SamudraNews.com-Labuhan Batu-Sumut, Miris!!! Jasat wartawan dan LSM ditemukan dengan luka Bacok yang sangat parah, diduga menjadi korban Pembunuhan.
Menurut waraga,Awal nya ditemukan Mayat Maratua P. Siregar (55) alias Sanjai berpropesi wartawan mingguan Pindo Merdeka di semak-semak dengan kondisi luka bacokan beserta sepeda motor yang dipinjam dari Burhan Nasution rekan korban, kemudian sekitar 200 meter dari mayat Sanjai di temukan mayat Raden Sianipar di parit belakang kontener PT SAB/KSU Amalia, di dusun Wonosari Kecamatan Panai Hilir Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatera Utara yang berpropesi sebagai LSM.
Kondisi jasad Martua P Siregar alias Sanjai saat ditemukan kondisinya seperti Maraden Sianipar yang lebih dulu ditemukan dengan kondisi penuh luka di perut, kepala, punggung dan di bagian lainnya.
Informasi yang bersil di himpun awak media ini, keduanya yang menjadi korban pembunuhan merupakan wartawan dan aktivis LSM yang getol mengkritisi serta menyoroti permasalahan sengketa areal milik perkebunan PT SAB/KSU AMELIA yang saat ini sudah dieksekusi Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara.
Bahkan menuru masyarkat , Sanjay Siregar pernah memimpin puluhan masyarakat Desa Wonosari, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu untuk menuntaskan permasalahan yang terjadi di daerah PT.SAB/KSU AMELIA.
Pada saat itu masyarakat yang di gawangi oleh alm Sanjay Siregar
menuntut agar bisa masuk ke areal lahan garapan yang selama ini dikuasai oleh PT SAB/KSU Amelia sejak tahun 2005 lalu. Pada awalnya masyarakat mengklem tanah seluas 760 hektar tersebut merupakan tanah hak milik masyarakat desa Wonosari, Kecamatan Panai Hilir.
Dan hal tersebut di perkuat dengan pernyataan dari Ketua LSM Lembaga Pemantau Independen Asset Negara (LIPAN), Syamsul Sitepu warga "Iya, korban Sanjay Siregar memang giat menyoroti dan mengkritisi soal lahan itu," ungkap
Syamsul yang merupakan rekan korban mengakui jika di areal PT SAB/KSU Amelia tersebut sering terjadi keributan mengarah kekerasan antara warga yang mengklaim areal milik mereka dengan orang tidak dikenal yang menjaga areal tersebut.
Sementara itu Kapolsek Panai Hilir, AKP Budiarto kepada wartawan membenarkan adanya penemuan mayat tersebut
"Benar, tadi jam 10 pagi Kamis (31/11) jasad Martua P Siregar alias Sanjai dan sepeda motor ditemukan tidak jauh dari jasad rekannya Sanjai ditemukan," pungkas AKP Budiarto via telepon seluler.
Pelaku pembunuhan terhadap wartawan serta LSM tersebut mendapat kecaman keras dari Ketua PWI Sumut, Hermansjah didampingi Sekretaris Edward Thahir dan Ketua Pembela Wartawan PWI Sumut Wilfried Sinaga SH, Jumat (1/10) di Medan menyatakan, sebagaimana amanat Undang Undang No 40 Tahun 1999 tentang Pers bahwa wartawan dalam bertugas menjalankan profesinya dilindungi undang-undang.
"Siapapun pelaku dan aktor di balik kasus pembunuhan dua wartawan tersebut harus dihukum berat, karena bagaimanapun kekerasan terhadap Pers tidak dibenarkan dan merupakan pelanggaran berat," ujar Hermansjah yang sejak Kamis malam memastikan bahwa kedua korban benar berprofesi sebagai wartawan di Labuhan Batu sehingga keberadaannya wajib dilindungi.
"Pers bekerja dilindungi undang-undang, dan apabila masyarakat tidak puas terhadap pemberitaan wartawan bisa menyanggahnya melalui ketentuan hak jawab sebagaimana diatur UU No 40 Tahun 1999 tentang pers," tambahnya.
Sehubungan itu pula, Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto diingatkan agar memberikan perhatian khusus dan membentuk tim untuk segera mengusut tuntas kasus ini sehingga bisa segera diungkap siapa dalang dan pelaku.
Adanya kasus pembunuhan ini membuktikan sekaligus menunjukkan indikasi bahwa wartawan dalam bertugas penuh resiko dan ancaman bahaya. Sehingga PWI Sumut secara khusus meminta agar wartawan dalam bertugas lebih memperhatikan keselamatan jiwanya dari pada liputan berita.
Sembari mengingatkan wartawan baik anggota maupun non anggota PWI Sumut agar saat memilih profesi menjadi wartawan benar benar serius menjalani profesi mulia ini, tanpa diembeli kepentingan pribadi apalagi sebagai LSM (lembaga swadaya Masyarakat) tandasnya
| RED
