Juli 2013
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
LANGSA | Samudra News - Dalam rangka mengisi ramadhan dan mempererat hubungan silaturahmi antar mahasiswa, dosen dan alumni, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi Universitas Samudra (Unsam) Langsa, Jum'at (26/7) kemarin menggelar kegiatan buka puasa bersama di Fakultas Ekonomi Unsam Langsa.

"Alhamdulillah meski terkesan sederhana, namun kegiatan buka puasa bersama ini berjalan dengan penuh hikmat dan keceriaan bersama" Ungkap Muhammad Bayu Setiawan Ketua BEM Fakultas Ekonomi Unsam Langsa

Lebih lanjut Bayu juga mengatakan bahwa dilaksanakannya agenda buka bersama ini bukan hanya sekedar bekumpul dan menikmati hidangan yang ada, namun selain untuk meraih ridha Allah SWT juga sebagai sarana mempererat silaturahmi bersama para dosen dan alum Fakultas Ekonomi.

"Ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang diadakan oleh BEM Ekonomi. Untuk itu, kami berharap kegiatan seperti ini dapat dimanfaatkan sebagai suatu momen untuk memperkuat hubungan baik antar mahasiswa, dosen maupun dengan para alumni sehingga keharmonisan akan selalu terjaga" lanjut Bayu. [Musri] 

samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm

MANUSIA adalah hamba Allah maha suci, cinta kita kepada langit bukan berarti kita tidak menginjak bumi, justru langit mengajarkan kita dengan hujan yang membasahi bumi, menumbuhkan benih yang beristirahat dalam gelap mati. Cinta kepada Allah selalu hadiahkan dua hal kepada kita yaitu lidah dan air mata.

Namun terkadang Umat memang berbahaya penuh dengan hal-hal yang tak terduga, dia bisa menjadi selimut pelindung dari dinginnya malam dan panasnya siang, pun ia bisa menjelma menjadi monster paling menakutkan. Benar, manusia memang dipenuhi hal-hal yang tidak terduga, ia begitu lincah menafsirkan waktu yang hakikatnya tidak mereka ketahui.

Saat ramadhan, umat begitu paham tentang hikmah yang terkandung didalamnya. Banyak kita melihat umat Islam berlomba-lomba mengukir ibadah dibulan ramadhan, mereka begitu yakin bahwa Allah menjadikan ramadhan sebagai bulan penuh berkah. Akhwat-akhwat menutupi auratnya dengan hijab, di mesjid-mesjid manusia ramai dendangkan tilawah tadarus al-quran. Layar kacapun tak tertinggal siar pengajian, hingga film gairah cinta diganti menjadi tasbih cinta agar ma'ruf, sinetron nikmatnya pacaran diganti menjadi indahnya ta'aruf.

Ramadhan memang ajaib, ia mampu membuat perubahan 180 derajat. Namun sayangnya setelah ramadhan banyak yang kembali bejat. Inilah yang menyebabkan luka terperih bagai disulit api. Perubahan dimata ternyata tidak sampai keakar hati. Ketika ramadhan umat begitu taat kepada sang pencipta, sama halnya seperti yang dilansir teraspos.com, ormas dan aparat membakar semangat  dengan sejumlah anggota secara rutin di bulan ramadhan merazia tempat-tempat hiburan. Sesaat  tempat-tempat hiburan dan para aktivis maksiat mungkin sadar namun setelahnya juga tak membuat mereka taubat.

Sekulerisme terlihat sukses menarik umat dalam jurang kegelapan yang paling dalam, tanpa sisakan secercah sinar yang bahkan untuk mengurai air mata.  Sekularisme ajarkan bahwasanya Allah pergi meninggalkan manusia dan tak lagi menghitung amalan manusia selain pada bulan ramadhan yang mulia.

Mari kita lihat, bagaimana bisa seorang muslim tahankan apa yang halal baginya karena Allah diwaktu siang namun justru berbuka dengan apa Allah haramkan. Menahan makanan, minuman karena Allah disiang hari, namun justru berbuka dengan riba dan maksiat yang Allah benci.

Mungkin dalam hati kecil kita rindukan terang Allah, namun syetan melakukan tugasnya dengan baik hingga kita lebih suka dalam kegelapan. Kita lupa, bahwa lebih terhormat mati didalam terang daripada hidup dalam kegelapan. Setidaknya kita dilihat dan diingat. Dalam kegelapan mungkin kita nyaman, namun tak seorangpun tahu eksistensi kita walau kita hidup, juga ingat nama kita.

Saudaraku kaum muslimin yang dirahmati Allah,  marilah sejenak kita renungkan bersama bahwa Allah juga ada dan menghitung amalan kita selain di bulan ramadhan yang mulia. Maka, segeralah kobarkan semangat dakwah dan ibadah kita, tinggalkan kebiasaan kita yang terus berkutat dalam kezaliman atau dengan apa yang dibenci oleh Allah. Sekarang, bulan suci ramadhan telah bersama kita dan bahkan tanpa terasa akan berakhir. Sudahkah kita meninggalkan semua kemaksiatan yang Allah murkai dan sudahkan kita menjadikan Islam sebagai tujuan utama kita? Ataukah segala ibadah yang kita lakukan hanya semata untuk bulan ramadhan? Lepas ramadhan, maka semua itu ditinggalkan.

Saudaraku kaum muslimin yang dirahmati Allah. Kita hidup tidak hanya dibulan ramadhan dan kita hidup juga tidak hanya untuk ibadah ritual. Akan tetapi kita hidup selain untuk menshalehkan diri kita, juga kita harus menshalehkan jamaah, menyeru pada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar. Untuk itu, mari jadikan bulan ramadhan ini sebagai bulan perubahan yang hakiki, satukan aqidah, kokohkan barisan tegakkan Islam hanya Islam yang menjadikan hidup kita sejahtera, dan hanya dengannya Islam kita mampu mengenal jati diri kita, alam semesta dan zat yang telah menciptakan kita.[]

samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm

LANGSA | Samudra News - Siswa SMA Negeri 3 Langsa saat sedang menyimak materi-materi Islam yang disampaikan oleh abang2 dari DPD II HTI Kota Langsa di Ruang sekolah SMA N 3 Langsa, Senin (15/7)
Dikirim melalui BlackBerry® dari 3 – Jaringan GSM-Mu
no image
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
JAKARTA | Samudra News – Menteri Pendidikan dan Kebudayan (Mendikbud) Mohammad Nuh melantik empat rektor dan dua koordinator kopertis baru pada Jumat, 12/07/2013) di Jakarta.

Para rektor yang dilantik adalah Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KE sebagai Rektor Universitas Udayana, Denpasar, Bali, periode Tahun 2013-2017; Dr. Husen Alting, SH., MH. sebagai Rektor Universitas Khairun, Ternate, Maluku Utara, periode Tahun 2013-2017; dan Prof. Ir. Tian Belawati, M.Ed., Ph.D. sebagai Rektor Universitas Terbuka periode Tahun 2013-2017.

Mendikbud juga melantik Drs. Bachtiar Akob, M.Pd. sebagai Rektor Universitas Samudra, Nangroe Aceh Darussalam, yang status universitasnya baru saja dinegerikan pada 4 Juli lalu.

Adapun terkait pendirian dua kopertis baru, Mendikbud melantik Prof. Dr. Jamaluddin, M.Ed. sebagai Koordinator Kopertis Wilayah XIII, Nangroe Aceh Darussalam, periode Tahun 2013-2017, Drs. Festus Simbiak, M.Pd. sebagai Koordinator Kopertis Wilayah XIV, Papua, periode Tahun 2013-2017, dan Dra. Metha Gomies M.Si., sebagai Sekretaris Pelaksana Kopertis Wilayah XIV periode Tahun 2013-2017.

Pada sambutannya, Mendikbud mengatakan, tugas mendesak yang harus segera dilakukan oleh pejabat yang baru dilantik adalah meningkatkan kualitas layanan publik. Karena, kata Dia, tuntutan masyarakat terhadap dunia pendidikan dan kebudayaan semakin tinggi. "Itu wajar, karena tingginya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan yang baik," katanya.

Mendikbud menuturkan, salah satu cara untuk meningkatkan layanan publik adalah dengan mengembangkan struktur organisasi. Misalnya, kata dia, dengan menambah perguruan tinggi baru. "Hari ini ada Universitas Samudera, dan Kopertis Wilayah Aceh dan Papua, yang baru didirikan," tuturnya.

Selain itu, kata Mendikbud, pengembangan potensi harus terus dilakukan untuk menjamin terpenuhinya keinginan dan harapan masyarakat terhadap dunia pendidikan. Dia juga menekankan pada pentingnya keramahan dalam memberi pelayanan. "Kita tidak ingin LPMP dan P4TK tidak ramah, setelah diberi peringatan baru ramah. Kita harus proaktif," katanya.

Mendikbud mengatakan, komitmen dan integritas pribadi perlu ditanamkan pada masing-masing orang. Prinsip akuntabilitas, dan transparansi harus ditegakkan. "Kita tidak ingin dalam melaksanakan fungsi dikbud ada malmanage. Kita bertekad menegakkan integritas di dunia pendidikan kita," katanya.[ Kemdikbud.go.I'd]

no image
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
LANGSA | Samudra News - Aliansi Mahasiswa Unsam Langsa bersama sejumlah bantuan untuk korban gempa Aceh Tengah berangkat dari Kota Langsa menuju lokasi gempa, Minggu Sore, 7 Juli 2013. Selain untuk menyalurkan bantuanny secara langsung, keberangkat para relawan mahasiswa tersebut juga bermaksud untuk ambil peran secara langsung dalam membantu meringankan beban korban Gempa Aceh Tengah, Minggu (7/7).

"Keberangkatan kami ini tidak hanya untuk menyalurkan batuan saja kepada para korban, namun kami juga bermaksud untuk langsung ikut serta membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah disana" papar Mufti Riansyah selaku ketua rombongan yang juga merupakan Presiden Mahasiswa Universitas Samudra Langsa.

Lebih lanjut ia juga menyampaikan bahwa kedatangan mereka ke daratan tinggi Gayo tersebut kiranya mampu memberikan penyegaran kepada para korban dan untuk itu pihaknya akan bertahan dilokasi selama beberapa hari.

"kami berharap nantinya kami mampu memberikan penyegaran kepada mereka agar sedikit lebih meringankan mereka dan setidaknya mereka tahu bahwa mereka tidak sendiri." jelas Ryan via telepon seluler

Sebanyak 23 orang mahasiswa yang diberangkatkan terdiri dari Pemerintah Mahasiswa (PEMA) Universitas Samudra (Unsam) Langsa, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum dan Ekonomi dengan menggunakan Bus Perhubungan Kota Langsa yang berkumpul di Lapangan Merdeka Kota Langsa tepatnya pukul 17.00 Wib. [Musri] 
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
LANGSA | Samudra News - Dalam rangka memeriahkan bulan penuh berkah dan ampunan, DPD II HTI Kota Langsa laksanakan konvoi menyambut bulan suci Ramadhan 1434 H dengan mengelilingi Kota Langsa. Aksi pawai ramadhan tersebut diikuti oleh puluhan aktivis Hizbut Tahrir dengan menggunakan dua mobil dan diikuti oleh puluhan sepeda motor lainnya, Minggu (7/7)

Tarhib ramadhan yang bertitik kumpul di Mesjid Raya Darul Falah Langsa mengusung tema "Sambut Ramadhan, Songsong Perubahan Besar Menuju Khilafah" juga para peserta konvoi ikut mengibarkan panji Rasulullah SAW dengan mengelilingi Kota Langsa.


Seiring konvoi tersebut, Musri dalam komentarnya mengajak seluruh umat Islam untuk meraih kemuliaan ramadhan dan lebih memfokuskan diri dalam meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dan menjadikan ramadhan kali ini merupakan tahun terakhir umat Islam hidup tanpa adanya khilafah yang akan mengayomi seluruh umat Islam.

"Mari kita jadikan ramadhan kali ini sebagai fokus kita dalam meningkatkan ketakwaan kepada Allah, dan menjadikan ramadhan ini sebagai akhir dari keterpurukan umat Islam selama ini. Sekaligus menjadikan diri kita bagian dari barisan yang memperjuangkan tegakkan Syariah Islam secara kaffah dalam bingkai Daulah Khilafah Islamiyah" seru Musri.


Dalam orasi pertama di depan Kantor Pos Langsa tepatnyan depan Eks Kantor Bapeda Aceh Timur, Darliansyah, S.Pd mengungkapkan bahwa Bulan Ramadhan adalah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya adalah pembebasan dari siksa api neraka. Bulan yang barang siapa meringankan beban pembantunya, niscaya Allah SWT akan mengampuni dosanya dan memerdekakan dari neraka.

"Semua kebaikan yang didapat sepanjang bulan Ramadhan tentu menjadi kurang bermakna jika tidak ditindaklanjuti oleh pelaksanaan syariah secara kaffah, karena justru itulah sesungguhnya wujud ketaqwaan yang hakiki." Papar Darliansyah.

Pada kesempatan yang sama Iqbal, SH.I Ketua DPD II HTI Kota Langsa juga menyampaikan bahwa bulan yang telah Allah SWT jadikan puasa sebagai fardhu dan shalat malam sebagai tathawwu’.Dimana siapa saja mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan melakukan kebajikan, samalah ia mengerjakan fardhu di bulan yang lain; dan barang siapa melakukan fardhu, samalah ia dengan mengerjakan tujuh puluh fardhu di bulan lain.Untuk itu, marilah kita jadikan bulan yang penuh berkah ini sebagai momen untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dengan meninggalkan segala larangan-Nya dan menjalankan segala perintah-Nya dengan penuh keikhlasan dan penghambaan yang sebenar-benarnya.

Selanjutnya pembacaan Seruan Hizbut Tahrir Indonesia untuk Umat yang pada intinya mengajak seluruh umat Islam Indonesia agar dapat melaksanakan shaum Ramadhan dengan sebaik-baiknya, dengan penuh khusyu’ dan ikhlas berlandaskan pada iman kepada Allah SWT semata, serta lebih giat lagi melakukan amar ma’ruf nahi mungkar dan berjuang demi terwujudnya kehidupan Islam melalui tegaknya kembali syariah dan Khilafah di muka bumi.

Berikut juga kepada pemerintah untuk dengan sungguh-sungguh menjaga situasi dan kondisi terutama keadaan sosial – ekonomi masyarakat yang saat ini tengah sangat tertekan menyusul kenaikan harga BBM baru lalu yang dilakukan secara semena-mena itu, agar tetap kondusif sedemikian sehingga umat Islam dapat melaksanakan shaum Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Tempat-tempat maksiat, termasuk tempat hiburan, yang tiap menjelang bulan Ramadhan selalu mengundang kontroversi, memang semestinya ditutup. Demikian juga perbuatan maksiat, seperti korupsi, perzinahan, kedzaliman dan sebagainya, termasuk abai terhadap perintah dan larangan Allah SWT yang termaktub dalam al Quran maupun al Hadits, semestinya juga dihentikan. Bukan hanya selama bulan Ramadhan, mestinya juga di luar bulan Ramadhan, karena semua perbuatan dan tempat maksiyat itu tidak selayaknya ada di negara yang mayoritas penduduknya muslim ini. Bila, dan hanya bila, penduduk negeri ini benar-benar beriman dan bertaqwa (melaksanakan seluruh perintah dan meninggalkan seluruh larangan Allah SWT) saja, keberkahan akan senantiasa melimpah pada negeri ini. Insya Allah.[]


  

samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
 Alam Mirza
LANGSA | Samudra NewsSisi lain dari kedatangan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh dalam rangka peresmian Universitas Samudra Langsa sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang diikuti oleh sejumlah rombong pusat dan provinsi lainnya juga menimbulkan tanda tanya sejumlah mahasiswa kepada pemerintah daerah.

Pasalnya, jauh sebelum kedatangan pak menteri atau  sebelum adanya agenda tersebut, jalan menuju kampus Universitas Samudra dan STAIN ZCK Langsa seakan luput dari perhartian pemerintah. Awalnya, aspal yang hacur dan berlubang hampir disepanjang jalan terus dikeluhkan para mahasiswa dan masyarakat setempat namun seakan tak tergubris.

“sebelumnya jalan itu seakan lepas dari perhatian pemerintah padahal kondisinya sudah cukup parah dan rentan terjadinya kecelakaan dan tidak pernah diaspal cukup hanya dengan tanah timbun yang ketika hujan turun malah menimbulkan lumpur yang sangat menganggu. Akan tetapi kenapa begitu ada agenda kedatangan menteri jalan tersebut mampu disulap dalam semalam?” papar Alam Mirza mahasiswa Fakultas Hukum Unsam

Ia juga melanjutkan bahwa ini merupakan bukti jelas pemeritah abai terhadap kondisi para mahasiswa hari ini sehingga apabila agenda menteri tersebut tidak ada maka besar kemungkinan jalan menuju dua kampus itu masih dalam keadaan hancur dan berlubang. Bahkan jika kita lihat lagi pengaspalan yang dilakukan itu sangat terkesan asal jadi sehingga dalam tempo tiga bulan kemungkinan akan terkupas kembali.
“Cocoknya dijalan itu kita tuliskan ‘jalan khusus pak menteri’. Karena memang jalan itu dibuat pada saat pak menteri akan berkunjung dan kualitasnya pun bisa kita bilang hanya sebatas timbunan batu dan aspal. Ya hitung-hitung biar pak menteri tau bahwa jalan menuju Gampong Meurandeh itu bagus” Lanjutnya.

Hal serupa juga ikut ditambahkan oleh Ketua DPC LSM Perintis (Lembaga Pemerhati Pembangunan) Kota Langsa Zulfadli yang bahwa menurutnya Pemerintah Daerah seharusnya tidak memfokuskan suatu pembangunan pada saat ada kunjungan pejabat pusat saja akan tetapi tanpa pandang momen, pembangunan daerah harus terus ditingkatkan.
“Kita semua dapat melihat dan menilai sendiri, dimana sebelumnya jangankan upaya untuk mengaspal jalan tersebut, kita rasa rencana saja tidak ada. Tapi begitu ada kunjungan pejabat Pusat, secara tiba-tiba jalan itu langsung siap pakai. Nah dengan begitu, tentu dapat kita prediksikan kualitasnya. Hal ini terkesan mengesampingkan kualitas untuk kepentingan sehari” Papar Zulfadli yang juga merupakan mantan Presma Universitas Samudra. [Musri]

samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
LANGSA | Samudra News - Universitas Samudra Langsa tepanya tanggal 4 Juli 2013 dinyatakan resmi sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Pengukuhan perubahan status Unsam Langsa dari swasta menjadi Negeri tersebut diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, Kamis (4/7).


Ikut hadir dalam acara tersebut Gubernur Aceh Zaini Abdullah, Dirjen Pendidikan Tinggi Kemdikbud Djoko Santoso, serta bupati dan walikota di Aceh.


“Inilah puncak dari sejumlah upaya yang dilakukan melalui proses panjang dan tidak mudah, akhirnya sesuai harapan kita bersama untuk menjadikan Universitas Samudra Langsa di lingkungan Kemdikbud khususnya sebagai satu-satunya Universitas Negeri di Kota Langsa hari ini Alhamdulillah sudah final” jelas Rektor Universitas Samudra Bachtiar Akub dalam sambutannya.


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa penegerian suatu lembaga pendidikan khususnya Universitas Samudra Langsa merupakan hal yang cukup penting guna meningkatkan kualitas pendidikan yang lebih terkontrol dari pemerintah, karena mengingat pendidikan adalah ujung tombaknya pembangunan.


“Apakah penting Universitas Samudra ini dinegerikan? Jawabannya sangat penting karena tanpa pendidikan saya yakin tidak akan mampu menjadi seperti ini. Begitu halnya gubernur, DPR. Tanpa pendidikan saya tidak bisa menjadi seperti mereka. Untuk itu, pendidikan haruslah selalu difokuskan oleh semua pihak tanpa kecuali” papar Mohammad Nuh pada sesi peresmian Universitas Samudra Langsa.


Hal serupa juga ikut disampaikan oleh Gubernur Aceh Zaini Abdullah bahwa perubahan status universitas ini menjadi negeri merupakan salah satu bagian dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di Aceh dan ianya juga berjanji untuk membantu Universitas ini agar mampu bersaing dengan PTN lainnya.


Selian itu, Walikota Langsa Usman Abdullah yang juga merupakan alumni Unsam Langsa mengaku sangat bangga dan berterima kasih kepada pihak yayasan yang telah rela melepaskan asetnya untuk dijadikan negeri. []

G A L E R I
 





samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
* Nonton Bareng Film Inspiratif – Kemendikbud RI  Langsa 2013


“Apapun yang terjadi , jangan kau kehilangan cinta akan negeri ini”
-- Fuad Idris --


LANGSA | Samudra News -  Potongan dialog dari film “Tanah Surga , Katanya” yang diucapkan oleh seorang veteran perang di perbatasan Kalimantan bernama Hasyim di dalam film tersebut diucapkan kembali oleh pemerannya sendiri,  aktor senior Fuad Idris dalam acara “Persemaian Nilai Budaya – Nonton Bareng Film Inspiratif 2013” di Langsa, Nanggroe Aceh Darussalam beberapa waktu lalu (24/6).  Beliau yang dalam perannya sebagai Hasyim telah memboyong Piala Citra sebagai Aktor Pembantu Pria Terbaik 2012 itu tampak bersemangat untuk menghangatkan kembali semangat nasionalisme di tengah – tengah ratusan guru yang masih tampak terharu usai menonton film “Tanah Surga, Katanya”. Ia pun mengingatkan kepada para guru bahwa di tengah gempuran budaya dari luar yang kian besar , guru lah orang – orang yang dapat mengajarkan kepada Generasi Penerus tentang budaya arif Indonesia, sehingga yang perlu dicari sekarang adalah pola atau metode untuk menanamkan kembali kecintaan generasi penerus terhadap budaya Indonesia ; dan orang - orang yang sanggup untuk mengajarkan hal ini tentunya harus sangat mencintai negara ini.

Pria yang kesehariannya mengajar di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ini pun berujar, bahwa di tengah – tengah surutnya paham kesatuan dan rasa cinta pada negeri sendiri di  dalam masyarakat yang sudah semakin modern ini, mulai ada gelombang – gelombang perubahan yang memiliki misi mengembalikan rasa cinta kepada negara dan bangsa Indonesia sendiri , “Ya contohnya film “Tanah Surga Katanya” ini. Riak – riak Perubahan ini kelak akan menjadi Gelombang yang besar, baik secara horizontal maupun vertikal. Saya cuma berharap kepada orang – orang yang memang ada di dalam gelombang perubahan ini untuk berkomitmen dalam menjalankan misinya , yaitu untuk mempererat kesatuan dan mengembalikan rasa cinta budaya  di Bumi Indonesia , dan ini juga salah satu tugas dunia perfilman Indonesia. “ ucapnya.

“Saya memberikan apresiasi kepada Kemendikbud atas terselenggaranya kegiatan Nonton Bareng Film Inspiratif ini. Sebagai seorang sineas, saya melihat ini adalah sebuah langkah keseriusan dari Kemendikbud untuk mendukung industri perfilman Indonesia ke arah yang lebih baik dengan dipilihnya film – film yang berkualitas untuk diputar sampai ke pelosok Indonesia . Dan sebagai seorang pekerja seni serta warga Indonesia , saya hadir dan merasakan bahwa lewat kegiatan semacam ini dapat memperkuat nilai – nilai nasionalisme dan mengembalikan rasa cinta terhadap budaya sendiri. Ini baik dan perlu dilanjutkan” ,tandasnya.

Di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam , Program “Persemaian Nilai Budaya – Nonton Bareng Film Inspiratif” di tahun 2013 ini diselenggarakan di kota Langsa, setelah tahun lalu diselenggarakan di Banda Aceh. Kegiatan inspiratif ini sebelumnya  telah diselenggarakan di Kabupaten Batanghari – Jambi, Kabupaten Lampung Tengah dan Kabupaten Toba Samosir – Sumatera Utara.

Kegiatan  yang bertema “Film Berkarakter, Inspirasi Kita” ini diselenggarakan pada hari Senin, 24 Juni dan bertempat di SMKN 2 Langsa. Acara ini dibuka oleh Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kebudayaan Drs. Shabri Aliaman dan turut dihadiri oleh anggota komisi X DPR H. Raihan Iskandar.

Program yang memiliki sasaran daerah – daerah yang belum memiliki sarana gedung bioskop (theater) ini bertujuan untuk memberi kesempatan bagi pelajar, tenaga pendidik dan masyarakat setempat untuk menonton film berkualitas yang bernuansa pembangunan karakter bangsa sesuai dengan tujuan program yakni membangun karakter bangsa dengan film sebagai media internalisasi nilai-nilai karakter bangsa melalui penciptaan tokoh-tokoh inspiratif dan jalan cerita yang terdapat dalam film. Kemendikbud RI saat ini memang tengah giat menggalakan sosialisasi dan edukasi pengembangan nilai budaya dan pendidikan karakter bangsa yang dituangkan dalam 18 Nilai Karakter Bangsa. 

Acara yang dibagi dalam tiga sesi yakni sesi untuk tenaga pendidik, siswa dan masyarakat umum ini dihadiri oleh 700 guru, 700 siswa sekolah dasar dan menengah pertama serta 600 masyarakat umum. Adapun film yang diputar di Kota Langsa adalah “Tanah Surga Katanya” untuk sesi guru, “Cita – citaku Setinggi Tanah ” untuk sesi siswa dan “Negeri 5 Menara” yang diperuntukkan bagi masyarakat umum.

Selain menonton film, acara juga dilengkapi dengan pengantar motivasi oleh praktisi pendidikan serta diskusi interaktif dengan narasumber yang berasal dari industri perfilman antara lain  Fuad Idris (Aktor Senior) , Nissa Fijriani (Co Producer “Cita – citaku Setinggi Tanah”) dan Iqbal Zuhda Irsyad (Artis Cilik, pemain “Cita – citaku Setinggi Tanah” ) . Kegiatan ini sendiri akan diselenggarakan di 30 kota di seluruh Indonesia untuk tahun 2013, dimana sekarang ini Kegiatan Nonton Bareng Film Inspiratif  telah memasuki tahun ketiga – nya. [] 

no image
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
JAKARTA | Samudra News - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bener Meriah, gempa 6,2 SR menyebabkan 5 orang luka-luka dan 10 unit rumah rusak. Korban luka sudah dibawa ke rumah sakit setempat.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humasn Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, BPBD Bener Merah hingga kini masih melakukan pendataan korban gempa. Posko BNPB masih terus memantau perkembangan.

Di bagian lain, gempa 6,2 SR membuat warga di pusat Kota Banda Aceh panik dan berhamburan keluar dari tempat aktvitasnya.

Pantauan Kompas.com, sejumlah warga di Kota Banda Aceh yang sedang melakukan aktivitas terlihat berhamburan keluar dari gedung saat gempa, untuk menyelamatkan diri. Aktivitas warga kembali lancar beberapa saat setelah gempa. [Kps]
no image
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
BANDA ACEH | Samudra News – Gempa berkekuatan 6.2 SR melanda Kabupaten Bener Meriah dengan kedalaman 10 Km, terjadi pada pukul 14.32 Wib, Selasa (2/7/2013). Longsor terjadi beberapa menit kemudian setelah gempa.

Longsor tersebut menurut laporan sementara terjadi pada beberapa titik yaitu Desa Bukit pada 92 KM Takengon dan Daerah Lampahan yang menimpa lima rumah. Sementara itu,
Gunung Penyu terdapat dua sepeda motor tertimbun longsor.

Gempa tersebut juga dirasakan di seluruh Provinsi Aceh hingga Sumatera Utara. Suasana di Kota Banda Aceh masih kondusif hingga berita ini diturunkan. Namun para pekerja yang berada di dalam bangunan terlihat berhamburan keluar untuk mencari posisi aman.

Menurut Informasi yang dihimpun Bungong.com, gempa yang menyebabkan lima rumah rusak akibat longsor di Desa Lampahan. Laporan sementara belum ada keterangan lebih lanjut tentang dampak dari gempa tersebut. [SN]