Desember 2013
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
samudra-news.com | KUBU RAYA - Wakil Kepala Penerangan Kodam XII/Tanjungpura Drs. Rolando Mangatas, S.E menyampaikan kepada awak media bahwa Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI A. Ibrahim Saleh, S.E, telah menanda tangani  dan langsung meresmikan Mess Perwira Tinggi (PATI) di Jalan Parit H. Husien 1 Pontianak Kalimantan Barat, Jum`at (27/12) siang.

Pangdam XII/Tpr dalam peresmiannya mengatakan, gedung ini sebenarnya sudah ada, dan ini merupakan Aset Kodam XII/Tpr, namun kondisinya belum seperti yang kita lihat sekarang ini, dengan  adanya kondisi gedung yang pada saat itu masih belum siap dipakai maka diadakanlah renovasi dengan swadaya sendiri dan dibangun sejak bulan Oktober 2013, katanya.

Pangdam berharap, gedung ini dapat dimanfaatkan untuk memudahkan dalam berkoordinasi apabila ada pejabat yang melaksanakan kunjungan kerja ke Kodam XII/Tpr, juga selalu dipelihara dan dirawat sebaik-baiknya, sehingga memiliki usia pakai yang lebih lama, harap Pangdam.

Selain itu Pangdam, memberikan perintah kepada Asren dan Aslog Kasdam XII/Tpr untuk kedepannya membangun mess Bintara dan Tamtama di Kodam XII/Tpr, tegas Pangdam.

Hadir pada saat peresmian, Kasdam XII/Tpr Brigjen TNI Anang Sutisna, Irdam, para Asisten dan Kabalak Kodam XII/Tpr beserta istri. [Red]
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Oleh : SYAHZEVIANDA

SEGAR diingatan kita tentang sebuah kejadian sembilan tahun silam, ALLAH S.W.T. memberikan sebuah teguran di Tanah Rencong melalui bencana dahsyat yang meluluhlantakkan sebagian wilayah di Aceh. Sebuah terjangan gelombang besar menusuk Ibukota Provinsi Aceh khususnya, yang merenggut ribuan nyawa saudara-saudara kita di Aceh ketika itu, tak sedikit dari mereka harus kehilangan sanak keluarga, kerabat, bahkan harta benda sekalipun.

Tepatnya pada tanggal 26 Desember 2006 ketika itu, Provinsi paling Barat Indonesia ini sedang diuji kesabaran dan ketabahannya. Aceh yang menyita perhatian penghuni bumi pertiwi bahkan dunia Internasional sekalipun dengan kejadian tersebut. Sungguh  menyedihkan memang, tak terdengar lagi hiruk pikuk kehidupan sebuah Kota, yang ada hanya suara tangisan dan sama sekali lumpuh dari aktifitas seperti sebelumnya, tapi kehendak-Nya tidak ada satu pun yang dapat memprediksi untuk dielakkan apalagi sampai menepis akan musibah tersebut. Isak tangis tak lagi terbendung kala itu, tak kuasa menahan kesedihan atas kehilangan orang-orang tercintai, kalau harta benda jangan ditanya. 

Belum lagi dengan luka konflik pertumpahan darah di Aceh yang belum terselesaikan ketika itu, sungguh kesengsaraan sedang berada di pundak rakyat Aceh. Tentu semua itu merupakan hikmah yang harus dipetik dibalik bencana Tsunami yang terjadi, tak lama berselang ternyata masih terus datang sepercik rahmat kebahagiaan dibalik tangisan dan kepiluan yang masih menyelimuti Aceh, dengan ditandatanganinya Nota Kesepahaman (MoU) Helsinki yang berarti telah tercapainya perdamaian untuk mengakhiri konflik bersenjata antara Pemerintah RI dengan GAM yang Alhamdulillah sampai saat ini masih menyelimuti tubuh Aceh.


Betapa tidak, dibalik musibah yang menghampiri, datang pula sebuah perdamaian yang sangat diidam-idamkan oleh Rakyat yang sudah jenuh hidup dalam ketidaktenangan akibat dari sebuah konflik. Satu luka telah sembuh, Minimal tidak terbeban dua hal pedih sekaligus dengan ujian musibah Gelombang Tsunami tersebut. Ternyata masih dibukakan keluangan pintu hati dan rasa iba yang muncul dari pihak-pihak tertentu untuk menyelesaikan  konflik di Aceh yang telah telah bertahun-tahun lamanya darah di Aceh terus bertumpahan.

Rasa syukur dipanjatkan pada ALLAH S.W.T. yang telah mendengar derita umat-Nya di Aceh. Hari demi hari pun terus berlalu mengikuti arah jarum jam, pemulihan demi pemulihan pun terus bergulir untuk menata harapan kembali menjadikan kota yang porak-poranda diterjang gelombang besar itu. Seperti tidak mungkin rasanya, dalam kurun waktu yang belum mencapai satu dekade, jantung kota Aceh ini dapat mengembalikan wajah barunya seperti sedia kala, jika dilihat dari tingkat kerusakannya yang hampir cenderung rusak total, baik sarana dan prasarana, fasiltas-fasilitas sosial dan lainnya, tetapi ini murni terjadi.

Alhamdulillah, berkat do'a kita bersama, Aceh perlahan mulai bangkit dari keterpurukan yang seolah tidak ingin terus dihantui rasa kesedihan dan kepedihan walau sebenarnya tangis itu masih membekas dihati rakyat Aceh khusunya ketika itu. Perlahan mulai bangkit, banyak faktor yang mempengaruhi yang berlandaskan keinginan yang kuat. Kepedulian-kepedulian terus membanjiri pasca kejadian tersebut, terus berdatangan para pendonor yang mengulurkan tangannya untuk Aceh kala itu, baik Saudara kita di Aceh, di Tanah Air, bahkan Dunia Internasional sekalipun berusaha menghapuskan kesedihan-kesedihan. Bantuan-bantuan kemanusiaan terus menghampiri dari berbagai penjuru, secara manusiawi tidak ada sepasang mata pun yang tak tersentuh hatinya ketika melihat wajah Aceh kala itu. Dasar keibaan itulah yang mendorong untuk menutup lembaran cerita tangis dan menjadi wajah barunya seperti sekarang ini, sekilas terlihat semacam tidak terjadi bencana besar pada sembilan tahun silam jika dibanding saat ini.

Tidak hanya itu, usaha demi usaha juga dilakukan untuk memulihkan kembali semangat, jiwa dan mental para korban yang selamat dari musibah tersebut untuk tidak larut terus-menerus dalam kesedihan atas kehilangan orang-orang yang mereka cintai, harus berlapang dada memang ketika kehilangan apa yang mereka miliki dalam hitungan jam saja dan langsung sirna seketika. Walau sekarang mereka sudah dapat tersenyum kembali, namun tetap saja tidak lekang diingatan saudara-saudara kita yang mengalaminya, dan orang-orang yang mereka cinta juga tetap tidak bisa bersama mereka lagi.

Pada momentum peringatan sembilan tahun terjadinya musibah Tsunami tepatnya ditanggal 26 Desember 2013 ini, menjadi i'tibar bagi kita semua . Kita kaji kembali hikmah apa yang didapat dari kejadian tersebut setelah sembilan tahun berlalu, apakah Aceh saat ini melalui teguran musibah tsunami tersebut mampu berubah menuju kearah yang lebih baik atau malah sebaliknya?


Jawaban atas penilaian itu ada pada diri kita masing-masing, apakah mengalami kemajuan atau kemunduran dari segi moralitas, agama, bahkan dari segi kemanusiaan di Aceh. Akankah dengan teguran seperti itu tidak dijadikan cerminan bagi kita untuk memahami prilaku apa yang kita perbuat sebelum Allah mendatangkan bencana Tsunami 2004 tersebut. Harusnya kita menyadari bahwa dengan teguran seperti itulah yang membuat kita sadar akan apa yang telah kita lakukan.

Konon katanya, Aceh  masih menyandang julukan Bumi Serambi Mekkah, tapi apakah sampai saat ini kondisi realita dari berbagai pandangan kehidupan kita sudah  yang sepantasnya menyandang julukan tersebut? Tentu semua kita tak ingin dikatakan sebagai seorang yang munafik. Lumrah saja, sebagai seorang yang mempunyai akal dan pikiran yang sehat, sontak akan marah ketika orang lain mengatakan diri kita sebagai seorang yang munafik. Tapi, dari sisi lain kita hendaknya mencari tau mengapa orang tersebut berkata demikian.

Bersama, mari kita menengadahkan tangan kita, hanya do'a yang patut kita hadiahkan untuk saudara-saudara kita yang telah tiada akibat  musibah Gelombang Tsunami 26 Desember 2004 lalu. Kita jadikan peringatan sembilan tahun Musibah Tsunami di Aceh sebagai momentum yang tepat untuk menatap Aceh kedepan menjadi Aceh yang bermartabat ke arah keberkahan dan ridhai ALLAH S.W.T., dan terus sanggup mempertahankan nilai-nilai keistimewaan yang dimiliki Aceh sebagaimana telah diamanahkan dalam Undang-undang Nomor 44 Tanun 1999.[]

Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Samudra Langsa
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
samudra-news.com | KUBU RAYA - Kepala Seksi Penerangan Umum (Kasipenum) Pendam XII/Tanjungpura Mayor Arh MN Komarudin, pada saat ditanya oleh wartawan di Kantor Pendam XII/Tpr, membenarkan,  bahwa  anggota Satgas Pamtas 143/Tewj, telah dapat menggagalkan Illegal loging pada hari Jum`at pukul 00.30 Wib dini hari tanggal 6 Desember 2013

Anggota Satgas Pamtas 143/Tewj tepatnya Pos Kout Balai Karangan, yang di Pimpin oleh Serda Prayogo dan dua orang anggota Kopda Yance dan Praka P hardi, hasil pemeriksaan tiga anggota tersebut ternyata kendaraan yang bernopol KB 9026 EA membawa barang yang tidak dilengkapi dengan dokumen/surat-surat yang syah, sedang di dalam truk tersebut isinya bukan main 7,5 Ton gula, kata Komarudin.

Lanjut Ia, barang bukti tersebut dalam 1x24 jam akan diserahkan kepada Polisi setempat sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

Selain itu, Komarudin menyampaikan keberhasialan 143 bukan itu saja yang terjadi, namun, anggota 143 juga telah dapat mengagalkan adanya indikasi TKI illegal, jumlah tidak sedikit yaitu 15 orang, ungkap Komarudin.[red]
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm

Langsa,Samudra-News.com – PT. PLN Persero rayon Langsa kota dipastikan mematikan listrik secara total seluruh Langsa tanpa kecuali yang diperkirakan akan sekitar  kurang lebih 7 (tujuh), "Bisa jadi kalau pengerjaan itu bias lebih cepat lagi maka mungkin sekitar 6 jam sudah ready kembali listrik di Langsa", kata Muliadi Manager PLN Rayon Langsa Sabtu (21/12).

Muliadi menambahkan "Kemungkinan besar 7 jam sudah maksimal  antara jam  09.00 Wib – 16.00 Wib, namun kita upayakan kurang dari itulah supaya masyarakat Langsa bias kembali menggunakan aktivitas yang berhubungan dengan listrik bias kembali normal" Sebut Muliadi.

"Pemadaman listrik ini di mulai dari wilayah pemukiman kampong Buket Metuah Kec. Langsa Timur hingga ke Kampung Alur Dua Ke. Langsa Baro" sebut Muliadi di sela-sela kesibukannya melakukan pekerjaan di Jln. A yani kota Langsa.

Muliadi juga menyebutkan alas an pemadaman listrik Total di 5 Kecamatan yakni Kec. Langsa Kota, Langsa Barat, Langsa Baro, Langsa Lama & Langsa Timur, ini semua karena adanya pengerjaan penambahan "Kabel Incoming", atau bias di sebut ini pekerjaan yang tak bias di elakkan karena juga menyangkut menyusulnya pekerjaan "Kubi Kabel 20 Kilo Volt (KV)",ucap Muliadi. (Eddy)

samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm

samudra-news.com | LANGSA – Lembaga Pemasyarakatan ( Lapas) Kota Langsa Kelas II-B, kehilangan Seorang tahanan titipan Kejaksaan Negeri (Kejari), Tahanan tersebut bernama Muliadi alias Adi Mayed bin Syamaun (36th), merupakan warga penduduk Gampong Sungai Paoh Kecamatan Langsa Barat, yang melarikan diri di perkirakan pada Jumat sore (20/12), yang kuat dugaan berhasil kabur dengan cara memanjat tembok dengan menggunakan 4 lembar kain sarung melewati tembok berduri bagian belakang Lapas.


Bukti kuat dugaan bahwa Muliadi melarikan diri dengan kain 4 sarung bersimpul-simpul yang dilemparkan ke bagian paling atas tembok berkawat duri. Kain sarung temuan itu berada di tembok hingga kamis sore(20/12), di bagian luar tembok Lapas yakni  Gampong Baro, Kecamatan Langsa Kota terdapat sambungan kain sarung bersimpul menjulur keluar, dugaan akhir Muliadi kabur sekitar pukul 14.30 WIB dengan cara memanjat tembok Lapas Langsa pada bagian belakang yang memiliki ketinggian sekitar enam meter.


Keterangan  anak kecil yang tinggal di belakang tembok luar Lapas mengatakan, "Mereka sempat melihat seorang Bapak yang turun dari tembok lapas, saat turun dari tembok, datang seorang pemuda mengendarai sepeda motor jenis bebek, mengenakan helm tertutup  kaca reben, pakai jacket warna hitam gelap datang menjemput, Si penjemput itu memegang telepon genggam dengan  pelan-pelan menegndarai motor lewat samping Lapas.

Ketika wartawan mengkonfirmasi Kalapas Kelas II B Langsa, Erri Taruna DS BcIP SH, mengatakan dan membenarkan ada seorang tahanan titipan Kejari Langsa sejak 30 November 2013, Muliadi alias Mayet, kabur dengan memanjat tembok lapas, menggunakan kain sarung, paparnya.

"Muliadi baru diketahui kabur oleh petugas jaga (sipir) sekitar pukul 14.30 WIB. Tersangka dititipan ke lapas karena melanggar Undang-Undang (UU) No 35/2005 tentang Narkotika, Kini sejumlah petugas lapas sedang melakukan pengejaran terhadap tersangka dan juga dilaporkan kepada pihak kepolisian setempat," ujar Erri. [Edi]

samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm

samudra-news.com | BANDA ACEH - Yayasan Permata Atjeh Peduli (YPAP) siap distribusikan lima unit becak mesin aksesibel bagi penyandang cacat di tiga kabupaten/kota yaitu Calang, Aceh besar dan Banda Aceh, Rabu (18/12).


Fadhli Djailani Difable Outreach Coordinator YPAP dalam rilisnya menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan salah satu program pemberdayaan ekonomi sebagaimana yang telah dicanangkan oleh KPA (Komite Peralihan Aceh) Pusat yang didampingi oleh Muzakir Manaf yang kerap disapa Muallem.

"Kegiatan-kegiatan pemberdayaan ekonomi akan terus dilanjutkan dengan berbagai program sesuai dengan kebutuhan teman-teman difable baik berupa kerajinan tangan, menjahit, membuka usaha dagang, akan disupport mulai dari penambahan skill, motivasi, sehingga menghasilkan produk, pendampingan pemasaran serta promosi" jelas Fadhil.

Lebih lanjut ia juga menyampaikan bahwa dalam menyediakan sarana yang aksesibel bagi penyandang Disabilitas merupakan salah satu kewajiban masyarakat, negara maupun individu sesuai dengan “Konvensi Hak-Hak Penyandang Disabilitas” yang telah dicetus PBB sebagai hak-hak asasi penyandang disabilitas secara fundamental dengan bunyi “supaya penyandang cacat mampu hidup mandiri, berpartisipasi secara penuh dalam segala aspek kehidupan, negara harus mengambil kebijakan yang sesuai untuk menjamin akses bagi penyandang disabilitas, atas dasar kesetaraan dengan yang lain terhadap lingkungan fisik, transportasi, informasi, komunikasi, dan semua fasilitas publik harus aksesibel bagi penyandang disabilitas.....”

Oleh karena itu, Fadhli Djailani mengharapkan kepada semua pihak untuk paham dan mendalami Konvensi hak-hak penyandang disabilitas supaya kita semua bisa mengeliminir diskriminasi tidak tersengaja dan tanpa sadar kepada teman-teman penyandang disabilitas dalam bermasyarakat, bernegara. Selain itu, kepada pejabat juga dalam mengeluarkan kebijakan dalam membangun sarana publik dan aturan dan undang untuk masyarakat, bahwa kita jangan lupa ada saudara kita yang difable yang perlu diperhatikan. [Red]

samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm


samudra-news.com | BANGUI – Ribuan Muslim terpaksa meninggalkan rumah-rumah mereka di Republik Afrika Tengah (CAR) untuk menyelematkan diri dari serangan gerombolan massa Kristen yang baru-baru ini terjadi.
Sebuah masjid yang terletak di ibukota Bangui telah dibakar setelah massa Kristen merampoknya.
“Mereka membakar sebagiannya, termasuk membakar rumah imam, dan mereka membongkarnya bata demi batanya,” kata Joanna Mariner dari Amnesti Internasional, dikutip Voice of America pada Selasa (10/12/2013) dan dilansir OnIslam.
“Mereka juga meneriakkan slogan-slogan anti-Muslim, membuat tanda [gambar] memotong tenggorokan seseorang dan menyeru agar presiden mundur,” tambahnya.
Kerusuhan terjadi setelah Presiden Michel Djotodia menyatakan dirinya sebagai pemimpin Muslim pertama di negara tersebut setelah digulingkannya Presiden Bozize pda 24 Maret lalu.
Menurut laporan yang beredar, massa Kristen tidak terima dengan kelompok Muslim yang menggulingkan pemerintahan. Akibatnya, gerombolan massa Kristen yang disebut “anti-balaka” melancarkan serangan terhadap umat Islam, membunuh sejumlah Muslim dan memaksa ribuan dari mereka melarikan diri dari desa-desa.
Dengan slogan yang diteriakkan “bunuh Muslim”, gerombolan itu menyerang properti milik umat Islam dan masjid-masjid, juga merusak toko-toko yang diyakini milik Muslim.
Berdasarkan laporan kantor kemanusiaan PBB, sekitar 400 orang telah meninggal dunia dan ratusan lainnya luka-luka sejak Kamis lalu ketika gerombolan Kristen itu, yang loyal terhadap Francois Bozize yang digulingkan, melakukan serangkaian penyerangan terhadap Muslim. 
Sementara itu, negara penjajah seperti Perancis dan sekutunya Uni Afrika berencana menambah beberapa ribu tentara untuk dikerahkan ke CAR untuk misi apa yang mereka sebut “menjaga perdamaian” dan mengklaim karena massa Kristen merasa “terancam” oleh kelompok Muslim yang sekarang mengontrol negara tersebut. [arrahmah.com]
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
samudra-news.com | BANDUNG – Sebanyak 140 sekolah terancam keikutsertaannya pada program Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013/2014 karena terindikasi melakukan kecurangan input data pusat data siswa dan sekolah (PDSS).
“Saat ini panitia SNMPTN sedang melakukan verifikasi data kalau terbukti melakukan kecurangan sekolah yang bersangkutan tidak bisa mendaftarkan siswa siswinya pada tahun depan,” kata mantan Ketua Panitia SNMPTN Akhmaloka pada acara peluncuran SNMPTN 2014 yang dihadiri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh di Bandung, Rabu (11/12/2013).
Akhmaloka yang juga Rektor ITB didampingi Ketua SNMPTN 2014 Gandjar Kurnia lebih lanjut mengatakan, tahun lalu panitia menemukan data siswa dari 20 sekolah yang terindikasi melakukan kecurangan.
“Setelah dilakukan verifikasi maka terbukti dari 20 sekolah itu sebanyak 13 sekolah melakukan kecurangan sehingga siswa yang sudah lolos bisa dinyatakan gugur,” katanya dalam acara yang dihadiri para rektor, dan perwakilan dari perguruan tinggi negeri peserta SNMPTN.
Lebih lanjut Akhmaloka mengatakan, salah satu bukti kecurangan yang ditemui yakni angka pada rapor asli dengan data yang dimasukkan ke PDSS berbeda.
“Anak yang sudah terlanjur diterima dinyatakan gagal, tetapi bentuk indikasi kecurangan tidak selalu berujung pada dikeluarkan mahasiswa tetapi sering hanya ditemukan kesalahan kecil,” katanya. [arrahmah.com]
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
samudra-news.com | KABUL – Sebuah ledakan besar mengguncang bandara internasional Kabul pada Rabu (11/12/2013) dengan laporan awal menunjukkan bahwa itu adalah serangan Mujahidin Afghanistan.
“Berdasarkan informasi kami, ada ledakan di dekat KAIA (bandara internasional Kabul),” ujar wakil kepala polisi boneka Kabul, Sayed Ghafar kepada Reuters.
Bandara ini dijadikan rumah oleh tentara penjajah NATO sebagai basis operasional selama 12 tahun dan lengkap dengan tentara dan polisi, menara penjaga dan beberapa baris pos pemeriksaan keamanan.
Belum ada laporan detil mengenai serangan ini.  Pihak Mujahidin Imarah Islam Afghanistan belum mengeluarkan pernyataan resmi sejauh ini.
Pada bulan Juni, Mujahidin Imarah Islam Afghanistan juga menyerang bandara dan menargetkan markas NATO.
Tujuh Mujahid terlibat dalam serangan itu dan berhasil mengambil alih dua bangunan di dekatnya.  [arrahmah.com]
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
samudra-news.com | DENPASAR - Angin puting beliung menerjang sejumlah lokasi di Denpasar, Bali, Rabu sekitar pukul 14.00 Wita.
Puting beliung berlangsung selama 20 menit dan menghancurkan 110 rumah lapor Metro Tv pokul 20.00 malam ini. Atap rumah warga pada beterbangan dihajar puting beliung berkecepatan 30 km/ jam.
“Puting beliung terjadi di Dusun Dukuh Tangkas. Petugas kami tengah melakukan pengecekan ke lokasi,” kata Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDD) Denpasar, Made Prapta, Rabu, lansir Antaranews
.com

Akibat angin kencang tersebut, sejumlah rumah di kawasan Pemogan, Sesetan, Jalan Pulau Moyo, dan sekitarnya mengalami kerusakan di bagian atap dengan banyak genteng-genteng yang berjatuhan.
Beberapa gudang di kawasan itu juga mengalami kerusakan terutama kaca-kacanya pecah.
Sejumlah baliho berukuran besar ambruk, serta beberapa mobil pecah kacanya akibat angin kencang tersebut.
Belum diketahui adanya korban jiwa namun kerugian akibat peristiwa itu diperkirakan mencapai  1 milyar rupiah.[arrahmah.com]

no image
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
samudra-news.com | KUBU RAYA - Satgas Pamtas Yonif 143/TWEJ Pos Gabma Entikong dipimpin Serda Agus Windiantono melaksanakan razia pemeriksaan di Jalan Lintas batas Entikong-Pontianak. Selasa (10/12)

Dalam razia ttsersebut, Serda Agus anggota Yonif kembali menggagalkan 1 unit Mobil Inova dengan Nopol. KB 1178 HY yang dikemudikan berinisial Yt (38) beralamatkan di Banyuwangi Jawa Timur, dengan membawa penumpang sebanyak 5 orang yang diduga akan dijadikan TKI, dan kelima orang tersebut tidak dilengkapi surat dan dokumen resmi, jelas Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XII/Tanjungpura Kolonel Inf Desius, SE kepada media diruang kerjanya.

"penumpang yang berada di dalam mobil tersebut, 1 orang tidak memiliki Kartu Identitas (KTP), dan semua penumpang tidak memiliki dokumen yang lengkap untuk menjadi TKI" papar Kolonel Inf Desius.

Selanjutnya, semua Barang Bukti (BB) tersebut ke Kantor Polsek Entikong dan diterima oleh anggota Polisi Sektor Entikong Brigadir Fransisco Redy. [Alm]
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm

samudra-news.com | JAKARTA - Konsolidasi Mahasiswa Nasional Indonesia (Komando) kembali melakukan aksi turun ke jalan. Kali ini mereka menggelar aksi Pukul 01.30 WIB di depan kampus Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Gerakan Rabu (11/12).

Gerakan demonstrans yang berasal dari kaum aktivis kampus mirip gerakan aksi di tahun 1998 saat Reformasi terdahulu, aksi yang digelar merupakan buntut dari aksi pada 9-10 Desember dalam peringatan hari Anti Korupsi dan Hari HAM sedunia.

Aksi Demonstrans yang di motori para aktivis kampus tersebut juga menyandera mobil PLN serta membakar ban bekas, hinga mengeluarkan kepulan asap hitam yang menggumpal menjulang ke langit, sebagai bentuk protes keras para aktivis kampus tersebut yang mirip gerakan aktivis kampus masa 1998.

Dedi Hermawan selaku Humas KOMANDO, mengatakan bahwa "Mahasiswa masih memiliki tuntutan yang sama dengan aksi sebelumnya. Yakni mengecam kekerasan dan kriminalisasi yang dilakukan oleh polisi terhadap mahasiswa", papar Dedi.

"Kita menuntut kepolisian Republik Indonesia ini segera menghentikan k


ekerasan terhadap mahasiswa yang hanya menyuarakan aspirasi rakyat. Kita juga ingin semua kawan yang ditangkap oleh polisi segera dibebaskan" papar Dedi.

"Aparat Kepolisian Jangan kriminalisasi gerakan mahasiswa," sebut Dedi dengan tegas.

Menurut Humas KOMANDO bahwa: "Kekerasan yang terjadi di Jakarta, Pandeglang, Bandung, Makasar, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan daerah lain di Indonesia sudah tidak dapat lagi ditolerir" sebut Dedi.

Dalam aksi ini juga bergabung, IISIP Jakarta, UMJ, UNPAM, STKIP KN, Kampus Laksi, STIE Muhammadiyah Jambi, Unbari Jambi, dan Persatuan BEM Banten.

"Empat kawan kita di Pandeglang dari Komunitas Soekarno Muda '45 masih ditahan oleh polisi. Di Bandung, walau kawan kami dari Aliansi BEM Jawa Barat tidak dikriminalisasi lebih lanjut tapi kami tetap mengutuk tindakan kekerasan polisi.

Kemudian di Makasar, setelah 23 kawan kami dibebaskan tapi kembali ada penangkapan terhadap 90 saudara kita dari Unismuh Makasar," katanya menjelaskan.

Sebelumnya mereka juga menggelar aksi yang sama di depan Universitas Muhammadiyah Jakarta, Ciputat, Tangerang Selatan, Selasa (10/12) dini hari. Karena memblokir jalan dengan membajak mobil tangki Pertamina, mereka dipukul mundur oleh aparat hingga ke arah Situ Gintung.

Berita yang beredar di Blackberry Masangger dari Hikmat Subianta menyebutkan: Mahasiswa Jakarta sempat dipukul mundur masuk ke Kampus IISIP pada jam 04.35.

Pada pukul 04.50, adik-adik Mahasiswa kembali melakukan pemblokiran jalan kembali.

Hikmat Subianta menyerukan dengan ajakan "Kepada seluruh Rakyat Indonesia mari dukung Aksi Mahasiswa Jakarta" papar Hikmat yang mengirim BBM ke aktivis di Aceh.[m.aktual.co/Hikmat Subianta/Khalil]

samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm

samudra-news.com | JAKARTA — Kepanikan sempat terjadi di rangkaian gerbong kereta rel listrik (KRL) Serpong-Tanah Abang yang terbakar karena menabrak sebuah truk tangki di daerah Ulujami, Jakarta Selatan, Senin (9/12/2013) sekitar pukul 11.15 WIB.

Penumpang tiba-tiba diperintahkan segera keluar dari gerbong oleh petugas KRL begitu KRL berhenti mendadak. Penumpang yang ingin segera keluar dari gerbong langsung memecahkan kaca jendela darurat.

Pantauan media yang saat itu berada di kereta tersebut, penumpang yang panik pun langsung berebutan keluar. Ada yang memecahkan kaca jendela dan langsung melompat dari ketinggian sekitar 2 meter untuk menyelamatkan diri. [Kompas.com/kliping]
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
samudra-news.com | YORDANIA – Ratusan jama’ah shalat Jum’at di sebuah masjid di Yordania dibuat takjub oleh seorang anak laki-laki berumur sembilan tahun sebagai imam baru yang menyampaikan khutbah.
Anas Al-Shatti, pertama kalinya mengisi khutbah Jum’at setelah ia menghabiskan beberapa tahun untuk menghafal seluruh ayat suci Al-Qur’an. Anas telah mendapatkan persetujuan dari otoritas Islam di Kerajaan Yordania untuk berceramah, lansir Emirates 24/7 pada Senin (9/12/2013).
Koran-koran Arab mengatakan bahwa Anas tampil percaya diri di mimbar masjid Ibarahimi yang terletak di ibukota Amman meski untuk pertama kalinya. Dalam kesempatan itu, khutbah Anas menyoroti tentang wajibnya anak untuk berbakti kepada orangtua.
Imam muda ini bersyukur kepada Allah (Subhanahu wa Ta’ala) atas karunia-Nya sehingga ia bisa menghafal Al-Qur’an.
“Allah menganugerahi saya hadiah menghafal kitab suci Al-Qur’an,” ujar Anas kepada koran berbahasa Arab Al Dostor edisi pekan ini, seperti dilansir OnIslam.
“Ini adalah hadiah dan sebuah tanggung jawab, Saya berdo’a kepada Allah untuk menolong saya menjaganya,” tambahnya.
Anas, bagaimanapun layaknya anak-anak pada umumnya, meskipun ia sibuk menghafal Al-Qur’an dan membaca buku-buku tentang Syari’ah, ia juga bermain dengan teman-teman sebayanya di lingkungannya. Anas mengatakan bahwa ia tahu dengan baik bagaimana ia mengatur waktunya. Subhaanallah.[arrahmah.com]
no image
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
samudra-news.com - Lembaga Swadaya Masyarakat Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan bersama dengan masyarakat sipil meminta negara melindungi dan memenuhi hak asasi nelayan.

Koordinator Advokasi Hukum dan Kebijakan Kiara, Ahmad Marthin Hadiwinata mengatakan Indonesia termasuk sebagai negara yang telah lebih dulu mengakui hak asasi manusia seperti tercantum dalam konstitusi UUD 1945, namun masih terjadi pengabaian pemenuhan dan pelanggaran hak asasi warga negara khusus dialami nelayan tradisional.

Menurut dia, negara belum dapat memastikan hak asasi nelayan tradisional dan petambak kecil mendapatkan perlindungan dalam berusaha dengan melindungi ruang penghidupan dari perusakan dan pencemaran lingkungan serta ancaman dari pembangunan dan eksploitasi sumber daya pesisir.


Pemerintah Pusat mau pun daerah sebagai penyelenggara negara, lanjutnya, seharusnya dapat mengubah kebijakan yang lebih berpihak sehingga menyejahterakan nelayan dan petambak kecil.

Berbagai kasus yang juga mengarah pada pelanggaran hak asasi masih menimpa nelayan tradisional dan petambak kecil di Indonesia dalam rentan waktu 2012–2013. Kiara mencatat hingga November 2013, sedikitnya 201 nelayan hilang dan meninggal dunia di laut namun tanpa perlindungan asuransi.



Sebanyak 28 konflik di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil yang menyangkut ruang penghidupan yang dibiarkan di eksploitasi dan dirusak sehingga mengganggu ruang penghidupannya penghidupan keluarga nelayan dan petambak kecil, ujar Ahmad.

Sebanyak 10 nelayan tradisional dari Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, telah divonis bersalah oleh Pengadilan Malaysia tanpa ada pembelaan negara. Sedangkan tujuh petambak plasma eksDipasena tidak memperoleh bagi hasil yang sesuai.



Selain itu, ia mengatakan sedikitnya 17.460 nelayan digusur akibat reklamasi pantai di tujuh kota pesisir. Akibatnya nelayan tradisional bersama dengan petambak sebagai masyarakat pesisir merupakan korban yang termarginalkan.

Tuntutan Kiara bersama masyarakat sipil tersebut dilakukan dalam aksi "menolak lupa" di Bundaran HI yang dilaksanakan untuk memperingati Hari Hak Asasi Manusia sedunia yang jatuh pada 10 Desember mendatang. [Kliping]
 
 




samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
samudra-news.com | JAKARTA – Pemerintah tidak mempunyai rumusan kepentingan nasional yang seharusnya dibawa ke dalam WTO. Sehingga kesepakatan yang dihasilkan dalam WTO tidak merefleksikan kepentingan nasional melainkan hanya sebagai ajang gagah-gagahan. (Metrotvnews.com, 8/12/2013)

Konferensi Tingkat Menteri anggota The World Trade Organization (WTO) sesungguhnya hanya akal-akalan negara maju memanfaatkan negara berkembang untuk mengatasi masalah krisis yang mereka ciptakan sendiri. (investigasi.seruu.com, 2/12/2013).

Seorang Analis Politik Puspol Indonesia, Ubedilah Badrun seperti yang dikutip seruu.com menyampaikan bahwa secara substansial tidak ada keadilan dalam rancangan kesepakatan di KTM WTO Bali. Hal itu dinilai hanyalah kekhawatiran negara maju sehingga bersikap tidak adil dan selalu ingin mengambil keuntungan besar.

Hal serupa juga disampaikan Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia Ismail Yusanto seperti yang dirilis Aktual.co bahwa WTO adalah sebuah pertandingan tinju lintas kelas, antara kelas berat melawan kelas bulu. Hal ini tentu bukanlah pertandingan yang adil.  Menurutnya, KTM WTO hanyalah sebuah agenda kapitalisme global untuk mempertahankan hegemoni kekuatan negara maju. Dan Oleh karenanya, WTO dinilai tidak tepat untuk diikuti oleh negara-negara berkembang seperti Indonesia.[Musri]