Dalam arahannya Hasmi Darliansyah, selaku Kepala Desa Pulau Sarok menjelaskan bahwa,
Dalam penyaluran BLT DD (Bantuan Langsung Tunai Dana Desa ) ada tiga peraturan yang menjadi indikator.
Pertama : Permendes nomor 7, tentang prioritas penggunaan dana desa, Kedua : Perpres nomor 104 dan turunannya. Ketiga : Peraturan Menteri keuangan (Permankau)
nomor 190 tahun 2021, yang menjelaskan tata cara penggunaan dana desa yaitu wajib mengalokasikan minimal 40% di gunakan untuk BLT DD.
"Menurut data yang ada pada tahun 2021, Desa Pulo Sarok ada 166 orang tercatat sebagai penerima BLT. Jika dikalikan dengan 40% maka yang didapat dari penghitungan itu adalah 102 orang KPM (Keluarga Penerima Manfaat) yang berarti melebihi target , sedangkan untuk menanggulanginya bisa diambil dari sisa 60% anggaran", Ungkap Hasmi Darliansyah.
Lanjutnya, Di dalam 60% anggaran, juga terdapat sisa anggaran 20% yang diperuntukkan dalam program ketahanan pangan berupa kegiatan pangan nabati dan hewani serta kewajiban menganggarkan dana penanggulangan covid 19 sebanyak 8 %.papar nya lagi.
Namun, pada tahun 2022 ini lanjut Kades, terdapat aturan baru tentang relokasi anggaran yang bisa terjadi untuk desa desa yang penerima manfaat KPM banyak akan mendapatkan dana Relokasi dari desa yang penerima KPM nya sedikit. Kemungkinan akan di berlakukan pada bulan Juni 2022 mendatang, imbuh.
Untuk diketahui, warga penerima BST ( Bantuan Sosial Tunai) via Pos ada 122 orang, apabila ditambahkan dengan Penerima BLT DD 166
maka semua berjulah 288 Orang.
"Sementara dari hasil rapat dan sosialisasi sebelumnya yang diadakan di Kantor kecamatan Singkil,untuk Dana Desa ditahun 2022 ini mengalami pengurangan yang cukup signifikan"tambahnya.
Kemudian, untuk menanti kebijakan selanjut nya, Pimpinan rapat Ketua BPKAM Pulo sarok dan Kepala Desa menunggu informasi dari pihak kecamatan, sambari menunggu Perbup yang baru, tandasnya.
|***