Desember 2016
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Samudra NewsLangsa- Calon Gubernur Aceh nomor urut 6, Irwandi Yusuf mengatakan dirinya berkomitmen untuk memberantas angka kemiskinan di Aceh.


Hal ini disampaikan Irwandi ketika bersilaturahmi dengan masyarakat Kota Langsa dalam rangka peringatan 12 tahun tsunami, penanaman bibit mangrove dan santunan anak yatim yang dilaksanakan Pengurus Cabang LSM Perintis Kota Langsa di Kuala Langsa Kecamatan Langsa Barat, Selasa 27 Desember 2016.



Menurut Irwandi, semasa dirinya menjadi gubernur Aceh pada 2006-2012, telah melakukan berbagai kebijakan pro rakyat. Seperti program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) yang kemudian ditiru pemerintah pusat dengan program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas).



Selain itu, dia juga mengembangkan ekonomi kreatif sebagai lokomotif peningkatan perekonomian rakyat paska konflik bersenjata yang berkepanjangan di Aceh.



Lain itu, Irwandi  menuturkan, bantuan keuangan peumakmu Gampong atau biasa disebut Alokasi Dana Gampong (ADG) juga program unggulan untuk mengentaskan masyarakat yang mayoritas berdomisili di desa-desa.



"Dulu kita program pemberdayaan masyarakat, pengentasan kemiskinan dan kesehatan gratis bagi rakyat Aceh karena saya berkeinginan agar masyarakat sejahtera," tutur Irwandi dihadapan seribuan masyarakat yang hadir.



Mantan ahli propagandanya GAM ini juga mengatakan, semasih menjadi gubernur, dirinya telah merancang program jalan tol, pembangkit tenaga listrik dan panas bumi di Seulawah, akan tetapi digagalkan pihak rival politiknya.



Meski begitu, pada Pilkada 2017 nanti, Irwandi mengajak semua komponen masyarakat untuk dapat hadir di TPS memberikan hak suaranya dengan memilih calon pemimpin sesuai dengan hati nurani dan mempertimbangkan rekam jejak calon dimaksud.



"Pilih pemimpin yang mumpuni, yang mau mengentaskan kemiskinan bukan memperkaya pribadi dan kelompoknya semata," ajak calon gubernur yang mahir menerbangkan pesawat ini.



Sementara, tim pemenangan Irwandi-Nova, Tgk Marzuki Daud mengatakan, pada Pilkada 2017, diharamkan untuk memilih pasangan calon yang diusung Partai Aceh.



"Kita haramkan Partai Aceh untuk menang dalam pilkada Aceh mendatang karena merekalah otak dari kesengsaraan masyarakat Aceh," sebut dia.



Karenanya, Marzuki mengajak semua pihak untuk memenangkan pasangan Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah sebagai gubernur dan wakil gubernur Aceh periode 2017-2022.



"Jangan takut untuk melawan kezaliman Partai Aceh yang telah memperlakukan kita sesukanya karena kita siap membantu dan melawan kembali Partai Aceh," tandas Marzuki Daud. | Alam
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
KIN-4 MHTI Langsa : Sistem di Indonesia Malapetaka terhadap ketahanan keluarga
Samudra NewsLangsa - Negara yang menerapkan sistem demokrasi kapitalisme seperti sekarang ini tidak mampu menjadikan negara sebagai soko guru ketahanan keluarga. Terbukti dalam ketidakmampuan negara mengurusi rakyatnya dengan baik. Hal ini disampaikan dalam Kongres Ibu Nusantara ke-4 di Aula DPKA Langsa (Cakdon) pada Ahad, 25 Desember 2016.

Event Akbar yang mengangkat tema “Negara Soko Guru Ketahanan Keluarga” dan  dihadiri oleh ratusan peserta tersebut memberikan edukasi penting terhadap negara yang tidak menerapkan Syariah Islam secara kaffah.

Aisyah Karim, SH dalam materinya menjelaskan ide-ide kesetaraan gender yang berbasis pada liberalisme telah menjadikan perempuan sebagai obyek bahkan liberalisme menjadikan kesetaraan dan keadilan harus teraplikasi di setiap sendi kehidupan.   Siapapun, bahkan Tuhan tidak boleh merampas hak-hak seseorang, dengan dalih, kebebasan individual yang harus dilindungi negara. Ide-ide ini merupakan malapetaka yang harus dilawan dengan keras oleh umat Islam dan negara harus bertindak tegas membuang jauh-jauh ide bathil tersebut bukan malah memfasilitasinya.

“Sistem ini menggunakan ide feminisme dan kesetaraan gender untuk semakin mengeskploitasi wanita dengan cara yang lebih elegan. Padahal wanita tidak perlu feminisme dan kesetaraan gender” Papar Aisyah

Sangat jauh berbeda jika Islam menjadi acuan berputarnya roda pemerintahan seperti yang disampaikan Evalina SP dalam materinya tentang sistem Islam yang mampu menciptakan kesejahteraan umat yang tidak pernah mangangkangi fitrah manusia khususnya perempuan.

“Dalam Islam, wanita sangat dimuliakan kehormatannya, dijamin kesejahteraannya, pendidikannya. Sistem pendidikan Islam mampu menghasikkan manusia seutuhnya (insan kamil)” Jelas pemateri kedua ini.

Lebih rinci juga disampaikan oleh pemateri ketiga Afrida S.Pd dan keempat Suci siregara S.Pd bahwa wewujudkan ketahanan keluarga sebagai salah satu pilar katahanan masyarakat dan bangsa tidak bisa dibebankan pada kualitas individu dalam memerankan diri di masing-masing keluarganya dan hal ini menjadi bukti bagi semua khususnya umat islam bahwa Sistem yang berlaku saat ini (Demokrasi Kapitalis-red) tidak mampu menjadikan negara sebagai sokoguru ketahanan keluarga. Karena itu kita semua harus kepada sistem yang sudah dibuktikan sejarah yang tidak lain hanyalah Islam.

Oleh karena itu, jelas Suci Siregar, S.Pd diakhir materinya, haruslah ada upaya sungguh-sungguh untuk mewujudkan negara yang berkeadilan dan memakmurkan rakyatnya. Dan kita umat Islam, para perempuan yang merupakan madrasatul ula bagi generasi Islam kedepan haruslah membangun kesadaran bahwa terwujudnya ketahanan keluarga meniscayakan peran besar negara, bahkan mengharuskan negara menempatkan diri sebagai pilar utama dan paling besar (soko guru). Dan semua tidak bisa dilakukan oleh negara sebagaimana paradigma sistem demokrasi saat ini. Hanya negara berdasarkan Islam yakni Khilafah Islamiyah lah yang bisa diharapkan mewujudkan peran idealnya. Karena itu solusi tuntas bagi persoalan massalnya kerapuhan keluarga adalah berjuang bersama menegakkan sistem Khilafah yang akan secara nyata menghadirkan Negara sebagai Soko Guru Ketahanan Keluarga.[]
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Samudra NewsLangsa - Dalam kegiatan silaturahmi bersama masyarakat, Ketua Relawan pasangan calon bupati dan wakil bupati Aceh Timur, Ridwan Abubakar-Tgk Abdul Rani, Abdul Hadi Abidin alias Adi Maros menuturkan pengalaman dirinya diminta bantu oleh Hasbullah M Thaib (Rocky)--calon bupati petahana--agar bersedia melepaskan Rocky saat ditangkap Polda Aceh karena menjadi penyelundup pupuk bersubsidi di tahun 2007 silam.


"Si Rocky Itu Mafia penyeludup pupuk bersubsidi. Ditangkap pihak Polisi AIRUD dan jajaran Polda Aceh serta ditahan di Mapolres Aceh Timur.  Beliau meminta bantuan saya dan saya tidak mau bantu mafia," ujar Adi Maros dihadapan ratusan mahasiswa dan santri asal Aceh Timur yang menuntut ilmu di Kota Langsa, Rabu (21/12/2016) malam.



Dijelaskan, setelah dirinya tak berkenan membantu. Lantas Rocky meminta bantuan Muzakir Manaf dan Ridwan Abubakar (Nek Tu) untuk melakukan mediasi dengan Polda Aceh dan Polres Aceh Timur.



"Rocky hanya ditahan selama tiga hari di Mapolres Aceh Timur. Saya punya data untuk ini. Jika tidak percaya silahkan konfirmasi ke Polres Aceh Timur," urai Ketua Aceh Human Foundation ini.



Adi Maros menyarankan agar pada Pilkada 2017 di Aceh Timur, rakyat tidak lagi memilih pemimpin yang kerap melakukan tindakan layaknya mafia. Apa lagi maraknya pungli liar seperti fee proyek dan pajak nanggroe.



"Saran saya masyarakat Aceh Timur harus menilai dari berbagai sudut pandang sebelum memilih. Lihat latar belakang atau sosok yang akan dipilih," sebut Ketua AMPG Aceh Timur itu.



Walau demikian, diakuinya, Nek Tu juga punya beberapa yang dianggap kesalahan saat marah di DPR Aceh pada sidang kelengkapan dewan beberapa waktu lalu.



"Bagi saya itu wajar ketika hak kita diinjak injak kita berteriak," pungkas Abdul Hadi Abidin. | Alam
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Samudra NewsLangsa - Calon Bupati Aceh Timur nomor urut 1, Ridwan Abubakar alias Nek Tu berjanji akan menghapus praktik rekomendasi dan pajak liar untuk setiap Sagoe KPA yang selama ini kerap terjadi dalam beragam pengurusan oleh rakyat di lingkungan pemerintah daerah setempat.
 
"Kedepan tidak ada lagi rekom dan pajak nanggroe itu. Kita hapus itu jika saya terpilih nantinya," sebut Nek Tu dihadapan ratusan mahasiswa dan santri asal Aceh Timur yang sedang menuntut ilmu di Kota Langsa, Rabu (21/12/2016) malam.
 
Pernyataan itu disampaikan Ridwan Abubakar menanggapi pertanyaan salah seorang perwakilan mahasiswa yang merasa miris dengan praktik pajak nanggroe (pungutan ilegal) terhadap beragam kegiatan di tengah masyarakat.
 
Kegiatan pertemuan tersebut, sengaja dilakukan untuk bersilaturahmi dengan elemen mahasiswa Aceh Timur yang kuliah di sejumlah kampus di Kota Langsa.
 
Ridwan Abubakar dengan seksama mendengar keluh-kesah para mahasiswa dengan seksama dan memberikan tanggapan yang relevan dan terukur.
 
Menurut Nek Tu, Aceh Timur di masa depan harus bangkit dalam banyak hal. Seperti pendidikan, peningkatan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.
 
Untuk bidang pendidikan perlu digiatkan pemberian beasiswa kepada mahasiswa, pelajar dan santri. Karenanya, lanjut dia, segala bentuk rekomendasi ke depan tetap melalui geuchik selaku kepala pemerintahan terbawah.
 
"Tidak ada rekomendasi dari pihak lain termasuk Sagoe-Sagoe KPA/PA atau GAM. Hanya ada rekomendasi geuchik saja dalam semua pengurusan," tegas mantan Panglima Operasi GAM Aceh Timur itu.
 
Salah seorang tim pemenangan pasangan itu, Abdul Hadi Abidin menuturkan, bahwa memimpin Aceh Timur kedepan bukan berkarakter mafia, terlebih adanya pemotongan persen dalam setiap proyek karna dapat merugikan hasil pembangunan.
 
" Pajak nanggroe itu ilegal. Begitu juga pemotongan fee proyek. Rekomendasi pengurus Sagoe KPA/PA untuk pengurusan diranah birokrasi juga tidak dibenarkan. Ini yang perlu kita hapus ke depannya," tandas Ketua Angkatan Muda Partai Golkar Aceh Timur itu.
 
Dalam pertemuan tersebut, hadir sejumlah tokoh Aceh Timur diantaranya,  Masri Djaffar, pengacara kondang Muslim A Gani, Sofian Adami, Ketua Golkar Aceh Timur, Ir.Kasat, Ketua Partai Demokrat Aceh Timur, Mirnawati.
 
Selain itu hadir juga mantan Wakil Bupati Aceh Timur, Nasruddin Abubakar dan Ketua Partai Nasdem  Aceh Timur, Nyak Musa. | Alam
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Samudra NewsLANGSA - Adami (40) salah seorang eks combatan GAM warga Langsa Lama, atau lebih populer dan dikenal Bang Mis kontraktor, siap mendukung serta memenangkan paslon Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh pada Pilkada 2017.

Demi memenangkan Irwandi Yusuf mantan combatan ini yang sering disebut Reo Hantu, sudah keluar serta mengundurkan diri secara tertulis dari Pengurus Partai Aceh (PA) Kec. Langsa Lama dari jabatan bendahara partai lokal tersebut.

Demikian dikatakan Adami kepada awak media pada saat acara temu ramah Calon Gubernur Aceh Drh Irwandi Yusuf dengan masyarakat Kota Langsa yang di gelar di lapangan sepak bola Kebun Lama selasa (20/12/2016)

Dalam acara temu ramah tersebut turut di hadiri oleh Mayjen purnawirawan Sunarko, para Relawan Irwandi, Rakan setia Irwandi,sahabat setia Irwandi dan ribuan masyarakat Kota Langsa.

Dalam kata sambutannya Irwandi menyampai kan visi dan misinya ,jika terpilih menjadi Gubernur Aceh Priode 2017-2022 dia akan mengedepankan kesehatan Rakyat Aceh melalui Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) karna saat ini masyarakat Aceh khususnya di pedesaan sangat susah memperoleh kesehatan.ujar Irwandi. 

"Selanjutnya kata dia, Anak anak tidak mampu yang berprestasi akan di kuliahkan hingga S1.S2.hingga S3."

Sementara itu dalam kata sambutanya Mayjen Purnawirawan Sunarko yang menjadi timses Irwandi mengatakan,masyarakat Kota Langsa jangan sampai salah pilih sebab saya sudah jadi korban .Pasalnya pada pilkada tahun 2012 saya mendukung Mualem ,tapi saya sudah di tipu sehingga kali ini saya membantu Irwandi untuk menjadi Aceh 1, pungkas nya. | Alam
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Samudra News | Sasaran Kerja Pegawai (SKP) memuat kegiatan tugas jabatan dan target yg harus dicapai. Setiap kegiatan tugas jabatan yg akan dilakukan harus berdasarkan pada tugas dan fungsi, wewenang, tanggung jawab, dan uraian tugas yg telah ditetapkan dalam Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK).

SKP atau Sasaran Kerja Pegawai yang  merupakan salah satu unsur di dalam Penilaian Prestasi Kerja PNS yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2011. SKP wajib disusun oleh seluruh PNS/ASN baik Jabatan Fungsional Umum (JFU), Jabatan Fungsional Tertentu (JFT) dan pejabat Struktural (Eselon I – Eselon V) sesuai dengan rencana kerja instansi/organisasi yang kemudian dinilai oleh atasan/pimpinan langsung penyusun SKP.

Untuk Jabatan Fungsional Umum (JFU) penyusunan SKP disesuaikan dengan nama jabatan yang bersangkutan dan uraian kegiatannya yang akan dilakukan selama 1 (satu) tahun dengan mengacu pada SKP atasan langsungnya. Sedangkan bagi JFT penyusunan SKP mengacu pada lampiran kegiatan yang ada pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan RB yang mengatur tentang jabatan tersebut dan Angka Kreditnya (AK) sesuai dengan jenjang jabatan masing-masing

Hal tersebut dikatakan oleh Assisren III Administrasi Umum Setdakab Aceh Timur, Safrizal SH, M.AP ketika membuka acara Bimbingan Teknis Pemantapan Penyusunan SKP di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur Tahun 2016 yang berlansung selama dua hari sejak 15 sampai dengan 16 Desember 2016 di Aula Gedung SKB.

Lebih lanjut ia menjelaskan, dlam sistim penilaian prestasi kerja, setiap PNS harus menyusun SKP selaku rancangan pelaksanaan kegiatan tugas jabatan, sesuai dengan rincian tugas, tangung jawab dan juga wewenangnya yang dengan cara umum telah ditetapkan dalam struktur dan juga tata kerja organisasi,oleh sebab itu dalam pelatihan ini nantinya peserta akan diberikan materi rumus penilaian apaian SKP, selain itu para peserta juga mendapatkan panduan praktik langsung belajar membuat SKP sehingga nantinya para peserta diharapkan mapu menjalankan dan berperan sebagai narasumber di masing-masing instansi, agar lebih memudahkan sosialisasi peraturan baru ini dalam rangka menyusun sasarana kerja PNS dengan benar, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sementara itu epala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), Drs. Irfan Kamal, M.Si yang diwakili oleh Sekretatris BKPP Aceh Timur, Mansyurddin, SE dalam laporannya mengatakan Bimtek ini diikuti sebanyak 40 orang peserta yang membidangi kepegawaian di setiap SKPK yang berada di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Aceh Timur dengan menghadirkan narasumber yang beraal dariBKN Regional XIII Banda Aceh dan juga pejabat yang berwenang dalam masalah ini. | rilis
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Samudra NewsLangsa - Bendera Aceh  adalah berlambang alam Peudeng (pedang) bukan bulan bintang yang selama ini kerap didengungkan pihak tertentu dan telah pula disahkan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) beberapa waktu lalu. Demikian dikatakan mantan kombatan wilayah Tamiang, Tgk Abdullah ketika berbincang dengan awak media di Langsa, Sabtu (3/12/2016).

Menurutnya, pada awal kegemilangan Aceh kala dipimpin para Sultan, Aceh mengibarkan bendera alam pedang dan cap sikureung (sembilan) sebagai stempel kerajaan.
Jadi, lanjut dia, adalah pembohongan dan pemutarbalikan fakta sejarah bila saat ini bulan bintang disahkan menjadi bendera Aceh.
"Tolong jangan bodoh rakyat atas kepentingan personal dan kelompok saja.  Sehingga bulan bintang dianggap aspirasi rakyat dan dijadikan bendera," tegasnya.
Tgk Abdullah merasa miris melihat kelakuan rekan seperjuangannya dulu semasa masih bergabung dalam Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang kini menginginkan bulan bintang sebagai bendera Aceh.
Dalam pandangannya, bila ingin mengembalikan identitas Aceh maka alam pedang adalah simbol perekat dan identitas keAcehan rakyat Aceh. Bukan malah bintang bulan.
"Bintang bulan bendera perjuangan untuk memerdekakan Aceh dari penjajahan. Jadi tak layak dikibarkan selama Aceh belum merdeka," sebut Abdullah.
Karena Aceh kini sudah damai, sambungnya, sebagaimana perjanjian MoU Helsinki, maka pergunakanlah alam pedang sebagai simbol kedamaian abadi dan perekat ditengah masyarakat.
Dia juga mengatakan, bahwa perayaan Milad GAM tanggal 4 Desember mendatang tidak perlu diwarnai aksi penaikan bendera bulan bintang. Bila itu terjadi, maka semua yang terlibat dalam prosesi penaikan bendera itu adalah pelaku Makar.
"Itu Makar bila naikkan bendera bulan bintang. Karena ketika Aceh telah damai tidak ada lagi simbol dan lambang perjuangan. Jika ada tentu Makar," tandas Tgk Abdullah.
Dirinya berharap, perayaan Milad GAM cukup diperingati dengan doa bersama, kenduri anak yatim dan memberikan santunan kepada korban konflik termasuk janda mantan pejuang yang telah syahid.
Mendoakan para syuhada bangsa Aceh, kata dia, lebih berarti ketimbang menaikan bendera bulan bintang yang kemudian menimbulkan kekacauan ditengah perdamaian yang dicapai antara Pemerintah RI dan GAM.
"Ini imbasnya rakyat. Kita berjuang dulu untuk memerdekakan bangsa dan rakyat Aceh. Kini sudah damai jangan lagi buat rakyat susah," pungkasnya. | Alam
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Samudra NewsLangsa – Pesta demokrasi pemilihan kepala daerah baik gubernur/wakil gubernur, bupati/wakil bupati dan walikota/wakil walikota pada 15 Februari 2017, menyedot perhatian banyak pihak. Tidak hanya kalangan elit politik semata, rakyat jelata ikut andil dalam menakar kandidat mana yang memiliki kans terpilih sebagai pemimpin ‘Serambi Mekkah’ lima tahun ke depan.
 
Pagi tadi, Kamis (1/12/2016), ketika rinai hujan membasahi bumi, awak media berkesempatan mampir di sebuah warung kopi di seputaran Jl A Yani Kota Langsa. Walau hujan menguyur kota jasa—sebutan Langsa—tapi antusias warga untuk menikmati secangkir kopi tetap tinggi.
 
Dari sekian banyak kursi dan meja yanag tersedia penuh disesaki pengunjung. Gumpalan asap rokok membumbung, membuat suasana kian marak. Sesayup, dari meja sebelah terdengar celoteh empat orang pria paruh baya memperbincangkan ikhwal Pilkada, khususnya siapa sosok gubernur Aceh masa depan.
 
“Kita ini disodorkan banyak pilihan calon gubernur. Ada enam calon, hanya Apa Karya—sapaan Zakaria Saman—yang belum pernah menjadi pemimpin pemerintahan di Aceh. Sisanya lima pasangan lain pernah menjabat orang nomor satu dan dua di negeri ini,” celoteh pria tambun berkumis tipis di pojok meja yang kemudian diketahui bernama Rusli.
 
Menurutnya, Irwandi Yusuf pernah menjabat gubernur, Tarmizi Karim juga pernah pelaksana tugas medio 2012. Abdullah Puteh apa lagi, saat jadi gubernur dirinya tersandung korupsi. Zaini Abdullah petahana, sama halnya Muzakir manaf yang pecah kongsi dengan Abu Doto—sapaan Zaini—sebagai wakil gubernur dan kini mencalonkan diri berpasangan dengan TA Khalid.
 
“Hanya Zakaria Saman yang belum pernah pimpin Aceh. Kali ini, cocok kita beri kesempatan agar dia jadi gubernur, kita lihat apa programnya, bagaimana dia saat memimpin, apakah sama dengan pendahulunya,” sebut Rusli kepada tiga sohibnya sambil meneguk kopi perlahan.
 
“Kalau saya tetap Mualem—sapaan Muzakir Manaf—karena dia akan memperjuangkan Aceh masa depan. Aceh akan aman bila dipimpin mualem,” timpal Bustami yang berpostur tinggi besar, memberi argumentasi kepada Rusli dan berusaha mengajak kedua rekan lainnya setuju atas pandangannya.
 
Kalau Mualem, lanjut Bustami, praktis kehidupan masyarakat Aceh lebih aman ketimbang beberapa waktu lalu. Karena, Mualem pimpinan KPA dan PA. Tentu tidak akan ada huru-hara di Aceh. Tapi bila Mualem tak terpilih, bisa jadi Aceh kembali bergejolak. Aksi kriminalitas bisa saja terjadi dimana saja.
 
“Agar hidup aman dan mudah cari rizki, apa salahnya kita pilih Mualem. Dia cocok untuk pimpin negeri indatu kita lima tahun ke depan dengan pengalamannya sebagai wakil gubernur selama ini,” urai Bustami berapi-api.
Mendengar penjelasan Bustami. Abdullah yang sedari tadi berkutat dengan smartphone miliknya, kini angkat bicara. “Hai...memangnya Mualem bisa apa? Aceh butuh pemimpin cerdas dan religius. Karena Aceh harus maju kedepan nantinya,” sergah Abdullah.
 
Dalam pandangan Abdullah, sosok cerdas dan riligius hanya ada pada diri Tarmizi A Karim yang berpasangan dengan Machsalamina Ali. Karena, Tarmizi seorang birokrat, ahli tafsir dan gelar akademiknya telah Doktoral (Strata 3). Lain itu, sejumlah jabatan penting pernah diemabannya seperti bupati Aceh Utara, Plt Gubernur dibeberapa provinsi termasuk Aceh dan salah satu Dirjen di Kementerian Dalam Negeri.
 
“Pak Tarmizi lebih berpeluang. Saya dukung beliau walau bukan termasuk tim susksesnya. Beliau orang cerdas, berpengalaman, insya Allah Aceh maju,” pungkas Abdullah berargumen.
 
Tak ingin kalah dari tiga temannya, giliran Hanafiah yang berkomentar. “Kita duduk berempat, kayaknya semua beda pilihan. Saya menjagokan Irwandi Yusuf, karena terbukti saat jadi gubernur periode lalu, dia mampu sejahterakan rakyat. Programnya bagus seperti jaminan kesehatan dan beasiswa sehingga kita tidak repot berobat cukup tunjukan kartu keluarga dan KTP saja sudah gratis dan ini diambil sama Dokto saat dia memimpin Cuma rubah nama saja,” jelas Hanafiah sambil melirik ke tiga temannya.
 
Jangan lagi kita ditipu, sambung dia, untuk pilih pemimpin yang tidak jelas dan tidak paham kondisi Aceh. Kalau Irwandi memang beda dan punya terobosan membangun daerah dan sejahterakan rakyat. Eks kombatan dapat banyak bantuan pemerintah, bahkan Partai Aceh dulu dibentuknya walau dia kemudian tidak lagi di partai tersebut.
 
“Pilih saja Irwandi-Nova, duet ini bawa kesejahteraan Aceh, yakinlah,” cetusnya mengajak teman sejawatnya agar mau memilih Irwandi pada hari pemungutan suara nanti.
 
Inilah fenomena perpolitikan Aceh yang terekam dari perbincangan warga Kota Langsa di salah satu warung kopi. Tampak bahwa ada tiga kekuatan besar yang berpeluang memimpin Aceh dengan segala program yang ditawarkan. Akan tetapi semua kembali pada masyarakat dalam menentukan pilihannya pada 15 Februari 2017 nanti. ***
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Samudra NewsYa Rabb... satu lagu kisah nyata yang sangat mengharukan dari medan jihad "Aksi 212".

Berbondong-bondong Umat Islam dari berbagai pelosok daerah berangkat ke Jakarta lillah hanya digerakkan oleh iman mereka, oleh kecintaan mereka pada agamanya, sehingga halangan rintangan ataupun musibah dalam perjalanan tak membuat terpuruk malah justru makin meningkatkan keimanan dan semangat mereka di jalan Allah.

Ini kisah Kafilah dari Medan Sumatera Utara yang awalnya menempuh perjalanan darat dengan mobil namun qadarullah mengalami kecelakaan, Mereka tak tampak sedih. Dengan senyum dan wajah ceria walau mobil rusak mereka tetap melanjutkan perjalanan... dengan pesawat.

Di akun facebooknya, Uthie Widyastuti yang memposting foto Kafilah Medan ini menceritakan:

"Ini kisah temanku wahai kawan,
Mereka adalah rombongan dari Medan
Yang melakukan perjalanan untuk ke Jakarta 212 dengan mobil
Qadarullah di Jambi mobil terguling
Alhamdulillah semua selamat
Sekarang mereka melanjutkan perjalanan dengan pesawat ke Jakarta
Mobil mereka tinggalkan di Jambi
Selama nyawa masih di diri
Apapun kendala, akan dihadapi
Demi sebuah rasa di hati
Dan pernyataan keberpihakan diri..."


Yaa Allah.. Sebaja itu tekad mereka.. Semoga mereka mndapat balasan yang berlipat dari ALLAH..

Sungguh iri, Mereka punya sesuatu yang dibanggakan ketika bertemu Allah kelak...

Sungguh mereka yang ikhlas berjuang di jalan Allah akan diberikan manisnya iman dan manisnya berjihad di jalan Allah hingga dalam kejadian apapun..

Kisah ini akan menjadi rangkaian kisah-kisah lain, yang membuktikan UMAT INI SUDAH BANGKIT, UMAT INI BUKAN BUIH KUALITASNYA.

ALLAHU AKBAR!

Sumber: FB Uthie Widyastuti | portalpiyungan.co 
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Ilustrasi 
Samudra NewsLangsa - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gadjah Puteh akan menggelar kompetisi paskibra tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sederajat se propinsi Aceh dan Sumatera Utara yang dijadwalkan berlangsung pada  tanggal 12-15 Desember 2016 di Kota Langsa.

Direktur LSM Gadjah Puteh, Sayed Zahirsyah menuturkan, kegiatan dimaksud mengangkat tema "Membentuk Pribadi Yang Disiplin dan Berjiwa Patriot Sebagai Penegak Panji-Panji Merah Putih.”  

 “Even ini diharapkan dapat menjadi motivasi yang punya nilai edukasi dan membentengi para generasi muda dari hal negatif seperti narkoba,kriminal serta berbagai bentuk prilaku buruk lainnya,” tutur Sayed di Langsa, Kamis (1/2).

Dia berharap agar semua pihak, terutama orangtua dan para pendidik untuk mendorong putra-putrinya terlibat dalam kegiatan positif ini. Demikian juga kepada semua pihak dan stekholder agar kiranya dapat mendukung kegiatan yang baru pertama kali ini digelar di Aceh tersebut. Terlebih, lanjutnya, hal ini diinisiasi oleh elemen sipil yang cinta kepada NKRI. 

Sayed juga menyiratkan Kekecewaan  karena even dimaksud minim dukungan dari pemerintah dan penguasa dalam upaya pengkaderan pasukan penggerek bendera merah putih ini.

“Merah putih adalah simbol negara yang terus dihina dan dilecehkan kewibawaan nya,kami akan selalu setia mempertahankannya,” ujar Sayed

Tokoh muda Kota Langsa, Syahputra mengatakan, seharusnya kegiatan dimaksud mendapat dukungan penuh semua pihak. Terlebih, saat ini pelaksaan Pilkada sedang berlangsung di Aceh secara serentak.

Kegiatan ini, merupakan salah satu wahana penyampaian pesan agar Pilkada Aceh berlangsung aman, damai dan bermartabat sesuai azas demokrasi yang langsung, bebas dan rahasia.

“Peserta lomba tentunya pelajar yang dalam pilkada nanti adalah pemilih pemula yang memiliki jiwa nasionalisme dan berwawasan kebangsaan sehingga bisa menentukan pilihannya pada calon pemimpin yang tepat untuk masa depan daerah,” sebutnya.

Selain itu, lomba Paskibraka bisa diartikan pentingnya semangat kebersamaan diantara kaum muda dari beragam latarbelakang suku dan agama guna menjunjung tinggi tegaknya panji kebesaran negara yakni bendera Sangsaka merah putih.

“Penggerek bendera merah putih sangat penting. Mereka beragam asal usul dan bersatu dalam tujuan yang sama menaikan bendera pusaka bangsa itu,” tandas Syahputra. | Alam
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Samudra NewsLangsa - Seribuan masyarakat Kota Langsa, Aceh Timur dan Aceh Tamiang tumpah-ruah di Lapangan Merdeka menghadiri acara bertajuk Nusantara Bersatu yang bertemakan “Indonesiaku, Indonesia kami, Indonesia kita, Bhineka Tunggal Ika” pada Rabu (30/11).

Kegiatan tersebut di motori Kodim 0104/Aceh Timur dengan melibatkan sejumlah instansi seperti Polres, pemerintah daerah, elemen kepemudaan dan masyarakat sipil lainnya.

Ketua MPU Aceh Tamiang, Ilyas Mutawa yang ditunjuk menyampaikan orasi didepan seribuan peserta mengajak segala elemen masyarakat baik aparatur negara maupun warga sipil lainnya bersatu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan menjungjung tinggi Bhineka Tunggal Ika sebagai alat pemersatu.

 "NKRI harga mati, hari ini tidak ada polisi, hari ini tidak ada TNI, hari ini tidak ada Jaksa, yang ada cuma satu NKRI," ujar Ilyas dengan semangat dalam orasinya.

Sementara, Asisten III Pemda Aceh Timur, Syafrizal, SH, MH, dalam orasinya menyampaikan tidak ada perbedaan suku dalam kecintaan terhadap NKRI. "Mendengar nyanyian Indonesia Raya membuat hati kita bergetar. Dengan Bhinneka Tunggal Ika, kita bersatu dalam perbedaan," serunya.

Menyikapi aksi tersebut, Koordinator Monitoring LSM Rumoh Aceh, Sukma MT mengapresiasi langkah menyatukan diri dalam bingkai NKRI. Terlebih, saat Aceh menjelang pelaksanaan Pilkada serentak.

“Kita aprsesiasi kegiatan ini. Perlu memang adanya kesamaan persepsi tentang kebhinekaan, pancasila dan NKRI. Ini Pilkada sudah diambang pintu, persatuan dan kesatuan harus tetap terjaga walau berbeda pilihan sehingga pesta demokrasi damai terwujud hendaknya,” pungkas Sukma. | Alam
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Samudra News | ACEH TAMIANG - Honda Jazz dengan Nopol BK 1578 OZ dengan Escudo BK 88XN yang bertuliskan BARET alami kecelakaan di jalan lintas Tamiang, Kamis 1 Desember 2016. Belum diketahui adanya korban jiwa dalam insiden tersebut.

Pengguna jalan dan warga setempat yang berada di TKP

Mobil Escudo Nopol BK 88 XN yang memutar arah menghantam rambu jalan

Warga setempat sedang melihat lihat kesekitaran mobil Escudo yang bertuliskan BARET 

Honda Jazz yang masih terguling masuk parit