Oktober 2014
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
samudra news, kubu raya
Gaharu di Amankan TNI
samudra-news.com | Kubu Raya - Komandan Waltis Satgas Yonif Linud 501/BY Letda Inf Puji Santoso di Pos Kotis Entikong, Kabupaten Sanggau,  melaksanakan pemeriksaan rutin di Jalan Lintas Malindo, memeriksa 1 Unit kendaraan Kenari QEE 5331 yang dikemudikan oleh Morshidi Bin Arbi (Warga Negara Malaysia) Alamat Jalan Merdeka Petra Jaya 93050 Kuching Sarawak Malaysia, Senin 27 Oktober 2014.

Morshidi, membawa kayu Illegal jenis gaharu + 4 Kg yang dimiliki oleh Sdr. Darsono (32) alamat Dsn. Seraung RT. 001, RW 004 Kel. Kayuara, Kec. Jelimpo, Kabupaten Landak, dan kayu gaharu tersebut  berasal dari Ngabang Kalimantan Barat, Indonesia, rencananya kayu gaharu tersebut akan dijual ke Malaysia dengan tidak dilengkapi surat dan dokumen resmi sesuai dengan aturan.

Selanjutnya barang bukti tersebut diserahkan oleh Pakum Satgas Pamtas Yonif Linud 501/BY, dan diterima oleh pihak  Polsek Entikong  A.n. Brigadir Meydianto KA SPKT Regu “B” Polsek Entikong, yaitu  jenis Kayu Gaharu + 4 Kg untuk periksa lebih lanjut.

Sita Burung
Dalam waktu yang sama, 27/10/2014 Satgas Yonif  Linud 501/BY di pos Kotis telah mengamankan Burung Kacer sebanyak 75 ekor  (9 kardus), dengan mengunakan kendaran  Xenia Nopol. KB 1602 HQ yang dikendarai oleh Sdr. Muhammad Kadafi (29) alamat Dsn. Rangkang RT 007/RW 004 Kel. Sebalo, Kec. Bengkayang, Kab. Bengkayang tanpa dilengkapi dengan surat maupun dokumen resmi, burung kacer tersebut berasal dari Malaysia.

Pakum Satgas Yonif Linud 501/BY langsung menyerahkan barang bukti 9 kardus Burung Kacer dengan total 75 ekor,  Burung Kacer asal dari Malaysia tersebut tanpa dilengkapi surat-surat dan dokumen resmi diserahkan kepada pihak Karantina Pertanian Entikong yang menerima drh. Meyrna Ikke Tri Nurany, selaku Medik Veteriner Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Entikong.

| Alam
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Giok Aceh
samudra-news.com | Langsa - Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Larangan Pengiriman bahan mentah /atau bongkahan Batu Giok Aceh dengan berbagai jenis kini menjadikan para pengrajin batu semakin kebanjiran ordernya untuk mengasah batu giok, demian ungkap Bang AlFian (41th) yang disapa akrab Al-Tatoo selaku pengrajin/pengasah batu giok yang mangkal di Jln. Teuku Umar lorong gang toko cat JOTUN, kota Langsa-Aceh pada Senin (26/10).

Al-Tatoo mengaku telah menekuni batu batu asah giok selama 4 tahun, Dan baru mendengar bahwa adanya Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Larangan Dan pelestarian Batu Giok Aceh ke luar wilayah Aceh yang berbentuk batu bongkahan" kata Al-Tatoo.

Al-Tatoo menyebutkan bahwa "Kalau ada peraturan Pergub demikian berarti pengrajin batu Giok yang ada di Aceh akan menjadi lebih baik pendapatan penghasilannya, sebab bisa dipastikan akan membawa dampak pada perubahan ekonomi" kata Al

Giok Aceh
Masih dengan Al-Tatoo "Terkadang nilai kepuasan pembeli batu Giok Aceh ini bergantung pada bahan yang di peroleh, nah, Jika pembeli yang berasal dari luar daerah seperti pulau Jawa, Kalimatan dan daerah lainnya meminta bahan bongkah yang masih berbentuk bahan mentah, sudah di pastikan harus turun langsung ke Aceh setelah melihat foto yang dikirim rekan di Aceh melalui BBM atau Facebook, untuk selanjutnya memilih bahan batu giok penghias jari" ucap Al-Tatoo yang melayani Pelanggan dari jam 10.00 WIB hingga 24.00 WIB ini.

Al-Tatoo juga mengaku bahwa terkadang untuk melayani para pecinta batu giok Aceh ini, tak jarang hingga jam 02.00 WIB dini hari baru tiba di rumah, untuk antisipasi lonjakan peminat memang tak bisa di cegah sebab mereka juga harus kita layani dengan baik Dan di usahakan kembali keesokan harinya lagi" papar Al-Tatoo sang Designer Batu Giok Aceh ini.

"Kalau di Rangking Giok Aceh menurut Al-Tatoo yakni : Ranking pertama adalah indocresh yang memiliki macam ragam jenis warna menariknya, sedangkan di rangking ke duanya adalah Giok Aceh Solar dengan berbagai fariannya, alasanya karena indocresh ini adalah bahan yang sudah memiliki kristal lembut antara 7-8 MOSH Dan kalau diasah juga membangkitkan hasil yang maksimal Jika di panjang dengan Kasat mata" sebut Al-Tatoo.

"Jenin Giok Aceh Indocresh yang paling keras untuk di tata menjadi baru Cincin sebab memilik skala 7 s/d 8 MOHS kadar kristalnya, namun kalau sudah jadi batu cicin akan puas bagi pemakainya" kata Al-Tatoo yang jebolan hasil asahannya sudah sampai ke pulau- pulau di Nusantara ini.

"Mengasah batu di tempat mangkalnya dengan harga berkisar sangat variatif tergantung jenis batu Dan kekerasan batunya antara Rp. 25 ribu s/d Rp. 50 ribu, untuk nilai hasil asahan yang mengharuskan Al-Tatoo untuk mencari motif Giok Aceh dengan Nilai Artistik sempurna maka di banderol menjadi Rp. 50 ribu, kalau biasa saja harga Rp. 25 ribu rupiah" papar Al-Tatoo yang juga menyediakan bahan batu Giok Aceh berbagai jenis ini.

| Khalil
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
samudra news, pontianak
FKIP Untan Gelar Seminar Inovatif
Samudra-news.com | Pontianak - Program Studi Teknologi Pembelajaran (TEP) Fasca Sarjana FKIP Untan memberikan bekal kepada para guru yang ada di Pontianak dan Kubu Raya serta mahasiswa Prodi TEP Pasca Sarjana dengan menyelenggarakan Seminar dengan tema “Pembelajaran Inovatif”  menghadirkan narasumber dari Universitas Malang Jawa Timur yaitu Dr. Amat Nyoto, Dr. H. Syahwani Umar, M.Pd dan Dr. Andy Usman, M.Pd dari FKIP Untan, sedangkan Moderator Dr. Aswandi, dibuka langsung oleh Dekan FKIP Untan Dr. Martono yang juga dihadiri oleh Prof. Dr. Hj. Sutini Ibrahim, berlangsung di Aula FKIP Untan Pontianak, Jum`at (24/10/2014).

Usai seminar Dr. Amat Nyoto, menerima cendra mata dari FIKIP Untan diberikan oleh Prof. Dr. Hj. Sutini Ibrahim

Dalam acara seminar tersebut para guru dan mahasiswa Pasca Sarjana Prodi TEP FKIP Untan dibekali pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan agar mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan dan ilmu teknologi yang sangat berkembang disaat ini, dibutuhkan pada saat ini meliputi keterampilan berpikir tingkat tinggi, keterampilan bekerja sama, dan keterampilan berkomunikasi, kata Didin Saripudin, (Mahasiswa Prodi TEP pasca sarjana).

Lanjut Didin, perkembangan informasi, teknologi, dan ilmu pengetahuan yang begitu pesat merupakan tantangan bagi semua pihak yang berperan dalam dunia pendidikan. Oleh karenanya diharapkan para guru dan mahasiswa jurusan TEP dapat pengembangan keterampilan, ini merupakan salah satu komponen utama dalam proses belajar dan mengajar. Namun dalam implementasinya, masih banyak diperlukan pemikiran dan masukan untuk dapat mengintegrasikan keterampilan. Seminar TEP kali ini, diharapkan dapat menjadi ajang komunikasi bagi para pendidik, guru, dosen, maupun peneliti dalam bertukar ide, gagasan, ataupun pengalaman yang menunjang implementasi keterampilan, juga diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap kemajuan mutu pendidikan di Indonesia khususnya di Kalimantan Barat,  sehingga mampu mewujudkan Indonesia mempunyai karakter yang lebih baik dibandingkan saat ini, terang Didin, usai acara seminar.

Selain itu, sebagai mahasiswa TEP harus dapat memilih strategi pembelajaran, menggunakan metode yang tepat, serta cakap dan terampil dalam proses belajar mengajar, tak kalah penting mahasiswa TEP wajib kreatif dalam berbahasa, juga dapat menarik perhatian saat proses pembelajaran, ungkapnya.

| Alam
no image
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Samudra-news.com | Langsa - Sejak Januari 2014 hingga Jelang akhir Oktober 2014 belum juga di cairkan Uang Sertifikasi ke tangan seribuan  para guru Pendidikan Agama Islam di seluruh sekolah SD/MI, SMP/MTS dan SMA/SMK/MA se Kota Langsa, Hal ini di ungkap ketika perwakilan guru yang pelajaran Agama Islam (PAI) menjumpai Sekretaris Jeneral (Sekjen) Koalisi Barisan Guru Bersatu (KOBAR-GB) Kota Langsa yakni Eddy Khalil, SPd ketika usai Shalat Jum'at di Masjid Raya Darul Falah Jln. A.Yani Central/Pusat Pemerintahan Kota Langsa, pada Jum'at (24/10).

Wartawan sempat menyaksikan beberapa guru laki-laki yang menyampaikan keluhan para guru PAI dari perwakilan sekolah sekolah Islam Dan Sekolah Reguler yang berjumlah 14 guru yang berdiskusi di halaman luar Masjid Raya yang di terima oleh Sekjen Kobar-GB Kota Langsa, yang nama-nama guru PAI ini minta di rahasiakan namanya.

Eddy Khalil,SPd selaku Sekjen Kobar-GB menampung Aspirasi para guru PAI tersebut Dan mengatakan bahwa "Pada prinsipnya guru-guru PAI sudah melaksanakan tugasnya atau bisa disebut Kewajiban sudah di laksanakan sedangkan Hak kaum guru itu belum dibayarkan, Dan anehnya Kantor Kemenag Kota Langsa tidak memberitahukan sepucuk surat pun kepada kaum guru PAI tentang Hal mengapa Dana Tunjangan Profesi (Uang Sertifikasi Guru Kemenag) belum bisa di bayarkan" papar Eddy. Dana antara 20juta s/d 28 Juta perguru yang belum dibayarkan yakni Bulan Maret - Oktober 2014, sedangkan Bulan Januari - Februari 2014 sudah di bayarkan pada bulan April 2014"sebut Eddy.

Eddy selaku Sekjen Kobar-GB Kota Langsa meminta pihak berwajib untuk memeriksa  Kepala Kemenag Kota Langsa terkait Dana Tunjangan Profesi Guru Pendidikan Agama Islam di Langsa yang belum di bayarkan hingga berita ini di terbitkan, sebut nya Eddy juga meminta dengan hormat pada perwakilan rakyat yang duduk di gedung DPRK Langsa agar memanggil untuk di mintai keterangan terkait kemana Dana tersebut berada dan solusi cerdas" papar Eddy.

Untuk Guru PAI yang tunduk pada Kementerian Agama (Kemenag) Kota Langsa di himbau Eddy untuk melakukan Langkah-langkah diplomatis Dan mencegah untuk menggerakkan massa guru melakukan aksi demonstrasi, Dan bila di butuhkan Eddy siap menjadi koordinator Lapangan sekaligus orator utama dalam aksi Demonstrasi, namun sebelumnya guru PAI Dan guru mata pelajaran lainnya melalukan langkah diplomatis dengan waktu yang dibatasi, ucap Eddy dengan nada Suara serius.

| Red
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
SAMUDRA NEWS
Bangunan sistem penyedian air minum yang berada di puncak bukit Tak Teeh Gampong Blang Baroem, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur yang terbengkalai.

samudra-news.com | Peureulak - Bangunan sistem penyedian air minum milik PDAM Tirta Peusada Aceh Timur yang berada di puncak bukit Tak Teeh gampong Blang Baroem, Kecamatan Ranto Peureulak kini sudah terbengkalai. Pasalnya, bangunan tersebut hingga saat ini belum difungsikan untuk pendistribusian air bersih.

Basri, salah seorang tokoh muda Aceh Timur kepada Waspada, Selasa (15/10), mengatakan, dari plang nama yang berada dilokasi bangunan tersebut tertulis, dimana bangunan sistem penyedian air bersih PDAM itu dibangun pada tahun 2013 lalu dengan kapasitas 50 liter perdetiknya melalui Kementrian Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Cipta Karya, Direktorat Pengembangan Air Minum.

“ Kita sangat menyayangkan bangunan ini bila tidak difungsikan, dan kini terkesan layaknya gedung yang sudah ditinggalkan pemiliknya karena sudah ditumbuhi hutan-hutan kedil dalam kawasan bangunan milik PDAM Aceh Timur dimaksud,” ungkap Basri seraya mengatakan, bahkan dari pengamatan pihaknya beberapa peralatan mesinnya juga sudah ada yang hilang.

Menurutnya, apabila bangunan tersebut belum digunakan seharusnya dilakukan perawatan dan ditempatkan petugas untuk menjaga aset negara ini. “ Hal itu penting, jangan sampai bangunan yang dibangun dengan menghabiskan dana hingga ratusan juta dan kemungkinan hingga miliaran rupiah menjadi sia-sia saja,” ujar Basri.

Kendatipun demikian, pihaknya belum mengetahui pasti apa penyebab bangunan itu belum digunakan dan dibiarkan terlantar oleh PDAM Tirta Peusada Aceh Timur. “ Pasalnya, ketika kami berada di lokasi bangunan ini tidak ada seorangpun petugas PDAM yang berada disana,” sebut Basri lagi sembari mengharapkan kepada instansi terkait agar dapat memfungsikan bangunan itu untuk memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat diwilayah Peureulak.

Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Peusada Aceh Timur Razali Budiman yang dikonfirmasi terkait persoalan dimaksud mengatakan, pihaknya belum bisa memamfaatkan bangunan yang dibangun dengan dana APBN  karena belum diserahkan ke Pemerintah Daerah dari Kementrian Pekerjaan Umum Jendral Cipta Karya di Jakarta.

“ Kita sudah surati keinstansi terkait di Jakarta tentang bangunan sistem penyedian air minum agar segera memproses penyerahan aset ini sehingga bisa secepatnya kami fungsikan sebagaimana mestinya oleh pihaknya selaku operator dalam memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat daerah ini,” demikian pungkas Razali Budiman.(.

| Juna
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Seorang warga sedang melintasi lantai beton lapangan upacara Pemkab Aceh Timur yang sudah hancur, padahl lapangan ini sering dipergunakan untuk memperingati upacara hari-hari besar nasional. []foto.Juna

samudra-news.com | Aceh Timur - Lantai beton lapangan upacara Pemerintahan Aceh Timur yang berada tepat didepan gedung Idi Sport Center (ISC) gampong Titi Baroe, Kecamatan Idi Rayeuk diduga dibangun asal jadi. Pasalnya, pada beberapa titik terlihat semen lantai beton tersebut saat ini kondisinya sudah hancur.

Pengamatan dilapangan, Selasa (15/10), dimana lantai beton lapangan tersebut dibangun pada saat akan berlangsungnya Pekan Olah Raga Aceh (PORA) di Kabupaten Aceh Timur yang saat itu difungsikan sebagai lokasi pembukaan seremoni kegiatan PORA Aceh Timur beberapa bulan lalu.

Sebagaimana diketahui, lapangan upacara tersebut sangat sering digunakan untuk berbagai kegiatan besar yang dilaksanakan Pemerintah Aceh Timur, baik itu upacara hari – hari besar nasional maupun hari besar Islam dan pelaksanaan lainnya. Namun, sekarang ini kondisi lapangan terkesan tidak dirawat oleh instansi terkait dijajaran Pemkab Aceh Timur.

Hancurnya lantai beton lapangan upacara Titi Baroe tersebut kemungkinan sering dilindasi kenderaan roda empat, karena pada titik yang rusak berat terlihat adanya bekas lindasan ban kenderaan roda empat. Tidak tertutup kemungkinan juga lantai beton ini hanya diperuntukkan untuk pelaksanaan PORA sehingga fasilitas dimaksud tidak lagi dijaga dan dibiarkan rusak begitu saja.

| Juna
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
aceh timur, samudra news
Para Tokoh Agama Kabupaten Aceh Timur terlihat serius mengikuti Muzakarah Ulama II Aceh Timur
samudra-news.com | Aceh Timur - Sekda Kabupaten Aceh Timur M. Ikhsan Ahyat,S.STP,M.AP membuka Muzakarah Ulama II Kabupaten Aceh Timur Tahun 2014 yang dipusatkan di Aula Serbaguna Idi, Senin (13/10/2014). Kegiatan yang dihadiri puluhan alim ulama dari berbagai kecamatan dalam wilayah Aceh Timur itu menghadirkan narasumber utama Prof.Dr.H.Hasballah Thaib,MA dari Universitas Sumatera Utara (USU) Medan.

Dalam sambutannya, Sekda M. Ikhsan Ahyat mengatakan, dalam Islam masalah agama merupakan tolak ukur dari segala cerminan penilaian awal yang bisa memperngaruhi berbagai bentuk perilaku seseorang, karena ajaran agama bagi umat Islam tidak sekedar sarana kebutuhan jasmaniyah yang mutlak di jalankan dan dilindungi, karena ajaran agama bukan hal sederhana yang dapat diabaikan, melainkan masalah yang amat penting dalam kehidupan umat manusia.

Barangkali, lanjut Sekda Aceh Timur, akhir-akhir ini pasca era reformasi di Indonesia secara umum dan di daerah Aceh secara khusus saat ini banyak bermunculan gerakan-gerakan sempalan agama atau aliran sesatmenyesatkan. Hal ini disebabkan dari krisis kehidupan, baik dari dimensi ekonomi, politik maupun sosial, sehingga fenomena seperti itu sering menimbulkan ketegangan-ketegangan di kalangan masyarakat. Itu semua disebabkan karena sebagian masyarakat sangat kritis dan mempertanyakan dimensi spritual baru yang dipandang oleh individu atau kelompok masyarakat memiliki kearifan.

Oleh karenanya, harap M. Ikhsan Ahyat, untuk menjaga kondisi dan melindungi umat dan menjaga aqidahnya dar ajaran yang menyesatkan dan kita berharap agar masyarakat dapat hidup dengan tentram, aman, damai dan tidak mudah terpancing serta terpengaruh oleh isu-isu yang tidak memiliki dasar ilmu pengetahuan yang mendalam tentang ajaran Islam.

Lembaga MPU merupakan wadah tempat berkumpulnya para ulama, cendikiawan dituntut untuk cepat tanggap terhadap isu-isu yang menyesatkan umat. Oleh sebabnya, mari kita sama-sama bekerja seimbang bahu dalam memberikan pemahaman ilmu agama kepada masyarakat, baik melalui mimbar jumat ataupun pengajian rutin yang terus bergulir mulai dari tingkat kabupaten hingga ke dusun-dusun. “Sehingga umat Islam mengetahui dengan sebenarnya bahwa agama yang suci musrni disisi Allah hanya agama Islam,” demikian Sekda M. Ihsan Ahyat.

| Juna
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm

samudra news
MAA Aceh Timur Laksanakan Sosialisasi Pembentukan Qanun Gampong

Samudra-news.com | Aceh Timur - Pemerintah Gampong merupakan penyelenggaraan pemerintahan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Gampong dan Tuha Peut Gampong, dalam pemerintahan Gampong tedapat Qanun Gampong yaitu peraturan per undang-undangan yang dibuat oleh Tuha Peut bersama Geuchik.

Hal tersebut dikatakan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Timur  M. Ihsan Ahyat, S.STP, MAP. Ketika membuka acara pelaksanan pelatihan sosialisasi dan pembentukan Qanun Gampong yang dilaksanakan pada hari Selasa, 14 Oktober di Aula Serbaguna.

Sekda Aceh Timur menambahkan yang kita selenggarakan hari ini merupakan suatu kegiatan yang sangat baik untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang tata cara serta terbentuknya Qanun di Gampong sesuai dengan ketentuan  peraturan hukum dan Perundang-undangan yang berlaku. Qanun Gampong nantinya perlu disosialisasikan ke Gampong-gampong, agar terbentuknya Qanun Gampong yang tidak bertentangan dengan kepentingan umum dan atau Peraturan Perundang-undangan yang lebih tinggi.

Sementara itu Ketua Pelaksana Pelatihan Sosialisasi dan pembentukan Qanun Gampong Tgk. H. Lamudin. AR dalam laporannya mengatakan, maksud dan tujuan acara ini dilaksanakan untuk mengatur tata kehidupan Masyarakat Gampong yang harmonis dan sejahtera yang sesuai dengan tuntutan Syari`at dalam menjalin Hablumminallah dan Hablumminannas serta lingkungannya. Adapun waktu dan tempat pelalaksanaan Sosialisasi dan Pembentukan Qanun Gampong Kabupaten Aceh Timur Tahun 2014 direncanakan berlangsung selama 2 (dua) hari, mulai tanggal 14 s/d 15 Oktober 2014, bertempat di Aula Gedung Serbaguna Kabupaten Aceh Timur yang diikuti sebanyak 74 Orang Peserta, terdiri dari Keuchik, Tuhapeut Gampong dan Pengurus MAA Kcamatan dalam Kabupaten Aceh Timur.

Tgk. H. Lamudin. AR mejelaskan “Pelaksanaan Sosialisasi dan Pembentukan Qanun Gampong Kabupaten Aceh Timur Tahun 2014 kita harapkan dapat berjalan dengan baik dan sukses”.

Dalam acara ini selain para Geuchik dan Tuha Peut juga dihadiri oleh unsur Muspida Aceh Timur, para Kepala Bagian pada kantor Sekretaris Daerah Aceh Timur serta pihak terkait lainnya.

| Juna
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm

samudra news
Peran Perpustakaan Dalam Ketahanan Nasional Sepanjang Sabuk Perbatasan NKRI
samudra-news.com | PONTIANAK - Seminar Ilmiah Nasional Perpustakaan diikuti oleh para pejabat perpustakaan provinsi, kabupaten dan kota se-Indonesia yang berjumlah 615 orang, dilaksanakan mulai tanggal  9 - 12 Oktober 2014 bertempat di hotel Aston Pontianak, dipimpin oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Pustakawan Indonesia  Drs. H. Deni Junaei, M.Si



Adapun materi yang diminta oleh panitia penyelenggara dengan tema “Peran Perpustakaan dalam Ketahanan Nasional Sepanjang Sabuk Perbatasan NKRI” disampaikan oleh Kasi Listra Pendam XII/Tpr Mayor Inf Drs. Umar Affandi, MH. Dalam materinya narasumber menyampaikan bahwa: Perpustakaan memiliki peranan yang strategis dalam mencerdaskan kehidupan anak bangsa, baik di negara maju maupun di negara yang sedang berkembang. Keberadaan perpustakaan adalah meupakan suatu keniscayaan dalam kemajuan peradaban dan kebudayaan umat manusia. Dan sebuah bangsa bisa dinilai maju atau tidak dalam peradaban dan kebudayaannya seiring dengan tingkat kecerdasan warga negaranya dalam menguasai tentang ilmu pengetahuan dan teknologi.



Lebih lanjut, Umar, mengatakan bahwa dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 telah mengamanatkan bahwa salah satu inti tujuan kemerdekaan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Ini berarti bahwa setiap warga negara berhak untuk hidup cerdas, karenanya pemerintah berkewajiban untuk dapat membebaskan warga negaranya dari kebodohan dan keterbelakangan, sekaligus juga berkewajiban untuk menjamin dan menyediakan sarana dan prasarana guna mencerdaskan anak bangsa tersebut.



Pada sesi tanya-jawab terkait dengan materi dari Kodam XII/Tpr dan jawaban dari narasumber antara lain sebagai berikut: Pertanyaan pertama dari pengurus perpustakaan DPR RI Dra. Ika Puspita, menanyakan tentang kendala yang dihadapi jajaran Kodam XII/Tpr dalam mengelola perpustakaan disepanjang perbatasan Kalbar-Serawak?. Dijawab: minimnya infrastruktur jalan menuju pos Pamtas dan belum adanya dukungan dana operasional khusus perpustakaan dari pemerintah serta tenaga Profesional Bersertifikasi Perpustakaan, sebagaimana yang diamanatkan undang-undang Nomor 43 Tahun 2007 menjadi kendala, namun tetap dapat dilaksanakan. Tanggapan kedua dari pengurus perpustakaan Prov. Riau Siombing, pihaknya memberikan apresiasi kepada Kodam XII/Tpr karena selain menjaga perbatasan masih bisa membantu mencerdaskan masyarakat perbatasan melalui aktifitas perpustaan khusus di pos perbatasan dan perpustakaan keliling (motor pintar dan mobil pintar). Tanggapan ketiga dari pengurus perpustakaan Kab. Jember Faturahman, pihaknya memberikan apresiasi pada Kodam XII/Tpr sungguhpun belum memiliki tenaga Profesional Bersertifikasi Perpustakaan, ternyata Kodam XII/Tpr telah berbuat banyak untuk ikut mencerdaskan anak bangsa disepanjang perbatasan Kalbar-Serawak dan hal ini sungguh menjadi motivator bagi para Pustakawan yang hadir ditempat ini.



| Alam