MPD Subulussalam Diskusi Soal Pendidikan di SDN Belukur

0
Foto: Diskusi soal pendidikan oleh MPD Kota Subulussalam di SDN Belukur


Samudranews.com-Subulussalam, Aceh - Membahas soal pendidikan, khususnya di Kec. Rundeng, Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kota Subulussalam berdiskusi di SDN Belukur, Kec. Rundeng, Selasa 12 Agustus 2020.

Bertema 'Meningkatkan Mutu Pendidikan Dengan Peran Serta Komite Sekolah', menurut Ketua panitia, Jadam Basri yang juga Wakil Ketua MPD diikuti unsur Kepala SD, PAUD, Komite Sekolah dan guru. Jadam menilai, mutu pendidikan di daerah ini stagnan, meski setahun terakhir ada upaya peningkatan dalam situasi menghadapi banyak persoalan.

Ketua MPD, Jaminuddin B, S.Pd membuka diskusi mengajak jajaran guru dan komite sekolah jelaskan program unggulan MPD, seperti beasiswa dan fasilitator masalah di sekolah, baik ekstern maupun intern.

Dikatakan, MPD merekomendasi 300-an mahasiswa bidik misi ke sejumlah Perguruan Tinggi (PT), tiga lainnya beasiswa penuh ke Fakultas Kedokteran Unimal, meski belum final. PT tersebut seperti Unsam, UTU, Unsyiah dan beberapa PT negeri maupun swasta di luar Aceh.

Selain itu, realisasi beasiswa mahasiswa Pemko Subulussalam dalam waktu dekat termasuk rencana penambahan kategori penerima beasiswa, yakni guru mengabdi di Ponpes kerjasama MPD dengan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Hamzah Fansuri (STIT Hafas) Kota Subulussalam.

Jamin mengajak peserta diskusi membuat pemikiran baru untuk mewujudkan sekolah yang semakin diminati masyarakat dengan tidak mengabaikan peran serta komite, bahkan aparatur pemerintah desa. "Shalat zuhur di sekolah sejak SD hingga SLTA perlu dibudayakan," tandas Jamin.

Pemateri di sana, Ir. Muzakir Idris, unsur MPD Kota Subulussalam. Dikatakan, peringkat terendah mutu pendidikan tingkat SD se-Provinsi Aceh setahun terakhir adalah Kota Subulussalam.

Karenanya, program Beasiswa Guru Pengabdian yang digagas MPD, bekerjasama dengan STIT Hafas dikatakan menjadi salah satu upaya untuk mendongkrak kualitas pendidikan dan didukung semua pihak. "Evaluasi diri sekolah untuk mengetahui sisi kelemahan," jelas Muzakir, pastikan untuk mutu sekolah, komite tidak boleh lepas tangan bahkan harus berkorban.

[] Khairul

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)