Bobot Sapi Bantuan Megang Dari Presiden RI ke Kecamatan Madat 30-40 Kg Daging Per Ekor

Kasus
0
Lembu bantuan Presiden RI diba di Kecamatan Madat

SamudraNews.com | Aceh Timur– Harapan ribuan warga penyintas banjir di Aceh Timur untuk menikmati daging sapi pada tradisi Meugang Ramadhan kali ini awal nya di sambut gembira karena ada wacana batuan sapi dari Presiden RI. Alih-alih menjadi pelipur lara pasca-bencana, bantuan sapi senilai Rp7,5 miliar dari Presiden RI Prabowo Subianto justru menyisakan kegaduhan dan kepanikan di tingkat masyarakat desa.

Hingga Rabu malam (18/02/2026), bantuan 1 ekor sapi per desa terkesan sangat mengecewakan ibarat kata jauh panggang dari api, ujar salah satu masyarakat yang tidak mau disebut nama nya.

Hal tersebut di benarkan oleh Pemerintah desa setempat dan kegelisahan yang melanda para perangkat desa. Karena menurut mereka sapi yang di antar ke desa desa di wilayah ujung barat Aceh Timur  tepat nya di kecamatan Madat , seperti desa  Payanaden dan Tanjong Ara hanya menerima  satu ekor per desa bahkan ditaksir berkisar  30-40 kg daging 
sedang kan jumlah KK yang ada di desa Payanaden kecamatan Madat Kabupaten Aceh Timur Sebanyak 590 kk tentu tidak terbagi merata.

Kondisi ini memaksa para kepala desa  melakukan manuver beresiko ( Ngutang). Desa dipaksa mencari pinjaman pribadi, yang dianggap merusak tata kelola anggaran publik yang sehat.

Alokasi Tak Proporsional.

Pembagian rata rata 1 ekor sapi per desa dianggap tidak adil bagi desa dengan jumlah penduduk besar, atau dampak banjir paling parah bahkan tidak ada harta benda yang tersisa , terlebih di Aceh tradisi Megang itu sangat pamiliar.

Bagi masyarakat Aceh Timur Meugang kali ini bukan sekadar tradisi, melainkan pertaruhan martabat di tengah duka. Pasca-banjir besar, mayoritas warga kehilangan harta benda. Membeli daging dengan harga pasar yang melonjak adalah kemewahan yang mustahil digapai.

"Masyarakat benar-benar berharap pada bantuan ini, Mereka tidak punya apa-apa lagi. Kalau daging sapi tidak ada meugang kali ini akan terasa sangat pahit" ungkap salah satu perangkat desa.

| IBRM SH

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)