Maret 2014
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
samudra-news.com | KOTA LANGSA - Tahun 2014 merupakan tahun politik di Indonesia. Dimana ditahun tersebut, merupakan akhir periode usia pemerintahan sehingga rakyat harus kembali memilih pemimpin dan wakil rakyat untuk duduk di kursi pemerintahan. Tak aneh jika politik dan perubahan begitu ramai diperbincangkan oleh berbagai kalangan pada masa tersebut, bahkan banyak topeng-topeng baru bermunculan hampir disetiap sudut kota. Apakah perubahan-perubahan itu nyata dirasakan oleh rakyat untuk menjadi lebih baik?

Menyikapi hal tersebut, DPD II HTI Kota Langsa melaksanakan kegiatan Halaqah Islam dan Peradaban (HIP) dengan tema Pemilu 2014, Mampukah Mewujudkan Perubahan Menuju Indonesia Lebih Baik?” di Aula Setda Kota Langsa, Mingu (30/03).

Ketua Panitia Ust. Abu Hanif dalam kata sambutannya menyampaikan bahwa Kalimat yang menyatakan bahwa suara rakyat menentukan masa depan kita semua karena akan berdampak hingga lima tahun kedepan menurutnya kurang tepat, karena setiap keputusan yang kita ambil tidak hanya berdampak lima tahun kedepan, melainkan akan berdampak sampai akhirat karena semua itu akan kita pertanggungjawab di hadapan Allah SWT di akhirat kelak. Oleh karena itu janganlah sampai kita mengambil keputusan yang keliru.

“Karena itu, dengan tema yang kita angkat dalam HIP ini menjadi sangat relevan untuk kita perbincangkan tentang bagaimana menangkap sinyal dari harapan masyarakat yang begitu besar terhadap sebuah perubahan hakiki dengan kondisi aktual sistem yang berjalan saat ini” papar Abu Hanif.

Pembicara pertama Ust. Iqbal, S.H.I dalam materinya memaparkan bahwa Pemilu yang akan berlangsung pada 9 April 2014 mendatang sebenarnya adalah pemilu yang ke-11 kalinya diselenggarakan di Indonesia sejak kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945 dan tentu kita mempunyai gambaran dan fakta dari pemilu-pemilu sebelumnya.

“Ini pemilu yang ke-11, jadi pertanyaan yang paling simple yang pasti muncul adalah setelah sebelumnya pemilu telah berlangsung selama 10 kali sudahkah membawa perubahan yang signifikan bagi Islam dan umat Islam dan rakyat secara umum? Ternyata tidak!” jelas Iqbal yang juga sebagai Ketua DPD II HTI Kota Langsa.

Menurutnya, sepanjang sejarah pelaksanaan pemilu di Indonesia telah jelas kita lihat hanya mampu merubah rezim yang berkuasa dan tidak berdampak secara signifikan bagi rakyat banyak pada umumnya dan Islam dan umat Islam khususnya.

Oleh karena itu, sebagai jawaban sekaligus solusi dari sejumlah pertanyaan yang muncul, Ust. M. Fatih Al Malawi Dari DPD I HTI Sumut selaku pembicara terakhir menjelaskan bahwa untuk mewujudkan Indonesia lebih baik tentunya juga dengan menggunakan sistem yang terbaik pula bukan dengan demokrasi yang telah jelas terbukti gagal. Dan sistem terbaik itu hanyalah Syariah dan Khilafah, karena hanya Syariah dan Khilafah yang mampu mewujudkan menuju Indonesia lebih baik dengan menerapkan Syariah Islam secara mendasar dan membabat habis sistem demokrasi hingga keakar-akarnya. Karena hanya dengan begitu perubahan secara menyeluruh akan terwujud dan umat Islam akan kembali menjadi umat terbaik diatas muka bumi ini.


Selain itu, kegiatan yang dihadiri lebih kurang 120 peserta tersebut pada dasarnya menghadiri empat orang pembicara yang dua diantaranya dari Komisi Independen Pemilihan (KIP) dan Dosen Fakultas Hukum Universitas Samudra. Namun berdasarkan keterangan panitia, kedua pembicara tersebut dikonfirmasikan tidak dapat hadir dalam kegiatan dimaksud karena berhalangan.[]Musri
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Ilustrasi
samudra-news.com | BANDA ACEH - Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro (Himatektro) Universitas Syiah Kuala Banda Aceh menggelar Tray Out Akbar untuk siswa SMP dan SMA di Kabupaten Pidie pada Sabtu 28 Maret 2014.

Ketua Penyelenggara Martunis menyampaikan bahwa Tray Out Akbar ini bertujuan membantu siswa dalam menghadapi Ujian Nasional (UN) mendatang yang sering kali dianggap momok oleh siswa. Untuk itu, Himatektro mencoba untuk meminimalisir ketakutan dan
kesalahan dalam mengisi lembar jawaban bagi siswa nantinya.

“Alhamdulillah, Try Out Akbar ini mendapat sambutan yang antusias dari siswa di Kabupaten Pidie. Terbukti sebanyak 1630 siswa dari sepuluh sekolah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut” jelas Martunis.

Lebih lanjut ia juga menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak lain untuk melatih para siswa cara mengisi lembar jawaban, serta membiasakan siswa dalam mengisi soal-soal yang mirip dengan soal UN nantinya. Sehingga siswa akan terbiasa dengan kegiatan seperti ini,
dan tidak ketakutan lagi, serta akan dengan tenang dalam menghadapi UN nantinya.

Kegiatan ini merupakan program tahunan dari Himatektro Unsyiah dan diadakan di kabupaten berbeda setiap tahunnya. Untuk mempermudah pemeriksaan lembar jawaban, mereka bekerjasama dengan
salah satu bimbingan belajar Primagama Banda Aceh. "Kita juga bekerjasama dengan Primagama. Soal dari mereka, nanti yang periksa lembar jawaban juga mereka," lanjut Martunis.

Selain itu, Ketua Himatektro Unsyiah, M. Zaky juga menyampaikan bahwa kegiatan Try Out ini merupakan program tahunan dari Himatektro Unsyiah yang juga bekerjasama dengan Bimbingan Belajar Primagama Banda Aceh karena memang soal dan pihak yang memeriksa lembar jawaban adalah dari Primagama sendiri.


“Semoaga banyak lembaga atau instansi yang menggelar kegiatan seperti ini. Sehingga semakin banyak yang mengadakan Try Out seperti ini, siswa tidak lagi canggung saat megikuti UN dan terbiasa dalam mengerjakan soal-soal yang mirip dengan soal UN," harap Zaky.[]Red
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Timur,
M. Ikhsan Ahyat, S.STP, M.AP sedang memberikan
kata sambutan dalam acara Sosialisasi
Pemilu Legislatif dan Presiden di Aula gedung
serba guna Idi, Aceh Timur.
Pelaksanaan Pemilihan Umum yang sudah diambang pintu diharapkan masyarakat bisa memberikan suaranya tanpa ada intimidasi dari pihak manapun  

samudra-news.com | Aceh Timur - Sekertaris Daerah Kabupaten Aceh Timur M. Ikhsan Ahyat, S.STP, MAP, pada hari kamis tanggal 27 Maret membuka acara Sosialisasi Pemilu Legeslatif dan Pemilu Presiden Tahun 2014 dalam Kabupaten Aceh Timur.

Muhammad Amin, SH, MH, Dalam laporannya menyampaikan, Sosialisasi ini dilaksanakan berdasarkan Undang-undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang penyelenggaraan pemilu, Qanun Kabupaten Aceh Timur Nomor 4 Tahun 2013 tentang susunan organisasi dan tata kerja lembaga teknis Kabupaten Aceh Timur serta surat keputusan Bupati Aceh Timur.

Adapun Peserta yang diundang untuk mengikuti sosialisasi ini terdiri dari unsur Aparatur Gampong, Alim Ulama, Para Pimpinan Mahasiswa, Para Santri, Pemuda Serta Pemilih Pemula yang berjumlah lebih kurang 200 (dua ratus) orang.

Lebih lanjut ia mengataan, sasaran yang ingin dicapai dengan penyelenggaraan sosialisasi pemilu ini adalah untuk menyatukan visi dan persepsi serta bertekan untuk menyukseskan penyelenggaraan pemilu yang jatuh pada tanggal 9 April 2014 mendatang.

Sekertaris Daerah M. Ikhsan Ahyat, S.STP, MAP dalam sambutannya mengatakan sebagaimana kita ketahui kondisi politik dan keamanan di Aceh Khususnya di Aceh Timur sekarang ini menjelang hari pemungutan suara pada tanggal 9 April 2014 secara umum dapat dikakatakan kondusif. Hal ini patut kita syukuri bersama, karena berkat dukungan dari semua pihak baik dari instansi aparat keamanan, Pemerintah Daerah, KIP, Panwaslu serta dukungan dari masyarakat.

Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk ikut serta mensukseskan penyelenggaraan pemilu Legeslatis dan Pilpres Tahun 2014 dengan aman dan tertib serta tidak melakukan kekerasan.

"Marilah kita jaga Persatuan dan kesatuan dalam Masyarakat dengan mengantisipasi sejak dini permasalahan yang akan timbul yag dapat merugikan masyarakat menjelang hari pemungutan suara tanggal 9 April 2014. Marilah kita Ciptakan suasana yang kondusif menjelang dan saat pelaksanaan pemungutan suara agar masyarakat bisa memberikan atau menyalurkan isnpirasinya bisa merasa nyaman, damai dan tenang tanpa ada intimidasi dari pihak manapun" lanjut Sekda.

Dalam acara Sosialisasi Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden ini hadir sebagai pemateri atau nara sumber yakni kapolres Aceh Timur, AKBP, Mhajir, S.IK, Dandim 0104 Aceh Timur dan unsur terkait lainya termasuk dari Badan Kesbang dan Politik Provinsi Aceh. [] Mmg
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
samudranews.com | JAKARTA - Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang memerlukan waktu selama dua hari, pelaksanaan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2014 hanya dilakukan selama satu hari, yaitu pada 17 Juni 2014.
Adapun biaya pendaftaran yang semula berkisar Rp 175.000-Rp 200.000, tahun ini turun menjadi Rp 100.000 untuk semua jenis tes.
Ganjar Kurnia, Ketua Panitia SBMPTN, mengatakan SBMPTN 2014 diikuti oleh 64 perguruan tinggi negeri (PTN), termasuk dua PTN yang baru bergabung, yaitu IAIN Fatahillah Palembang, dan UIN Ar-Raniry Nanggroe Aceh Darussalam.
“Dengan demikian,  jika pada 11 Desember 2013 yang lalu saat peluncuran SNMPTN 2014 diikuti 62 PTN, maka hari ini peluncuran SBMPTN diikuti 64 PTN,” kata Ganjar seperti dilansir Tribunnews dari laman khusus Setkab.
Meskipun hanya dilakukan selama satu hari, menurut Ganjar Kurnia, SBMPTN tetap mencakup dua mata uji untuk masing-masing bidang ilmu. Untuk bidang sains dan teknologi, mata ujinya adalah Tes Kemampuan Potensi Akademik (TKPA) dan Tes Kemampuan Dasar Sains dan Teknologi (TKD Saintek).
Adapun untuk bidang sosial dan humaniora, mata ujinya adalah Tes Kemampuan Potensi Akademik (TKPA) dan Tes Kemampuan Dasar Sosial dan Humaniora (TKD Soshum).
“Sedangkan bagi pendaftar untuk bidang campuran, ada tiga mata uji. Tes Kemampuan Potensi Akademik (TKPA), Tes Kemampuan Dasar Sains dan Teknologi (TKD Saintek), dan Tes Kemampuan Dasar Sosial dan Humaniora (TKD Soshum),” kata Ganjar.
Ketua Panitia SBMPTN 2014 itu juga mengemukakan, untuk tes keterampilan bagi program studi tertentu, akan dilaksanakan pada 18-19 Juni 2014.
“Setiap pendaftar,  dapat memilih dua PTN, dengan jumlah program studi untuk dua PTN tersebut adalah sebanyak tiga program studi,” terang Ganjar.
Ganjar juga menjelaskan, jika SNMPTN 2014 hanya diperkenankan untuk siswa yang lulus ujian nasional tahun 2013 dan 2014, SBMPTN lebih luas jangkauannya.
“Pendaftaran bisa dilakukan oleh lulusan SMA/sederajat tahun 2012 hingga 2014,” kata Ganjar seraya menjelaskan, untuk menjangkau pelosok tanah air, panitia SBMPTN melakukan kerja sama dengan PT Pos, PT Telkom, dan PT Bank Mandiri, sehingga pendaftar dari pelosok bisa memanfaatkan internet di PT Pos yang tersebar di tanah air, dan Bank Mandiri telah menyiapkan berbagai mekanisme untuk mempermudah pembayaran pendaftaran
Bayar Rp 100 Ribu
Mengenai biaya pendaftaran peserta SBMPTN 2014, menurut Ganjar Kurnia, untuk semua jenis tes hanya Rp 100 ribu, atau turun dibanding biaya pendaftaran tahun-tahun sebelumnya yang semula berkisar Rp 175.000-Rp 200.000.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh yang hadir dalam acara itu menjelaskan, penurunan biaya pendaftaran masuk perguruan tinggi negeri itu karena disubsidi pemerintah. “Turunnya (biaya pendaftaran) karena kita subsidi. Kita ingin jangan sampai adik-adik kita karena tidak punya uang, buat daftar saja tidak bisa,” kata Mendikbud.
Bagi siswa yang tidak mampu membayar pendaftaran, Mendikbud mengungkapkan tidak akan dipungut bayaran. Skema Bidikmisi bisa digunakan dalam seleksi ini. Karena dalam seleksi ini, kata dia, sudah terintegrasi dengan Bidikmisi.
Adapun syarat utama untuk mendaftar SBMPTN 2014 ada tiga, yaitu Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN), Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), dan Nomor Ujian Nasional (NUN).
“Dengan cara seperti ini, diharapkan seluruh siswa termotivasi untuk mendapatkan NISN dan NPSN,” pungkas Ganjar. []TRIBUNNEWS.COM
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Kelopompok Tani maju Bersama Kecamatan Nurussalam Wakilkan Aceh Timur Dalam AT-PA Tingkat Provinsi Aceh
Para peserta KT-NA sedang bersiap-siap 
tampil asah keterampilan dan kepadaian
dalam bidang pertanian, perkebunan,
perikanan dan kelautan di Aceh Timur.
samudra-news.com | Aceh Timur- Sebanyak 12 kelompok tani dalam wilayah Kabupaten Aceh Timur ikut meriahkan perlombaan Asah Terampil Petani Aceh (ATPA) yang diselenggarakan oleh Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Aceh Timur yang dilasakanakan dihalaman kantor tersebut, Senin (24/3).

Adapun 12 kelompok tani tersebut yaitu kelompok tani Tunas Baru dari Kecamatan Birem Bayeun, Tani Tueng Buet Kecamatan Rantau Seulamat, Muda Jaya dari Kecamatan Sungai Raya, Sarengan asal Kecamatan Idi Timur, Piro Hape dari Kecamatan Serbajadi, Bungong Jumpa Kecamatan Darul Aman, Gema Tani dari Darul Ikhsan, Bina Tani dari Idi Tunong, Cipta Tani dari Kecamatan Banda Alam, Tani Makmur dari Darul Fallah dan Tani Maju Bersama dari Kecamatan Nurusslam serta kelompok tani Irsyadiah mewakili Kecamatan Madat.

Kepala BP4K Kabupaten Aceh Timur Lukman SP,MM dalam laporannya mengatakan, ke 12 kelompok tani ini merupakan hasil seleksi Kelompok Tani dari 24 kecamatan dalam wilayah kabupaten Aceh Timur.

Ke 12 peserta KT-NA ini telah kita pertandingkan mulai dari pagi hari sampai dengan sore hari dimana dari ke 12 kelompok Tani ini akan akan dibagi menjadi dua sesi pertandingan dimana tiap sesi diikuti sebanyak 6 kelompok tani sehingga didapati juara 1, 2 dan 3. Dalam lomba KT-NA ini para penguji akan memberikan beberapa pertanyaan dibidang pertanian, perikanan dan perkebunan dengan mempergunakan bahasa yang mudah dimegerti oleh para peserta dan Dari hasil lomba nantinya peringkat satu akan mewakili kelompok tani Aceh Timur untuk lomba asah trampil petani Aceh tingkat provinsi di Banda Aceh pada April 2014 mendatang,” sebutnya.

Ia juga menambahkan, yang menjadi dewan juri pada acara lomba asah trampil petani Aceh , pihaknya melibatkan tim dari dinas terkait seperti, Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura, Kehutanan dan Perkebunan, Kelautan dan Perikanan, Peternakan dan Kesehatan Hewan serta sebagai ketua dewan juri kelompok fungsional dari BP4K. Dan pada petang ini kita telah berhasil melihat kelompok tani asal Kecamatan Nurussalam, yakni kelompok tani Maju Bersama yang nantinya akan mewakili petani Aceh Timur untuk lomba Asah Terampil Petani Acehdi Provinsi” ujarnya dan untuk uara 1 ini kita berikan uang pembinaan sebesar Rp. 6.000.000, sementara untuk juara ke 2 diraih oleh kelompok Tani Tunas Baru kecamatan Birem Bayeun dengan mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp. 3.000.000, dan juara ke 3 kelompok Tani Sarengan Kecamatan idi Timur dengan mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp. 2.250.000,-

Lanjutnya, pihaknya merasa bangga karena kegiatan yang dilaksanakan ini mendapat respon yang begitu antusias dari berbagai pihak, terutama para kelompok tani yang benar-benar menyambut baik lomba ini bukan karena hadiahnya. “ Tetapi momentum itu akan dijadikan aikon atau lambang pelaksana penyuluh sebagai wahana peningkatan ketrampilan serta pengetahuan kelompok tani itu sendiri,” pungkas Lukman.

Sementara itu, Asisten III Sekdakab Aceh Timur Drs.Irfan Kamal MSI yang membuka perlombaan tersebut menegaskan, kegiatan adu trampil kelompok tani ini menjadi awal yang baik untuk menunjukkan bahwasanya, kelompok tani dapat berkompetisi dalam menguji kemampuannya yang selama ini tidak pernah dirasakan.

“Kita berharap kelompok tani dapat dijadikan indikator keberhasilan pembangunan segela bidang terutama bidang pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan yang banyak membutuhkan tenaga kerja sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani,” pinta Irfan Kamal seraya mengatakan, untuk pencapaian hasil dimaksud, para kelompok tani harus meningkatkan pula pengetahuan dan ketrampilannya sehingga mampu menginovasi teknologi guna memperoleh hasil panen maskimal dan kita juga berharap kepada kelompok Tani Maju Bersama Asal kecamatan Nurussalam ini bisa mengharumkan nama daerah di ajang yang berikutnya.

Lebih lanjut ditambahkannya, Pemerintah Aceh Timur akan tetap konsisten berada digarda depan para petani untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilannya sehingga petani dapat merubah pola pikirnya, dari petani tradisional menjadi petani maju dan mandiri.

Kegiatan lomba asah trampil petani Aceh yang digelar tersebut turut dihadiri para kepala SKPK dilingkungan Pemkab Aceh Timur, para Camat, Ketua Kelompok Tani Andalan (KTA), Mantri Tani serta unsur dinas terkait lainnya.[] Mmg
no image
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
samudra-news.com | Aceh Timur-Telah kita ketahui bersama bahwa rapat koordinasi merupakan hal yang penting untuk dilaksanakansebagai proses pengintegrasian dalam penyatuan tujuan dalam sebuah organisasi pemerintah demi tercapainya tujuan, sebab tanpa koordinasi yang baik maka sebuah organisasi tidak mempunyai pegangan yang sudah tentu merugikan bagi organisasi itu sendiri.

Berdasarkan hal tersebut diatas, pemerintah Kabupaten Aceh Timur melalui Bagian Pemerintahan Umum Kantor sekretariat Daerah mengadakan acara rapat koordinasi unsur MUSPIKA se Kabupaten Aceh Timur yang dilaksanakan pada Selasa, 27 Mar 2014 di aula gedung serba guna, Idi.

Kepala Bagian Pemerintahan Umum Setdakab Aceh Timur, Syafrizal SH dalam laporannya mengatakan, rapat koordinasi yang dilaksanakan ini merupakan tindak lanjut dari hasil rapat koordinasi pemilu legislative yang telah dilaksanakan pada 3 Maret lalu di Banda Aceh. Hal tersebut dilaksanakan guna mencapai keselarasan, keserasian dan keterpaduan dalam rangka menyongsong dan mendukung pelaksanan PEMILU 2014 yang sebentar lagi akan dilaksanakan.

“kita fahami bersama bahwa betapa pentingnya fungsi koordinasi dan sangat luas cakupan masalah yang dapat diselesaikan melalui rapat koordinasi yang diselenggarakan ini” ujar Syafrizal.

Lebih lanjut ia mengatakan, sebagai wujud nyata dalam rangka untuk mensukseskan Pemilu yang sebentar lagi akan kita laksanakan, maka dipandang perlu rapat Muspika ini dilaksanakan agar kedepannya dapat menformulasikan tentang hal yang berkaitan dengan pemilu yang sudah tentunya harus mendapat perhatian yang besar dari kita semua khususnya unsur Muspika sebagai ujung tombak pemerintahan di tingkat Kecamatan sehingga dalam pelaksanan pesta demokrasi tersebut nantinya dapat berjalan dengan aman, tertib, damai dan sukses sehingga kita semua dapat memberikan jaminan keamnan bagi masyarakat ketika berlangsungnya pelaksanaan Pemilu nanti, dan kita akan dapat dengan mudah berkoordinasi apabila ada gangguan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Aceh Timur dalam kata sambutannya ketika membuka acara Rapat koordinasi Muspika ini yang dibacakan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan, Adlinsyah, S.Sos, M.AP mengatakan, kita mnyadari bahwa muspika lebih banyak mengetahui apa yang terjadi di daerahnya, tanpa kerjasama, bantuan dan koordiasi yang baik maka mustahil pemerintahan bisa berjalan dengan baik.

Berkaitan dengan hal tersebut diatas, maka sangat penting bagi kita semua untuk dapat menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban diwilayah kerja kita masing-masing dalam rangka menjuju proses pesta demokrasi yang sebentar lagi akan kita laksanakan. Dengan adanya rapat koordinasi Muspika ini kita harapkan akan mepermudah bagi kita untuk mengetahui serta merumuskan langkah-langkah yang tepat untuk mengantisipasi apabila ada pihak-pihak yang tidak bertangung jawab membuat kekacauan serta ketidak nyamanan di daerah kita, sehingga hal tersebut tidak meluas dan dapat kita atasi bersama melalui koordinasi yang baik dan tepat” ujarnya, oleh karena itu dengan tekad dan semangat yang kuat serta kebersamaan kita untuk mensukseskan Pemilu legislatif  dan Pemilu Presiden mendatang maka unsur Muspida sangat mengharapkan dukungan penuh dari segenap unsur Muspika untuk dapat berkoordinasi demi tercapainya tujuan sebagai mana tema rapat koordinasi ini yakni Melalui Rapat koordinasi unsur Muspika Kabupaten Aceh Timur, kita wujudkan Pemilu 2014 yang tertib, aman, damai dan lancar” pungkasnya.

Dalam rapat koordinasi Muspika ini dihadiri oleh seluruh Unsur Muspida yang sekaligus mnjadi pembicara serta Badan dan Dinas Terkait lainnya yang diikuti oleh Camat, Danramil serta kapolsek dari 24 Kecamatan yang berada dalam pemerintahan Kabupaten ceh Timur []Mmg
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
samudra-news.com | BIREUEN - Team YPAP [Yayasan Permata Atjeh Perduli] bekali team medis dan bidan Puskesmas Kota Juang BIREUEN tentang hiv-aids dan IMS (infeksi menular seksual) secara klinis pada senin pagi 24 Maret 2014 di Aula Pertemuan lantai 2 Puskesmas tersebut. 

Pada pelatihan team medis kelas pertama ini team YPAP memberikan dua materi dasar tentang hiv-aids yang dibawakan oleh Oki Santria dan materi IMS disampaikan oleh Wanda Shahab yang seorang aktivis hiv-aids asal Bireuen, aktiv dibeberapa LSM fokus HIV di Medan dan sebagai konsultan KPAN (Komisi Penanggungan Aids Nasional). []
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
samudra-news.com | LANGSA - Mangrove ternyata tidak hanya bisa menjaga kelestarian ekosistem pantai, tapi bisa diolah menjadi aneka penganan seperti dodol dan sirup. Sehingga, pohon yang selama ini hanya digunakan sebagai bahan baku arang, sudah bisa digunakan untuk kebutuhan makanan. Hal inilah yang diprakarsai oleh Yayasan Gajah Sumatera (Yagasu) Aceh dalam  menyukseskan program rehabilitasi kawasan hutan mangrove di kawasan pantai timur Aceh.

Asisten Manager of Public Engagement Yagasu, Yasra Alfariza kepada Serambi, Minggu (23/3), mengatakan, Yagasu tidak saja merehabilitasi kawasan hutan mangrove, tapi juga memberdayakan masyarakat pesisir dengan memanfaatkan potensi yang tersedia di hutan mangrove. “Banyak hal yang bisa dilakukan, mulai dari membuat dodol, sirup, sampai kepada mewarnakan batik dari bahan baku dari habitat hutan,” kata Yasra.

Ia mengatakan, masih banyak hal lain yang bermanfaat dari budidaya hutan manggrove, karena itu, pihaknya bertekad untuk bisa memanfaatkan kawasan hutan mangrove mampu meningkatkan pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan produktif.

Yasra mengatakan, saat ini Yagasu masih fokus kepada penyuksesan program rehabilitasi kawasan hutan mangrove yang diikuti dengan program pemberdayaan masyarakat pesisir di pantai timur Aceh.

Sementara itu, Keuchik Teulaga Tujuh, Kamruzzaman mengatakan, ia berharap Pemko Langsa melalui Dinas terkait agar bisa memanfaatkan kawasan hutan tidak sebatas untuk tujuan pelestarian. “Jika memang banyak manfaat, kami berharap pemerintah bisa memberdayakan potensi mangrove untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” kata dia.

Saat ini, kata Keuchik Kamaruzzaan, Pemerintah terkesan tidak memiliki program kerja yang berkepanjangan selain dari hanya melakukan beberapa program penanaman. “Kami berharap, ada tindakan lanjutan dari pemerintah untuk memanfaatkan kawasan hutan menjadi sumber ekonomi masyarakaat,” pungkas Keuchik Kamaruzzaman.[]
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
samudra-news.com | Kuala Lumpur - Seluruh keluarga dari penumpang asal Indonesia di Malaysia Airlines MH370 yang hilang telah pulang ke Tanah Air. Mereka memilih memantau perkembangan pencarian MH370 dari Indonesia.

"Tadi yang terakhir Pak Leonard, dari keluarga Firman Chandra Siregar sudah pulang sore tadi ke Medan," ujar Sekretaris Pensosbud Dewi saat dihubungi, Sabtu (15/3/2014).

Dewi mengatakan, istri Leonard sudah pulang lebih dulu dua hari lalu bersama Christin yang juga kakak dari Firman. Saat ini tidak ada lagi keluarga penumpang dari Indonesia yang menunggu di Malaysia, baik di Hotel Everly Putrajaya maupun Wisma Damai KBRI. Kemarin, keluarga dari penumpang Herry Suadaya dan Ferry Suadaya juga telah kembali ke Indonesia.

Namun begitu, kata Dewi, pihak KBRI terus menjaga komunikasi dengan seluruh keluarga penumpang dari Indonesia terkait perkembangan pencarian MAS MH370.

"Tadi juga setelah jumpa pers PM Najib, KBRI menghubungi semua keluarga memberitahu perkembangan pencarian. Mereka minta supaya KBRI tetap memberikan informasi perkembangannya," jelasnya.

Sudah delapan hari pesawat jenis 777-200 ER milik maskapai MAS itu hilang. Pencarian selama ini di sekitar Laut China Selatan, Selat Malaka, Laut Andaman, dan daratan semenanjung tidak menemukan apapun terkait pesawat itu.

Hari ini, Pemerintah Malaysia memutuskan menghentikan pencarian di Laut China Selatan menyusul informasi baru data satelit dari tim investigasi yang menunjukkan adanya pergerakan pesawat 6 jam setelah kontak terakhir ke dua koridor, yaitu utara arah Kazakhstan dan Turkmenistan melalui Thailand, atau ke selatan ke arah Samudera Hindia melalui Indonesia.

Tujuh WNI yang masuk dalam manifes penumpang MAS MH370 itu adalah Sugianto,Vinny Chynthyatio, Firman Chandra Siregar, Herry Indra Suadaya, Ferry Indra Suadaya, Tanurisam Indrasuria, dan Wang Willysurijanto. [detiknews.com]
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Oleh: Agus Putra A. Samad

SAAT INI, sektor budidaya perikanan dikenal sebagai penghasil pangan yang berkembang pesat diseluruh dunia. Berdasarkan data dari Badan Pangan dan Pertanian Dunia (FAO, 2012) total produksi ikan dunia mencapai 156 juta ton/tahun, dimana sektor budidaya menyumbang 63 juta ton atau sekitar 40% dari total produksi tersebut. Angka ini hampir sama dengan produksi daging sapi (63 juta ton) dan hanya terpaut tipis dengan produksi daging unggas yang mencapai 88 juta ton. Terjadinya peningkatan produksi dari sektor budidaya perikanan ini bukanlah tanpa sebab, hal ini dikarenakan tingginya permintaan ‘seafood’ dipasaran nasional dan internasional. Ditambah lagi dengan meningkatnya pengetahuan penduduk dunia tentang nutrisi yang terkandung dalam ikan, sehingga mereka lebih memilih mengkonsumsi ikan daripada daging yang dianggap beresiko terhadap kesehatan.

Kementerian Kelautan dan Perikanan melaporkan bahwa produksi budidaya perikanan Indonesia terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2012 produksi dari sektor budidaya mencapai 9.6 juta ton dan pemerintah menargetkan peningkatan produksi menjadi 16.9 juta ton pada tahun 2014. Mengingat target tersebut, muncul pertanyaan, berapa persenkah kemampuan daerah kita (Aceh) untuk menyumbangkan produksi ikan dari sektor ini? Jika melihat kondisi sumberdaya alam (lahan potensial) dan keadaan sosial (kemahiran dibidang budidaya) yang ada pada saat ini, jika ingin ambil bagian dalam menyumbang ikan dari hasil budidaya, maka tentunya dibutuhkan keseriusan dari semua pihak khususnya dinas terkait untuk membangkitkan sektor ini.

Sebahagian dari kita mungkin tidak pernah terfikir akan potensialnya sektor budidaya perikanan. Memang, jika kita melihat sekilas kondisi di pelabuhan pendaratan ikan dan pasar ikan, semua orang dapat menyimpulkan secara ‘teori’ bahwa hasil tangkapan perikanan kita banyak dan berlimpah sehingga teori tersebut dapat diteruskan menjadi sebuah prakiraan bahwa para nelayan mestilah mendapatkan uang yang banyak dan dapat menghidupi keluarganya secara layak. Namun, bila kita mengamati lebih dalam, perkiraan ini tidaklah tepat dan sangat jauh dari kenyataan sebenarnya yang dihadapi oleh para nelayan. Mengapa hal ini dapat terjadi? Karena kehidupan nelayan yang hanya mengandalkan hidup dari tangkapan alam akan sangat dipengaruhi oleh alam itu sendiri. Sebagai contoh: perubahan musim dan cuaca yang rutin terjadi setiap tahun dipastikan dapat membuat para nelayan tidak dapat melaut sehingga menurunkan hasil tangkapan dan bahkan tidak jarang para pemilik modal dan kapal akan mengalami kerugian, mengingat besarnya modal yang dibutuhkan dalam setiap pelayaran (berdasarkan beberapa sumber: modal yang dibutuhkan untuk sekali berlayar mencapai Rp. 15-25 juta). Oleh sebab itu, para nelayan dan masyarakat pesisir tersebut perlu diberikan kemahiran tambahan dalam hal budidaya baik di laut maupun di darat. Karena dalam sektor budidaya, produksi ikan relatif lebih stabil, hasil panennya dapat diprediksi, komoditasnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar dan ketersediaan modal lebih terjamin; serta yang paling penting adalah tidak bergantung pada musim dan cuaca. Bahkan bila sektor ini mau dilakoni dengan serius, bukan hanya menjadi penghasilan tambahan bagi nelayan, tetapi dengan kerjasama antar pembudidaya yang dikoordinir oleh seorang pengusaha yang ‘jujur’, bisa saja hasil budidaya tersebut diekspor agar memperoleh nilai jual yang lebih tinggi.

Sehubungan dengan masih lemahnya sektor perikanan kita saat ini, membuat para pemerhati perikanan Aceh terkadang gelisah “Apakah produksi perikanan kita akan mampu bangkit kembali?” untuk menjawab hal ini, mari kita perhatikan beberapa hal berikut. Pertama, selaku masyarakat yang agamis dan terbuka, penduduk Aceh yang sudah terputus generasi ‘pewaris bakat alam’ yang terampil dalam membudidayakan ikan, apabila diberikan pelatihan dan di evaluasi secara serius oleh pemerintah, dapat diyakini bahwa generasi baru ini akan dapat membangkitkan kembali usaha perikanan. Apabila masyarakat sudah memiliki kemahiran dalam bidang budidaya maka tentunya ini akan mampu mendorong meningkatkan produktifitas, menyerap tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat, sehingga dapat diproyeksikan bahwa tingkat pengangguran dan angka kemiskinan Aceh yang saat ini mencapai 18.58% (BPS, Januari 2013) akan menurun dengan cepat.

Kedua, ada pola yang tidak terdeteksi secara umum, dimana masyarakat mengira bahwa ikan dilaut tidak akan pernah habis. Pandangan ini merupakan hal yang amat keliru. Sudah banyak nelayan yang mengeluh dan merasa kesulitan untuk meningkatkan hasil tangkapan mereka dilaut, hal ini disebabkan oleh berkurangnya stok ikan dilaut. Fenomena ini, sudah lama disadari oleh beberapa negara maju seperti: Inggris, Norwegia dan Finlandia. Negara-negara ini rela membayar mahal dana ganti rugi kepada para nelayan agar mereka berhenti menangkap ikan dilaut sampai batas waktu yang ditentukan pemerintah untuk memberikan ruang hidup bagi ikan untuk tumbuh dan berkembang biak. Di negara lainnya seperti: Taiwan, Jepang dan Australia, ketiga negara ini secara rutin menganggarkan biaya yang cukup fantastis untuk melindungi kawasan perikanannya melalui program ‘Marine Protected Area’. Oleh sebab itu, jika kita ingin hasil perikanan tangkap Aceh tetap lestari, maka usaha budidaya perlu digalakkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap hasil tangkapan alam.

Ketiga, kurangnya informasi yang sampai ke masyarakat tentang tingginya konsumsi ikan di propinsi ini telah menjadikan Aceh menjadi pasar yang sangat menarik bagi pengusaha perikanan luar propinsi. Sebagai contoh: seorang agen ikan lele di pasar lambaro Aceh Besar dan seorang peternak lele di kota Lhokseumawe mengatakan bahwa untuk memenuhi permintaan pasar, sekitar 50%-60% stok ikan lele berukuran konsumsi harus didatangkan dari luar Aceh. Hal ini tentunya menjadi peluang pasar yang sangat menjanjikan bagi pembudidaya lele di Aceh.

Keempat, kurangnya peran media dalam memberitakan keberhasilan para pembudidaya serta minimnya penghargaan dari pemerintah daerah menjadikan aktivitas budidaya perikanan tidak populer dalam masyarakat. Sebagai contoh: beberapa pembudidaya ikan di wilayah Jawa Tengah, Jawa Barat, Bogor dan Riau sering mendapatkan pemberitaan dan penghargaan dari Pemda setempat atas peran mereka dalam meningkatkan ekonomi masyarakat. Hal ini tentu akan berdampak pada menggairahnya program budidaya dan secara perlahan akan meningkatkan kesejahteraan daerah.

Kelima, perlu disadari bahwa hal yang sangat menentukan dalam kegiatan budidaya adalah ketersediaan induk dan benih yang berkualitas dan berkelanjutan. Untuk itu dinas terkait harus mampu memastikan bahwa Balai Benih Ikan maupun Unit Pelaksana Teknis mampu menyediakan benih yang dibutuhkan oleh masyarakat. Dinas pun harus mau ‘aktif’ bekerjasama dengan lembaga perikanan lainnya seperti Balai Budidaya Air Payau Ujung Batee serta lembaga akademisi seperti: Unsyiah, Unimal dan Unsam yang sudah memiliki ahli-ahli perikanan sebagai sarana transfer teknologi, mengingat para akademisi terus melakukan penelitian untuk menemukan teknik-teknik terbaik untuk meningkatkan produksi perikanan.

Keenam, Pemerintah harus mampu menyakinkan dunia perbankan untuk membantu dalam masalah pembiayaan. Perlu disampaikan bahwasanya kegiatan budidaya berbeda dengan penangkapan karena budidaya dapat digolongkan sebagai program dengan tingkat resiko yang lebih rendah jika dibandingkan dengan kegiatan penangkapan. Selain itu, kerjasama antar instansi untuk menyediakan dan memperbaiki infrastruktur seperti: sungai, saluran irigasi, kolam, tambak, jalan dan listrik sangat diperlukan untuk menjamin efisiensi produksi.

Harus kita akui bahwa masih banyak yang menyatakan bahwa sektor perikanan sangat sulit bangkit tanpa bantuan modal yang besar. Namun patut kita ambil pelajaran dari pengalaman para pembudidaya sukses diberbagai wilayah lain di Indonesia; setelah menunjukkan hasil kerja yang nyata, mereka dengan tegas mengatakan bahwa ‘modal’ bukanlah segalanya, akan tetapi keyakinan untuk ‘berusaha’ adalah yang sangat utama. Mengapa ‘berusaha’ menjadi modal utama? Karena hal inilah yang akan memacu seseorang untuk mau melengkapi dirinya dengan ilmu pengetahuan dan ketrampilan sebelum menjerumuskan diri kedalam bisnis budidaya perikanan. Hal ini sepadan dengan apa yang pernah disampaikan oleh seorang cendekiawan yang bijak “bahwa suatu negara bisa maju bukan karena banyak warganya yang pintar dan berpendidikan tinggi, akan tetapi suatu negara bisa maju karena penduduknya yang mau berprilaku jujur dan mau berusaha”.

Secara umum, mentalitas masyarakat kita yang inferior sering menghambat rasa percaya diri dalam memulai usaha, sehingga terjebak pada pemikiran bahwa tanpa modal yang besar, maka sulit untuk memulai usaha. Kita tidak terbiasa berpikir dan mencantumkan analisa betapa wilayah kita telah dijadikan sebagai lahan bisnis yang mempesona bagi pengusaha dari luar daerah. Ini bukan bentuk narsisme, bukan pula superioritas, akan tetapi bentuk penghargaan dan rasa percaya pada diri sendiri. Adakah kita mau terus terjebak dalam sejarah bahwa perikanan Aceh pernah jaya pada tahun 80-an? Atau kita berusaha untuk bangkit kembali memajukan perikanan dan mendapatkan gelar sebagai daerah swasembada ikan? Itu semua ditangan anda.


*Agus Putra A. Samad
Mahasiswa Program Doctoral di Department of Aquaculture,
National Taiwan Ocean University, Taiwan. 
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
samudra-news.com | Aceh Tamiang - Sebuah rumah non-permanen milik warga Dusun Keramat Kampung Tanjung Seumantoh, Karang Baru Aceh Tamiang Kamis, 6 Maret 2014 sekitar pukul 05.20 Wib ludes dilahab sijago merah, Kamis (6/03).

Pemilik rumah M.Arif (26) yang masih dalam keadaan berduka mengungkapkan, kejadian bermula saat dirinya masih  terlelap, tiba-tiba terdengar suara gemericik api yang sedang berkobar membakar kepingan-kepingan papan dinding rumahnya, atap rumbia serta seisinya. Ketika tersadar dan melihat keluar ternyata sebagian besar rumah miliknya telah ludes dilalap api.

Sumber api berasal dari arus pendek/konsletsi arus listrik, Kebetulan pada saat kejadian tidak ada seorang pun yang berada didalam rumah. Arif menambahkan, ''saat kejadian saya tidak berada dirumah tersebut, saya tidur dikios saya yang berada tepat didepan rumah yang terbakar''. Tidak kurang dari 1 jam rumahnya telah hangus terbakar dan sudah rata dengan tanah. Tidak sempat mendapatkan pertolongan dari pihak pemadam kebakaran maupun warga setempat, karena api melalap begitu cepat.

Menurut pengakuan warga setempat Nurdin (52), ''pada saat kami terbangun dan melihat kearah rumah, api sedang besar-besarnya, kami tak bisa berbuat banyak dan tak sempat memberikan pertolongan berarti, hanya bisa mengantisipasi agar api tidak menyebrang ke kios depan rumahnya. Kebetulan sumber air untuk menyiram disekitar lokasi kejadian pun sangat sulit  dijangkau dan jauh, ditambah lagi kekeringan yang disebabkan kemarau seperti ini.''


Tidak ada korban jiwa maupun luka bakar dalam musibah kebakaran ini dan tidak satu pun harta benda didalam rumah yang mampu diselamatkan pada saat kejadian. [SZ]
no image
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Indonesia kembali akan menyelenggarakan pemilihan umum (pemilu). Selain untuk memilih anggota legislatif, yakni Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Pusat dan Daerah serta Dewan Perwakilan Daerah (DPD), juga memilih presiden dan wakil presiden. Pemilihan anggota legislatif akan diselenggarakan pada 9 April 2014. Sedang pemilihan presiden (pilpres) putaran pertama akan diselenggarakan pada 5 Juli 2014, dan pemilihan presiden (pilpres) putaran kedua pada pertengahan September 2014.

Dalam perspektif Islam, pemilu legislatif pada dasarnya bisa disamakan dengan hukum wakalah, di mana hukum asalnya adalah mubah (boleh) selama rukun-rukunnya sesuai dengan ketentuan Islam. Yakni adanya dua pihak yang berakad (pihak yang mewakilkan (muwakkil) dan pihak yang mewakili (wakîl)); perkara yang diwakilkan atau amal yang akan dilakukan oleh wakil atas perintah muwakkil; serta bentuk redaksi akad perwakilannya (shigat taukîl). Selanjutnya yang akan menentukan apakah wakalah ini Islami atau tidak adalah pada amal atau kegiatan apa yang akan dilakukan oleh wakil. Bila kegiatannya bertentangan dengan akidah dan syariah Islam, maka wakalah ini tidak Islami.

Kegiatan utama wakil rakyat dalam parlemen adalah membuat atau menetapkan undang-undang, selain menetapkan anggaran dan melakukan pengawasan atau koreksi terhadap pemerintah. Berkaitan dengan kegiatan legislasi, harus diingat bahwa setiap muslim yang beriman kepada Allah SWT, wajib taat kepada syariat Islam yang bersumber dari al-Quran dan As-Sunnah, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, maupun dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Tidak ada pilihan lain bagi seorang muslim untuk menetapkan hukum kecuali dengan menggunakan syariat Allah SWT.

Tidak boleh seorang muslim mengharamkan yang telah dihalalkan Allah atau menghalalkan apa yang telah diharamkan-Nya. Tentang hal ini, At-Tirmidzi, dalam kitab Sunan-nya, telah mengeluarkan hadits dari ’Adi bin Hatim radhiya-Llahu ’anhu berkata: ’Saya mendatangi Nabi saw. ketika beliau sedang membaca surat Bara’ah:

”Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) al-Masih putera Maryam.” (TQS. At-Taubah [9]: 31)

Seraya bersabda: ’Mereka memang tidak beribadah kepadanya, tetapi jika mereka menghalalkan sesuatu untuknya, mereka pun menghalalkannya; jika mereka mengharamkan sesuatu untuknya, maka mereka pun mengharamkannya.”

Karena itu, menetapkan hukum yang bukan bersumber dari wahyu (al-Quran dan As-Sunnah) adalah perbuatan yang bertentangan dengan akidah Islam. Seorang muslim wajib terikat kepada syariat Allah seraya dan menolak undang-undang atau peraturan buatan manusia yang bertentangan dengan hukum yang ditetapkan oleh Allah SWT. Berdasarkan keterangan di atas, maka setiap penetapan peraturan perundang-undangan yang bersumber pada selain al-Kitab dan as-Sunnah disebut sebagai aktivitas menyekutukan Allah SWT. Dengan demikian, wakalah dalam kegiatan legislasi yang akan menghasilkan hukum atau peraturan perundangan sekular atau yang bertentangan dengan syariat Islam tidak diperbolehkan.

Adapun wakalah dalam konteks pengawasan atau koreksi dan kontrol terhadap pemerintah dibolehkan selama tujuannya adalah untuk amar makruf dan nahi mungkar (menegakkan kemakrufan dan mencegah kemunkaran).

Karena itu, berkenaan dengan Pemilu Legislatif 2014, Hizbut Tahrir Indonesia mengingatkan kepada seluruh masyarakat Indonesia:
1. Bahwa memilih dalam pemilu adalah hak, dan setiap penggunaan hak pasti akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT di akhirat kelak. Karena itu, pastikan bahwa hak itu digunakan dengan sebaik-baiknya dengan cara memilih calon anggota legislatif yang baik, yakni yang memenuhi kriteria sebagai berikut:
a.       Menjadi calon dari partai Islam, bukan dari partai sekuler, yang benar-benar secara nyata terbukti berjuang untuk tegaknya Islam. Asas Islam dari partai itu harus tercermin dalam fikrah yang diadopnya baik menyangkut politik dalam dan luar negeri, sistem pemerintahan, ekonomi, sosial dan pendidikan. Dan semua fikrah itu tergambar dengan jelas hingga siapa saja dengan mudah bisa mempelajarinya. Juga tercermin dalam keterikatan pada syariat Islam dalam kehidupan kepartaian sehari-hari, baik dalam hubungannya dengan anggota maupun dalam hubungannya dengan yang lain dalam kehidupan berparlemen, termasuk dalam soal materi kampanye, strategi dan tatacara yang dilakukan.
b.      Tujuan dari pencalonan itu adalah untuk melakukan muhasabah, bukan legislasi; menghentikan sistem sekuler dan menggantinya dengan sistem Islam. Mewujudkan kehidupan Islam di mana di dalamnya diterapkan syariat Islam di bawah naungan khilafah.
c.       Harus menyuarakan secara terbuka tujuan dari pencalonan itu. Dengan kata lain, calon wakil rakyat itu menjadikan parlemen sebagai mimbar (sarana) dakwah Islam, yakni menegakkan sistem Islam, menghentikan sistem sekuler dan mengoreksi penguasa. Dalam kampanyenya harus menyampaikan ide-ide dan program-program yang bersumber dari ajaran Islam.
d.      Bersungguh-sungguh dalam perjuangan untuk mewujudkan tujuan ini, tegas dan terbuka, tanpa rasa takut dan malu. Dan dalam proses pemilihan tidak menempuh cara-cara haram seperti penipuan, pemalsuan dan penyuapan, serta tidak bersekutu dengan orang-orang sekuler.
2.      Bahwa pemilu harus tidak boleh digunakan untuk melanggengkan sistem sekular karena hal itu bertentangan dengan akidah dan syariah Islam. Selanjutnya, harus terus berjuang dengan sungguh-sungguh untuk mengubah sistem sekular ini menjadi sistem Islam melalui perjuangan yang dilakukan sesuai dengan thariqah dakwah Rasulullah saw melalui pergulatan pemikiran (as-shirâul fikriy) dan perjuangan politik (al-kifâh as-siyâsi). Perjuangan itu diwujudkan dengan mendukung individu, kelompok, jamaah, dan partai politik yang secara nyata dan konsisten berjuang demi tegaknya syariah dan khilafah; serta sebaliknya menjauhi individu, kelompok, jamaah dan partai politik yang justru berjuang untuk mengokohkan sistem sekuler.
3.      Maka harus diingatkan pula, bahwa perbaikan menyeluruh tidak akan pernah terjadi kecuali melalui perubahan sistem dari tatanan yang sekularistik menuju tatanan yang Islami. Karena itu, meski nanti bakal terpilih tokoh muslim yang Islami sebagai wakil rakyat, umat tidak boleh berhenti berjuang, karena harus diperjuangkan pula perubahan sistem dari sistem yang sekularistik sekarang ini menuju sistem Islam.
4.      Tidak boleh terpengaruh oleh propaganda yang menyatakan bahwa mengubah sistem sekular dan mewujudkan sistem Islam mustahil dilakukan. Tidak boleh ada rasa putus asa dalam perjuangan. Dengan pertolongan Allah, Insya Allah perubahan ke arah Islam bisa dilakukan asal perjuangan itu dilakukan dengan sungguh-sungguh dan ikhlas. Yakinlah, Allah SWT pasti akan menolong orang yang menolong (agama)-Nya, khususnya dalam usaha mewujudkan kembali kehidupan Islam (isti’nâfu al-hayah al- Islâmiyah) di mana di dalamnya diterapkan syariat Islam dan mengemban risalah Islam ke seluruh dunia dengan kepemimpinan seorang khalifah yang akan menyatukan umat dan negeri-negeri Islam untuk kembali menjadi umat terbaik serta memenangkan Islam di atas semua agama dan ideologi yang ada. Kesatuan umat itulah satu-satunya yang akan melahirkan kekuatan, dan dengan kekuatan itu kerahmatan (Islam) akan terwujud di muka bumi. Dengan kekuatan itu pula kemuliaan Islam dan keutuhan wilayah negeri-negeri muslim bisa dijaga dari penindasan dan penjajahan negeri-negeri kafir sebagaimana yang terjadi di Irak, Afghanistan, Palestina dan di tempat lain.
5.      Kepada aktivis partai politik diingatkan, bahwa sebagai muslim harus benar-benar berjuang untuk tegaknya Islam, yakni terwujudnya kehidupan Islam di mana di dalamnya diterapkan syariah Islam. Bahwa partai politik harus menjadi wasilah atau sarana untuk mencapai tujuan itu. Artinya, partai politik harus benar-benar digerakkan ke arah sana, mulai mulai dari penetapan asas, konsep-konsep atau pemikiran yang diadopsi, perilaku kesehariannya, materi kampanye dan kesungguhannya dalam mewujudkan semuanya tadi di dalam parlemen. Jika semuanya itu dilakukan, itu menunjukkan bahwa partai ini memang benar-benar secara terbuka berjuang bagi tegaknya kehidupan Islam. Perlu diingatkan pula, bahwa Allah SWT Maha Tahu apa yang diperjuangkan; apakah berjuang sungguh-sungguh demi Islam atau sekadar demi jabatan dan kekayaan serta sekadar menjadikan Islam sebagai alat untuk mengelabuhi umat demi meraih tujuan politik. Semua itu pasti akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.
6.      Mengingatkan bahwa semua berpulang kepada masyarakat apakah akan membiarkan negeri ini terus diatur dengan sistem sekular dan mengabaikan syariat Islam, sehingga membuat negeri ini terus terpuruk; ataukah sebaliknya bersegera menegakkan syariat Islam sehingga kedamaian, kesejahteraan, dan keadilan benar-benar akan terwujud. Karena itu, umat Islam di Indonesia sebagai pemegang kekuasaan hendaknya memperhatikan momentum pemilu ini. Bahwa Pemilu ini tidak boleh menjadi alat untuk melanggengkan sistem sekular. Sebaliknya, umat Islam harus berusaha untuk menegakkan sistem Islam dan menghentikan sistem sekular.

7.      Menyerukan kepada para pelaku politik di Aceh tidak terjebak pada tindakan kekerasan yang hanya merugikan umat. Dimana seharusnya umat dibawa menuju kepada perubahan sistem dari sistem sekular menuju sistem Islam. Bukan malah menjerumuskan umat pada politik praktis kotor yang diperparah oleh politik kekerasan yang nyata-nyata di haramkan oleh Allah SWT.
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
samudra-news.com| Langsa - Sekitar 100 aktivis Hizbut Tahrir Indonesia Kota Langsa menggelar aksi konvoi dan orasi di seputaran Jalan A. Yani Kota Langsa dalam rangka mengenang 90 tahun runtuhnya Khilafah. Aksi yang bertemakan “INDONESIA MILIK ALLAH, Saatnya Khilafah mengganti Demokrasi” tersebut dimeriahkan dengan kibaran panji Rasulullah SAW yang disertai pekikan takbir oleh peserta aksi, Minggu (2/3).

“Khilafah yang merupakan kepemimpinan umum bagi seluruh kaum muslimin di seluruh dunia untuk menegakkan Syariat Islam dan mengemban dakwah kesegenap penjuru dunia. Dan kini 90 tahun sudah umat Islam hidup tanpa dinaungi dengan payung Islam sejak Mustafa Kemal Pasha Attaturk Latnatulllah menghapus kekhilafahan di Turki pada 3 Maret 1924 silam” Ungkap Musri selaku Koordinator lapangan.

Selain memperingati peristiwa runtuhnya khilafah Islamiyah kegiatan tersebut juga dilakukan sebagai bentuk kepedulian secara nyata dalam mengatasi krisis multidimensi yang terus berlangsung hingga saat ini. Aksi yang diikuti oleh lima mobil dan sejumlah sepeda motor dengan dilengkapi atribut berlalu lintas, mendapat pengawalan dari pihak kepolisian khususnya Satuan Lalu Lintas Polres Langsa.

Tanpa Khilafah umat Islam hidup bagaikan anak ayam yang kehilangan induknya, berbagai persoalan dan penindasan menimpa umat Islam di dunia hingga penistaan agama pun kerap terjadi terhadap dunia Islam, lanjut Musri.

Orasi pertama yang disampaikan saudara Darliansyah, S.Pd menyatakan bahwa problem rakyat, bangsa dan negara ini khususnya juga umat Islam diseluruh dunia umumnya dipicu oleh sistem sekuleristik dan tepecah belahnya umat Islam. Umat Islam akan dapat kembali meraih kemuliaan hanya dengan menerapkan kembali Syariah dibawah kepemimpinan seorang Khalifah.

“Daulah Khilafah Islamiyahlah yang menjadi solusi untuk tegaknya Syariah Islam secara kaffah dan terwujudnya Ukhuwah Islamiyah” papar Darliansyah

Selanjutnya dengan lebih terperinci juga disampaikan oleh orator kedua Iqbal, S.HI selaku Ketua DPD II HTI Kota Langsa bahwa perjuangan bagi tegaknya Syariah dan Khilafah harus dibaca sebagai bentuk kepedulian yang amat nyata dari Hizbut Tahrir Indonesia dan Umat Islam pada umumnya untuk menjaga kemerdekaan hakiki di negeri ini atas berbagai bentuk penjajahan yang ada.

“Menyadari arti pentingnya Khilafah dan betapa vitalnya bagi izzul Islam wal muslimin, umat Islam tidak pernah tinggal diam. Maka, sejak masa keruntuhan umat Islam terus berjuang keras untuk menegakkan kembali Khilafah Islam dan perjuangan itu tidak pernah berhenti hingga sekarang” Jelas Iqbal

Karena itu, DPD II Hizbut Tahrir Indonesia Kota Langsa menyetukan bahwa :

  1. Indonesia Milik Allah, sehingga wajib atas penduduk negeri ini untuk tunduk dan patuh pada seluruh hukum-hukum Allah
  2. Seluruh umat Islam adalah bersaudara yang diikat oleh akidah yang sama tanpa dibedakan oleh suku, ras, maupun bangsa
  3. Kami menyadari bahwa negeri kami Indonesia sedang mengalami krisis yang cukup parah . dan hal itu tidak lain karena umat Islam menerapkan hukum yang selain hukum Allah. Sistem Demokrasi yang dijadikan sebagai sumber hukum, kapitalisme sebagai sistem ekonomi telah merampas kekayaan rakyat. Dan umat Islam sekarang tersekat-sekat oleh kebangsaan yang merupakan produk kolonialisme.
  4. Kami para Syabab Hizbut Tahrir Mencintai Negeri ini, Indonesia. Atas dasar kecintaan kami pada negeri ini, kami menyerukan keoada seluruh umat Islam, khsusnya pemerintah, para pemimpin ormas, ulama, wakil rakyat, TNI/Polri, wartawan, cendikian, usahawan dan mahasiswa untuk sungguh-sungguh mengamalkan Islam dan berjuang bagi tegaknya syariat di negeri ini
  5. Menyerukan kepada seluruh Umat Islam untuk bangkit dan bersatu mengganti demokrasi dan kapitalisme dengan menerapkan Syariah, yakni dengan menegakan kembali Khilafah Islamiyah ‘ala Minhajin Nubuwwah yang akan mewujudkan negeri ini yang adil, makmur dan Rahmatan lil ‘Alamin.

Setelah melakukan konvoi dan berorasi sambil membagikan selebaran di depan Kantor Pos Kota Langsa, kegiatan tersebut di akhiri dengan pembacaan pernyataan sikap dan do’a. Selanjutnya aksi dibubarkan secara tertib. [Red]