![]() |
| Uang mainan yang bersetempel SDN I Langsa (foto dok red) |
samudranews.com-Langsa- Salah seorang Guru berinisial CNF di SDN 1 Langsa setiap pagi beralih propesi menukar uang Rupiah dengan uang mainan dari murid murid nya .
Salah seorang wali murid yang tidak mau di sebut namanya pada media ini Rabu (31/10) mengatakan bahwa, Setiap pagi anak nya harus menukar uang Rupiah dengan uang mainan.
"Setiap hari anak kami sebelum masuk sekolah terlebih dahulu menukarkan yang jajan dengan uang mainan,karna di kantin sekolah di wajibkan jajan dengan menggunakan uang mainan ",katanya.
Dia menambahkan, setiap hari ada seorang guru inisial CNF yang meyiapkan uang mainan untuk di tukar dengan uang Rupiah.Ini menjadi kejanggalan bagi kami selaku wali murid,karena seharusnya seorang guru itu setiap pagi sudah bertugas sebagai tenaga pengajar untuk mendidik anak anak, bukan malah membuat kesibukan melayani tukur uang mainan dengan uang Rupiah,cetusnya.
Selanjutnya dari berbagai sumber yang berhasil di himpun awak media ini bahwah setiap sore usai berjualan pemilik Kantin akan menukarkan uang meinan hasil belanja (jajan) anak anak dengan uang Rupiah, lantas pihak sekolah memotong 10 persen dari hasil penjualan pihak kantin tersebut.
"Jika benar ada pemotongan 10 persen yang di lakukan oleh pihak sekolah kepada pengelola kantin , ini juga menimbulkan pertanyaan yang sangat sensitif, di kemanakan uang tersebut.
Pasalnya lingkungan sekolah itu milik pemerintah ,jadi dasar apa pihak sekolah melakukan pemotongan 10 persen kepada pengelola kantin".ujarnya
Pertanyakan tersebut bukan tampa dasar ,pasal nya sekolah sudah di biayai oleh Dana BOS,jadi jika ada pemotongan 10 persen yang di lakulan oleh pihak sekolah kepada pengelola kantin ,seharusnya uang tersebut di setorkan ke kas negara bukan masuk ke kantong pribadi.
Untuk itu para wali murid mengharapkan di lakukan audit oleh pihak yang berwenang guna mengungkap kebenarannya di kemanakan uang pemotongan 10 persen dari pihak kantin tersebut.
Wali murid juga merasa keberatan jika anak anak nya setiap hari harus menukar uang asli menjadi uang mainan, karena uang tersebut hanya berlaku di kantin sekolah.
"Penukaran uang asli dengan uang mainan ini juga Jika ada keperluan lain untuk keperluan sekolah maka uang tersebut tidak bisa di gunakan untuk membeli di luar sekolah, ".katanya.
Lantas di hari yang sama media ini mencoba menghubungi ibuk CNF melalui telpon selulernya dan di ujung telpon beliau membenarkan bahwa dirinya yang melayani penutukaran unag mainan dengan uang Rupiah.
"Benar saya yang menukar uang mainan demgan uang Rupiah, jika mau lebih jelas silakan hubungi Kepala Sekolah"ujarnya sembari menututup pembicaraan di ujung telpon.
Selanjutnya Media ini mencoba mengkonfirmasi Kepala Sekolah SDN I Via WhatsApp nya,namun hingga berita ini di turunkan Kepsek SDN 1 hanya membaca pesan yang masuk namun tidak mau membalas berita msuk tersebut.
| RGS
Salah seorang wali murid yang tidak mau di sebut namanya pada media ini Rabu (31/10) mengatakan bahwa, Setiap pagi anak nya harus menukar uang Rupiah dengan uang mainan.
"Setiap hari anak kami sebelum masuk sekolah terlebih dahulu menukarkan yang jajan dengan uang mainan,karna di kantin sekolah di wajibkan jajan dengan menggunakan uang mainan ",katanya.
Dia menambahkan, setiap hari ada seorang guru inisial CNF yang meyiapkan uang mainan untuk di tukar dengan uang Rupiah.Ini menjadi kejanggalan bagi kami selaku wali murid,karena seharusnya seorang guru itu setiap pagi sudah bertugas sebagai tenaga pengajar untuk mendidik anak anak, bukan malah membuat kesibukan melayani tukur uang mainan dengan uang Rupiah,cetusnya.
Selanjutnya dari berbagai sumber yang berhasil di himpun awak media ini bahwah setiap sore usai berjualan pemilik Kantin akan menukarkan uang meinan hasil belanja (jajan) anak anak dengan uang Rupiah, lantas pihak sekolah memotong 10 persen dari hasil penjualan pihak kantin tersebut.
"Jika benar ada pemotongan 10 persen yang di lakukan oleh pihak sekolah kepada pengelola kantin , ini juga menimbulkan pertanyaan yang sangat sensitif, di kemanakan uang tersebut.
Pasalnya lingkungan sekolah itu milik pemerintah ,jadi dasar apa pihak sekolah melakukan pemotongan 10 persen kepada pengelola kantin".ujarnya
Pertanyakan tersebut bukan tampa dasar ,pasal nya sekolah sudah di biayai oleh Dana BOS,jadi jika ada pemotongan 10 persen yang di lakulan oleh pihak sekolah kepada pengelola kantin ,seharusnya uang tersebut di setorkan ke kas negara bukan masuk ke kantong pribadi.
Untuk itu para wali murid mengharapkan di lakukan audit oleh pihak yang berwenang guna mengungkap kebenarannya di kemanakan uang pemotongan 10 persen dari pihak kantin tersebut.
Wali murid juga merasa keberatan jika anak anak nya setiap hari harus menukar uang asli menjadi uang mainan, karena uang tersebut hanya berlaku di kantin sekolah.
"Penukaran uang asli dengan uang mainan ini juga Jika ada keperluan lain untuk keperluan sekolah maka uang tersebut tidak bisa di gunakan untuk membeli di luar sekolah, ".katanya.
Lantas di hari yang sama media ini mencoba menghubungi ibuk CNF melalui telpon selulernya dan di ujung telpon beliau membenarkan bahwa dirinya yang melayani penutukaran unag mainan dengan uang Rupiah.
"Benar saya yang menukar uang mainan demgan uang Rupiah, jika mau lebih jelas silakan hubungi Kepala Sekolah"ujarnya sembari menututup pembicaraan di ujung telpon.
Selanjutnya Media ini mencoba mengkonfirmasi Kepala Sekolah SDN I Via WhatsApp nya,namun hingga berita ini di turunkan Kepsek SDN 1 hanya membaca pesan yang masuk namun tidak mau membalas berita msuk tersebut.
| RGS
