![]() |
| Lembu bantuan Presiden RI diba di Kecamatan Madat |
Hingga Rabu malam (18/02/2026), bantuan 1 ekor sapi per desa terkesan sangat mengecewakan ibarat kata jauh panggang dari api, ujar salah satu masyarakat yang tidak mau disebut nama nya.
Hal tersebut di benarkan oleh Pemerintah desa setempat dan kegelisahan yang melanda para perangkat desa. Karena menurut mereka sapi yang di antar ke desa desa di wilayah ujung barat Aceh Timur tepat nya di kecamatan Madat , seperti desa Payanaden dan Tanjong Ara hanya menerima satu ekor per desa bahkan ditaksir berkisar 30-40 kg daging
sedang kan jumlah KK yang ada di desa Payanaden kecamatan Madat Kabupaten Aceh Timur Sebanyak 590 kk tentu tidak terbagi merata.
Kondisi ini memaksa para kepala desa melakukan manuver beresiko ( Ngutang). Desa dipaksa mencari pinjaman pribadi, yang dianggap merusak tata kelola anggaran publik yang sehat.
Alokasi Tak Proporsional.
Pembagian rata rata 1 ekor sapi per desa dianggap tidak adil bagi desa dengan jumlah penduduk besar, atau dampak banjir paling parah bahkan tidak ada harta benda yang tersisa , terlebih di Aceh tradisi Megang itu sangat pamiliar.
Bagi masyarakat Aceh Timur Meugang kali ini bukan sekadar tradisi, melainkan pertaruhan martabat di tengah duka. Pasca-banjir besar, mayoritas warga kehilangan harta benda. Membeli daging dengan harga pasar yang melonjak adalah kemewahan yang mustahil digapai.
"Masyarakat benar-benar berharap pada bantuan ini, Mereka tidak punya apa-apa lagi. Kalau daging sapi tidak ada meugang kali ini akan terasa sangat pahit" ungkap salah satu perangkat desa.
| IBRM SH
