samudranews.com-Langsa- Kegiatan Masa penerimaan Anggota Baru (Mapaba) ke 30 Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Institut Agama Islam Negeri Langsa(IAIN ZAWIYAH COT KALA LANGSA) diikuti oleh 70 orang kader baru.
Kegiatan dilaksanakan di gedung Graha Pemuda DPD II KNPI Kota Langsa pada hari Sabtu (27/10/2018).
Dalam Kata sambutannya Ketua PCNU Kota Langsa Tengku Jarimin menyampaikan bahwa,untuk menanggapi issue yang berkembang tentang Islam Nusantara , sebenar nya Islam Nusantara bukanlah agama baru melainkan budaya.Pasalnya
budaya tersebut pelan-pelan sudah terkikis di telan masa.
"Dia juga menjelaskan, Islam Nusantara adalah Islam yang masuk di Nusantara.,jadi janganlah terpengaruh dan resah akan issue yang sudah
berkembang selama ini"katanya.
Sementara itu Abdullah Puteh selaku pemateri juga memaparkan bahwa dirinya senang dengan pendidikan di PMII ,karna ini sebuah proses pengkaderan yang mengarah untuk terbina nya pemimpin pemimpin muda untuk masa yang akan datang yang bergerak di bidang intelektualitas dan religius.
"Untuk itu kita butuhkan sosok pemimpin yang berilmu pengetahuan dan keteguhan imannya dalam beragama",harapnya.
Abdullah puteh juga menghimbau kepada kader, bahwa pengkaderan ini hanya sebuah teori saja,untuk dapat mencapai titik yang di harapkan maka harus atif mengikuti pelatihan menjadi pemimpin. Walau di mulai dari pemimpin yang paling kecil seperti menjadi ketua kelas SD,SMP,SMA,.dan menjadi ketua komisariat di fakultas fakultas,ini juga sebuah proses mebjadiseorangpemimpin,
katanya.
Sistem pengkaderan PMII pada dasarnya merupakan sistem terpadu yang menekankan pengembangan kader dalam segi kognisi, afeksi dan psikomotorik. Artinya apa, pengkaderan PMII hendak mencetak sosok kader yang memiliki pengetahuan luas dan mendalam serta memiliki keterampilan dengan landasan pijak keimanan yang kuat.
Berbicara tentang system kaderisasi di PMII sendiri, kita akan mengenal yang namanya pengkaderan formal, informal, dan nonformal. Tiga model pengkaderan tersebut akan saling menopang model yang satu dengan yang lainnya.
Artinya apa, ketiga model pengkaderan tersebut memiliki substansi yang tidak bisa dipisahkan. Ketiganya akan saling memiliki pengaruh dan mempengaruhi."paparnya.
Saya juga mendorong agar mereka para kader jangan merasa malu dan merasa dosa jadi seorang pemimpin,artinya sebalik nya harus di rubah yang bahwa menjadi seorang pemimpin itu harus berguna dan menjadi tempat mencari keridhaan Allah serta tempat mencari pahala dari Allah.maka oleh sebab itu cari dan terus mencari dimana pun itu berada."tutupnya.| Mus
