Ditemui MPD, Sejumlah Kepala Sekolah Curhat

  • Foto: Jalan tanjakan menuju SMPN 2 Penanggalan (kanan) di Desa Lae Ikan, perbatasan Aceh - Sumut

Samudranews.com-Subulussalam, Aceh: Ditemui tim Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kota Subulussalam dalam rangkaian kunjungan MPD dipimpim Amran Syahputra Berutu, A.Ma, sejumlah kepala sekolah Kec. Penanggalan, Subulussalam terpisah sampaikan curahatan hati (curhat) terkait situasi dan kondisi sekolah, siswa hingga kepedulian dan dukungan warga terhadap pendidikan.

Kepala SMAN 1 Penanggalan di Desa Sikelang, Drs. Sahmuddin Padang, MSi keluhkan akses jalan jarak sekira 600 meter dari jalan nasional ke gedung sekolah itu masih sangat memprihatinkan. Padahal dua aset daerah ini, SMAN 1 dan stadion mini ada di sana, dengan akses jalan serupa. Kondisi jalan di sana diharapkan mendapat perhatian pemerintah daerah ini dan perlu dilakukan pembenahan. 

Sekira dua bulan pimpin SMAN itu, Sahmuddin akui harus bekerja ekstra, tidak hanya fisik sekolah, tak kalah sulit soal sistem, aturan dan disiplin Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) siswa hingga keakuratan jumlah siswa. 

"Kita harus buat Surat Panggilan Orangtua (SPO)," jelas Sahmuddin mensinyalir, dari 132 siswa di sana hanya 30 persen aktif. Bahkan dasar SPO yang sudah dan masih terus dilakukan, dari 70 persen yang tidak aktif, 50 persen belum jelas.

Soal tenaga personel, guru PNS empat orang, guru kontrak sepuluh orang dan guru honorer sembilan orang. Dari lima rombongan belajar (rombel) jumlah siswa kelas I 17 orang, kelas II 42 dan kelas III 73. Ruangan yang ada, ruang kepala sekolah, guru dan perpustakaan. Luas areal lokasi sekolah ini sekira 4 Ha.

Menurut Sahmuddin yang mantan kepala sekolah sejumlah jenjang SLTA di kota ini, sambil berjalan pihaknya akan terus membenahi SMAN 1 ini.

Sementara Kepala SMPN 4 Penanggalan di desa yang sama, Hendrijal Harahap pastikan kendala utama di sana menyangkuy air bersih. "Kita sangat mendukung program dinas pendidikan, siswa zuhur berjamaah di sekolah, sayangnya kebutuhan air tidak bisa terpenuhi," imbuh Hendrijal mengasuh 80 siswa dan memiliki satu unit mushalla di sekolah itu.

Keluhan serupa disampaikan Kepala SMPN 2 Penanggalan di Desa Lae Ikan, Lukman Padang. Berdiri sejal 1 Agustus 2007 dengan tiga rombel, fasilitas ruang guru dan perpustakaan, untuk bisa sampai ke okasi sekolah di bukit seluas 40x20 m2 ini harus ditempuh dengan melintasi kondisi tanjakan. 

Tak tanggung-tanggung, hampir mencapai 300 meter dari badan jalan nasional dengan medan tanjakan yang membuat pelintas keletihan untuk bisa sampai di sekolah itu. Kecuali sepeda motor dengan pengendara pilihan, mobil pribadi tidak semua berani naik ke sana meski bisa dilintasi.

"Sangat prihatin dengan lokasi sekolah, hanya mengasuh 17 siswa kelas satu, dua dan tiga, bahkan jalan yang harus dilalui terasa berat," tandas Lukman memprediksi, sekolah ini bisa terus eksis jika dijadikan sekolah terpencil.

Ditambahkan, lima tahun berturut siswanya mengikuti UNBK harus menumpang. Tiga kali menumpang di SMPN1 Penanggalan dan dua kali di SMKN Penanggalan dengan total alumni 37 orang.

Minimnya siswa di sana setiap tahun antara lain karena ada SMPN di kabupaten tetangga (Pakpak Bharat) dan orang tua di desa itu lebih tertarik memasukkan anak ke pesantren. Persoalan lain, penduduk desa itu tidak lebih dari 70 KK dan mengharapkan warga desa lain sekolah di sana sangat tidak memungkinkan.

Kondisi guru, empat PNS, dua honor, satu kontrak dan satu TU, 80 persen tinggal di Subulussalam, jarak sekira 18 km dari sekolah itu. Kekurangan guru bidang studi prakarya, Bahasa Indonesia, PPKn, seni budaya dan agama adalah persoalan klasik dan entah sampai kapan bisa terealisasi.

"Pemerataan guru program kepala dinas agaknya menyentuh SMP ini," harap Lukman, pastikan mesin finger print sekolah itu harus bongkar pasang setiap hari untuk menghindari kecurian.

Menurut Lukman, sejumlah alat sekolah bahkan perkakas memasak, tak kecuali kabel listrik pernah hilang dari sekolah itu. Dasar ini menjadi salah satu alasan Lukman melakukan bongkar pasang terhadap perangkat finger print di sana.

| Khairul