![]() |
| Foto warga pada saat memberikan keterangan pada samudranews |
Kekecewaan warga dusun sadar mulai memuncak setelah mengetahui rumah yang menjadi korban banjir tidak terdata namun ada beberapa rumah di dusun Amal yang tidak terendam banjir malah muncul namanya, Ujar
Jhon Kenedi (purnawirawan polri) kepada samudranews Rabu (11/2/26).
![]() |
| Kondisi Rumah Widianti tidak terdata |
" Kami menduga pendataan rumah korban banjir ini tidak adil bahkan terkesan mengutamakan keluarga Perangkat Gampong (desa-Red) Sidodadi, padahal di dusun Sadar ini menjadi lumbung suara Geuchik Trimo pada saat pemilihan"'ujar Jhon Kenedi kecewa.
Yang lebih aneh lagi, ketik di Peraturan Wali Kota Langsa nomor 104/900/2026 tertanggal 26 Januari 2026 nama Sukardi masuk sebagai penerima bantuan korban banjir, Namun data yang di tempel di kantor Geuchik nama Sukardi tidak masuk dalam kriteria rumah dapat bantuan korban banjir.
![]() |
| Kondisi kediaman Dody prayugo tidak terdata |
"Kemudian yang lebih parah lagi dari prangkat Gampong tidak ada memberikan pengumuman bahwa ada di lakukan pendataan rumah korban banjir hanya pesan berantai dari mulut kemukut warga saja" imbuh nya germ.
Sebagai bukti nya rumah Widianti dan Dody Prayugo yang benar benar parah juga tidak masuk dalam data penerima bantuan korban banjir.
Jika tidak ada kejelasan dari Geuchik Sidodadi kami siap akan melakukan aksi unjuk rasa atau protes kan ketidak Adilan dalam pendataan rumah korban banjir " tadas warga yang juga Timses pemenangan Pilchik Trimo.
Sebelum nya media ini telah mengkonfirmasi Trimo via WhatsApp nya dan di ujung telpon beliau mengatakan, yang belum terdata kan di data ulang untuk tahap dua, Ujar nya singkat.
| R.Sinaga


