November 2016
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Samudra NewsLANGSA - Malam penutupan MTQ Kota Langsa ke VIII, dimana saat juara terbaik sedang melantunkan ayat suci alquran serta dilanjutkan sampai dengan pembagian hadiah untuk para sang juara generasi qurani. Acara tersebut dibarengi dengan acara kampanye dialogis salah satu pasangan calon (paslon) Walikota dan Wakil Walikota Langsa Usman Abdullah dan Marzuki Hamid atau sering disebut pasangan (UMARA), di Jalan Pasar Ikan, disamping Latos tepatnya di depan Masjid Raya Darul Falah Kota Langsa, Minggu (27/11) malam.
 
Sungguh sangat disayangkan hal itu dilakukan oleh paslon petahana, yang seharusnya menjadi contoh untuk rakyat, apalagi paslon tersebut sering mengelukan syiar islam namun kenyataanya diluar dugaan, kata Direktur LSM Gajah Puteh, Sayed Zahirsyah kepada awak media, Senin (28/11/2016), di Langsa
 
“Semalam di Lapangan Merdeka Kota Langsa sedang berlangsungnya kegiatan Penutupan MTQ yang sudah terjadwal dari Jumat sampai dengan Minggu (25-27/11) malam, namun di dekat Masjid Raya pasangan Umara berkampanye ria demi meraih dukungan dan simpatisan rakyat,” ujarnya.
 
“Sehingga pergelatan penutupan MTQ yang merupakan malam puncak dari kegiatan tersebut sepi dari pengunjung dan bahkan jauh dari kesan semarak,” jelasnya.
 
“kondisi ini sangat miris oleh karena harus tersaingi dengan kegiatan lainnya yang tidak konstektual dan hanya seremoni belaka,” imbuhnya.
 
“Sepertinya kampanye jauh lebih meriah daripada even syiar islam tersebut sehingga mengurangi gaung dari ajang lantunan ayat suci alquran ini,” terang Sayed.
 
Sementara itu, salah seorang masyarakat Kota Langsa Tgk. Muhammad kepada LintasAtjeh.com mengatakan bahwa MTQ yang sudah terjadwal hendaklah dihormati dan membantalkan kegiatan seumpama kampanye seperti Umara itu.
 
“Jangan hanya slogan dan program saja yang dengan penegakan syariat islam, tapi pada kenyataannya justru mereka yang mengecilkan nilai-nilai syariat Islam,” ucapnya dengan nada sedih. | Alam
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Samudra NewsLangsa – Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bening, Sukri Asma,di Langsa, Jum’at, meminta institusi terkait agar menertibkan alat peraga kampanye ilegal yang tersebar diseluruh pelosok Aceh, seperti pemasangan bendera partai tertentu di atas pohon, disepanjang pembatas jembatan dan pohon bercat warna bendera partai.
 
“Instansi terkait harus bersikap dan menertibkan alat peraga ilegal. Pohon kayu dicat warna bendera partai. Pembatas jembatan juga demikian. Ini mohon menjadi perhatian semua pihak termasuk aparat keamanan,” ujar Sukri.
 
Menurut dia, setiap pasangan calon baik gubernur/wakil gubernur, bupati/wakil bupati dan walikota dan wakil walikota sudah disampaikan pemberitahuan tentang area pemasangan alat peraga kampanye. Tapi, mengapa masih ada yang tidak patuh terhadap aturan. Hal ini terjadi secara masif diseluruh Aceh, sehingga perlu ditindaklanjuti segera agar tercipta Pilkada damai di propinsi paling ujung pulau sumatera ini.
 
Sukri menguraikan, jika merujuk pasal 20 ayat (3,4, dan 5)  UU Nomor 7 tahun 2015 tentang Pilkada bahwa lokasi alat peraga kampenye tidak dipasang di tempat ibadah, sekolah, rumah sakit dan lainnya. Kemudian, pemasangan alat peraga juga memperhatikan etika, estetika, keindahan dan kebersihan disekitar lokasi.
 
“Jadi kalau dipohon ada bendera, terus pohon dicat, pembatas jembatan dicat, ini tidak mencerminkan pemahaman pasal 20 ayat 3,4 dan 5 UU No 7 tahun 2015. Perlu segera ditertibkan,” sebut Sukri.
 
Kemudian, Sukri juga menyoroti pemasangan alat peraga dan pendirian posko tim pemenangan calon gubernur/wakil gubernur nomor urut 5, Muzakir Manaf-TA Khalid dan walikota dan wakil walikota Langsa nomor urut 4, Usman Abdullah-Marzuki Hamid yang diusung Partai Aceh dipasang di lokasi tanah milik TNI AD di Desa Pondok Kemuning Kecamatan Langsa Lama.
 
Sepertinya, lanjut Sukri, tim pemenangan dimaksud tidak paham regulasi dan nyaris tak membaca aturan main Pilkada sehingga apa yang dilakukan tim itu bisa merugikan calon yang didukung.
 
“Ini harus dicabut alat peraga di Pondok Kemuning itu. Lahan milik TNI AD, milik negara harus steril dari posko, baliho, spanduk maupun bendera partai politik. Bila dibiarkan menjadi preseden buruk,” tandas Sukri Asma. | Alam
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Samudra NewsAceh Timur - Pelaksanaan Tugas (Plt) Bupati Aceh Timur, Prof Dr Ir Amhar Abubakar MS menyatakan akan menindak tegas Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terlibat politik praktis pada Pilkada 2017, termasuk Kepala Dinas Kesehatan setempat yang terbukti mengkampanyekan calon petahana pada saat peringatan Hari Kesehatan Nasional beberapa waktu lalu.


"sejauh ini kita menunggu hasil penyelidikan dari Panwaslih dan inspektorat Aceh Timur. Jika terbukti terlibat mendukung salah satu pasangan calon, sanksi berat pemecatan," ujar Amhar di Idi, Kamis (24/11).

Publik di Aceh Timur sedang menanti hasil investigasi para pihak dan keputusan Plt Bupati sebagaimana pernyataannya pada pidato pertama sekali ketika apel bersama jajaran pegawai di lingkungan Pemkab Aceh Timur.

Sementara, Ketua Tim Advokasi Pasangan Calon Ridwan Abubakar dan Abdul Rani, Sofian Adami, SH menilai Kadis Kesempatan Aceh Timur Kamarullah telah melanggar pasal 2,3,4 dan 5 Undang-undang nomor 5 tahun 2014 tentang aparatur sipil negara.

"Itu pelanggaran. Ancamannya jelas pemecatan. Ini bukti bila aparatur bersekongkol dengan Partai Aceh guna memenangkan calon incumbent," sebut Sofian.

Sudah jelas buktinya, lanjut Sofian, bahwa pada tanggal 14 November 2016 yang diselenggarakan di Kantor Dinas Kesehatan Aceh Timur di duga turut mengkampanyekan calon  petahana  dengan no urut 2, serta mengacungkan dua jari pula.

Menurut dia,  karna yang dilakukan H.Kamarullah telah melanggar Hukum, maka selaku tim Advokasi Pasangan Nek Tu-Polem calon Bupati Aceh Timur, pihaknya telah melaporkan H.Kamarullah dan jajarannya ke Plt Gubernur Aceh Soedarmo pada 18 November 2016 dengan nomor surat 01/T-ADV/XI-2016 perihal Pelanggaran Dilakukan oleh Aparatur Sipil Negara(ASN) dalam Pilkada.

"Kita sayangkan adanya oknum ASN terlibat politik praktis dan mendukung salah satu pasangan calon. Untuk itu, laporan ke berbagai pihak sudah dilayangkan," urai Sofian Adami | Alam
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Samudra News | Aceh Timur - Peredaran Narkoba  jenis Psikotropika di Indonesia setiap tahunnya terus meningkat, sama halnya dengan penguna narkoba setiap tahun jumlahnya juga terus meningkat,  pada Tahun 2015 lalu tercatat jumlah penguna Narkoba di Tanah Air sebanyak 5,8 jiwa, peningkatan angka penguna narkoba ini sangat signifikan kenaikannya bila dibandingkan dengan Tahun 2014 dimana jumlah penguna hanya sekitar 4,1 jiwa penguna sehingga Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menyatakan Indonesia saat ini berstatus darurat Narkoba.

Provinsi Aceh dalam penggunaan dan peredaran narkoba menduduki rangking ke-8 secara nasional, sedangkan Kabupaten Aceh Timur menduduki peringkat ke-3 dari 23 Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Aceh.
Untuk mengantisipasi peredaran dan para penguna piskotropika di tanah air, khususnya di Aceh, terutama Aceh Timur, pemerintah daerah terus berupaya melaksanakan kegiatan pencegahan melalui sosialisasi pencegahan terhadap para pelajar dan masyarakat , termasuk megadakan Muzakarah Ulama yang diselengarakan oleh Majelis permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Timur yang bertempat di Aula Kantor Kemenag Aceh Timur pada Kamis, 24 November 2016.

Menurut Tgk. H. Nuruzzahri atau yang akrab disapa dengan Waled Samalanga dalam Muzakarah Ulama ini menyampaikan ada beberapa strategi dalam pemberantasan Narkoba yakni peran orang tua, mmberikan pemahamn agama kepada anak-anak, sibukan anak-anak dengan kegiatan yang positif, setiap Khatib atau guru membiasakan untuk mengingatkan kepada murid-muridnya akan bahaya Narkoba, pelarangan rokok, jadikan mata pelajaran khusus tentang bahaya Narkoba untuk diajarkan di sekolah-sekolah maupun di pesantren-pesantren serta peran Pemerintah.

Sementara itu Zulkarnain Nasution selaku Sekjend Gerakan Anti Narkoba Indonesia yang juga menjadi pemateri dlm Muzakarah Ulama ini membahas tentang Narkoba dan permasalahannya di Aceh menyarankan untuk pencegahan peredaran Narkoba adalah pencegahan berbasis sekolah, pencegahan berbasis keluarga dan masyarakat, pencegahan berbasis tepat kerja dan pencegahan berbasis media.

Asisten II Bidang ekonomi, Pembangunan dan Keistimewaan Aceh Setdakab Ace Timur, Usman A. Rachman, SH, SP mengatakan Muzzakarah ini diharapkan nantinya mampu meminimalisir peredaran dan penguna Narkoba di Aceh Timur yang semakin hari jumlah pengedaran dan pemakainya terus mengalami peningkatan apalagi masalah peredaran Narkoba di Aceh Timur ini sudah mencapai tingkatan yang sangat meprihatinkan dan oleh sebab itu peran pemerintah kalau tidak didukung oleh semua elemen dan lapisan masyarakat akan sia-sia dan tidak akan berjalan seperti yang diharapkan” ujarnya.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa Kabupaten Aceh Timur yang memiliki garis pantai berhadapan langsung dengan selat malaka merupakan salah satu pintu masuk bagi narkoba jenis sabu dan ektasy, bahkan untuk Indonesia, hal ini sangat beralasan mengingat pesisir pantai Aceh Timur hampir sebahagian besar merupakan hutan Mangrove dengan alur-alur kecil yang bisa langsung menembus ke kampung-kampung nelayan yang ada di Kabupaten ini jadi tak heran apabila daerah ini menjadi pintu masuk bagi narkoba dan juga tempat transit narkoba di Indonesia” lanjut Asisten II Setdakab Aceh Timur

Maksud dan tujuan diadakannya Muzakarah ulama ini guna membahas atau mencari solusi mengenai strategi pemberantasan Narkoba di Kabupaten Aceh Timur yang sudah mersahkan bagi semua pihak, dengan harapan semoga hasil dari Muzakarah ini akan melahirkan sebuah rekomendasi bagi kebijakan pemerintah daerah, Kepolisian dan Instansi terkait lainnya untuk menjadikan sebuah strategi dlam pemberantasan Narkoba di Kabupaten Aceh Timur . Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua II MPU Aceh Timur, Tgk. H. Azharuddin, S.Pd.I ketika membacakan laporan panitia kegiatan Muzakarah Ulama ke II kabupaten Aceh Timur Tahun 2016. Lebih lanjut ia menjelaskan, kegiatan ini berlangsung selama satu hari yang diikuti sebanyak 50 orang Tengku-tengku yang berasal dari 24 kecamatan yang berada di Kabupaten Aceh Timur. | Arjuna
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
H. Hasbullah 
Samudra NewsLangsa - Tim relawan  Rakan setia Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah yang maju Sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Aceh pada Pilkada 2017, menyerukan kepada seluruh anggota dan simpatisan untuk melakukan upaya pemenangan pasangan itu dengan cara halal.

"Tim Rakan setia Irwandi-Nova harus sabar, tidak arogan serta bekerja mematuhi aturan kampanye sesuai arahan Irwandi Yusuf agar tercipta Pilkada Halal," ujar Ketua Tim Rakan Setia Irwandi-Nova Kota Langsa, H Hasbullah di Langsa, Kamis (24/11)

Menurutnya, Pilkada Halal adalah pelaksanaan pesta demokrasi yang elegan, tanpa kecurangan, penindasan, teror, intimidasi dan aksi kekerasan fisik maupun bersenjata api.

Bila Pilkada 2017, bisa berlangsung dengan aman dan damai maka sebenarnya semua pihak sudah memahami demokrasi dengan baik. 

"Kita himbau kepada semua relawan Irwandi-Nova untuk tidak terpancing dengan gesekan sosial di tengah masyarakat seperti yang terjadi di luar Kota Langsa," himbau H Hasbullah.

Hasbullah menegaskan, tim pemenangan Irwandi-Nova tidak akan melakukan perlawanan bila ada pihak kandidat lain yang melakukan manuver kekerasan, fitnah dan aksi teror terhadap pasangan ini.

Pihaknya, lanjut Hasbullah, akan terus patuh pada aturan main Pilkada. Terkait fitnah dan ancaman, dirinya mengaku menyerahkan semua itu pada pengawas Pilkada dan aparat hukum.

"Kita tidak berpolitik dengan ancaman dan fitnah. Jika itu terjadi pada pasangan yang kita usung, maka rakyat akan menilai sendiri karena masyarakat kita sudah sangat paham terhadap politik dan mana pemimpin yang akan membawa kesejahteraan nantinya," sebut dia.

Menurutnya, Irwandi Yusuf adalah pilihan tepat jika masyarakat ingin menuju kesejahteraan. Program jaminan kesehatan yang dilaksanakan pada tahun 2006-2011, terbukti membawa kebaikan di tengah masyarakat.

Kemudian, anak yatim yang berbakat perlu diperhatikan dengan baik karena Aceh ke depan butuh generasi pintar untuk menjadi pemimpin masa depan.

"Untuk sejahtera masyarakat harus sehat. Karena jika sehat bisa bekerja dan insya Allah sejahtera," ujar Hasbullah.

Tambahnya, anak Aceh juga nanti akan disekolahkan ke luar negeri agar bisa belajar ilmu pengetahuan yang nantinya diaplikasikan di Aceh. Karena daerah ini memiliki sumber daya alam melimpah dan anak Aceh masa depan dapat mengelola ini dengan baik nantinya.

"Selama ini potensi kekayaan alam kita dikelola pihak asing. Ke depan harus putra-putri Aceh yang kelola agar dipergunakan sepenuhnya untuk kesejahteraan rakyat Aceh," tandas Hasbullah. | Alam
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Samudra NewsLANGSA – Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat Suramoe Instutitute, Mahdani Syahputra, di Langsa, Selasa (22/11),  mengingatkan para pasangan calon (Paslon) gubernur/wakil gubernur, bupati/wakil bupati dan walikota/wakil walikota yang maju dalam Pilkada 2017 untuk tidak melakukan upaya meraih dukungan dengan menghalalkan berbagai cara. Bila itu terjadi, dipastikan kehancuran Aceh diambang pintu.
 
Melihat perkembangan situasi politik yang terjadi dimasyarakat akhir-akhir ini, lanjut dia,  cukup membuat masyarakat semakin tidak nyaman dan terasa khawatir akan timbulnya kembali gejolak yang sangat menakutkan. Kekhawatiran itu, sambungnya, dirasakan rakyat seiring dengan semakin ketatnya persaingan partai politik dalam mencari dukungan.
 
“Ini hal wajar dalam era demokrasi, apalagi menjelang Pilkada yang semua partai politik bebas mencari dukungan. Tapi semua itu ada koridornya, ada regulasi dan etika politik di sana. Jangan lantas melakukan tindakan tercela untuk nafsu politik sesaat,” urai Mahdani.
 
Mencari dukungan dengan cara mengancam, menculik, teror, bahkan membunuh, menurut dia adalah hal tidak manusiawi dan melanggar ketentuan perundang-undangan yang berlaku sehingga menimbulkan gejolak sosial sehingga rakyat menjadi resah bahkan terpecah belah.
 
Menurut Mahdani, kemenangan yang diraih dalam pemilihan kepala daerah dengan cara yang tidak demokratis hanya akan menghasilkan pemimpin yang tidak memiliki tujuan untuk memikirkan rakyatnya, tetapi lebih cenderung bertujuan untuk mementingkan diri sendiri maupun melanggengkan kekuasaannya semata.
 
“Bila ini yang  terjadi maka Aceh tinggal menunggu kehancuran. Untuk itu, kita menyampaikan pesan moral kepada para calon kepala daerah agar berlaku fair play, demikian pula masyarakat harus pintar dengan tidak memilih calon yang menggunakan cara-cara busuk,” pungkas Mahdani. | Alam
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Samudra News | Jakarta Polri meminta masyarakat untuk tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terbukti kevalidannya alias hoax. Sebab, hukuman pidana dan denda akan mengancam bagi mereka yang menyebarkan jenis informasi tersebut.

"Bagi Anda yang suka mengirimkan kabar bohong (hoax), atau bahkan cuma sekadar iseng mendistribusikan (forward), harap berhati-hati. Ancamannya tidak main-main, bisa kena pidana penjara enam tahun dan denda Rp 1 miliar," kata Karo Penmas Mabes Polri Kombes Rikwanto saat dihubungi media, Jakarta, Minggu (20/11/2016).

Penyebar informasi hoax bisa terancam Pasal 28 ayat 1 dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dengan ancaman pidana maksimal enam tahun penjara dan denda maksimal Rp 1 miliar.

Jadi, tegas Rikwanto, mulai saat ini setiap orang harus berhati-hati dalam menyebarkan pesan berantai lewat perangkat elektronik itu. Saat ini banyak pesan hoax yang berseliweran di tengah masyarakat.

"Yang mem-forward, disadari atau tidak, juga bisa kena karena dianggap turut mendistribusikan kabar bohong," imbuh dia.

Dia meminta kepada masyarakat agar bersikap teliti saat mendapat pesan berantai yang sekiranya hoax. Mereka diharapkan tidak sembarang mem-forward kepada lainnya.

"Laporkan saja kepada polisi. Pesan hoax harus dilaporkan ke pihak berwajib karena sudah masuk dalam delik hukum," ucap Rikwanto.

Setelah laporan diproses oleh pihak kepolisian, baru kemudian polisi bisa melakukan penyidikan dengan bekerja sama bersama Kominfo dan segenap operator telekomunikasi.

"Tolong jangan sembarangan mem-forward kabar yang belum tentu benar atau hoax. Jangan asal forward lagi, bisa memperkeruh suasana," imbau Rikwanto. | news.liputan6.com
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Samudra NewsLANGSA - Kalangan elemen sipil di Kota Langsa Provinsi Aceh, menduga ada oknum 'titipan' di lembaga penyelenggara Pilkada sehingga berlaku culas dalam menetapkan Daftar Pemilih Sementara (DPS).

Direktur LSM Gadjah Puteh, Sayed Zahirsyah, di Langsa, Kamis (17/11), menilai ada upaya sistematis yang dilakukan dalam pemuktahiran data pemilih di daerah itu oleh oknum tertentu pada Divisi Perencanaan dan Data Komisi Independen Pemilihan (KIP) setempat.

"Jika melihat banyaknya pemilih ganda pada DPS yang dirilis KIP beberapa waktu lalu, maka terendus adanya konspirasi untuk melakukan penggelembungan suara terhadap salah satu pasangan calon tertentu," urai Sayed.

Menurutnya, proses penyerahan DP4 dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil kepada KIP sebagai bahan awal pemuktahiran data pemilih terkesan ada pesanan khusus.
Hal ini, lanjut dia, tampak dengan tidak sinkronnya data dari DP4 dengan realitas data di lapangan (desa) saat pemuktahiran (entri data) dilakukan.

"Ini ada apa, bagaimana dinas yang menangani persoalan Kependudukan bisa memiliki data tidak sesuai dengan fakta lapangan. Patut dicurigai ada upaya tertentu kepada pasangan calon tertentu pula," tandas Sayed.

"Terlebih oknum penyelenggara yang membidangi divisi data di KIP Kota Langsa merupakan titipan partai tertentu. Sehingga sangat memungkinkan diduga ada kepentingan sepihak dalam kasus ini," sambung Sayed menganalisa.

Dia menduga, adanya DPS ganda tidak hanya terjadi di Kota Langsa saja. Bisa jadi, berlaku masih di seluruh Aceh untuk menenangkan pasangan calon yang diusung partai tertentu pula.

"Pemerintah daerah beserta aparat keamanan perlu melakukan croscek mendalam di seluruh Aceh tidak hanya Kota Langsa semata," pinta aktivis sosial ini, seraya menambahkan jika tidak maka praktik culas akan berlaku sehingga menghasilkan pemimpin daerah dengan cara-cara kotor.

Terkait adanya dugaan DPS ganda, Ketua KIP Kota Langsa, Agusni AH menyatakan data pemilih tersebut masih bersifat sementara dan akan terus dilakukan perbaikan hingga valid nantinya.

Karenanya, Agusni berterimakasih kepada masyarakat yang telah menyampaikan masukan terkait adanya pemilih ganda dalam DPS yang diumumkan pihaknya.

"Ini data belum validasi masih sementara, akan terus diperbaiki dan masyarakat diharapkan berperan aktif dalam mengoreksi daftar pemilih sampai bersih yang akan ditetapkan dalam DPT nantinya," jelas Agusni. | Alam
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Samudra NewsLANGSA – Wakil Ketua Satuan Siswa Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila Kota Langsa, Provinsi Aceh, Reva Mardiandi, di Langsa, Kamis (17/11), mengemukakan masyarakat harus mewaspadai berkembangnya gerakan anti-pancasila yang merupakan bahaya laten—gerakan baru Partai Komunis Indonesia (PKI)—yang terus bergeliat di tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
  
“Kita sedang dihadapkan pada kenyataan bahwa neo PKI mulai berkembang di tengah masyarakat. Ini perlu segera dideteksi dan diberangkus sehingga tak ada rong-rongan terhadap pancasila sebagai ideoloi dan falsafah bangsa,” ujar Reva.

Sebagai generasi muda yang berhimpun di bawah naungan Ormas Pemuda Pancasila, kata Reva, pihaknya memiliki tanggung jawab untuk menghalau tumbuh kembangnya neo PKI di tengah masyarakat. Karenanya, anak muda ini mengajak semua komponen untuk menangkal gerakan anti-pancasila sedini mungkin.

Diakuinya, keberadaan beragam organisasi kemasyarakatan bisa saja menjadi celah masuknya paham komunis dan anti pancasila sehingga kerap menimbulkan kekacauan.

“Harus waspadai terhadap orang-orang berpaham komunis, anti-pancasila yang masuk ke organisasi tertentu atau mendirikan sebuah organisasi baru. Ini cikal pemantik kegaduhan,” urai Reva mengingatkan.

Dalam konteks Aceh kekinian, lanjut dia, perlu untuk terus menerus dicermati perkembangan masyarakatnya. Jangan sampai, damai Aceh yang terpelihara selama ini menjadi surga bagi golongan anti-pancasila untuk menyusup dan tubuh subur.

“Kita perlu mawas diri, jangan terlena dengan damai yang tercipta. Adanya ajakan untuk mengibarkan bendera tertentu selain sang saka merah putih, juga bagian anti-pancasila yang tidak bisa ditelorir, terlebih jelang perhelatan pesta demokrasi seperti sekarang ini,” tegasnya.

Reva menandaskan, bahwa aksi terorisme juga merupakan persenyawaan gerakan anti-pancasila yang terus perlu diwaspadai. Hal ini, menjadi tanggung jawab semua pihak tidak hanya aparat keamanan semata. Melain setiap warga bangsa, khususnya kaum muda, demikian Reva Mardiandi. | Alam
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Samudra News | IDI – Dewan Kerajinan Daerah Aceh Timur, kembali mengelar pelatihan anyaman tikar pandan. Sebanyak 20 peserta yang diberi pelatihan anyaman tikar pandan tersebut bertujuan dalam memeperkuat jaringan klaster industri.

Pelatihan tersebut Dekranasda Aceh Timur bekerjasama dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Aceh Timur. Pelatihan tersebut digelar di auala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan, Koperasi dan UKM Kabupaten setempat selama 4 hari sejak tanggal 17 sampai dengan 20 november 2016.

Sementara itu, dalam sambutanya Plt Ibu Bupati  : Dra.Hj. Meutia Alinda Amhar selaku Ketua Dekranasda Kabupaten Aceh Timur dalam sambutannya pada pembukaan mengatakan, Seperti diketahui bersama bahwa di Kabupaten Aceh Timur terdapat berbagai macam industri kerajian rakyat yang tersebar di desa-desa diantaranya kerajinan anyaman tikar, tenun, bordir dan sebagainya.

Namun industri kerajinan anyaman tikar telah ditetapkan sebagai kerajinan unggulan di Kabupaten Aceh Timur. Kami mengetahui bahwa Ibu-ibu dan adik-adik perajin telah memproduksi berbagai jenis anyaman namun demikian keberhasilan usaha kerajinan ini harus senantiasa dikembangkan guna mengantisipasi persaingan mutu dari perajin yang ada di luar kita.

Kita bersyukur bahwa potensi alam bagi kerajinan anyaman ini tersedia melimpah berupa bahan baku seuke yang tersedia terutama di daerah sentra kerajinan ibu-ibu.

Sedangkan kendala kita adalah sebagian ibu-ibu perajin masih menjadikan usaha kerajinan ini sebagai usaha sampingan selain bertani, sehingga sering terjadi stagnasi produksi dan berpengaruh pada kontinuitas produksi secara keseluruhan.

Melalui pelatihan ini Dekranasda Kabupaten Aceh Timur tetap berkomitmen dalam rangka mengembangkan dan meningkatkan mutu mutu produk dari ibu-ibu perajin karena mutu suatu produk ditentukan oleh nilai-nilai yang terkandung dalam desainnya. Melalui pelatihan ini juga diharapkan ibu-ibu perajin dapat memperoleh masukan dalam mendiversifikasi produk anyaman pandan sehingga mempunyai peluang pasar yang lebih besar.

Bahwa dalam rangka pengembangan dan pemberdayaan Industri Kerajinan di Kabupaten Aceh Timur, Dekranasda bersama dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Aceh Timur melakukan koordinasi berupa bantuan Pembinaan maupun fasilitas bagi perajin diantaranya bahan baku pendukung seperti pewarnaan anyaman maupun peralatan.

Peluang pasar aneka kerajinan berbahan dasar pandan sangat besar mengingat kerajinan tersebut ramah lingkungan dan bernilai seni tinggi, kita dapat berbangga, karena tidak sedikit produk anyaman kita telah diminati oleh turis manca negara maupun domestik dalam ajang pameran dan promosi.

Pada kesempatan pelaksanaan kegiatan pelatihan ini diharapkan kepada para peserta untuk dapat mengikuti materi-materi yang telah dipersiapkan dalam pelatihan ini dengan sebaik-baiknya sehingga nantinya setelah pelatihan ini berakhir, ibu-ibu dan adik-adik peserta dapat menindak lanjuti kegiatan ini dan dapat bermanfaat,” Demikianlah sambutan Plt Ibu bupati Dra.Hj. Meutia Alinda Amhar. | Alam