Aksi masa ini upaya menuntut disegerakannya pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Langsa terpilih hasil Pilkada 2024 yang sudah beberapa bulan belum dilantik oleh Gubernur Aceh yang merupakan perpanjangan tangan Pemerintah RI.
Amatan awak media masa SOMASI sudah mulai berkumpul disekitaran Lapangan Merdeka Langsa sejak pukul 09.00 WIB yang secara berangsur menuju gedung DPRK Langsa dengan berjalan kaki (Longmarch) dengan dikomandoi Koordinator aksi, Zulfadli.
Dalam aksi tersebut, para orator dari perwakilan masyarakat secara bergantian dan tegas menagih janji Pimpinan DPRK Langsa yang mengatakan bahwa pelantikan Walikota Langsa akan dilaksanakan pada awal bulan Mei 2025.
Masa juga mendesak agar para anggota DPRK Langsa segera menyelesaikan permasalahan internalnya sehingga tidak terkendala terhadap roda Pemerintahan Kota Langsa dan Walikota Langsa segera dilantik.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRK Langsa Burhansyah di tengah kerumunan massa mengatakan, dirinya memastikan pelantikan akan sesegera mungkin dilakukan pada Mei ini.
"Sudah saya sampaikan sebelumnya, terkait pelantikan akan segera kita fasilitasi untuk penjadwalan yang dilakukan pihak provinsi" ujarnya.
Burhansyah yang akrab disapa Polda menambahkan, sudah disampaikan pada bulan Mei ini selesai dan alhamdulillah saat ini sudah berjalan tinggal menunggu terbentuknya Alat Kelengkapan Dewan (AKD)”.
“Komisi badan musyawarah ini akan memfasilitasi jadwal pelantikan sesegera mungkin. Untuk ini sudah disepakati, mohon bersabar ya, semua dalam proses,” katanya.
Sementara itu Ketua DPRK Langsa Melvita Sari megucapkan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat dari berbagai elemen yang menyampaikan aspirasi dan segala bentuk keresahan serta kegelisahannya.
Selanjutkan dikatakan bahwa, pihaknya sangat menghargai segala bentuk gagasan, ucapan dan aspirasinya. Namun diharapkan tetap dengan kata-kata yang baik dan bijaksana.
"Terkait dengan tata tertib (Tatib), sesuai hasil zoom meeting dengan Kemendagri bisa mengacu pada tatib yang lama. Sehingga tatib yang saat ini dirancang oleh Tim Pansus, sudah dikirim ke Provinsi Aceh oleh Kabag Hukum Sekretariat Daerah Kota Langsa dan sedang diproses disana," jelas Melvita Sari.
Sehingga pembentukan alat kelengkapan dewan (AKD) di DPRK Langsa tidak memerlukan tatib yang baru, bisa merujuk ke tatib yang lama sembari menunggu tatib tersebut disahkan dan difasilitasi oleh Provinsi.
"Disini sudah hadir hampir seluruh anggota DPRK Langsa. Sambil menunggu yang lain, harapannya kepada semua anggota DPRK Langsa dapat menyelesaikan masalah internal dengan saling merangkul dan mengayomi, karena kita hari ini sudah melihat dan mendengar langsung aspirasi dari masyarakat," sebutnya lagi.
Anggota DPRK Langsa diharapkan tidak ada lagi kubu-kubuan, tidak ada lagi 01,02,03,04,05 dan sebagainya. Jadi dimohon memberikan ruang dan waktu kepada DPRK Langsa untuk segara mungkin selesaikan persoalan dalam menentukan AKD" harap Melvita.
Melvita Sari juga memberitahukan bahwa AKD bukan hanya bertujuan untuk melantik Walikota Langsa, namun lebih kepada melaksanakan fungsi dan tugas DPRK secara maksimal.
"Sehingga dalam waktu dekat kita sudah ada deadline waktu untuk segera melakukan Pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Langsa sesuai apa yang masyarakat inginkan," ungkap Melvita.
Demo diakhiri dengan penandatangan bersama Berita Acara oleh Ketua DPRK, Wakil Ketua I, Ketua Fraksi PAN, Ketua Fraksi Partai Aceh, Ketua Fraksi PKS, Ketua Fraksi Langsa Juara dan Ketua Fraksi Gerhana yang kemudian diserahkan kepada Koordinator aksi SOMASI, Zulfadli.
Kemudian, masyarakat makan bersama dengan masakan kas Aceh kuah belangon, karena masa yang tergabung dalam Solidaritas Masyarakat Sipil (SOMASI) membuat daur umum di belakang kantor DPRK Langsa dan menyembelih 1 ekor sapi, kemudian masa pun membubarkan diri.
| Roby Sinaga

