Santri Imam An Nawawi 15 Jam Tuntas Setoran Hapan Al Qur'an 30 Juz Tanpa Melihat Mushaf

Kasus
0


SamudraNews.com | Langsa, Hari ini Zikrianur Affar Bin alm Aan Juhari asal Kabupaten Bireuen salah seorang santri Tahfidz Al Qur'an Pesantren Imam An-Nawawi Kota Langsa di Jln TPA dusun Merak Desa Sukajadi Kebon Ireng Kec Langsa Lama Kota Langsa dengan waktu 15 jam tuntas melaksanakan Setoran Hapan Al Qur'an 30 Juz An Zhahril Qalb (tanpa melihat Mushaf) dan saat ini beliau baru duduk di kelas 1 Tadribut Du'at (SMA).

Usthaz Adha Saputra, Lc. M.E selaku Direktur Sekolah tinggi ilmu Al Qur'an (STIQ Zad) Cianjur
Memberikan hadiah uang tunai kepada Zikrianur

Kepada awak media Pimpinan Pompes Imam An Nawawi Ustadz Faizal Abu Halim
Menjelaskan bahwa Zikrianur Affar ini merupakan santri ke 10 yang telah menyelesaikan Setoran Hapan Al Qur'an 30 Juz
An Zhahril Qalb (Tanpa Melihat Mushaf).

"Proses setoran hapalan Al Qur'an di mulia pukul 03.00 wib dini hari  tuntas dan lancar (selesai) pukul 18.00 wib Rabu (11/2/26) sebelum magrib" ujar Ustadz Fazal.


Lanjutnya, Alhamdulillah, walau Zikrianur baru saja berduka, karena ayahandanya namun karena kecintaan nya Kepada ALLAH memicu sengatnya untuk terus menghapal Al-Qur'an sehingga hari ini mendapat karunia dari ALLAH menutaskan hapalan Al Qur'an 30 Juz.

Penghafal Al-Quran (Hafiz/Hafizah) memiliki kedudukan istimewa dengan ganjaran mahkota cahaya dan pakaian kehormatan bagi kedua orang tuanya di akhirat. Mereka termasuk keluarga Allah di bumi, diangkat derajatnya di surga, serta mendapatkan syafaat untuk keluarganya. Menghafal Al-Quran adalah perjalanan seumur hidup yang 
menuntut komitmen untuk menjaga, memahami, dan mengamalkan isinya" imbuh nya.

Ustadz Faijal berharap, keberhasilan Zikrianur bisa memicu semangat santri santri lain nya, semoga kedepan bisa menjadi benteng penyelamat Al-Qur'an di tengah kemajuan jaman yang semakin moderen.

MUKZIJAT ALLAH  TIADA BATAS

Ketika Ayahada Zikrianur wapat harapan nya hampir pupus karena tidak ada lagi yang membiayai nya untuk terus sekolah dan menghafal Al-Qur'an,di saat keresahan itu Ada hamba Allah yang menanggung biaya sekolah sampai tamat, tentunya ini augrah  ALLAH yang sangat luar  biasa.

"Kejutan untuk Zikrianur didak berhenti di situ, pada saat Setoran Hapan Al Qur'an 30 Juz An Zhahril Qalb (tanpa melihat Mushaf) di hadiri oleh Direktur Sekolah tinggi ilmu Al Qur'an Zad Cianjur dan beliau menghadiahkan biaya siswa S1 samapi selesai, ini merupakan kado terindah dari ALLAH untuk anak penghapal Al Qur'an" tandas Ustadz Faijal.

Sementara itu di tempat yang sama Adha Saputra, Lc. M.E selaku Direktur Sekolah tinggi ilmu Al Qur'an (STIQ) Zad Cianjur
membenarkan pihak nya kan memberikan biaya siswa S1 kepada Zikrianur jika diri nya berkenan.

" Kami akan memberikan biaya siswa meraih S1 kepada Zikrianur, Prodi ilmu Al Qur'an dan Tafsir" katanya.

Lanjutnya, Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) ZAD Cianjur didukung oleh tenaga pengajar (dosen) yang berpengalaman di bidang studi Al-Qur'an dan tafsir, baik dari dalam maupun luar negeri. Dosen-dosen tersebut berasal dari Yaman dan beberapa merupakan bagian dari kerjasama dengan Akademi Tafsir di Arab Saudi. Seluruh dosen pengajar bermanhaj Salaf. 

" Disamping itu Tenaga pengajar atau Dosen STIQ ZAD sangat berkualitas dengan keahlian khusus dalam bidang Ilmu Al-Qur'an, Tafsir, dan studi literatur Arab. Didukung oleh pengajar dari Yaman dan Timur Tengah (Arab Saudi).
bahkan Seluruh dosen bermanhaj Salaf" jelasnya.

Selain itu, Pendirian lembaga didukung kerjasama dengan Akademi Tafsir di Arab Saudi. Staf pengajar fokus pada pengembangan kemampuan mahasiswa dalam ilmu Al-Qur'an, tafsir, dan bahasa Arab, dan tidak mudah untuk bisa lulus atau masuk ke STIQ ZAD, namun kusus unntuk Zikrianur anak penghapal Al Qur'an masuk tanpa tes, pungkas nya.

| Roby Sinaga 

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)