SamudraNews.com-Langsa, BNNK Langsa Lantik Penggiat Anti Narkoba dari kalangan pemuda Gampong Sungai Pauh Pusaka Kecamatan Langsa Barat Kota Langsa, Kamis (3/10).
Pengukuhan Penggiat Anti Narkoba tersebut di pimpin langsung oleh Ketua BNNK Langsa AKBP Navri Yuleeny, SH.MH, Acara di gelar Gampong setempat dan di hadiri oleh Wakil Walikota Langsa Drs.Marzuki Hamid, MM, Kepala BNNK Langsa AKBP Navri Yulleeny SH.MH Kapolsek Langsa Barat IPDA Muliady, SE, Danramel Langsa Barat, Lettu Inf Supriyanto, Geuchik, Muslidi,S.Pd, prangkat, Gampong dan masyarakat setempat.
Dalam sambutanya AKBP Napvri mengatakan bahwa, Penggiat anti Narkoba yang baru di lantik ini hendak nya mampu menjadi perpanjangan tangan untuk membrantas Narkoba di Gambong Sungai Pauh Pusaka.
Mengingat Kata Navri, Bahaya Narkoba ini sangat mengancam generasi muda, oleh karenanya pemberantasan Narkoba ini menjadi tugas kita semua.
Sebab Narkoba mampu mengubah karakter manusia menjadi monster pembunuh yang sangat kejam,tandasnya.
Dalam kesempatan itu Wakil Walikot Langsa DR.H.Marzuki Hamid, MM juga memberikan apresiasi yang setinggi tingginya kepada pemerintah Gampong yang sudah membuat trobosan untuk menghambat lajunya peredaran Narkoba di Gampungnya.
"Trobosan ini sangat positif, namun hendaknya jagan sebatas sandiwara saja, setelah di lantik tidak ada perubahan dan narkoba masi ada di temukan di Gampong".
Oleh sebab itu bagi anak anak mudah yang baru di Lantik menjadi Satgas Penggiat Anti Narkoba, mari tanamkan pada diri kita masing masing katakan STOP Narkoba, sehingga apa yang kita harapkan tentang pemberantasan Narkoba ini dapat berjalan dengan maksimal, harapnya.
Sementara itu di temapat yang sama Musliadi, S.Pd Geuchik muda yang berwawasan ini mengatakan, Satu tahun sebelum nya pemerintah Gampong Sungai Pauh Pusa bersama pemuda Gampong telah melaksanakan program gila gilaan dengan melakukan suiving Setiap malam, dan hasilnya setiap malam banyak orang yang terjaring yang akan membeli narkoba, dan banyak juga yang sudah kita selesaikan di Gampong dengan cara membuat pernyataan tidak lagi mengulangi perbutannya.
Tapi hal ini bukan bukan tampa resiko, pernah perangkat desa yang melakukan suiving malam di kejar dengan Kelewang sama pengedar Narkoba.
Tetapi Alhamdullah, dalam setahun terahir ini sudah ada perubahan yang signifikan, awal nya anak anak sempat di jadikan kurir sabu dengan istilah di jadikan Becak, dan sekarang anak anak tersebut sudah kita berikan pelatihan pelatihan seni, sehingga anak anak tidak lagi menjadi becaknya pengedar sabu, ujarnya.
Musliadi menambahkan, Saat ini kita kucurkan dana desa 100 juta untuk pembinaan para pemuda untuk dapat berkaya, dan timbul pertanyaan "mengapa harus pemuda yang di berikan pelatihan" jawaban nya, peredaran Narkoba bnayak dari kalangan pemuda" terang Geuchik.
Adapun Penggiat Anti Narkoba yang di lantik oleh Ketua BNN Langsa sebanyak 10 orang dan di ketua oleh M.Nur dengan anggota Muhmmat Daot Turhamun
Sumardi, Adi M.Thaib Sa'iya Zainal Abidin, M.Rizal, Ari Syarial, Salimprianto, dan Hasan Basri, semoga para pemuda ini dapat bersinergi dengan pihak terkait dalam pemberantasan Narkoba, harap Geuchik.

