam dua minggu kedepan, pada hari Rabu tanggal 23 Januari 2013. Hakim memindahkan hari sidang dari Selasa ke Rabu dengan alasan pada hari Selasa ada sidang tertentu yang didatangi cukup banyak massa. [PR-SN]
no image
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm

Penyataan Yenny Wahid dalam acaraa debat disalah satu stasiun televisi swasta (TVOne), Senin malam menuai protes dan bantahan dari berbagai kalangan. Dalam debat tersebut, Yenny Wahid melontarkan pernyataan bahwa tingkat perkosaan di Arab Saudi yang mewajibkan kaum wanita untuk menutup aurat lebih tinggi dibanding negara-negara Eropa yang wanitanya membuka aurat secara bebas.

“Lihat di Arab saudi tingkat perkosaannya lebih tinggi daripada Eropa yang perempuannya banyak memakai bikini,” lontar Yenny dalam sesi debat.


Menyangkut hal tersebut, DPD II HTI Kota Langsa Iqbal, S.HI dalam pernyataan sikapnya yang disampaikan kepada Samudra News dengan tegas membantah pernyataan tersebut. Dalam pernyataan sikapnya Iqbal menjelaskan bahwa itu merupakan PEMBOHONGAN PUBLIK. Menurutnya, negara-negara Eropa jauh lebih tinggi angka pemerkosaan jika dibandingkan dengan Arab Saudi dan ini merupakan kebohongan besar jika ada yang mengatakan di Arab Saudi yang mewajibkan kaum hawa untuk menutup aurat itu lebih tinggi angka pemerkosaan daripada negara-negara Eropa.

Selanjutnya, Iqbal lebih memperjelas bahwa menurut data statistik tentang angka pemerkosaan di 116 negara, 7 dari 10 negara dengan tingkat pemerkosaan tertinggi justru terjadi di negara-negara Eropa. Seperti dilansir nationmaster.com Perancis, Jerman, Rusia, dan Swedia adalah negara Eropa dengan tingkat perkosaan tertinggi di dunia. Dengan rinciannya : France: 10,277 2009, Germany: 7,292 2009, Russia: 6,208 2009, Sweden: 4,901 2009, Argentina: 3,276 2008, Belgium: 2,786 2009, Philippines:2,585 2009, Spain: 2,437 2009, Chile: 2,233 2009, Lesotho: 1,878 2009.

Atas dasar itu, Ketua DPD II HTI Kota Langsa melontarkan pernyataan sikapnya yang terdiri dari tujuh point sebagai bentuk bantahan tegas kepada Yenny Wahid atas pernyataannya yang keliru sekaligus menyampaikan kepada seluruh masyarakat agar untuk terus waspada dan kritis terhadap gagasan-gagasan liberal yang disuarakan oleh kalangan tertentu seperti JIL (Jaringan Islam Liberal).[Musri]


Pernyataan Sikap DPD II HTI Kota Langsa :

  1. Pernyataan yenny wahid bahwa tingkat perkosaan di Arab Saudi yang mewajibkan kaum wanita untuk menutup aurat lebih tinggi dibanding negara-negara Eropa yang wanitanya membuka aurat secara bebas adalah sebuah bentuk KEBOHONGAN PUBLIK.
  2. Padahal fakta yang sebenarnya adalah bahwa tingkat pemerkosaan di Negara-negara eropa jauh lebih besar dari pada di Saudi Arabia, sebagaimana yang dimuat dalam situs NationMaster.com, perancis (10.277 kasus), jerman (7,292 kasus), rusia (6,208 kasus), swedia (4,901 kasus).
  3. Menuntut yenny wahid untuk memohon maaf secara terbuka kepada umat islam atas kebohongannya tersebut.
  4. Pernyataan yenny wahid dan kelompoknya JIL (jaringan Islam liberal) tersebut membuktikan akan permusuhannya dan kebenciannya kepada Islam dan hukum-hukum Islam.
  5. Ini Menunjukkan bukti bahwa kalangan liberal bahkan rela berbohong untuk membenarkan sikap dan pandangannya dalam memusuhi Islam, Syariah, dan umat Islam.
  6. Menyerukan umat untuk waspada dan kritis terhadap gagasan-gagasan liberal yang disuarakan oleh kalangan liberal seperti yenny wahid dan kawan-kawannya (JIL).
  7. Menyerukan umat Islam untuk terus memperjuangkan tegakknya Syariah Islam (hokum-hukum Allah SWT) dalam bingkai Negara Khilafah Islamiyah bersama Hizbut Tahrir, agar Syariah Islam dapat diterapkan secara kaffah. Sehingga stigma bahwa syariah Islam mendiskriminasi wanita tidak lagi terjadi seperti yang selama ini terjadi.
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm

LANGSA | Samudra News
Khilafah itu wajib. Sebuah kalimat yang menjadi awal pembahasan dalam agenda dakwah DPD II Hizbut Tahrir Indonesia Aceh Tamiang dalam bersilaturrahim dengan tokoh umat Kabupaten Aceh Tamiang yang bertempat di Pesantren Raja Silang Tanjung Semeuntok Karang Baru Aceh Tamiang, Minggu (6/1).

Acara yang dimulai dengan pemutaran video testimoni ulama tersebut dihadiri oleh puluhan tokoh umat Aceh Tamiang dalam rangka menyatukan langkah untuk menegakkan Syari’ah dan Khilafah.

Dalam sambutan yang disampaikan oleh Ust. Khalid Nasution dari PMU Aceh Tamiang menyampaikan bahwa kewajiban dalam menegakkan hukum-hukum Allah yaitu Syari’at Islam bukanlah hanya merupakan tanggungjawab Hizbut Tahrir akan tetapi juga tanggungjawab seluruh umat Islam. Ketika hukum-hukum kafir masih tetap diterapkan sebagai sistem kehidupan maka umat Islam akan terus dalam keterpurukan dan hanya jika hukum kafir tersebut diganti dengan syari’at Islamlah umat Islam akan sejahtera dan jauh dari penistaan-penistaan atas nama agama.

Dalam hal ini, pembicara pertama Ust. Fatih Al-Malawi juga menjelaskan panjang lebar tentang kenapa harus khilafah dan juga arti dari khilafah serta lebih memperjelas tentang kewajiban menegakkan khilafah dengan merujuk kepada berbagai dalil dan mazhab. Ust. Fatih juga mengungkapkan bahwa kepemimpinan Islam bukanlah seorang presiden, raja, perdana mentri, seperti yang disebut dalam beberapa sistem yang ada sekarang termasuk kepemimpinan Indonesia yang disebut sebagai presiden. Dalam Islam kepemimpinan yang memimpin seluruh umat Islam diseluruh dunia adalah seorang Khalifah dalam satu negara yaitu Khilafah bukan yang lain.

Selain itu, pembicara kedua oleh Ust. Iqbal, S.HI juga memaparkan bahwa Indonesia yang kaya dengan sumber daya alam ternyata pada kenyataannya dengan kekayaan alam yang melimpah ruah dan sistem yang diterapkan sekarang ini tidak mampu untuk mensejahterakan rakyatnya, justru rakyat Indonesia sekarang semakin terpuruk dan kekayaan yang ada di Indonesia hanya dinikmati oleh segelintir orang saja. Inilah buah dari sistem kapitalisme yang diterapkan sekarang ini dengan memfokuskan hanya pada pertumbuhan bukan pada pemenuhan kebutuhan-kebutuhan pokok rakyatnya.

Ia melanjutkan bahwa dalam sistem ekonomi Islam, kebutuhan mendasar setiap umat merupakan fokus utama yang harus dipenuhi negara terhadap rakyatnya dan sangat jauh berbeda dengan sistem ekonomi kapitalis hanya memfokuskan pada pertumbuhan semata, terlepas apakah rakyatnya sudah mampu memenuhi kebutuhan dasar atau tidak dan ini sangat bertentangan dengan Islam.

Untuk itu, sudah menjadi kewajiban kita semua sebagai muslim untuk mengganti sistem yang telah merebut seluruh kekayaan alam kita dengan sistem yang telah dibuktikan sejarah mampu mensejahterakan umat Islam diseluruh penjuru dunia yaitu tidak lain hanyalah sistem Islam yang akan diterapkan oleh sebuah institusi Daulah Khilafah ‘ala minhajin nubuwwah.[Musri]
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
LHOKSEUMAWE - Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya hari ini resmi mengeluarkan surat edaran mengenai larangan duduk mengangkang bagi perempuan yang dibonceng di sepeda motor. Surat tersebut ditandatangani pada pukul 16.10 wib di ruang rapat, samping ruang kerja Wali Kota Lhokseumawe, Senin 7 Januari 2013.

Setelah menandatangani surat edaran tersebut Wali Kota kemudian menuju ke Kafe 55 dan warung depan Suzuya Lhokseumawe untuk menempelkan surat edaran itu.

Berikut isi surat edaran tersebut:Untuk menegakkan syariat islam secara kaffah, menjaga nilai budaya dan adat istiadat masyarakat aceh dalam pergaulan sehari-hari, serta sebagai wujud upaya pemerintah kota lhokseumawe mencegah maksiat secara terbuka maka denga ini pemerintah mengimbau kepada semua masyarakat di wilayah lhokseumawe agar;
Perempuan dewasa yang dibonceng dengan sepeda motor oleh laki-laki muhrim, bukan muhrim, suami, maupun sesama perempuan, agar tidak duduk secara mengangkang (duek phang) kecuali dengan kondisi terpaksa (darurat).

Di atas kendaraan baik sepeda motor, mobil, dan/atau kendaraan lainnya, dilarang bersikap tidak sopan seperti berpelukan, berpegang-pegangan dan/atau cara lain yang melanggar syariat islam, budaya dan adat istiadat masyarakat Aceh.

Bagi laki-laki maupun perempuan agar tidak melintasi tempat-tempat umum dengan memakai busana yang tidak enutup aurat, busana ketat dan hal-hal lain yang melanggar syariat islam dan tata kesopanan dalam berpakaian.

Kepada seluruh Geucik, imum mukim, camat, pimpinan instansi pemerintah atau lembaga swasta agar dapat menyampaikan seruan ini kepada seluruh bawahannya serta kepada semua lapisan masyarakat.

Demikian imbauan ini kami sampaikan untuk dapat dilaksanakan dengan penuh kesadaran dalam upaya menegakkan syariat islam. [ap]

Lhokseumawe, 7 Januari 2013

Ditandatangani oleh

Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya

Ketua DPRK Kota Lhokseumawe Saifuddin Yunus

Ketua MPU Lhokseumawe Tgk H Asnawi Abdullah

Ketua MAA Lhokseumawe Tgk H Usman Budiman
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Foto : worldofstock.com | Pengendara sepeda motor di Iran
Kehadapan saudara Suaidi Yahya yang –tidak- saya hormati,

Sungguh langkah anda sangat tepat. Kalau bisa ditambah lagi peraturan serupa agar masyarakat semakin cepat sadar; telah salah memilih walikota.

Semua ini bermula dari sms dan posting yang beredar di jejaring sosial, yang saya pikir guyonan belaka. Sungguh saya tidak paham akan ada peraturan yang menertibkan cara duduk perempuan di motor: perempuan tidak boleh ngangkang.

Peraturan ini bisa jadi akan diikuti oleh peraturan lainnya, yaitu tidak boleh bawa motor, lalu tidak boleh keluar rumah, tidak boleh bersekolah, tidak boleh bekerja, tidak boleh berbelanja, tidak boleh bersilaturahmi, tidak boleh ke rumah ibadah, tidak boleh ke rumah sakit! Serba tidak boleh ini dijadikan kebijakan karena ingin menertibkan moral, keamanan, melindungi, menghormati perempuan. Memangnya yang bertanggung jawab atas semua persoalan moral sosial itu cuma perempuan? Berarti selama ini pemerintah ada dimana? Oo ya saya ingat, pemerintahnya ngurusin selangkangan.

Saudara Suhaidi, ingatan Anda pasti mulai luntur terhadap kasus perkosaan yang menimpa seorang perempuan di Aceh bagian barat. Perempuan itu berada di pantai saat dilakukannya sweeping pantai oleh serombongan laki-laki sebagai ekses euforia dan salah kaprah atas penerapan Qanun 11, 12 dan 13.

Saudara Suhaidi, saya juga asumsikan Anda tidak tahu kasus yang menimpa sepasang remaja di kawasan pesisir Aceh Besar, yang dipaksa melakukan reka ulang tindakan “amoral” sambil difilmkan oleh masyarakat yang merasa bahwa tindakan mereka diperbolehkan oleh agama dan pemerintah atas alasan menegakkan kebenaran.

Saya pun menganggap Saudara Suhaidi tidak pernah mendengar kasus perempuan Bireuen yang terpaksa pulang ke rumah jalan kaki karena perempuan dilarang dibonceng (berduaan) oleh laki-laki lain yang bukan suami/kerabatnya, padahal suaminya terkapar sakit di rumah.

Bisa dibayangkan kalau peraturan ini digelontorkan, perempuan akan macet mobilitasnya. Otomatis anak-anak dan orang tua juga mengalami hal yang sama. Perempuan berkendaraan rentan mengalami kecelakaan.

Dari Aceh bagian lain kita akan mendapati kebijakan yang melarang pedagang menjual BH dan celana dalam karena dua benda itu disinyalir menyebabkan fantasi. Akibatnya konstalasi sendi kehidupan masyarakat mulai ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, politik, agama akan mengalami kemunduran. Peradaban Aceh mundur ke jaman antah berantah.

Apakah nanti kita harus melihat sandiwara dimana seorang laki-laki dibebaskan dari dakwaan tindak pidana pelecehan atau perkosaan karena korbannya duduk ngangkang?

Saudara Suhaidi, banyak masalah yang menimpa perempuan dan Anda menyalahkan perempuan atas semua permasalahan itu. Sepertinya Anda merasa wajib menertibkan perempuan. Saya miris mendengarnya. Miris, karena Anda hanya menyalahkan perempuan.

Seorang kawan laki-laki pernah bilang pada saya, “Ah bisa mati kita kalau begini. Lama-lama nggak asik lagi keliling kota karena tidak bisa lihat perempuan cantik”. Saya marah pada komentar yang melecehkan ini, tetapi saya pun memahaminya. Ini adalah kritik yang dilontarkan kawan saya, karena kekhawatirannya akan upaya struktural tajam yang bertujuan menghapus keberadaan perempuan dalam siklus sosial, ekonomi, politik, budaya dan sebagainya.

Sungguh di Aceh semakin lucu kebijakannya. Dan lebih lucu, belum terdengar upaya Gubernur menertibkan bola liar yang menggelinding menyeruduk ke sana sini.

Saya pikir Saudara Suhaidi tidak pernah meluangkan waktunya untuk mendalami persoalan mendasar permasalahan-permasalahan riil rakyatnya. Atau, bertatap muka langsung dengan rakyat untuk berdiskusi apakah mereka lebih memilih peraturan seputaran letak kaki perempuan atau letak rumah sekolah, letak rumah sakit,letak jalan aspal, letak irigasi, letak terminal, dan letak pasar.

Saya sarankan agar Saudara Suhaidi mau berpikiran lebih terbuka. Cobalah belajar kepada walikota lain yang lebih berpengalaman dan berhasil, Jokowi dan Ahok misalnya.

Setidaknya tahun kedua kepemimpinan anda akan menjadi tahun spektakuler dan penuh pujian. Periode dimana angka kesehatan semua masyarakat meningkat, pendapatan perkapita penduduk Lhokseumawe di atas rata-rata provinsi Aceh, tingkat pendidikan melonjak tajam.

Tidak ada kata terlambat untuk sebuah perubahan positif. Dan, itu bisa Anda mulai, dengan membatalkan aturan tentang perempuan tidak boleh duduk ngangkang! [ap]

Dari: ARABIYANI (IYA)
Penulis adalah perempuan Aceh