April 2015
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Samudranews.com | Kota Langsa - Hari buruh sedunia acap diperingati pada 1 Mei setiap tahunny. Namun, kesejahteraan kaum marginal itu masih jauh panggang dari api. Beragam persoalan kerap mendera dan menjadi bumerang tersendiri. Terlebih kebijakan penguasa yang condong berpihak kepada pengusaha, menjadi warna kelam bagi para kuli mencapai kata sejahtera.

"Kaum pekerja kelas bawah (buruh-an pengusaha semata. Janji manis kerap dilontarkan elite politik kepada para kuli untuk mendapat dukungan agar memilih sang calon, baik presiden, gubernur, bupati, walikota dan anggota parlemen. Kondisi ini akhirnya menciptakan konflik sosial yang tak terelakkan lagi," ungkap Ketua Divisi Buruh, Tani dan Nelayan Lembaga Advokasi Rakyat Aceh (LARA), Mufti Riyansyah, ST kepada wartawan di Langsa, Kamis (30/4/2015).

Dikatakannya, selama pemerintahan Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf belum ada perhatian serius terhadap nasib buruh di Aceh. Kendati Pemerintah Aceh telah menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) Rp 1,9 juta/bulan. Namun, tidak semua kab/kota di serambi mekkah itu memberlakukan standart UMP kepada buruh yang bekerja di berbagai perusahaan yang beroprasi di daerah itu.

Selain itu, keberpihakan penguasa (pemerintah-red) masih saja bermain mata dengan pengusaha yang selalu menghisap keringat pekerja untuk mencapai keuntungan yang sebesar-besarnya. Padahal, pekerja tersebut adalah warga Aceh yang dulu menjadi isu utama perjuangan petinggi Aceh kala memanggul senjata di rimba raya.

"Gubernur harus memperhatikan nasib buruh di Aceh, para pekerja itu orang Aceh yang dulu diperjuangan oleh Dokto Zaini Cs semasa perjuangan bersenjata sebelum adanya proses damai. Kini, mengapa buruh yang notabonenya masyarakat Aceh menjadi komoditi peras oleh pengusaha asing," tandas mantan Presiden Mahasiswa Universitas Samudra itu.

Ia juga berharap agar pemerintah bersama perusahaan yang ada di Aceh, untuk dapat memberikan jaminan kesejahteraan kepada buruh/karyawan. Pembentukan kepribadian buruh yang religius sesuai penerapan syariat Islam juga menjadi faktor lain yang tak kalah pentingnya. "Kesejahteraan buruh mutlak harus diperhatikan pemerintah dan pengusaha. Namun, kepribadian buruh yang islami sesuai kearifan lokal Aceh juga harus ditingkatkan," harap Riyan.

"Jika kaum buruh berkarekter Islami dan terjamin kesejahteraannya, maka persatuan dan kesatuan bangsa dapat terwujud," kata dia lagi.

Riyan juga mendesak pemerintah Aceh dan pusat agar momentum hari buruh bisa membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Karena, lanjutnya, ketersediaan lapangan pekerjaanlah yang kemudian membawa kesejahteraan. Demikian Mufti Riyansyah, ST.

| Alam
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm

Samudranews.com - Dini hari, Rabu 29 April 2015, dua warga Australia, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran dieksekusi oleh regu tembak di Pulau Nusakambangan.

Pengadilan memvonis keduanya bersalah mendalangi pencobaan penyelundupan narkoba dari Bali ke Australia divonis hukuman mati.

Keduanya telah divonis hukuman mati sejak tahun 2006 ketika terbukti melakukan percobaan penyelundupan narkoba. Mereka terbukti merupakan otak Bali Nine, kelompok orang Australia yang tertangkap tangan menyelundup narkoba di Indonesia.

Pada bulan April 2005, bersama tujuh orang lainnya, Chan dan Sukumaran mencoba menyelundupkan 8,3 kg heroin dari Bali dengan tujuan Australia, tapi digagalkan kepolisian Indonesia di Bandara Ngurah Rai, Denpasar.

Kedua terpidana mati telah mengajukan upaya hukum hingga ke tingkat Mahkamah Agung di tahun 2011. Mereka lalu mengajukan grasi kepada presiden namun di bulan Desember 2014 grasi Sukumaran ditolak. Grasi Chan belakangan juga ditolak.

Sejak vonis mati keduanya, pemerintah Australia telah menemui pejabat-pejabat pemerintah Indonesia untuk membatalkan eksekusi dan mempertimbangkan pengampunan.
Perdana Menteri Tony Abbott di samping pejabat lainnya membuat pernyataan terbuka atas nama kedua warganya itu, dengan alasan Chan dan Sukumaran "pantas diampuni", karena mereka "telah bertobat" dan banyak menolong rehabilitasi narapidana lainnya.

Kedua terpidana mati yang selama ini mendekam di LP Kerobokan, Bali, pada Rabu (4 Maret 2015) dinihari dipindahkan ke LP Besi di Pulau Nusakambangan, di bawah pengawalan ketat petugas keamanan.

Pemindahan ini dilakukan terkait rencana eksekusi hukuman mati keduanya bersama sejumlah terpidana mati lainnya.

Australia telah menghapuskan hukuman mati di tahun 1985, bahkan orang terakhir yang menjalani eksekusi yaitu Ronald Ryan yang dihukum gantung di tahun 1967. Hukuman gantung ini memicu demonstrasi luas dan memicu diakhirinya hukuman mati di Australia.

Warga Negara Australia yang terakhir kali dieksekusi di luar negeri adalah Van Tuong Nyuyen, karena kasus narkoba di Singapura. Saat ini ada 10 warga negara Australia yang sedang terancam hukuman mati di berbagai negara.


no image
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Oleh : Lilis Holisah*Oleh : Lilis Holisah
Oleh : Lilis Holisah
Generasi muda Indonesia dalam ancaman liberalisme. Betapa tidak, 20 orang pelajar di Kabupaten Kendal diamankan Satpol PP, mereka kepergok mesum berduaan di dalam kamar hotel yang berada di kawasan wisata Pantai Muara Kencan Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Mereka adalah pelajar yang berdalih mencari hiburan usai menjalani Ujian Nasional (UN).

Selain itu, sebuah iklan untuk merayakan berakhirnya UN yang diunggah di youtube, situs ask.fm dan java party cukup menghebohkan para netizen. Betapa tidak, iklan tersebut mengajak remaja untuk berpesta dengan menggunakan bikini. Pesta bikini ini akan digelar di sebuah hotel di Jakarta Pusat bertema pool party dengan bikini summer dress pada Sabtu, 25 April 2015.

Acara yang didukung oleh sejumlah SMA di Jakarta dan Bekasi ini menyediakan tiket antara Rp 150.000 sampai Rp 5.000.000. Tiket tersebut dijual dengan fasilitas minuman keras dari yang termurah sampai dengan yang termahal.

Panitia penyelenggara dalam iklannya menampilkan foto-foto dan video pesta-pesta bikini sebelumnya dan merayu para siswa untuk bergabung dalam acara itu melalui foto-foto yang mereka unggah.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengkritik rencana pesta tersebut dan meminta sekolah untuk memperketat pengawasan terhadap anak didik mereka.

Ketua KPAI Asrorun Niam Saleh mengatakan sekolah harus melakukan pembinaan dan kontrol soal pesta bikini ini dan tidak boleh diam, sekolah harus melakukan tindakan agar siswa bisa menyikapi UN dengan edukatif.

Sekulerisme dan liberalisme mengancam generasi


Fenomena pesta pasca UN, termasuk pesta seks para pelajar adalah fenomena yang terjadi setiap tahun belakangan ini. Suatu keprihatinan besar melihat kerusakan moral di kalangan remaja. Sayangnya, alih-alih memperkuat pendidikan agama generasi muda ini, pemerintah justru mengambil kebijakan kontraproduktif yang semakin mengekang pendidikan agama. Program deradikalisasi saat ini menjadikan remaja, bahkan anak usia dini sebagai sasaran. Mirisnya, apa yang disebut program deradikalisasi ini justru merupakan program penjauhan pemahaman agama yang benar dari generasi muda. Tak heran jika fenomena ini akan terus berlangsung.

Fenomena remaja seperti ini adalah buah sekulerisme yang menjauhkan mereka dari agama, dan liberalisme yang menjadikan kebebasan sebagai standar perilaku. Isme-isme sesat ini menggempur remaja dari berbagai penjuru, di keluarga, di masyarakat dan lingkungan, lewat berbagai media dari TV, internet, media cetak dan sebagainya. Mereka tidak punya pelindung. Orangtua sibuk, sekolah tidak peduli dan negara abai terhadap tanggung jawabnya melindungi mereka.

Liberalisme dan sekulerisme adalah inti penyebab munculnya kerusakan remaja ini. Dalam sebuah sistem, suatu masalah senantiasa berkaitan dengan masalah lain. Ketika yang diterapkan adalah liberalisme dan sekulerisme, maka kerusakan tidak semata-mata terjadi pada satu aspek kehidupan atau satu kelompok orang. Semua saling berkaitan. Liberalisme dalam perekononomian menjadikan persaingan hidup semakin ketat. Para orangtua mesti berjuang habis-nabisan untuk mampu menghidupi keluarga dan mencapai standar hidup yang berbasis materi. Tak jarang para ibu ikut terjun juga mencari nafkah. Kontrol kepada anak menjadi longgar. Fungsi keluarga sebagai tempat pendidikan anak yang pertama dan utama menjadi rusak. Begitupun dunia pendidikan. Kerusakan yang terjadi bersifat sistemik. Kurikulum yang sekuler, guru yang dipersiapkan hanya untuk sekedar mengasah intelegensi tanpa menanamkan iman, sekolah yang hanya sekedar mengejar keuntungan, akreditasi maupun prestise, lantas mengabaikan pendidikan moral agama. Semua berjalin berkelindan dalam sistem yang saat ini diterapkan. Maka, solusinya adalah mencabut sistem dan seluruh pemikiran yang rusak ini dan menggantinya dengan sistem yang berasal dari Sang Pencipta manusia, alam semesta dan kehidupan, yaitu sistem Islam.

Islam jalan selamat

Remaja sebagai manusia memiliki potensi hidup yang terdiri dari kebutuhan hidup, akal dan gharizah (naluri). Dalam Islam, ketika seorang remaja menginjak baligh, dia dibebani dengan taklif hukum. Artinya dia dianggap mampu untuk mengemban taklif hukum saat baligh. Aaqil (kemampuan berpikir) matang bersamaan dengan balighnya. dengan demikian ia bisa membedakan benar salah, baik buruk, berdosa atau berpahala saat baligh. Ini berbeda dengan fakta remaja saat ini. Pendidikan yang didasarkan pada teori psikologi Barat membuat remaja diasosiasikan dengan kepribadian yang labil, egosentris dan belum mampu bertanggungjawab sampai usianya 18 tahun. Akibatnya remaja diperlakukan salah. Di satu sisi kematangan reproduksinya sudah membuat dia memiliki syahwat, ditambah rangsangan yang begitu besar dari sistem liberal, di sisi lain akalnya belum matang, tanggung jawabnya tidak dibentuk dan kepribadiannya tidak dibina. Inilah yang merupakan awal munculnya masalah pada remaja. Berbeda dengan Islam yang kita ketahui dari berbagai hadist, remaja-remaja semenjak baligh sudah diperkenalkan dengan tanggungjawab, diikutkan jihad, diikutkan sebagai utusan dakwah dan sebagainya.

Para remaja perlu dibekali iman, standar baik buruk dan benar salah yang shahih. Proses pembentukan standar semacam ini tidak bisa berlangsung dalam waktu singkat. Maka dari awal masuk sekolah, siswa sudah harus dipersiapkan sehingga lebih mudah untuk diarahkan saat selesai UN. Kalaupun mau melakukan selebrasi, kenapa tidak dengan kegiatan positif seperti menyumbangkan seragam untuk korban bencana alam, melakukan aksi pembersihan lingkungan atau yang lainnya.

Seorang guru tidak boleh mencukupkan diri menyampaikan bahan pelajaran kepada siswa, tapi kita harus punya misi membentuk kepribadian Islam para siswa. Maka guru yang sholih akan selalu mengkaitkan materi pelajarannya dengan aqidah dan keterikatan pada hukum Allah sehingga akan tertanam terus pada para siswanya, meski dia akan lulus sekalipun

Sekedar memberi himbauan kepada remaja tidak akan pernah cukup, yang dibutuhkan adalah diterapkannya sistem yang akan berfungsi sebagai pencegah, pelindung, pembangun dan sekaligus pemberi sanksi atas pelanggaran yag dilakukan. Yang memiliki kemampuan untuk menerapkan sebuah sistem dan menjamin sistem berjalan dengan mekanisme peraturan dan hukuman, hanya institusi negara.

Solusi baik jangka pendek maupun jangka panjang bertumpu pada aktivitas dakwah. Bagaimana kita menyadarkan baik pihak sekolah maupun orangtua akan tanggung jawab mereka terhadap generasi. Menguatkan iman pihak-pihak yang terkait dengan pendidikan remaja agar mereka mampu untuk membentengi generasi dari kerusakan. Memotivasi mereka untuk melakukan perubahan. Sementara solusi jangka panjang, dakwah untuk menerapkan kembali syariat Islam yang akan membongkar sistem yang rusak dan menggantinya dengan sistem terbaik dari Allah Subhanhu wa Ta’ala Sang pencipta manusia.


*Pendidik Generasi di HSG SD Khoiru Ummah Ma’had al-Abqary Serang – Banten


| arrahmah.com
Generasi muda Indonesia dalam ancaman liberalisme. Betapa tidak, 20 orang pelajar di Kabupaten Kendal diamankan Satpol PP, mereka kepergok mesum berduaan di dalam kamar hotel yang berada di kawasan wisata Pantai Muara Kencan Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Mereka adalah pelajar yang berdalih mencari hiburan usai menjalani Ujian Nasional (UN).
Selain itu, sebuah iklan untuk merayakan berakhirnya UN yang diunggah di youtube, situs ask.fm dan java party cukup menghebohkan para netizen. Betapa tidak, iklan tersebut mengajak remaja untuk berpesta dengan menggunakan bikini. Pesta bikini ini akan digelar di sebuah hotel di Jakarta Pusat bertema pool party dengan bikini summer dress pada Sabtu, 25 April 2015.
Acara yang didukung oleh sejumlah SMA di Jakarta dan Bekasi ini menyediakan tiket antara Rp 150.000 sampai Rp 5.000.000. Tiket tersebut dijual dengan fasilitas minuman keras dari yang termurah sampai dengan yang termahal.
Panitia penyelenggara dalam iklannya menampilkan foto-foto dan video pesta-pesta bikini sebelumnya dan merayu para siswa untuk bergabung dalam acara itu melalui foto-foto yang mereka unggah.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengkritik rencana pesta tersebut dan meminta sekolah untuk memperketat pengawasan terhadap anak didik mereka.
Ketua KPAI Asrorun Niam Saleh mengatakan sekolah harus melakukan pembinaan dan kontrol soal pesta bikini ini dan tidak boleh diam, sekolah harus melakukan tindakan agar siswa bisa menyikapi UN dengan edukatif.
Sekulerisme dan liberalisme mengancam generasi
Fenomena pesta pasca UN, termasuk pesta seks para pelajar adalah fenomena yang terjadi setiap tahun belakangan ini. Suatu keprihatinan besar melihat kerusakan moral di kalangan remaja. Sayangnya, alih-alih memperkuat pendidikan agama generasi muda ini, pemerintah justru mengambil kebijakan kontraproduktif yang semakin mengekang pendidikan agama. Program deradikalisasi saat ini menjadikan remaja, bahkan anak usia dini sebagai sasaran. Mirisnya, apa yang disebut program deradikalisasi ini justru merupakan program penjauhan pemahaman agama yang benar dari generasi muda. Tak heran jika fenomena ini akan terus berlangsung.
Fenomena remaja seperti ini adalah buah sekulerisme yang menjauhkan mereka dari agama, dan liberalisme yang menjadikan kebebasan sebagai standar perilaku. Isme-isme sesat ini menggempur remaja dari berbagai penjuru, di keluarga, di masyarakat dan lingkungan, lewat berbagai media dari TV, internet, media cetak dan sebagainya. Mereka tidak punya pelindung. Orangtua sibuk, sekolah tidak peduli dan negara abai terhadap tanggung jawabnya melindungi mereka.
Liberalisme dan sekulerisme adalah inti penyebab munculnya kerusakan remaja ini. Dalam sebuah sistem, suatu masalah senantiasa berkaitan dengan masalah lain. Ketika yang diterapkan adalah liberalisme dan sekulerisme, maka kerusakan tidak semata-mata terjadi pada satu aspek kehidupan atau satu kelompok orang. Semua saling berkaitan. Liberalisme dalam perekononomian menjadikan persaingan hidup semakin ketat. Para orangtua mesti berjuang habis-nabisan untuk mampu menghidupi keluarga dan mencapai standar hidup yang berbasis materi. Tak jarang para ibu ikut terjun juga mencari nafkah. Kontrol kepada anak menjadi longgar. Fungsi keluarga sebagai tempat pendidikan anak yang pertama dan utama menjadi rusak. Begitupun dunia pendidikan. Kerusakan yang terjadi bersifat sistemik. Kurikulum yang sekuler, guru yang dipersiapkan hanya untuk sekedar mengasah intelegensi tanpa menanamkan iman, sekolah yang hanya sekedar mengejar keuntungan, akreditasi maupun prestise, lantas mengabaikan pendidikan moral agama. Semua berjalin berkelindan dalam sistem yang saat ini diterapkan. Maka, solusinya adalah mencabut sistem dan seluruh pemikiran yang rusak ini dan menggantinya dengan sistem yang berasal dari Sang Pencipta manusia, alam semesta dan kehidupan, yaitu sistem Islam.
Islam jalan selamat
Remaja sebagai manusia memiliki potensi hidup yang terdiri dari kebutuhan hidup, akal dan gharizah (naluri). Dalam Islam, ketika seorang remaja menginjak baligh, dia dibebani dengan taklif hukum. Artinya dia dianggap mampu untuk mengemban taklif hukum saat baligh. Aaqil (kemampuan berpikir) matang bersamaan dengan balighnya. dengan demikian ia bisa membedakan benar salah, baik buruk, berdosa atau berpahala saat baligh. Ini berbeda dengan fakta remaja saat ini. Pendidikan yang didasarkan pada teori psikologi Barat membuat remaja diasosiasikan dengan kepribadian yang labil, egosentris dan belum mampu bertanggungjawab sampai usianya 18 tahun. Akibatnya remaja diperlakukan salah. Di satu sisi kematangan reproduksinya sudah membuat dia memiliki syahwat, ditambah rangsangan yang begitu besar dari sistem liberal, di sisi lain akalnya belum matang, tanggung jawabnya tidak dibentuk dan kepribadiannya tidak dibina. Inilah yang merupakan awal munculnya masalah pada remaja. Berbeda dengan Islam yang kita ketahui dari berbagai hadist, remaja-remaja semenjak baligh sudah diperkenalkan dengan tanggungjawab, diikutkan jihad, diikutkan sebagai utusan dakwah dan sebagainya.
Para remaja perlu dibekali iman, standar baik buruk dan benar salah yang shahih. Proses pembentukan standar semacam ini tidak bisa berlangsung dalam waktu singkat. Maka dari awal masuk sekolah, siswa sudah harus dipersiapkan sehingga lebih mudah untuk diarahkan saat selesai UN. Kalaupun mau melakukan selebrasi, kenapa tidak dengan kegiatan positif seperti menyumbangkan seragam untuk korban bencana alam, melakukan aksi pembersihan lingkungan atau yang lainnya.
Seorang guru tidak boleh mencukupkan diri menyampaikan bahan pelajaran kepada siswa, tapi kita harus punya misi membentuk kepribadian Islam para siswa. Maka guru yang sholih akan selalu mengkaitkan materi pelajarannya dengan aqidah dan keterikatan pada hukum Allah sehingga akan tertanam terus pada para siswanya, meski dia akan lulus sekalipun
Sekedar memberi himbauan kepada remaja tidak akan pernah cukup, yang dibutuhkan adalah diterapkannya sistem yang akan berfungsi sebagai pencegah, pelindung, pembangun dan sekaligus pemberi sanksi atas pelanggaran yag dilakukan. Yang memiliki kemampuan untuk menerapkan sebuah sistem dan menjamin sistem berjalan dengan mekanisme peraturan dan hukuman, hanya institusi negara.
Solusi baik jangka pendek maupun jangka panjang bertumpu pada aktivitas dakwah. Bagaimana kita menyadarkan baik pihak sekolah maupun orangtua akan tanggung jawab mereka terhadap generasi. Menguatkan iman pihak-pihak yang terkait dengan pendidikan remaja agar mereka mampu untuk membentengi generasi dari kerusakan. Memotivasi mereka untuk melakukan perubahan. Sementara solusi jangka panjang, dakwah untuk menerapkan kembali syariat Islam yang akan membongkar sistem yang rusak dan menggantinya dengan sistem terbaik dari Allah Subhanhu wa Ta’ala Sang pencipta manusia.

*Pendidik Generasi di HSG SD Khoiru Ummah Ma’had al-Abqary Serang – Banten
(*/arrahmah.com)
- See more at: http://www.arrahmah.id/kajian-islam/generasi-kita-terancam.html#sthash.xZch3Yam.dpuf
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Add caption
samudranews.com | Langsa -  Dalam rangka membangun semangat pemuda untuk berkonstribusi nyata dalam pembangunan bangsa. Maka Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) memulainya dari titik nol Indonesia yang ditandai dengan pemancangan pataka atau bendera KNPI di area tugu nol kilometer Kota Sabang.
 
“Semangat membangun Indonesia dimulai dari Sabang sampai Merauke dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah semangat dan harga mati bagi kita sekalian sebagai pemuda” ungkap Ketua Umum DPP KNPI, Muhammad Rifai Darus, kepada wartawan dalam kunjungannya ke Sabang, Minggu (26/4/2015).
 
KNPI perlu menancapkan semangat pemuda membangun Indonesia dari Aceh, “kami menyatakan sikap bahwa kita mulai membangun Indonesia dari titik nol paling ujung barat yaitu di kota sabang ini," tambah putra asli Papua itu.
 
Rifai juga menjelaskan, kongres XV KNPI ke depan nanti, direncanakan akan diselenggarakan di Provinsi Aceh, dengan semangat tinggi dan lebih meriah dari kongres XIV pada 28 Febuari 2015 lalu di Papua.
 
Dia berharap, dengan pemancangan pataka atau bendera KNPI di titik barat Indonesia itu, semangat pemuda dari waktu ke waktu terus bergelora dalam membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia.
 
Senada dengan Rifai, di tempat terpisah, Wakil Ketua DPD KNPI Kota Langsa, Dely Novrizal meminta kepada semua komponen muda untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme pada diri generasi muda. ketika nasionalisme telah terpatri di sanubari generasi bangsa, maka terwujudlah kekuatan dalam satu kesatuan tekad bersama dalam mengapai cita-cita luhur pendiri bangsa.
 
Selain itu, Deli juga meminta agar anak muda dapat mengisi pembangunan dan perdamaian di bumi serambi mekkah guna membangun masyarakat Aceh yang sejahtera, adil dan makmur. "Kita dorong kaum muda membangun Aceh yang lebih baik dalam nuansa damai, adil dan mencapai kejayaan," pinta dia.
 
Dia juga berharap agar elemen muda mengibarkan panji persatuan dan kesatuan dalam diri masing-masing. Pemuda merupakan tulang punggung dan harapan masa depan bangsa dalam meraih kegemilangan yang mulia di hari esok.
 
"Anak muda jangan hanya pepesan kosong dalam berkonstribusi terhadap negara. Mari utamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi dan kelompok agar Aceh tidak tertinggal dari daerah lain dalam hal pembagunan," imbuhnya.
 
Tak lupa, mantan Ketua BEM Fakultas Teknik Universitas Samudra Langsa itu berpesan agar generasi muda menjadi generasi Islami dalam segala aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. 
 
| Alam
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
samudra news
Training Mahasiswa Terbaik Kota Langsa 
samudranews.com | KOTA LANGSA - Upaya menyadarkan mahasiswa akan potensi utamanya sebagai Agent of Change (Agen Perubahan), Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia Chapter Kampus DPD II Kota Langsa mengadakan Training Mahasiswa Terbaik di Aula Dakwah IAIN Zawiyah Cotkala Langsa, Minggu 26 April 2015.

Kegiatan yang berlansung pukul 08.30 hingga 12.30 tersebut dipandu oleh seorang Trainer inspiratif sekaligus Ketua DPD II Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia DPD II Kota Langsa Suci Dwi W siregar.

“Coba kita lihat dengan kondisi mahasiswa hari ini yang masih mendapatkan predikat permisif, pragmatis, hedonis. Akankah mungkin dikatakan sebagai mahasiswa terbaik atau Agent of Change dan bisa memberikan kemaslahatan bagi umat?” Lantang Suci Dwi Siregar

“Untuk itu mahasiswa harus ganti predikatnya menjadi pejuang, pemimpin, penerus, penggerak sehingga entitas mahasiswa sebagai Agent of Chage benar-benar terwujud dan mampu dirasakan oleh masyarakat, khususnya untuk kebangkitan Islam” lanjutnya.

Alhasil, semangat menjadi mahasiswa terbaik mulai terlihat dari dalam diri perserta training. Hal itu dilihat dari  pertanyaan yang dilontarkan perserta pada sesi tanya jawab tentang bagaimana cara menjadi Mahasiswa terbaik yang mampu mengemban misi sebagai Agent of Change.

“Peduli dengan keadaan Masyarakat, senantiasa melakukan Amar Ma’ruf  Nahi Munkar ditengah- tengah masyarakat  dan  terus meningkatkan potensi diri dengan mengkaji Islam“  dijawab dengan mantap oleh Trainer.

Training Mahasiswa Terbaik dibuka dengan tampilan nasyid yang dibawakan oleh tim Voice ofStruggle“, juga menampilkan Kirab Liwa’ dan Rayah untuk memperkenalkan Panji Islam kepada para peserta training.

Selanjutnya diakhir acara, Trainer juga mengajak para peserta untuk menghadiri acara Rapat dan Pawai Akbar ( RPA) yang akan dilaksanakan pada tanggal 10 Mei Mendatang sebagai langkah Real Mahasiswa untuk menjadi bagian dari Agent of Change.

| Red
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
KOTA LANGSA
samudranews.com | KOTA LANGSA– Komando Distrik Militer (Kodim) 0104 Aceh Timur mengajak semua komponen untuk bersatu padu dalam mempertahankan kedaulatan dan keutuhan bangsa. Karena, ketahanan nasional akan terwujud jika semua pihak bersatu padu. Terlebih kaum muda untuk mencintai tanah air dan bangsa. Semua pihak bertanggung jawab dalam pertahanan nasional. Tidak hanya TNI semata.

Demikian disampaikan Dandim 0104 Aceh Timur, Letkol Inf Endra Saputra Kesuma ZR saat menyampaikan paparanya pada acara KNPI discussion Club yang digelar di Graha Pemuda Jl. Jenderal Ahmad Yani Langsa, Kamis (23/4/2015).

Dalam kesempatan itu, Dandim menyatakan dukungannya terhadap pembangunan kepemudaan dalam rangka mewujudkan ketahanan nasional. Sebagai rencana tindaklanjut dari diskusi itu, Dandim 0104 Aceh Timur, Badan Kesbangpol dan Linmas serta KNPI Langsa sepakat melaksanakan Kemah Pemuda yang direncanakan pada bulan mei mendatang.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Hubungan Antarlembaga KNPI Langsa, Rahmat Hidayat ST ditempat terpisah mengatakan, kegiatan KNPI Discussion Club adalah program rutin KNPI yang akan digelar sebulan sekali. “Kali ini pembicaranya Pak Dandim. Bulan depan kita jadwalkan dengan Pak Kapolres dan unsur Muspida lain. Temanya juga akan disesuaikan,” sebut dia.

Pantauan wartawan, selain Dandim 0104 Aceh Timur, hadir pula dalam acara itu Kepala Badan Kesbangpol dan Linmas Kota Langsa, Agussalim SH, MH, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Drs. H Abdullah Gade beserta sejumlah pimpinan SKPD lainnya, tokoh masyarakat, akademisi dan pengurus organisasi kepemudaan dalam lingkup Kota Langsa.

Acara tersebut berlangsung tertib dan penuh keakraban yang dipandu oleh Ketua PWI Perwakilan Aceh Timur, Kota Langsa dan Aceh Tamiang, Agusni AH sebagai moderator yang tampil memukau bak ‘Karni Ilyas’ di Indonesia Lawyer Club.
 
| Alam
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
samudra news
MHTI Langsa Laksanakan Tabligh Akbar

samudranews.com | KOTA LANGSA - Indonesia Milik Allah : Wujudkan kemuliaan dengan menerapkan Islam kaffah, demikian tema yang diangkat dalam Tabligh Akbar DPD II Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (MHTI) Kota Langsa pada Senin 20 April 2015. 

Tabligh Akbar yang dilaksanakan di Masjid Raya Darul Falah Langsa dihadiri oleh lebih dari 200 peserta dari perwakilan pengajian dan perwiridan se Kota Langsa. Ketua Panitia Evalina, SP menjelaskan kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka menggalang kekuatan umat Islam khususnya muslimah serta silah ukhuwah dengan ibu-ibu se Kota Langsa sehingga mampu menjadi kekuatan global, yang memiliki ciri yang khas, sekaligus menjadi masyarakat yang bermartabat mulia guna mewujudkan penerapan islam kaffah. 

Demikian halnya pemateri pertama Ustazah Afrida, S.Pd dalam materinya memaparkan bahwa Indonesia ini bahkan dunia adalah milik Allah. Sehingga sudah semestinya segala aktifitas atau aturan kehiupan ini diatur dengan aturan Allah!

“Kekayaan negeri di permukaan hingga perut bumi semata karena kasih sayang Allah. Selayaknya kita syukuri dengan cara menggunakan dan mengaturnya sesuai aturan Allah. Itulah Syariah Islam” jelas Afrida.

Lebih lanjut, dalam upaya memperkuat keyakinan untuk mewujudkan kemuliaan Islam, Ustazah Suci Dwi Siregar, S.Pd yang merupakan pemateri selanjutnya melengkapi pembahasan tentang memuwujudkan penerapan Islam kaffah sebagaimana yang diangkat dalam tema kegiatan.

Dalam materinya, Ustazah Suci beranjak dari sebuah kutipan Ayat Al-Quran Surah Al-Baqarah : 208 yang menyeru kepada orang-orang beriman untuk masuk ke dalam islam secara kaffah. 

“Islam adalah agama yang sempurna yang mengatur segala aspek kehidupan manusia, relevan dengan setiap zaman dan tempat, Allah ‘Azza wa Jalla memerintahkan kaum Muslimin untuk masuk kedalam Islam secara kaffah, yaitu secara menyeluruh” papar pemateri kedua ini.

Ia juga menambahkan kehancuran tatanan kehidupan masyarakat dan pemerintahan yang sangat komplit ini, bobroknya perilaku sosial dan lunturnya moralitas adalah realitas politik yang mendorong lahirnya kebijakan-kebijakan yang menindas rakyat kecil tanpa kecuali kaum perempuan yang semakin diperparah oleh sistem ekonominya berbasis pada neoliberalisme.

Sehingga lanjutnya semestinya bagi kita menyatukan komitmen untuk membangun kesadaran publik bahwa kita membutuhkan kesatuan politik umat dengan hadirnya kembali khilafah Islamiyah yang terbukti telah mewujudkan kehormatan, kemuliaan dan kesejahteraan bagi kaum perempuan.

“Hanya dengan tegaknya kembali Khilafah penerapan Islam kaffah akan mampu diwujudkan sebagaimana yang telah ditorehkan dalam catatan sejarah yang telah melahirkan masa keemasan bagi setiap negeri” lanjutnya.

Selain itu, diakhir acara DPD II MHTI Kota Langsa juga melakukan sosialisasi Rapat dan Pawai Akbar yang merupakan momen besar persatuan umat Islam yang dilaksanakan diseluruh kota-kota besar di Indonesia. Untuk itu, MHTI Kota Langsa mengajak peserta tabligh akbar juga seluruh muslimah Kota Langsa untuk ikut serta menyukseskan kegiatan pemersatu ini yang akan dilaksanakan di Stadion Teladan Medan pada tangga 10 Mei 2015.  
| Musri
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
samudra news
LUAR BIASA! Seorang Bocah Jadi Sopir Truk di Pertambangan
samudranews.com | Where there is a will there is a way. Memang tidak mudah, namun sesuatu yang orang katakan tidak mungkin menjadi mungkin dengan tekad yang kuat. Tekad yang kuat akan akan menggerakkan diri untuk mempermudah mendapatkan keberhasilan serta mendapat pertolongan Allah.

Tekad kuat dan yakin sepertinya dimiliki oleh seorang boca yang dapat kita saksikan bersama di dalam sebuah video yang telah tersebar luas di youtube. Kenyataan seperti tidak mungkin dari apa yang dilakukan seorang bocah layaknya orang dewasa. Alat berat sudah pasti bukan barang mudah untuk digunakan, namun hal ini terlihat bergitu asyik dilakukan oleh seorang bocah sambil menggarukkan kepalanya. LUAR BIASA!. Mari kita simak sebuah video tentang apa dan bagaimana bocah ini melalukannya.


| Red
 
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Perjuangan Marquez berakhir
Samudranews.com | MotoGP - Sukses memimpin sesi pemanasan, Pebalap Repsol Honda sekaligus juara dunia bertahan, Marc Marquez tumbang memasuki Lap 2 terakhir MotoGP Argentina di Sirkuit Termas de Rio Hondo pada hari Minggu (19/4) hingga Rossi kembali pegang juara.

| Red
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Rossi juarai MotoGP Argentina
Samudranews.com - Pebalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi, meraih kemenangan kedua musim ini dengan finispertama pada GP Argentina di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Minggu (19/4/20015) sore waktu setempat (Senin dini hari WIB).

Pada tikungan satu selepas start, Aleix Espargaro yang start dari posisi kedua menghadirkan tantangan dengan melewati pole-sitter Marc Marquez. Namun, Marquez segera mengambil tempatnya.

Lap pertama dari 25 putaran berakhir dengan Marquez di depan, diikuti Espargaro dan Jorge Lorenzo di urutan kedua dan ketiga.

Lorenzo berhasil merebut posisi kedua. Cal Crutchlow naik ke urutan ketiga dengan melewati Espargaro. Andrea Dovizioso dan Andrea Iannone menyusul kemudian di urutan keempat dan kelima.

Pada lap ketiga, Lorenzo mulai kehilangan posisi. Crutclow naik ke urutan kedua, disusul Dovizioso dan Iannone di urutan ketiga dan keempat. Valentino Rossi yang start dari posisi kedelapan naik ke urutan keenam setelah melewati Espargaro, dan berada di belakang Lorenzo.

Pada lap keenam, Rossi yang memakai ban belakang extra-hard berhasil melewati Lorenzo. 

Dua putaran berikutnya, Dovizioso menggeser Cructlow dari posisi kedua. Rossi terus menghadirkan tekanan dan mulai melewati satu persatu pebalap di depannya. Dia mendapatkan tempat keempat setelah melewati Iannone pada lap ke-9.

Pada putaran berikutnya, dia melewati Crutclow dan mendapatkan tempat ketiga, di belakang Dovizioso. Sementara itu, Marquez membalap sendirian jauh di depan.

Rossi akhirnya mendapatkan tempat kedua setelah melewati Dovizioso di tikungan tujuh, saat balapan menyisakan 15 putaran.

Dovizioso terus membuntuti Rossi. Merekamulai memperpendek jarak dengan Marquez yang memakai ban belakang hard. Rossi dan Marquez terpisah di bawah dua detik saat balapan tersisa enam putaran.

Tiga lap terakhir, Rossi di belakang Marquez dengan selisih di bawah satu detik. Memasuki lap kedua terakhir, Rossidan Marquez bertarung ketat. Senggolan tak terhindarkan dan Marquez terjatuh.

Pebalap 22 tahun tersebut berlari menuju motornya, tetapi tak bisa melanjutkan balapan. Sementara Rossi melaju cepat di depan dan akhirnya finis pertama. Dovizioso menyusul finis kedua, diikuti Crutchlow.

Kemenangan ini semakin menguatkan posisi Rossi sebagai pemuncak klasemen sementara dengan 66 poin.

Berikut hasil balapan GP Argentina.
1. Valentino Rossi ITA Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 41m 35.644s
2. Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (Desmosedici GP15) 41m 41.329s
3. Cal Crutchlow GBR CWM LCR Honda (RC213V) 41m 43.942s
4. Andrea Iannone ITA Ducati Team(Desmosedici GP15) 41m 43.996s
5. Jorge Lorenzo ESP Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 41m 45.836s
6. Bradley Smith GBR Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 41m 55.520s
7. Aleix Espargaro ESP Team Suzuki Ecstar (GSX-RR) 41m 59.977s
8. Pol Espargaro ESP Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 42m 3.314s
9. Scott Redding GBR Estrella Galicia 0,0 Marc VDS (RC213V) 42m 10.041s
10. Maverick Viñales ESP Team Suzuki Ecstar (GSX-RR)* 42m 10.452s
11. Danilo Petrucci ITA Pramac Racing (Desmosedici GP14.1) 42m 15.850s
12. Jack Miller AUS CWM LCR Honda (RC213V-RS)* 42m 18.298s
13. Hector Barbera ESP Avintia Racing (Desmosedici GP14 Open) 42m 18.373s
14. Loris Baz FRA Athina Forward Racing (Forward Yamaha)* 42m 18.497s
15. Stefan Bradl GER Athina Forward Racing (Forward Yamaha) 42m 18.681s
16. Nicky Hayden USA Aspar MotoGP Team (RC213V-RS) 42m 18.896s
17. Eugene Laverty IRL Aspar MotoGP Team (RC213V-RS)* 42m 19.044s
18. Mike Di Meglio FRA Avintia Racing (Desmosedici GP14 Open) 42m 19.452s
19. Alvaro Bautista ESP Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 42m 20.522s
20. Marco Melandri ITA Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 42m 31.880s
21. Karel Abraham CZE Cardion ABMotoracing (RC213V-RS) 42m 39.015s
22. Alex De Angelis RSM Octo IodaRacing (ART) 42m 44.088s

Hiroshi Aoyama JPN Repsol Honda Team (RC213V) DNF
Marc Marquez ESP Repsol Honda Team (RC213V) DNF
Yonny Hernandez COL Pramac Racing (Desmosedici GP14.2) DNF

samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
samudra news, kota langsa
ancaman neoliberalisme dan neoimperialisme berdampak buruk untuk kita semua

samudranews.com | KOTA LANGSA - Kondisi Indonesia hari ini, secara gamblang menampakkan kepada seluruh rakyat Indonesia bahwa negeri yang mayoritas penduduknya muslim ini dengan kekayaan yang melimpah telah masuk dalam ‘kubangan’ neoliberalisme dan neoimperialisme. Marakya kasus narkoba, korupsi yang menggurita di lingkungan pemerintahan dan moral generasi yang semakin rusak. Belum lagi kita melihat dunia pendidikan dan ekonomi yang membuat kita meneteskan air mata. Demikian papar Dadan Akbar, S.Sos.I dalam sambutannya pada pembukaan Halqah Islam dan Peradaban (HIP) yang dilaksanakan DPD II HTI Kota Langsa di Aula Setda Kota Langsa, Minggu 19 April 2015.

“Neoliberalisme adalah paham yang menghendaki pengurangan peran negara dalam ekonomi. Dalam pandangan neoliberalisme, negara dianggap sebagai penghambat utama penguasaan ekonomi oleh korporat” ungkap Dadan Akbar.

Kegiatan yang dihadiri oleh puluhan peserta dari Kota Langsa dan Aceh Tamiang tersebut mengangkat dengan tema “Indonesia Kita Terancam Neo-Liberalisme dan Neo-Imperialisme”, hadir juga Drs. H. Ibrahim Latif Kepala Dinas Syariat Islam Kota Langsa sebagai Keynote Speaker.

Selanjutnya, pemateri pertama Dharmawansyah, ST, MT dalam materinya juga menjelaskan sejumlah permasalahan yang terjadi di Indonesia khususnya tentang realita  kemiskinan di negeri yang kaya sumber daya alam. Dalam materinya beliau memaparkan kemiskinan yang terjadi di Indonesia hari ini disebabkan oleh kesalahan sistem yang digunakan negara dalam mengatur urusan rakyat dimana doktrin  kapitalisme Neo-liberal  mengharuskan pengelolaan migas dan kekayan alam diserahkan kepada swasta sehingga pemerintah kehilangan sumber pemasukan dan hanya menjadi regulator semata.

Selain itu, Novendri, S.Pd selaku pemateri selanjutnya juga ikut menjelaskan dinamika dunia pendidikan yang semakin dikapitalisasikan. Fakta menunjukkan bahwa sistem pendidikan kita saat ini turut andil dalam menghasilkan para koruptor serta ’perusak’ negara dan masyarakat. Ini semua adalah skenario global neo-liberal dalam upayanya memporak-porandakan umat Islam. 

“Sekulerisme menjadi alat bagi penjajah dengan memisahkan agama dengan kehidupan sehingga kita melihat hari ini ada sekolah umum, jurusan dan khusus agama. Belum lagi kita melihat biaya pendidikan yang mahal dan tidak mampu menjamin  akan melahirkan generasi-generasi yang intelektual selain hanya menjadi bibit-bibit koruptor” jelas Novendri.
Oleh karena itu, sebagai jawaban atas permasalahan yang dihadapi umat Islam di berbagai lini dan membebaskan diri kubangan Neo-Liberalisme dan Neo-Imperialisme, Ketua DPD II HTI Kota Langsa Iqbal, SHI menjelaskan pmerintahan Jokowi – JK selama periode pemerintahannya memiliki ambisi yang besar untuk memberi peluang seluas-luasnya kepada investor asing untuk membangun sarana infrastruktur di Indonesia. Besarnya pengaruh asing di Indonesia juga tampak dalam berbagai undang-undang pengelolaan sumber daya alam yang justru menyengsarakan rakyat dan menguntungkan para pemodal asing. 

Demikian halnya juga BPJS yang sesungguhnya merupakan bagian dari Konsesus Washington dalam bentuk Program SAP (Structural Adjustment Program) yang diimplemetasikan dalam bentuk LoI antara IMF dan Pemerintahan Indonesia untuk mengatasi krisis. Namanya terdengar bagus, Jaminan Sosial Nasional, tetapi isinya ternyata hanya mengatur tentang asuransi sosial yang akan dikelola oleh BPJS. Artinya, itu adalah upaya privatisasi pelayanan sosial khususnya di bidang kesehatan.
 
Sebagai jalan keluarnya atau solusi yang paripurna adalah dengan kembali kepada Islam, wajib bersatu umat di seluruh dunia dan menerapkan syari’ah dalam seluruh aspek kehidupan, baik hukum, ekonomi, pergaulan.

“ neoimperialisme adalah penjajahan cara baru yang ditempuh oleh negara kapitalis untuk tetap menguasai dan menghisap negara lain. Tentu ancaman neoliberalisme dan neoimperialisme berdampak buruk untuk kita semua. Tingginya angka kemiskinan dan kesenjangan ekonomi, kerusakan moral, korupsi, kriminalisasi yang semakin merajalela.

Oleh karena itu, jelas sekali bahwa negeri ini harus segera diselamatkan. Komunisme dan Kapitalisme telah terbukti gagal. Kini harapan itu tidak lain kecuali dengan Islam, yakni dengan syariah dan khilafah. Jadi, saatnya Selamatkan Indonesia dengan Syariah dan Khilafah.

 | Musri
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
samudra news
pengarahan kepada para Anggota Legislatif mengenai Alokasi Dana Gampong Aceh Timur 
samudranews.com | Aceh Timur - Semangat percepatan pengelolaan Dana Alokasi Gampong atau ADG di Kabupaten Aceh Timur mendapat dukungan yang sangat luar biasa dari seluruh kalangan pihak Legfislatif atau para anggota DPRK Aceh Timur untuk segera dicairkan kepada seluruh Gampong atau Desa di dalam wilayah Pemerintahan Aceh Timur yang berjumlah 513 Gampong.

Namun sebelum dana tersebut dicairkan ke rekening Gampong/desa, pihak Legislatif terlebih dahulu bersama dengan pihak Eksekutif terlebih dahulu mendalami Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 besereta aturan turunannya untuk bekal dalam mendukung pemerintahan Gampong dalam pengelolaan Dana Alokasi Gampong tersebut agar nantinya tepat sasaran dan sesuai dengan semangat partisipatif masyarakat untuk menyusun dan merealisasikan program-program prioritas Gampong dalam wilayah Kabupaten Aceh Timur sehingga terbebas dari masalah hukum.

Hal tersebut terungkap dalam pertemuan singkat antara pihak  Legislatif dengan pihak Eksekutif Kabupaten Aceh Timur pada Jum’at 17/04/15 di Aula serbaguna pendopo Bupati Aceh Timur.

Sekretaris daerah Kabupaten Aceh Timur, M. Ikhsan Ahyat, S.STP, M.AP mengatakan untuk Kabupaten Aceh Timur sendiri mendapat jatah Alokasi  Dana Gampong atau di daerah lain dikenal dengan sebutan Alokasi Dana Desa semula hanya mendapat 2 Miliar rupiah yang bersumber dari APBN. Mengingat dana tersebut jumlahnya sangat terbatas, maka pemerintah Pusat melakukan revisi terhadap Peraturan Pemeriintah Nomor 60 Tahun 2014 tentang dana desa/gampong tersebut. Maksud dari dilakukan revisi tersebut antara lain untuk mengurangi disparitas Dana Desa/Gampong yang diterima oleh Desa/Gampong yang satu dengan Desa yang lain, akibat formulasi perhitungan dana desa dalam PP tersebut dan hal inilah yang direvisi oleh pemerintah pusat.

Lebih lanjut Sekda Aceh Timur menjelaskan setelah direvisi, Aceh Timur mendapat penambahan dana sebesar 114 Miliar Rupiah sumber APBN sehingga Aceh Timur mendapat 134 Miliar Rupiah sumber dana APBN, sementara dari APBK sendiri untuk ADG mendapat penambahan 81 miliar Rupiah dan dana perimbangan serta dari hasil bagi Pajak sebesar 700 Juta Rupiah.

Namun yang menjadi kendala saat ini yang membuat dana tersebut masih belum bisa disalurkan ke rekening masing-masing Sekretaris Desa/Gampong  diantaranya adalah dari 513 Gampoing Di Aceh Timur tingal 164 Gampong yang Sekretaris Desanya bukan berasal dari PNS, selain itu masih belum siapnya desa dalam penyusunan program kegiatan, masih kurangnya perangkat desa serta sumber daya manusia yang belum memadai di desa sehingga perlu dukungan dari seluruh pihak termasuk pihak Legislatif Aceh Timur” ujarnya.

Dalam pertemuan singkat tersebut juga dilakukan pemaparan mengenai teknis penyaluran Alokasi Dana Gampong kepada para anggota DPRK Aceh Timur yang disampaikan oleh Kepala BAPPEDA Aceh Timur, DR. Maimun SE. AK, M.Si. dalam kesempatan ini, salah seorang anggota Legislatif Aceh Timur, Mudawali Ibrahim meminta daftar penerima bantuan alokasi dana gampong per kecamatan agart nantinya mereka mudah dalam melakukan kroscek apakah dana tersebut telah tepat sasaran atau tidak.

Alokasi Dana Desa/Gampong untuk Aceh Timur yang berjumlah 215,7 Miliar Rupiah ini rencananya 90% akan dibagi secara merata kepada 513 desa, sementara yang 10% akan dibagi secara proporsional dengan rincian minimal 70% dipergunakan untuk pembangunan Gampong dan 30% maksimal dipergunakan untuk aparatur Gampong. Hadir dalam acara tersebut antara lain seluruh Anggota Legislatif Aceh Timur, sementara dari pihak Eksekutif hadir antara lain Sekretaris Daerah Aceh Timur dan beberapa Kepala SKPK yang membidangi atau terlibat dalam Alokasi Dana Gampong ini.

 | Arjuna.
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Samudra News
Bupati Aceh Timur Ingin Dirikan Kembali Dayah Cot Kala 
samudranews.com | Aceh Timur - Bupati Aceh Timur, Hasballah Bin H M Thaib atas nama pemerintah daerah sangat berkeinginan untuk membuka kembali dayah cot kala di kawasan Kecamatan Rantau Selamat . keinginan tersebut dikatakannya di depan para tokoh agama dan masyarakat ketika meresmikan pemakaian Balai Pengajian Sirajussa’adah Gampong Simpang Peut Kecamatan Rantau Selamat pada Rabu, 15/04/15.

Hasballah menjelaskan keiginan ia selaku kepala daerah untuk membangun kembali Dayah Cot Kala Di Aceh Timur mengingat dayah ini dahulunya merupakan dayah pertama dan terbesar semenjak islam masuk di kawasan Asia Tenggara, oleh sebab itu kita ingin mengulang masa-masa kejayaan tersebut walaupun di jaman sekarang ini sangat susah karena mengingat kemajuan dan perkembagan teknologi jaman yang semakin maju.

“kita inginan sekarang ini adalah membangun sebuah generasi yang islami, yang benar-benar memahami akan pentingnya agama sebagai tatanan hidup sekaligus sebagai benteng dari berbagai rongrongan pihak luar yang ingin merusak islam di bumi serambi mekkah ini” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, saat ini cukup banyak dayah maupun pesantren yang berada di Aceh Timur dan kita selaku pemerintah daerah sangat mendukung keberadaan dayah maupun pondok pesantren tersebut, hal ini agar generasi muda kita kedepan masih mengerti tentang islam sekaligus menjadi generasi yang bisa mempertahankan agama islam secara kaffah.

Oleh sebab itu kepada Camat Rantau Selamat, Drs. Faisal Idris, M.AP ia memerintahkan untuk secepatnya mencari sebuah lahan untuk didirikan dayah cot kala tersebut, baik di sekitar Gampong Simpang Peut ini maupun di daerah lain tetapi masih dalam kawasan Rantau Selamat.

Selain itu ia juga memerintahkan kepada seluruh jajaran muspika Kecamatan Rantau Selamat untuk memeriksa setiapkeberadaan LSM yang beroperasi di wilayah kerja mereka, karena kita ketahui bersama banyak pihak luar yang ingin melakukan pendangkalan aqidah bagi masyaakat kita termasuk para generasi muda dengan berbagai cara dan pola termasuk memberikan bantuan dan program yang mengatasnamakan kepentingan masyarakat padahal hal tersebut merupakan kedok mereka semata untuk mengobok-obok islam di aceh ini dan untuk itu kepada  masyarakat untuk dapat melaporkan kepada pihak muspika jika hal tersebut terjadi di daerah mereka agar kita dan generasi kita nantinya bisa terhindar dari pendagkalan aqidah sehingga kita bisa selamat dunia dan akhirat” pungkasnya. 

| Arjuna
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Samudra News
roadshow Perpustakaan dan Story Telling Tahun 2015 
samudranews.com-Aceh Timur - Membaca membuka cakrawala dunia”. Sebuah kiasan yang sering kita dengarkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Namun ungkapan tersebut nampaknya jarang bahkan tidak kita aplikasikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Membaca buku masih dianggap hal yang tidak perlu kecuali bila kita membutuhkan sebuah informasi semata. 

Menyikapi hal tersebut, badan arsip dan Perpustakaan Aceh melalui kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Aceh Timur, pada selasa 14/04/15 telah  mengadakan acara roadshow Perpustakaan dan Story Telling Tahun 2015, yang dilangsungkan selama 1 (satu) hari,i dibuka oleh Asisten Administrasi Umum Setdakab Aceh Timur, yang dalam hal ini mewakili Bupati Aceh Timur.

Dalam sambutannya saat membuka Acara Roadshow Perpustakaan Dan Story Telling Tahun 2015, Asisten Administrasi Umum Setdakab Aceh Timur, SAFRIZAL,S.H,M.AP mengatakan, dalam rangka membangun karakter bangsa indonesia yang maju dan cerdas melalui kebiasaan membaca, adalah merupakan prasyarat terwujudnya masyarakat indonesia yang sejahtera, hal ini telah disepakati dan tertuang dalam uud 1945. Untuk itu berbagai upaya terus dilakukan oleh pemerintah dan seluruh masyarakat baik melalui media formal, nonformal/informal, salah satunya yaitu melalui perpustakaan sebaga sarana belajar sepanjang hayat. Menjadi manusia yang cerdas tidak cukup dengan belajar sampai jenjang pendidikan formal saja tetapi harus selalu belajar dalam sepanjang hidup kita dan satu-satunya cara belajar yang mudah dalam sepanjang hayat kita adalah dengan membaca yang dapat kita lakukan kapan saja dan dimana saja. 

Dengan maksud tersebut diatas diharapkan kegiatan yang ada di perpustakaan dapat mendorong tumbuhnya kegemaran membaca bagi kita semua mulai dari anak sejak dini, usia sekolah (remaja), dewasa hingga lanjut usia sehingga terwujud masyarakat yang berbudaya baca, cerdas dan sejahtera. Dan kegiatan roadshow perpustakaan dan story telling ini merupakan salah satu cara mengkampanyekan pentingnya perpiustakaan dan kegemaran membaca karena bangsa yang maju adalah bangsa yang memiliki budaya baca yang tinggi dan menghargai perpustakaan sebagai sumber belajar.

Sementara itu dalam sambutannya Kepala Badan Arsip dan Perpustakaan Aceh, DRS. ANAS M.ADAM, M.Pd mengatakan membangun kebiasaan membaca bukanlah pekerjaan yang mudah, tidak hanya cukup dengan membeli buku dan membuat perpustakaan. Pada zaman informasi seperti saat ini, menemukan sumber informasi bukanlah pekerjaan sulit akan tetapi ironisnya minat baca masyarakat tetap saja rendah. Hal ini menunjukkan bahwa rendahnya minat baca bukan hanya diakibatkan oleh ketiadaan sumber informasi senata akan tetapi merupakan kondisi psikologis atau mentalitas seseorang. Diakhir sambutannya kepala badan arsip dan perpustakaan aceh mengharapkan, perpustakaan aceh timur akan dapat menjadi fasilitator untuk pengembangan budaya baca, pemkab aceh timur dalam hal ini bupati aceh timur dapat menyediakan akses lebih banyak fasilitas untuk masyarakat terutama dipedesaan melalui perpustakaan keliling dan mengadakan pembinaan perpustakaan sekolah sehingga dapat terbentuk pustaka SD inti, SMP dan SMA percontohan.

Dalam laporannya, Kepala Kantor Perpustakaan Dan Arsip Aceh Timur, SUBKI, SE mengatakan pelaksanaan kegiatan ini merupakan kerjasama Badan Arsip Dan Perpustakaan Pemerintah Aceh dengan Kantor Perpustakaan Dan Arsip Kabupaten Aceh Timur yang bertujuan meningkatkan dan pengembangan minat dan budaya baca anak didik untuk mencerdaskan masyarakat aceh pada umumnya dan masyarakat aceh timur pada khususnya. Kegiatan roadshow akan diikuti oleh 103 orang terdiri dari masing-masing 25 siswa SD/SMP/SMA didampingi guru pendamping. Sedangkan kegiatan story telling diikuti oleh 100 orang murid TK ditambah 20 orang guru pendamping.

| Arjuna
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
samudra news
Bupati Aceh Timur, Hasballah Bin. H.M Thaib 
Samudranews.com | Aceh Timur - Bupati Aceh Timur, Hasballah Bin. H.M Thaib atau yang akrab disapa dengan Roky membeli satu ton semangka atau bahasa gampongnya Water Mellon ketika melakukan kunjungan kerjanya di dusun Kreung Tho Gampong Meunah Asan Kecamatan Madat pada Rabu, 15 April 2015.

Pada kinjungan kerjanya ini, Bupati Aceh Timur yang didampingi oleh Danramil Madat, Kapt ARH Syafari, Kapolsek Madat IPDA Imran, Geuchik Meunasah Asan, Saiful Rasyid, Kabag umas dan Protokol Setdakab Aceh Timur, Nauli, S.STP, M.AP dan sejumlah masyarakat melihat secara langsung proses pemanenan buah semangka tersebut.

Meskipun pemanenan buah oval hijau yang merah isinya ini merupakan panen dari buah terakir, namun minat Bupati Aceh Timur untuk meninjau lokasi kebun semangka milik masyarakat di atas lahan seluas ±150 Hektar ini sangat besar. Dengan menempuh perjalanan sekitar 2 jam dengan mengunakan kendaraan roda empat, jalan kaki sekitar 1 kilo meter dan dilanjutkan dengan menaiki perahu bermotor kemudian dilanjutkan kembali dengan berjalan kaki sekitar 2 kilometer  untuk mencapai lokasi panen semangka tersebut secara jelas.

Meskipun keberadaan Bupati dan rombongan di daerah yang angat terpencil tersebut hanya sebentar, namun setelah mencicipi beberapa potong buah semangka, Roky langsung membeli satu ton semangka kepada pemilik kebun sebagai buah tangan untuk dibagi-bagikan kepada masyarakat. “ memang luar bisa buah semangka Kreung Tho ini, rasanya sangat manis” ujarnya.

Menurut Geuchik Meunasah Asan, Saiful Rasyid. Panen buah semangka tahun ini sangat merosot jumlahnya bila dibandingkan dengan hasil panen tahun yang lalu, kalau tahun lalu kita bisa mencapai hasil 3 ribu ton namun kali ini hanya sekitar 4 sampai 500 ton saja “ kalau musim yang lalu buah semangka bisa mencapai 20 Kg per buah, tapi panen kali ini hanya mencapai ukuran atau berat 8 kilogram perbuahnya “ujarnya.

Ia menambahkan, merosotnya hasil panen buah semangka asal Kreung Tho kali ini disebabkan kemarau yang berkepanjangan dan tidak seperti tahun lalu hasil bisa melimpah. Ia juga menjelaskan buah semangka asal Kreung Tho ini tetap diminati oleh masyarakat bahkan permintaan di luar akan buah asal Kreung Tho ini sangat tinggi sebab selain rasanya yang manis dan kandungan airnya yang banyak buah ini sangat segar untuk dinikmati sehingga harganya juga sedikit lebih mahal dari semangka asal tempat lain “pungkasnya. 

| Arjuna

samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
samudra news
Mafia Kayu Berkedok Koperasi, Mulus Beroperasi, Diduga Ada Oknum Berseragam Bermain  
samudranews.com | ACEH TAMIANG - Ratusan batang kayu gelondongan, diantaranya 90an batang diantaranya adalah kayu kelas diturunkan lewat sungai menuju sebuah panglong di Kota Kuala Simpang Kabupaten Aceh Tamiang. Mulusnya operasi kayu tanpa dokumen milik koperasi Al.Amin itu diduga di back up oleh oknum berseragam .Selasa, 14 April 2015

Direktur Eksekutif LSM LembaHtari, Saed Zainal mengatakan pada tanggal 11 sd 13 April 201 pihaknya menemukan aktivitas pembalakan liar di Kawasan hutan Balingkarang Kecamatan Sekerak Aceh Tamiang yang berbatasan dengan Kawasan Hutan Bidari Aceh Timur. Dan temuan kayu di Desa Perupuk Kemukiman Alur Jambu sebanyak ±350 glebek terdiri dari Kayu Meranti, sembarang juga tanpa dokumen hasil Pembalakan liar hutan Pantai Bidari kemukiman Simpang jernih Aceh Timur.

Kayu –kayu tersebut katanya, setelah ditebang kemudian dialirkan melalui jalur Sungai Tamiang, dan diolah di Kilang Kayu Rimba Buana Kecamatan Kota Kuala Simpang.

“Hasil produksi kayu keras Meranti, kruing, sembarang kemudian dijual Ke Medan melalui jalur Darat dan ini sama sekali tidak jelas asal usul kayu, apakah dari lokasi penebangan tanah Hak milik atau lokasi perkebunan rakyat,” Sebut Sayed

Selain itu, berdasarkan data yang diterima lembaga LembahTari pembalakan liar juga terjadi pada titik Koordinat Hulu Alur Mencogeh N.4.22’27.7 E 97.48’58.0, yang dilakukan oleh pembalak yang sama dengan pelaku pencukur Kayu diatas Gunung Sangkapane Kecamatan Bandar Pusaka.

Sayed menambahkan sepertinya kondisi ini akan terus berjalan tanpa ada tindakan pencegahan/perhentian, apa lagi penindakan secara Hukum sesuai Undang Undang No 18/2013 tentang Pencegahan dan Pemberantas Perusakan Hutan dari Instansi Dinas Kehutaan Dan Perkebunan baik Aceh Timur maupun Aceh Tamiang apalagi dari Pihak Kepolisian.

“Untuk itu lembAHtari menghimbau kepada Kapolda Aceh dan Pangdam Iskandar Muda, dan elemen sipil yang pediuli terhadap lingkungan untuk bergerak menghentikan dan mengambil langkah hukum terhadap pembalakan Liar di Wilayah Aceh Tamiang dan Aceh Timur terutama dikemukiman Simpang jernih,” Ujar Sayed Zainal penuh Harap.

Sebagaimna diketahui kerusakan hutan diatas rata rata per setahun mencapai 1284 Ha.Total 10.272 Ha dalam Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) di sebabkan Pembalakan liar, Alih Fungsi Hutan menjadi perkebunan sawit.

Dari daratan Aceh Tamiang seluas 221.531,01 Ha,atau sama dari luas 46.100.Ha Kawasan Hutan, kini hanya tersisa 20%, dan ini akan jadi pemicu bencana besar di Aceh Tamiang. 

| Alam