Diduga, Geuchik Seuneubok Baroh Ancam Usir Fakir Miskin dari Desanya

0


Samudranews.com-Aceh Timur, Oknum Geuchik Gampong Seuneubok Baroh, Kecamatan Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur, T, diduga mengancam akan mengusir warganya Agustini (Tini) yang diketahui sebagai warga fakir - miskin, yang tinggal di gubuk reot dan bocor bersama suami dan empat anaknya yang masih kecil - kecil di desa tersebut. 



Dugaan ancaman pengusiran warga oleh kepala desa itu diduga dipicu akibat salah satu postingan kritik Tini di Facebook, terkait bantuan dan pengguna narkoba, yang diduga menyingung perasaan pihak - pihak tertentu.

Menurut rekaman percakapan dalam sebuah  video yang sempat beredar di beberapa grup whatsapp, kepala desa tersebut diduga mengancam akan melakukan pengusiran terhadap Tini, jika ia tidak menjaga sikapnya dan terus melakukan hal - hal yang dianggap tidak baik oleh pihak aparat desa tersebut.

" Jika memang hilang kesabaran saya atau lembaga pemerintah kampung ini, kamu bisa dikeluarkan dari kampung ini, dan ini jangan kamu anggap remeh," bunyi percakapan dalam video yang disebut sebagai suara geuchik tersebut, Sabtu 28 Agustus 2021.

Geuchik tersebut juga mengingatkan, agar Tini berterimakasih karena sudah diperbolehkan tinggal di desanya dan diminta agar menjaga sikapnya.

" Sudah dibolehkan tinggal di sini saja harusnya kamu berterima kasih, dan ini karena saya diminta untuk menasehati kamu, sebelum tensi amarah mereka yang kerja jadi bertambah," ujar geuchik kepada Tini dalam video pertemuan yang diketahui juga dihadiri kepala dusun dan beberapa orang lainnya itu. 

Dalam durasi berikutnya, geuchik itu diduga kembali mengancam akan mengusir Tini dari kampung tersebut.

" Kamu harus tahu, jika lembaga pemerintahan ini sudah sepakat mengeluarkan kamu, maka kamu bisa dikeluarkan dari kampung ini," ketus geuchik tersebut kepada Tini.

Mendapat perlakuan itu, Tini mengaku sangat khawatir dan sedih, ia merasa terancam dan sangat ketakutan.

" Tentu saya khawatir, memikirkan anak- anak yang masih kecil, dengan ekonomi seperti sekarang ini, kemana saya dan keluarga saya harus pindah,' ungkap Tini kepada media ini.

Selain merasa terancam, Tini juga merasa dilecehkan dan diperlakukan diskriminatif disebabkan hal - hal yang tidak ia lakukan dan tidak ia pahami.

" Kata per kata yang dikeluarkan banyak mengandung ancaman, ada juga kata- kata yang dia bilang, kalau ada yg mau bantu saya, pasti hubungi geuchik, kalau sudah gini kalau ada yang hubungi geuchik langsung ditolak katanya," ungkap Tini menirukan perkataan geuchik, saat dirinya dipanggil oleh salah seorang aparat desa pada siang hari untuk menemui kepala desa tersebut.

Namun ketika berita ini hendak ditayangkan, geuchik tersebut belum berhasil dikonfirmasi melalui telepon selulernya.

| ***

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)