SamudraNews.com- Langsa-Menyikapi pelaksanaan Pemilu 2019 yang sudah diambang pintu, rakyat Indonesia diminta untuk tetap bersatu dan tidak terpecah belah.
Hal itu disampaikan oleh Abida Rahmat, selaku Panglima Revisional dan Penyambung Lidah Rakyat melalui media ini menghimbau kepada seluruh Rakyat Indonesia untuk menjadikan perbedaan sebagai kekuatan. karena menurutnya, perbedaan merupakan sesuatu yang paling harganya.
"Jangan kita buat perpecahan sesama anak bangsa ini.
karena dengan perbedaan keragaman suku, Agama dan Bahasa, kita pasti mampu bersatu membangun negeri yang kita cintai dan kita jaga sampai titik darah penghabisan, janganlah berdarah-darah kita pertahankan baik dari Kubu 01 atau Kubu 02, mari kembali kita ingat bahwa tanggal 17 April 2019 bukan hari kiamat atau segala-galaNya. Kata Abida Rahmad kepada Media, pada Jumat, 29 /03/2019.
Pemilu diadakan setiap 5 tahun sekali, sambung Abida Rahmat, itu merupakan pesta demokrasi bangsa dan negara yang berdaulat, kepada para tokoh politik, Saya himbau agar tidak mencari-cari kesalahan orang lain, akan tetapi, ingatlah kesalahan dirimu pada orang lain dan jangan mengungkit - ungkit pemberian mu pada orang lain, akan tetapi ingatlah pemberian orang lain untuk mu." katanya.
Ia menambahkan, "Saya juga menghimbau agar seluruh rakyat indonesia untuk merenung diri masing- masing jangan sampai gelombang internasional memporak porandakan negeri kita menjadi balkan asia.
Saya selaku Panglima Revisional dan Penyambung Lidah Rakyat, meminta kepada saudara- saudara ku sebangsa setanah air untuk tetap mencintai negara, serta Rakyat Indonesia dan menjadi pemimpin yang amanah, yang mampu menciptakan aktivitas dan perubahan- perubahan nasib rakyat Indonesia di segala bidang." PintaNya.
Lebih lanjut dikatakan Abida Rahmat, "Bagi seluruh kader bangsa revolusi, perang saudara bukan jalan menuju kesuksesan,.kepada para elit bangsa indonesia berilah contoh yang santun dalam menyampaikan sesuatu di dalam perdebatan, jangan berapi- api menyampaikan sesuatu, seakan kebenaran ada padamu , sehingga timbul celah yang bisa membuat perpecahan.
Hal itu disampaikan oleh Abida Rahmat, selaku Panglima Revisional dan Penyambung Lidah Rakyat melalui media ini menghimbau kepada seluruh Rakyat Indonesia untuk menjadikan perbedaan sebagai kekuatan. karena menurutnya, perbedaan merupakan sesuatu yang paling harganya.
"Jangan kita buat perpecahan sesama anak bangsa ini.
karena dengan perbedaan keragaman suku, Agama dan Bahasa, kita pasti mampu bersatu membangun negeri yang kita cintai dan kita jaga sampai titik darah penghabisan, janganlah berdarah-darah kita pertahankan baik dari Kubu 01 atau Kubu 02, mari kembali kita ingat bahwa tanggal 17 April 2019 bukan hari kiamat atau segala-galaNya. Kata Abida Rahmad kepada Media, pada Jumat, 29 /03/2019.
Pemilu diadakan setiap 5 tahun sekali, sambung Abida Rahmat, itu merupakan pesta demokrasi bangsa dan negara yang berdaulat, kepada para tokoh politik, Saya himbau agar tidak mencari-cari kesalahan orang lain, akan tetapi, ingatlah kesalahan dirimu pada orang lain dan jangan mengungkit - ungkit pemberian mu pada orang lain, akan tetapi ingatlah pemberian orang lain untuk mu." katanya.
Ia menambahkan, "Saya juga menghimbau agar seluruh rakyat indonesia untuk merenung diri masing- masing jangan sampai gelombang internasional memporak porandakan negeri kita menjadi balkan asia.
Saya selaku Panglima Revisional dan Penyambung Lidah Rakyat, meminta kepada saudara- saudara ku sebangsa setanah air untuk tetap mencintai negara, serta Rakyat Indonesia dan menjadi pemimpin yang amanah, yang mampu menciptakan aktivitas dan perubahan- perubahan nasib rakyat Indonesia di segala bidang." PintaNya.
Lebih lanjut dikatakan Abida Rahmat, "Bagi seluruh kader bangsa revolusi, perang saudara bukan jalan menuju kesuksesan,.kepada para elit bangsa indonesia berilah contoh yang santun dalam menyampaikan sesuatu di dalam perdebatan, jangan berapi- api menyampaikan sesuatu, seakan kebenaran ada padamu , sehingga timbul celah yang bisa membuat perpecahan.
Pada tanggal 17 April 2019 adalah pesta kita rakyat Indonesia, pilihlah sesuai keinginan hati masing- masing. Jadikan perbedaan seperti sambal terasi, begitu menyatu nikmat di makan." tutup Abida Rahmat.
| Rgs
