Himapas Aceh Singkil Nilai Slogan Perubahan Belum Tercapai


SamudraNews.com | Singkil– Himpunan Mahasiswa Pelajar Aceh Singkil (HIMAPAS) Banda Aceh menilai kepemimpinan Dulmusrid dan Sazali (Dulsaza) selama lebih kurang dua tahun ini tidak jelas arah kepemimpinannya, sehingga slogan “Perubahan” yang di gadang – gadang masih belum tercapai.Zazang nurdiansyah Sekjen Himapas dihubungi wartawan Senin (26/11) di Singkil, mengatakan sampai sejauh ini sudah hampir dua tahun tidak jelas arah kepemimpinannya, baik di bidang Pendidikan, Ekonomi, Kesehatan, Infrastruktur, dan Kesenjangan sosial alias tidak adil.

“Banyaknya persoalan yang terjadi selama kepemimpinan Dulmusrid-Sazali seakan tidak ada titik penyelesaian seperti tempo lalu PT Socfindo mengaliri limbah ke sungai sampai sekarang tidak ada penyelesaian bahkan tingkat hasil sampel yang di tunggu dari laboraturium sampai sejauh ini juga belum keluar,”ujarnya. memaparkan, hal itu terkesan semacam pembiaran dari pihak pemda. Padahal ini menyangkut masalah serius dan jika memang di biarkan seperti ini terus berarti visi sejahtera yang selama ini menjadi kebanggaan dulsaza bisa kita katakan gagal. 

Bukannya mensejahterakan masyarakat malah membuat malapetaka untuk masyarakat sendiri atau memang ada kesengajaan dalam permasalahan.Bukan hanya itu zazang juga menyampaikan jika kita lihat mutasi tempo lalu juga banyak bermasalah. Seperti pengangkatan kepala sekolah yang tidak mempunyai sertifikat cakep. Padahal salah satu visi Dulsaza adalah mencerdaskah generasi daerah aceh singkil. “Padahal suksesnya suatu daerah adalah suksesnya akumulasi individu- individu,” bebernya.Lain lagi permasalahan kesehatan, tukasnya, juga demikian tidak di tangani secara serius sehingga masyarakat yang dikategorikan menengah kebawah yang jadi sasaran akibat pemimpin yang pesimis dan ragu dalam mengambil kebijakan.

Ada pasien atas nama Novianti istri dari Arafik masyarakat Desa Ujung yang tinggal di Desa Pulosarok di komplek BRR Jalur 3 pasien hamil 7 bulan hasil USG bayinya diperkirakan sudah meninggal dunia, parahnya lagi pasien itu juga mengalami bocor jantung beberapa waktu yang lalu sudah di rujuk ke RSUD Aceh Singkil lalu dirujuk ke RSUD Tapaktuan.

Rujukan Online, BPJS Diam Saja Seharusnya dari Tapaktuan harus dirujuk ke Banda Aceh, akibat keterbatasan biaya pasien dibawa pulang lagi ke Singkil jika memang pemda tanggap terhadap ini mungkin pasien ini bisa di rujuk langsung ke RSUZA Banda aceh, namun karena lalai atua apalah sehingga pasien ini harus pulang ke daerah.Tambahnya lagi baru-baru ini juga pengangkatan direktur BUMD juga berbenturan dengan hukum. Yaitu menabrak qanun nomor 5 tahun 2014 tentang perusahaan daerah dan peraturan (pp) nomor 54 tahun 2017 tentang BUMD.Bukan hanya itu seharusnya direktur yang di angkat mempunyai pengalaman kerja 5 tahun tentang perusahaan dan dapat dibuktikan dengan referensi sebelumnya.

Namun menurut pantauan HIMAPAS Banda Aceh yang di angkat jadi direktur tersebut tidak mempunyai pengalaman kerja tentang perusahaan. Makanya HIMAPAS menilai BUMD ini kategori ilegal dan cacat hukum dan lebih baik di lakukan pemilihan ulang ujur zazangSeharusnya Dulmusrid dan Sazali melakukan penyegaran atau mutasi SKPK sesuai apa yang di sampaikan bupati aceh singkil tempo lalu sehingga roda kepemimpin dulsaza berjalan sesuai sebagaimana mestinya
Tapi jika memang tidak dilakukan dan pola seperti sekarang terus di perlihatkan tak jauh beda alias nihil .

Himapas memberikan sinyal peringatan, jangan sampai masa kepemimpin Dulmusrid- Sazali ini menjadi ambang kehancuran untuk daerah Aceh Singkil dan menjadi cacatan sejarah.“Tambah lagi masalah kebencanaan seperti banjir sampai sejauh ini juga tidak ada solusi yang diberikan. Jelas sampai sejauh ini visi Dulmusrid dan sazali sehat cerdas dan sejahtera tidak berjalan dan terkesan slogan perubahan hanya untuk membodohi masyarakat,” tegas Zazang.

| Rahmat