Terkait Rekomendasi Gubernur Aceh, Ini Tanggapan Pihak PTPN IV Regional 6

Kasus
0

SamudraNews.com | Langsa-Aceh, Polemik tuntutan SP-BUN supaya Region Head (RH) dan Senior Executive Vice President Operation (SEVPOP) PTPN IV Regional VI dicopot ditindaklanjuti oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf dengan mengeluarkan Surat Rekomendasi nomor: 500.15.13.1/6892 tanggal 10 Juni 2025. Rekomendasi ini berdasarkan 9 alasan yang di sampaikan oleh SP-BUN.

Menanggapi hal tersebut Region Head Bapak Syahriadi Siregar  melalui Muhammad Febriansyah selaku Kasubbag Kesekretariatan & Humas PTPN IV Regional VI Kamis (19/6/2025) menjelaskan,
Kami sepenuhnya menghormati rekomendasi yang dikeluarkan oleh Bapak Gubernur Aceh.Sampai sejauh ini kami tetap bekerja seperti biasa dan fokus untuk tetap meningkatkan produktivitas kinerja perusahaan.

Kemudian, Jika karena 
 9 alasan ini SP-BUN mendesak 
RH dan SEVPOP dicopot maka kami dapat menguraikannya yaitu :

1. Menanggapi pernyataan tersebut terkait pencopotan jabatan Region Head dengan alasan kegagalan dalam meningkatkan kinerja. Maka dengan ini disampaikan bahwasannya kinerja perusahaan tahun 2024 memperoleh laba audit sebesar 80 miliar lebih. Pada tahun 2025 periode Januari sampai dengan Maret memperoleh laba sebesar 15 miliar, dan sampai dengan April sudah memperoleh laba 55 miliar. Dimana artinya kinerja perusahaan mengalami peningkatan dalam masa jabatan Region Head Bapak Syahriadi Siregar dan SEVP Operational Bapak T. Zein Ichwan, Kalau dilihat dari sisi capaian, manajemen kita justru sudah menunjukkan peningkatan kinerja yang nyata. 

2. Terkait hubungan dengan SP-BUN, Sarjani menyebut bahwa komunikasi tetap dibuka, dan segala bentuk aspirasi bisa disampaikan secara musyawarah sesuai Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja. Kami terbuka untuk berdialog. Tidak ada kelompok-kelompok di internal. Yang ada adalah struktur organisasi: karyawan, serikat pekerja, dan manajemen. 

3. Mengenai jenjang karir sumber internal merupakan keputusan mutlak dari PTPN I, PTPN IV Regional 6 hanya mengajukan nama – nama yang layak untuk dapat mengikuti proses asessment. 

4. PTPN IV Regional 6 senantiasa bersinergi dengan stakeholder disekitar perusahaan yang implementasinya melalui program – program TJSL untuk masyarakat sekitar diantaranya Program Peduli Stunting di Aceh Timur dan melibatkan muspida setempat. 

5. Informasi dari PTPN IV Regional 6 sudah transparan seperti laba rugi, pengurus, dan lain sebagainya. Bisa diakses melalui laporan – laporan. Misalnya laporan produksi dan premi panen, setiap pemanen sekarang sudah bisa mengetahui berapa premi yang dia dapatkan langsung setelah dia memanen. Dan terkait penghasilan juga sudah transparan setiap karyawan bisa tahu berapa total penghasilan mereka dan jika ada kekurangan yang didapatkan bisa ditanyakan. 

6. Terkait kaderisasi karyawan pimpinan ialah merupakan kewenangan Holding Perkebunan, dimana untuk mendaftar menjadi karyawan pimpinan jalur eksternal harus mengikuti proses seleksi Rekrutmen BUMN.

7. Mengenai permasalahan HGU, PTPN IV Regional 6 hanya sebagai pengelola aset dan tanaman, pengelolaan produksi serta pengamanannya. Namun untuk HGU ialah wewenang dari PTPN I sebagai pemilik aset. Namun PTPN IV Regional 6 tetap berkoordinasi dengan PTPN I Regional I apabila ada permasalahan 

8. Dalam pelaksanaan promosi dan demosi sudah dilaksanakan sesuai aturan asesmen yang berlaku, sedangkan demosi ialah berdasar pada hasil temuan – temuan dan punishment dari tim auditor. 

9. Terkait bantuan Padi Gogo di Bireun, hal tersebut dilaksanakan karena bertepatan pada saat itu sedang dilaksanakannya Program PSR yang mana petani – petani yang menjadi mitra ialah berasal dari daerah – daerah prioritas yaitu Aceh Utara dan Aceh Timur, tandas Muhammad Febriansyah,

Sementara itu karyawan Pemanen dan PKWT  Kebun Lama yang enggan di cantumkan namanya mengatakan, dalam kurun waktu 2024-2025 ini pembayaran PKWT dan premi karyawan tetap di berikan tepat waktu.

"Kami selaku pemanen ketika bayak buah tandan sawit yang di panen otomatis premi kami pun meningkat. Terlebih lagi saat ini pihak perusahaan rutin melakukan perawatan sehingga produksi makin meningkat" ujarnya.

| Her/ RGS

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)