Mei 2015
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Konsisten Suplay  Air Bersih
Samudranews.com | Langsa - Pasca Kedatangan pengungsi Muslim Rohingya dan Bangladesh di kamp pengungsian Pelabuhan Kuala Langsa, Kota Langsa dan Bayeun di Kabupaten Aceh Timur, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) secara berkesinambungan terus mensuplay Air Bersih.

Koordinator Posko HTI Peduli Muslim Rohingya Chairu Dalpen mengatakan bahwa hingga hari ini (Minggu, 31 Mei 2015), HTI telah mensuplay sebanyak 405 Ton Air bersih untuk kedua kamp pengungsian dengan total anggaran khusus untuk mensuplay air bersih tersebut mencapai Rp10.510.000,-.

Untuk menjaga ketersediaan air bersih, HTI berkoordinasi dengan pihak Dinas Sosial Kota Langsa untuk kamp pengungsian Pelabuhan Kuala Langsa sedangkan di Kamp pengungsian Bayuen, HTI berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Humas Pemkab Aceh Timur.

"Sistem koordinasi yang kami bangun adalah dengan jalan komunikasi via handphone, begitu kamp meminta air, maka kami segera mengirimkannya sesuai dengan jumlah permintaan."

Chairu Dalpen menambahkan Posko HTI siaga 24 jam sehari. "kapanpun permintaan air, Insyaallah kami akan segera mengirimkannya."

Lebih lanjut dikatakan, penyaluran air bersih ke kamp-kamp pengungsian akan tetap terus dilakukan, selama bantuan dana dari syabab dan simpatisan HTI serta umat muslim dunia terus mengalir ke rekening Donasi Peduli Rohingya Hizbut Tahrir Indonesia.

"ketersediaan Air bersih cenderung menjadi permasalahan di kamp-kamp pengungsian pada umumnya, untuk itu kami berinisiatif untuk lebih spesifik dalam hal penyaluran bantuan ini." tandas Chairu Dalpen.

| Musri
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Mari Saling Berkoordinasi
Samudranews.com | Bayeun - Asisten II Sedakab Aceh Timur Usman A.Rachaman, dalam pertemuannya dengan sejumlah relawan dan NGO di Sekretariat bersama Posko pengungsian Muslim Rohingya dan Banglades mengharapkan adanya koordinasi antar relawan dan NGO yang rutin melakukan aksi kemanusian di Kamp pengungsian. Jum'at (29/5)

"Hal ini perlu dilakukan agar tidak terjadi tumpang tindih dalam menjalankan tugas yang diemban masing-masing pihak." ujar Usman.

Dalam arahannya, Usman meminta bilamana ada program yang sama antara satu pihak dengan pihak yang lain, untuk dapat saling berkoordinasi, sehingga progam yang dilaksanakan dapat berjalan dengan baik dan membuahkan hasil yang maksimal.

"Mungkin tujuan kita disini sama, yakni membantu saudara-saudara kita yang sedang dalam kondisi memprihatinkan ini, namun alahkan baiknya kita saling bekerjasama dan saling berkoordinasi, agar apa yang menjadi harapan kita dapat terwujud sebagaimana mestinya." lanjut Usman.

Guna mensinergikan program, Usman berharap agar seluruh relawan dan juga NGO dapat mengajukan program kerjanya kepada Pemda Aceh Timur melalui sekretariatan bersama Posko Pengungsi Rohingya dan Bangladesh.

Pertemuan tersebut antara lain dihadiri oleh Dan Ramil Rantau Selamat, IOM, Hizbut Tahrir Indonesia, Sinergi, ACT, PMI, Alumni, IAIN Langsa dan sejumlah relawan lainnya.

| Chairu Dalpen
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Kafayeddin
Samduranews.com | Langsa - Sejumlah pengungsi Bangladesh yang menempati kamp pengungsian di Pelabuhan Kuala Langsa mulai berperangai buruk, paska pemulihan kondisi kesehatan mereka.

Umumnya para pengungsi Bangladesh suka berprilaku usil terhadap para wanita-wanita pekerja sosial, seperti yang diungkapkan Kafayeddin kepada Samudranews.com, Jum'at (29/5), Bahkan menurut penuturan pemuda Kota Langsa yang akrab disapa Idin ini, perbuatan para pengungsi Bangladesh ini dinilai melecehkan wanita pekerja sosial (relawan-red)

“Kita melihat sepertinya sikap pengungsi Bangladesh sangat berbeda dengan Rohingya. Ini bukan semata membeda-bedakan, tapi memang sudah beberapa kali saya mendengar keluhan para relawan khusunya perempuan." tutur Idin.

Perlakuan sejumlah pengungsi Bangladesh terhadap para wanita pekerja sosial ini, menurut Kafayeddin adalah suatu ketidak wajaran, dimana ada orang yang dengan sukarela membantu malah diperlakukan tidak sopan.

Disamping itu, Kafayeddin juga mempertanyakan tentang keberadaan warga bangladesh yang kabarnya akan di deportasikan ke negara asal mereka paska kedatangan Dubes Bangladesh ke kamp Pengungsian di Kota Langsa, namun faktanya hal itu masih belum terjadi hingga hari ini.

“Sebenarnya bagaimana status mereka disini, apakah akan sama seperti Rohingya atau akan dipulangkan ke negaranya? Tapi kapan? mereka kan punya negara dan masih diterima dinegaranya berbeda dengan kondisi Rohingya. Karena itu, kita berharap kepada pihak terkait untuk dapat segera dipulangkan kenegaranya guna menghindari terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan” tambahnya.

| Musri

samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Agar Anak Lebih Nyaman Beristirahat, HTI Bagun Balai-balai
Samudranews.com | ACEH TIMUR - Pembangunan lantai tempat tidur pada ruangan-ruangan perempuan dan anak-anak di kamp penampungan pengungsi Muslim Rohingya di bayeun Aceh Timur (27/5) dimaksudkan agar dapat lebih menjamin kenyamanan anak-anak khususnya disaat beristirahat.

Staf Humas Pemda Aceh Timur Arjuna mengatakan sangat prihatin melihat anak-anak yang tidur di lantai, walau sudah diberi tikar dan tilam palembang.

"Walau demikian tetap saja lantainya masih lembab, untuk itu kami mengusulkan kepada Hizbut Tahrir untuk dapat membuat sebentuk balai-balai di ruang-ruangan ini, agar anak-anak khususnya tidak lagi tidur di lantai, dan alhamdulillah langsung direspos." ujar Arjuan salah seorang staff Humas Pemda Aceh Timur.

Hizbut Tahrir Indonesia, menargetkan pembangunan balai di lima ruangan anak-anak dan perempuan pengungsi muslim Rohingya dapat terselasaikan dalam jangka waktu tiga hari.

| Chairu Dalpen
no image
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Samudranews.com | Langsa - Yusnidar, istri Jalifnir (Tengku Plang) mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), mendesak Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Zaini Abdullah dan Marzuki Manaf (Zikir) untuk merealisasikan janji penyaluran bantuan Rp 1 juta/kk kepada masyarakat.

"Saya dan suami dulu bantu Zikir saat pilkada karena ada janji 1 juta/kk/bulan untuk masyarakat Aceh. Tapi sampai sekarang janji saat kampanye itu tidak ditepati oleh Zaini dan Muzakir/Mualem," kata Yusnidar melalui sambungan telpon kepada wartawan, Kamis (28/5/2015) di Langsa.

Kini kata dia, setelah suaminya tertembak dan ditangkap aparat keamanan terkait keterlibatannya dengan kelompok Din Minimi, mengaku hidup dalam keterpurukan dan menderita.

Untuk menghidupi dirinya beserta lima anak, dia mengaku sangat kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tidak ada pilihan lain baginya selain menuntut janji kampanye Zikir. 

"Tak ada pilihan selain menuntut janji Zikir atas bantuan 1 juta/kk/bulan," tandasnya.

Yusnidar juga mengaku telah meminta Yayasan Advokasi rakyat Aceh (YARA) untuk mewakili dirinya di pengadilan guna melakukan gugatan atas janji kampanye gubernur dan wakil gubernur itu.

"Saya minta dukungan semua masyarakat yang merasa senasib. Agar tuntutan ini dipenuhi Zaini Abdullah dan Muzakir," harap dia. 

| Alam




samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
samudranews.com | KOTA LANGSA - Pelaksanaan syariat Islam harus dilaksanakan secara kaffah dan tidak tebang pilih. Jika terjadi ketimpangan maka akan muncul reaksi dari masyarakat terlebih mereka yang pernah dihukum cambuk atas pelanggaran syariat seperti Maisir (judi) dan khalwat (mesum).

Sangat irnois bila penegakan hukuman cambuk hanya berlaku pada masyarakat kecil saja. Sementara elit dan kroni pejabat yang berkuasa seolah tak tersentuh, bahkan disamarkan permasalahannya sehingga tak bisa diproses secara syariat.

Hal itu disampaikan Ketua Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Provinsi Aceh Muslim dalam sebuah orasinya saat melakukan aksi unjuk aspirasi bersama belasan mantan terhukum cambuk di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kota Langsa Jl Lilawangsa, Langsa, Aceh, Rabu (27/5) pagi.

Muslim menuding pihak terkait terkesan menutupi dan enggan melakukan proses hukum atas dugaan mesum yang dilakukan oknum ajudan Wali Kota Langsa berinisial HS bersama perempuan F di sebuah rumah toko di Gampong Baro Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa, Minggu (10/5) lalu.

Dinas Syariat Islam Kota Langsa kata Muslim, seolah menutupi dan melindungi dugaan perbuatan mesum yang dilakukan oknum ajudan wali kota. “Apalagi terindikasi seperti pembiaran yang dapat merusak citra Syariat Islam dan pemerintah setempat,” sebut dia yang bertindak sebagai koordinator aksi.

“Aceh negeri bertuah, pelaksanaan syariat Islam sudah sangat tepat diberlakukan sesuai Alqur’an dan hadist. Tapi kenapa masih tajam ke bawah. Oknum ajudan walikota tidak tersentuh hukum syariat,” teriak Muslim di tengah orasinya.

Aksi demonstrasi itu berjalan tertib di bawah penggawalan ketat aparat keamanan dari Polres Langsa. Setelah berorasi selama 15 menit, salah seorang demonstran menyerahkan sebuah replika cambuk kepada Ketua Komisi B DPR Kota Langsa Nauma Khairi yang hadir di tengah demonstran.

Usai menerima replika cambuk, Nauma berujar pihaknya  menampung dan menindaklanjuti aspirasi warga yang disampaikan. Dia juga sepakat jika pemberlakukan syariat Islam secara kaffah perlu ditingkatkan.

“Aceh dan syariat Islam tidak bisa dipisahkan, ibarat zat dan sifat. Sejarah telah membuktikan hal ini,” kata politisi PKS itu disambut riuh tepuk tangan para demonstran.
Sementara, Kepala Dinas Syariat Islam Kota Langsa Ibrahim Latif yang dikonfirmasi wartawan mengatakan tak semua pelanggaran Qanun (perda) tentang syariat Islam bisa diproses hukum cambuk, kecuali ada barang bukti yang bisa dipertanggungjawabkan secara hukum.

Pihaknya tidak bisa memproses dugaan mesum yang dilakukan oknum ajudan wali kota karena tidak ada bukti kuat.

“Kita akan proses semua pelanggaran syariat tanpa pandang bulu sepanjang memiliki bukti yang kongrit,” kata dia.

Ada kentuan tersendiri dalam qanun. Apa saja yang mengatur tentang khalwat itu dan bagaimana alat bukti yang harus diperlihatkan secara hukum. Jika semua unsur bukti terpenuhi maka baru bisa dieksekusi dengan terlebih dahulu adanya putusan yang berkekuatan hukum tetap.

“Bagi pelanggaran Qanun Nomor 14 tahun 2003 tentang Khalwat/mesum, pelaku dapat di cambuk bila didapat barang bukti berupa percikan sperma, celana dalam, dalam keadaan bugil, setenggah bugil, atau didapat sedang berhubungan badan atau ada saksi yang melihatnya,” jelas Ibrahim.

| Alam
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Jubir Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ustadz Ismail Yusanto saat melakukan kunjungan ke penampungan pengungsi Muslim Rohingya di Kuala Langsa, (25/6)
Samudranews.com | Langsa - Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), berkomitmen kuat untuk tetap menyalurkan bantuan air besih ke dua lokasi penampungan pengungsi muslim Rohingya di Kuala Langsa dan Bayeun Aceh Timur. Hal tersebut dikatakan Mas'ul HTI Kota Langsa Iqbal kepada Samudranews.com, (26/5).

"Kebutuhan air bersih merupakan salah satu kebutuhan primer, dan kami berharap dengan bantuan air bersih ini dapat turut menjamin ketersediaan air bersi bagi saudara kita muslim Rohingya." ujar Iqbal.

HTI setiap harinya menyalurkan air bersih sebanyak 50.000 liter air bersih ke dua lokasi penampungan pengungsi Rohingya di kuala langsa dan Bayeun Aceh Timur.

| Dalpen

samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Kunjungan Jubir HTI Ke Pengungsi Rohingya di Kota Langsa dan Aceh Timur
Jubir HTI Ismail Yusanto (kiri) saat mengunjungi pengungsi Rohingya di Aceh Timur

samudranews.com | KOTA LANGSA - Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia Ustadz Ismail Yusanto didampingi sejumlah relawan DPD II HTI Kota Langsa untuk Rohingya pada Senin (25/5/2015) sekitar pukul 11.00 WIB melakukan kunjungan kedua lokasi pengungsian Rohingya yang ada di Kota Langsa dan Aceh Timur.

Kunjungan Jubir HTI tersebut guna melihat langsung kondisi para pengungsi Muslim Rohingya sekaligus menyerahkan sejumlah bantuan. Di Kamp Pengungsian Rohingya Kota Langsa Ismail Yusanto melakukan bincang-bincang dengan salah satu pengungsi yang paham bahasa melayu. Dalam bincang-bincangnya, pengungsi tersebut menjelaskan bahwa mereka selama dua bulan terkatung-katung di laut sebelum diselematkan oleh nelayan Aceh.

Usai berbincang-bincang, selanjutnya rombongan HTI bertolak ke kamp pengungsian yang berada di Aceh Timur. Tak lama disana Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia Ismail Yusanto dijumpakan dengan Imami salah satu pengungsi yang hafidz quran. Tidak lama setelah berbincang-bincang dengan para pengungsi, tepatnya pukul 13.30 WIB Jubir HTI Ismail Yusanto melanjutkan perjalanan untuk kembali ke Jakarta.

| Musri
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
HTI Langsa juga salurkan bantuan ke Pengungsi Aceh Timur 

samudranews.com | ACEH TIMUR - Tingkat kepedulian yang tinggi terhadap kondisi Pengungsi Rohingya Myanmar dan Bangladesh di Bumi Aceh terus mengalir. Kali ini Hizbut Tahrir Indonesia DPD II Kota Langsa ikut juga menyalurkan sejumlah bantuan berupa sendal, perlengkapan bayi serta air bersih ke pengungsi Rohingya yang berada di Aceh Timur, Sabtu (23/05/2015).

“setelah beberapa hari ini kita kelokasi dan melakukan koordinasi dengan panitia pengungsian di Kota Langsa, kita melihat banyak bantuan yang masuk dari berbagai unsur masyarakat sehingga untuk pengungsi di Kota Langsa saat kita hanya menyuplai air bersih dan untuk bantuan lainnya saat ini kita coba fokuskan ke Aceh Timur” Jelas Iqbal, S.HI Ketua HTI Langsa.

Lebih lanjut Iqbal juga menjelaskan bahwa pihaknya melihat urgensitas bantuan berupa sembako dan lainnya itu saat ini harus lebih terfokus ke Aceh Timur, mengingat untuk di daerah Kota Langsa sudah banyak bantuan yang masuk dari berbagai sumber.

“Insya Allah kita akan coba terus membantu saudara kita Rohingya Myanmar dan Bangladesh baik yang ada di Kota Langsa atau Aceh Timur karena memang ada sejumlah sumbangan umat yang diamanahkan kepada kami dan setiap kita akan menyalurkan bantuan, tentu kita akan melihat dulu kemana dan apa yang sangat urgent untuk saat ini” lanjut Iqbal.

Selain itu koordinator bidang logistik Posko HTI Peduli Muslim Rohingya Chairu Dalpen menambahkan bahwa ianya akan terus melakukan koordinasi dengan pihak penanggungjawab di pengungsian sehingga apa saja kebutuhan yang mendesak dan mungkin terlewatkan oleh relawan yang lain, bisa diupayakan secepat mungkin. 

| Musri
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Imami Remaja Muslim Rohingya di Aceh Timur Hafiz Quran

samudranews.com | KOTA LANGSA - Ditengah konflik dan pembantaian yang dihadapi Muslim Rohingya Myanmar oleh rezim Budha Burma selama ini, tak membuat Muslim Rohingya meninggalkan ketaatan kepada Allah SWT. Hal ini telihat pada Imami salah satu remaja Muslim Rohingya yang ternyata seorang hafidz quran. Ancaman fisik bahkan nyawa yang dihadapinya selama ini tidak menjadikan Imami melupakan hafalan qurannya, bahkan sikap tenang seakan menjadi ciri khas Imami diantara ratusan pengungsi lainnya.

Dalam kunjungan Hizbut Tahrir Indonesia DPD II Kota Langsa ke Kamp Pengungsian Muslim Rohingya yang baru di Aceh Timur, tepatnya di Eks Pabrik Kertas Papyrus yang menampung sekitar tiga ratusan pengungsi Rohingya Myanmar dan Bangladesh, rasa haru seakan menyelimuti sejumlah relawan HTI Langsa saat melakukan dialog dengan para pengungsi yang ternyata satu diantara mereka adalah hafidz quran.

“Sungguh air mata ini tidak sanggup kami bendung melihat ketegaran mereka dalam menghadapi cobaan ini, terlebih ketika mengetahui salah satu dari mereka adalah seorang remaja yang hafidz quran. Sungguh semoga Allah senantiasa berikan pertolongan-Nya kepada saudara-saudara kami ini” Ungkap salah satu relawan HTI Langsa Chairu Dalpen dengan penuh rasa haru. 

| Musri
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Wakil Bupati Aceh Timur, Syahrul Bin Syama’un saat menerima sumbangan bagi imigran
samudranews.com | ACEH TIMUR - Niat baik Pemerintah Aceh Timur untuk menempatkan para imigran asal Myanmar dan Bangladesh di salah satu gedung bekas balai latihan kerja (LLK) Aceh Timur yang berada di wilayah Kota Langsa yang merupakan asset milik Pemkab Aceh Timur dihalangi oleh Pemerintah Kota Langsa pada Rabu, 20 Mei kemarin, sejak Kamis 21 Mei ini para imigran gelap tersebut secara resmi ditampung di tempat penampungan sementara di bekas PT Lontar Papyrus & Pulp Industries atau pabrik kertas yang berada di Dusun Pendidikan Gampong Bayeun Kecamatan Rantau Selamat.
 
Menetapnya para imigran tersebut meskipun bersifat sementara berdasarkan hasil rembuk antara pihak pemerintah Aceh Timur dengan utusan dari Internatinal Organization For Migration (IOM) dan UNHCR wilayah Sumatra di Aula Kantor Camat Rantau Selamat pada Kamis pagi 21/05/15. Yang dihadiri oleh Wakil Bupati Aceh Timur, Syahrul Bin Syama’un, Asisten II Usman A Rachman, SH, SP dan Kepala Satuan Perangkat Kerja Daerah yang terkait dalam bidang menangani  imigran di Aceh Timur dan pihak kepolisian Aceh Timur dan juga Pihak Koramil Kecamatan Rantau Selamat.
 
Dalam rapat tersebut, pihak IOM bersedia memenuhi semua kebutuhan imigran, terutama dalam hal makanan, kesehatan dan lain sebagainya yang juga di back up oleh Pemerintah Daerah Aceh Timur sendiri namun dalam kesempatan ini Wakil Bupati Aceh Timur, Syahrul Bin Syama’un meminta kepada pihak UNHCR kalau bisa mereka ini para imigran jangan sampai terlalu lama berada di wilayah kerjanya hal ini bertujuan untuk menghindari konflik baru terutama dengan masyarakat 
 
“kalau hari ini pihak Pemerintah Kota Langsa tidak mau berteman dengan kita dikarenakan tidak membolehkan kita membawa para imigran ini ke wilayah mereka mungkin nanti mereka akan mau berteman dengan kita lagi” ujar Wabup yang lebih akrab disapa dengan panggilan Apa Caron.
 
Untuk tahap pertama, pantauan media di lokasi penampungan sementara tersebut, pihak Imigrasi Langsa dan Polda Aceh sedang melakukan identifikasi kepada seluruh pendatang tersebut, baik orang dewasa maupun anak-anak
 
Sampai saat ini sumbangan kemanusiaan dari berbagai pihak terus berdatangan, baik itu dari masyarakat sekitar, LSM, perkumpulan pemuda dan juga pihak Pemerintah Provinsi dan DPRA Aceh termasuk sumbangan pribadi Gubernur Aceh, dr. Zaini Abudullah dimana bantuan berupa kebutuhan para imigran berupa makanan, pakaian anak-nak dan orang dewasa sampai dengan obat-obatan ini diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Aceh, Drs. Alkudri, MM kepada Wakil Bupati Aceh Timur Syahrul Bin Syama’un. 
 
| Arjuna
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Seorang balita Rohingya sedang mendapatkan pertolongan oleh tim medis yang berada di posko pengungsian. Derita Balita Rohingya
Seorang balita Rohingya sedang mendapatkan pertolongan oleh tim medis yang berada di posko pengungsian.
samudranews.com | Aceh Timur - Konflik SARA yang terjadi di Burma antara mayoritas Budha dan minoritas Muslim Rohingya bukan saja menimbulkan kesengsaraan bagi orang dewasa, akan tetapi penderitaan tersebut juga dialami oleh kaum wanita dan anak-anak bahkan balita Rohingya, dimana seharusnya wanita, anak-anak serta balita mendapatkan perlindungan.
 
Semenjak mereka mulai dinaikan kapal atau bot dari negara mereka, penderitaan tersebut mulai dirasakan, bahkan tidak sedikit diantara mereka yang tewas dalam pelarian tersebut.
 
Kini setelah mereka mendarat di perairan Aceh, terutama di Aceh Timur penderitaan tersebut mulai teratasi, dengan mendapat bantuan dari berbagai pihak, terutama masyarakat Aceh yang sangat berempati dengan mereka.
 
Berdasarkan keterangan relawan medis, di tempat penampungan sementara tersebut, mereka telah dirawat dengan sangat intensif oleh tim medis dari Aceh Timur, khususnya tim medis yang bertugas di Puskesmas Kecamatan Rantau Selamat yang dibantu oleh beberapa relawan medis dari Mer-C lainnya.
 
Diatara mereka yang dirawat tersebut, terdapat anak-anak atau balita yang tentunta tak terlupakan untuk memperoleh perawatan dari tim medis, kebanyakan diatara balita-balita ini terserang penyakit diare yang membuat tubuh mungil tersebut lemah dan pasrah menahan penderitaan yang mereka alami.
 
 
| Arjuna
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
 Khilafah Solusinya
Oleh: Ratu Erma R (DPP MHTI)

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat al-Isra ayat 70:

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُم مِّنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَى كَثِيرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلاً ﴿٧٠﴾

Allah SWT telah memuliakan umat manusia, dan melebihkan kedudukannya dari makhluk lainnya.  Allah telah memerintahkan malaikat untuk bersujud kepada bapak manusia, Adam AS.  Dan Allah telah sediakan segala apa yang ada di daratan dan lautan untuk manusia.  Serta memilih manusia sebagai pemimpin di bumi ini yang diberi amanah, dibekali dengan akal dan tugas.  Namun, bagaimana dengan kondisi muslim Rohingya? Sungguh !! mereka diperlakukan bukan sebagai manusia.  Tidak mempunyai tempat tinggal, makanan, pakaian dan tidak mendapat perlindungan, keamanan dan lain sebagainya.

Muslimin Rohingnya, sejak tahun 1948 sampai sekarang tidak mendapatkan hak-hak mereka sebagai manusia.  Di tahun 1982 ketika pemerintahan Ne Win memberlakukan Undang-Undang Kewarganegaraan, 800.000 orang Rohingya ditolak kewarga negaraannya.  Pada tahun 1991-1992, 250 ribu pengungsi Rohingya membanjiri Bangladesh.  Pada Tahun 2010 saat Thein Sein berkuasa, pemerintah junta militer menuju transformasi demokrasi, dan menjadikan Myanmar sebagai negara yang dipimpin sipil.  Sistem politik dan ekonomi semakin terbuka. Pembatasan penulisan di media sudah makin longgar. Hanya etnis Rohingya yang tidak merasakan perubahan dari keterbukaan Myanmar ini, mereka masih tetap terpinggirkan, miskin dan terlantar.

Setelah konflik yang terjadi antara muslim Rohingya dan Budha Rakine di Juni 2012 lalu, hingga sekarang, kehidupan muslim Rohingya dalam kondisi rusuh dan kritis.  Mereka diteror, dianiaya, bahkan dibunuh oleh militer.  Mereka dipaksa meninggalkan Myanmar, mengarungi lautan hanya menggunakan perahu kayu, dengan sedikit bekal, dan seringkali mesin perahu rusak sehingga mereka terombang-ambing di lautan yang ganas.  Dan ratusan ribu orang mati tenggelam dalam perjalanan.

Apakah kesalahan mereka karena mereka adalah muslim? Apakah mereka tidak berhak hidup tenang dan bahagia sebagaimana yang lain? Tentu saja tidak saudariku.  Allah telah memuliakan umat Islam dan mereka umat terbaik yang ada di muka bumi ini.  Allah SWT berfirman:

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ… (ال عمران 110)

Lalu mengapa umat yang dimuliakan Allah ini hidup dalam kehinaan, ketakutan, kegentingan serta kekurangan? Jawabnya adalah karena tidak ada seorangpun yang menjadi penjaga mereka.  Tidak ada pemimpin yang menerapkan hukum Allah untuk menghormati manusia, dan menjamin pemenuhan kebutuhan hidupnya. Dan saat ini, tercatat lebih dari 100.000 muslim Rohingya dibunuh dan mayoritas mereka adalah wanita, anak-anak dan orang tua.  Padahal Rasulullah SAW bersabda:

لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللهِ مِنْ قَتْلِ رَجُلٍ مُسْلِمٍ

Sesungguhnya hilangnya dunia (dan seisinya) benar-benar lebih ringan bagi Allah ketimbang terbunuhnya seorang Muslim. (HR at-Tirmidzi).

Maka bagaimana dengan hilangnya ribuan bahkan jutaan jiwa melayang? Allah SWT berfirman dalam surat Al-Buruj ayat 8:

وَمَا نَقَمُوا مِنْهُمْ إِلَّا أَن يُؤْمِنُوا بِاللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ ﴿٨﴾

“Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mu’min itu melainkan karena orang-orang mu’min itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji”

Apa yang dilakukan negara-negara tetangga Myanmar? Pemerintah Thailand telah menahan 100 orang Rohingya yang masuk ke wilayahnya.  Demikian juga dengan pemerintah Malaysia dan Bangladesh yang penguasanya adalah muslim, mereka telah mengusir orang yang lari karena agamanya, dengan alasan tidak ada visa masuk.  Padahal membantu mereka dengan memberi makanan, tempat tinggal dan pakaian adalah kewajiban Syar’i termasuk mencegah orang Budha untuk mengintimidasi muslim Rohingya.
Begitupula dengan sikap pemerintah Indonesia sebagai negeri muslim terbesar di dunia yang seharusnya berbuat lebih baik dari itu. Semestinya Indonesia menghalangi pemerintah Myanmar untuk tidak menakut-nakuti orang Islam, membunuh dan membakar harta-harta mereka, dengan mengirim bala tentara untuk menyelematkan kaum muslimin.  Namun pada kenyataannya, pemerintah Indonesia tidak menerima pengungsi yang menjadi saudara mereka sesama muslim.  Ya, pemerintah tidak melakukan hal itu.  Bahkan mereka tidak peduli dengan nasib saudaranya di pengungsian. Nasionalisme telah mematikan rasa persaudaraan Islam yang telah ditetapkan oleh ‘Aqidah Islam, ketika Allah SWT berfirman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ ﴿١٠﴾ سورة الحجرات

Sesungguhnya pengkhianatan pemimpin muslim sudah sangat nyata, dan ini terlihat dari lepas tangannya mereka terhadap persoalan umat Islam dan menyerahkannya kepada masyarakat internasional. Padahal organisasi internasional ini tidak pernah menyelesaikan masalah apapun.  Sebagai contoh, masalah Palestina masih dalam  koridor PBB sejak lima sampai enam puluh tahun lalu.  Dan sampai sekarang masih jalan di tempat, bahkan semakin kompleks.  Karena itu wajib bagi kita untuk mengambil sikap sebagai mu’min yang benar dengan bertawakkal kepada Allah SWT.  Dan memecahkan masalah dengan kekuatan kita sendiri.  Karena jika tidak, maka tidak ada seorang pun yang akan menghormati kita, darah, kehormatan dan harta kita.

Sesungguhnya tragedi muslim Rohingya telah menyingkap kedustaan dan kepalsuan dari propaganda Barat.  Karena meski mereka menegaskan bahwa muslim Rohingya adalah kelompok yang menerima perlakukan terburuk di dunia, hanya saja mereka tidak menekan pemerintah Myanmar untuk menghentikan genosida yang dilakukan terhadap umat Islam.  Dan kebijakan terbaru adalah membatasi kelahiran muslim Rohingya dengan dua anak saja.

Sungguh, tidak ada solusi untuk tragedi ini kecuali dengan eksisnya khilafah di muka bumi.  Dengan khalifah umat Islam, dia akan melindungi rakyatnya yang muslim maupun non muslim.  Dia akan membela orang yang tertindas di dunia apapun bangsa dan agama mereka.  Ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

‏إِنَّمَا الْإِمَامُ ‏‏جُنَّةٌ ‏ ‏يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ… (رواه مسلم)

Kholifah umat Islam yang telah menyelamatkan satu orang muslimah dan menaklukan kerajaan ‘Amuria.  Dia yang membawa makanan untuk seorang janda yang tidak mempunyai makanan untuk anak-anaknya yang yatim.  Dia yang sangat tidak menginginkan orang-orang berkata: “burung-burung kelaparan di negeri muslim”.  Dia adalah pelindung negara dan orang-orang miskin, dan mereka yang tidak punya penjaga dan tersia-sia sebagaimana tersia-sianya umat kita saat ini yang menjadi santapan para penjahat.

Solusi untuk musibah ini bukan hanya dengan melakukan penggalangan dana santunan untuk muslim Rohingya.  Dan bukan dengan membekali mereka makanan, pakaian dan tempat tinggal.  Dan bukan pula dengan memberi mereka kewarganegaraan atau dengan berdo’a.  Karena akar masalahnya adalah mereka tidak punya pelindung dan pemimpin yang menjaga jiwa-jiwa dan kehormatan mereka, dan menjamin pemenuhan kebutuhan dasar mereka.

Karena itu khilafah merupakan kebutuhan mendesak,  dan dunia butuh khilafah agar bisa terlepas dari keburukan kapitalisme yang rakus dan kekerasan peradaban barat yang rusak.   Lebih dari itu bahwa tegaknya khilafah adalah kewajiban terpenting yang telah Allah wajibkan kepada muslim dan muslimah.  Khilafah adalah mahkota kewajiban yang akan menjamin pelaksanaan seluruh kewajiban lainnya. Khilafah adalah sumber kemuliaan, kesatuan dan kemuliaan umat.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اسْتَجِيبُواْ لِلّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُم لِمَا يُحْيِيكُمْ… ﴿٢٤﴾

| HTI press
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Lagi, HTI Langsa Salurkan Bantuan Kepada Pengungsi Rohingya

samudranews.com | KOTA LANGSA - Kondisi pengungsi Muslim Rohingya Myanmar dan Bangladesh yang berada di Pelabuhan Kuala Langsa terlihat mulai membaik. Hal itu dapat dibuktikan dari raut wajah para pengungsi yang mulai terlihat senyum tenang yang seakan tak ingin kembali ke negara asal mereka. Semua ini tak lepas dari uluran tangan para relawan yang menyumbangkan harta, tenaga dan waktu mereka untuk membantu saudara seiman dan seakidah.

Hizbut Tahrir Indonesia DPD II Kota Langsa yang juga ikut mengalang bantuan dari umat, pada Rabu (20/5/2015), kembali turun ke lokasi pengungsian dengan sejumlah bantuan yang telah terkumpul melalui Posko HTI Peduli Muslim Rohingya. Kali ini para relawan HTI Langsa juga membuka posko di lokasi pengungsian sebagai titik penyaluran langsung kepada para pengungsi.

Koordinator Lapangan Arifin disela sela kegiatan menyampaikan bahwa turun langsung ke lapangan adalah sebagai bentuk tanggungjawab kepada umat yang telah mengamanahkan bantuan mereka kepada pihaknya, juga sekaligus untuk melihat kondisi para pengungsi serta kebutuhan-kebutahan apasaja yang mereka butuhkan dan belum terpenuhi.

“Dengan turun langsung seperti ini kita bisa melihat bagaimana kondisi mereka dan apasaja yang mereka butuhkan yang mungkin terlewatkan oleh saudara-saudara kita relawan yang lain. Dan juga sebagai transparansi kepada para penyumbang bahwa bantuan yang mereka amanahkan kepada kami telah kita sampaikan” jelas Arifin.

Ia juga menambahkan pihaknya tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan melaikan juga akan melakukan Recovery Mental guna membangkitkan kembali semangat para pengungsi yang nyaris pupus dan mengokohkan kembali akidah dan keimanan mereka untuk selalu taat kepada Allah SWT dalam kondisi apapun.

“selain menyalurkan bantuan, kita juga akan melakukan recovery mental kepada para pengungsi dan ini kita sedang melihat jadwal dan metode yang tepat sehingga kegiatan-kegiatan lainnya juga bisa berjalan lancar” lanjutnya.

Menurut Arifin, kegiatan kemanusiaan ini akan terus dilakukan Hizbut Tahrir Indonesia DPD II Kota Langsa baik untuk para pengungsi yang berada di Kota Langsa maupun di daerah lain.

“Sesama Muslim adalah saudara, jadi dimanapun mereka berada kita harus siap membantu dengan semampu kita karena semua itu adalah perintah Allah, perintah yang menciptakan kita semua” tutup Arifin.

| Musri


samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Ayah Bukhari sedang memberikan pemaparan kepada para santri-santri muda se Aceh Timur
SamudraNews.com | Aceh Timur - Ulama dalam masyarakat Aceh merupakan salah satu kelompok yang amat penting, antara lain posisinya sebagai pemimpin informal. Dalam sejarah masyarakat Aceh, terdapat hubungan yang sangat baik antara ulama, masyarakat dan pemerintah, hal ini dapat dilihat ketika terjadi keharmonisan antara mereka, bahkan ulama sendiri diangap sebagai orang yang paling dihormati dan disegani ditengah-tengah masyarakat oleh karena itu posisi ulama berada di barisan terdepan dalam tatanan hidup masyarakat.

Sejak jaman dahulu, di Aceh banyak ulama-ulama yang terkenal, bukan saja di Nusantara akan tetapi juga sampai Asian Tenggara. Namun seiring perkembangan jaman dan usia mereka yang juga tergolong tidak muda lagi, banyak sudah ualam-ulama besar Aceh yang begitu kharismatik telah tiada dan telah kembali menghadap Ilahi Rabi sehingga jumlah ulama-ulama besar nan kharismatik tersebut semakin berkurang jumlahnya.

Menghadapi dilemma tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur melalui Badan Majelis Permusyawaratan Ulama mengadakan pelatihan Kader ulama Muda se Aceh Timur yang direncanakan akan berlangsung selama sepekan yakni sejak tanggal 19 sampai dengan 25 Mei 2015 bertempat di Aula Kantor Kemenag Aceh Timur dengan tema “ Meningkatkan Wawasan Keagamaan dan Kaderisasi Ulama”.

Menurut Drs.Husni Wahab selaku sekretaris MPU Aceh Timur mengatakan, maksud dan tujuan diadakan pelatihan Kader Muda Ulama ini guna meneruskan peran ulama di Aceh Timur khususnya dan Provinsi Aceh pada umumnya. “kita ketahui bahwasannya jumlah ulama kita semakin hari semakin berkurang, jadi dengan adanya pelatihan ini kita mampu mengkaderkan ulama-ulama muda ini nantinya menjadi ulama besar dan kharismatik sehingga Aceh tetap memiliki ulama-ulama besar nantinya” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan pelatihan kader ulama muda ini untuk Aceh Timur sendiri ini merupakan ketiga kalinya kita laksanakan, bearti sudah tiga tahun sejak 2013 lalu dan memang pelatihan ini kita rencanakan akan dilaksanakan setiap tahunnya.

Untuk pelatihan Kader Ulama Muda Tahun ini diikuti sebanyak 48 peserta dari seluruh kecamatan Aceh Timur yang bearti setiap Kecamatan diikuti oleh dua orang santri Dayah/Pesantren.

Sementara itu, Ketua MPU Aceh Timur, Tgk. H. Buhari Hasan atau yang krab dipanggil dengan Ayah Leugee dalam sambutannya mengatakan ia secara pribadi sangat menyambut positif dengan diadakannya Pelatihan Kader Ulama Muda di Aceh Timur, karena Pelatihan ini bertujuan untuk melatih dan mempersiapkan ulama-ulama muda yang berwawasan pengehtahuan keagamaan yang luas dan mampu memnjadi pemimpin umat dimasa-masa yang akan datang mengantikan para ulama kita yang telah wafat dan berplang Kerahamatullah.

Oleh karena itu ia sangat mengharapkan mari kita ikuti pelatihan ini dengan sunguh-sunguh dengan memanfaatkan forum ini sebaik mungkin sekaligus kita berdiskusi tentang hal-hal yang menyangkut dengan hukum Islam, wawasan keagamaan dan insya Allah kita bia menjadi kader ulama yang baik, menjadi pautan bagi umat serta tercapai tujuan dan harapan kita semua “pungkasnya. Hadir antara lain dalam acara Pelatihan Kader Ulama Muda ini yakni Tgk. M. Nur Kenire, Tgk. Azharuddin, Kasi Bimas Kemenag Aceh Timur, Drs. Ahmad, M.A. 
 
| Arjuna
 
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Kabag Humas dan Protkol setdakab Aceh Timur, Nauli, S.STP, M.AP
samudraNews.com | Aceh Timur - Mengambil tema “Melalui Hari Kebangkitan Nasional Kita Bangkitkan Semangat Kerja Keras Mewujudkan Indonesia Maju dan Sejahtera”, pagi tadi bertempat di halaman Pusat Perkantoran Pemerintah Kabupaten Aceh Timur berlangsung Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-107 yang diikuti oleh seluruh PNS dilingkungan Pemkab Aceh Timur dan para siswa SMA dalam wilayah Kecamatan Idi Rayeuk.

Dalam sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika yang dibacakan oleh Asisten Administrasi Umum yang bertindak sebagai Pembina Upacara pagi tadi mengatakan, peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang kita peringati tiap tahunnya setiap tanggal 20 Mei menjadi momentum perjuangan seluruh rakyat Indonesia dimana kebangkitan nasional merupakan masa bangkitnya semangat nasionalisme, persatuan kesatuan dan kesadaran sebagai sebuah bangsa untuk memajukan diri melalui geakan organisasi modern yang sebelumnya tidak pernah muncul selama perjuangan. Melalui kegiatan Harkitnas, marilah kita kenang kembali bagaimana semangat perjuangan THE FOUNDING FATHERS bangsa besar ini untuk diambil sebagai teladan bagi kita semua. 
 
Dokter Wahidin Soedirohoesodo dan Dokter Soetomo telah menanamkan konsep perjuangan intelektual lewat pembentukan organisasi untuk membangun kebersamaan dan persatuan antar elemen bangsa. Jika dihitung dari awal kebangkitan nasional tahun 1908 berarti kita telah berproses lebih dari seratus tahun menjadi bangsa yang berdaulat dan secara terus menerus bergelut dengan perubahan. Sebagaimana kita ketahui visi misi presiden dan wapres JOKOWI-JK, pembangunan mental dan karakter bangsa menjadi salah satu prioritas utama program pembangunan pemerintah Indonesia sekarang ini. 
 
Pembangunan karakter tidak hanya di jajaran birokrasi tetapi juga pada seluruh komponen masyarakat. Pembangunan karakter disebut dengan “Revolusi Mental”, diharapakan menghasilkan sumber daya yang kreatif, inovatif, berdedikasi, disiplin, kerja keras dan taat aturan. Berhasilnya pembangunan mental dan karaktr yang baik tersebut akan mewujudkan masyarakat yang tertib dan terbuka sebagai modal social yang positif bagi kemajuan bangsa. 
 
Adapun tujuan peringatan Harkitnas le-107 adalah untuk terus memelihara, merubah dan menguatkan jiwa nasinalisme kebangsaan kita sebagai landasan dasar dalam melaksanakan pembangunan, menegakkan nilai-niai demokrasi berdasarkan moral dan etika berbangsa dan bernegara, memperat persaudaraan untuk mempercepat terwujudnya visi dan misi sebagai banga yang maju dan sejahtera dalam bingkai NKRI.  
 
| Arjuna
 
no image
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Samudranews.com - Aceh TImur | Bertempat DI Aula Gedung diklat BKPP Aceh Timur, pada Rabu pagi, 20/05/2015 telah berlangsung pembukaan acara Pembekalan Tugas bagi Geuchik dan Tuha Peut Gampong Angkatan II tahun 2015 yang dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Setdakab Aceh Timur, Drs. Zahri, M.AP yang diikuti sebanyak 60 orang yang terdiri dari Geuchik dan Tuha Peut Gampong yang berasal dari dua Kecamatan yakni Kecamatan Pantee Bidari dan Kecamatan Simpang Ulim.

Menurut ketua pelaksana kegiatan, Usman Abdullah, S.SoS.I yang juga merupakan Kepala Bagian Pemerintahan Mukim dan Gampong pada Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Timur menjelaskan, tujuan Pembekalan Tugas bagi Geuchik dan Tuha Peut Gampong ini merupakan kebutuhan penting dan mempunyai nilai yang sangat strategis guna untuk mencapai perubahan sisitem pelayanan kearah yang lebih baik terhadap kualitas pelayanan public di tingkat Gampong, hal ini dapat dipahami bersama bahwa pentingnya pembekalan tugas bagi aparatur pemerintahan di tingkat Gampong, sehingga pemerintahan di tingkat Gampong dapat berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan aturan dan Undang-Undang yang berlaku.

Lebih lanjut ia mengatakan, pelaksanaan pembekalan tugas bagi Geuchik dan Tuha Peut Gampong ini dijadwalkan akan berlangsung selama 3 hari dengan menghadirkan narasumber atau pemateri acara berasal dari Biro tata pemerintahan Setda Aceh dan unsur Pemerintahan Kabupaten Aceh Timur sendiri.

Sementara itu. Asisten I Bidang Pemerintahan Setdakab Aceh Timur, Drs. Zahri, M.AP dalam kata sambutannya ketika membuka acara dimaksud mengatakan sebagaimana kita ketahui bahwasannya Geuchik merupakan pemimpin pemerintahan terkecil di tingkat Gampong yang menjadi ujung tombak pelaksana pemerintahan, begitu juga halnya dengan para perangkat Tuha Peut Gampong yang memiliki tugas dan fungsi masing-masing sehingga tidak terjadi tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya dalam melaksanakan jalannya roda pemerintahan di tingkat Gampong.

Dalam kesempatan ini, Drs. Zahri, M.AP juga mengingatkan para Geuchik dan Tuha Peut bahwasannya transparansi dan akuntablitas dalam melaksanakan roda pemerintahan di tingkat Gampong sangat diperlukan, apalagi yang menyangkut masalah keuangan, sebab pada tahun ini seluruh desa di Tanah Air akan mendapatkan Alokasi Dana Desa atau Gampong yang akan dikelola sendiri oleh aparat Gampong sehingga akan sangat memudahkan penyelewengan dilakukan oleh aparat Gampong, “kalau hal seperti itu jangan pernah terfikirkan apalagi mencoba untuk melakukan hal-hal yang dapat merugikan saudara sekalian terutama kerugian bagi masyarakat dan Negara” tgasnya, sebab hal seperti itu akan bermuara pada tindak pidana yang sudah barang tentu saudara sekalian akan berurusan dengan aparat penegak hukum. Oleh karena itu saya berharap dalam mengambil sebuah kebijakan harus esuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, terutama dalam menyusun rancanan pembangunan menengah Gampong serta tertib administrasi Gampong lainnya sehingga pemerintahan di tingkat Gampong dapat berjalan dengan baik sebagaimana yang diharapkan.
 
| Arjuna
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
5 Senpi dan 1 Granat Aktif
samudranews.com | Kubu Raya – Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XII/Tpr Kolonel Inf Mukhlis, mendampingi Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Toto R. Soedjiman pada pelaksanaan tanam padi serentak se-Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Kapendam XII/Tpr disela-sela kegiatannya memberikan keterangan tentang adanya warga yang menyerahkan Senjata Api dan Granat Tangan aktif di Kodim 1013/Mtw, Selasa (19/5).

Kapendam mengatakan, Kodim 1013/Mtw telah menerima 5 pucuk senjata api dan 1 buah granat tangan aktif, dari warga Muara Teweh dan Warga Murung Raya, diserahkan secara bersamaan hari Selasa 19 Mei 2015 diterima oleh Pabung Mayor Inf S. A Prayoga dan Pasi Intel Kodim Kapten Inf Praptomo di Ruang Media Center Kodim 1013/Mtw. Sedangkan jenis senjata tersebut diantaranya; 2 pucuk jenis Hambur, 2 pucuk jenis Dum Duman, 1 pucuk pistol rakitan, dan 1 granat nanas, seluruhnya diserahkan dengan sukarela tanpa ada paksaan, katanya.

Sedangkan yang menyerahkan senjata tersebut adalah, berinisial Ra (37) warga Desa Respen Dikin, Ab (28) Warga Desa Tahujan Untup, Da (52) Warga Desa Tahujun Untup, dan Rat (46) warga Desa Bengin. Untuk barang bukti sementara masih diamankan di Gudang Senjata Kodim 1013/Mtw, Pungkas Kapendam XII/Tpr.

| PR | Red
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Add caption

LAPORAN KEUANGAN POSKO HTI PEDULI MUSLIM ROHINGYA




Laporan Keuangan Tanggal 17 Mei 2015
Rincian
No.
Keterangan
 Masuk
 Keluar
1
Sumbangan Syabab HTI Langsa
 Rp       2.015.000
 Rp                    -  
2
Belanja Logistik
 Rp                        -
 Rp    1.873.000
Jumlah
 Rp       2.015.000
 Rp    1.873.000
Total
Pemasukan
 Rp    2.015.000
Pengeluaran
 Rp    1.873.000
Saldo Akhir
 Rp        142.000

Laporan Keuangan Tanggal 18 Mei 2015
Rincian
No.
Keterangan
 Masuk
 Keluar
1
Mutasi Saldo Tanggal 17/5/2015
 Rp          142.000
 Rp                    -  
2
Pemasukan
 Rp    17.100.000
 Rp                    -  
Jumlah
 Rp    17.242.000
 Rp                    -  
Total
Pemasukan
 Rp  17.242.000
Pengeluaran
 Rp                      -
Saldo Akhir
 Rp  17.242.000

Laporan Keuangan Tanggal 20 Mei 2015
Rincian
No.
Keterangan
 Masuk
 Keluar
1
Mutasi Saldo Tanggal 18/5/2015
 Rp    17.242.000
 Rp                    -  
2
Pemasukan Tanggal 19-20/5/2015
 Rp    18.280.001
 Rp                    -  
3
Belanja Logistik
 Rp                        -
 Rp    8.117.000
Jumlah
 Rp    35.522.001
 Rp    8.117.000
Total
Pemasukan
 Rp  35.522.001
Pengeluaran
 Rp    8.117.000
Saldo Akhir
 Rp  27.405.001







Laporan Keuangan Tanggal 21 Mei 2015
Rincian
No.
Keterangan
 Masuk
 Keluar
1
Mutasi Saldo Tanggal 20/5/2015
 Rp    27.405.001
 Rp                    -  
2
Pemasukan Tanggal 21/5/2015
 Rp    11.230.000
 Rp                    -  
3
Suplay Air Bersih 25.000 ltr
 Rp                        -
 Rp        650.000
Jumlah
 Rp    38.635.001
 Rp        650.000
Total
Pemasukan
 Rp  38.635.001
Pengeluaran
 Rp        650.000
Saldo Akhir
 Rp  37.985.001
Laporan Keuangan Tanggal 22 Mei 2015
Rincian
No.
Keterangan
 Masuk
 Keluar
1
Mutasi Saldo Tanggal 21/5/2015
 Rp    37.985.001
 Rp                    -  
2
Pemasukan Tanggal 22/5/2015
 Rp       6.120.000
 Rp                    -  
3
Belanja Logistik
 Rp                        -
 Rp  12.532.000
4
Suplay Air Bersih 25.000 ltr
 Rp                        -
 Rp        650.000
Jumlah
 Rp    44.105.001
 Rp  13.182.000
Total
Pemasukan
 Rp  44.105.001
Pengeluaran
 Rp  13.182.000
Saldo Akhir
 Rp  30.923.001

Laporan Keuangan Tanggal 23 Mei 2015
Rincian
No.
Keterangan
 Masuk
 Keluar
1
Mutasi Saldo Tanggal 22/5/2015
 Rp    30.923.001
 Rp                    -  
2
Belanja Logistik
 Rp                        -
 Rp    6.498.000
3
Suplay Air Bersih 25.000 ltr
 Rp                        -
 Rp        650.000
Jumlah
 Rp    30.923.001
 Rp    7.148.000
Total
Pemasukan
 Rp  30.923.001
Pengeluaran
 Rp    7.148.000
Saldo Akhir
 Rp  23.775.001
Laporan Keuangan Tanggal 24 Mei 2015
Rincian
No.
Keterangan
 Masuk
 Keluar
1
Mutasi Saldo Tanggal 23/5/2015
 Rp    23.775.001
 Rp                    -  
3
Suplay Air Bersih 55.000 ltr
 Rp                        -
 Rp    1.430.000
Jumlah
 Rp    23.775.001
 Rp    1.430.000
Total
Pemasukan
 Rp  23.775.001
Pengeluaran
 Rp    1.430.000
Saldo Akhir
 Rp  22.345.001

Laporan Keuangan Tanggal 25 Mei 2015
Rincian
No.
Keterangan
 Masuk
 Keluar
1
Mutasi Saldo Tanggal 24/5/2015
 Rp    22.345.001
 Rp                    -  
2
Belanja Logistik
 Rp                        -
 Rp    7.675.000
3
Suplay Air Bersih 30.000 ltr
 Rp                        -
 Rp        780.000
Jumlah
 Rp    22.345.001
 Rp    8.455.000
Total
Pemasukan
 Rp  22.345.001
Pengeluaran
 Rp    8.455.000
Saldo Akhir
 Rp  13.890.001

Laporan Keuangan Tanggal 26 Mei 2015
Rincian
No.
Keterangan
 Masuk
 Keluar
1
Mutasi Saldo Tanggal 25/5/2015
 Rp    13.890.001
 Rp                    -  
2
Belanja Logistik
 Rp                        -
 Rp    1.910.000
3
Suplay Air Bersih 20.000 ltr
 Rp                        -
 Rp        520.000
Jumlah
 Rp    13.890.001
 Rp    2.430.000
Total
Pemasukan
 Rp  13.890.001
Pengeluaran
 Rp    2.430.000
Saldo Akhir
 Rp  11.460.001

Laporan Keuangan Tanggal 27 Mei 2015
Rincian
No.
Keterangan
 Masuk
 Keluar
1
Mutasi Saldo Tanggal 26/5/2015
 Rp    11.460.001
 Rp                    -  
2
Pemasukan Tanggal 23-27 Mei 2015
 Rp    22.008.100
 Rp                    -  
2
Belanja Logistik
 Rp                        -
 Rp  10.856.000
3
Suplay Air Bersih 35.000 ltr
 Rp                        -
 Rp        910.000
Jumlah
 Rp    33.468.101
 Rp  11.766.000
Total
Pemasukan
 Rp  33.468.101
Pengeluaran
 Rp  11.766.000
Saldo Akhir
 Rp  21.702.101

Laporan Keuangan Tanggal 28 Mei 2015
Rincian
No.
Keterangan
 Masuk
 Keluar
1
Mutasi Saldo Tanggal 27/5/2015
 Rp    21.702.101
 Rp                    -  
2
Belanja Logistik
 Rp                        -
 Rp        348.000
3
Suplay Air Bersih 30.000 ltr
 Rp                        -
 Rp        780.000
Jumlah
 Rp    21.702.101
 Rp    1.128.000
Total
Pemasukan
 Rp  21.702.101
Pengeluaran
 Rp    1.128.000
Saldo Akhir
 Rp  20.574.101

Laporan Keuangan Tanggal 29 Mei 2015
Rincian
No.
Keterangan
 Masuk
 Keluar
1
Mutasi Saldo Tanggal 28/5/2015
 Rp    20,574,101
 Rp                    -  
2
Pemasukan Tanggal 28-29/5/2015
 Rp       9,965,000
 Rp                    -  
3
Belanja Logistik
 Rp                        -
 Rp    1,266,000
4 
Suplay Air RO 75 Galon
 Rp                        -
 Rp        285,000
5
Suplay Air Bersih 45.000 ltr
 Rp                        -
 Rp    1,030,000
Jumlah
 Rp    30,539,101
 Rp    2,581,000
Total
Pemasukan
 Rp  30,539,101
Pengeluaran
 Rp    2,581,000
Saldo Akhir
 Rp  27,958,101



Laporan Keuangan Tanggal 30 Mei 2015
Rincian
No.
Keterangan
 Masuk
 Keluar
1
Mutasi Saldo Tanggal 29/5/2015
 Rp 27,958,101
 Rp                -  
3
Belanja Logistik
 Rp                  -
 Rp      760,000
4
Suplay Air Bersih 45.000 ltr
 Rp                  -
 Rp   1,050,000
Jumlah
 Rp 27,958,101
 Rp   1,810,000
Total
Pemasukan
 Rp 27,958,101
Pengeluaran
 Rp   1,810,000
Saldo Akhir
 Rp 26,148,101
REKAPITULASI KEUANGAN
TOTAL DANA MASUK
 Rp 86,718,101
TOTAL DANA KELUAR
 Rp 60,570,000
TOTAL DANA TERSISA
 Rp 26,148,101




Laporan Keuangan Tanggal 31 Mei 2015
Rincian
No.
Keterangan
 Masuk
 Keluar
1
Mutasi Saldo Tanggal 30/5/2015
 Rp 26.148.101
 Rp                -  
2
Operasional
 Rp                  -
 Rp      220.000
3
Pemasukan Tgl 29-31/5/2015
 Rp   5.308.000
 Rp                -  
4
Suplay Air RO 40
 Rp                  -
 Rp      152.000
5
Suplay Air Bersih 50.000 ltr
 Rp                  -
 Rp   1.180.000
Jumlah
 Rp 31.456.101
 Rp   1.552.000
Total
Pemasukan
 Rp 31.456.101
Pengeluaran
 Rp   1.552.000
Saldo Akhir
 Rp 29.904.101




REKAPITULASI KEUANGAN

TOTAL DANA MASUK
 Rp 92.026.101

TOTAL DANA KELUAR
 Rp 62.122.000

TOTAL DANA TERSISA
 Rp 29.904.101








Catatan: Selain dana, panitia menerima barang berupa pakaian perlengkapan shalat dan lainnya