Desember 2017
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
SamudraNews.com | Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menerima laporan buku berjudul ‘Balita Langsung Lancar Membaca’ berisi konten yang mengkampanyekan Lesbi, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT). Penulis buku tersebut adalah Intan Noviana dengan penerbitnya Pustaka Widyatama.

Komisioner KPAI Bidang Napza, Pornografi dan Cyber Crime, Margaret Aliyatul Maimunah menjelaskan huruf-huruf vokal di konten dalam buku tersebut bisa berdampak buruk bagi sosiologis anak di masa depan. Dalam hal ini pun KPAI mendesak penerbit untuk segera merevisi isi buku tersebut.

“LGBT termasuk perilaku sosial menyimpang, semua agama menolak adanya LGBT. Dari kecil jika sudah ditanamkan maka akan menginternalisasi dan akan berdampak pada perilaku anak kemudian,” ucap Aliyatul di kantor KPAI, Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (28/12).

Diketahui, buku yang berjudul ‘Balita Langsung Lancar Membaca’ itu memuat kata kata Opa bisa jadi waria, Fafa merasa dia wanita, dan ada waria suka wanita. Ali khawatir, jika balita membaca dari usia dini dampaknya akan terlihat ketika dewasa nanti.

Sebab lanjutnya, usia anak mulai dari 0 sampai 8 tahun termasuk usia golden age. kata Aliyatul, dalam pondasi anak usia dini, penanaman nilai anak terdapat pada usia tersebut. Sebab itu, anak dapat menyerap apapun dan menganggapnya sebagai sebuah kebenaran.

“Anak akan merekam menganggap ada waria suka wanita itu sebagai kebenaran. Ini sangat bahaya,” ujar Aliyatul.

Pada kesempatan yang sama, Komisioner KPAI lainnya bidang traficking dan eksploitasi anak Ai Maryati Sholihah menegaskan LGBT berdampak buruk bagi mindset anak.

“Pertama yang harus difokuskan adalah konten kampanye LGBT di dalam buku itu. Ini memberikan arah pandangan anak, oh ternyata boleh perempuan dengan perempuan menikah. Jadi ini prinsip KPAI untuk mengusut penerbit supaya direvisi buku itu,” papar Ai di lokasi yang sama.

| http://dakwahmedia.co
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
SamudraNews.com | Pada hari Kamis, tanggal 7 Desember 2017 pukul 13.30 Wita bertempat di Kediaman Ketua Sandhi Murti Bali Bpk. I Gusti Ngurah Arta, berdasarkan hasil rapat internal dari organisasi yang tergabung dalam KRB (Komponen Rakyat Bali) menyepakati adanya perubahan konsistensi yang semula menolak menjadi menerima bersyarat terkait rencana kedatangan Ustadz Abdul Somad ke wilayah Bali.
Persyaratan itu pun diajukan kepada panitia yang mengundang Ustadz Abdul Somad. Point persyaratan itu antara lain:
a. Ustadz Abdul Somad dapat mengikrarkan 4 asas NKRI
b. Ustadz Abdul Somad harus mencium bendera merah putih
c. Ustadz Abdul Somad harus sumpah tidak menyatakan kata-kata kafir dalam setiap ceramahnya dan tidak menghina simbol agama yang berbeda
d. Ustadz Abdul Somad hanya bisa berceramah di satu tempat sesuai panitia. Waktu ceramah kurang lebih 30 menit.
e. Apabila Ustadz Abdul Somad melanggar kesepakatan ini maka akan diturunkan ketika berceramah.
4. Atas persyaratan tersebut pihak Ketua Panitia menerima syarat tersebut, namun memohon agar tempat ceramah bisa ditambah menjadi 2 tempat dan akhirnya disepakati bahwa tempat kegiatan ceramah diberikan di 2 tempat, yaitu: Masjid Agung Sudirman Denpasar dan Masjid Baiturrahman, Kampung Jawa Denpasar.
KRB yang diwakili Gus Yadi (aktivis NU dan PGN) kepada pihak panitia menyampaikan bahwa permasalahan terjadi karena panitia mengundang ustadz kontroversial.
Untuk teknis penjemputan Ustadz Abdul Somad diatur oleh panitia atas arahan dari pihak KRB. Rencana dari Bandara Ustadz Abdul Somad akan dibawa ke rumah kebangsaan di Kediaman Bpk. I Gusti Ngurah Arta untuk melakukan ikrar NKRI.
Mengapa ustadz kami dihinakan seperti ini?
| ig @indonesiabertauhidiD
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
samudra news
SamudraNews.com | Ustaz Abdul Somad yang belakangan populer ditolak kehadirannya di Bali oleh sekitar seratus orang dari Gerakan Nasionalis Patriot Indonesia, Perguruan Sandi Murti dan ormas Nahdlatul Ulama (NU) setempat.

Dikutip dari kbr.id, salah satu yang menolak kehadiran Ustaz Somad adalah Pariyadi alias Gus Yadi, pemimpin Pondok Pesantren Soko Tunggal Abdurrahman Wahid 3 Bali.
Ia menyebutkan alasan Ustad Somad ditolak masuk Bali karena penceramah kondang itu selalu menyebut kafir kepada yang tidak seiman.
Selain itu, kata Gus Yadi, Ustaz Somad juga terus-menerus bicara soal khilafah dan mengomentari simbol-simbol agama lain.
Gus Yadi mengatakan sebelumnya, perwakilan ormas Bali sudah meminta agar Ustaz Somad disumpah di bawah Alquran untuk setia pada Pancasila, NKRI, mencium bendera Merah Putih dan tidak menyebut kata-kata kafir dalam ceramahnya.
Namun, kata Gus Yadi, permintaan itu ditolak Ustad Somad.
"Kami dapat informasi dari panitia ternyata dia tidak mau mencium bendera Merah Putih karena dinilai haram. Itu kan statemen khilafah, kelompok yang ingin mendirikan negara Islam.
"Nabi Muhammad tidak ingin negara Islam. Para ulama sudah mendirikan Republik ini, tidak ingin negara Islam. Ini Republik Indonesia."
"Jadi kita minta Somad dipulangkan hari ini juga. Itu konsekwensi mereka ingkar janji," kata Gus Yadi di Denpasar, Bali, Jumat (8/12/2017).
Aksi berlangsung di depan Hotel Aston Denpasar. Para anggota ormas itu menyanyikan lagu-lagu kebangsaan, sementara di dalam hotel, perwakilan massa bernegosiasi dengan Ustaz Somad.
Hingga pukul 17.00 WITA. Informasi yang diperoleh KBR di lapangan menyebutkan, menurut rencana Ustad Abdul Somad akan ceramah di beberapa tempat seperti Masjid Sudirman dan Masjid An-Nur di Bali.
Dari hasil pertemuan terakhir, Ustaz Somad menolak mencium bendera Merah Putih dan memilih untuk meninggalkan Bali. Hingga saat ini rombongan Ustaz Somad dikabarkan masih berada di Hotel Aston Denpasar.
TRIBUN-MEDAN.com
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm



SamudraNews.com | Seorang bocah yang nekad datang seorang diri ke Jakarta hanya untuk menghadiri Reuni Akbar 212 ini patut menjadi contoh bagi generasi lain di zaman now dalam mewakafkan diri untuk berjuang membela Islam.

Faktanya di zaman now anak seusia mujahid cilik ini terjebak dengan dunia main dan tehnologi terasa telah mulai menguras rasa islam dalam setiap diri mereka. Namun hal itu jelas berbeda dengan mujahid cilik ini yang selalu siap hadir dalam kegiatan membela islam seperti yang telah dibuktikannya dengan hadir di aksi 212 dan reuni akbar 212.

Berikut kutipan postingan netizen di sosial media

Mujahid cilik 212 dari Cimahi td mau pulang bingung sambil menunjukkan tiket kereta. Ke posko MPI alhamdulillah dikasih makan dibawain bekal, sangu dan diantar pulang ke gambir oleh laskar FPI.
Minjam hp ku katanya mau liat instagram eh taunya mau menunjukkan foto pas ikut ABI 212 tahun lalu foto dengan Habibana. Masyaa Alloh. Dia datang sendiri ke Jakarta naik kereta. Subhanallah. Semangatnya ajib dan tdk lupa dia bilang jazakumullah khoiron katsiron 😊. Allahu Akbar! 

#mujahid212 #mujahidcilik212 #reuniakbar212 #ceritareuni212


samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm


SamudraNews.com | Semoga anak-anak kita juga akan menjadi seperti Syekh Cilik ini yang lembut hatinya dan Hafidz. Amin.

Sebuah tanyangan video yang sangat menyentuh hati kita ketika menyaksikan seorang bocah (Hafidz Cilik) yang tak kuasa menahan air matanya saat menlantunkan ayat suci Al Quran dalam acara Reuni Akbar 212. Sebelum memulai mengaji, hafidz cilik ini memberikan semangat bagi para pecinta Al Quran sekaligus sebagai peserta aksi 212 yang dihadiri jutaan umat Islam.

Berikut kita simak tayangan videonya.
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm


SamudraNews.com | Memperingati hari kelarihan Rasulullah SAW tidaklah cukup hanya sekadar melaksanakan acara makan-makan dan beberapa kegiatan biasa lainnya. Akan tetapi secara lebih jujur bagi setiap pribadi kita harus membuktikan kecintaan kita kepada sosok teladan kita umat Islam dengan juga memahami bagaimana sejarah kehidupan Beliau, berikut juga dengan silsilah keturunannya yang disertai juga dengan silsilah para nabi dan rasul lainnya.

Untuk itu, Portal Kita Samudra News melalui channel Dakwah Akhir Zaman akan menyajikan ceramah menarik dan lengkap seputar Silsilah dan Sejarah Hidup Rasulullah SAW yang mesti kita ketahui sebagai wujud kecintaan kita kepada Baginda Muhammad SAW.

Berikut kita simak tanyangan tausiyah bersama guru kita Ustadz H Abdul Somad, Lc, MA.

samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm

SamudraNews.com | Ribuan masyarakat Aceh dari berbagai daerah berkumpul di Lapangan Merdeka Langsa guna menyaksikan tausiyah Ustadz 1 juta keyword yaitu Ustadz H. Abdul Somad, Lc, MA.

Cuaca basah dengan hujan rintik-rintik tak menyurutkan keinginan masyarakat Aceh khususnya Kota Langsa dan sekitar untuk hadir menyimak dakwah hikmah ustadz asal Pekanbaru, Riau ini.

Dalam tausyiahnya beliau menyampaikan semangat masyarakat Aceh khusus Kota Langsa sangat luar biasa hal ini dibuktikan dengan jumlah jamaah yang hadir cuaca dingin.

Apa saja yang disampaikan oleh guru kita dalam tausiyahnya? Mari kita simak bersama dalam tayangan video diatas. Semoga banyak memberikan pencerahan bagi kita semua. Amiin.

samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
samudra news
SamudraNews.com | Jakarta - Pada aksi Reuni Alumni 212 di Monas, Jakarta Pusat (2/12/2017). Massa mengibarkan dan mengarak bendera Ar-Rayah berukuran besar.

Pantauan detikcom, Sabtu (2/12/2017) pukul 08.20 WIB, terlihat bendera Ar-Rayah dibawa massa ke dekat panggung. Bendera warna hitam tersebut dibentangkan di atas kepala massa.

Bendera Ar-Rayah itu kemudian diangkat massa hingga ke depan panggung utama.

Bendera hitam itu biasa disebut sebagai panji hitam Ar-Rayah. Bendera itu bertuliskan kalimat dalam bahasa Arab, berbunyi La Ilaha Illallah Muhammadarasulullah.

Bendera itu adalah bendera panji hitam rosulullah yang biasa disebut Arroyah. Hal ini berdasarkan hadits berikut; Imam Ahmad, Abu Dawud dan An-Nasai di Sunan al-Kubra telah mengeluarkan dari Yunus bin Ubaid mawla Muhammad bin al-Qasim, ia berkata: Muhammad bin al-Qasim mengutusku kepada al-Bara’ bin ‘Azib bertanya tentang rayah Rasulullah Saw seperti apa? Al-Bara’ bin ‘Azib berkata:
كَانَتْ سَوْدَاءَ مُرَبَّعَةً مِنْ نَمِرَةٍ
“Rayah Rasulullah Saw berwarna hitam persegi panjang terbuat dari Namirah.”
Dalam Musnad Imam Ahmad dan Tirmidzi, melalui jalur Ibnu Abbas meriwayatkan: “Rasulullah Saw telah menyerahkan kepada Ali sebuah panji berwarna putih, yang ukurannya sehasta kali sehasta. Pada liwa (bendera) dan rayah (panji-panji perang) terdapat tulisan ‘Laa illaaha illa Allah, Muhammad Rasulullah’. Pada liwa yang berwarna dasar putih, tulisan itu berwarna hitam. Sedangkan pada rayah yang berwarna dasar hitam, tulisannya berwarna putih.
Pada aksi bela islam 212 hari ini kembali para peserta mengarak bendera ini . ini menjadi bukti umat makin cinta terhadap bendera hitam bertuliskan  Laa illaaha illa Allah, Muhammad Rasulullah’mudah mudahan ini menjadi bumerang bagi mereka yang selalu mendiskreditkan bendera ini.
| portal-umat.com, detik.com