POLITIK | PEMERINTAHAN


SamudraNews.com-Jakarta, Polri mengaku ikut mencari kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Harun Masiku, setelah diminta bantuan oleh KPK. Pencarian dilakukan hingga ke ke rumah pribadi Harun di Gowa, Sulawesi Selatan.

"Polri sudah terima surat dari KPK. Prinsipnya polisi back up penuh mencari yang bersangkutan ada di mana bersama penyidik KPK. Kita masih cari, masih kerja," kata Karo Penmas Brigjen Argo Yuwono di Mabes Polri, Selasa (21/1/2020).

Seperti diberitakan Harun diduga ada di Singapura dan telah ditetapkan tersangka dalam kasus dugaan suap terhadap mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan.

KPK menyebut Wahyu telah menerima uang senilai Rp 600 juta, dari Rp 900 juta yang diminta, dari Harun dan sumber dana lainnya yang belum diketahui identitasnya.

KPK menetapkan total empat tersangka dalam kasus ini. Selain Wahyu dan Harun, KPK juga menetapkan mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang juga orang kepercayaan Wahyu Agustiani Tio Fridelina dan pihak swasta bernama Saeful.




| Sumber: BeritaSatu.com