Agustus 2014
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
samudra news, cpns, panselnas
Formasi CPNS 2014 dan Alur Pendaftara 'panselnas.menpan.go.id'

Bagi pendaftar yang belum menerima email konfirmasi,dapat langsung login ke portal instansi minimal 1x24 jam setelah pendaftaran

P E N T I N G 

1. UJIAN DENGAN C.A.T.: Seleksi Penerimaan CPNS 2014 secara Nasional dilaksankan dengan ujian/test menggunakan C.A.T. (Computer Assisted Test). Info dapat dibaca di Website Kemenpan & RB  (http://www.menpan.go.id/berita-terkini/1513)
2. PERSYARATAN UMUM: Sebagaimana diatur dalam PP Nomor 11 Tahun 2002 tentang Pengadaan Pegawai Negeri Sipil, serta memenuhi persyaratan kualifikasi pendidikan sesuai lowongan formasi yang diminati.
3. PERSYARATAN KHUSUS/TAMBAHAN : Terdapat instansi tertentu yang menambahkan persyaratan khusus. Untuk itu, harap dibaca secara cermat dan teliti.
4. ALAMAT E-MAIL: Seleksi Penerimaan CPNS 2014 hanya dapat diikuti melalui tahap pendaftaran di Portal ini, untuk itu calon pendaftar wajib memiliki alamat surat elektronik yang masih berlaku (email).
5. PENGISIAN DATA PRIBADI HARUS AKURAT: Semua informasi/data pribadi yang diisikan dalam formulir pendaftaran disini harus akurat, benar dan dapat dipertanggung jawabkan untuk menghindari hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri atau merugikan pihak lain serta diberikannya sanksi hukum dikemudian hari.Calon peserta hanya dapat mendaftar 1 (satu) kali di portal ini (hanya mempunyai 1 kali kesempatan mengikuti test di salah satu instansi).
Calon peserta dapat memilih 3 (tiga) formasi jabatan, yang kualifikasi pendidikannya sama pada instansi yang telah diputuskan/dipilih oleh calon peserta.
6. CERMAT dan TELITI : Harap mencermati setiap keterangan/instruksi/pemberitahuan/peringatan yang muncul di halaman-halaman pendaftaran ini.
7. GRATIS : Penerimaan CPNS Tahun 2014 tidak dipungut biaya mulai dari pendaftaran s/d pengumuman hasil kelulusan.

Apabila sudah memahami dapat melanjutkan ke halaman "Alur Pendaftaran"

DIAGRAM ALUR PENDAFTARAN

 panselnas
 Apabila sudah memahami dapat melanjutkan ke halaman "Formasi CPNS 2014"

PENTING : Jadwal pendaftaran lowongan untuk setiap instansi berbeda. Jadwal selengkapnya silakan lihat tautan ini.
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Samudra News, Aceh Tamiang
Liqa Syawal Aceh Tamiang, Tegaskan Muslim Wajib Berhukum pada Hukum Islam
samudra-news.com | Aceh Tamiang - Satu hari menjelang liqa Syawal Kota Langsa, Hizbut Tahrir Indonesia DPD II Aceh Tamiang juga ikut menyelenggarakan Liqa Syawal Tokoh Umat 1435 Hijriyah Minggu 24 Agustus 2014 di Arthree Coffee Aceh Tamiang.

Kegiatan yang dikemas dengan suasana santai dan penuh keakraban ini berlangsung khitmad dalam membahas sejumlah permasalahan yang sedang dihadapi umat. Tidak hanya itu, bentuk partisipasi tokoh umat dalam memperjuangkan tegaknya syariat Islam diatas bumi Allah ini juga diperlihatkan oleh Drs. Muhaimin dalam testimoninya dengan memaparkan bahwa setiap muslim wajib berhukum pada hukum allah dan Aceh khususnya merupakan satu-satu daerah di Indonesia yang menerapkan Syariat Islam karena itu menjadi sangat berpotensi untuk menuju tegaknya khilafah. Dan yang paling penting harus kita ketahui bahwa khilafah pasti akan tegak karena it janji Allah.

Pembicara pertama Iqbal, S.HI selaku Ketua Hizbut Tahrir Indonesia DPD II Kota Langsa menjelaskan demokrasi telah membawa berbagai kerusakan, mulai dari bobroknya moral, korupsi dan bahkan kriminal yang semakin merajalela dewasa ini.

“Demokrasi merupakan sistem yang sangat tidak amanah karena bersumber dari manusia, sedang manusia sangar terbatas akalnya” papar Iqbal

Disampaikan juga oleh DPD II HTI Aceh Tamiang Darliansyah, S.Pd sebagai pembicara kedua yang bahwa Islam bukannya hanya mengatur masalah ibadah, tetapi juga meliputi seluruh aspek kehidupan seperti ekonomi, politik, interaksi pria dan wanita dan lain sebagainya. Karena itu, ketika syariat Islam diterapkan secara kaffah maka akan menjadi solusi permasalahan kehidupan.

Selanjutnya pembicara ketiga Ustad Drs. Musydar Syahban DPD I HTI Sumut juga lebih memperjelas bahwa Khilafah adalah kepemimpinan umat seluruh kaum muslim yang menerapkan Syariah Islam baik di dalam maupun di luar negeri.


“Di bawah naungan Khilafah umat Islam akan bersatu dan hukum Syariah Insya Allah akan terlaksana dengan sempurna dengan tegaknya khilfah”. Tutup Ustad Musydar Syahban.

| Musri
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
samudra news
Bunda PAUD Aceh Timur, Ny. Fitriani D Hasballah saat didaulat membuka selubung Taman Pendidikan Tgk H.M. Ganie Bin Tgk Sakdan di kebun Alue Rambut PT. Bumi Flora, Idi.

samudra-news.com | Aceh Timur - Bupati Aceh Timur, Hasballah Bin M. Thaib menilai pendidikan bagi generasi muda sangat penting artinya, dikarenakan nantinya dapat menciptakan Sumber Daya Manusia yang mampu membawa perubahan daerah ke arah yang lebih baik. Hal ini dikatakan beliau pada saat memperingati setahun wafatnya dan pendirian Yayasan Taman Pendidikan Tgk H.M. Ganie Bin Tgk Sakdan di Perkebunan Alur Rambut PT. Bumi Flora, Idi.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa kehadiran Taman Pendidikan ini merupakan bentuk kecintaan Almarhum Tgk. H.M. Ganie bin Tgk. Sakdan kepada kampung halamannya, “Hari ini menjadi pembuktian bagi kita masyarakat Kabupaten Aceh Timur bahwa kecintaan almarhum tidak hanya mendirikan perkebunan Alue Rambut semata namun juga beliau melalui anak-anaknya peduli dengan dunia pendidikan untuk membantu masyarakat menjadi pintar,” ujar Bupati Aceh Timur.

Sementara itu Ketua Pembina Yayasan Taman Pendidikan Tgk H.M. Ganie Bin Tgk Sakdan, Prof. Dr.dr. Hj. Ratna Akbari Ganiem Sp.PK(K) tak lain merupakan anak tertua almarhum mengatakan pendirian yayasan ini dimaksudkan untuk menampung semua keinginan keluarga besar, “Keberadaan Taman Pendidikan ini tidak terlepas dari keinginan Ayah  untuk membantu saudara-saudara yang ada ditanah Aceh ini,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama Direktur Utama PT. Bumi Flora, Drs. Razali Rohimun (Menantu Almarhum) mengatakan bahwa pendidikan merupakan barang “mewah”, “Pendidikan merupakan barang mewah yang teramat sangat diperlukan dan dibutuhkan untuk menciptakan manusia yang pintar dan terampil bagi generasi mendatang,” jelasnya.

PT. Bumi Flora sendiri hadir di Kabupaten Aceh Timur tidak terlepas dari pada keinginan Almarhum Tgk H.M. Ganie Bin Tgk Sakdan yang mempunyai tujuan mulia yakni untuk membantu masyarakat setempat di kampung halamannya. Hadir juga dalam acara tersebut, unsur muspida, Kepala SKPK Aceh Timur, Tokoh Masyarakat Alue Rambut  Bunda PAUD Aceh Timur, Ny. Fitriani D Hasballah, Dekan Fakultas Teknik USU, Prof. Dr. Ir Bustami Syam.

| Mmg
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
samudra news
Langkah yang Lamban dan Bicara tersengal tak menyurutkan semangat hadiri liqa syawal
samudra-news.com | Kota Langsa - Deras hujan dan dinginnya udara pagi tidak menyurutkan semangat para aktivis Hizbut Tahrir Indonesia DPD II Kota Langsa dalam melaksanakan Liqa Syawal Tokoh Umat pada Sabtu 23 Agustus 2014 di Aula Setda Kota Langsa.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka membangun ukhuwah Islamiyah untuk ikut bersatu memperjuangkan Syariah dan Khilafah mengangkat dengan tema “ Indonesia Milik Allah, Saatnya Khillafah Menggatikan Demokrasi” yang dihadiri sejumlah tokoh umat Kota Langsa.

Pak Mujiyo, usia yang lanjut dan jalan yang sudah terpatah-patah dengan ikhlas ia menghayunkan langkahnya untuk menyampaikan testimoni dalam Liqa Syawal Tokoh Umat. Semangatnya yang tetap muda terus menjadi modal bagi dirinya dalam memperjuangkan tegaknya agama Allah.

Dalam testimoninya, Pak Mujiyo menyampaikan kekhawatirannya terhadap kondisi umat sekarang ini ditengah-tengah sistem kufur yang diterapkan di Indonesia. Pada kesempatan tersebut ia juga memaparkan singkat tentang bahanya kapitalisme terhadap umat. Selain itu, dengan nada yang sering tersengal karena faktor usia, ia juga menyampaikan maaf karena tidak bisa menyebutkan kata Hizbut Tahrir dengan benar karena pengaruh beberapa giginya yang telah tanggal.

Demikian halnya juga testimoni kedua yang disampaikan oleh tokoh perempuan Ibu Hasni bahwa selama ia mengenal hizbut tahrir banyak ilmu yang telah ia dapatkan bahkan, menurutnya hanya di Hizbut Tahrirlah ia mengetahui tentang bagaimana Islam sebenarnya. Karena itulah yang membuat ia semakin yakin untuk terus ikut serta dalam mengkaji dan memperjuangkan Islam bersama Hizbut Tahrir demi tegaknya Syariah dan Khilafah seperti yang diharapkan umat Islam.

Selanjutnya, Liqa Syawal Tokoh Umat juga diisi dengan orasi politik yang disampaikan Oleh Ustd Musdar Syahban dari DPD I Sumatera Utara. Dalam orasinya beliau menyampaikan bahwa saatnya khilafah menggantikan demokrasi merupakan tema yang cukup menarik untuk dibahas dimana selama bertahun-tahun rakyat dibodohi dengan slogan omong kosong yang katanya Dari Rakyat, Oleh Rakyat dan Untuk Rakyat namun faktanya Dari Penguasa, Oleh Pengusaha dan Untuk Pengusaha.

Beliau juga menambahkan jika sekarang rakyat tidak mau dibodohi maka tema yang diangkat hari ini merupakan satu-satunya solusi yaitu dengan meninggalkan demokrasi yang membuat kita dan sumber daya alam kita terkuras dan menggantikan dengan Khilafah yang merupakan satu-satunya sistem yang benar-benar mengurusi urusan umat.


Oleh karena itu, ianya juga menyeru bahwa untuk menegakkan Khilafah caranya tidak lain hanyalah dengan merapatkan diri dalam barisan perjuangan bersama Hizbut Tahrir berdakwah dan menegakkan khilafah.

| Musri
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
samudra news
Waka Polda Aceh Tinjau Pameran Pembangunan Atim
samudra-news.com | Aceh Timur - Waka Polda Aceh Brigjen Pol Endang Sunjaya, MH yang didampingi sejumlah perwira dari Polda Aceh meninjau Stan Pameran Pembangunan Tahun 2014 yang dipusatkan di Idi, Aceh Timur, Jumat (22/8/2014).

Mengawali kunjungan, Endang Sunjaya meninjau Stan Polres Aceh Timur yang berdampingan dengan Stan Bank Aceh. Pada kesempatan tersebut. didampingi Kapolres Aceh Timur AKBP Muhajir, SIK, Endang Sunjaya juga meninjau beberapa stan lainnya seperti Stan Disbudparpora, Setdakab, Bappeda, Dekranasda, PKK, Kecamatan Se-Aceh Timur juga Stan Dinsosnaker. Selain melihat perkembangan Aceh Timur melalui foto-foto dan data yang ditampilkan disejumlah stan. Menariknya, Waka Polda Aceh meminta petugas Stan Dekranasda untuk membudidaya serai yang manfaatnya sangat besar dan harganya yang semakin tinggi.

Usai meninjau stan, Bupati Aceh Timur Hasballah H M. Thaib didampingi Kabag Humas/Protokol dan Kadis Pendidikan Aceh Timur Abdul Munir serta Pimpinan Bank Aceh Cabang Idi Fadhil beristirahat sejenak di Stan Dekranasda sambil mencicipi beberapa jenis kuliner yang disediakan petugas. Waka Polda Aceh dalam kunjungan kali ini menginap di Pendopo Bupati Aceh Timur di Idi. Usai mengambil Apel di Mapolres Aceh Timur, Jumat (22/8) pagi dan menggelar rapat terbatas dengan jajaran Polres Aceh Timur lalu Wak Polda Aceh meninjau stan. Menjelang siang Waka Polda Aceh meninggalkan Aceh Timur menuju Kota Langsa.


| Mmg
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
samudra news
Sekda Buka Muskab PMI Aceh Timur
samudra-news.com | Aceh Timur - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Aceh Timur M. Ikhsan Ahyat, S.STP,M.AP  membuka secara resmi Musyawarah Kabupaten (Muskab) Palang Merah Indonesia (PMI) Aceh Timur Ke VI yang dipusatkan di Aula gedung SKB Aceh Timur di Idi Timur, Kamis (21/8).

Dalam sambutanya M. Ikhsan Ahyat mengharapkan, Muskab PMI Tahun 2014 tersebut dapat melahirkan kepengurusan PMI lima tahun mendatang yang peduli dan cinta dengan organisasi tersebut, karena ia menilai hanya orang-orang yang peduli dengan solidaritas kemanusiaan yang mampu membawa lembaga itu ke arah yang lebih muncul ditengah-tengah perkembangan umat.

Selanjutnya, M. Ikhsan Ahyat juga meminta, kepengurusan terpilih nantinya juga mampu mengaktifkan kantor dan para relawan didalamnya mampu diarahkan untuk membawa misi-misi kemanusiaan dengan tekat iklas dalam berbuat pengabdiannya. “Dan yang paling penting adalah menghidupkan kembali Unit Tranfusi Darah (UTD) PMI Aceh Timur, sehingga kekurangan darah yang selama ini terjadi di RSUD Idi dan RS Rehab Medik benar-benar dapat tertutupi,” demikian Sekda M. Ikhsan Ahyat.

Hadir antara lain, Asisten I Setdakab Aceh Timur Adlisyah,S.Sos, M.AP, Kadis Pendidikan Aceh Timur Abdul Munir,SE,M.AP, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur, Safrizal Fauzi,S.STP,M.AP, Ka TU RSUD Idi dr.Syarifah,M.Kes, Camat Idi Iswandi,S.Sos, Camat Nurussalam Zainuddin,S.Sos dan puluhan pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Aceh Timur serta Palang Merah Relawan (PMR) dari SMAN 1 Idi.

| Mmg
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
samudra news
Gencatan senjata Gaza diperpanjang selama lima hari lagi 
KAIRO – Delegasi Palestina di Kairo mengatakan bahwa gencatan senjata kemanusiaan di Jalur Gaza diperpanjang selama lima hari lagi sejak Rabu tengah malam (13/8/2014) untuk memberi kesempatan untuk negosiasi lebih lanjut atas berbagai isu, sebagaimana dilansir oleh The Palestinian Information Center.
Kepala delegasi Azzam Al-Ahmad mengumumkan perpanjangan gencatan senjata Gaza lima hari hari selama konferensi pers yang diadakan di Kairo pada Rabu (13/8), hanya setengah jam sebelum tiga hari gencatan senjata berakhir.
Al-Ahmad menyatakan bahwa perpanjangan gencatan senjata tersebut bertujuan untuk memberikan kepada Palestina lebih banyak waktu untuk mengatasi dampak dari agresi militer “Israel” dan terlibat dalam pembicaraan lebih lanjut setelah negosiasi sebelumnya tersendat.
Dia menyatakan bahwa sebuah kemajuan telah dihasilkan pada beberapa poin dalam pembicaraan di Kairo dan diperlukan untuk mempertahankan suasana tenang di Jalur Gaza untuk menyelesaikan pembicaraan itu.
Sementara itu, anggota delegasi dari Hamas Ezzat Al-Resheq menyatakan bahwa anggota delegasi Palestina akan meninggalkan Kairo untuk berkonsultasi dengan pemimpin di Doha dan Ramallah tentang isu-isu yang diajukan dalam pembicaraan di Kairo.
Dalam konteks terkait, komite perlawanan rakyat menuding pihak “Israel” mengulur-ulur waktu dan bertindak licik dalam pembicaraan gencatan senjata di Kairo. Komite itu juga mendesak Mesir untuk menjalankan perannya dan peran Arab dalam mendukung perjuangan Palestina.
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
samudra news
Para pelajar Muslim Nigeria menuntut dihapusnya pelarangan jilbab
NIGERIA – Umat Islam di Ondo, negara bagian barat-daya Nigeria, kembali menyatakan tuntutan mereka kepada pemerintah untuk mengizinkan pemakaian jilbab di sekolah-sekolah bagi siswi Muslimah dan menyediakan tempat bagi para siswa Musim untuk melaksanakan shalat jum’at berjamaah setiap pekannya, lansir OnIslam.
Beberapa kepala sekolah di Ondo telah melarang pemakaian jilbab di dalam maupun di luar lingkungan sekolah.
Presiden Lembaga Pelajar Muslim Nigeria (MSSN), cabang Ondo, Sherif Busari, mewakili Muslim Ondo menuntut perizinan penggunaan jilbab di sekolah-sekolah dan penyediaan ruang shalat. Selain itu, MSSN juga menuntut ditingkatkannya jumlah gugur pelajaran agama Islam dan bahasa Arab.
Menanggapi tuntutan tersebut, pemerintah Nigeria berjanji untuk tidak melakukan diskriminasi terhadap para pelajar Muslim, mengumumkan akan mengerahkan lebih banyak gugur agama Islam dan bahasa Arab. 
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
samudra news
BNN Tes Urine 65 Prajurit Kodam XII/Tpr
samudra-news.com | Kubu Raya- BNN Kalbar Tes urine seluruh aparat intel jajaran Kodam XII/Tpr, di Aula Makodam XII/Tpr, Selasa, (12/8/14).  Asintel Kasdam XII/Tpr Letkol Czi A. Rizal, S.Sos., SH mengawasi langsung kegiatan pemeriksaan Tes Urine yang dilakukan terhadap para Kasi Intel Korem 121/Abw, Kasi Intel Korem 102/Pjg, Pasi Intel, Danunit Intel, Paur Pam dan petugas intel lainya yang berjumlah 65 orang.

Pemeriksaan tes urine tersebut dilakukan secara mendadak oleh BNN kepada seluruh aparat intelijen yang hadir dalam rapat evaluasi di Makodam XII/Tpr, kegiatan pemeriksaan atas koordinasi antara Asintel Kasdam XII/Tpr dengan pihak BNN. Seluruh peserta rapat diwajibkan untuk melaksanakan pemeriksaan Urine oleh BNN (Badan Narkotika Nasional) Kalbar. Hasil pemeriksaan tersebut dinyatakan “Negatif”.

Letkol Czi Rizal mengatakan, bahwa tujuan pemeriksaan urine tersebut merupakan wujud dari penolakan aparat Intelijen Kodam XII/Tpr terhadap pemakaian dan penyalahgunaan Narkoba dan hal ini merupakan Perintah langsung dari pimpinan atas TNI kepada jajarannya untuk menentang dan menolak segala bentuk pemakaian atau penyalahgunaan obat-obatan Terlarang/Narkoba guna terwujudnya prajurit yang sehat dan bersih dari narkoba khususnya Aparat Intelijen Kodam XII/Tpr” Ungkapnya.

Lanjut Rizal, Pemeriksaan seperti ini akan dilakukan secara rutin dengan waktu yang tidak ditentukan sepanjang tahun terhadap aparat intel maupun prajurit Kodam XII/Tpr untuk meyakinkan bahwa seluruh Prajurit bersih dan terbebas dari Narkoba”. Selain memeriksa langsung seluruh apintel Kodam XII/Tpr, Rizal pun, memberikan penghargaan kepada satuan Intel di jajaran Kodam XII/Tpr yang dapat meminimalisir pelanggaran di satuannya atau“Zero Accident”. Kodim 1013/Mtw Kalteng sebagai juara I, Kodim 1014/Pbn juara II dan Babinminvertcaddam sebagai juara III.

Dalam kesempatan yang sama Asintel Kasdam Xii/Tpr memberikan penghargaan, kepada Yonif 315/Grd yang sedang bertugas di perbatasan RI-Malaysia atas keberhasialan satu pucuk pistol jenis Revolver yang diserahkan oleh masyarakat Lanjak di Putussibau berkat hasil pembinaan teritorial oleh anggota Yonif 315/Grd a.n Praka I Komang Darmada pada tanggal 6 Agustus 2014 yang lalu.

Hadir dalam acara tersebut para Staf ahli, para Asisten Kasdam dan para Kabalak Kodam XII/Tpr.#  Authentikasi : Mayor Arh MN. Komarudin/ Kasipenum Pendam XII/Tpr.


| Alam
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
samudra news, gema pembebasan
Tipu-Tipu Rezim Khianat Untuk Gilas Rakyat!
samudra-news.com | Banda Aceh - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pembebasan gabungan Komisariat Universitas Syiah Kuala dan Universitas Islam Negeri Ar Raniry pada pagi hari ini Jum'at, 15 Agustus 2014 menyambangi Kantor Dinas Pertambangan dan Energi Aceh untuk menyatakan sikap mereka menolak pencabutan subsidi BBM (Premium dan Solar).
Aksi yang dihadiri beberapa mahasiswa tersebut tidak menyurutkan semangat untuk terus mengkritisi kebijakan-kebijakan yang dinilai menggilas rakyat. Selain itu peserta aksi juga ikut mengusung spanduk dan poster yang bertuliskan “Selamatkan Indonesia dari Rezim Khianat dan Sistem Busuk, Ganti dengan Syariah dan Khilafah!”.
Dalam orasi pertama yang disampaikan oleh Rahmat Hidayatullah menjelaskan hakikat energi seharusnya menjadi stabiitas ekonomi rakyat dan negara. Maka pengelolaannya membutuhkan orang dan sistem yang "terpercaya" yang dapat memberikan kesejahteraan kepada manusia. Itulah seorang Khalifah dengan sistem Khilafahnya!.
Selanjutnya orasi kedua juga dipaparkan oleh Akmal Setyawan Jodi Saputra dengan tema Energi dan Liberalisasi Sektor Migas. Beliau mengutarakan bagaimana skenario asing menguras sumber daya negeri ini dengan memberikan susu asi kepada Penguasa Khianat, lalu Penguasa Khianat ini memberikan racun untuk rakyat! Dari sinilah konstelasi perubahan, mahasiswa, dan islam diperlukan sebagai wujud Kebangkitan!
Di akhir aksi, perwakilan Gema Pembebasan menyerahkan pernyataan sikap sekaligus poster super bertuliskan: "Selamatkan Indonesia dari Rezim Khianat dan Sistem Busuk, Ganti dengan Syariah dan Khilafah!" kepada Kepala Bidang Minyak dan Gas Bumi Distamben Aceh, Ir. T. Syakur.

“Kami sangat mengapresiasikan kehadiran mahasiswa-mahasiswa yang ideologis yang damai dan kita berharap aksi mahasiswa ini akan menjadi "pemicu besar" agar subsidi tak jadi di cabut!!” papar T. Syakur. 

| Musri
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
samudra news
Thariqah Syar’iy untuk Menegakkan al-Khilafah dan as-Sulthân al-Mutaghallib

بسم الله الرحمن الرحيم



Jawab Soal

Thariqah Syar’iy untuk Menegakkan al-Khilafah dan as-Sulthân al-Mutaghallib

Pertanyaan:
Ada beberapa komentar di beberapa situs yang isinya “bahwa Hizbut Tahrir menentukan thariqah “thalab an-Nushrah” untuk menegakkan al-Khilafah dan berpegang teguh dengannya, dan Hizbut Tahrir tidak mengetahui thariqah syar’iy lainnya… padahal ada thariqah lainnya, yaitu “thariqah as-sulthân al-mutaghallib” yakni orang yang menegakkan negara menggunakan kekuatan dan perang…” Mereka juga mengatakan bahwa Hizbut Tahrir menolak proklamasi al-Baghdadi karena dorongan ‘ashabiyah hizbiyah, dimana Hizbut Tahrir tidak menilainya sebagai khilafah yang syar’iy kecuali jika Hizb yang mendirikannya…” Apakah ada jawaban yang memadai seputar ucapan-ucapan ini? Semoga Allah memberi Anda balasan yang lebih baik.

Jawab:
1.  Hizbut Tahrir tidak menentukan thariqah syar’iy untuk menegakkan al-Khilafah, akan tetapi syara’-lah yang menentukannya. Sirah Rasulullah saw mengatakan hal itu sejak dimulai dakwah kepada Islam hingga tegaknya daulah… Sebelum tegaknya daulah, didahului dengan thalab an-nushrah oleh Rasulullah saw dari para ashhâbul quwwah wa al-man’ah, yang mereka membentuk pilar-pilar negara sesuai fakta wilayah di seputar mereka. Karena itu, Rasul saw menyengaja mendatangi kabilah-kabilah yang kuat, menyeru mereka kepada Islam dan memintanushrah (pertolongan) mereka seperti yang beliau lakukan dengan meminta pertolongan Tsaqif, Bani ‘Amir, Bani Syaiban dan kaum Anshar di Madinah. Adapun kabilah-kabilah kecil, maka beliau saw mencukupkan dengan menyerunya kepada Islam saja… Rasulullah saw terus melakukan hal itu meski berbagai kesulitan dan kesusahan harus beliau saw hadapi. Pengulangan perkara yang di dalamnya ada kesulitan menunjukkan secara syar’iy bahwa perkara itu adalah fardhu sebagaimana yang ada dalam ketentuan ushul… Begitulah, Rasulullah terus dalam melakukan thalab an-nushrah dari ahlul quwwah wal man’ah. Satu kabilah membuat kaki beliau berdarah-darah. Satu kabilah lainnya menolak beliau. Kabilah lainnya memberikan syarat kepada beliau. Meski demikian, beliau saw terus teguh di atas apa yang telah diwahyukan oleh Allah kepada beliau tanpa mengubah thariqah itu kepada thariqah lainnya. Misalnya beliau menyuruh para sahabat untuk memerangi penduduk Mekah, atau memerangi sebagian kabilah guna menegakkan daulah di tempat mereka. Padahal para sahabat beliau saw adalah orang-orang gagah berani yang tidak takut apa pun kecuali hanya kepada Allah. Akan tetapi, Rasul saw tidak memerintahkan hal itu. Namun beliau terus melakukan thalab an-nushrah mencari pertolongan dari ahlul quwwah wal man’ah, hingga Allah memudahkan kaum Anshar kepada beliau lalu mereka membaiat beliau dengan baiat al-‘Aqabah kedua, setelah Mush’ab bin Umair ra. berhasil dalam tugasnya di Madinah Munawarah atas perintah Rasulullah saw. Disamping taufik dari Allah SWT kepadanya dengan dukungan tokoh-tokoh dari ahlul quwwah yang menolongnya, Mush’ab bin Umair ra. dengan izin Allah telah berhasil memasukkan Islam ke rumah-rumah Madinah dan mewujudkan di sana opini umum untuk Islam sehingga opini umum berangkulan dengan baiat kaum Anshar, dan berikutnya Rasul saw pun menegakkan daulah di Madinah dengan baiat yang murni dan bersih dan dengan penerimaan hangat kepada Rasul saw dari penduduk Madinah Munawarah.

Inilah thariqah syariy untuk menegakkan daulah dan hukum asal yang harus diikuti. Hukum asal dalam perbuatan adalah terikat dengan hukum syara’. Seorang muslim jika ia ingin mengetahui bagaimana ia shalat, maka ia mempelajari dalil-dalil shalat. Dan jika ia ingin berjihad maka ia mempelajari dalil-dalil jihad. Dan jika ia ingin menegakkan daulah, maka ia harus mempelajari dalil-dalil penegakan daulah dari perbuatan Rasulullah saw. Tidak ada dinyatakan dari Rasulullah saw thariqah untuk menegakkan daulah kecuali yang dijelaskan di dalam sirah beliau saw. Di dalamnya ada dakwah (seruan) kepada ahlul quwwah wal man’ah yang membentuk pilar-pilar negara menurut realita wilayah sekitarnya. Jadi mendakwahi (menyeru) mereka kepada Islam, thalab an-nushrah (meminta pertolongan) mereka dan baiat mereka dengan ridha dan ikhtiyar setelah benar-benar ada opini umum yang terpancar dari kesadaran umum di tengah mereka di wilayah mereka …

Begitulah, thariqah syar’iy untuk menegakkan al-Khilafah telah ditentukan di dalam Islam dengan jelas. Jelas dari hal itu bahwa para pemilik proklamasi itu tidak mengikuti thariqah ini.

2.  Adapun masalah as-sulthân al-mutaghallib (penguasa yang mengambil kekuasaan dengan kekuatan) yang ada di dalam kitab-kitab fikih, maka istilah itu wajib dipahami maknanya. Bukan sekadar mengulang-ulang istilah as-sulthân al-mutaghallib tanpa memahami kapan dan bagaimana mungkin secara syar’iy hal itu menjadi benar-benar tegak dan sebaliknya bagaimana hal itu secara syar’iy tidak tegak, bahkan menjadi bencana bagi pemiliknya!

Sesungguhnya, as-sulthân al-mutaghallib bisa menjadi berdosa atas tumpahnya darah kaum Muslimin dan penindasan serta paksaan. Juga dengannya tidak tegak khilafah secara syar’iy karena menyalahi thariqah yang syar’i…. hanya saja, diantara para fukaha’ ada yang berpandangan bahwa as-sulthân al-mutaghallib ini pemerintahannya menjadi syar’iy jika terealisasi padanya syarat-syarat dan yang paling menonjol adalah:
1.  Mendominasi di negeri yang memiliki pilar-pilar negara sesuai wilayah sekitarnya. Sehingga ia memiliki kekuasaan yang stabil di negeri itu dan ia bisa menjaga keamanan negeri tersebut baik dalam dan luar negeri terhadap wilayah sekitarnya.
2.   Menerapkan Islam dengan adil dan baik di negeri tersebut. Berjalan secara baik diantara masyarakat, sehingga masyarakat mencintai mereka dan ridha terhadap mereka.
3.  Masyarakat di negeri itu membaiatnya dalam bentuk baiat in’iqad dengan ridha dan ikhtiyar, bukan dengan paksaan dan keterpaksaan, dengan syarat-syarat baiat yang diantaranya bahwa baiat itu pada dasarnya berasal dari penduduk negeri itu, bukan dari sejumlah sulthân mutaghallib. Sebab baiat yang syar’iy adalah seperti itu dengan meneladani Rasul saw. Rasul saw pada asasnya memberi perhatian atas mengambil baiat orang-orang Anshar penduduk Madinah Munawarah dengan ridha dan ikhtiyar, bukan mengambil baiat dari para sahabat beliau kaum Muhajirin. Baiat ‘aqabah kedua memenuhi hal itu.

Begitulah, as-sulthân al-mutaghallib terus berdosa, dan tidak tegak secara syar’iy kecuali setelah terpenuhi ketiga syarat di atas. Pada saat itu, as-sulthân al-mutaghallib menjadi legal (masyrû’) sejak saat terjadinya baiat itu dengan ridha dan ikhtiyar. Ini adalah realita as-sulthân al-mutaghallib. Mudah-mudahan Anda memahaminya dengan sejelas-jelasnya… dari situ jelas bahwa syarat-syarat tidak terpenuhi untuk pemilik proklamasi itu, akan tetapi mereka memaksakan diri mereka sendiri dan proklamasi mereka dilakukan secara tidak benar.

Dari penjelasan sebelumnya, jelaslah bahwa mereka tidak mengikuti thariqah syar’iy yang shahih. Juga tidak mengikuti thariqah as-sulthân al-mutaghallib sekalipun… Mereka memproklamasikan khilafah tidak sesuai dengan ketentuannya, dan sebelum terpenuhi syarat-syaratnya. Maka proklamasi itu tidak ada bobot dan nilainya secara syar’iy. Bahkan itu merupakan laghwun seakan-akan tidak ada, sehingga tidak mengubah realita mereka akan tetapi realita mereka terus seperti sebelumnya sebagai tanzhim bersenjata.

3.  Adapun bahwa Hizb tidak menilai sebagai khilafah yang syar’iy kecuali jika didirikan oleh Hizb, maka itu merupakan ucapan yang lebih rapuh dari sarang laba-laba! Sesungguhnya itu tidak lain adalah pengarahan setan untuk sebagian orang yang berpikiran cekak dan pendek, serta orang yang kehilangan mata dan penglihatan… Sesungguhnya yang diinginkan Hizb adalah ditegakkannya Khilafah yang murni dan bersih tidak terdistorsi. Kami adalah “ibunya anak-anak”, agenda kami adalah agar anak-anak tidak dibunuh atau didistorsi… agar terealisasi untuk anak-anak itu kekuatan, kesehatan, pemeliharaan yang baik dan perhatian yang tinggi, dan agenda kami bukan siapa yang memeliharanya… Sungguh kami ingin agar khilafah ditegakkan dengan benar, sehingga menjadi khilafah yang agung bobotnya, kuat kekuasaannya, menerapkan Islam di dalam negeri dan mengembannya ke luar negeri dengan dakwah dan jihad. Sehingga dengan begitu benar-benar menjadi khilafah rasyidah yang mengikuti manhaj kenabian yang dijanjikan oleh Allah SWT dan disampaikan oleh Rasul-Nya saw kabar gembira berdirinya setelah pemerintahan diktator… Siapa saja yang menegakkannya hal itu dengan benar, baik kami atau selain kami, maka ia didengar dan ditaati, dan bumi pun dengan izin Allah akan mengeluarkan simpanannya dan langit menurunkan kebaikannya. Islam dan penduduknya menjadi mulia dan kekufuran dan penganutnya menjadi hina, dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana…

Begitulah, kami menginginkan khilafah kembali dengan bersih dan diberkahi seperti yang dibawa oleh Rasulullah saw dan diikuti oleh Khulafaur Rasyidin ridhwanullah ‘alayhim… Khilafah yang dicintai oleh Allah SWT, Rasul-Nya saw dan kaum mukminin. Khilafah yang memasukkan kebahagiaan di hati kaum Muslimin dan memasukkan kemuliaan di negeri-negeri mereka … Dan bukan proklamasi nama khilafah yang terdistorsi, yang kotor dengan darah kaum muslimin tidak di atas ketentuan yang benar.

Sungguh kami merasa sedih, khilafah yang semestinya mengguncang dunia dan membuat kaum kafir imperialis gemetar, justru menjadi sesuatu yang diperolok-olokkan dan disertai penghinaan bobotnya, bahkan tanpa bobot. Sehingga Amerika Serikat mendeklarasikan komentar terhadap proklamasi itu “bahwa itu bukan apa-apa”, bukannya menangis darah ketika khilafah itu diproklamasikan… Kami juga merasa sedih, bahwa orang-orang yang telah memiliki khilafah itu, mereka memiliki bobot yang agung dan berharap demikian, namun akhirnya diantara mereka ada yang memandang proklamasi ini sebagai kejadian yang tidak punya bobot…

Sesungguhnya Hizb merupakan penjaga yang terpercaya untuk Islam, tidak takut di jalan Allah terhadap celaan orang-orang yang suka mencela. Hizb berkata kepada orang yang berbuat baik “Anda telah berbuat baik” dan mengatakan kepada orang yang melakukan keburukan “Anda telah berbuat buruk”. Hizb tidak mengharapkan mashlahat kepartaian dan tidak pula kerakusan duniawi. Bahkan Hizb memandang dunia seluruhnya seperti apa yang disabdakan oleh Rasulullah saw dalam hadits yang telah dikeluarkan oleh at-Tirmidzi dari Abdullah bin Mas’ud:

«مَا لِي وَلِلدُّنْيَا، مَا أَنَا فِي الدُّنْيَا إِلَّا كَرَاكِبٍ اسْتَظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا»

“Tidak ada untukku dan untuk dunia, tiada aku di dunia melainkan seperti orang yang sedang menempuh perjalanan berteduh di bawah pohon lalu ia beristirahat sejenak dan meninggalkannya kembali”

Dunia dalam pandangan Hizb adalah interval waktu di mana Hizb berteduh di bawah pohon itu, sehingga Hizb konsern untuk menghabiskannya dalam perjuangan (amal) shalih, jujur dan sungguh-sungguh untuk menerapkan hukum-hukum syara’ dengan tegaknya al-Khilafah secara benar dengan izin Allah yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa.

4.  Sebagai penutup, Hizbut Tahrir menghabiskan lebih dari enam puluh tahun berjuang untuk menegakkan al-Khilafah dengan thariqah yang ditempuh oleh Rasulullah saw. Di jalan itu, Hizb menghabiskan tahun-tahun yang panjang di penjara-penjara orang-orang zalim dan penindas, di bawah penyiksaan dari para thaghut, sehingga syahidlah di antara syabab yang mencari syahid dan orang yang disiksa mengalami siksaan… dan dalam perjalanannya Hizb tetap teguh di atas kebenaran meski terjadi penindasan dan serangan… Jadi Hizbut Tahrir yang keadaannya seperti ini, apakah Anda lihat menolak suatu jamaah yang menegakkan khilafah secara benar, baik yang mendirikan itu Hizb atau pihak lain? Sungguh Hizb tidak menolak, bahkan bersyujud syukur kepada Allah… Akan tetapi pada waktu yang sama, Hizb berdiri mengawasi siapa saja yang melontarkan nama al-Khilafah secara tidak benar, sebagai sebuah pendistorsian terhadap khilafah dan penghinaan bobotnya. Hizb dengan izin Allah akan tetap menjadi batu karang kokoh di depan setiap makar dan tipu daya pendistorsian khilafah atau penghinaan bobotnya. Khilafah akan ditegakkan, dengan izin Allah, melalui tangan-tangan kesatria yang perdagangan dan jual beli tidak bisa melenakan mereka dari mengingat Allah, kesatria yang lebih berhak dan lebih layak untuk menegakkan khilafah, sehingga fajar khilafah menyeruak kembali bersinar.

﴿وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ *بِنَصْرِ اللَّهِ يَنْصُرُ مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ﴾

“Dan di hari (kemenangan) itu bergembiralah orang-orang yang beriman karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Maha Perkasa lagi Penyayang.” (TQS ar-Rum [30]: 4-5)

14 Ramadhan 1435 H
12 Juli 2014 M
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
samudra news
Proklamasi Tegaknya al-Khilafah oleh ISIS

Silsilah Jawaban asy-Syaikh al-‘Alim Atha’ bin Khalil Abu ar-Rasytah Amir Hizbut Tahrir atas Pertanyaan di Akun Facebook (...) Beliau

“Politik”

Proklamasi Tegaknya al-Khilafah oleh ISIS

Kepada semua saudara yang mengirimkan permintaan penjelasan tentang proklamasi tegaknya al-Khilafah oleh ISIS… dan mohon maaf tidak dituliskan nama-nama Anda karena sangat banyak…
Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuhu.
Kami telah kirimkan sebelumnya jawaban pada waktu itu dan saya ingin ulangi kepada Anda:
Saudara-saudara yang dimuliakan,
1.   Sesungguhnya tanzhim (organisasi) apapun yang ingin memproklamirkan al-Khilafah di suatu tempat, yang wajib baginya adalah mengikuti thariqah Rasulullah Saw dalam hal itu. Diantaranya adalah, organisasi itu memiliki kekuasaan yang menonjol di tempat tersebut, yang menjaga keamanannya di dalam dan di luar negeri. Harus ada pilar-pilar negara di daerah yang di situ diproklamirkan al-Khilafah… Itulah yang dahulu ada pada Rasulullah Saw ketika beliau mendirikan Daulah Islamiyah di al-Madinah al-Munawarah: Kekuasaan di sana adalah milik Rasul Saw, keamanan dalam negeri dan luar negerinya dijamin dengan keamanan (kekuasaan) Islam, dan negara itu memiliki pilar-pilar negara di wilayah tersebut.
2. Sementara itu, organisasi yang memproklamirkan al-Khilafah tersebut, tidak memiliki kekuasaan atas Suriah dan tidak pula atas Irak. Organisasi itu juga tidak merealisasi keamanan dan rasa aman di dalam negeri dan tidak pula di luar negeri, hingga orang yang dibaiat sebagai khalifah saja tidak bisa muncul di sana secara terbuka, akan tetapi keadaannya tetap tersembunyi seperti keadaannya sebelum proklamasi daulah! Ini menyalahi apa yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. Rasulullah Saw, sebelum daulah tegak, boleh saja bersembunyi di goa Tsur. Akan tetapi setelah berdiri daulah, beliau Saw memelihara urusan-urusan masyarakat, memimpin pasukan, memutuskan perkara di antara orang-orang yang bersengketa, mengirim para utusan, dan menerima para utusan secara terbuka tanpa sembunyi. Jadi, sebelum berdiri daulah berbeda dengan sesudahnya… Begitulah, proklamasi organisasi itu atas al-Khilafah adalah ucapan sia-sia (laghwun) tanpa isi. Itu sama saja dengan yang sebelumnya dalam hal proklamasi al-Khilafah, tanpa realita riil di lapangan dan tidak memiliki pilar-pilar. Semua itu hanya untuk memuaskan apa yang ada di dalam diri mereka. Yang ini memproklamirkan diri sebagai khalifah. Yang itu memproklamirkan diri sebagai al-Mahdi… dan sebagainya, tanpa pilar-pilar, tanpa kekuasaan dan tanpa menguasai keamanan dan rasan aman…!
3. Sesungguhnya al-Khilafah adalah negara yang punya bobot. Syariah telah menjelaskan thariqah pendiriannya dan tata cara menggali hukum-hukumnya tentang pemerintahan, politik, ekonomi, hubungan-hubungan internasional… Bukan hanya proklamasi nama tanpa isi, yang dilontarkan di situs-situs elektronik atau media massa-media massa audio visual. Proklamasi al-Khilafah merupakan kejadian agung yang mengguncang dunia. Akarnya menancap dalam di bumi. Kekuasaannya menjaga keamanan dalam dan luar negeri atas wilayah tersebut, menerapkan Islam di dalam negeri dan mengembannya ke seluruh dunia dengan dakwah dan jihad…
4.  Proklamasi yang terjadi adalah ucapan yang sia-sia (laghwun), tidak memajukan dan tidak memundurkan dalam hal realita organisasi ISIS. ISIS adalah gerakan bersenjata, baik sebelum proklamasi dan setelah proklamasi. Posisinya seperti gerakan-gerakan bersenjata lainnya yang saling memerangi satu sama lain dan juga berperang melawan rezim, tanpa satu pun dari faksi-faksi itu bisa meluaskan kekuasaan atas Suria atau Irak atau keduanya. Seandainya ada faksi dari faksi-faksi itu, termasuk ISIS, yang mampu meluaskan kekuasaannya atas wilayah yang memiliki pilar-pilar negara dan memproklamasikan al-Khilafah serta menerapkan Islam, niscaya layak untuk dibahas guna dilihat jika al-Khilafah yang didirikannya sesuai hukum-hukum syariah, sehingga pada saat itu diikuti. Hal itu karena penegakan al-Khilafah merupakan kewajiban atas kaum Muslimin dan bukan fardhu atas Hizbut Tahrir saja. Maka siapa saja yang berhasil menegakkannya dengan benar, ia diikuti… Fakta yang terjadi saat ini tidak lah seperti itu. Semua faksi bersenjata (milisi), di antaranya ISIS, tidak memiliki pilar-pilar negara, tidak memiliki kekuasaan atas wilayah, dan tidak menguasai keamanan dan rasa aman. Karena itu, proklamasi ISIS atas tegaknya al-Khilafah adalah ucapan sia-sia (laghwun), tidak layak diperhatikan untuk dibahas pada realitanya sebab sudah tampak jelas…
5.   Yang layak untuk diperhatikan dan dikaji adalah kekhawatiran adanya dampak negatif atas proklamasi ini, terkait ide al-Khilafah pada orang-orang yang berpikiran dangkal. Sehingga ide al-Khilafah pada diri mereka jatuh dari posisi sentralnya yang agung dan urgensitasnya bagi kaum Muslimin. Jatuh pada pemikiran yang rapuh, yang sekadar menjadi penyaluran perasaan-perasaan gelisah pada sebagian person. Maka salah seorang dari mereka berdiri di lapangan atau di medan atau di kampung, lalu memproklamirkan diri bahwa dia adalah khalifah, kemudian dia mengundurkan diri dan menyangka telah berbuat sebaik-baiknya! Maka al-Khilafah akan kehilangan urgensitas dan keagungannya pada hati orang-orang yang berpikiran dangkal dan menjadi tidak lebih dari nama bagus yang dijadikan sebutan bagi orang yang menginginkan tetapi tanpa isi… Inilah yang layak diperhatikan, khususnya saat di mana al-Khilafah telah makin dekat, lebih dekat dari sebelum-sebelumnya, dan kaum Muslimin telah menunggu pendiriannya dengan tidak sabar. Mereka melihat Hizbut Tahrir meniti jalan dalam urusannya, dengan berpegang teguh kepada thariqah Rasulullah Saw tentang tata cara pendirian al-Khilafah di al-Madinah al-Munawarah… Kemudian mereka melihat adanya interaksi dinamis dan ekspresif yang berpengaruh antara Hizbut Tahrir dengan umat yang mengasuhnya. Dari interaksi ini kaum Muslimin paham makna ukhuwah Islam. Mereka mencari kabar gembira akan kesuksesan Hizb dalam menegakkan al-Khilafah dan baiknya ri’ayah asy-syu’un dan menjadi benar-benar Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian… Pada saat yang demikian, justru datang proklamasi ini. Maka proklamasi itu mendatangkan potret kabur, jika bukan malah palsu, tentang realita al-Khilafah di benak orang-orang yang berpikiran dangkal di antara masyarakat…
6. Semua itu memunculkan tanda tanya, bahkan banyak tanda tanya… seputar timing proklamasi ini tanpa kekuasaan yang nyata dan stabil bagi pemilik proklamasi; yaitu kekuasaan yang menjaga keamanan negara ini di dalam dan luar negeri. Begitulah yang terjadi di Facebook atau media massa… Timing ini mencurigakan, khususnya bahwa gerakan-gerakan bersenjata yang tegak bukan atas asas takatuliyun fikriyun (kelompok yang bersifat intelektual), membuat infiltrasi menjadi mudah. Masuknya orang-orang jahat dari Timur dan Barat di barisannya adalah mudah. Sudah diketahui bersama bahwa Barat dan Timur terus melakukan tipu daya terhadap Islam dan al-Khilafah. Kepentingan mereka adalah memalsukan potretnya. Jika mereka tidak bisa memadamkan namanya, maka mereka sangat mementingkan agar al-Khilafah tidak lain hanyalah nama yang digunakan oleh orang yang menginginkan tanpa isi sama sekali. Sehingga kejadian agung yang menampar kaum kafir menjadi sekadar nama yang dijadikan ejekan oleh musuh-musuh itu siang malam…!
7.   Atas semua yang diperbuat musuh-musuh jahat itu, kita tegaskan kepada musuh-musuh Islam dari Timur dan Barat, antek-antek dan para pengikutnya, serta orang-orang bodoh mereka, bahwa al-Khilafah yang telah memimpin dunia berabad-abad adalah sudah diketahui dan tidak majhul, kuat menghadapi distorsi bagaimanapun tipu daya dan konspirasi dilakukan.

﴿وَيَمْكُرُونَ وَيَمْكُرُ اللَّهُ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ

“Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya.” (TQS al-Anfal [8]: 30)

Allah yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa telah mendatangkan untuk khilafah satu partai yang menghimpun orang-orang, yang perdagangan dan jual beli tidak melalaikan mereka dari mengingat Allah. Mereka melingkupi khilafah dengan pikiran, pendengaran, dan penglihatannya. Mereka telah menyiapkan segala persiapan yang dibutuhkan untuk khilafah. Mereka istinbath hukum-hukum dan konstitusinya, serta struktur pemerintahan dan administrasinya. Mereka berjalan dalam upaya menegakkannya dengan meneladani sirah Rasulullah Saw tanpa menyimpang sehelai rambut pun… Mereka, dengan izin Allah, merupakan pagar yang menghalangi kekaburan tentang khilafah. Mereka layaknya batu cadas, yang dengan pertolongan Allah, dapat menghancurkan konspirasi-konspirasi kaum kafir, antek-antek, dan para pengikutnya. Mereka adalah para politisi yang memiliki kesadaran, yang dengan kekuatan Allah, dapat membalikkan segala tipu daya musuh-musuh Islam dan kaum Muslimin menjadi kebinasaan bagi musuh-musuh itu.

﴿وَلَا يَحِيقُ الْمَكْرُ السَّيِّئُ إِلَّا بِأَهْلِهِ

“Rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri.” (TQS Fathir [35]: 43)

Saudara-saudara yang dimuliakan,
Sesungguhnya perkara al-Khilafah al-Islamiyah amatlah agung dan posisinya sungguh sangat signifikan. Berdirinya tidak akan sekadar berita yang menjadi bahan ejekan media massa menyesatkan. Akan tetapi dengan izin Allah, berdirinya Khilafah akan menjadi ‘gempa’ menggema, yang membalikkan neraca internasional dan mengubah wajah dan arah sejarah… Sesungguhnya Khilafah akan kembali berupa Khilafah Rasyidah yang mengikuti manhaj kenabian, sebagaimana yang disampaikan kabar gembiranya oleh Rasul saw. Maka orang-orang yang menegakkannya, mereka seperti orang-orang yang menegakkan Khilafah Rasyidah pertama, orang-orang yang bertakwa lagi bersih, mencintai umat dan umat mencintai mereka, mereka mendoakan umat dan umat pun mendoakan mereka. Umat merasakan kebahagiaan bertemu dengan mereka dan mereka merasakan kebahagiaan bertemu dengan umat; bukannya keberadaan mereka di tengah umat justru dibenci… Begitulah, mereka adalah ashhâbul khilâfah mendatang yang mengikuti manhajkenabian. Allah akan memberikannya kepada orang yang memang layak untuknya. Dan sungguh kita memohon kepada Allah agar kita termasuk orang-orang yang layak itu dan termasuk orang-orang yang mengaturnya. Kita memohon kepada Allah SWT agar memberi karunia kepada kita dengan tegaknya al-Khilafah ar-Rasyidah yang mengikuti manhaj kenabian.

﴿فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ

“Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu…” (TQS alt-Tawbah [9]: 111)

Janganlah Anda berputus asa dari rahmat Allah, sehingga Allah tidak menyia-nyiakan untuk Anda wahai saudara-saudara yang dimuliakan, kelelahan yang telah Anda persembahkan. Allah tidak menolak permohonan yang Anda pinta dari-Nya, Allah tidak menggagalkan harapan yang Anda ajukan kepada-Nya. Maka tolonglah kita dengan meningkatkan kesungguhan dan pemberian. Perlihatkan kepada Allah dari diri Anda kebaikan, niscaya Allah menambah kebaikan untuk Anda. Jangan sampai ucapan main-main bisa memalingkan Anda dari perjuangan Anda yang penuh kesungguhan lagi jujur.

Wassalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuhu.

3 Ramadhan 1435 H
1 Juli 2014 M

Selesai jabawan yang telah saya kirimkan sebelumnya.

Saya berharap jawaban ini mencukupi. Semoga Allah memberikan taufik kepada Anda dan menolong Anda. Dan semoga Allah memberi menunjuki kami dan Anda kepada perkara yang paling lurus.

Saudaramu
Atha’ bin Khalil Abu ar-Rasytah
04 Ramadhan 1435 H

02 Juli 2014 M