Wau!!! Penerima Bansos Senebok Antara di Dominasi Istri Prangkat, Abu Alex : Inspektorat Lamban

0
Foto ; Abu Alex.


SamudraNews.com-Langsa-Aceh, Indikasi kuasai dana BANSOS sepertinya hampir berjalan mulus, namun penerimaan bansos tersebut di dominasi mulai istri Geuchik dan istri prangkat gampong Senebok Antara. Berikut nama nama nya: 

1.Nurhayati istri Geuchik jenis bantuan PKH/BPNT, setelah kisruh dana di kembalikan ke Dinsos tanggal 5 Juni 2020 sebesar Rp.2.440.000.

2.Mariana istri Kasie Pemerintahan jenis bantuan PKH/BPNT 

3.Julianda istri Kaur pembangunan jenis bantuan PKH/BPNT

4.Siti Aminah Istri Tuhapeut jenis bantuan
PKH/BPNT

5.Nursalma istri Kaur Umum jenis Bantuan BST PT.Pos di terima BST 1 kali.

6.Novita Yani Tuhapeut jenis bantuan BST/Pos.

7.Yusnalisa Istri Tuhapeut jenis batuan bansos BRI

8.Muliani Istri Tuhapeut Jenis bantuan BST PT pos

9.Nurmawati istri Tuhapeut jenis batuan BST PT Pos.

Sesuai ketentuan ini melanggar Keputusan mentri Sosial (Kemensos) no 146/HUK/2013 Tentang penetapan kriteria dan pendataan Fakir Miskin dan orang tidak mampu.Katagori fakir miskin dan tidak mampu.
a.Fakir miskin dan orang tidak mampu yang teregester.
b.Fakir miskin dan orang tidak mampu yang belum  teregester.
Diktum kedua : Fakir miskin dan orang tidak mampu yang teregester sebaga mana dimaksud dalam dektum kesatu Hurip a yang berasal dari rumah tangga memiliki kriteria.
b.mempunyai pengeluaran sebagian besar untuk memenuhi komsumsi makanan pokak dengan sangat sederhana.

Hal ini di sebabkan data penerima bantuan tidak di perbaharui secara berkala. Hal ini mengakibatkan ;
Penyaluran Bansos dari pemerintah tidak tepat sasaran.
Masyarakat miskin yang seharus berhak menerima bantuan di rugikan.

Menanggapi hal tersebut 
Wakil Ketua Bidang Hubungan Masyarakat Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Iskandar Muda Aceh  (YLBHIMA)  H.M.Ali Abusyah akrab di sapa Abu Alex angkat Bicara, Minggu (7/3/2021).

"Ini merupakan penindasan terhadap warga miskan yang selayaknya menerima bantuan, namum karena ada indikasi keserakahan yang mementingkan keluarganya maka sepertinya berbagai manipulasi di lakukan demi menguras semua bantuan untuk kelompok dan golonganya semata" ujar Abu Alex.

Untuk itu Abu Alex  mendesak Inspektorat Langsa agar segera mengambil sikap yang tegas sesuai koridornya.
"Karena kami menilai Inspektorat terlalu lamban dalam melakukan penanganan, Apa lagi sebelum menjabat menjadi Inspektur Pak Syarial menjadi ketua tim pemeriksaan di wilayah Kecamatan Langsa Timur, tentu nya sudah paham tentang dugaan penyalah gunaan ADD Senebok Antara, namun hingga saat ini terkesan ada indikasi pembiaran, ujar Abu Alex.

Abu Alex menduga, tidak menutup kemungkinan ada sesuatu yang terselubung sehingga Inspektorat selaku pihak yang melakukan pengawasan semua anggaran pemerintah terkesan lamban dalam menyelesaikan temua 12 Aitem Pelanggaran yang di duga di lakukan oleh Geuchik Senebok Antara, tandasnya.

(Bersambung)

| Roby Sinaga

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)