Juni 2014
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Marhaban Ya Ramadhan
Seruan
Hizbut Tahrir Indonesia
Menyambut Bulan Ramadhan 1435 H

“Indonesia Milik Allah, Terapkan Hukum Allah, Marhaban Ya Ramadhan”

Marhaban ya Ramadhan. Tak lama lagi bulan Ramadhan 1435 akan segera tiba. Bulan yang penuh berkah, yang di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan yang telah Allah SWT jadikan puasa sebagai fardhu dan shalat malam sebagai tathawwu’. Bulan yang siapa saja mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan melakukan kebajikan, samalah ia mengerjakan fardhu di bulan yang lain; dan barang siapa melakukan fardhu, samalah ia dengan mengerjakan tujuh puluh fardhu di bulan lain.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya adalah pembebasan dari siksa api neraka. Bulan yang barang siapa meringankan beban pembantunya, niscaya Allah SWT akan mengampuni dosanya dan memerdekakan dari neraka.

Bulan Ramadhan adalah bulan ketaatan dan murâqabah. Di sepanjang bulan Ramadhan, setiap muslim dituntut untuk menahan rasa lapar dan dahaga serta segala hal yang membatalkan puasa demi taatnya kepada Allah SWT. Taqwa adalah hikmah tertingi dari ibadah shaum Ramadhan. Perwujudan taqwa secara individu tidak lain adalah dengan melaksanakan semua perintah Allah SWT dan menjauhi semua larangan-Nya. Sedang perwujudan taqwa secara kolektif adalah dengan menerapkan syariah secara kaffah dalam seluruh aspek kehidupanbermasyarakat dan bernegara di bawah naungan Khilafah. Semua kebaikan yang didapat sepanjang bulan Ramadhan tentu menjadi kurang bermakna jika tidak ditindaklanjuti oleh pelaksanaan syariah secara kaffah, karena justru itulah sesungguhnya wujud ketaqwaan yang hakiki.


Berkenaan dengan kedatangan bulan Ramadhan 1435 H, Hizbut Tahrir Indonesia menyerukan:
  1. Kepada seluruh umat Islam Indonesia agar melaksanakan shaum Ramadhan dengan sebaik-baiknya, dengan penuh khusyu’ dan  ikhlas berlandaskan pada iman kepada Allah SWT semata, serta dengan penuh penghayatan sehingga seluruh hikmah puasa dapat ditangkap dengan baik. Suasana bulan Ramadhan yang juga disebut syahrul jihad (bulan jihad) dimana kondisi kaum muslimin di negeri-negeri muslim seperti di Irak, Afghanistan, Suriah, Palestina, Rohingya dan lainnya, termasuk di negeri ini, masih sangat memprihatinkan hendaknya mampu menambahkekokohan iman, semangat untuk berpegang teguh kepada syariat Islam, serta lebih giat lagi melakukan amar ma’ruf nahi mungkar dan berjuang demi terwujudnya kehidupan Islam melalui tegaknya kembali syariah dan Khilafah di muka bumi karena hanya dengan cara itu saja izzul Islam wal muslimin serta kerahmatan bagi sekalian alam (rahmatan lil’alamin) akan terwujud kembali.
  2. Kepada pemerintah untuk dengan sungguh-sungguh menjaga situasi dan kondisi terutama keadaan sosial – ekonomi masyarakat yang saat ini tengah sangat tertekan, agar tetap kondusif  sedemikian sehingga umat Islam dapat melaksanakan shaum Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Tempat-tempat maksiyat, termasuktempat hiburan, yang tiap menjelang bulan Ramadhan selalu mengundang kontroversi, memang semestinya ditutup. Demikian juga perbuatan maksiyat, seperti korupsi, perzinahan, kedzaliman dan sebagainya, termasuk abai terhadap perintah dan larangan Allah SWT yang termaktub dalam al Quran maupun al Hadits, semestinya juga dihentikan.Bukan hanya selama bulan Ramadhan, mestinya juga di luar bulan Ramadhan, karena semua perbuatan dan tempat maksiyat itu -tidak selayaknya ada di negara yang mayoritas penduduknya muslim ini. Bila, dan hanya bila, penduduk negeri ini benar-benar beriman dan bertaqwa (melaksanakan seluruh perintah dan meninggalkan seluruh larangan Allah SWT) saja, keberkahan akan senantiasa melimpah pada negeri ini. Insya Allah.


Jurubicara Hizbut Tahrir Indonesia
Muhammad Ismail Yusanto
Hp: 0811119796 Email: Ismailyusanto@gmail.com

Disebarkan oleh DPD II Hizbut Tahrir Indonesia Kota Langsa
Ketua DPD II HTI Kota Langsa
I Q B A L, S.HI
Hp : 085260943053 email : kick_1924fight@yahoo.co.id
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
samudra news
Kantor Pemerintah Aceh Timur
samudra-news.com | Aceh Timur - Upaya pembinaan dan pengawasan dalam penyelenggaraan pemerintahan merupakan salah satu variabel penting untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, dengan harapan dapat meminimalisir diviasi yang dilakukan oleh aparatur dengan peningkatan kapasitas aparat pemerintahan. Oleh sebab itu untuk mendukuing pencapaian tujuan penyelenggaraan pemerintahan daerah tentunya tidak terlepas dari bagaimana mengelola tata pemerintahan dengan baik, sebab praktekpemerintahan yang baik bagi masyarakat adalah pengelolaan dan keputusan manajemen publik yang harus transparan dan akuntabel. Dalam konteks akuntabel pemerintah tidak dapat mengangap bahwa masyarakat itu semata-mata hanyalah sebagai konsumen pelayanan publik, akan tetapi dituntut adanya kemampuan untuk memperlakukan masyarakat yang mempunyaihak-hak dasarnya sebagai warga negara.

Berdasarkan hal tersebut diatas, pemerintah Kabupaten Aceh Timur melalui Bagian PemerintahanUmum pada Kantor Sekretariat Daerah pada Kamis, 26 Juni 2014 menyelengarakan Evaluasi Pemantapan Penyususnan Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah dan Pengisian Suplemen LPPD Kabupaten Aceh Timur Tahun 2014 di Aula Serbaguna Pendopo Bupati Aceh Timur, Idi.

Kabag Pemerintahan Umum, Syafrizal, SH dalam laporannya mengatakan, tujuan utama dari pelaksanaan evaluasi pemantapan penyususnan laporan penyelenggaraan pemerintah daerah dan pengisian suplemen LPPD kabupaten Aceh Timur tahun 2014 ini adalah dalam rangka menfasilitasi teknis-teknis penyusunan laporan dan pengisian suplemen, guna bertambahnya pengetahuan serta meningkatkan kualitas sumber daya aparatur dilingkungan pemerintah Kabupaten Aceh Timur dalam rangka perwujudan pertanggung jawaban tugas pokok dan fungsi serta pengelolaan sumber daya pelaksanaan kebijakan dan program yang dipercayakan kepada setiap instansi pemerintah guna meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah menuju tata kelola pemerintahan yang baik.

Lebih lanjut ia mengatakan, jumlah peserta sebanyak 63 orang yang terdiri para pejabat struktural di lingkungan, dinas, badan dan kantor serta bagian-bagian sekretariat daerah dan sekretariat DPRK. Dengan materi evaluasi yang diberikan antara lain implementasi tentang LPPD, materi pokok LPPD, pengisian capaian kinerja dan pengambilan kebijakan, pengisian suplemen capaian kinerja pelaksanaan kebijakan, dan capaian kinerja standar pelayanan minimal serta penyususnan LPPD.

Sementara itu Assisten I bidang pemerintahan, Adlinsyah, S.Sos, M.AP dalam sambutannya mengatakan pada dasarnya laporan penyelenggaraan pemerintah daerah (LPPD) merupakan suatu hasil pengolahan data yangh urgen terhadap indikator kinerja kunci (IKK) dan capaian kinerja pada tataran pengambilan kebijakan dan pelaksanaan kebijakan. Capaian kinerja sebagai pembanding antara realisasi capaian kinerja dengan rencana kinerja yang ada, sehingga dalam penyelenggaraan pemerintah telah melaksanakan visi, misi pemerintahan daerah sebagaimana yang ditetapkan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah KABUPATEN Aceh Timur.


| Mmg
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Samudra News
Bupati Aceh Timur Hasballah M.Thaib didampingi Kadis Pertanian, Kepala BP4K beserta tenaga penyuluh pertanian lapangan sedang memperlihatkan contoh tanaman kedelai yang ditanam diareal PATB gampong Paya Palas, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur dalam peninjauan yang dilaksanakan, Selasa (24/6) kemarin.
“Pengembangan ini bertujuan untuk mengurangi kebutuhan bibit import dari daerah luar sekaligus mengurangi pengeluaran petani”. 

Samudra-news.com | Aceh Timur - Dalam upaya meningkatkan hasil kedelai yang maksimal bagi petani, Bupati Aceh Timur Hasballah M.Thaib menekankan untuk kedepannya akan mengembangkan kawasan penangkal bibit kedelai dibeberapa daerah dalam wilayah kabupaten tersebut.

“ Pengembangan kawasan penangkalan bibit kedelai harus segera kita laksanakan, sehingga untuk tahun mendatang tidak ada lagi bibit kedelai yang harus dimasukkan dari daerah luar, terutama dalam pelaksanaan program Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) yang kini digalakkan pemerintah daerah,” ungkap Hasballah M.Thaib ketika melakukan kunjungan kerjanya dilahan kedelai milik petani di Gampong Paya Palas, Kecamatan Ranto Peureulak, Selasa (24/6).

Dikatakannya, dengan adanya penangkalan bibit kedelai nantinya mampu memenuhi kebutuhan bibit untuk areal PATB seluas 23 ribu hektar yang tersebar disejumlah kecamatan di Aceh Timur. “  Termasuk juga areal pertanian kedelai yang dikelola secara pribadi oleh masyarakat,” ujarnya. 

Menurutnya, untuk tercapainya semua program tersebut maka langkah kedepan semua kelompok tani yang potensial, petugas penyuluh pertanian harus dapat berperan aktif untuk mengembangkan semua potensi yang sudah tersedia. “ Pemkab Aceh Timur kedepannya akan berupaya dalam pemenuhan lahan abadi yang diperuntukkan sebagai areal penangkal bibit kedelai,” pungkas Hasballah M.Thaib. 

Dimana keberadaan lahan tersebut juga sebagai salah satu upaya dalam mendongkrak pemenuhan kebutuhan akan kedelai nasional agar bisa semakin berkembang. “ Selain itu, Aceh Timur harus menjadi salah satu kabupaten lumbung kedelai baik ditingkat Provinsi maupun  tingkat nasional,” sebutnya. 

Hasballah M.Thaib juga menghimbau kepada kepada petani di Aceh Timur untuk selalu mengembangkan kedelai, “ jangan bulan ini tanam kedelai, bulan depan sudah tanam kelapa sawit,” tegas Bupati Aceh Timur sembari mengatakan, dalam mensukseskan program tersebut pemerintah daerah tanpa hentinya terus mensuport dan memberikan semangat bagi kelompok tani agar lahan kedelai saat ini bisa menjadi lahan abadi untuk penanaman kedelai setiap tahunnya karena menurutnya keuntungan menanam kedelai akan lebih banyak bila dibandingkan dengan menanam sawit.

“Bandingkan saja bila dalam satu hektar selama tiga bulan hasil dari kedelai bisa mencapai 15 juta rupiah dan kalikan selama 3 triwulan sudah berapa hasil yang akan diperoleh, nah sedangkan sawit perlu proses dan belum tentu bisa menghasilkan sekian juta selama tiga bulan dalam perhektarnya” ujar Hasballah.

Dalam kesempatan itu, Bupati Aceh Timur Hasballah M.Thaib juga menyampaikan terimakasihnya kepada para petani, tenaga penyuluh pertanian terhadap kerjasamanya dalam menjalankan program pemerintah terhadap pengembangan kedelai di kabupaten ini. “ Semua kegiatan yang dicanangkan pemerintah adalah untuk kesejahteraan rakyatnya, karena itu diharapkan petani agar tidak menyia-nyiakan bantuan yang telah diberikan pemerintah ini dan harus terus dikembangkan dan di tingkatkan guna mendongkrak perekonomian para petani itu sendiri nantinya” pinta Hasballah M.Thaib.


| Iskandar Ishak
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Musri | Mahasiswa Universitas Samudra
INGIN kusampaikan kembali dari apa yang pernah diutarakan Ustadz Felix Y Siauw dalam tausiyahnya. Dimana ketika bulan ramadhan menjelang. Seperti biasa kita akan melihat perubahan ada dimana-mana dalam berbagai rupa. Hari-hari awal pastilah mesjid penuh sesak dengan tarawihan dan mushalla ramai manusia dendangkan tilawah tadarus al-quran. Akhwat-akhwat mulai tutupi auratnya dengan hijab, artis-artis terhadap apa yang disiarkannya pun mulai bertanggung jawab, bahkan sinetron Romeo Juliet diganti menjadi Sofa Marwah saat ramadhan. Layar kaca pun tak tertinggal siar pengajian, film Gairah Cinta dipending menjadi Tasbih Cinta agar ma’ruf, judul Nikmatnya Pacaran diganti menjadi Indahnya Ta’aruf. Tidakkah kita tersenyum geli melihat tingkah pola umat Islam, itulah tanda mereka masih berkutat dengan pemikiran zhalim.

Tapi ramadhan memang ajaib, ia mampu membuat perubahan 180 derajat. Namun sayangnya, setelah ramadhan banyak yang kembali bejat. Ini pula disebabkan luka tak terperih bagai disulit api. Perubahan dimata ternyata belum sampai ke akar hati. Sekularisme memang menarik umat kejurang kegelapan yang paling dalam, tanpa sisakan secercah sinar yang bahkan untuk mengurai air mata. Sekularisme ajarkan bahwasanya Allah pergi meninggalkan manusia dan tak lagi menghitung amalan manusia selain pada bulan ramadhan yang mulia.

Bagaimana bisa seorang muslim tahankan apa yang halal baginya karena Allah diwaktu siang namun justru berbuka dengan apa Allah haramkan. Dia menahan makanan, minuman karena Allah disiang hari, namun ia berbuka dengan riba dan hukum taghut yang Allah benci.

Umat memang berbahaya penuh dengan hal-hal yang tak terduga, dia bisa menjadi selimut pelindung dari dingin malam dan panasnya siang, pun ia bisa menjelma menjadi monster paling menakutkan. Membenamkan kuku ucapannya dalam hatimu yang paling dalam, menghujam belati beracun disetiap bagian tubuhmu yang mampu ia jangkau, menunjukkan cahaya bagi mereka yang terlalu lama dalam kegelapan, sama saja memberinya rasa sakit.

Mungkin dalam hati kecil mereka rindukan terang Allah, namun syetan melakukan tugasnya dengan baik hingga lebih suka dalam kegelapan. Mereka lupa, bahwa lebih terhormat mati didalam terang daripada hidup dalam kegelapan. Setidaknya kita dilihat dan diingat. Dalam kegelapan mungkin kita nyaman, namun tak seorangpun tahu eksistensi kita walau kita hidup, juga ingat nama kita.

Kita adalah hamba Allah maha suci, cinta kita kepada langit tak berarti kita tidak menginjak bumi, justru langit mengajarkan kita dengan hujan yang membasahi bumi, menumbuhkan benih yang beristirahat dalam gelap mati. Cinta kepada Allah selalu hadiahkan dua hal kepada kita yaitu lidah dan air mata. Kita memang harus selalu berdo’a kepada Allah memberi semua pengemban dakwah mampu merebut kemuliaan ramadhan dan karunia yang Allah limpahkan didalamnya. Karena tiap perkataan mereka bagai penyambung nafas dunia, menghindarkan umat dari kerusakan sehabisnya.

Mungkin umat bagai laron yang tak suka dihalau api, mungkin ia akan menggigit tangan yang menghalaunya dengan kecelakaan, tapi itulah kenikmatan dakwah yang juga dirasakan junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, penghulu segala kebaikan. Bilakah pantas seorang manusia berkeluh kesah terhadap dakwah, manakala taula dan Nabi Muhammad SAW bersemangat menjalankannya. Benar, logam akan berkarat seiring waktu namun emas tetaplah emas dan waktu adalah satu-satunya pemisah antara keistiqamahan dan yang ditinggalkan.

Saudaraku kaum muslimin yang di Rahmati Allah, demikianlah sekilas renungan ramadhan yang kembali saya coba sampaikan, semoga kita tidak terus berkutat dalam kezaliman atau dengan apa yang dibenci oleh Allah. Sekarang, bulan suci ramadhan telah bersama kita dan bahkan tidak terasa akan berakhir. Sudahkah kita meninggalkan semua hukum-hukum kufur yang Allah benci dan sudahkan kita menjadikan Islam sebagai tujuan utama kita? Ataukah segala ibadah yang kita lakukan hanya semata untuk bulan ramadhan? Lepas ramadhan, maka semua itu ditinggalkan.

Saudaraku kaum muslimin yang dirahmati Allah. Kita hidup tidak hanya dibulan ramadhan dan kita hidup juga tidak hanya untuk ibadah ritual. Akan tetapi kita hidup selain untuk menshalehkan diri kita, juga kita harus menshalehkan jamaah, menyuruh pada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, juga meninggalkan semua hukum-hukum kufur dan kembali menerapkan hukum-hukum Allah secara kaffah. Untuk itu, mari kita satukan aqidah, kokohkan barisan tegakkan syariah dan khilafah, karena hanya dengan Khilafah, Islam akan kembali memimpin dunia. Insya Allah.

Penulis,
M U S R I
Syabab DPD II HTI Kota Langsa
Tulisan di ulas dari Tausiyah Ramadhan Ustadz Felix Siauw
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
samudra news
Bupati Aceh Timur, Hasballah Bin H.M. Thaib, sedang memberikan trophy bagi para pemenang lomba pawai ta’aruf yang disaksikan oleh unsur Muspida, Para Kepala SKPK beserta tamu dan undanggan lainnya di halaman pendopo Bupati Idi
samudra-news.com | Aceh Timur - Bupati Aceh Timur, Hasballah Bin H.M. Thaib mengingatkan kepada seluruh para pedagang pemilik kios-kios penjual makanan dan minuman yang selama ini berjualan di siang untuk sementara selama bulan suci Ramadhan agar menutup usahanya di siang hari dan baru boleh beroperasi kembali menjelang ba’da sholat Ashar sore. Hal tersebut disampaikannya ketika membacakan sambutan dalam acara Pawai Ta’aruf dalam rangka menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan 1435 H yang dipusatkan di halaman pendopo Bupati Aceh Timur, Idi pada Rabu, 25 Juni 2014.

Selain itu ia juga menghimbau kepada semua pihak agar dapat berpartisipasi untuk saling menciptakan suasana yang kondusif sehingga kita dan masyarakat bisa menjalani ibadah puasa ramadhan dengan aman, nyaman dan damai, mengingat pada masa-masa menjelang dan pasca bulan suci ramadhan, eskalasi kebutuhan dan dinamika masyarakat semakin meningkat.

Sementara itu, pawai ta’aruf menyambut kedatangan bulansuci ramadhan ini bertujuan untuk mengingatkan masyarakat dan umat islam bahwa bulan suci ramadhan sebentar lagi akan datang, sehingga diharapakan semuanya dapat mempersiapkan diri menghadapi kedatangan bulan suci tersebut, dengan melakukan peningkatan amal ibadah kepada Allah SWT, selain itu moment ini dapat dijadikan sebagai ajang shillahturrahmi bagi kita dalam mewujudkan masyarakat Kabupaten Aceh Timur yang beriman, sehat, cerdas, aman, berbudaya dan sejahtera.

Berikut nama-nama sekolah yang menjadi pemenang dalam pawai ta’aruf ini.

Untuk tingkat SD/MI.
1. Juara pertama, SDN 3 Idi.
2. Juara kedua, MIN 1 Idi Rayek.
3. Juara ketiga, SDN Keude Blang, Idi.

Untuk tingkat SLTP.
1. SMPN 1 Peudawa
2. SMPN 1 Idi.
3. SMPN 2 Idi.

Untuk tingkat SMU.
1. SMUN 1 Idi.
2. MAN Idi.
3. SMUN 1 Peudawa.

Semua juara diberikan trophy dan uang pembinaan dari Panitia penyelenggara. Dalam kesempatan ini, Bupati Aceh Timur berkesempatan menyerahkan Trophy dan uang tunai kepada para pemenang/juara untuk tingkat SMU,sedangkan untuk tingkat SLTP diserahkan oleh Ketua Mahkamah Syariah dan untuk tingkat SD/MI diserahkan oleh Sekretaris Daerah Aceh Timur, M. Ikhsan Ahyat, S.STP, M.AP.

Sebelumnya dalam pawai ta’aruf ini Bupati bersama seluruh unsur MUSPIDA, kepala SKPK, para Camat beserta undanggan lainnya juga ikut melakukan pawai ta’aruf dengan berjalan mengelilingi Ibu Kota Kabupaten Aceh Timur, Idi.


| Mmg
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Samudra news
pelatihan kecakapan hidup (Life Skill Training) untuk waria/transgender Muda
samudra-news.com | Bireuen - Yayasan Permata Atjeh Peduli (YPAP) menginisiasikan pelatihan kecakapan hidup (Life Skill Training) untuk waria/transgender Muda di wilayah Bireuen, dan berdasarkan keputusan transgender yang tergabung dalam organisasi TARENA (Tanoh Rencong Atjeh) memutuskan untuk memperdalam hair style.

Pelatihan 3 hari penuh mulai 22, 23 dan 24 Juni 2014 bertempat di Agam Rias Pengantin Cot Gapu Bireuen dengan trainer dari Banda Aceh untuk memberikan pendidikan, inspirasi dan pengalaman corak baru, model pemangkasan rambut untuk teman-teman yang membutuhkan keahlian tersebut, supaya bisa bersaing sehat antara tempat pangkas dan salon serta riasan pengantin.

YPAP memberikan perlengkapan Salon dan pangkas rambut kepada 10 transgender dalam memenuhi kebutuhan buka usaha baru untuk kemandirian dalam berusaha aktivitas perekonomian diri dan keluarga. Trainer nya di datang dari Banda Aceh yang sangat profesional dibidangnya dengan bantuan dana dari Caritas Germany dalam masa pelaksanaan program NEC (no Cost extension) tahun 2014.

Fadhli Djailani YPAP Hiv/Aids Project Manajer sangat mengapresiasikan peserta yang sudah mengidentifikasikan kebutuhannya dalam memenuhi usaha baru yang sudah melalui tahap analisa usaha, kelayakan usaha sehingga tercapainya pelatihan ini, dukungan penuh juga dari TARENA dalam mengorganise pelatihan ini yang diketua Citra Dido, kami sangat berterima kasih, semoga usaha dan perdalam ilmu kewirausahaan ini berjalan sukses. Dan harapan kami modal usaha dalam bentuk peralatan kebutuhan nyalon untuk bisa di rawat, digunakan sebaik-baiknya untuk keberkahan usaha yang akan dijalankan.


| Red
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Massa Tarhib Ramadhan 1435 H sedang melintasi Kota Kuala Simpang

Takbir dan yel-yel lainnya menyemaangatkan para kafilah Tarhib Ramadhan

Darliansyah, S.Pd terlihat sedang berorasi di simpang empat kota Kuala Simpang



samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Samudra News, Aceh Tamiang
Kafilah Tarhib Ramadhan 1435 H DPD II HTI Aceh Tamiang
MARHABAN YAA RAMADHAN. Suka cita dan gembira menyambut datangnya bulan suci ramadhan 1435 h begitu terlihat dalam aksi long march yang digelar hizbut Tahrir Indonesia DPD II Aceh Tamiang. aksi yang bertitik kumpul di depan Kantor Camat Kuala Simpang diikuti oleh puluhan massa yang terdiri dari aktivis Hizbut Tahrir Aceh Tamiang dan sejumlah siswa siswi Kabupaten Aceh Tamiang. Minggu, (22/6).

Selain itu, untuk membangkitkan semangat menyambut kedatangan bulan yang penuh berkah ini, para kafilah tarhib ramadhan 1435 H ikut mengibarkan panji Rasulullah dan meneriakan takbir disepanjang jalan ibu kota.

Koordinator Lapangan Widodo, S.Pd.I dalam orasinya menyebutkan bulan suci ramadhan adalah bulan yang kita tunggu-tunggu disetiap tahunnya, karena bulan ini merupakan bulan ketaatan bagi seluruh umat islam di dunia. Karena itu, marilah kita terus mempersiapkan diri untuk menyambut bulan islam kaffah ini dengan penuh ketaatn hanya kepada Allah SWT.

Lebih lanjut ia juga menjelaskan bahwa kemuliaan ramadhan akan sangat tidak mungkin dapat kita raih selama kita masih menerapkan demokrasi. Untuk itu, marilah kita meraih ketaqwaan dibulan ramadhan ini dengan mencapakkan demokrasi dan menegakkan khilafah karena Indonesia Milik Allah.


Usai melakukan orasi dan mengakhiri dengan doa di depan kantor Telkom Kuala Simpang, massa kembali ke titik kumpul di kantor Camat Kuala Simpang,  kemudian para peserta dibubarkan secara tertib. 

| Musri
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Samudra News
Penutupan PORA Aceh Timur 2014
‘‘PORA XIII Tahun 2018, Aceh Besar Calon Kuat Tuan Rumah Penyelenggara’’ 

samudra-news.com | Aceh Timur - Kabupaten Aceh Timur telah menjawab semua keraguan seluruh pihak terkait kesiapan Kabupaten ini menjadi tuan rumah penyelenggaraan, Pekan  Olah Raga Aceh (PORA) Ke-XII yang dipusatkan di gedung Idi Sport Center (ISC) 14-21 Juni 2014. Hal ini terbukti penyelenggaraan multieven empat tahunan Se-Aceh tersebut berlangsung sukses hingga Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf menutup secara resmi kegiatan itu, sabtu (21/6) di Lapangan Pusat Pemerintahan setempat di Gampong Titi Baroe, Kec. Idi Rayeuk.

Terkait banyaknya isu miring yang mengatakan “PORA, Pura-Pura” terbantahkan, hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Ketua KONI Aceh, T. Rayuan Sukma saat membacakan arahan Ketua KONI Aceh pada penutupan tersebut, “Secara umum pelaksanaan PORA Ke-XII Aceh Timur berjalan sukses, PORA pura-pura yang selama ini beredar telah terbantahkan, dan perlu diketahui bahwa seluruh infrastruktur dan pendukung pertandingan selama PORA ini dikerjakan dalam waktu lima bulan,” ujarnya disambut riuh tepuk tangan masyarakat yang memadati lapangan penutupan.

Lebih lanjut lagi dikatakan, bahwa Aceh Timur merupakan yang terbaik dari pelaksanaan PORA sebelumnya, “PORA Aceh Timur merupakan yang terbaik dari pelaksanaan yang ada sebelumnya, fasilitas pertandingan yang dibangun bertaraf Internasional dan Nasional semoga ini menjadi contoh bagi tuan rumah mendatang,” jelasnya.

Sementara itu Wagub Aceh, Muzakir Manaf dalam sambutan penutupannya mengatakan bangunan yang telah didanai Anggaran Pemerintah Daerah dapat dijaga, “Dengan adanya seluruh bangunan selama PORA Ke-XII, semoga nantinya setelah berakhirnya kegiatan ini seluruh bangunan yang didanai anggaran daerah baik Kabupaten dan Provinsi dapat dijaga dan dirawat,” paparnya.

Keluar sebagai juara umum dari PORA Ke-XII Tahun 2014 Kabupaten Aceh Timur adalah, Kota Banda Aceh dengan raihan medali emas terbanyak meninggalkan kontingen Kabupaten/Kota lainnya sedangkan tuan rumah berada pada posisi keempat, sementara sang juara bertahan Aceh Utara harus puas berada pada posisi keenam. Hasi voting di Kota Langsa tuan rumah pelaksanaan PORA Ke-XIII Tahun 2018 kandidat kuat sejauh ini ada pada Kabupaten AcehBesar.
| Mmg
REKAPITULASI PEROLEHAN MEDALI
PORA KE-XII TAHUN 2014 TANGGAL 14 S/D 21 JUNI 2014

No
KONTINGEN
EMAS
PERAK
PERUNGGU
1.             
BANDA ACEH
58
51
44
2.             
SABANG
43
22
34
3.             
ACEH BESAR
41
44
50
4.             
ACEH TIMUR
29
20
42
5.             
PIDIE
25
17
26
6.             
ACEH UTARA
22
23
38
7.             
ACEH BARAT
20
14
12
8.             
LHOKSEUMAWE
18
19
31
9.             
ACEH TENGAH
15
15
20
10.          
SIMEULUE
14
9
13
11.          
ACEH SELATAN
13
15
27
12.          
PIDIE JAYA
9
8
10
13.          
LANGSA
8
18
16
14.          
BENER MERIAH
8
10
21
15.          
BIREUN
7
16
20
16.          
ACEH JAYA
7
16
20
17.          
ACEH TAMIANG
6
16
27
18.          
ACEH BARAT DAYA
4
9
10
19.          
ACEH SINGKIL
2
6
10
20.          
NAGAN RAYA
2
2
6
21.          
GAYO LUES
1
2
8
22.          
ACEH TENGGARA
0
6
15
23.          
SUBULUSSALAM
0
1
2
  • Sesuai Surat Keputusan KONI Aceh Nomor: KEP.22 Tahun 20143