Kondisi Jembatan Pelangi Memperhatinkan Dan Siap Makan Korban


SamudraNews.com- Aceh Singkil -
Salah satu jembatan yang di jadikan masyarakat sebagai objek wisata yamg di sebut warga  jembatan pelangi  dulu sering didatangi oleh para pelancong dari luar Kecamatan Singkil Utara bahkan sempat Viral di media sosial akibat ke uniknya, namun kini kondisinya sangat memprihatinkan. Kamis (11/04/2019).

"Kondisi jembatan pelangi yang menghubungkan ke makam Ulama ini sudah rusak parah bahkan nyaris roboh".

Jembatan tersebut berada di Desa Gosong Telaga Selatan, Singkil Utara, Aceh Singkil, tidak jauh dari jalan masuk ke Objek Wisata Cemara Indah.

Karena tidak ada respon Pemerintah terhadap perbaikan jembatan ini, masyarakat sekitar berinisiatif melakukan renovasi dengan cara Gotong Royong.

Jembatan sepanjang 45 meter tersebut, bukan hanya untuk ber Swafoto melainkan perkebunan masyarakat juga ada di seberang jembatan itu, serta perlintasan para Peziarah ke makam Ulama yang bernama Tompat.

Salah satu warga Maslim menjelaskan kepada wartawan kondisi jembatan itu sangat memprihatinkan, sudah mulai lapuk dan banyak lantai dan tiangnya yang sudah tidak layak pakai," Ucap maslim

Kata Maslim, dana untuk merehab  jembatan pelangi itu, dikumpulkan warga dengan cara swadaya dengan mengumpulkan dana seadanya setelah itu baru di kerjakan bersama-sama.

Sementara itu, Sekretaris Camat Kecamatan Singkil Utara, Ansari mengatakan, pihak Kecamatan sudah pernah mengusulkan perbaikan jembatan kepada Pemerintah Daerah, namun belum juga ada respon dan realisasinya.

"Perbaikan jembatan harus dilakukan secara menyeluruh, Sebab jika hanya mengganti dengan kayu yang baru, dipastikan tidak akan bertahan lama," pintanya.

"Bila perlu jembatan itu jangan lagi menggunakan material kayu, seharusnya sudah permanen terbuat dari beton," dia berujar

Di waktu itu Pihak dari Dinas PUPR pernah mengecek lokasi jembatan ini, direncanakan jembatan ini diganti dengan jembatan beton gantung.

"Kalau jembatan ini jembatan gantung kata pihak PUPR tidak bisa menggunakan dana APBK melainkan harus menggunakan dana Otsus, karena butuh biaya yang cukup besar,"ucapnya Nasir menirukan.

"Mudah mudahan ini cepat terealisasi, agar warga tidak lagi takut-takut untuk melintas," umgkapnya.




Dikirim dari perangkat Samsung saya