SamudraNews.com-Langsa, Sejak awal Ramadan para pedagang sayur di terminal lama pasar Kota Langsa di gusur oleh Satpol PP bahkan barang dagangan di angkut paksa oleh Satpol PP.

Lantas pada hari Kamis (9/5)emak emak pedagang sayur mendatangi anggota DPRK Langsa komisi 3,untuk memohon pada wakil rakyat dapat mengusulkan kepada Walikota Langsa atau dinas terkait agar mengijinkan berjualan sepanjang bulan Ramadhan saja.

"Kami selaku pedagang sayur memohon kepada bapak dan ibuk DPRK Langsa kususnya di Komisi 3 agar dapat mencarikan solusi bagaimana caranya agar di bulan Ramadan ini kami bisa berjualan tampa harus bentrok dengan Satpol PP ,dan barang dagangan kami  tidak hancur," ujar Mariani mewakili teman teman seprofesinya sebagai pedagang sayur.

Menurut Mariani, mereka yang berjualan sayur tidak mengganggu pengguna jalan, karena sudah bertahun tahun jika bulan Ramadan kami berjualan di tempat ini ,katanya.

Sementara itu bara emak emak pedang gang sayur di terima di ruangan komisi 3 DPRK Langsa ,yang di sambut oleh anggota komisi 3 Ir.Zulfikar ,
Hj. Sri kumala Nurli, SE dan didampingi oleh Ir. Joni yang dulunya anggota komisi 3.

Dalam kesempatan itu Ir, Zulfikar menampung semua apa yang menjadi keinginan masyarakat khususnya para pedagang sayur di pasar Kota Langsa.

"Semua aspirasi para pedagang sudah kami tampung ,namun kami tidak bisa memberikan wewenang kepada para pedagang untuk tetap berjualan di lokasi yang di maksut".

Namun demikian,kita akan mengusulkan kepada walikota,  karena beliau yang berhak memberikan izin untuk berjualan, tetapi sebelum merujuk ke walikota kami dari Komisi 3 DPRK Langsa akan turun dulu ke lokasi bersama Satpol PP ,dan melihat langsung jona yang di tempati oleh pedang ada mengganggu pasilitas umum atau tida,tutupnya

| Roby Sinaga

Kirim Komentar Anda: