Ketika di konfirmasi media ini kepala dinas kesehatan Aceh Timur melalui Penanggung jawab giji Pukesmas Birem Bayeun Agustina AMG Selasa (23/9/2025) menjelaskan bahwa, dari angka Stunting 52 orang di tahun 2022 dan di tahun 2025 ini sudah menurun.
"Di bulan September 2025 ini angka Sunting di Gampong Alue Sentang turun tinggal 9 orang sedangkan jumlah balita ada 130 " ujarnya.
Sementara itu PJ Geuchik Alue Sunting Suparman mengucapkan syukur Alhamdulillah dengan kerja keras seluruh stakeholder angka Sunting perlahan lahan turus dan sesuai data dari ahli giji Pukesmas Birem Bayeun saat ini tinggal 9 orang.
"Semoga kedepan angka Sunting ini bisa ditekan kebawah dan Gampong Alue Sentang terbebas dari stunting, tentunya ini bukan pekerjaan mudah, harus dukungan penuh dari masyarakat di sisi mana kejuragan nya agar dapat kita bersama sama mencari solusi yang terbaik"kata nya.
Karena kata PJ Geuchik, Dampak stunting di suatu daerah meliputi penurunan kualitas sumber daya manusia, seperti terhambatnya perkembangan kognitif dan fisik anak, yang berujung pada penurunan produktivitas kerja di masa dewasa.
"Selain itu, stunting juga menyebabkan peningkatan biaya kesehatan karena kerentanan terhadap penyakit kronis dan infeksi. Stunting juga dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang tinggi bagi suatu negara karena terhambatnya potensi pembangunan" ujar nya lagi.
Anak stunting berisiko mengalami kesulitan belajar, kemampuan bicara yang terlambat, dan daya ingat yang lebih rendah.
"Anak-anak yang stunting cenderung lebih sering sakit karena sistem kekebalan tubuhnya lemah,bahkan meningkatkan risiko penyakit kronis seperti diabetes, obesitas, penyakit jantung, dan stroke di kemudian hari" tandas nya.
| Roby Sinaga
