Oktober 2013
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Oleh : Musri Retweet Felix Y Siauw


Al kisah sebuah cerita dinegeri antah barantah yang setelah para penemu Founding Fathers bermusyawarah dan negeri tersebut diberi nama "Negeri Bebek". Negeri ini merupakan representasi kaum muslim, dimana penduduknya lebih banyak beragama Islam. Negeri Bebek adalah sebuah negeri yang kaya raya dengan hasil alam yang melimpah ruah dan jika dikalkulasikan Negeri Bebek mempunyai kekayaan alam 80% dari seluruh sumber daya alam semesta. Namun apa yang terjadi di Negeri Bebek? ditengah-tengah kekayaan alam yang melimpah ruah, penduduk di Negeri Bebek ternyata sangat sengsara, kemiskinan dimana-mana, anak-anak putus sekolah dimana-mana, aborsi yang merajalela dan parahnya lagi dari jaman Nyiroro Kidul masih hidup, di Negeri Bebek korupsi tidak hilang-hilang. berbagai lembaga-lembaga pemberantas korupsi dibentuk di Negeri Bebek, organisasi-oraganisasi masyarakat juga semakin banyak di Negeri Bebek, namun apa yang terjadi? Korupsi di Negeri Bebek semakin menjamur. Dan juga jika dikalkulasikan Negeri Bebek menduduki peringkat ke 118 negeri terkorup di dunia. Ini prestasi Negeri Bebek.



Selain itu, Negeri Bebek juga mempunyai prestasi lain yang luar biasa. Apa itu, mari kita lihat. Dinegeri Bebek notabenenya adalah negeri yang sangat kreatif. Coba kita lihat, di Negeri Bebek mempunyai jenis-jenis setan yang sangat berparisi, dari yang namanya pocong, kuntilanak, suster ngesot, suster keramas, hantu jeruk purut, dan banyak jenis-jenis hantu lainnya. Sangat kreatif penduduk di Negeri Bebek. Suatu hari petinggi dari Jepang datang berkunjung ke Negeri Bebek, ia bangga dengan Negeri Bebek yang sangat kreatif. Suatu hari orang Jepang tersebut berkata petinggi di Negeri Bebek.



"Saya sangat bangga melihat penduduk di Negeri Tuan sangat kreatif"

"Kenapa demikian" tanya petinggi Negeri Bebek

"Saya melihat penduduk dinegeri tuan sangat kreatif dibidang persetanan, hantu dinegeri tuan sangat berpariasi, mulai dari pocong, gendoruwo, kuntilanak, suster ngesot, suster keramas dan banyak lagi lainnya. Sedangkan di Negara saya, dari jaman dulu sampai dengan sekarang hantunya itu-itu saja, tidak pernah berubah" jelas orang Jepang tersebut.

"oh begitu ya" jawab penguasa Negeri Bebek



Selanjutnya sambil berpikir, orang Jepang itu berkata "Boleh tidak saya minta satu hantu dinegeri Tuan untuk saya bawa kenegara saya?"

"oya silahkan" jawab petinggi Negeri Bebek dengan bangga.



Setelah itu dibawalah ke Jepang dan diberi nama Sudako, kemudian difilmkan dan film tersebut terkenal keseluruh dunia. Jadi, singkat cerita, inilah prestasi yang sangat membanggakan di Negeri Bebek, sebuah negeri yang berhasil menggoreskan prestasi sebagai pengespor SETAN.



Nah. Disisi lain, tentu kita akan bertanya kenapa sih negeri itu diberinama dengan Negeri Bebek? Tidak lain adalah karena konon katanya setelah para penemu Founding Fathers bermusyawarah dan melihat kararter penduduk itu seperti bebek yang sukanya mengekor atau gemar ikut-ikutan maka disimpulkan bahwa negeri tersebut lebih cocok diberinama Negeri Bebek.



Negeri Bebek adalah sebuah negeri yang selalu disemboyankan "Gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kerto raharjo dan ijo royo-royo". Apa yang kita butuhkan, ada di Negeri Bebek. Emas, ada. Minyak juga melimpah ruah, barubara ada. Tembaga juga banyak. Dan katanya, jika kekayaan alam tersebut digunakan untuk kemakmuran Negeri Bebek, tujuh kerutunan tidak akan pernah habis.



Jika kita lihat Sumber Daya Penduduk di Negeri Bebek peringkat 109 dari 174 negara (UNDP, 2000). Sistem pendidikan di Negeri Bebek no 12 dari 12 Negara Asia (PERC, 2001). Hanya 11% siswa di Negeri Bebek yang melanjutkan ke Perguruan Tinggi (APTISI, 200). 100 juta atau 50% penduduk di Negeri Bebek hidup dibawah garis kemiskinan (Media Indonesia, 2006). 40 juta diantaranya menganggur (Kompas, 2006) dan sampai akhir tahun 2000 lalu hutang di Negeri Bebek mencapai 1.280 Triliun dan bahkan diakhir Tahun 2005 naik menjadi 2000 Triliun (Kompas, 2001).



Sangat miris sekali kita melihat kondisi di Negeri Bebek. Disisi lain juga kita melihat negeri yang mayoritas penduduknya beragama Islam, tahun 2005 lalu Pemerintah Daerah di Negeri Bebek menyumbang 100.000.000.00,- untuk penyelenggaraan kontes waria (Andian Husaini, 2006). Subhanallah... padahal penduduk dan pemimpin di Negeri Bebek adalah Muslim. Juga sekitar 2,5 juta perempuan di Negeri Bebek setiap tahunnya menjalani aborsi, sebagian besar disebabkan karena seks bebas.



Dan yang sangat menyedihkan lagi di Negeri Bebek adalah ketika penduduk di Negeri Bebek semakin meratapi kemiskinan dan kerusakan moral dimana-mana, penguasa di Negeri Bebek hanya berdiam saja, bertindak seolah tidak tahu apa-apa. Ditengah-tengah kekayaan alam yang melimpah ruah, penduduk di Negeri Bebek di suruh untuk berhemat dengan aturan-aturan yang dibuat para penguasa di Negeri Bebek. Dan tenyata, hasil alam di Negeri Bebek hampir seluruhnya diserahkan dan dijual ke negara-negara asing oleh para penguasa di Negeri Bebek. Inilah yang terjadi di Negeri Bebek. Tentu ada yang salah jika kita lihat kondisi Negeri Bebek yang sedemikian parah. Apa yang salah? Seperti yang kita ketahui bahwa penduduk di Negeri Bebek juga Ciptaan Allah SWT yang dalam firman-Nya “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (QS. Ali Imron: 110).



Tapi kenapa kita melihat di Negeri Bebek yang penduduknya mayoritas Islam justru terlihat sangat sengsara, bukan umat terbaik. Karena Umat terbaik tidak seperti yang kita lihat di Negeri Bebek. Lantas apakah Tuhan yang salah? Yang dalam firman-Nya mengatakan Umat Islam adalah umat terbaik tapi kenyataannya tidak demikian? ataukah memang manusianya yang salah?



Sangat yakin bagi kita bahwa Allah SWT tidak mungkin salah dan tidak akan pernah salah. Nah. Berarti kemungkinan kedua adalah manusianya yang salah. Penduduk di Negeri Bebek tidak mengikuti aturan yang telah dibuat oleh penciptanya karena manusia adalah ciptaan dan sifatnya terbatas sehingga harus bergantung kepada yang lain. Sebagai ilustrasi dapat kita contohkan sebuah televisi, pencipta atau pembuat televisi tentunya setelah dibuat ia juga mengeluarkan yang namanya buku petunjuk agar televisi tersebut tidak salah digunakan. Nah. Apa yang terjadi kira-kira juga buku pentunjuk televisi diganti dengan buku petunjuk kulkas. Tentu televisi tersebut akan binasa, bukan? Begitu juga yang terjadi terhadap penduduk di Negeri Bebek. Allah menciptakan manusia berikut dengan buku pentunjuknya yaitu Al-Quran dan Sunnah, namun penduduk di Negeri Bebek tidak menggunakan buku petunjuk dari yang menciptakannya, sehingga penduduk di Negeri Bebek menuju kehancuran. Intinya, semua ini terjadi karena kesalahan berfikir muslim di negeri Bebek tentang tujuan hidupnya, karena penduduk Negeri Bebek berjalan menuju tujuan hidupnya tidak berdasarkan buku petunjuk yang sudah diberikan.



Apa Solusinya?

Melihat kondisi penduduk di Negeri Bebek yang begitu parahnya, hanya satu solusi yang mampu mengatasi semua permasalahan khusunya penduduk di Negeri Bebek dan umat Islam diseluruh dunia pada umumnya, yaitu kembali kepada buku petunjuk awal. Dengan membuang yang bukan merupakan buku petunjuk aslinya dan kembali menggunakan buku petunjuk yang berasal dari Penciptanya. Karena umat Islam menggunakan buku petunjuk dari penciptanya untuk menjadi petunjuk arah kemana tujuan hidupnya, maka Insya Allah kesejahteraan akan senantiasa dirasakan oleh seluruh umat Islam di dunia apalagi penduduk di Negeri Bebek yang kaya dengan sumber daya alam.



“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” [An Nuur:55]



Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata, supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus, dan supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak).( Al-Fath : 1-3 )



“Jikalau sekiranya penduduk negri-negri itu beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan limpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatan mereka sendiri” . ( Al-A’raf :96).



Nah. Dengan demikian bukankah sudah sangat jelas apa yang menjadi solusi terhadap permasalahan umat Islam? hal ini tanpa terkecuali bagi penduduk di Negeri Bebek. Untuk itu, mari kita campakkan yang bukan merupakan buku petunjuk kita dan mari kita mengambil kembali buku petunjuk kita yang sebenarnya yaitu Al-Quran dan Sunnah dan tidak hanya mengambilnya setengah-setengah seperti yang kita lihat sekarang ini. Kenapa dikatakan setengah-setengah? Al-Quran dan Sunnah hanya diadobsi dalam beberapa bidang tertentu misalnya tentang Shalat, zakat, haji, puasa, perkawinan, warisan atau hanya dalam lingkup hubungan manusia dengan Tuhan tidak lebih. Sedangkan tentang hubungan dengan sesama manusia dan alam semesta, kita mengambil yang bukan buku petunjuk kita yaitu dalam bidang politik, ekonomi, pendidikan, budaya. Kita malah mengadopsi UU adosi belanda, Inggris, Amerika yang jelas-jelas mereka merupakan musuh nyata bagi Islam dan selalu memerangi umat Islam. []


Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Hukum
Universitas Samudra Langsa
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm

PONTIANAK | Samudra News Menunjukkan rasa keprihatinan terhadap salah satu Alumni UPB Pontianak terbaik yang tertangkap oleh KPK (Komisi Pemberantas Korupsi) beberapa waktu yang lalu, puluhan Mahasiswa dan Alumni Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak gelar aksi solidaritas untuk Akil, Kamis (10/10).

“Kita hadir disini, bersama-sama meminta kepada Majelis Kehormatan yang telah di bentuk untuk mengusut tuntas kasus penangkapan Akil Mochtar terkait korupsi  dugaan terlibat terima suap kasus pemilukada. Yang melatarbelakangi aksi ini adalah berupa adanya penangkapan Akil dengan ditemukan barang harap di ruang kerja dan dirumahya, sementara hasil test urine dari BNN bahwa Aklil Mochtar negatif tidak mengkonsumsi barang haram tersebut, sekarang siapa yang harus bertanggung jawab atas barang haram itu?, yang pasti adanya pihak lainnya ingin menjebak atau ini semua skenario titipan pihak tertentu” ungkap Tama selaku Koorlap dalam aksi damai tersebut.

Adapun tuntutan aksi damai yang disampaikan Sdr. Mulyadi (Alumni UPB) antara lain agar dilakukan proses hukum seadil-adilnya dan terbuka tidak mentolelir masalah terhadap pelaku Korupsi, Meminta kepada Majelis kehormatan Mahkamah Konstitusi yang dibentuk untuk melanjutkan sidang Kode Etik dan menghadirkan para penyelidik KPK yang katanya terjadi OTT dirumah Akil dan di diruang kerja  Mahkamah Konstitusi,  Menolak Perpu tentang pengawasan Mahkamah Konstitusi karena terjadi krimanilsasi Mahkamah Konstitusi itu sendiri dan Meminta kepada Prof Jimli Asimki dan Mahfud MD untuk mencabut dan mengklarifikasi yang telah menjastis Hukuman mati, hukuman seumur hidup maupun hukuman 20 th  sementara Akil Mochtar  masih berstatus tersangka belum terdakwa dan diputuskan pengadilan.

Dalam kesempatan yang sama, DR.Ir Rahmatullah Rizieq Rektor UPB Pontianak mengatakan kita merasa prihatin dan terkejut saat mendengar Akil  Mocthar mantan mahasiswa UPB terbaik ditangkap KPK dengan dugaan terlibat kasus korupsi. Aksi solidaritas mahasiswa kita dukung, karena itu merupakan hak untuk menyampaikan aspirasi mahasiswa selama tidak bersifat anarkis.

Terkait dengan itu semua, kita serahkan proses hukumnya kepada Lembaga yang berwenang sesuai dengan ketentuan yang berlaku namun kita juga perlu menjunjung tinggi azas praduga tak bersalah, unkapnya. [Alam]
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm

KUBU RAYA | Samudra News - Sulitnya BBM jenis solar bersubsidi sejak dua bulan ini dirasakan oleh para sopir Dump truck Galian C yang membawa mereka melakukan aksi mogok di Bundaran Patung Alianyang Ambawang Kabupaten Kubu Raya, Rabu (9/10).

Aksi mogok para sopir truck yang tergabung dalam Supir Dump Truck Galian C dengan membawa puluhan kendaraan dump truck yang diparkir sekitar Bundaran Patung Aliayang Ambawang membawa poster bertuliskan “Utamakan pengisian standar, Kemana lari nya minyak, Hapus preman minyak, tolong selamatkan jatah BBM Kami, beri kami keadilan, berantas siluman Aparat jangan pejam mata, tindak oknum yang bermain minyak subsidi, Kami perlu ketegasan Aparat yang berwenang” sebagai bentuk ungkapan kekecewaan para sopir dengan sulitnya mendapatkan jatah BBM  jenis solar bersubsidi.

Suwarno selaku Koorlap aksi menegaskan, aksi ini kami lakukan agar kendaraan kami bisa beroperasi kembali dengan normal  dan kami menuntut meminta jatah dan tempat khusus/SPBU untuk Pengisian BBM khusus Dump Truck Galian C karena selama belakangan ini jatah berkurang.

Dalam kesepakatan yang dicapai pihak Sopir dan pihak Pertamina yang di wakili oleh Rizal menyampaikan bahwa jatah sementara BBM jenis solar dalam satu minggu hanya 16 ton namun dirasa cukup untuk mendukung operasional dump truck dan pengisian dump truk diatur dengan antrian mulai pukul 15.00 sampai 18.00 Wib, dan pengisian ditunjuk SPBU ATS Jl. Kuala Ambawang dan SPBU Desa Korek.

AKP Sudy Kapolsek Ambawang juga menyampaikan demi tertib dan kelancaran serta keamanan dalam Pengisian akan ikut menjaga dan mengawasi jalannya pengisian BBM di SPBU yang ditunjuk. Dan meminta kepada Korlap untuk mendata seluruh armada agar dalam pengisiannya tidak di salah gunakan oleh oknum yang tidak bertangung jawab, tegasnya [Alm]
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm

KUBU RAYA | Samudra News - Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, yang diwakili Waaster Kasad Brigjen TNI Komarudin Simanjuntak atas perintahnya membuka acara Tanam Sadap Perdana Tanaman Karet dan Tutup Tanam Tanaman Padi di Kabupaten Sambas 2013, dalam amanat Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, yang dibacakan Waaster Kasad Brigjen TNI Komarudin Simanjuntak mengatakan, mudah-mudahan kerjasama antara TNI AD dan Kementrian Pertanian RI serta semua pihak yang terkait dapat dijadikan momentum untuk lebih meningkatkan kebersamaan dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani di Wilayah Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat, Senin (7/9).
Sementara Pangdam XII/Tanjungpura, memberikan amanat yang dibacakan oleh Kasdam XII/Tanjungpura Brigjen TNI M Anang Sutisna, S.E, M.Si mengatakan, Kodam XII/Tpr sebagai bagian dari komponen Bangsa wajib ikut serta dalam menyukseskan program Ketahanan Pangan Nasional. Hal ini sesuai yang telah diamanatkan UU No 34 Th 2004 tentang tugas TNI melalui OMSP (Operasi Militer Selain Perang) yaitu memberdayakan wilayah pertahanan dan membantu Pemerintah di daerah. Dalam tugas ini, Kodam XII/Tpr mempelopori dan mengajak kepada komponen bangsa lainnya terutama Pemerintah Daerah untuk bersama-sama menyukseskan program Ketahanan Pangan Nasional.

Selain itu, Kodam XII/Tpr juga akan berupaya mendorong dan mendampingi masyarakat dalam menyelenggarakan program ketahanan pangan sebagai langkah awal program Ketahanan Pangan daerah.

Lebih lanjut Kodam XII/Tpr, memberikan pelatihan dan pendidikan pertanian, juga mendampingi petani dengan melibatkan Komandan Koramil dan Bintara Pembina Desa (Babinsa).

Hal lain dengan peternakan dan kesehatan hewan, Kodam XII/Tpr  membantu Pemerintah, dalam rangka mengembangkan populasi ternak di daerah perbatasan dengan cara memanfaatkan Danramil, Babinsa dan masyarakat untuk mendukung swasembada daging sapi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan peternakan khusunya wilayah perbatasan, jelasnya.[Alm]
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Samudra News


Opening Ceremony Pembekalan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Universitas Samudra Tahun 2013 di Aula Fakultas Hukum Universitas Samudra. Kegiatan yang dibuka oleh Rektor Drs. Bachtiar Akop, MPd dengan diikuti oleh 73 mahasiswa/i yang akan ditempatkan di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Langsa Lama, Langsa Baro dan Birem Bayeun, Senin (7/10).

Dalam Laporan Panitia Pelaksana KPM Syahrul Atan, SH. MH menyampaikan bahwa para peserta KPM harus mengikuti Coaching selama dua hari, selanjutnya pelepasan ke lokasi KPM, menurutnya akan dilakukan pada tanggal 9 Oktober 2013 di kecamatan masing-masing.[]

samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
PONTIANAK | Samudra News - Dalam rangkaian kegiatam Peringatan HUT TNI ke-68 Tahun 2013 Kondam XII/Tpr, Lanal Pontianak serta Lanud Supadio menyelenggarakan kegiatan yang dimulai dari Bhakti Sosial, berbagai perlombaan, ziarah rombongan dan diskusi Forum Hankam “TNI-ku” di Studio Programa Dua TVRI Pontianak, Kamis (4/10).

Kaurmedmas Kapten Inf Didin memberikan keterangan, bahwa,Kodam XII/Tpr yang diwakili oleh Kasi Listra Pendam XII/Tpr Mayor Inf Drs. Umar Affandi, MH dalam materinya menyampaikan bahwa: “Kiranya tidak berlebihan bila amanat Panglima Besar Jenderal Soedirman sebagai refleksi historis masih relevan untuk diaktualisasikan sebagai sumber motivasi bagi TNI dalam rangka menjaga Soliditas  TNI-Rakyat, 

Ia juga melanjutkan bahwa satunya-satunya hak milik Nasional Republik yang masih utuh dan tidak berubah-ubah adalah hanya Angkatan Perang Republik Indonesia (TNI). Tentara akan tetap hidup sampai akhir zaman, jangan menjadi alat oleh suatu badan atau orang, Tentara akan timbul dan tenggelam bersama-sama Negara.

Kamu sekalian harus insyaf dan senantiasa ingat, bahwa Tentara kita bukan Aparat yang mati, tetapi Aparat yang hidup“. Kata Umar mengutip amanat Panglima Besar Jenderal Soedirman.

Selain itu, bahwa Soliditas TNI dengan seluruh komponen bangsa harus tetap tercipta untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI, sebagaimana diamanatkan oleh Panglima Besar Jenderal Soedirman dan seirama pula dengan  Undang-Undang RI  No. 34  Tahun 2004. Terkait dengan peringatan hari TNI Ke-68 Tahun 2013, sudah sepatutnya momentum ini kita jadikan wahana untuk merefleksikan diri dan merevitalisasi pengabdian TNI   kedepan secara kontekstual bagi kepentingan  Nasional, terutama yang menyangkut empat hal penting, yaitu:

Pertama; pembangunan ekonomi Nasional. Kedua; memelihara kerukunan dan kesatuan bangsa. Ketiga; menyukseskan penyelenggaraan Pemilu dan Suksesi Kepemimpinan Nasional 2014. Keempat; mempertahankan kedaulatan kan keutuhan NKRI. Ke empat hal penting tersebut perlu disadari bersama, karena di era globalisasi ini, faktor stabilitas politik dan keamanan sangat memainkan peran penting bagi perkembangan ekonomi kita, dan membawa pengaruh besar terhadap segala aspek kehidupan. Dalam konteks tugas TNI untuk mendukung pelaksanaan keempat hal penting tersebut, tersimpul pada implementasi tema “Bersama Rakyat, TNI Kuat”. Demikian kata Umar.

Hal lain, Paspotmar Lanal Pontianak Kapten Laut (T) Jamhari, menambahkan bahwa, Dengan dukungan rakyat, TNI akan semakin siap dan mantap melaksanakan tugas dengan langkah antisipatif serta responsif, termasuk menjaga dan mengamankan aset sumber daya ekonomi Nasional secara tegas, yang menjadi modal dasar pembangunan Nasional. 

Bersama rakyat, kita cegah terjadinya benturan dan konflik komunal yang akan mengganggu ketentraman hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Juga mengajak bersama rakyat, kita sukseskan Pemilu  2014 dapat berlangsung lancar, tertib, bebas, adil dan damai (merupakan cerminan demokrasi rakyat), karena Pemilu juga merupakan masa depan berkelanjutan pembangunan Nasional. Bersama rakyat, kita pertahankan kedaulatan dan keutuhan setiap jengkal wilayah, yang secara sah merupakan bagian integral dari NKRI (dalam hukum internasional dikenal istilah Utis Posidentin Juris). Ungkap Jamhari.
  

Lebih lanjut Kasi Pentak Lanud Supadio Mayor Sus Dwi Indro, S.S mengatakan, Pendirian dan sikap TNI jelas, tegas dan tidak mengenal kompromi dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI. Melalui kebersamaan ini, kata Dwi Indro, kita berharap segenap komponen bangsa di Kalbar ini untuk dapat berjalan seiring, selaras, serasi dan seimbang dengan dasar pandangan yang sama didalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, guna membangun masa depan menjadi bangsa yang besar, kuat dan bermartabat.

Untuk mewujudkan soliditas TNI-Rakyat sejalan dengan peringatan hari TNI Ke-68 Tahun 2013 ini, kata Dwi Indro, Panitia melaksanakan serangkaian kegiatan Bhakti Sosial Kemasyarakatan, Ziarah Rombongan di TMP Patria Jaya, Upacara/Parade/Defile, bersatu di lapangan upacara Kodam XII/Tpr yang dimeriahkan bergabai aktraksi kemampuan olah keprajuritan serta terjun payung TNI/Polri. Demikian pungkas Dwi Indro. [Alm]
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
KALBAR | Samudra News - Ratusan warga terlihat berkumpul di pinggir jalan Mayor Muhammad Alianyang, Kubu Raya. Mereka antusias menyaksikan atraksi yang dilakukan ratusan prajurit TNI dalam rangka gladi bersih HUT TNI ke-68 yang berlangsung di Halaman Upacara Makodam XII/Tpr.

Masyarakat sangat antusias menunggu aksi  penampilan bela diri yang di lakukan oleh Prajurit TNI yakni beladiri Karate, Boxer, Taekondo juga terjun payung yang dibawakan oleh tiga matra yaitu Angkatan Darat dari Kopassus, Kostrad, Angkatan Udara  dari Yon 465 Brajamusti Paskhas, dan Angkatan Laut serta dari Brimob Polda Kalbar.

Selain itu, dalam rangka HUT  TNI-68, juga diperlihatkan kepada masyarakat tentang Alutsista yang dimiliki TNI di Kalimantan Barat ini dalam mempertahankan dan menjaga kedaulatan NKRI di wilayah Kalimantan Barat pada khusunya pada pelaksanaan defile, juga menampilkan kebolehan Kolone Senapan yang akan diperlihatkan para prajurit-prajurit terbaik dari Yon Armed 16/105 Tarik. Sedangkan para pilot Elang Khatulistiwa TNI AU akan melaksanakan Fly Pass selama 2 menit di langit Khatulistiwa dengan menggunakan 2 Pesawat Tempur Hawk. Dibalik awan putih Pesawat Hely Puma dari TNI AU akan menerjunkan 8 penerjun dari Tiga Matra dan Polri dalam rangka memeriahkan HUT TNI Ke-68 Tahun 2013.

Sebelum pelaksanaan HUT  TNI telah dilaksanakan berbagai rangkaian kegiatan diantaranya Bhakti Sosial, Olah Raga Umum, Olah Raga Militer. Bhakti Sosial telah dilaksanakan anjangsana ke yayasan Yatim Piatu Ad-Dhuha, Panti Jompo Werdha, Rumah Sakit TNI-AD, AL, dan AU, mengunjungi prajurit yang mengalami cacat permanen, pengobatan massal yang berlangsung di Rumkit TK IV Singkawang, Donor Darah. Selain itu juga dilaksanakan pertandingan tenis lapangan, serta lomba tembak pistol yang berlangsung dilapangan tembak pistol Yon 465 Brajamusti.

Pada pelaksanaan gladi resik ini selaku Pangdam XII/Tpr Mayjen TNI Ibrahim Saleh meminta permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kalbar atas ditutupnya jalan Mayor Muhammad Alianyang Kabupaten Kubu Raya, sehingga perjalanan masyarakat terganggu pada  tanggal 5 Oktober pada hari puncaknya HUT TNI Ke-68.[Alam]
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
PONTIANAK | Samudra News - Kunjungan Kapolda Kalbar yang diwakili oleh Kombes Pol Suhadi SW Dir Kamtibmas Polda Kalbar beserta rombongan di Markas FPI (Front Pembela Islam) Kota Pontianak Jl. Tanjung Raya 2 Saigon Kec Pontianak Timur disambut langsung oleh Ketua FPI Kota Pontianak Habib Syarif Ishak Almuntahar beserta pengurusnya, Kamis (3/10) 

Maksud dan tujuan kedatangannya dalam rangka membangun tali silaturamhi antara Kepoliasian dengan Organisasi FPI serta masyarakat umat muslim sehingga dapat tercipta keserasian dan kebersamaan dalam menjaga ketertiban dan keamanan diwilayah Pontianak, yang sebelumnya menyampaikan permohonan maaf karena agenda Kapolda Kalbar yang baru Brigjen Pol Arie Sulistyo tidak bisa datang pada kesempatan ini, dikarenakan sesuatu hal yang membuat beliau tidak hadir, ungkapnya Suhadi.

Jajaran Polda Kalbar mengharapkan adanya hubungan baik dalam keserasian untuk membantu tugas kepolisian untuk menjaga keamanan dan ketertiban dengan selalu memberikan informasi apabila adanya temuan dilapangan yang berkaitan dengan pelanggaran hukum, supaya informasi dapat diteruskan dan ditindaklanjuti oleh apararat hukum dalam penyelesaiannya.

Sementara itu, Ketua FPI Kota Pontianak Habib Syarif Ishak Almuntahar mengatakan bahwa pihaknya mengucapkan terimakasih atas kunjungan silaturahmi jajaran Polda Kalbar meskipun Bapak Kapolda Kalbar sendiri tidak dapat datang kesini, harapan kami, dengan adanya hubungan baik yang terjalin antara Ormas Islam khususnya FPI agar Kepolisian Polda Kalimantan Barat bisa menjalankan tugas sebaik-baiknya dimana mau menerima laporan dari masyarakat dan menindaklanjuti masalah-masalah Miras, Maksiat, perjudian  yang jelas melanggar hukum, dan Ormas FPI senantiasa menegak Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Dalam kesempatan yang sama, turut hadir dalam rombongan kunjungan silaturahmi Kapolda Kalbar ke  markas FPI di Tanjung Raya 2, Bapak Suroso Kepala Wilayah V PLN Kalbar menitip pesan kepada pengurus FPI dan tokoh masyarakat, para ulama   dan undangan yang hadir ikutt serta mensosialisasikan adanya Pemadaman listrik bergilir di Kota Pontianak dan mengharapkan FPI dalam ceramah maupun dakwahnya kepada lapisan masyarakat ikut serta mensosialisasikan tentang persoalan PLN. Saat ini PLN Kalbar mengalami kekurangan Daya untuk didistribusikan kepada masyarakat sehingga mengatur kekurangan tersebut dengan melakukan pemadaman secara bergilir di wilayah Kota Pontianak hal ini akan dilakukan sampai dengan tanggal 21 Oktober 2013. [Alam]
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
PONTIANAK | Samudra News - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam BEM Fisipol Untan Pontianak menyampaikan rasa keprihatianannya terhadap Mahkamah Konstitusi (MK) yang ternyata lembaga penegah hukum tinggi di Indonesia merupakan gudang para Koruptor terbukti dengan Akil Ketua MK saat ini sudah ditangkap oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)  dengan tuduhan terima suap dari perkara Pemilukada, yang disampaikan Sdr. Jefri  selaku koorlap aksi  unjuk rasa di Bundaran Degulis Untan Jl. A Yani Kota Pontianak, Kamis, (3/10).

Aksi unjuk rasa yang digelar hanya aksi spontanitas dari kawan-kawan mahasiswa yang merasa prihatin dengan ulah oknum lembaga penegak hukum yang masih bisa menerima suap dengan memperdagangkan kebenaran dan keadilan, untuk itu kami bersama-sama mahasiswa Fisipol Untan Pontianak menyatakan sikap Meminta kepada pemerintah untuk menangkap pelaku korupsi dan masih banyak koruptor selain Akil Ketua MK  di Mahkamah Konstitusi, Membubarkan MK karena penegak hukum tertinggi sebagai sarang koruptor tidak bisa sebagai contoh penegakan Hukum di Indonesia, Pemerintah juga agar menuntaskan kasus-kasus korupsi di Kalbar yang sampai saat ini tidak berujung penyelesaiannya.

Dalam aksinya yang digelar dengan orasi dan membawa poster bertuliskan Mau dibawa kemana negeri ini ?!  MK saja bisa disuap, Siapa lagi yang kami percaya di negeri ini ????!!!  kecuali Tuhan, Masih terlalu banyak kaum munafik yang berkuasa, orang yang pura-pura suci dan mengatasnamakan Tuhan. “Merintih kalau ditekan tetapi Menindas kalau Berkuasa”. [Alam]