LSM Ampes Apresiasi BKSDA Aceh,Dalam Penanganan Konflik Harimau Dengan Manusia



SamuderaNews.com-Subulussalam Aceh, Harimau Sumatera yang turun ke pemukiman warga di desa Singgersing Kec, Sultan Daulat Kota Subulussalam beberapa waktu lalu, yang sempat memangsa hewan ternak warga juga meresahkan masyarakat.

Gerak cepat Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) mengambil tindakan dan langsung memasang Camera hingga perangkap di areal lahan perkebunan sawit masyarakat, akhirnya satu dari dua ekor harimau berhasil masuk ke dalam perangkap pada hari Jumat 06 Maret 2020.

Hasil kinerja BKSDA dalam penanganan permasalahan konflik Harimau dengan Manusia mendapat banyak apresiasi salah satu apresiasi dari LSM Ampes Kota Subulussalam.

"Kami sangat mengapresiasi atas kinerja tim bksda aceh yang telah bekerja keras dan dalam menangani konflik ini serta selalu merespon keluhan masyarakat," kata Ketua Lsm Ampes Justri Berutu kepada SamudraNews Sabtu 07 Maret 2029

Namun kami juga berharab kepada tim BKSDA agar secepat nya menangkap harimau lainnya  yang masih berkeliaran di daerah pemukiman warga, agar konflik ini segera berakhir,masyarakat dengan tenang menjalankan aktifitas di lahan mereka.tambah Justri

Menurut Justri, terjadinya konflik antara Harimau dengan Manusia  merupakan kesalahan kita jugai karena Manusia dimana hutan yang menjadi tempat tinggal harimau telah di konversi menjadi lahan perkebunan bahkan praktek perburuan liar terhadap Rusa, Babi Hutan dan lain nya yang merupakan sumber makanan bagi harimau. jelas Justri

Setelah konflik ini berakhir kita juga meminta kepada seluruh steak holder Aceh dan Subulussalam untuk segera membentuk tim pencegahan terkait praktek perburuan liar,serta mendorong perusahaan-perusahaan pemegang  HGU di Kota Subulussalam untuk menyediakan lahan konservasi demi pelestarian hewan dan tumbuhan.tutup Justri,

|  Mansah Berutu