Pantauan media ini, kedatangan Yuli bersama aparatur Desa dan pihak Kecamatan, Polsek dan Koramil sudah terendus oleh oknum pemain galian C, hal ini terlihat dilokasi tidak adanya aktivitas galian C bahkan terlihat unit alat berat telah terparkir jauh dari lokasi.
Kondisi yang sangat miris tdilokasi tanah yang luas mencapai puluhan hektar terlihat bak kolam. Kondisi ini merusak lingkungan dan membuat kesal sang kepala Desa yang baru menjabat itu.
Kita turun kelokasi ke titik galian C yang ada di dusun II Desa Sena, karena kita mendapat banyak aduhan dan keluhan masyarakat, lantas dikroscek kelapangan untuk memastikan bagaimana kondisi galian C terakhir, kata Yuli di ujung telepon.
"Sungguh miris melihatnya hektaran tanah itu tidak terbentuk lagi dan rusak parah, itu semua ulah oknum yang tidak bertanggung jawab, ini harus dihentikan kasihan masyarakat",ujar Srikandi Desa Sena ini.
Untuk selanjutnya nya sambung Yuli, kita tidak ingin ada lagi galian-galian di Desa Sena, karena pada intinya galian itu merusak lingkungan, jadi stop tidak ada lagi namnya galian-galian biarkan masyarakat bercocok tanam, tidak perlu lagi kita dengar alasan aktivitas galian C ini karena untuk buat petak sawah, biarkan dengan keadaan seperti ini masyarakat yang bercocok tanam.
Yuli juga menegaskan akan segera memasang portal jalan agar tidak ada lagi aktivitas truk bertonase besar yang melalui jalan menuju lokasi galian.
"Kita akan pasang portal dipintu masuk lokasi agar tidak lagi dilalui oleh truk bermuatan besar pengangkut tanah", tutup Yuli satu-satunya Kades Perempuan dari Kecamatan Batang Kuis itu.
| WT
