Dengan sepatu laras yang basah oleh lumpur, Babinsa bahu-membahu membantu petani menebar bibit padi. Kehadiran TNI di sawah bukan hanya sekadar tenaga tambahan, tetapi juga simbol kebersamaan dan dukungan moril bagi para petani.
Serda Bayu Arianto menuturkan bahwa TNI akan selalu hadir mendukung masyarakat di desa binaan. “Kami ingin membuktikan bahwa TNI tidak hanya hadir di barak, tetapi juga di sawah, di ladang, dan di tengah masyarakat. Kehadiran kami di sini untuk memberi semangat sekaligus membantu petani agar hasil panen lebih baik,” ungkapnya.
Mansyur, salah seorang petani yang ikut menanam padi, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran Babinsa. “Kami senang Babinsa mau turun langsung ke sawah bersama kami. Kehadiran beliau membuat kami lebih bersemangat dan merasa tidak sendiri dalam mengelola sawah ini,” ucapnya dengan senyum lebar.
Gotong royong antara Babinsa dan petani ini menjadi gambaran nyata kemanunggalan TNI dan rakyat, sekaligus bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan nasional dari tingkat desa.

