Samdranews.com-Subulussalam-Aceh, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Pak-pak Bharat dan Kota Subulussalam mengadakan pertemuan membahas tentang penanganan dan pencegahan pandemi Covid 19 yang digelar di Pendopo Walikota Subulussalam Rabu 8 April 2020.
Dalam pertemuan tersebuat Ade Fadly Pranata Bintang Ketua DPRK Subulussalam menyampaikan bahwa saat ini yang di isolasi mandiri berjumlah 1.146 orang mereka yang di isolasi mandiri adalah warga yang mempunyai riwayat perjalanan dari daerah yang terpapar Covid-19
"Saat ini jumlah orang dalam pemantauan (ODP) 12 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 6 orang dan 1 orang yang positif melalui rapid test dan sudah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Zainal Abidin di Banda Aceh"kata Fadly
Terkait pencegahan pandemi Covid 19 Pemerintah Kota Subulussalam telah membuat kebijakan yaitu mendirikan posko pemeriksaan kesehatan yang berguna untuk screening atau rangkaian pemeriksaan yang bertujuan untuk mengetahui resiko penyakit yang ditempatkan di perbatasan di Desa Jontor.Jelas Fadly
Masih Fadly masalah pasar mingguan Pemerintah Kota Subulussalam telah menetapkan bahwa pasar mingguan dirubah statusnya menjadi pasar harian agar dapat mengurangi resiko penyebaran Covid 19,
"Bagi pedagang dan sales yang berasal dari luar daerah tidak diperkenankan untuk menginap di Kota Subulussalam dan harus pulang paling lama pukul 21:00 wib"pungkas Fadly
Pada pertemuan tersebut Pemerintah Kabupaten Pak-pak Bharat menginginkan agar Posko Perbatasan milik Pemko Subulussalam yang berada di Desa Jontor agar bergabung dengan Posko milik Pemerintah Kabupaten Pak-pak Bharat di Desa Lae Ikan.
Dalam rapat tersebut dihadiri Walikota dan Wakil Walikota Subulussalam, PJ Bupati Pak-pak Bharat, Ketua DPRK Subulussalam dan Ketua DPRD Kabupaten Pak-pak Bharat, Kapolres Subulussalam dan Kapolres Pak-pak Bharat Dandim 0118 Subuluasalam, Sekda Kota Subulussalam dan Sekda Pak-pak Bharat.
| Mansah Berutu
