Januari 2017
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
samudranews.com
SamudraNews.com | Langsa - Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kota Langsa Didesak agar segera menertibkan alat peraga kampanye (APK) pasangan calon Gubernur/Wakil Gubernur Aceh dan Walikota/Wakil Walikota Langsa yang diduga menyelami aturan.
 
Mantan Ketua Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi (SMPT) Universitas Samudera Langsa, Saiful Alam, di Langsa Minggu sore, mengemukakan adanya alat peraga kampanye pasangan calon Gubernur/Wakil Gubernur Aceh nomor urut 5, Muzakir Manaf-TA Khalid dan calon Walikota dan Wakil Walikota Langsa nomor urut 4, Usman Abbdullah-Marzuki Hamid, berupa baliho/Billboard contoh kertas suara yang terpasang di Jl Teuku Umar ke arah Jl Pasar Baru Desa Peukan Langsa Kecamatan Langsa Kota yang merupakan zona larangan pemasangan APK.
 
Selain itu, APK contoh kertas suara tersebut juga mencantumkan logo Komisi Independen Pemilihan (KIP) dan lambang Pemerintah Aceh serta lambang Kota Langsa.
 
"Seharusnya tidak boleh ada lambang daerah dan logo KIP sehingga publik mengansumsi pemasangan itu dilaksanakan oleh KIP dan mendukung salah satu pasangan calon tertentu," ujar Saiful.
 
Dikatakan Saiful Alam, Pasal 26 ayat (1) Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 12 tahun 2016 tentang  Kampanye. Dimana disebutkan, partai politik atau gabungan partai politik, pasangan calon/dan atau tim kampanye dapat membuat dan mencetak bahan kampanye selain yang difasilitasi oleh KPU/KIP meliputi; kaos, topi, mug, kalender, kartu nama, pin, ballpoint, payung atau stiker paling besar ukuran 10 cm x 5 cm.
 
"Ini jelas bentuk pelanggaran kampanye yang dilakukan pasangan calon tersebut. Untuk itu, Panwaslih harus segera merespon dengan mengeksekusi alat peraga itu. Inikan seperti ada upaya pembiaran sehingga terkesan mendukung Paslon tertentu," sergah mantan aktivis era 90-an ini.
 
Disebutkan, adanya Billboard dimaksud menjadi semakin jelas penekanan pasangan calon tersebut kepada masyarakat agar memilih mereka pada pemungutan suara nanti. Sebagai pasangan calon incumbent, baik Muzakir Manaf maupun Usman Abdullah telah mencatut lambang daerah dan logo penyelengara pilkada.
 
"KIP dan Panwaslih harus bertindak. Seharusnya tidak ada pemasangan logo KIP di contoh surat suara sehingga tidak menimbulkan syakwa sangka. Ada baiknya pihak penyelenggara dan pengawas memangil Paslon dimaksud," cetusnya.
 
Menurut Saiful, semua materi kampanye pasangan calon yang akan dijadikan alat peraga sejatinya dikonsultasikan terlebih dahulu ke KIP setempat agar mendapat surat pengesahan baru di pasang pada zona yang telah ditetapkan.
 
Ada indikasi, kata dia, Paslon dimaksud tidak melakukan konsultasi dengan penyelenggara. Surat persetujuannya juga diragukan, ada atau tidaknya. Bila ini terjadi tentu kembali terjadi pelanggaran pada UU Nomor 10 tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota serta PKPU Nomor 12 tahun 2016 tentang Kampanye.
 
"Karenanya Panwaslih harus menertibkan segala APK yang menyalahi aturan. Harus tegas tanpa pandang bulu karena Panwaslih lembaga pengawas independen dan taat pada aturan perundang-undangan, bukan pada kelompok tertentu," ketus Saiful.
 
Sementara, Ketua KIP Kota Langsa, Agusni AH yang dikonfirmasi mengaku pihaknya tidak ada memasang alat peraga kampanye yang hanya menampilkan gambar salah satu pasangan calon saja.
 
"Itu bukan KIP yang pasang. Kalau kita sosialisasi tata cara mencoblos tentu dengan simbol-simbol. Bila sosialisasi pasangan calon maka semua pasangan kita tampil gambarnya," jelas Agusni.
 
Sedangkan, Ketua Panwaslih Kota Langsa, Agus Syahputra menyatakan, pemasangan APK tidak bermasalah sepanjang tidak dipasang pada zona larangan yang telah disepakati dan ditetapkan.
 
Kemudian dia menilai bila gambar dan materi billboard dimaksud tidak masalah. 
 
"Jika dipasang di area larangan pemasangan APK, tentu segera kita surati pasangan calonnya," ungkap Agus. | Alam
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
samudranews.com
SamudraNews.com | Kota Langsa - Dua buah alat peraga kampanye (APK) berupa contoh surat suara milik pasangan calon Gubernur/Wakil Gubernur Aceh nomor urut 5, Muzakir Manaf-TA Khalid dan calon Walikota/Wakil Walikota Langsa nomor urut 4, Usman Abdullah-Marzuki Hamid yang terpasang di papan reklame kawasan Jl Teuku Umar menuju Jl Pasar Baru Desa Peukan Langsa Kecamatan Langsa Kota, Kota Langsa, diduga kangkangi aturan.

Pada APK contoh surat suara tersebut, tertera logo KIP dan Pemerintah Aceh untuk surat suara calon gubernur dan logo KIP serta lambang Pemko Langsa untuk surat suara calon walikota. Tampak pula ajakan untuk memilih pasangan calon gubernur nomor urut 5 dan calon Walikota Langsa nomor urut 4 yang tercoblos pada kedua gambar dimaksud.

Salah seorang masyarakat Kota Langsa, Yusdinur di Langsa, Jum’at (27/1/2017) menilai, pemasangan APK itu terkesan dipasang pihak KIP setempat. Lantaran, tertera logo KIP pada contoh surat suara dimaksud. “Bila ini benar KIP yang pasang berarti telah memihak pada salah satu pasangan calon dan independensinya diragukan,” kata dia.

Namun, bila pasangan calon yang memasang, maka Yusdinur menyayangkan hal itu. Pasalnya, pasangan calon tersebut tidak menaati aturan terkait zona pemasangan APK yang telah disepakati bersama. Kemudian, bentuk APK dimaksud juga menimbulkan penafsiran bila itu APK yang dipasang KIP sebagai lembaga penyelenggara. “Ini bisa salah tafsir seolah KIP memihak pada pasangan calon tertentu,” sebutnya.

Ketua KIP Kota Langsa, Agusni AH ketika dikofirmasi menyebutkan, pihaknya tidak memasang sosialisasi contoh surat suara yang demikian itu. Bila pun KIP melakukan sosialisi dalam bentuk Bilboard maka semua foto pasangan calon tertera dan tidak mengarahkan tanda coblos pada salah satu pasangan.

“Itu bukan KIP yang pasang. Kami bila mensosialisasikan tanda coblos tertera simbol-simbol tidak gambar pasangan calon,” jelas Agusni.

Sementara, Ketua Panwaslih Kota Langsa, Agus Syahputra yang dihubungi via selularnya mengutarakan, bentuk gambar baliho sebagaimana yang terpasang tidak menjadi permasalahan. Hanya saja menjadi persoalan bila dipasang di zona larangan pemasangan APK.

“Bila lokasinya berada di zona larangan pemasangan APK seperti Jl Ahmad Yani dan Teuku Umar maka akan diproses. Segera kita surati pasangan calonnya dan ini berlaku pada semua paslon,” ucap Agus Syahputra. | Alam
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
samudranews.com
SamudraNews.com | Pada aksi bela ulama beberapa wakttu lalu, ada seorang muslimah yang membawa bendera Tauhid (ar-Royah). Ternyata ia adalah Irawati Moerid.

Irawati Moerid adalah seorang mantan pemain tenis kebanggaan Indonesia. Dia pertama kali bermain di tenis pada tahun 1990. Bertinggi badan 163 cm dan berat 57 kg. Dilahirkan di 
Manado.

Koleksi Gelar:
Asian Games 1990, 1 perak dan 1 perunggu
SEA Games 1991, 2 emas dan 1 perak
SEA Games 1997, 1 emas dan 1perunggu

Tunggal
1992 - Juara ITF


Circuit, Bandung

Ganda
1993 - Seoul, (Mimma Chernovita)
1998 - Manila, (Liza Andriyani)
1999 - Jakarta, (Liza Andriyani)
1999 - Jakarta, (Wynne Prakusya)
1999 - Jakarta, (Wukirasih)
2000 - Jakarta, (Yayuk Basuki)
2000 - Jakarta, (Wukriasih)
(Wikipedia, portal-islam.com)
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
samudranews.com
Masa Kecil 

SamudraNews.com | Ricky Fattama Zaya Munthe begitulah nama anak muda yang saat ini sedang menjadi bahan perbincangan didunia kepemudaan dan mahasiswa. Nama ini diberikan oleh ayahnya M. Salamuddin Munthe bersama Bundanya bernama Sulastri. Ricky dilahirkan di Desa Kampung Pajak, Kecamatan NA IX- X Kabupaten Labuhan Batu Utara, Sumatera Utara, pada tanggal 18 April 1990. Orang tuanya memberikan nama tersebut dengan maksud ketika dewasa menjadi seorang pemimpin, sukses dan berjaya. Marga Munthe adalah marga Batak yang ia dapatkan dari jalur bapaknya, namun didalam diri Ricky juga mengalir darah Jawa, karena ibunya berasal dari suku Jawa. Ricky adalah anak pertama dari 5 bersaudara dan 1 adiknya sudah meninggal dunia sewaktu kecil. 

Masa kecil Ricky dihabiskan dikampung Pajak, pendidikan awalanya pun dimulai di kampung ini yaitu di SDN 112321 Kampung Pajak dari tahun 1995-2002, setelah selesai menamatkan sekolah dasaranya Ricky masuk ke SMPN Aek Kota Batu Kec NA IX-X selama 3 tahun, pada tahun 2005 ia lulus dan melanjutkan ke Madrasah Aliyah yaitu MAN Aek Natas dari tahun 2005-2008. SD hingga MAN Ricky bersekolah masih didaerah Kampungnya sebab waktu itu ia belum diijinkan oleh Kakek "Oppung" untuk pergi keluar daerah meskipun semenjak SMP ia sudah sangat ingin pergi keluar Daerah termasuk ke Jakarta. Semnjak kecil keluarga besar Ricky sangat menanamkan sikap tanggung jawab, jujur dan memegang prinsip. Dari kecil ia termasuk anak yang lumayan keras kepala mungkin karena anak pertama.

Mulai Berkenalan dengan Pergerakan

Tahun 2008 ia diterima kuliah di UIN Pekanbaru dengan Jurusan Ilmu Hukum, semasa kuliah ia pernah aktif diberbagai Organisasi baik HMI, KAMMI, LDK, BEM, Salah satu amanah strategis yang pernah dipegangnya semasa kuliah adalah menjadi ketua BEM Hukum periode 2010- 2011 dan beberapa tahun sebelumnya pernah juga menjadi Kabid Intelektual di LDK Al-Karamah UIN Pekanbaru Tahun 2009-2010.

Kegemarannya dalam berorganisasi sering membuatnya tidak ikut ujian secara normal dengan dosen namun Alhamdulillah dosen-dosennya sewaktu kuliah Di UIN Riau sangat memahami dan mendukung Aktivitasnya, sehingga Ia sering ujian di ruangan dan bahkan di Rumah Dosen. Inilah salah satu diantara sekian banyak yang membuatnya yakin ketika menolong agama Allah maka Allah akan menolong kita. Ditahun 2011 jurusan Hukum dikampus UIN menjadi juara Debat Hukum se-Riau dan menjadi Wakil Debat Hukum Nasional Di UI Depok dan ia di percaya untuk menjadi perwakilan dalam debat tersebut.

Sewaktu kuliah di UIN Riau inilah ia berkenalan dengan Hizbut Tahrir Indonesia Daerah Pekan baru, ia mulai mengikuti  kajiannya selama 2,5 tahun secara terpaksa dari tahun 2008 dan baru mau ikut aktif secara sadar  tahun 2011 awal,  terhitung lama sebab ego yang ada pada dirinya dulu, yaitu ada keinginan menjadi Gubernur Sumut tahun 2035 dan Presiden tahun 2045 namun pemahaman itu berubah 180  derajat ketika kenal Dakwah HTI.

Setelah bergabung di HTI ia semakin paham Negeri ini dan negeri-negeri muslim lainnya mengalami kemunduran dikarenakan tidak diterapkannya syariah Islam secara Kaffah dengan Institusi Khilafah, mulai saat itu ia berazzam dan langsung berikrarkan dalam diri dan kepada Ayah-bundanya, Insya Allah akan istiqamah dalam perjuangan, alhamdulillah Ayah dan Bundanya  mendukung 100%. Bahkan ayahnya menyampaikan bahwasanya "saya memiliki anak pertama dan sudah saya ridhoi untuk di wakafkan dalam dakwah perjuangan menegakkan Khilafah."

Awal Berjuang Bersama Gema Pembebasan

Ia mulai aktif dakwah bersama Gema Pembebasan semenjak tahun 2011, pada waktu itu Gema Pembebasan Riau baru mulai diaktifkan kembali setelah mengalami gelombang pasang surut dibeberapa tahun sebelumnya, amanah pertama yang dipegang Ricky di Gema Pembebasan adalah Sekum PW Gema Pembebasan Riau dengan Ketuanya adalah Sugianto.

Pada tahun 2013 Ricky memutuskan untuk merantau ke Jakarta melanjutkan pendidikannya kejenjang yang lebih tinggi, yaitu S2 dengan jurusan yang diambil sama seperti ketika S1, jurusan Hukum di kampus Universitas Islam Assyafiiyah, dan studinya sudah diselesaikannya dengan baik pada tahun 2016. Saat di Jakarta ia diamanahi sebagai Sekjend PP Gema Pembebasan yang waktu itu Ketua Umum PP Gema Pembebasan adalah Firman Mahiwa, dan pada tahun 2014 hingga sekarang (2017) ia diamanahi sebagai Ketua Umum PP Gema Pembebasan.

Mengawal Kasus Ahok

Nama Ricky semakin dikenal saat munculnya kasus penistaan agama Islam oleh Ahok, pengawalan terhadap kasus Ahok sebenarnya sudah dimulai semenjak 9 bulan sebelumnya bersama Gema Pembebeasan melalui kampanye masif Haram Pemimpin Kafir, dan diliput oleh media-media, pada awal kampanye difokuskan pada 5 kampus utama yakni UI, UIN, UNJ, PNJ dan Gunadharma lalu berlanjut dengan Tulisan-tulisan yang disebar, bahkan Aksi di puluhan titik guna menyampaikan kepada umat Haramnya pemimpin Kafir dalam Islam dan kewajiban Kaum muslimin menerapkan Islam secara Kaffah. Hingga hari ini Ricky bersama gerbong besar Gema Pembebasan terus melakukan pergerakan untuk mengkritisi segala kedzaliman penguasa.

Salah satu gebrakan terbesar yang pernah dilakukannya yang dikemudian hari menjadikan nama Gema Semkain membesar adalah dengan membuat video-video kampanye Haram Pemimpin Kafir, diantara video yang sempat menggegerkan dunia maya adalah video Boby mahasiswa pasca sarjana UI dengan mengangkat tema yang sama yaitu haram pemimpin kafir, dan sempat mendapat tanggapan dari Ahok, yang justru membuat isu semakin membesar hingga boby harus berurusan dengan Rektor UI.

Propaganda-propaganda Haram Pemimpin Kafir yang dilakukan Gema Pembebasan bersama Hizbut Tahrir Indonesia semakin gencar dan masif hingga Allah menjadikan lidah Ahok terpeleset saat pidato di Kepulauan Seribu dan keluarlah kata-kata yang dikemudian hari menjadi momentum persatuan umat hingga terlahirlah aksi super damai mulai dari Aksi Bela Islam 1, 2 hingga 3 yang mampu menghadirkan hingga 7 juta lebih umat di jantung ibu kota Indonesia.

Imbas dari semua aksi-aski besar itu rakyat seakan terpolarisasi menjadi dua kutub besar, yaitu kutub para penguasa dan kutub umat Islam bersama para ulamanya. Upaya demi upaya yang dilakukan penguasa untuk mengkriminalisasi ulama semakin gencar dilakukan, mulai dengan penuduhan penghinaan Pancasila oleh Habib Rizieq Syihab dengan fokus mempermasalahkan tesisnya saat kuliah di Malaysia, lalu kasus penghadangan Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ustadz Tengku Zulkarnain dan diancam kelompok berpakaian Dayak bersenjata tajam di Apron Bandara Sintang, Kalimantan Barat, lalu pengerahan massa ormas preman GMBI untuk berhadapan dengan masa ormas Islam, hingga kasus logo berlambang mirip palu arit PKI di uang kertas baru dengan menargetkan Habib Riziq Syihab.

Namun, upaya-upaya penguasa gagal membendung kekuatan umat Islam, yang terjadi jsutru sebaliknya umat semakin ditekan semakin bersatu dan solid, tahap selanjutnya adalah dengan mengerahkan gerakan-gerakan mahasiswa, tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba keluar Resolusi 2017 dengan mengatasnamakan mahasiswa Indonesia oleh 6 gerakan mahasiswa yang diinisiasi oleh PMKRI. Resolusi yang lebih kepada memusuhi umat islam ini sontak saja membuat banyak mahasiswa-mahasiswa Islam marah, tak terkecuali Gema Pembebasan.

Ricky mulai melakukan konsolidasi masif bersama gerakan-gerakan pemuda dan mahasiswa Islam untuk melakukan respon terhadap resolusi tersebut hingga terhimpun sekitar 24 gerakan pemuda dan mahasiswa Islam di crown Palace kantor DPP HTI, konsolidasi ini akhirnya membuahkan sebuah Resolusi 2017 Pemuda dan Mahasiswa Islam Indonesia. Sebuah resolusi jawaban sekaligus tantangan terbuka kepada gerakan mahasiswa yang telah berusaha untuk melemahkan perjuangan umat islam, dan melakukan tuduhan atas ulama-ulama umat.

Ricky selalu bilang umat muslim itu damai, penyayang, sabar namun ketika agama, ulama-nya dihina, haram untuk berdiam diri. Itulah yang diajarkan kepadanya oleh guru, dosen, dan ustadz-usatadznya. Ulama adalah pewaris para nabi yang harus dihormati bukan dikriminalisasi. Mahasiswa juga terlahir dari Rahim- rahim ulama yang akan senantiasa berada di garda terdepan Bela Agama dan Ulama. Rezim yang dzalim dan bersikap refresif tidak boleh dibiarkan karena sebagai seorang Muslim  harus memiliki keyakinan hidup mulia memperjuangkan kebenaran atau mati dalam memperjuangkannya. [] DakwahMedia.id
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
samudranews.com
SamudraNews.com | Bengkayang – Dandim 1202/Skw kirim Danramil 1202-04/Sanggau Ledo Kapten Inf Juju Jakaria bersama Babinsa, Senin (23/1/2017) meninjau lokasi cetak sawah baru di tiga Dusun yang berada di Kecamatan Sanggau Ledo, rencananya dilokasi tersebut akan dicetak sawah baru dengan seluas 151 hektar.

"Ini program Pemerintah Pusat, Kementerian Pertanian Republik Indonesia bekerjasama dengan TNI. Kami sudah tinjau bersama di tiga titik lokasi cetak sawah di wilayah Sanggau Ledo", ungkap Danramil 1202-04/Sgl Kapten Inf Juju Jakaria saat melakukan peninjauan cetak sawah di Kecamatan Sanggau Ledo bersama rombongan, Senin 23 Januari 2017.

Danramil  berharap, petani benar-benar memanfaatkan lahan cetak sawah, karena ini membantu para petani dan menciptakan swasembada pangan", tambah Juju Jakaria.

‎Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Nyata mengatakan, pihaknya bersama masyarakat sangat terbantu dengan cetak sawah baru yang dilakukan Kodim 1202 Singkawang, hal ini yang selalu didampingi Danramil beserta Babinsanya. Karena dengan cetak sawah baru jumlah sawah akan bertambah. Sehigga akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat petani, ucap Nyata selaku Kepala UPT Sanggau Ledo.

Selain itu, pihaknya juga memperhatikan pola tanam padi selama ini. Karena ada petani yang bisa panen dua kali satu tahun, ada juga yang tiga kali setahun. "Nah, kita pelajari kenapa bisa tiga kali panen dalam setahun. Sehinga, seluruh tanaman padi yang ditanam bisa panen tiga kali dalam satu tahun," tukas Nyata. | Alam
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
SamudraNews.com | Langsa - Berkibarnya bendera Alam Peudeng di tiga titik dalam wilayah Kabupaten Pidie dan di gedung pusat pemerintahan  Aceh Timur, Senin (23/1/2017), sepertinya menandakan adanya keinginan masyarakat agar kekhususan Aceh sebagaimana tertuang dalam MoU Helsinki dan Undang-Undang Pemerintah Aceh (UUPA) tentang bendera adalah bercorak Alam Peudeung (Alam Pedang) bukan bulan bintang seperti yang telah disahkan Dewan Perwakilaan Rakyat (DPR) Aceh beberapa waktu lalu. Demikian disampaikan, Koordinator Divisi Humas Lembaga Advokasi Rakyat, Rahmad yang sedang berada di Banda Aceh ketika dikonfirmasi dari Langsa, Senin (23/1/2017) siang.

“Penemuan dua lembar bendera alam pedang yang merupakan bendera masyarakat Aceh pada zaman kejayaan Sultan Iskandar Muda menandakan timbulnya fakta sejarah masyarakat Aceh yang sesungguhnya bahwa bendera Aceh yang sebenarnya adalah bendera alam pedang, sehingga dengan berkibarnya bendera tersebut, bisa dijadikan refleksi untuk mengingat fakta sejarah Aceh sehingga masyarakat dapat membedakan perjuangan yang diperjuangkan oleh GAM terhadap bendera bulan bintang,” ulas Rahmad ketika berbicara dengan awak media melalui sambungan selularnya.

Karenanya, lanjut dia, perlu disosialisasi kepada masyarakat Aceh dan payung hukum yang jelas dari  pemerintah yang berwenang. Keberadaan bendera alam pedang tersebut bisa dijadikan sebagai bendera rakyat Aceh sehingga dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat di bumi Serambi Mekkah.

Untuk itu, keberadaan bendera bulan bintang yang telah disahkan DPRA perlu dikaji ulang agar seluruh masyarakat  bisa menerima bendera pemersatu tersebut dengan penuh suka cita sehingga nantinya diharapkan Aceh masa depan lebih sejahtera sebagimana kejayaan masa lampau di bawah naungan raja-raja terdahulu.

 “Kita berharap pemerintah Aceh dan DPRA dapat memetik pelajaran berarti dari aksi pengibaran bendera alam pedang ini. Bahwa sejarah Aceh telah menunjukan alam pedang sebagai lambang pemersatu seluruh kesatuan masyarakat yang ada sehingga keutuhan dan persatuan rakyat menyatu-padu di negeri indatu ini,” ujar Rahmad.

Perihal belum disetujuinya Qanun bendera Aceh oleh Pemerintah Pusat, tambah dia, menunjukan adanya suatu persoalan yang belum tuntas terkait corak dan bentuk bendera dimaksud. Karena itu, Rahmad menyarankan agar bentuk dan corak bendera Aceh direvisi sesuai bentu alam pedang. “Kita sarankan Pemerintah Aceh dan DPRA bisa merivisi qanun bendera sehingga dapat diterima semua pihak,” sebutnya.

Berdasarkan informasi yang diterima, Senin (23/1/2017) telah ditemukan adanya tiga lembar bendera alam pedang berukuran 100 cm x 150 cm di tiga lokasi yang berbeda di Kabupaten Pidie, diantaranya; satu lembar di bangunan rumah toko Jln lingkar Blang Desa Lampeude Baro Kecamatan Kota Sigli, yang ditemukan oleh pemilik Ruko atas nama Hendra, 38 tahun.

Selanjutnya, satu lembar dipasang di pagar lapangan  bola Desa Blang Paseh  yang ditemukan warga setempat. Satu lembar lainnya dipasang di pagar lahan kosong Desa Peukan Sot, Kecamatan Simpang Tiga.

Kronologis penemuan, bermula sejak Pukul 08.30 Wib, Hendra datang untuk melihat ruko miliknya yang sedang dalam proses pembangunan. Setibanya di ruko dia melihat ada bendera bergambar bulan bintang dan ada pedangnya terpasang di atas ruko tersebut. Mengetahui hal itu, Hendra langsung meminta kepada para pekerja bangunan rukonya untuk menurunkan bendera tersebut dan menyerahkannya kepada pihak Kepolisian Polsek Kota Sigli.

Seterusnya, pada pukul 09.45 Wib ditemukan bendera alam peudang yang terpasang di lapangan bola desa Blang Paseh oleh masyarakat yang melintas, selanjutnya diturunkan oleh anggota kepolisian dan saat ini bendera tersebut sudah diamankan di Mapolsek Kota Sigli. Diwaktu yang hampir bersamaan, pukul 09.50 Wib ditemukan pula adanya bendera alam pedang di pagar lahan kosong desa Peukan Sot Kecamatan Simpang Tiga.

Proses penurunan bendera dimaksud berlangsung aman dan kondusif tanpa adanya gejolak yang terjadi. Hingga berita ini diturunkan ketiga lembar bendera alam pedang itu sudah diamankan di Polsek Kota Sigli dan Simpang Tiga Kabupaten Pidie.

Sementara itu, di gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Timur juga terjadi penemuan bendera alam peudeng. Pengibaran bendera ini dipuncak gedung baru ketahui sekira pukul 13.30 Wib. Kemudian bendera tersebut diturunkan oleh anggota Satpol PP. Belum ada pernyataan resmi dari pejabat terkait di Pemkab Aceh Timur terkait pengibaran bendera dimaksud. | Alam
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
SamudraNews.com | Langsa – Seorang pria renta tampak menggenakan baju kaos bertuliskan "pilih yang pro rakyat bukan pro kelompk. #mana janjimu 1 juta/KK."  Sepertinya, baju tersebut ingin menagih janji pemimpin yang sedang berkuasa di Aceh.
Sarwo (62) warga Karang Anyer Kota Langsa, pada Minggu, 22 Januari 2017, kepada awak media menuturkan, dirinya sangat kecewa terhadap kepemimpinan Aceh di bawah kendali Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf selaku gubernur dan wakil gubernur periode 2012-2017 yang diusung Partai Aceh.
Pasalnya, janji-janji politik pasangan pemimpim berakronim "ZIKIR" pada pilkada 2012 itu, tidak pernah direalisasikan. Seperti janji santunan Rp1 juta per Kepala Keluarga bagi seluruh rakyat Aceh, pendidikan gratis dari SD hingga perguruan tinggi, membuka lapangan kerja baru, mensejahterakan rakyat sehingga mengentaskan kemiskinan.
"Kami ini pendukung Partai Aceh sejak Pilkada 2012 dan pemilihan anggota dewan tahun 2014. Tapi sampai sekarang tidak ada perhatian mereka (ZIKIR). Bahkan uang Rp 1 juta/KK aja tidak ada. Apalagi sekolah gratis sampai anak kuliah," tutur Sarwo berkeluh-kesah.
Lain itu, Sarwo sangat menyesalkan sejauh ini kebijakan ZIKIR dan Partai Aceh terkesan mementingkan kelompoknya saja. Apa lagi turunan UUPA yang digembar-gemborkan hanya dinikmati segelintir pihaknya, tidak menyentuh rakyat kecil seperti dirinya.
Sebagai rakyat jelata, kata dia, membutuhkan pemimin pro rakyat bukan pro kelompok. Karenanya, dalam pilkada tahun ini dia akan memilih pemimpin yang menepati janji dan pro pada kemasalahatan rakyat.
"Saya yakin banyak sekali masyarakat yang seperti saya kecewa dengan pemimpin saat ini. Tapi mungkin mereka tidak ungkapkan karena takut intimidasi dan lain-lain," ungkap Sarwo.
Munurut dia, rakyat sekarang sudah pintar dan tidak mau lagi dibodohi dengan janji-janji palsu saat pilkada. "mana ada yang mau jatuh ke lubang yang sama," ucapnya.

sebagai warga, Sarwo sangat berhadar pilkada kali ini berlangsung aman, damai dan bermartabat tanpa intimidasi.
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Samudra News
Samudra News"RuangBelajarBahasaInggris.Com - Tempat Belajar Bahasa Inggris Dasar" yang sedang berkembang, membutuhkan sumber daya manusia yang handal di bidangnya.

Sumber daya yang kami butuhkan adalah anak-anak muda aceh yang kreatif dan mampu bekerja santai tetapi tetap profesional. Saat ini kami membutuhkan sejumlah sumber daya berkualitas untuk mengisi bidang kerja berikut ini:

Freelance Writer (FW) 3 Orang 

Kami membutuhkan sejumlah penulis lepas (freelance writer) untuk berkarir di ruangbelajarbahasainggris.com dengan persyaratan umum sebagai berikut:- Memiliki keterampilan dan pengalaman menulis yang baik.
  • Lebih diutamakan bagi yang pernah mengikuti pelatihan kepenulisan atau jurnalistik.
  • Mampu menulis artikel berbahasa indonesia dengan topik pembelajaran bahasa inggris atau tertentu jika diminta oleh tim RuangBelajarBahasaInggris.Com.
  • Mampu menulis artikel dalam batasan waktu tertentu jika diminta oleh tim RuangBelajarBahasaInggris.Com.
  • Bersedia untuk mematuhi semua peraturan kepenulisan di RuangBelajarBahasaInggris.Com yang akan dijelaskan melalui email setelah kami menerima pendaftaran Anda.

SYARAT KHUSUS
1. PUNYA REKENING TABUNGAN BANK SENDIRI.
2. Bisa Baca dan Ngetik.
3. Bisa Chating,Browsing,Email DLL..
3. Usia Minimal 18 Tahun.
4. Pendidikan Minimal SMA/SMK Sudah Cukup (diutamakan yang pernah kursus/kuliah jurusan bahasa inggris)
5. Domisili di Aceh lebih di utaman

Jika Anda bisa memenuhi persyaratan umum di atas, silahkan kirimkan aplikasi Anda dengan kode “FW” ke email: kariraceh@gmail.com dengan melampirkan daftar riwayat hidup, WA/No HP/FB, penawaran harga/tulisan atau artikel dan penawaran harga per artikel serta contoh tulisan/artikel tentang Bahasa Inggris yang pernah Anda buat sebagai bahan evaluasi bagi kami. 

Demikian Informasi dari Lowongan Kerja Banda Aceh Terbaru tentang Lowongan Kerja Penulis Lepas. Semoga bermanfaat... 
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
samudra news
Samudra NewsYayasan Ens Indonesia adalah yayasan yang bergerak di bidang Pendidikan tingkat SMA/SMK/MA berdiri sejak tahun 2009. Untuk mengembangkan dan meningkatkan mutunya di bidang pendidikan, ENORMOUS COLLEGE ACEH membutuhkan tenaga kerja yang handal untuk ditempatkan di ENORMOUS COLLEGE ACEH dengan posisi sebagai :

1. TENTOR FREELANCE TPA kode [TPA-NAD]

Kualifikasi : 
- Pria / Wanita, Umur maksimal 30 thn; 
- Pendidikan Minimal D3 / S1 Jurusan MIPA, Fisika, Tehnik, Matematika, Statistika, Informatika baik pendidikan maupun non-pendidikan dan jurusan Ilmu Eksata relevan lainnya.; 
- Berasal dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN); 
- Berpengalaman sebagai tentor/tenaga pengajar min 1 (satu) thn / fresh graduate welcome/ Mahasiswa/i Tingkat Akhir ; 
- Kreatif, efektif, Tanggung Jawab dan Disiplin; 
- Menguasai Soal – soal yang berorientasi Test Potensi Akademik USM PKN-STAN; 
- Mampu bekerja dengan tim dan individu; 
- Mampu Berkomunikasi dengan Baik dan berpenampilan menarik; 
- Siap untuk DISELEKSI/TEST KEMAMPUAN pada masing-masing bidang; 
- Berdomisili di Banda Aceh dan sekitarnya; 

2. TENTOR FREELANCE TBI (Bhs. Inggris) kode [TBI-NAD] 

Kualifikasi : 
- Pria / Wanita, Umur maksimal 30 thn; 
- Pendidikan Minimal D3 / S1 Sastra Inggris / Pend. Bhs. Inggris (TBI); 
- Berasal dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN); 
- Berpengalaman sebagai tentor/tenaga pengajar min1 thn / fresh graduate welcome / Mahasiswa/i Tingkat Akhir 
- Kreatif, efektif, Tanggung Jawab dan Disiplin 
- Menguasai Soal-soal TOEFL dan atau Test Bhs. Inggris USM PKN-STAN 
- Mampu bekerja dengan tim dan individu 
- Mampu Berkomunikasi dengan Baik dan Berpenampilan Menarik 
- Siap untuk DISELEKSI/TEST KEMAMPUAN pada masing-masing bidang 
- Berdomisili di Banda Aceh dan sekitarnya

Kirim Lamaran, CV, Foto Copy KTP, Foto Copy Transkrip Nilai terakhir, dan Pas Foto Warna 4x6 (1 lembar) ditujukan ke Enormous Aceh, Jl. Syiah Kuala No. 10B, Jambotape, Banda Aceh up. HRD dengan melampirkan kode loker di samping kiri atas amplop lamaran. Lamaran diterima paling lambat 31 Januari 2017 atau lamaran dikirim via email ke rekrutmen.ensaceh@gmail.com dengan mencantumkan kode loker pada kolom Subject email atau lamaran. 

Contact Person: 0822 7606 6688 (SMS/WA)

ENORMOUS COLLEGE ACEH 
Jl. Syiah Kuala No. 10B, Jambotape, Banda Aceh 
TELEPON : 0822 7606 6688 /0823 6350 9333 
website : ensindonesia.id 
email : rekrutmen.ensaceh@gmail.com


Demikian Informasi dari Lowongan Kerja Banda Aceh Terbaru tentang Lowongan Kerja ENC (ENORMOUS COLLEGE) ACEH. Semoga bermanfaat... 
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Samudra NewsSintang - Dalam rangka kerja sama satuan Denpal “A” 12-12-01/Stg dengan sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ada  di wilayah  Sintang, Denpal “A” 12-12-01/Stg  Memberi Pembekalan  Prakerin di SMK Muhammadiyah Sintang beberapa waktu lalu. Prakerin disampaikan Langsung  oleh Komandan Detasemen Peralatan Letkol Cpl  M. Andi Barata, S.E  di Aula SMK Muhammadiyah Sintang, dan dihadiri oleh Kepala Sekolah, bidang kesiswaan, Ketua Prakerin dan guru pembimbing, serta diikuti oleh 190  siswa siswi SMK Muhamamdiyah Sintang Kelas 11.

Dandenpal “A 12-12-01/Stg Letkol Cpl  M. Andi Barata, S.E  memberikan arahan dan gambaran kepada siswa siswi SMK Muhammadyah kelas 11 dengan adanya Tujuan dari kegiatan pembekalan tersebut  adalah agar dapat membantu sekolah dalam praktek pelatihan serta memberikan layanan bimbingan belajar melalui bekerja langsung dan juga memberikan bekal tambahan keterampilan mengemudi.

“ini merupakan wujud peran aktif Satuan Denpal kepada lembaga pendidikan sebagai sumbangsih terhadap pendidikan sekolah menegah kejuruan di Sintang dengan kegiatan yang berkesinambungan”, ungkap Letkol CPL Andi Barata.

Denpal Sintang selalu berusaha untuk dapat memberikan yang terbaik kepada masyarakat melalui dunia pendidikan dengan sarana dan prasarana yang dimiliki satuan, tambahnya.

Prakerin kejuruan yang akan diberikan antara lain;  Jurusan Teknik Kendaran Ringan (TKR), Teknik Permesinan Mobil (TPM)  dan Teknik Perbaikan Body Otomotif (TPBO) dengan Fasilitas bengkel yang dapat secara all out mengeksplore seluruh kemampuan para siswi, pungkas Letkol Cpl M. Andi Barata. | Alam