![]() |
Foto APDESI Sukabumi langgar Prokes dan berikan contoh buruk di masa vandemi 19.
SamudraNews.com-Sukabumi, - Setelah Viral Vidio APDESI menyebut Media Obok Obok desa yang berdurasi 26 detik di medsos, APDESI Sukabumi mendapat kecaman dari berbagai kalangan, Selasa (24/11/2020).
Salahsatunya Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sukabumi Raya Apit Haeruman, meminta secara tegas kepada APDESI Kabupaten Sukabumi untuk segera mencabut ucapnya yang menyebutkan nama media yang disebut selalu mengobok-obok desa.
"Kami minta APDESI Segera mencabut ucapan tersebut dan klarifikasi secara terbuka. Dalam kondisi seperti ini sedang masa pandemi covid-19 Apdesi pun memberikan contoh melanggar Protokol Kesehatan karena dalam kerumunan seperti itu," tegasnya.
Menurut Apit, jika mau menypai kan ke Beratan lewat vidio, seharusnya fokus saja kepada media yang memang suka mengobok-obok desa dan sekali lagi gunakan kalimat OKNUM, jangan menjas semua media suka obok obok Desa, katanya.
"Seharusnya dalam vidio tersebut pakai kata oknum, jangan menggeneralisir dengan nama media, kami merasa kecewa dan minta klarifikasi secara terbuka secepatnta" ujarnya.
Sementara itu Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Sukabumi Abu Hanifah Nasution, Juga mengatakan bahwa, seharusnya APDESI sebut saja media yang mengobok-obok desa jangan sampai ada ketersinggungan.
" Sebut saja media oknumnya, jangan sebut media. Kalau disebutnya media tanpa ada kata oknum itu jadi persoalan dan akan menjadi masalah bukan hanya media di Sukabumi saja, mungkin secara nasional," katanya.
Masih kata Hanif, atas pernyataan tersebut, pihaknya meminta klarifikasi dari pihak APDESI Kabupaten Sukabumi agar tidak ada kesalahpahaman.
"Kami minta segera klarifikasi secara terbuka, agara persoalan ini tidak melebar kemana-mana. Apalagi APDESI ini diisi oleh pejabat negara semua," pungkasnya.
Selain itu, Ketua Forum Pimpinan Redaksi Nasional (FPRN) DPD Jawa Barat Agus Wahyudin, SE menyampaikan bahwa Vidio tersebut sangat tidak pantas dilontarkan oleh pihak Apdesi, apalagi Apdesi adalah organisasi yang didalamnya orang-orang panutan dari desa nya masing-masing, sangat tidak pantas sekali, ungkapnya
Dan Mas Bayu Sebagai Ketua Umum FPRN menambahkan, "Jika bersih mengapa harus risih, media dan LSM hanyalah sebagai salah satu fungsi kontrol sosial. Jika ada oknum yang melanggar hukum baik itu Aparat Desa maupun LSM dan wartawan, laporkan saja sesuai aturan ke pihak berwajib (Kalau Bersih Jangan Takut Didatangi LSM Maupun Wartawan), tandasnya.
Diberitakan Sebelumnya
Sebuah video berdurasi 26 detik berisi pernyataan sikap yang diduga dari Kepala Desa se – Kabupaten Sukabumi yang tergabung dalam Assosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia (APDESI) menyebutkan media selalu mengobok-obok kepala Desa. Selasa (24/11/20).
"Kami kepala desa yang tergabung dalam APDESI Kabupaten Sukabumi, menyatakan melawan LSM dan Media yang selalu mengobok-obok kepala desa, merdeka, merdeka, Allahuakbar, Allahuakbar," ucapnya.
Diketahui pernyataan sikap deklarasi tersebut oleh Wakil Ketua 1 APDESI Kabupaten Sukabumi Ojang Apandi yang sekaligus Kades Jambenenggang Kecamatan Kebonpedes.
Setelah disimak, diketahui deklarasi pernyataan sikap berlangsung di gedung DPMD Kabupaten Sukabumi yang beralamat di Jl. Bhayangkari, Citepus Pelabuhan Ratu, Selasa (24/11/20) siang.
Saat dikonfirmasi, Ojang Apandi selalu deklarator soal "Media mengobok-obok kepala desa" melalui sambungan telepon, pihaknya belum bisa memberikan jawaban dan klarifikasi.
Hingga berita diturunkan, masih menunggu jawaban dari pihak APDESI Kabupaten Sukabumi.
| Red
