Hal yang menariknya mulai dari pagi pagi sekali para peziarah sudah ramai , dan masih dilanjutkan ketika mejelang sore hari, karena kebanyakan warga menunggu waktu yang cocok tatkala mentari mulai condong keufuk barat menandakan suhu tidak sepanas saat tengah hari .
Ketika para peziarah sampai di areal pemakaman , tepat didepan pintu masuk terlihatlah pedagang dadakan, yang biasanya adalah penduduk sekitar sedang duduk dengan sabar sembari menjajakan daganganya yang kali ini hanya berupa air limau , berjejer rapi diatas sebuah meja kecil yang telah dipersiapkan sebelum nya , disini peziarah dapat membelinya dengan harga yang terjangkau tanpa harus repot mempersiapkan nya dari rumah.
Salah seorang peziarah Yana yang di konfirmasi datang dari kecamatan Singkil Utara menuturkan dirinya pada saat ini sengaja datang ke Singkil karena sudah lama dia tidak sempat ziarah ke makam orang tua nya, dengan moment seperti inilah kira nya saya bisa melakukan ziarah , sambil kembali merajut silaturahmi dengan handai taulan yang ada di kota ini, tutur nya .
Tradisi meugang di Singkil memang menjadi daya tarik tersendiri yang tiap tahun nya selalu dibanjiri oleh warga dan warga luar kota yang pada dasarnya sudah menjadi faktor kebiaasan yang telah melekat dan tertanam dihati masyarakatnya sejak lama..
| ***
