Kepada awak media Ketua YAPILA Drs, Ismail Umar, MM.M.Si mengatakan bahwa pihak nya terus nerupaya menjdikan para santri menjdi mumpuni di bidang nya, sehingga sejak dini kita bimbing menjadi santri yang berahlak dan berhati mulia.
" Yapila terus berupaya menjdikan para santri ini berahlak dan berhati mulia, sehingga setiap usai shalat Magrib dan Shalat Subuh, mengajak para santri untuk SAMADIYAH walau sebentar" urai nya.
Menurut Ismail, Samadiyah berasal dari Sifat Tuhan, yakni ash-Shomad, tempat bergantung. Secara istilah, Samadiyah digunakan masyarakat Aceh untuk
menyebut tradisi doa bersama yang dikirimkan kepada orang yang telah meninggal dunia.
"Disebut Samadiyah karena dalam doa selalu pembacaan surat akul-Ikhlas, di mana surat itu menyebut Allahush Shomad, ayat kedua.Dan Isi Samadiyah relatif sama dengan di tempat lain, hanya saja pembacaan surat al-Ikhlas diperbanyak, biasanya 33 atau 100 kali" tutupnya.
| Putra
