![]() |
| pJ Geuchik Sukajadi Kebon Ireng |
Dalam kesempatan itu Arif Firmansyah. S.Pd.MM mengatakan bahwa, mempererat tali silaturrahmi sesama perangkat dan sesama umat muslim sangat lah perlu, terlebih lagi di bulan Ramadhan bulan penuh rahmad karunia bulan penuh ampunan ini.
"Dengan bersilaturahmi selain mengerjakan printah ALLAH, banyak hal yang bisa di rumuskan atau di pecahkan bersama, dan jika seluruh prangkat Gampang saling asa saling asih maka roda pemerintahan Gampong akan berjalan dengan baik" ujar Pj Geuchik.
Menurut nya, Tugas seorang PJ Gechik hanyalah hitungan bulan dan untuk mejalan kan roda pemerintahan karena gechik depenutif habis masa jabatan nya. Oleh karena nya tidak ada guna nya jika seorang PJ Geuchik tidak merangkul semua prangkat yang sudah ada.
"Dengan waktu PJ Geuchik yang singkat ini saya mengajak seluruh perangkat bergandengan tangan melaksanakan kegiatan yang menjadi tugas nya masing masing, dan kami berharap dalam waktu yang singkat ini kita bersama sama bisa majukan Gampong yang kita cintai ini" ujar Pj Geuchik.
Ditempat yang sama Ketua Tuhapeut Gampong Sukajdi Kebon Ireng bapak Tukiman
mengucapkan terima kasih yang tidak terhingga kepada bapak PJ Geuchik, yang begitu memahami pentingnya silaturahmi.
"Silaturahmi berasal dari dua kata dalam bahasa Arab: "silah" yang berarti hubungan, dan "rahim" yang berarti kasih sayang. Dalam konteks Islam, silaturahmi mengacu pada menjaga hubungan kasih sayang dan persaudaraan dengan sesama manusia, terutama dengan keluarga dan kerabat. Islam sangat menekankan pentingnya silaturahmi, baik dalam Al-Quran maupun hadits Nabi Muhammad SAW" ujarnya ketua Tuhapeut sosok seorang Ustadz itu.
Silaturahmi adalah salah satu ajaran yang diperintahkan oleh Allah. Dalam sebuah hadits bahkan Rasulullah menyebutkan bahwa orang yang menyambung tali silaturahim adalah orang yang beriman kepada hari akhir.Dengan begitu, ternyata banyak keuntungan dan manfaat yang bisa didapatkan.
Silaturahmi menurut Syariah juga merupakan praktik utama karena dapat membantu menghubungkan berbagai hal yang telah terputus.
Hal ini sebagaimana dalam salah satu hadits:
لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِيء وَلَكِنَّ الْوَاصِلَ الَّذِي إِذَا قُطِعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا
“Bukanlah bersilaturahmi orang membalas kunjungan atau pemberian, tetapi yang bersilaturahmi adalah yang menyambung apa yang putus.” (HR Bukhari)
| Roby Sunaga

