Kepada media ini, Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Langsa H.Fadhli, SAg, melalui Kasie Binmas Islam Haswin Putra,MH, mengatakan bahwa, Focus Group Discussion (FGD) deteksi dini konflik sosial keagamaan Islam memiliki manfaat besar dalam menjaga kerukunan mencegah potensi konflik.
"Diskusi ini membantu meningkatkan pemahaman tentang potensi konflik, memperkuat koordinasi antar pihak terkait, serta meningkatkan kemampuan dalam pencegahan dan penanganan konflik sejak dini"ujarnya.
Diskusi ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang berbagai faktor yang dapat memicu konflik sosial keagamaan, termasuk isu-isu sensitif dan potensi konflik yang mungkin muncul di masyarakat.
"Dengan demikian, diskusi deteksi dini konflik sosial keagamaan Islam memiliki peran krusial dalam menjaga stabilitas sosial dan keagamaan, serta mewujudkan masyarakat yang lebih harmonis dan damai sesuai dengan tujuan Kementerian Agama RI" tandasnya.
Kegiatan di hadiri oleh
wakil ketua MPU Langsa,Dr Drs.Tgk.H. Sulaiman Ismail, M.Ag
DR.T. Wildan dari IAIN Langsa, Kesbangpol Langsa Zulhadiansyah Sulaiman, M.SP.
KUA Langsa Timur
KUA Langsa Lama
KUA Langsa Kota
KUA Landa Barat
KUA Langsa Baroe
Penyuluh P3K KUA Langsa Barat
Binmas Kankemaenak Kota Langsa
Penata Humas, Kankemenag kota Langsa,
Penyuluh Fungsional
KUA seluruh kecamatan di kota Langsa,
Nadatul Ulama, Muhamadiyah,
Komunitas Keagamaan Islam,Media Massa
Himpunan Ulama Dayah Aceh, MPU Langsa.
| Roby Sinaga


