Sambut Hari A'Syura Warga Sukajadi Kebon Ireng Laksanakan Zikir dan Do'a Bersama

Kasus
0


SamudraNews.com |Langsa, Sambut hari A'Syurah (10 Muharram) Ketua Tuhapeut dan tokoh Imam Desa Sukajadi Kebon Ireng (SKBI) Kecamatan Langsa Lama Kota Langsa menggelar Zikir dan doa bersama, acara di gelar di mesjid setempat, Selasa (23/6/2026).

Kegiatan di gelar usai shalat magrib berjamaah dan di pandu oleh Ketua Tuhapeut bapak Tukiman dan imam Desa, di hadiri oleh imam Dusun, Kepala dusun, Ketua Pemuda tokoh masyarakat dan masyarakat.


Kepada media ini ketua Tuhapeut Bapak Tukiman mengatakan bahwa, Memperingati Hari Asyura (10 Muharram) adalah momen refleksi spiritual yang mendalam. Bagi umat Islam secara umum, ini adalah bentuk rasa syukur atas keselamatan Nabi Musa AS dari kejaran Firaun, yang diisi dengan ibadah puasa untuk menghapus dosa setahun yang lalu.

"Secara lebih spesifik, makna peringatan atau menyambut hari Asyura ini terbagi berdasarkan tradisi dan sejarah:

1. Tradisi Islam Sunni (Mensyukuri Keselamatan) Memperingati hari di mana Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa dan kaum Bani Israil dari penindasan Firaun dengan membelah Laut Merah.Ungkapan Syukur: Dinyatakan melalui amalan puasa sunnah Asyura sebagai bentuk rasa syukur dan mengikuti jejak Rasulullah SAW.

2. Tradisi Islam Syiah (Mengenang Tragedi Karbala)Duka Cita (Asyura): Memperingati kesyahidan Husain bin Ali (cucu Nabi Muhammad SAW) dalam Pertempuran Karbala" urai nya.

Refleksi Pengorbanan Dimaknai sebagai momen penghormatan atas keberanian, keteguhan hati, dan pengorbanan dalam menegakkan keadilan serta melawan kezaliman.

"Makna Universal untuk Semua Umat Muhasabah Diri: Menjadi momentum untuk introspeksi (evaluasi diri) dan memperkuat keimanan di awal tahun baru Islam. Dianjurkan untuk memperbanyak sedekah, menyantuni anak yatim, dan memperluas nafkah keluarga sebagai bentuk solidaritas sosial" tandasnya.

| Roby Sinaga 

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)